Dian Saputra Marzuki. Sukri Palutturi. St. Rosmanely. Adelia Undang Sari Ady Mangilep. Andi Nurazizah Pemanfaatan Pelayanan Telemedicine pada Generasi Z di Kota Makassar Use of Telemedicine Services among Generation Z In Makassar City Dian Saputra Marzuki1. Sukri Palutturi2. St. Rosmanely3. Adelia Undang Sari Ady Mangilep4. Andi Nurazizah Idris5. Nurhayani6. Muhammad Arsyad7 Wana Kurnia8. Rania Adlia9 1,2,3,4,5,6,7,8,9 Universitas Hasanuddin . -mail: diansaputramarzuki@gmail. Jalan Perintis Kemerdekaan KM 10. Makassa. ABSTRAK Telemedicine merupakan layanan kesehatan berbasis teknologi yang memungkinkan konsultasi medis jarak jauh secara efektif, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Penggunaannya di Indonesia terus meningkat, termasuk di kalangan Generasi Z yang tumbuh dengan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan layanan telemedicine oleh Generasi Z di Kota Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 320 responden dari SMAN 1. SMAN 5, dan SMAN 21 Makassar, yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Penelitian dilakukan pada 19-26 Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi yang memfasilitasi dengan penggunaan layanan telemedicine . < 0,001. p = 0,008. 0,001. p < 0,. Selain itu, ekspektasi kinerja dan pengaruh sosial berdasarkan jenis kelamin juga berhubungan dengan pemanfaatan telemedicine . = 0,. , sedangkan ekspektasi usaha tidak menunjukkan hubungan signifikan berdasarkan jenis kelamin . = 0,. Disimpulkan bahwa faktor- faktor dalam model UTAUT berpengaruh terhadap penggunaan telemedicine oleh Generasi Z di Makassar, dengan jenis kelamin sebagai variabel moderator pada ekspektasi kinerja dan pengaruh sosial. Kata Kunci: Telemedicine. Generasi Z. Jenis Kelamin. Teknologi Kesehatan ABSTRACT Telemedicine is a technology-based health service that enables remote medical consultations effectively, particularly in areas with limited access to healthcare. Its utilization in Indonesia continues to increase, especially among Generation Z who have grown up with digital technology. This study aimed to identify the factors influencing the use of telemedicine services by Generation Z in Makassar City. The research design employed was a cross-sectional study with a total sample of 320 respondents from SMAN 1. SMAN 5, and SMAN 21 Makassar, selected using accidental sampling. The study was conducted from May 19 to May 26, 2025. The results showed a significant relationship between performance expectancy, effort expectancy, social influence, and facilitating conditions with the use of telemedicine services . < 0. p = 0. p < 0. In addition, performance expectancy and social influence based on gender were also found to be significantly associated with telemedicine utilization . = 0. , while effort expectancy did not show a significant relationship based on gender . = 0. is concluded that the factors in the UTAUT model influence the use of telemedicine among Generation Z in Makassar, with gender acting as a moderating variable for performance expectancy and social influence. Keywords: Telemedicine. Generation Z. Gender. Health Technolog Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 : 392-413 PENDAHULUAN Pelayanan diamanatkan oleh UUD 1945. Namun, rasio dokter di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lain, sehingga akses terhadap layanan kesehatan belum merata (Permana dkk, 2. Untuk mengatasi keterbatasan ini, teknologi kesehatan berkembang pesat, salah satunya melalui telemedicine. WHO mendefinisikan telemedicine sebagai layanan kesehatan jarak jauh yang tidak dibatasi ruang, dan sejak pandemi COVID-19 penggunaannya semakin populer karena memberikan kemudahan akses (Patrisyah, 2. Di Indonesia, penggunaan telemedicine meningkat hingga 30% pada tahun 2021 karena kemudahan akses untuk penanganan penyakit ringan (Tarifu dkk. , 2. Saat ini terdapat lebih dari 120 aplikasi telemedicine yang tersedia, baik dari pihak swasta maupun pemerintah, di antaranya Halodoc. Alodokter. Yesdok. Klikdokter, dan Mobile JKN (Littik dkk, 2. Aplikasi-aplikasi tersebut tidak hanya menawarkan fitur medis seperti konsultasi dokter, layanan laboratorium, home service, dan janji temu, tetapi juga menyediakan fitur non-medis berupa artikel kesehatan untuk meningkatkan literasi Pemanfaatan telemedicine semakin menyasar Generasi Z, yaitu individu yang lahir antara tahun 1995 hingga 2010 (Codrington dkk, 2. Generasi ini tumbuh bersama teknologi digital, terbiasa menggunakan gawai, dan memiliki tingkat literasi teknologi yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya (Ghazali & Samaria, 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kelompok usia 15Ae24 tahun, khususnya siswa SMA, merupakan pengguna aktif aplikasi telemedicine (Araminta & Sophianingrum, 2. Di Kota Makassar. SMA Negeri memiliki jumlah siswa terbanyak, menjadikannya sebagai lokasi yang representatif untuk meneliti perilaku pemanfaatan telemedicine di kalangan Generasi Z (Araminta dkk. , 2. SMA Negeri yang memiliki jumlah siswa terbanyak di Sulawesi Selatan yaitu SMA Negeri 5 Makassar. SMA Negeri 21 Makassar, dan SMA Negeri 1 Makassar (Badan Pusat Statistika RI, 2. Hasil survei awal menemukan bahwa mayoritas siswa di sekolah tersebut telah menggunakan telemedicine, terutama Halodoc, karena praktis, hemat waktu, dan membantu mengatasi kendala jarak ke fasilitas kesehatan. