Journal of SERVITE Volume 6 No. Desember 2024, p 97 - 110 ISSN: 2714-5220 . ISSN: 2716-2133 . DOI : https://doi. org/10. 37535/102006220243 https://journal. edu/index. php/servite/ Pundi Hijau IKa: Memberdayakan Komunitas Pesantren dalam Mengelola Sampah Eni Maryani1. Anik Wusari2 1 Universitas Padjadjaran. Bandung. Indonesia Indonesia untuk Kemanusiaan (IK. Jakarta. Indonesia ABSTRAK Indonesia untuk Kemanusiaan (IK. sebagai Lembaga Sumberdaya mengelola pundi hijau untuk mendukung kerja-kerja di akar rumput dalam isu lingkungan dan kedaulatan pangan. Salah satu programnya adalah bekerja sama dengan Pondok Pesantren KHAS di Kempek Cirebon. Jawa Barat dalam program pengelolaan sampah. Program pengelolaan sampah di pesantren diawali dengan mengirimkan dua orang utusan pesantren dalam pelatihan terkait pengelolaan sampah di Yogyakarta. Selanjutnya dilakukan pelatihan di internal pesantren untuk membangun kesadaran santri terkait isu lingkungan terutama pengelolaan sampah. Untuk mengimplementasikan hasil pelatihan dibentuklah Tim Relawan Santri (Tim Semut/Tim Sapujaga. berperan untuk mewujudkan kesadaran terkait pengelolaan sampah dengan melakukan pemilahan sampah, pengumpulan sampah dan mengkoordinasikan pengiriman sampah ke luar area pesantren (TPA). Keberadaan Tim Relawan dari kalangan santri dan dukungan pemimpin pondok pesantren sangat penting dalam mendorong keberhasilan program pengolahan sampah di pesantren. Sistem pengelolaan sampah yang dikembangkan berdampak pada terjaganya kelestarian lingkungan dan dikembangkan agar menghasilkan produk daur ulang sampah dan kompos di pesantren. Kata kunci: Pundi Hijau. Pemberdayaan. Komunitas Pesantren. Pengolahan Sampah ABSTRACT Indonesia for Humanity (IK. as a Resource Institution manages green funds to support grassroots work on environmental issues and food sovereignty. One of its programs is to collaborate with the Pesantren . he Islamic boarding schoo. KHAS in Kempek Cirebon. West Java in a waste management The waste management program at Pesantren began by sending santri . to training related to waste management in Yogyakarta. Furthermore, training was carried out internally at Pesantren to build awareness of students regarding environmental issues, especially waste To implement the results of the training, a volunteer team of students (Semut Team/Sapujagat Tea. was formed to play a role in realizing awareness regarding waste management by sorting waste, collecting waste and coordinating waste delivery outside the Pesantren area. The existence of a volunteer team from among santri and the support of Pesantren leaders are very important in encouraging the success of the waste management program at the Pesantren. The waste management system that was developed has an impact on maintaining environmental sustainability and is developed to produce recycled waste and compost products at the Pesantren. Keywords: Green Fund. Empowerment. Pesantren Community. Waste Management Corresponding Author: Eni Maryani. Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung Sumedang KM. Hegarmanah. Kec. Jatinangor. Kabupaten Sumedang. Jawa Barat 45363. Email: eni. maryani@unpad. Article History Submitted December 2024. Accepted Januari 2025. Published Februari 2025 Pundi Hijau IKa: Memberdayakan Komunitas Pesantren dalam Mengelola Sampah PENDAHULUAN Pundi Hijau adalah salah satu wadah penggalangan sumber daya . ana, pengetahuan, jaringan dan kerelawana. untuk organisasi masyarakat sipil (OMS) yang dikelola oleh Indonesia untuk Kemanusiaan (IK. sebagai sebuah lembaga sumberdaya (IKa, 2. Dana Pundi Hijau digunakan untuk mendukung upaya pendampingan korban akibat bencana alam atau upaya untuk mengembangkan ketahanan pangan lokal berbasis komunitas yang terkena dampak kebencanaan di sektor lingkungan. Dampak kebencanaan ini termasuk bencana berupa kerusakan alam dan lingkungan, dan krisis yang terjadi akibat perubahan iklim (IKa, 2024. Salah satu kerusakan lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat adalah kerusakan lingkungan dikarenakan sampah yang dapat menimbulkan bencana atau mencemari lingkungan. Sampah dapat menjadi sumber bencana alam seperti banjir maupun sumber pencemaran lingkungan yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Pada tahun 2020 tercatat bahwa Indonesia adalah negara yang memproduksi sampah hingga 67,8 juta ton dengan komposisi sampah tertinggi berupa sampah sisa makanan yaitu 39,8 persen. Indonesia juga pernah menduduki peringkat kedua negara yang menghasilkan sampah makanan terbesar. Hal ini juga terkait dengan kebiasaan dan pola pikir orang Indonesia ketika berhubungan dengan makanan adalah Aulebih baik lebih, dari pada kurangAy. Oleh sebab itu masyarakat selalu menyediakan makanan dengan porsi lebih yang ternyata berujung tidak habis, dan menjadi sampah (PSLH / Pusat Studi Lingkungan Hidu. UGM, 2. Selain sampah makanan Indonesia juga negara yang menghasilkan sampah plastik ketiga terbesar di dunia. Indonesia pada tahun 2022 merupakan negara yang menghasilkan tidak kurang dari 12,54 ton sampah plastik (Kompas. com, 2. Produksi sampah yang berlebihan baik yang organik maupun non organik kemudian diperparah dengan sistem pengelolaan sampah yang masih sangat terbatas, bahkan buruk karena kurangnya kesadaran masyarakat. Tingkat daur ulang sampah di Indonesia masih terbatas, yaitu kurang dari 25% dari sampahnya, sedangkan sisanya berakhir di tempat pembuangan akhir (Budiyarto et al. , 2. Permasalahan sampah di masyarakat juga terjadi di berbagai lingkungan seperti yang diangkat beberapa penelitian berikut. Beberapa penelitian mengangkat isu masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah agar lingkunggannya sehat dan nyaman. Kurangnya kesadaran tersebut juga masih terjadi diberbagai lingkungan baik di lingkungan pesantren, sekolah umum, pasar, maupun pemukiman warga disekitar lembaga pendidikan, dan lain-lain (Ajayi, 2019. Madani, 2011. Marliani, 2015. Windi et al. , . Sejalan dengan fenomena di atas maka salah satu program kemitraan IKa dengan Pondok Pesantren Putri KHAS Kempek di Kabupaten Cirebon, adalah mendukung pesantren tersebut mengembangkan pengelolaan sampah dilingkungannya. Melalui kemitraan ini IKa bertujuan memberdayakan komunitas pesantren dalam pengelolaan sampah di lingkungannya. Pondok pesantren sendiri merupakan salah satu lembaga pendidikan berbasis Islam yang didalamnya mengajarkan berbagai macam pelajaraan keagamaan dan berperan dalam pendidikan moral dan akhlak mulia bagi santri didalamnya (Fitri & Odeng, 2. Oleh karena itu sejalan dengan pemahaman tentang peran pesantren maka pemimpin Pesantren Puteri KHAS Kempek Nyai Hj. ThoAoatillah JaAofar menganggap komunitas pesantren harus mampu menjadikan lingkungannya sehat dan nyaman. Oleh karena itu diperlukan upaya mengembangkan pengelolaan sampah di lingkungan pesantren. Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pundi Hijau IKa: Memberdayakan Komunitas Pesantren dalam Mengelola Sampah Di Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon, terdapat Asrama untuk santri laki-laki dan Asrama untuk santri perempuan. Pesantren KHAS sebagai pesantren yang cukup luas dan dihuni sekitar 3000 santri juga memiliki masalah dalam hal pengelolaan sampah. Pengelola Pondok Pesantren Putri KHAS Kempek Cirebon di dalam usulan kemitraannya dengan IKa mengungkapkan bahwa pengolahan sampah berfungsi multi guna dan mengacu pada proses atau sistem yang dirancang untuk mengelola dan memproses sampah dengan tujuan yang lebih luas daripada sekadar pembuangan akhir. Pengolahan sampah yang multi guna membutuhkan pendekatan yang holistik untuk mengelola sampah, yaitu dengan mempertimbangkan manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial. Pengelola Pesantren KHAS Kempek juga menyadari bahwa dengan menerapkan sistem pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan dapat mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan di Pesantren serta mendapat manfaat positif melalui pengolahan sampah yang dihasilkan Pesantren. Berdasarkan kesadaran tersebut maka Pondok Pesantren Putri KHAS Kempek Cirebon mengajukan usulan pada Indonesia untuk Kemanusiaan (IK. sesuai dengan tawaran program Pundi Hijau untuk melakukan gerakan pendidikan pengolahan sampah bagi para santrinya (IKa, 2024. Sejalan dengan pandangan pengelola Pondok Pensantren KHAS Kempek Cirebon, terdapat beberapa tulisan yang membahas tentang pengelolaan sampah di area tempat tinggal maupun di lingkungan pendidikan. Salah satu penelitian mengangkat istilah transaktif atau pembelajaran sosial. Metode ini dimulai dengan pemenuhan kebutuhan teknis operasional yaitu pewadahan dan pengomposan sampah di tiap rumah, pemilahan sampah di tingkat kelompok atau komunitas, penyediaan tempat pengumpulan sampah di desa untuk didaur ulang, serta Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kecamatan. Kemudian meningkatkan peran serta masyarakat melalui pemberdayaan dan pendampingan oleh pengelola persampahan dan instansi terkait (Riswan et al. , 2. Perlunya pengelolaan sampah di berbagai lingkungan juga tidak lepas dari masalah kepedulian atau kesadaran masyarakat. Pengelolaan sampah pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumberdaya. Selain itu Pengelolaan sampah juga diharapkan menjadikan sampah tidak mencemari udara, air dan tanah, tidak