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa bahwa harga . rice valu. merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap niat penggunaan layanan telemedicine di Dian Saputra Marzuki. Sukri Palutturi. St. Rosmanely. Adelia Undang Sari Ady Mangilep. Andi Nurazizah Idris. Nurhayani. Muhammad Arsyad. Wana Kurnia. Rania Adlia : Pemanfaatan Pelayanan A. kalangan generasi muda, khususnya Gen Z dan Millennials. Faktor lain yang turut memengaruhi adalah performance expectancy, effort expectancy, dan social influence, yang secara bersama-sama meningkatkan kepuasan pengguna dan memperkuat intensi penggunaan telemedicine (Alodokter, 2. Untuk menganalisis perilaku pemanfaatan telemedicine, digunakan kerangka Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), khususnya variabel use behavior yang meliputi frekuensi, intensitas, dan pola penggunaan. Faktor yang memengaruhinya antara lain performance expectancy . eyakinan manfaa. , effort expectancy . emudahan penggunaa. , social influence . ukungan sosia. , dan facilitating conditions . ukungan infrastruktu. (Venkatesh et , 2. Jenis kelamin dipertimbangkan sebagai variabel moderasi, karena penelitian Riyanto . menunjukkan perempuan lebih sering memanfaatkan telemedicine untuk menghemat biaya, waktu, dan perjalanan. Penelitian ini memiliki kebaruan karena secara khusus menganalisis pemanfaatan telemedicine di kalangan siswa SMA di Kota Makassar dengan menggunakan teori Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), serta melibatkan jenis kelamin sebagai variabel moderasi. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi empiris dalam memahami faktor penerimaan teknologi kesehatan dan dapat menjadi dasar bagi kebijakan pelayanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross- sectional study untuk memahami pemanfaatan pelayanan telemedicine pada generasi Z di Kota Makassar. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 5 Makassar. SMA Negeri 21 Makassar, dan SMA Negeri 1 Makassar yang berlangsung pada bulan Januari 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswa/iSMA Negeri 5 Makassar. SMA Negeri 21 Makassar, dan SMA Negeri 1 Makassar yang berjumlah 3. 805 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan Tabel Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 5%. Sehingga, jumlah sampel penelitian ini sebanyak 320 siswa, yang terbagi menjadi 109 siswa di SMA Negeri 5 Makassar, 108 siswa di SMA Negeri 21 Makassar, dan 103 siswa di SMA Negeri 1 Makassar. Sampel diambil secara accidental sampling dengan kriteria berupa pengguna layanan telemedicine. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner Google Form yang terdiri dari identitas responden, pertanyaan umum tentang Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 : 392-413 pemahaman telemedicine, dan pertanyaan khusus terkait variabel penelitian . se behavior, performance expectancy, effort expectancy, social influence, dan facilitating condition. dengan skala Likert dengan kategori Sangat Tidak Setuju (STS) : 1 Poin. Tidak Setuju (TS) : 2 poin. Netral(N): 3 Poi. Setuju (S) : 4 Poin. Sangat Setuju (SS) : 5 Poin. Adapun kriteria objektif pada penelitian ini adalah baik dan kurang baik, dimana baik dikategorikan dengan skor > 15 poin, dan kurang baik dengan skor < 14 poin. Instrumen penelitian berupa kuesioner dalam penelitian ini telah melalui proses uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan untuk pengumpulan data. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa setiap butir pertanyaan memiliki nilai koefisien korelasi . lebih besar dari r tabel pada taraf signifikansi 0,05, sehingga dapat dinyatakan valid. Sedangkan, data sekunder dikumpulkan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan berupa jumlah siswa yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. Data diolah dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics version 29 melalui analisis univariat . istribusi frekuensi, dispersi, dan mea. dan analisis bivariat . ji Chi-squar. untuk menilai hubungan antar variabel. Penyajian data dilakukan dalam bentuk tabel yang dilengkapi dengan narasi untuk memperjelas penjelasan. HASIL Berdasarkan Tabel 1, yang merangkum karakteristik responden penelitian. Mayoritas responden adalah siswa kelas 2 SMA . 3%), sedangkan siswa kelas 3 SMA merupakan kelompok terkecil . 6%). Hal ini karena siswa kelas 2 cenderung lebih stabil dalam aktivitas sekolah dan memiliki waktu luang lebih dibandingkan siswa kelas 3 yang fokus pada persiapan ujian akhir, maupun siswa kelas 1 yang masih dalam tahap adaptasi. Kondisi tersebut membuat siswa kelas 2 lebih aktif menggunakan smartphone dan aplikasi kesehatan digital, sehingga lebih relevan untuk diteliti (BPS Kota Makassar, 2. Tabel 1. Karakteristik Responden pada Generasi Z di SMA Negeri 5 Makassar. SMA Negeri 12 Makassar, dan SMA Negeri 1 Makassar Variabel Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Usia 13 Tahun 14 Tahun Frekuensi . Persentase (%) Dian Saputra Marzuki. Sukri Palutturi. St. Rosmanely. Adelia Undang Sari Ady Mangilep. Andi Nurazizah Idris. Nurhayani. Muhammad Arsyad. Wana Kurnia. Rania Adlia : Pemanfaatan Pelayanan A. Variabel 16 Tahun 17 Tahun 18 Tahun Sebaran Sekolah SMA Negeri 5 Makassar SMA Negeri 21 Makassar SMA Negeri 1 Makassar Tingkatan Kelas Kelas I SMA Kelas II SMA Kelas i SMA Tujuan Penggunaan Pribadi Keluarga Keduanya Lama Penggunaan < 1 Tahun Ou 1 Tahun Aplikasi Telemedicine Halodoc Mobile JKN Alodokter Klikdokter Gooddokter Yesdok Layanan telemedicine pada masing-masing faskes Fitur Aplikasi Telemedicine Buat Janji Temu Chat dengan dokter Periksa kesehatan diri Informasi kesehatan Layanan khusus Toko kesehatan Total Frekuensi . Persentase (%) Sumber: Data Primer, 2025 Dari segi pemanfaatan telemedicine, sebagian besar responden . menggunakan aplikasi telemedicine untuk tujuan pribadi dan keluarga, sementara 25% hanya untuk keperluan pribadi. Lebih dari separuh responden . 