menimbulkan bau . idak mengganggu nilai esteti. , tidak menimbulkan kebakaran dan yang lainnya (Azwar Azrul, 1986. Marliani, 2. Pemikiran terkait sampah sebagai sumberdaya menarik untuk dikembangkan melalui berbagai upaya kreatif dalam Upaya kreatif tersebut salah satunya berhasil diwujudkan oleh para santri di Pesantren Muhajirin Bekasi yang mampu menghasilkan pemilahan sampah organik dan non Selanjutnya sampah organik tersebut dimanfaatkan untuk budidaya magot dan pembuatan pupuk kompos. Sementara sampah non organik dimanfaatkan untuk kerajinan tangan dan lain-lain (Windi et al. , 2. Berdasarkan berbagai fenomena dan pandangan terkait upaya untuk mengupayakan lingkungan yang sehat, dan adanya permasalahan sampah serta upaya untuk mengembangkan pengelolaan sampah maka tulisan ini akan mengelaborasi kerjasama yang dilakukan IKa dan Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon, dalam melakukan pendidikan pengolahan sampah. Selain itu tulisan ini juga akan mengungkapkan beragam kendala yang dihadapi maupun potensi yang ada dalam Pondok Pesantren. Selain itu juga akan diungkap manfaat yang Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pundi Hijau IKa: Memberdayakan Komunitas Pesantren dalam Mengelola Sampah dihasilkan terkait dengan pendidikan pengolahan sampah sebagai bentuk dukungan IKa terhadap pesantren dalam mengatasi masalah sampah di lingkungannya. METODE PELAKSANAAN Pundi Hijau adalah pengelolaan sumber daya yang dimiliki Indonesia untuk Kemanusiaan (IK. untuk mendukung kerja-kerja para aktivis atau komunitas di masyarakat yang memiliki kepedulian pada isu tentang kedaulatan pangan dan lingkungan. Salah satu program yang dimiliki IKa adalah program kemitraan dengan lembaga pesantren dalam hal pengelolaan Program ini diawali dengan Kerjasama IKa dengan jaringan ulama perempuan yang tergabung dalam jaringan KUPI (Konferensi Ulama Perempuan Indonesi. Melalui jaringan KUPI maka diperoleh beberapa usulan proposal yang diajukan oleh anggota jaringan KUPI yaitu dari Yayasan Wangsakerta. Komunitas Klayan. Pesantren KHAS Kempek. Perempuan Kobher, dan Pesantren Ath-Thariq. Artikel ini akan membahas lebih lanjut terkait program pengolahan sampah yang di lakukan di Pesantren KHAS Kempek Ciebon, dengan dukungan IKa. Dukungan IKa terhadap program pengolahan sampah di pesantren Kempek berbentuk bantuan dana, jaringan dan pengetahuan . erupa pendampingan dalam merencanakan, melaksanakan dan menyusun laporan kegiatan maupun keuanga. Evaluasi kegiatan Pengembangan Pengolahan Sampah di Pesantren KHAS Kempek dilakukan secara kualitatif. Komunitas pesantren sebagai pelaksana program diminta menceritakan dan menuliskan pengalaman mereka serta pandangan mereka tentang keterlibatan dalam pogram dan manfaat program bagi komunitasnya. Selain itu kegiatan ini juga dimonitoring oleh IKa dengan cara melakukan kunjungan langsung, atau kontak melalui media digital dan pelaporan kegiatan. Untuk mengungkapkan upaya pemberdayaan komunitas pesantren di Pesantren KHAS Kempek Cirebon, maka digunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi (Creswell, 2. Merujuk pada pandangan Creswell, pendekatan kualitatif dalam penelitian ini sangat penting untuk mendapatkan akses ke Pesantren dan meyakinkan pengelola maupun santri untuk berpartisipasi dalam studi yang Sementara untuk wawancara dilakukan pada beberapa informan di Pesantren Kempek dan staff Indonesia untuk Kemanusiaan (IK. Pilihan informan didasarkan pada kapasitas mereka dalam memberikan informasi tentang situasi dan kondisi terkait dengan program kerjasama IKa dan pengelolaan sampah yang dilakukan di Pesantren KHAS Kempek Cirebon. Untuk melakukan observasi dilakukan secara langsung dengan berkunjung ke Pesantren KHAS Kempek Cirebon dan mengamati aktivitas maupun perilaku komunikasi yang dilakukan terkait dengan pengelolaan sampah di pesantren tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Indonesia untuk Kemanusiaan melalui Pundi Hijau salah satunya mengangkat isu kepedulian iklim yang kemudian bermitra dengan jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang terdiri dari Yayasan Wangsakerta. Komunitas Klayan. Pesantren Khas Kempek. Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pundi Hijau IKa: Memberdayakan Komunitas Pesantren dalam Mengelola Sampah Perempuan Kobher, dan Pesantren Ath-Thariq. Kerjasama ini diawali dengan tawaran IKa kepada lembaga-lembaga tersebut untuk mengajukan program kegiatan yang dapat didukung IKa melalui Pundi Hijau. Selanjutnya IKa beserta tim pengarah dari Pundi Hijau melakukan seleksi terhadap program yang diusulkan. Program yang diterima kemudian mendapatkan dukungan IKa berupa dana maupun sumber daya lain seperti pengetahuan dan jaringan melalui pendampingan oleh IKa terhadap penerima manfaat atau bekerjasama dengan IKa yang kemudian disebut dengan Mitra Hibah Pundi Hijau. Pundi Hijau dan Kerjasama IKa dengan Pondok Pesantren Komunitas pesantren menjadi salah satu mitra kerjasama IKa yang penting dalam pemberdayaan masyarakat. Pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis agama (Isla. yang khas dan banyak tersebar di Indonesia. Perkembangan Pesantren di Indonesia terus meningkat sejalan dengan perkembangan yang terjadi baik secara sosial, pilitik, maupun Pesantren yang awalnya bersifat tradisional lambat laun menjadi pesantren yang semakin terstruktur dan kurikulum pesantren menjadi lebih berkembang. Selain kurikulum terkait dengan mata Pelajaran agama pesantren juga menawarkan mata pelajaran umum dengan menggunakan kurikulum ganda, yaitu kurikulum Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendikna. dan kurikulum Kementrian Agama (Kemena. Selain bersumber dari kurikulum dua kementrian otoritas pemimpin Pesatrean yang sangat kuat umumnya masingmasing pesantren juga mengembangkan kurukulum yang menonjolkan identitas pesantren sebagai sebuah institusi pendidikan berbasis agama Islam (SyafeAoi, 2. Walaupun umumnya pesantren didirikan secara mandiri akan tetapi proses pengembangan pesantren selanjutnya selain menjadi tanggung jawab internal pesantren juga harus didukung oleh pemerintah Karena keterbatasan pemerintah maka peran masyarakat sipil juga berperan penting dalam mengembangkan pesantren sebagai sebuah komunitas. Sejalan dengan pandangan tersebut maka IKa memberikan hibah Pundi Hijau ke lima organisasi di tingkat akar rumput dan salah satunya adalah Pesantren KHAS Kempek Cirebon. Sesuai dengan usulan program pengembangan pengelolaan sampah yang diajukan Pesantren KHAS Kempek Cirebon ke IKa, maka melalui Pundi Hijau IKa memberikan dukungannya. Selain menyalurkan dana hibah IKa juga memberikan bantuan jaringan dan pengetahuan dalam bentuk penyelenggaraan pelatihan, pendampingan dalam proses pelaksanaan maupun pelaporannya. Melalui proses pendampingan ini IKa juga memastikan bahwa para Mitra Hibah tidak melalaikan tahapan yang harus mereka lakukan sbagai pemanfaat. Pendampingan yang dilakukan IKa pada Mitra Hibah atau pemanfaat dinilai sangat baik oleh pemanfaat, seperti ungkapan salah seorang pimpinan Pesantren sebagai Mitra Hibah, berikut. Ya bagus IKaA mengajak kita untuk gercep . erak cepa. Mengajak kita untuk selalu berkomunikasi gitu ya biasanya kan kadang-kadang mode kayak apa namanya katakanlah bantuan gitu . uga kita kayak apa namanya ini segera laporan ini segera Kemarin juga laporan saya agak telat alausekarang sudah beres, akan tetapi masih ada dananya gitu. Terus kata pihak IKa Aoya sudah Bu ngajuin lagi saja proposalAo untuk kegiatan dengan dana tersebut. Saya mengajukan lagi karena saya mau mengadakan pelatihan tentang pengolahan sampah organik dan pengen bikin ekoenzim. Sementara kemarin bikin A itu apa namanya minyak jelantah jadi sabun cuci (Wawancara Informan 3, 2. Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pundi Hijau IKa: Memberdayakan Komunitas Pesantren dalam Mengelola Sampah Terkait masalah pendampingan IKa terhadap pemanfaat hibah juga diungkapkan oleh salah seorang informan di Indonesia untuk Kemanusiaan. Melalui proses pendampingan yang intensif diharapkan lembaga-lembaga penerima hibah mampu memenuhi tahapan atau mekanisme kerja yang telah ditetapkan IKa walaupun tetap bersifat fleksibel. Lembaga yang sampai waktu pelaporan akhir belum mampu memanfaatkan seluruh dana yang diberikan untuk kegiatan mereka, maka dapat mengajukan proposal di tahun berikutnya untuk menggunakan dana tersebut (Informan 5, 2. Berdasarkan proses pendampingan yang dilakukan IKa maka sebagai Lembaga Sumber Daya berusaha memahami kapasitas Pesanatren sebagai pemanfaat hibah untuk terlibat dalam mekanisme kerja IKa. IKa tetap mendukung program yang dilaksanakan Pesntren melalui berbagai bentuk dukungan yaitu dana, pengetahuan, dan jaringan dalam kegiatan penyaluran hibah, penyediaan narasumber pelatihan, dan pemberian pendampingan untuk penyusunan laporan. Program Pengelolaan Sampah Pesantren Puteri KHAS Kempek Berbasis kerjasama yang dilakukan IKa dengan jaringan KUPI maka dibentuklah program yang dapat dikategorikan ke dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat. Pesantren KHAS Kempek menjadi salah satu mitra IKa yang memiliki inisiatif mengembangkan pengolahan sampah di Pondok Pesantren Putri Al-Nasir Al-Mansur, sebagai salah satu unit yang ada di Pesantren KHAS Kempek. Pondok Pesantren Putri Al-Nasir Al-Mansur dapat terpilih sebagai peneruma Hibah setelah mereka mengajukan proposal kegiatan untuk pengelolaan sampah di lingkungan pesantren. Program pengelolaan sampah di pesantrten Kempek diinisiasi oleh Pimpinan Asrama Putri Al-Nasir Al-Mansur yaitu Nyai Hj. ThoAoatillah JaAofar dengan harapan kesadaran untuk pengelolaan sampah akan terus bergulir berkembang di seluruh area pesantren KHAS Kempek yang terdiri dari banyak gedung dengan ribuan santri perempuan dan laki-laki. Masih banyak tantangan yang dihadapi, antara lain karena memang kesadaran masih minim, dan karena kepemimpinan Perempuan sendiri masih menjadi tantangan karena kurang memiliki pengaruh pada pesantren yang masih sangat kental dengan budaya dan tradisi patriarki (Wawancara informan 3, 2. Saat ini berbagai bentuk kegiatan terkait pengelolaan sampah sudah dilaksanakan di wilayah asrama putri Al Nasir Al Mansur. Ada 6 orang santri yang dikirim untuk belajar selama sebulan terkait pengolahan sampah di Desa Panggunghardjo. Yogyakarta. Melalui pelatihan tersebut santri yang dikirim mendapat banyak pengetahuan baik pengetahuan teoritis maupun praktis tentang pengelolaan sampah. Menurut santri yang terlibat di awal kegiatan, mereka mendapat pengetahuan terkait dengan topik pengelolaan sampah dan dampaknya pada Setelah mereka mendapat bekal pengetahuan, selanjutnya mereka diajak ke sebuah pesantren yang mengembangkan pengolahan sampah. Di tempat itu seluruh peserta pelatihan belajar bersama terkait dengan pengolahan sampah. Hal ini menjadi pengalaman yang memberikan banyak pengetahuan dan keinginan para santri dari Pesantren Putri KHAS Kempek untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan yang di peroleh mereka selama mengikuti pelatihan di Yogyakarta. Salah seorang santri yang turut serta dalam pelatihan di Yogyakarta mengungkapkan Audisana kita belajar soal mengolah sampah, soal gimana sih jadi transporter, gimana sih jenis-jenis sampah gitu ya dari dasarnya banget lah. Dan dijelasin dulu sampah tuh apa sih kenapa sampah tuh bikin orang nggak nyaman dan dari situ kita belajar cara pemanfaatannya serta cara mengolahnyaAy (Wawancara Informan 1, 2. Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pundi Hijau IKa: Memberdayakan Komunitas Pesantren dalam Mengelola Sampah Untuk mewujudkan program pengelolaan sampah di Pesantren Putri KHAS Kempek, selanjutnya mengalami berbagai kendala terutama kesadaran para santri terkait dengan pengolahan sampah. Menurut salah seorang santri tidak mudah membiasakan rekan-rekan santri untuk membuang sampah sesuai dengan jenis sampah sebagai bagian awal dari pengelolaan sampah. Beragam jenis sampah biasanya dibuang atau ditempatkan pada tempat yang sama sehingga bercampur antara sampah organik dan bukan organik sehingga mudah menimbulkan bau. Untuk memperluas kesadaran terkait perlunya melakukan pengolahan sampah yang lebih baik di lingkungan pesantren maka diperlukan pelatihan bagi para santri Pelatihan untuk membangkitkan kesadaran dan keterlibatan santri dalam mekannisme pengelolaan sampah menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan Pesantren KHAS Kempek dengan dukungan IKa. Pelatihan itu diperlukan karena sebelum program pengelolaan sampah dijalankan banyak santri yang membuang sampah seenaknya. Salah seorang santri yang aktif dalam pengelolaan sampah mengungkapkan Aumereka kayak nggak ngeliat ini tuh isinya apa asal buang, dan itu kan jadinya walaupun sedikit kan tercampur dan mudah bau serta tercium kemana-mana (Wawancara Informan 1, 2. Menyikapi hal tersebut maka upaya untuk memberikan para santri pengetahuan mengenai hal-hal mendasar dari pengelolaan sampah serta dampaknya menjadi hal yang sangat diperlukan untuk mendorong munculnya kesadaran untuk mengelola sampah denganj benar. Oleh karena itu melalui pelatihan yang dilakukan pengelola Pesantren Putri KHAS Kempek bekerjasama dengan IKa memfasilitasi para santri untuk memiliki pengetahuan tentang sampah dan pengelolaan sampah sehingga memiliki kesadaran saat membuang sampah. Pelatihan Pengolahan Sampah: Membangun Kesadaran dan Inisiatif Kegiatan pelatihan terkait pengelolaan sampah di pesantren yang didukung oleh dana hibah dari IKa dan dilaksanakan dengan melibatkan sekitar 100 santri baik santri putri dari Asrama Putri dan juga santri putra dari Asrama Putra lingkungan Pondok Pesantren KHAS Kempek. Pelatihan ini perlu melibatkan santri putra agar program pengelolaan sampah yang mencakup beberapa tahap kegiatan dapat dikerjakan secara bersama-sama baik oleh santri putra maupun Selain itu program pengembangan pengolahan sampah di lingkungan pesantren juga diharapkan dapat dikembangkan di Asarama Putra. Pelatihan pengelolaan