9%) memiliki pengalaman menggunakan aplikasi kurang dari satu tahun, dengan Halodoc menjadi aplikasi yang paling populer . 4%), berbanding terbalik dengan Yesdok yang paling jarang digunakan . 8%). Fitur yang paling banyak dimanfaatkan adalah chat dengan dokter . 8%), dan pemanfaatan informasi kesehatan/berita kesehatan juga cukup tinggi sebagai tindakan preventif . %). Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 : 392-413 Berdasarkan Tabel telemedicine pada generasi Z di Kota Makassar, dari 320 responden terdapat sebagian besar . 8%) menyatakan sering menggunakan aplikasi telemedicine, sementara sisanya . 2%) jarang menggunakannya. Mayoritas responden . 6%) menilai bahwa ekspektasi kinerja . erformance expectanc. aplikasi telemedicine sudah baik, namun masih terdapat 29. 4% responden yang menganggapnya kurang baik. Sebanyak 52. responden menyatakan ekspektasi usaha . ffort expectanc. aplikasi telemedicine sudah baik, sementara 47. 2% merasa kurang baik. Terkait pengaruh sosial . ocial influenc. , telemedicine, sedangkan 45. 6% kurang merasakan pengaruh positif tersebut. Untuk kondisi yang memfasilitasi . acilitating condition. , 62. 8% responden menilai kondisi yang ada sudah baik dalam mendukung penggunaan aplikasi telemedicine, namun 2% merasa kondisi tersebut masih kurang baik. Tabel 2. Distribusi Responden berdasarkan Variabel Penelitian terhadap Generasi Z di SMA Negeri 5 Makassar. SMA Negeri 21 Makassar Variabel Kebiasaan Pengguna (Use Behavio. Sering Jarang Ekspektasi Kinerja (Performance Expectanc. Baik Kurang Baik Ekspektasi Usaha (Effort Expectanc. Baik Kurang Baik Pengaruh Sosial ((Social Influenc. Berpengaruh Kurang Berpengaruh Kondisi yang Memfasilitasi (Facilitating Condition. Baik Kurang Baik Berdasarkan Tabel 2, yang menyajikan hasil analisis bivariat antara kebiasaan pengguna dengan ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi yang memfasilitasi, terdapat perbedaan signifikan dalam persepsi responden yang Dian Saputra Marzuki. Sukri Palutturi. St. Rosmanely. Adelia Undang Sari Ady Mangilep. Andi Nurazizah Idris. Nurhayani. Muhammad Arsyad. Wana Kurnia. Rania Adlia : Pemanfaatan Pelayanan A. sering dan jarang menggunakan aplikasi telemedicine. Mayoritas responden yang sering menggunakan aplikasi telemedicine menilai ekspektasi kinerja . , ekspektasi usaha . , pengaruh sosial . , dan kondisi yang memfasilitasi . dari aplikasi telemedicine berkategori Sebaliknya, pada kelompok responden yang jarang menggunakan aplikasi telemedicine, proporsi yang menilai keempat faktor tersebut berkategori baik lebih Hasil uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kebiasaan pengguna dengan ekspektasi kinerja . < 0. , kebiasaan pengguna dengan ekspektasi usaha . = 0. , kebiasaan pengguna dengan pengaruh sosial . < 0. , serta kebiasaan pengguna dengan kondisi yang memfasilitasi . = 0. Dengan demikian, hipotesis nol (H. ditolak, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan pengguna aplikasi telemedicine . se behavio. dengan ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi yang memfasilitasi. Tabel 3. Hubungan antara Ekspektasi Kinerja. Ekspektasi Usaha. Pengaruh Sosial, dan Kondisi yang Memfasilitasi dengan Kebiasaan Pengguna dalam Pemanfaatan Pelayanan Telemedicine pada Generasi Z di Kota Makassar Ekspektasi Kinerja Baik Kurang Baik Ekspektasi Usaha Baik Kurang baik Pengaruh Sosial Berpengaruh Kurang berpengaruh Kondisi Memfasilitasi Baik Kurang baik Total Kebiasaan Pengguna . se behavio. Sering Jarang Total <0,001 0,008 <0,001 <0,001 Berdasarkan Tabel 3, yang menganalisis hubungan antara jenis kelamin dengan ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi yang Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 : 392-413 memfasilitasi, didapatkan hasil sebagai berikut bahwa pada variabel ekspektasi kinerja, 82 dari 129 responden laki-laki menilai baik, sementara 144 dari 191 responden perempuan juga menilai baik. Hasil uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jenis kelamin dengan ekspektasi kinerja . = 0. Untuk variabel ekspektasi usaha, 63 responden laki-laki menilai baik dan 106 responden perempuan juga menilai baik. Namun, uji Chi-square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin dengan ekspektasi usaha . = 0. Pada variabel pengaruh sosial, hanya 17 responden laki-laki merasakan pengaruh sosial yang baik, sedangkan 157 responden perempuan merasakan pengaruh sosial positif. Hasil uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jenis kelamin dan pengaruh sosial . < 0. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan dalam hal ekspektasi kinerja dan pengaruh sosial terhadap pemanfaatan telemedicine, namun tidak ada perbedaan signifikan dalam ekspektasi usaha. PEMBAHASAN Penelitian ini menemukan bahwa 70,6% responden menilai ekspektasi kinerja telemedicine baik, dan hasil uji menunjukkan hubungan signifikan dengan perilaku Temuan ini mendukung teori UTAUT bahwa manfaat yang dirasakan dari teknologi menjadi faktor utama dalam niat dan perilaku penggunaan (Venkatesh et al. , 2. Hasil ini sejalan dengan penelitian Andika . dan Wibowo . yang menemukan bahwa ekspektasi kinerja berhubungan dengan adopsi aplikasi Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kenyamanan, aksesibilitas, dan efektivitas biaya meningkatkan kepuasan serta mendorong penggunaan telemedicine (Prastiti dkk, 2. Dengan demikian, semakin tinggi persepsi manfaat telemedicine, semakin besar peluang Generasi Z untuk menggunakannya secara rutin. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 145 responden generasi Z di Kota Makassar yang sering menggunakan aplikasi telemedicine merasa ekspektasi kinerja . erformance expectanc. dari aplikasi telemedicine sudah tergolong baik. Selain itu, 81 responden yang jarang menggunakan aplikasi telemedicine juga merasa ekspektasi kinerjanya baik. Namun, ada juga 24 responden yang sering menggunakan aplikasi telemedicine yang merasa ekspektasi kinerjanya kurang baik, serta terdapat pula 70 responden yang jarang menggunakan aplikasi Dian Saputra Marzuki. Sukri Palutturi. St. Rosmanely. Adelia Undang Sari Ady Mangilep. Andi Nurazizah Idris. Nurhayani. Muhammad Arsyad. Wana Kurnia. Rania Adlia : Pemanfaatan Pelayanan A. telemedicine merasa ekspektasi kinerja dari aplikasi telemedicine tergolong kurang Berdasarkan hasil uji chi-square, diperoleh nilai p < 0. Dengan kata lain, hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan ekspektasi kinerja . erformance expectanc. dengan use behavior pemanfaatan pelayanan telemedicine pada Generasi Z di Kota Makassar. Perbedaan persepsi responden dipengaruhi oleh pengalaman penggunaan Responden yang lebih sering menggunakan aplikasi cenderung memiliki ekspektasi positif karena menyadari manfaat, kemudahan, dan konsistensi solusi kesehatan yang diberikan. Hal ini sejalan dengan karakteristik Generasi Z yang dekat dengan teknologi dan memiliki literasi digital tinggi (Rahmasari dkk. , 2. Dengan demikian, ekspektasi kinerja lebih ditentukan oleh pengalaman nyata dan manfaat yang dirasakan, bukan sekadar kebiasaan menggunakan teknologi. Responden yang jarang menggunakan telemedicine tetap memiliki pandangan positif karena menilai aplikasi ini lebih nyaman dan mudah diakses dibandingkan kunjungan langsung. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan fleksibilitas dan efisiensi biaya telemedicine meningkatkan kepuasan pasien (Prastiti , 2. Dengan demikian, kenyamanan dan aksesibilitas menjadi faktor utama bagi pengguna meskipun frekuensi pemakaiannya rendah. Responden yang sering memakai telemedicine namun menilai kinerjanya kurang baik tetap menggunakan aplikasi karena kebutuhan mendesak, meski ada kendala seperti server down atau jaringan bermasalah. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan mendesak dapat mengatasi kekurangan teknis, tetapi tetap menurunkan kepuasan dan memengaruhi perilaku penggunaan. Responden yang jarang memakai telemedicine dan menilai kinerjanya rendah merasa manfaat aplikasi tidak sebanding dengan kebutuhannya. Konten yang kurang relevan atau tidak akurat menurunkan kepuasan dan ekspektasi kinerja, sehingga mereka jarang menggunakannya. Penelitian ini menegaskan adanya keterkaitan yang signifikan antara ekspektasi kinerja dan perilaku penggunaan aplikasi telemedicine. Generasi Z cenderung lebih mudah mengadopsi layanan ini karena intensitas pengalaman penggunaan yang membentuk pemahaman manfaat, serta faktor kenyamanan dan aksesibilitas yang ditawarkan. Namun demikian, hambatan teknis maupun ketidaksesuaian fitur dengan kebutuhan pengguna dapat mengurangi Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 : 392-413 kepuasan dan menghambat adopsi. Dengan demikian, semakin tinggi ekspektasi positif terhadap kinerja aplikasi telemedicine, maka semakin besar pula probabilitas terjadinya perilaku penggunaan secara konsisten. Dalam konteks telemedicine, ekspektasi usaha . ffort expectanc. ini sangat penting karena dapat mempengaruhi keputusan individu untuk menggunakan layanan (Petralina dkk, 2. Berdasarkan teori, terdapat hubungan antara ekspektasi usaha . ffort expectanc. dan use behavior. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin besar kemudahan yang dirasakan oleh pengguna terhadap manfaat dan efektivitas suatu teknologi, semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk memanfaatkannya secara aktif dalam aktivitas sehari-hari (Venkatesh et al, 2. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sejumlah 101 responden yang sering menggunakan aplikasi telemedicine merasa bahwa ekspektasi usaha dari aplikasi tersebut sudah baik. Terdapat pula 68 responden yang jarang menggunakan aplikasi telemedicine juga memiliki pandangan yang sama. Namun, terdapat 68 responden yang sering menggunakan aplikasi telemedicine merasa ekspektasi usaha dari aplikasi tersebut kurang baik dan 83 responden yang jarang menggunakan aplikasi telemedicine juga merasakan hal yang serupa. Berdasarkan hasil uji chi-square, diperoleh nilai p < 0. Dengan kata lain, hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan ekspektasi usaha . ffort expectanc. dengan use behavior pemanfaatan pelayanan telemedicine pada Generasi Z di Kota Makassar. Responden yang sering maupun jarang menggunakan aplikasi telemedicine dan berpendapat ekspektasi usaha aplikasi telemedicine telah baik, berpendapat bahwa aplikasi tersebut mudah digunakan dengan fitur yang sederhana dan mudah dipahami. Pengalaman positif dalam berinteraksi dengan aplikasi juga meningkatkan keinginan untuk terus menggunakannya. Hal ini sangat relevan bagi generasi Z, yang memiliki literasi digital yang tinggi dibandingkan generasi lainnya, sehingga mereka cenderung lebih mudah beradaptasi dengan fitur-fitur baru (Adelia dan Setyanto, 2. Kemudahan akses dan fitur interaktif menjadi alasan utama generasi Z memilih aplikasi telemedicine sebagai media konsultasi kesehatan (Rizki, 2. Pengalaman positif ini tidak hanya meningkatkan keinginan untuk terus menggunakan aplikasi, tetapi juga memperkuat persepsi mereka terhadap telemedicine sebagai solusi kesehatan yang praktis dan sesuai dengan gaya hidup digital generasi Z. Dian Saputra Marzuki. Sukri Palutturi. St. Rosmanely. Adelia Undang Sari Ady Mangilep. Andi Nurazizah Idris. Nurhayani. Muhammad Arsyad. Wana Kurnia. Rania Adlia : Pemanfaatan Pelayanan A. Responden yang merasa ekspektasi usaha . ffort expectanc. aplikasi telemedicine kurang baik, baik yang sering atau jarang menggunakan aplikasi tersebut, berpendapat bahwa aplikasi tersebut sering kali rumit dan membutuhkan usaha lebih untuk memahami fitur-fiturnya, terutama pada fitur yang baru dikembangkan. Fitur yang baru dikembangkan cenderung jarang disosialisasikan oleh pihak penyedia layanan, sehingga beberapa responden merasa kesulitan dalam mengimplementasikan fitur tersebut. Terdapat pula beberapa responden yang tetap menggunakan aplikasi telemedicine meskipun merasa ekspektasi usahanya . ffort expectanc. kurang baik karena kebutuhan akan layanan kesehatan yang cepat dan efisien, serta manfaat lain yang mereka rasakan. Generasi Z cenderung mencari solusi praktis untuk masalah kesehatan mereka, sehingga meskipun ada kendala dalam penggunaan aplikasi, mereka tetap memanfaatkannya demi kenyamanan dan efisiensi. Hal ini selaras dengan temuan bahwa generasi Z proaktif dalam menjaga kesehatan, menggunakan aplikasi kesehatan meditasi, dan mengikuti terapi online (Adelia dan Setyanto, 2. Mengingat generasi Z sangat bergantung pada teknologi dan konektivitas internet, masalah ini dapat menjadi penghalang utama dalam adopsi telemedicine. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, teridentifikasi masalah penting terkait pemanfaatan aplikasi telemedicine di kalangan Generasi Z di Kota Makassar, yaitu masih terdapat kekurangan dan keterbatasan dari aplikasi telemedicine dalam memberikan pengalaman yang mudah, efisien, dan memuaskan. Sehingga, penyedia layanan perlu berfokus pada peningkatan kualitas, mengatasi masalah teknis, dan memastikan bahwa layanan yang diberikan sesuai dengan harapan dan kebutuhan Generasi Z. Secara umum, hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Andika . , yang menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel ekspektasi usaha . ffort expectanc. dengan use behavior (Andika, 2. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi ekspektasi positif terhadap kemudahan penggunaan aplikasi telemedicine, maka semakin besar kemungkinan seseorang untuk menggunakannya. Pengaruh sosial . ocial influenc. adalah salah satu faktor utama dalam adopsi teknologi, termasuk telemedicine. Kepercayaan sosial terhadap keamanan dan efektivitas telemedicine juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan adopsi teknologi ini, terutama di daerah dengan akses kesehatan terbatas (Lelyana, 2. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 : 392-413 Secara teoritis, pengaruh sosial . ocial influenc. berkaitan erat dengan perilaku penggunaan . se behavio. Hal ini memiliki arti bahwa semakin tinggi pengaruh sosial terkait manfaat teknologi tertentu, maka semakin besar kemungkinan mereka untuk menggunakannya secara aktif dalam kehidupan sehari-hari (Venkatesh et al. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh sosial . ocial influenc. terhadap penggunaan aplikasi telemedicine pada generasi Z di Kota Makassar bervariasi. Sejumlah 112 responden yang sering menggunakan aplikasi telemedicine merasakan adanya pengaruh sosial yang signifikan. Sementara itu, 62 responden yang jarang menggunakan aplikasi telemedicine juga merasakan hal yang sama. Namun, terdapat pula 57 responden yang sering menggunakan aplikasi telemedicine merasa pengaruh sosial kurang berpengaruh, dan 89 responden yang jarang menggunakan aplikasi telemedicine juga merasakan hal serupa. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai p < 0,05. Dengan kata lain, ada hubungan yang signifikan pengaruh sosial . ocial influenc. dengan kebiasaan pengguna pemanfaatan pelayanan telemedicine pada Generasi Z di Kota Makassar. Responden yang merasakan pengaruh sosial yang signifikan, baik yang sering maupun jarang menggunakan aplikasi telemedicine cenderung mempertimbangkan pendapat dan pengaruh dari lingkungan sekitar, seperti keluarga dan teman, dalam mengambil keputusan untuk menggunakan layanan tersebut. Keberadaan teman atau orang sekitar yang menggunakan aplikasi telemedicine juga berkontribusi pada peningkatan kepercayaan mereka. Hal ini sejalan dengan karakter Generasi Z yang menghargai koneksi dan komunitas. Meskipun dikenal mandiri, generasi Z tetap mencari validasi dan rekomendasi dari orang-orang yang dipercaya, terutama dalam hal-hal baru atau yang melibatkan risiko, seperti mencoba layanan telemedicine. Pengaruh sosial ini bisa berupa rekomendasi langsung, testimoni positif atau sekadar melihat orang lain menggunakan aplikasi tersebut. Adanya dukungan sosial ini dapat mengurangi keraguan dan meningkatkan kepercayaan Generasi Z terhadap efektivitas dan keamanan telemedicine (Azizah dkk, 2. Sebaliknya, responden yang merasa pengaruh sosial kurang berpengaruh lebih mengandalkan pengalaman pribadi dan kebutuhan individu dalam memutuskan untuk Rasa Dian Saputra Marzuki. Sukri Palutturi. St. Rosmanely. Adelia Undang Sari Ady Mangilep. Andi Nurazizah Idris. Nurhayani. Muhammad Arsyad. Wana Kurnia. Rania Adlia : Pemanfaatan Pelayanan A. telemedicine, seperti masalah teknis dan keterbatasan fitur, juga membuat mereka tidak terpengaruh oleh opini sosial. Hal ini sejalan dengan salah satu karakteristik generasi Z yang cenderung lebih kritis terhadap informasi yang mereka terima secara online (Azizah dkk, 2. Beberapa dari generasi Z lebih percaya pada pengalaman langsung dan riset pribadi daripada sekadar mengikuti tren atau opini populer. Hal ini sejalan dengan temuan bahwa Generasi Z proaktif dalam mencari informasi kesehatan dan menggunakan aplikasi kesehatan untuk memantau kondisi mereka (Rizki, 2. Secara umum, hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ardiansyah & Rusfian . Ardiansyah & Rusfian . melakukan penelitian terkait penggunaan telemedicine pada tenaga kesehatan di daerah tertinggal. Hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa pengaruh sosial . ocial influenc. memberikan pengaruh positif terhadap penggunaan aplikasi telemedicine (Ardiansyah, dan Rusfian, 2. Sehingga, hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ketika individu merasakan dukungan dari lingkungan sosial mereka dan memiliki akses ke informasi yang jelas tentang manfaat aplikasi telemedicine maka mereka lebih cenderung untuk mengadopsi telemedicine dalam kehidupan sehari-harinya. Dalam konteks telemedicine, kondisi yang memfasilitasi . acilitating condition. mencakup infrastruktur seperti petunjuk penggunaan, tampilan yang menarik, serta pengetahuan dan keterampilan pengguna dalam menggunakan aplikasi Secara teoritis. Ketika kondisi tersebut terpenuhi, maka pengguna cenderung merasa lebih nyaman dan percaya diri untuk memanfaatkan layanan telemedicine (Venkatesh et al, 2. Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi tentang kondisi yang memfasilitasi . acilitating condition. aplikasi telemedicine di kalangan generasi Z di Kota Makassar bervariasi. Mayoritas responden yang sering menggunakan aplikasi telemedicine, yaitu sebanyak 138 responden, merasa bahwa kondisi yang memfasilitasi sudah baik. Sejalan dengan itu, 99 responden yang jarang menggunakan aplikasi telemedicine juga memiliki persepsi yang baik. Namun, terdapat juga 31 responden yang sering menggunakan aplikasi telemedicine yang merasa kondisi yang memfasilitasi kurang baik, dan 52 responden yang jarang menggunakan aplikasi telemedicine merasakan hal yang sama. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai p < 0,05. Dengan kata lain, ada hubungan yang signifikan kondisi yang memfasilitasi . acilitating condition. dengan use behavior pemanfaatan Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 : 392-413 pelayanan telemedicine pada Generasi Z di Kota Makassar. Responden yang merasakan kondisi memfasilitasi baik menilai dukungan fasilitas telemedicine sudah memadai melalui tampilan intuitif dan kemudahan penggunaan, selaras dengan literasi digital tinggi Generasi Z yang memudahkan adaptasi fitur baru (Prastiti dkk. , 2024. Azizah dkk. , 2. Sebaliknya, responden yang menilai kondisi kurang baik menghadapi kendala akses internet dan keterbatasan fitur aplikasi, yang menurunkan kepuasan meskipun tetap digunakan karena efisiensi layanan kesehatan. Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan adopsi telemedicine dipengaruhi oleh kemudahan akses sekaligus kesiapan infrastruktur teknologi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, teridentifikasi masalah penting terkait pemanfaatan aplikasi telemedicine di kalangan Generasi Z di Kota Makassar, yaitu terdapatnya fitur aplikasi yang belum berkembang secara maksimal sehingga menyulitkan pengguna dalam menggunakan aplikasi telemedicine. Selain itu, berdasarkan hasil wawancara dengan responden, sebagian responden banyak mempersalahkan terkait aplikasi telemedicine yang bergantung pada akses internet. Generasi Z sangat bergantung pada konektivitas internet, dan akses yang tidak stabil dapat menjadi penghalang utama dalam adopsi telemedicine. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ferghyna, dkk . Penelitian tersebut menyatakan bahwa menunjukkan variabel facilitating condition memberikan pengaruh positif terhadap variabel use behavior dalam penggunaan teknologi (Ferghyna dkk, 2. Sehingga, penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas pendukung yang baik dapat meningkatkan kemudahan akses dan kenyamanan pengguna dalam menggunakan aplikasi telemedicine. Perbedaan jenis kelamin terhadap ekspektasi kinerja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tingkat kenyamanan dalam menggunakan teknologi, pengalaman sebelumnya dengan layanan digital, serta kebutuhan dan prioritas kesehatan yang berbeda antara laki-laki dan perempuan perempuan (Zobair, dkk. Dalam perspektif teori, ekspektasi kinerja . erformance expectanc. memiliki hubungan positif dengan jenis kelamin. Hal ini berarti bahwa perbedaan jenis kelamin dapat memengaruhi cara individu menilai dan merespons ekspektasi kinerja dari suatu teknologi (Venkatesh et al, 2. Dian Saputra Marzuki. Sukri Palutturi. St. Rosmanely. Adelia Undang Sari Ady Mangilep. Andi Nurazizah Idris. Nurhayani. Muhammad Arsyad. Wana Kurnia. Rania Adlia : Pemanfaatan Pelayanan A. Hasil dari penelitian menunjukkan mayoritas responden, baik perempuan maupun laki-laki, yang menggunakan aplikasi telemedicine memiliki persepsi ekspektasi kinerja . erformance expectanc. yang baik. Sebanyak 144 responden perempuan dan 82 responden laki-laki merasakan manfaat positif dari penggunaan aplikasi telemedicine. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai p sebesar 0,023. Nilai p yang berada <0,05 ini dapat berarti ada hubungan jenis kelamin dengan ekspektasi kinerja . erformance expectanc. terhadap pemanfaatan pelayanan telemedicine pada generasi Z di Kota Makassar. Responden telemedicine, karena efektivitas dalam memenuhi kebutuhan medis. Dukungan fasilitas yang memadai berupa fitur khusus perempuan, seperti kalender menstruasi, membuat mereka cenderung merasa bahwa aplikasi telemedicine dapat meningkatkan manfaat dalam kebutuhan kesehatannya. Hal ini sangat relevan bagi generasi Z perempuan yang tumbuh di era digital dan terbiasa mencari informasi kesehatan secara online. Dengan telemedicine, generasi Z perempuan dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatannya dan mengakses informasi yang terpercaya, dan berkonsultasi dengan tenaga medis tanpa harus terikat oleh batasan geografis atau waktu (Chabibah dan Kusumayati, 2. Sedangkan, responden laki-laki cenderung merasakan kemudahan akses layanan kesehatan yang ditawarkan oleh aplikasi, memungkinkan konsultasi medis tanpa harus mengunjungi klinik secara fisik. Beberapa responden laki-laki juga merasa lebih nyaman melakukan konsultasi secara online untuk menghindari antrean rumah Hal ini relevan bagi laki-laki yang cenderung memiliki keterbatasan waktu atau merasa enggan untuk mencari perawatan medis secara langsung akibat kesibukan sehari- harinya. Telemedicine menawarkan fungsi konsultasi medis jarak jauh yang efisien melalui panggilan video atau audio, sehingga pasien dapat berkonsultasi dengan dokter tanpa perlu datang ke klinik (Dewi, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Izkair & Kaluku . , yang menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara jenis kelamin dengan ekspektasi kinerja . erformance expectanc. terhadap pemanfaatan pelayanan telemedicine pada generasi Z di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden perempuan menilai aplikasi telemedicine efektif berkat fitur Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 : 392-413 seperti kalender menstruasi, sementara laki-laki menghargai kemudahan akses dan kenyamanan konsultasi online. Sehingga, memahami perbedaan jenis kelamin dalam ekspektasi kinerja merupakan hal penting bagi penyedia layanan aplikasi telemedicine di kalangan pengguna perempuan dan laki-laki. Berdasarkan teori, ekspektasi usaha . ffort expectanc. memiliki hubungan positif dengan jenis kelamin. Hal ini berarti bahwa perbedaan jenis kelamin dapat memengaruhi kemudahan individu dalam merespons ekspektasi kinerja dari suatu teknologi (Venkatesh et al, 2. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan ekspektasi usaha . ffort expectanc. aplikasi telemedicine berdasarkan jenis kelamin responden. Mayoritas responden perempuan . memiliki ekspektasi usaha yang baik terhadap aplikasi telemedicine. Sebaliknya, mayoritas responden laki-laki . memiliki ekspektasi usaha yang kurang baik. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai p > 0,05 ini dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan jenis kelamin dengan ekspektasi usaha . ffort expectanc. terhadap pemanfaatan pelayanan telemedicine pada generasi Z di Kota Makassar. Mayoritas responden perempuan menunjukkan ekspektasi usaha yang baik dalam menggunakan telemedicine karena lebih memahami tata cara penggunaannya dan aktif mencari informasi kesehatan. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa perempuan memiliki kecenderungan lebih tinggi dalam memanfaatkan layanan kesehatan, lebih terbuka terhadap teknologi, serta lebih peduli terhadap kesehatan dibandingkan laki-laki (Ramba, 2023. Victorya dkk. Ramli, 2. Sedangkan, mayoritas responden laki-laki merasa memiliki ekspektasi usaha yang kurang baik karena merasa tidak terbiasa menggunakan aplikasi telemedicine, sehingga mereka kesulitan dalam memahami dan mengoperasikannya untuk kebutuhan kesehatan mereka (Ramba, 2. Hal ini terjadi karena laki-laki memiliki kesibukan yang lebih banyak daripada perempuan dan laki-laki cenderung tidak mengkhawatirkan kesehatan secara berlebih (Ramli, 2. Penelitian ini sejalan dengan temuan Syahrani & Indah . serta Ekawati . yang menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak memoderasi ekspektasi usaha . ffort expectanc. terhadap pemanfaatan teknologi maupun layanan kesehatan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa responden perempuan cenderung memiliki ekspektasi usaha yang lebih baik dibanding laki-laki, yang kurang terbiasa Dian Saputra Marzuki. Sukri Palutturi. St. Rosmanely. Adelia Undang Sari Ady Mangilep. Andi Nurazizah Idris. Nurhayani. Muhammad Arsyad. Wana Kurnia. Rania Adlia : Pemanfaatan Pelayanan A. menggunakan aplikasi telemedicine. Dengan demikian, effort expectancy tidak terbukti sebagai faktor signifikan dalam menentukan adopsi telemedicine secara Hubungan antara jenis kelamin dan pengaruh sosial . ocial influenc. merupakan topik yang menarik untuk diteliti, mengingat perbedaan dalam norma sosial dan ekspektasi yang sering kali melekat pada masing-masing gender. Pengaruh sosial . ocial influenc. adalah sejauh mana individu merasa dipengaruhi oleh orang lain untuk menggunakan teknologi baru (Auliya dan Aransyah, 2. Secara teoritis, pengaruh sosial . ocial influenc. memiliki hubungan positif dengan jenis kelamin. Hal ini memiliki arti bahwa pengaruh sosial . ocial influenc. dapat berbeda berdasarkan jenis kelamin (Venkatesh et al, 2. Penelitian ini menemukan adanya perbedaan dalam persepsi pengaruh sosial . ocial influenc. terhadap penggunaan aplikasi telemedicine berdasarkan jenis Mayoritas responden perempuan . merasa bahwa pengaruh sosial berpengaruh signifikan terhadap penggunaan aplikasi telemedicine. Sebaliknya, mayoritas responden laki-laki . merasa bahwa pengaruh sosial kurang Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai p sebesar <0,05. Dengan kata lain, ada hubungan jenis kelamin dengan pengaruh sosial . ocial influenc. terhadap pemanfaatan pelayanan telemedicine pada generasi Z di Kota Makassar. Mayoritas mempertimbangkan rekomendasi dari keluarga, teman, serta dukungan sosial dalam penggunaan telemedicine. Hal ini sejalan dengan karakteristik perempuan yang lebih terbuka berbagi pengalaman kesehatan dan lebih sering memanfaatkan layanan Pada Generasi Z, faktor tersebut semakin diperkuat oleh budaya interaksi digital melalui media sosial, sehingga rekomendasi dari orang terdekat menjadi determinan penting dalam keputusan penggunaan aplikasi telemedicine. Sedangkan, mayoritas responden laki-laki cenderung lebih mandiri dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan. Selain itu, responden laki-laki yang tidak terbiasa menggunakan aplikasi telemedicine juga merasa kurang terpengaruh oleh dukungan sosial. Hal ini dapat dipengaruhi oleh maskulinitas yang dapat menjadi faktor yang membentuk stigma dalam perilaku mencari bantuan psikologis. Generasi Z laki-laki membawa nilai-nilai ini ke dalam pengambilan keputusan kesehatan dengan mengandalkan riset Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 : 392-413 pribadi dan informasi yang mereka temukan sendiri daripada mencari saran atau dukungan dari orang lain (Hapsari dkk, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Izkair & Kaluku . , yang menyatakan bahwa terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dengan pengaruh sosial . ocial influenc. terhadap pemanfaatan pelayanan telemedicine pada generasi Z di Kota Makassar (Izkair dan Lakulu, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden perempuan merasa pengaruh sosial . ocial influenc. berpengaruh terhadap penggunaan aplikasi telemedicine. Sebaliknya, mayoritas responden laki-laki merasa pengaruh sosial kurang berpengaruh. Dengan demikian, penelitian menegaskan bahwa hubungan antara jenis kelamin dan pengaruh sosial . ocial influenc. memiliki implikasi yang signifikan dalam konteks adopsi teknologi, khususnya aplikasi telemedicine. SIMPULAN Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara ekspektasi kinerja . erformance expectanc. , ekspektasi usaha . ffort expectanc. , pengaruh sosial . ocial influenc. , dan kondisi yang memfasilitasi . acilitating condition. dengan kebiasaan pengguna . se behavio. pelayanan telemedicine pada Generasi Z di Kota Makassar. Selain itu, terdapat hubungan antara ekspektasi kinerja dan pengaruh sosial berdasarkan tidak terdapat pemanfaatan pelayanan telemedicine pada Generasi Z di Kota Makassar. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Makassar. SMA Negeri 21 Makassar, dan SMA Negeri 1 Makassar serta seluruh guru dan staf khususnya yang telah memberikan pendampingan dan bantuan dalam proses penelitian ini dapat terselesaikan. Terima kasih juga Penulis ucapkan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hadanuddin atas dukungan fasilitas dan finansial Hibah Penelitian Dosen Pemula Unhas (PDPU) Tahun 2025 dengan Nomor Kontrak 01260/UN4. 22/PT. 03/2025. Dian Saputra Marzuki. Sukri Palutturi. St. Rosmanely. Adelia Undang Sari Ady Mangilep. Andi Nurazizah Idris. Nurhayani. Muhammad Arsyad. Wana Kurnia. Rania Adlia : Pemanfaatan Pelayanan A. DAFTAR PUSTAKA