sampah yang diberikan mencakup tentang pengetahuan dasar pengolahan sampah dari proses penyediaan tempat sampah yang memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, kemudian tahap pengumpulan, pengangkutan dan pemilahan sampai pembuangan dan pemanfaatan sampah. Santri yang dikirim ke Yogyakarta memberikan pengalaman bagi para santri lainnya seperti diungkapkan salah seorang santri peserta pelatihan di Yogyakarta (Wawancara Informan 3, 2. Pengetahuan yang diberikan pada pelatihan pengolahan sampah selain menambah pengetahuan juga mendorong tumbuhnya kesadaran santri peserta pelatihan untuk membagikan pengetahuannya pada santri lain. Agar penegtahuan dan kesadaran tersebut semakin menyebar di kalangan santri maka diperlukan adanya pelatihan pengolahan sampah di Pesantren KHAS Kempek. Salah seorang santri mengungkapkan pandangannya tentang manfaat program pelatihan pengelolan sampah yang diadakan di Pesantren KHAS Kempek sebagai berikut. Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pundi Hijau IKa: Memberdayakan Komunitas Pesantren dalam Mengelola Sampah Menurut saya dengan adanya program ini sangat membantu sih Bu. Sangat membantu anak-anak karena anak-anak jadi mulai sadar tadinya tuh ya. gimana ya. Mungkin karena tidak terbiasa memilah dan belum pernah ada program ini juga. Jadi anak-anak tuh mulai paham jenis-jenis sampah, mulai paham oh ini tuh harusnya buang kesini, ini tuh buang kesini. Seenggaknya mereka paham dulu itunya dulu sih Bu. Sadar ini nya dulu (Wawancara Informan 1, 2. Akan tetapi santri yang bersangkutan menyatakan pula bahwa pengetahuan yang mereka bagikan dalam pelatihan tidak akan sepenuhnya diperhatikan oleh teman-temannya jika tidak ada dukungan dari Nyai sebagai pengelola Pesantren Puteri. Jadi salah satu hal penting yang mendukung keberhasilan pengolahan sampah di pesantren adalah perlu adanya dukungan Nyai ThoAoatilla dalam upaya pengolahan sampah. Untuk mendukung program pengolahan sampah di pesantren maka dalam setiap ceramahnya Nyai ThoAoatilla sebagai pemimpin pesantren menyelipkan materi tentang perlunya menjaga kebersihan dan melakukan pengelolaan sampah dengan baik. Kurangnya kesadaran komunitas pesantren terhadap kebersihan lingkungan termasuk sampah menurut pandangan Nyai ThoAoatilla kemungkinan karena umumnya komunitas pesantren tradisionil memaknai kebersihan dalam arti bebas dari Najis. Sehingga mereka kadang kurang peduli pada kebersihan lingkungannya termasuk sampah selama tidak dianggap termasuk hal-hal yang bersifat Nazis (Wawancara informan 3. Tim Semut dan Sapujagat: Inisiatif Komunitas dalam Mengolah Sampah Untuk mengimplementasikan berbagai pengetahuan yang diberikan dalam pelatihan pengolahan sampah Nyai ThoAoatilla sebagai pemimpin pesantren juga membentuk tim relawan yang kemudian dinamakan Tim Semut. Pengelolaan sampah di Asrama Putri Al Nasri Al Mansur membentuk AuTim SemutAy seperti tim atau divisi kebersihan asrama. Tim Semut bertugas merancang mekanisme pemilahan sampah, pengumpulan sampah dan mengkoordinasikan pengiriman sampah ke luar area asrama. Tim ini juga diharapkan dapat bekerja dengan solidaritas tinggi dan membangun kerjasama diantara seluruh anggotanya. Akan tetapi kemudian Nyai ThoAoatilla mengubah nama Tim Semut nya menjadi Tim Sapujagat. Nyai berharap nama tim memberikan nilai kekuatan yang lebih pada tim yang Perubahan nama menjadi tim Sapujagat dilakukan Nyai ThoAoatilla untuk lebih mendekatkan dengan upaya yang dilakukan para santri yaitu membersihkan atau menyelesaikan masalah secara komprehensif dalam hal ini terkait dengan sampah. Selain itu Nyai ThoAoatilla menganggap bahwa nama tim yang baru memberikan nilai yang lebih kuat atas peran para relawan yang terlibat dalam tin ini. Dengan kata lain Nyai ThoAoatilla juga ingin mendorong agar anggota tim ini lebih percaya diri dan bangga atas keterlibatannya dalam tim dan lebih dihargai oleh teman-temannya. Gagasan Nyai ThoAoatilla untuk mengubah nama tim disampaikan Nyai ThoAoatilla pada para santri dan jadilah tim tersebut kemudian dinamai Tim Sapujagat. Untuk lebih menegaskan keberadaan tim ini Nyai juga membuatkan kaos untuk para santri anggota tim ini yang bertuliskan Tim Sapujagat (Wawancara. Informan 2, 2. Nyai ThoAoatilla dan Tim Sapujagatnya juga aktif ikut ambil bagian dalam pengelolaan sampah pada berbagai acara yang diadakan di lingkungan Pesantren. Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pundi Hijau IKa: Memberdayakan Komunitas Pesantren dalam Mengelola Sampah Upaya untuk mengimplementasikan pengelolaan sampah di Pesantren KHAS Kempek terutama di Asrama Puteri adalah dengan menyediakan tempat sampah yang sudah dipilah untuk sampah-sampah organik, plastik atau kertas. Tempah sampah yang dipilah menjadi tiga kelompok sampah tersebut dapat dilihat dalam foto-foto berikut. Gambar 1. Tempat Sampah di Depan Asrama Puteri Di dalam Asrama Puteri terdapat beberapa kelompok santri yang ditetapkan berdasarkan letak kamar masing-masing. Setiap kelompok Santri dalam Asrama tersebut wajib memiliki tempat sampah dengan tiga kategori peruntukannya yaitu organic, plastrik dan kertas. Akan tetapi karena adanya keterbatasan dalam menyedikan tempat sampah dengan tiga kategori tersebut maka para santri secara kreatif menggunakan karung sebagai tempat untuk memilah sampah yang dibuang oleh para santri dimasing-masing kelompoknya seperti tampak di foto berikut. Gambar 2. Tempat Sampah Tiap Kelompok di Dalam Asrama Puteri Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pundi Hijau IKa: Memberdayakan Komunitas Pesantren dalam Mengelola Sampah Tim Sapujagat di Asrama Santri Puteri juga sudah memilah sampah plastik yang terdiri dari botol-botol plastik sehingga lebih mudah untuk di olah dalam tahapan lebih lanjut. Oleh karena itu di Asrama puteri terdapat bekas botol-botol plastik yang sudah dibersihkan oleh Tim Sapujagat. Gambar 3. Botol-botol Plastik yang Sudah Dibersihkan di Asrama Puteri Tim Sapujagat juga bekerjasama dengan para santri Putera yang mengikuti pelatihan pengolahan sampah di Pesantren Kempek. Mereka kemudian membentuk alur pengelolahan sampah di Pesantren KHAS Kempek. Sebagai bentuk informasi dan sosialisasi tentang alur pengelolaan sampah di Pesantren KHAS Kempek maka dibuat sebuah Baliho . Di dalam Baliho yang diletakan di dekat tempat Pemilahan Akhir Sampah di Pesantren Kempek, terdapat informasi dan gambaran pengelolaan sampah di Pesantren KHAS Kempek Cirebon. Gambar 4. Baliho Pengelolaan Sampah di Pesantren KHAS Kempek Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pundi Hijau IKa: Memberdayakan Komunitas Pesantren dalam Mengelola Sampah Berdasarkan Baliho tersebut maka terlihat bahwa alur pengelolaan sampah secara keseluruhan mencakup tahap pembuangan, pemilahan, pengolahan sampah dan pemanfaatan Tahap pembuangan sampah di mulai dari Asrama. Kantin dan Dapur. Agar pembuangan sampah tidak menimbulkan bau busuk dan mudah dikelola untuk tahap selanjutnya maka disediakan tempat penampungan sampah yang sudah menyediakan tempat berdasarkan sistem pemilahan sampah. Pembuangan sampah dari dapur dipilah ke dalam tempah sampah organik dan sampah residu. Sementara untuk sampah dari Kantin dan Asrama dipilah kedalam kaetgori yang lebih banyak yaitu sampah plastik keras, sampah plastik daun, sampah kertas, sampah organik dan sampah residu. Salah seorang santri putra di Pesantren KHAS Kempek yang menjadi koordinator pengolahan sampah mengungkapkan bahwa mereka juga mulai mengidentifikasikan kebutuhan pengetahuan yang prioritas seperti pengolahan sampah organik untuk menjadi pupuk, budidaya mogot mupun pengolahan minyak goreng jelantah Selain itu mereka juga memikirkan penyaluran jenis-jenis sampah lain yang saat ini masih harus dibuang ke TPA sampah (Wawancara. Informan 4, 2. Koordinator pengelolaan sampah juga menunjukan upaya para santri untuk mengembangkan tanaman sayuran dengan menggunakan pupuk dari sampah dan juga menggunakan sampah atau botol-botol plastik sebagai tempat menanamnya. Apabila budidaya tanaman ini bisa dikembangkan maka akan menghasilkan sumber makanan atau manfaat ekonomi bagi para santri di Pesantren KHAS Kempek. Gambar 5. Penggunaan Pupuk dari Kompos untuk Menanam Sayuran Saat ini yang telah dilakukan untuk sampah organik dikirim ke area budidaya magot dimana sampah organik menjadi bahan makanan magot. Magot selain sebagai pengurai sampah organik juga memiliki nilai ekonomi dan dapat dijual. Sampah anorganik dipisahkan lagi khusus yang untuk botol dan gelas plastik bekas air mineral dan kardus-kardus karena juga Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pundi Hijau IKa: Memberdayakan Komunitas Pesantren dalam Mengelola Sampah memiliki nilai ekonomi untuk didaur-ulang, dan sudah ada pihak yang dapat menampungnya. Jenis-jenis sampah selebihnya masih diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Promosi pengurangan sampah plastik sekali pakai juga dilaksanakan dalam setiap kegiatan pesantren, selain juga ke warung-warung yang ada di lingkungan dalam pesantren dan sekitar pesantren. Langkah-langkah ini masih terbatas dilaksanakan dan masih banyak menghadapi kendala dan tantangan. Di dalam setiap kesempatan Nyai ThoAoatilla berupaya mengingatkan para Santri untuk meminimalkan penggunaan plastik dan membuang sampah sesuai dengan tempat pemilahannya. Selain itu Nyai ThoAoatilla sebagai pelopor gerakan sampah di Pesantren KHAS Kempek juga terus mencari cara dan berusaha pula mengembangkan pengetahuan dan jaringan agar bisa memperluas kesadaran dan gerakan pengelolaan sampah . Secara kelembagaan Pesantren KHAS Kempek juga berusaha memperluas dan mengembangkan gerakan pengolahan sampah dengan berbagai inisiatif yaitu menggandeng pemangku kepentingan diantaranya Pemerintah Desa, untuk bersama-sama memngembangkan pengelolaan sampah di wilayah Desa Kempek. Dukungan Pemerintah Desa diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan pengelolaan sampah di komunitasnya masing-masing. Salah satu hal yang menurut Nyai ThoAoatilla penting dalam memastikan pengelolaan sampah di lingkungan asrama putri khususnya dan di lingkungan Pesantren pada umumnya, adalah meningkatkan rasa bangga pada Tim Sapujagat yaitu kebanggaan sebagai pengelola Sebab saat ini masih ada perasaan malu atau "tidak bangga" sebagai anggota Tim Sapujagat yang mengelola sampah di asrama. Keterlibatan relawan dalam Tim Sapujagat tidak saja mewujudkan beragam inisiatif akan tetapi juga mengupayakan agar inisiatif itu dapat dilaksanakan, dipertahankan dan dijaga keberlanjutannya. Akan tetapi peran penting tim Sapujagat masih harus terus disadari oleh para santri baik yang terlibat maupun yang tidak terlibat dalam tim tersebut. Untuk meningkatkan kebanggaan para relawan Tim Sapujagat dan apresiasi warga pesantren pada mereka maka dukungan Nyai ThoAoatilla sebagai pemimpin pesantren sangat Oleh karena itu Nyai memberikan penghargaan khusus pada santri yang terlibat dalam Tim Sapujagat. Selain itu Nyai juga memimpin langsung ketika Tim Sapujagat berhadapan dengan pihak-pihak di luar asrama. Nyai juga aktif dalam berbagai acara Pesantren baik secara sukarela mengajukan diri maupun ditunjuk oleh panitia acara terutama saat Tim Sapujagat menjadi tim pengelola sampah di kegiatan tersebut. Berdasarkan penjelasan Nyai ThoAoatilla terkait masih pentingnya keberadaan Tim Sapujagat, maka dapat dimaknai bahwa keberlanjutan pengelolaan sampah di Pesantren belum dapat disandarkan pada kesadaran warga pesantren. Oleh karena itu keberadaan para relawan yang tergabung dalam Tim Sapujagat masih dibutuhkan dan harus dikembangkan untuk menjaga keberlanjutan dan memperluas pengelolaan sampah di Pesantren KHAS Kempek Cirebon. Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pundi Hijau IKa: Memberdayakan Komunitas Pesantren dalam Mengelola Sampah SIMPULAN Program pengembangan pengelolaan sampah di Pondok Pesantren Puteri yang didukung oleh IKa mengalami proses yang penting dan menarik. Program yang diawali dengan mengirim santri putri Pesantren KHAS Kempek di Cirebon berlanjut dengan dikembangkannya proses pengelolaan sampah di Pesantren. Dukungan IKa yang diterima Pondok Pesantren tidak saja pemberian dana akan tetapi IKa juga melakukan pendampingan terhadap setiap tahap upaya mengembangkan pengelolaan sampah. Hal ini sangat dihargai oleh penerima manfaat Hibah Pundi Hijau dari IKa dan diakui sangat dibutuhkan. Keterlibatan pemimpin pesantren dalam setiap program yang dilaksanakan di pesantren meepengaruhi manfaat yang dapat diproleh pesantren. Usulan yang berhasil diajukan oleh pemimpin pesantren menghasilkan menjadikan mereka sebagai penerima manfaat dana Pundi Hijau. Selain itu sikap kolaboratif para pimpinan pesantren terkait pendampingan IKa tidak saja memberi dampingan terkait laporan keuangan, dan laporan akhir akan tetapi juga memberikan akses jaringan IKa untuk dimanfaatkan mereka lebih lanjut. Selanjutnya pendampingan yang diberikan Pemimpin pesantren pada para santri juga memungkinkan semua program terlaksana sesuai dengan rencana yang dibuat dan diusulkan. Diperlukan pemahaman kebersihan di lingkungan pesantren yang tidak hanya didasarkan pada hal-hal yang dikategorikan sebagai Najis akan tetapi juga mencakup kebersihan dari segala kotoran atau sampah yang dapat menganggu kesehatan dan merusak lingkungan. Terdapat kolaborasi antar santri-santri yang berada di Pesantren Puteri dan Pesantren Putra dalam pengelolaan sampah di Pondok Pesantren KHAS Kempek terutama dalam hal pengumpulan sampah dari kamar-kamar di Asrama sampai proses penyortiran dan penjualan di tempat pemilahan akhir sampah di Pesantren. Pengelolaan sampah yang dilakukan selain mendapat pendapatan dari penjualan rongsokan, dan botol-botol plastik, para santri putera yang terlibat dalam pengelolaan sampah juga mengembangkan tanaman dan penggunaan pupuk yang tidak berlebihan. Dengan kata lain pengelolaan sampah yang dilakukan tidak saja menghasilkan keuntungan ekonomi akan tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA