ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Diterima: 9 Juni 2026 Direvisi: 12 Juni 2026 Dipublikasi: 26 Juni 2026 DOI : https://doi. org/10. 58518/darajat. IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TAHSINUL QIRAAoAH QURAoAN DI MA MAZRAAoATUL ULUM LAMONGAN Ah. Alif Dzul Afkar Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah. Lamongan. Indonesia dzulalif780@gmail. Nafilatur Rohmah Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah. Lamongan. Indonesia mpd@iai-tabah. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Tahsinul QiraAoah Al-QurAoan di MA MazraAoatul Ulum Paciran Lamongan serta mengidentifikasi faktorfaktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Tahsinul QiraAoah Al-QurAoan merupakan upaya untuk memperbaiki dan memperindah bacaan Al-QurAoan sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran Tahsinul QiraAoah Al-QurAoan di MA MazraAoatul Ulum telah terlaksana dengan baik melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pembelajaran diselenggarakan secara sistematis dan terstruktur, dimulai dari kelas dasar hingga kelas lanjutan. Guru memiliki kompetensi yang memadai serta menerapkan berbagai metode pembelajaran, seperti talaqqi, simaAoan, dan pemanfaatan teknologi audio-visual untuk mendukung efektivitas proses belajar mengajar. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran tahsinul qiraAoah sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekolah yang kondusif serta dukungan orang tua. Adapun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi keterbatasan waktu dan penggunaan media pembelajaran yang masih bersifat Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi pembelajaran Tahsinul QiraAoah Al-QurAoan di MA MazraAoatul Ulum Paciran Lamongan telah berjalan secara efektif, meskipun masih terdapat beberapa hambatan yang perlu mendapat perhatian. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan media pembelajaran yang lebih modern serta peningkatan kompetensi guru melalui program pelatihan yang berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pembelajaran Kata kunci: Implementasi Pembelajaran. Metode Tahsin Tahsinul QiraAoah Al-QurAoan. Pembelajaran Al-QurAoan. Pendidikan Islam. Abstract This study aims to describe the implementation of Tahsinul Qira'ah Al-Qur'an learning at MA Mazra'atul Ulum. Paciran. Lamongan, and to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. Tahsinul Qira'ah Al-Qur'an refers to the effort to improve and beautify the recitation of the Qur'an in accordance with the correct rules of tajwid. This study employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that the Tahsinul Qira'ah Al-Qur'an learning process at MA Mazra'atul Ulum has been implemented effectively through three 127 Implementasi Pembelajaran Tahsin. | Ah. Alif Dzul Afkar. Nafilatur Rohmah Darajat. Volume 9 Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat stages: planning, implementation, and evaluation. Instruction is conducted systematically and in a structured manner, progressing from beginner to advanced levels. Teachers demonstrate adequate competence and apply a variety of methods, including talaqqi, sima'an, and the use of audio-visual technology, to support the effectiveness of the teaching and learning process. Furthermore, the study found that students' motivation in Tahsinul Qira'ah learning is significantly influenced by a conducive school environment and parental support. Obstacles encountered include limited instructional time and the continued reliance on conventional learning media. This study concludes that the implementation of Tahsinul Qira'ah Al-Qur'an learning at MA Mazra'atul Ulum Paciran Lamongan has been effective overall, though several challenges remain and warrant further attention. Accordingly, it is recommended that institutions develop more modern learning media and enhance teacher competence through sustained professional training programs in order to improve overall learning quality. Keywords: Islamic Education. Learning Implementation. Qur'an Recitation Improvement. Tahsinul Qira'ah Al-Qur'an. Tahsin Learning Methods. PENDAHULUAN Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pendidikan Islam, penguasaan kemampuan membaca Al-QurAoan secara benar masih menjadi isu penting yang memerlukan perhatian serius. Kemampuan membaca Al-QurAoan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran melafalkan ayat-ayat suci, tetapi juga mencakup ketepatan makharijul huruf, penerapan kaidah tajwid, dan kualitas pelafalan yang sesuai dengan tuntunan Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat peserta didik yang mampu membaca Al-QurAoan secara lancar, namun belum memiliki ketepatan bacaan yang Kondisi tersebut mengindikasikan perlunya penguatan model pembelajaran AlQurAoan yang mampu mengembangkan kemampuan membaca secara komprehensif, sehingga tidak hanya menekankan aspek kuantitas bacaan, tetapi juga kualitas dan Tahsinul Qiraah adalah salah satu dari banyak pendekatan untuk mengajar pembelajaran Al-QurAoan. Semua pendekatan yang ada memang memiliki tujuan yang sama, yakni untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan dengan cara yang baik dan Meskipun demikian. Tahsinul QiraAoah memiliki kecondongan untuk memperbaiki tajwid dan makhorijul hurufnya. 1 Penulis memperhatikan bahwa perbaikan dalam membaca Al-QurAoan, baik itu makhorijul huruf atau tajwid sangat penting diperhatikan. Apalagi untuk para penghafal Al-QurAoan dan tentunya memperbaiki bacaan Al-QurAoan lebih didahulukan daripada menghafal. Dalam belajar Ilmu Pendidikan Islam juga sangat diperlukan kebenaran dalam membaca al-QurAoan gurumempraktikkan ilmu yang telah dipelajari, salah satu metodenya adalah dengan menggunakan Tahsinul Qiraah. Pendidikan Islam adalah program pendidikan yang memungkinkan seseorang dapat mengatur kehidupannya sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, sehingga dengan mudah menerapkan ajaran Islam dalam hidupnya. Pendidikan Islam berfokus pada materi tentang agama islam, yang terdiri dari fiqih, hadist, dan Al-QurAoan. Al-QurAoan merupakan sumber 1 Muh. Warham. AuPenerapan Metode Tahsin Qiraah bagi Generasi Milenial pada Komunitas Magguru Mangaji Kota PalopoAy, (Skripsi: IAIN Palopo, 2. , 4. 2 Yahya bin Abdurrazaq al-Ghautsani. AuCara Mudah dan Cepat Menghafal al-QurAoanAy, (Jakarta: Pustaka Imam Asy-SyafiAoi, 2. , 68. 128 Implementasi Pembelajaran Tahsin. | Ah. Alif Dzul Afkar. Nafilatur Rohmah Darajat. Volume 9 Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat utama dalam hukum Islam, karena Al-QurAoan memberikan pedoman hidup bagi manusia dan mereka selalu dekat dengan Allah SWT. Pendidikan Islam juga merupakan suatu pembentukan seorang umat muslim. Ini dapat dilihat dari sudut pandang mental dan sikap yang meningkatkan karakter melalui tindakan dan sikap terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar. Salah satu langkah untuk mendukung pengembangan pendidikan islam yang ideal dalam hal pemahaman agama adalah mendirikan lembaga pendidikan islami dengan dukungan buku teks dan buku Oleh karena itu, pernyataan diatas menunjukkan bahwa lebih penting bagi seorang umat untuk mempelajari islam secara lebih mendalam. Salah satu tantangan dalam era globalisasi saat ini adalah menciptakan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter islami. Pendidikan islami merupakan keadaan pendidikan yang unggul, memuaskan, dan menambahkan kepercayaan masyarakat yang berdasarkan pada ajaran islam serta penilaian lainnya sejalan dengan islam. Akibatnya, pendidikan islam semakin dibutuhkan dalam era global yang penuh tantangan, dan perhatian masyarakat terhadap ajaran islam semakin meningkat. Salah satu untuk meningkatan kualitas pendidikan islam adalah dengan menerapkan manajemen yang berbasis mutu terpadu dan keunggulan yang berdaya asing: menerapkan kepemimpinan yang transformatif, budaya kerja dan lembaga unggul . reat cultur. dan belajar belajar dari pendidikan sebelumnya. Selain itu, pendidikan seseorang tidak tergantung pada lingkungan keluarga, tidak termasuk ruang lingkup lain, seperti sekolah. Sekolah adalah sumber pendidikan kedua. Sangat jelas bahwa institusi pendidikan melakukan pembinaan dan pengajaran yang rutin, terencana dan disengaja. 6 Membaca AlQurAoan dengan baik dan benar tidaklah sulit, karena Allah SWT menurunkannya untuk menjadi pedoman hidup bagi manusia. Dia membuat isi, bahasa, dan cara membaca, menghafal dan mengamalkannya menjadi mudah dipelajari. Al-QurAoan adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai pedoman hidup bagi umat Islam. Membaca Al-QurAoan dengan benar sesuai tajwid merupakan nilai ibadah bagi mereka yang membacanya. Mereka yang beruntung memiliki kesempatan untuk membaca Al-qurAoan dengan cara yang baik dan benar. Sangat penting untuk menggunakan pengetahuan tentang bacaan Al-QurAoan, yang dapat diperoleh melalui bimbingan kyai, ustadz, dan guru. Betapa indahnya jika kita dan keturunan kita dapat membaca, bertilawah, atau belajar Al-QurAoan dengan cara benar dan baik. Sebaliknya, kita akan berdosa jika keturunan kita membaca Al-QurAoan tanpa Ilmu Tajwid. Rasa ingin tahu untuk belajar lebih lanjut tentang ilmu tajwid sedikit menurun di era modern ini. 9 Karna anak-anak di zaman sekarang lebih suka pada pembelajaran umum. Hal ini didasari anak kelas satu sampai enam di didik ilmu tajwid dengan adanya TPQ. Setelah melanjutkan ke jenjang Tsanawiyah anak-anak bebas, dalam arti lebih fokus ke pelajaran umum, sehingga ilmu tajwidnya terlupakan. Kebanyakan anak-anak sekarang menganggap 3 Imam Muttaqin. AuTahsinul QiraAoah di Pondok Pesantren Miftahussalam Megang Sakti Musi RawasAy (Tesis. IAIN Bengkulu, 2. , 1. 4 Nur Uhbiyati. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan Islam (Semarang: PT Pustaka Rizki Putra, 2. , 16. 5 Feliza Restya Chania. AuImplementasi Mata Kuliah Tahsinul Qiraah pada Kemampuan Membaca Al-QurAoan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno BengkuluAy (Skripsi. Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu, 2. , 1. 6 Syahrul Akmal Latif. Super Spiritual Quotient (Jakarta: Media Komputindo, 2. , 208. 7 Muhammad Daud Ali. Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Rajawali Pers, 2. , 49. 8 Imam Muttaqin. AuTahsinul QiroAoah di Pondok Pesantren Miftahussalam Megang Sakti Musi RawasAy, 1. 9 Ahmad IsAoadur Rofiq. Guru Mata Pelajaran Tahsinul QiroAoah QurAoan. Wawancara. Lamongan, 1 Februari 129 Implementasi Pembelajaran Tahsin. | Ah. Alif Dzul Afkar. Nafilatur Rohmah Darajat. Volume 9 Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat membaca Al-QurAoan saja cukup, sehingga banyak anak yang lancar membacanya, tetapi masih ada banyak kesalahan tajwid. Tajwid adalah ilmu praktik. Bukan hanya sebagai teori, tetapi perlu diterapkan secara Teori dan praktik ini dapat diterapkan pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan mempelajari Al-QurAoan, seperti Tahsinul QiraAoah QurAoan. Dalam ilmu bela diri, anda tidak akan mendapatkan hasil yang optimal jika anda hanya belajar dari buku tanpa praktik dan belajar langsung dari orang yang telah menguasainya. Mempelajari Al-QurAoan juga membutuhkan teori dan praktik terbaik. Pemerintah Indonesia telah memperhatikan ini, seperti yang ditunjukkan oleh keputusan Kementerian Agama melalui Direktorat Jendral Bimbingan Literasi Baca Tulis Al-QurAoan (BTQ) di berbagai provinsi yang rilis hasil pemetaan disampaikan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag, dalam sambutannya Aubahwa untuk bekerja sama dengan Lembaga Kurikulum dan Kebijakan Pnedidikan (LK3P) Universitas Indonesia untuk mengukur kemampuan umat islam untuk membaca dan menulis Al-QurAoan. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana orang islam dapat membaca kitab sucinyaAy. 12 Oleh karena itu, di sekolah-sekolah formal dan non-formal saat ini, mata pelajaran tentang Al-QurAoan telah dimasukkan ke dalam kurikulum mereka. Selain itu, ada banyak program tahfidz yang ditawarkan untuk memastikan pembelajaran Al-QurAoan mencapai tingkat yang optomal. MA MazraAoatul Ulum Paciran adalah sekolah berbasis kepesantrenan yang mengajarkan keagamaan pada siswanya berlokasi di kecamatan Paciran kabupaten Lamongan Jawa Timur. Madrasah ini berdiri atas inisiasi dari Alim AoUlama dan tokoh NU di desa Paciran. Sejak didirikan pada tanggal 31 Januari 1964, kurikulum yang digunakan di MA MazraAoatul Ulum Paciran adalah perpaduan antara kurikulum nasional dan kurikulum pesantren sehingga diharapkan akan menambah wawasan siswa dalam memahami agama MA MazraAoatul Ulum merupakan salah satu lembaga yang memiliki program/kegiatan Tahsinul QiraAoah yaitu sebuah kegiatan pembelajaran Al-QurAoan yang menggunakan teori dan praktik untuk membantu siswa membaca Al-QurAoan dengan lebih baik. MA MazraAoatul Ulum menggabungkan ilmu agama dan pengetahuan umum. Ada beberapa kegiatan keagamaan seperti mengajar Al-QurAoan, fiqih, nahwu dan shorof, selain aktifitas pendidikan Dan sebagai langkah awal, sebelum siswa-siswi dimasukkan ke dalam kelas X A. B dan C, diadakan sebuah tes kemampuan membaca Al-QurAoan. Proses tes ini dilakukan oleh empat guru yang bertugas menguji kemampuan membaca Al-QurAoan siswa. Tes ini bertujuan untuk mengetahui mana siswa yang lancar membaca dan mana siswa yang belum lancar membacanya. 15 Paduan pendidikan ini dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan siswa. Diharapkan bahwa model pendidikan ini akan menghasilkan siswa yang cerdas dan dapat membaca AlQurAoan dengan benar. 10 Ahmad IsAoadur Rofiq. Guru Mata Pelajaran Tahsinul QiraAoah. Wawancara. Lamongan, 1 Februari 2024. 11 Imam Muttaqin. AuTahsinul QiroAoah di Pondok Pesantren Miftahussalam Megang Sakti Musi RawasAy, 2. 12 Kemenag RI. Potensi Literasi AL-QurAoan Masyarakat Indonesia, (Jakarta: Kementerian Agama RI, 2. 13 Ahmad Syarifuddin. Mendidik Anak Membaca. Menulis, dan Mencintai Al-QurAoan (Jakarta: Gema Insani, 2. , 5. 14 Dewi AAoyuni. AuPendidikan Anti Terorisme Berbasis Kepesantrenan Bagi Siswa Di MA Mazroatul Ulum (Skripsi. Universitas Negeri Semarang, 2. , 6. 15 Ahmad IsAoadur Rofiq. Guru Mata Pelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan. Wawancara. Lamongan, 1 Februari 16 Ahmad IsAoadur Rofiq. Guru Mata Pelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan. Wawancara. Lamongan, 1 Februari 130 Implementasi Pembelajaran Tahsin. | Ah. Alif Dzul Afkar. Nafilatur Rohmah Darajat. Volume 9 Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Ada beberapa metode yang umum digunakan untuk mempelajari Al-QurAoan adalah AlBaghdadi. QiroAoati. IqroAo. Tahsin dan lain sebagainya. Namun berdasarkan data yang kami kumpulkan dari MA MazraAoatul Ulum melalui wawancara dan observasi pada tanggal 1 Februari 2024 bahwa para siswa mempelajari baca Al-QurAoan dengan pembelajaran Tahsinul QiraAoah. 17 Diantara keunggulan dari metode ini adalah metode Tahsinul QiraAoah menitiberatkan pada ilmu tajwid, yang membahas tentang bagaimana Al-QurAoan diucapkan dan diterapkan dalam ajarannya, mulai dari tahap yang sederhana hingga sempurna. Selain itu, metode tahsin menekankan sifat huruf, huruf yang tepat antara makhroj dan tajwid serta sifatnya akan memastikan bahwa huruf Al-QurAoan asli. Secara keseluruhan, metode ini tidak hanya unik tetapi juga efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kolaboratif, dan dinamis, yang sangat bermanfaat terutama dalam pembelajaraan membaca dan menghafal AL-QurAoan. Adapun keunikan dari metode ini, terletak pada cara menyampaikan materi pelajarannya, dengan menggunakan pendekatan metode tradisional dalam pembelajaran yang biasanya digunakan di bidang Al-QurAoan, yaitu guru membaca terlebih dahulu dengan menerapkan teknik membaca huruf dengan benar melalui lidahnya, dan siswa dapat melihat dan menyaksikan langsung bagaimana keluar dari lidah guru untuk ditirukan secara bersamasama atau disebut dengan metode talaqqi. Selain itu, ada juga cara menghafalnya dengan lagu, dan pembelajarannya dilakukan secara berdiri bersama-sama. Metode ini menggabungkan aspek visual, auditori dan kinestetik dalam proses pembelajaran, yang membuatnya efektif untuk mengajarkan keterampilan praktis seperti pelafalan huruf dengan benar. Dengan menerapkan metode Tahsinul QiraAoah QurAoan yang konsisten dan didukung oleh tenaga pengajar yang kompeten. MA MazraAoatul Ulum telah berhasil meraih beberapa prestasi di bidang Al-QurAoan. Di antaranya adalah juara harapan I pada Musabaqoh Hifdzil QurAoan (MHQ) tingkat pelajar MA/SMA/SMK Se-Jawa Timur tahun 2023, dan Juara harapan II lomba Tahfidz Porseni tingkat Kabupaten Lamongan tahun 2023. Prestasi-prestasi ini menunjukkan bahwa metode Tahsinul QiroAoah QurAoan yang diterapkan secara konsisten, ditambah dengan dukungan dari tenaga pengajar yang kompeten, mampu meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan Al-QurAoan siswa. Hal ini membuktikan bahwa metode Tahsinul QiraAoah QurAoan adalah pendekatan pembelajaran Al-QurAoan yang layak untuk dikaji dan dikembangkan lebih lanjut, serta dapat dijadikan model bagi lembaga pendidikan lainnya yang ingin meeningkatkan prestasi di bidang Al-QurAoan. Dengan menggunakan pendekatan makharijul huruf . empat keluar huru. , tidak berdasarkan urutan huruf hijaiyah, metode tahsin juga dapat membantu siswa mempelajari Al-QurAoan. Karna mempelajari huruf-huruf yang sama tempat keluarnya dan disusun berdasarkan pendekatan bacaan-bacaan, membuatnya lebih mudah bagi siswa untuk mempraktekkan hukum tajwid. Penyusunannya dimulai dengan huruf-huruf yang lebih mudah dipelajari, mendorong siswa untuk belajar dan memudahkan mereka membaca Al-QurAoan. 17 Ahmad IsAoadur Rofiq. Guru Mata Pelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan. Wawancara. Lamongan, 1 Februari 18 Agus Dwi Prajoso. AuPenggunaan Metode Tahsin Terhadap Kemampuan Membaca Al-QurAoan Pada Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadits Kelas V Di MIMA IV Sukabumi Bandar LampungAy (Skripsi. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2. , 9. 19 Ahmad Syarifuddin. Mendidik Anak Membaca. Menulis, dan Mencintai Al-QurAoan, (Jakarta:Gema Insani, 2. , 81. 20 Ahmad IsAoadur Rofiq. Guru Mata Pelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan. Wawancara. Lamongan, 14 April 2024 21 Rozaq Habibi. AuImplementasi Metode Pembelajaran Tahsin Al-QurAoan Siswa Mts Al-Munawwarah Binjai (Tesis. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, 2. , 4. 131 Implementasi Pembelajaran Tahsin. | Ah. Alif Dzul Afkar. Nafilatur Rohmah Darajat. Volume 9 Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Mencermati pentingnya peningkatan kualitas bacaan Al-QurAoan serta urgensi penguasaan ilmu tajwid di lingkungan pendidikan Islam, diperlukan kajian yang mampu menggambarkan secara komprehensif praktik pembelajaran yang diterapkan di lembaga MA MazraAoatul Ulum Paciran Lamongan merupakan salah satu madrasah yang mengimplementasikan program Tahsinul QiraAoah Al-QurAoan secara terstruktur dalam pembinaan kemampuan membaca Al-QurAoan peserta didik. Atas dasar tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran Tahsinul QiraAoah Al-QurAoan di MA MazraAoatul Ulum Paciran Lamongan. METODE Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun pihak yang dapat memeberikan keterangan terkait informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini diantaranya adalah kepala sekolah, waka kurikulum, guru pengajar Tahsinul QiraAoah QurAoan, dan Siswa/Siswi kelas X. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun Dalam penelitian ini, peneliti sendiri yang melakukan penelitian, peneliti sebagai key instrument atau instrument kunci, yaitu sebagai alat pengumpul data utama. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus. karena tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan tahsinul qiraAoah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan dengan berbagai informasi yang dikumpulkan dan diproses untuk menemukan solusi agar masalah yang diungkap dapat 22 Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara serta dokumen dengan cara mengelompokkan data dengan kategori yang berbeda, menjabarkan ke dalam unitunit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, menyusun mana yang penting dan yang akan dipelajari serta membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teori analisis data dari Milles dan Huberman, proses analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan terus menerus sampai tuntas dengan menganalisisnya sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan dengan analisa data kualitatif berupa reduksi data, penyajian data serta menarik kesimpulan dan verifikasi. Penelitian deskriptif kualitatif dimaksudkan untuk menggambarkan implementasi pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan di MA MazraAoatul Ulum Paciran. PEMBAHASAN Implementasi Pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan di MA Mazratul Ulum Implementasi pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan di MA MazraAoatul Ulum merupakan penerapan yang dilakukan oleh lembaga yang bertujuan agar peserta didik punya bekal dan memiliki kemampuan membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar. Ada beberapa tahapan dalam implementasi pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan, sebagai berikut: Tahap Perencanaan Sebelum melakukan pembelajaran, guru harus menyusun suatu perencanaan pembelajaran. Di dalam perencanaan tersebut, guru akan menetapkan apa saja yang harus dilakukan dalam pembelajaran. Terdapat 22 Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2. , 305. 132 Implementasi Pembelajaran Tahsin. | Ah. Alif Dzul Afkar. Nafilatur Rohmah Darajat. Volume 9 Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat beberapa definisi mengenai perencanaan yang mana rumusan antara satu dengan lainnya berbeda. Adapun menurut Abdul Majid dalam bukunya Administrative Action Techniques of Organization and Management: mengemukakan bahwa perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan daari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metodemetode dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwals sehari-hari. Dari rumusan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa perencanaan merupakan menyusun langkah-langkah yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan, sedangkan perencanaan dalam pembelajaran berarti menentukan tujuan, aktifitas dan hasil yang ingin dicapai dalam proses Dengan demikian perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilaksanakan. Maka dari itu perlu adanya suatu perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut dimulai dengan menentukan tujuan pembelajaran, menyusun jadwal pelajaran, menyiapkan fasilitas pembelajaran, merancang model pembelajaran. Adapun tahap-tahap perencanaan di antaranya yaitu: Tujuan pembelajaran Pembelajaran merupakan suatu kegiatan belajar mengajar menyangkut kegiatan tenaga pendidik, kegiatan peserta didik, pola dan proses interaksi tenaga pendidik dan peserta didik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar dalam rangka keterlaksanaan program pendidikan. Tujuan pembelajaran merupakan sasaran atau target yang akan dicapai dalam suatu pembelajaran. Tujuan pembelajaran sebenarnya adalah untuk memperoleh pengetahuan dengan suatu cara yang dapat melatih kemampuan intelektual para siswa dan merangsang keingintahuan serta memotivasi kemampuan mereka. Tujuan pembelajaran dibagi menjadi tiga kategori yaitu: kognitif . eterampilan intelektua. , afektif . erkembangan mora. , dan psikomotorik . Tujuan pembelajaran di dalamnya terdapat rumusan tingkah laku dan kemampuan yang harus dicapai dan dimiliki siswa setelah menyelasaikan kegiatan belajar dalam proses pengajaran. Oleh karena itu, tujuan pembelajaran yang di buat oleh guru haruslah bermanfaat bagi siswa dan sesuai dengan karateristik siswa supaya tujuan tersebut dapat tercapai secara optimal. Maka dari itu tujuan pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan siswa. Mengintregrasikan ke dalam kurikulum pendidikan Kurikulum kerap kali menjadi salah satu penentu keberhasilan sekolah dalam mengelola pendidikan. Kurikulum merupakan seperangkat interaksi yang bertujuan secara langsung, maupun tidak langsung dan dirancang untuk memfasilitasi belajar agar lebih bermakna. Interaksi langsung biasanya mengambil bentuk kurikulum tertulis dan berbagai mata pelajaran. 23 Abdul Majid. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , 15. 24 Majid. Perencanaan Pembelajaran, 16Ae17. 25 Ibrahim Bafadal. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 11. 26 S Nasution. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar (Jakarta: Bumi Aksara, 1. , 25. 133 Implementasi Pembelajaran Tahsin. | Ah. Alif Dzul Afkar. Nafilatur Rohmah Darajat. Volume 9 Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Sementara interaksi tidak langsung dapat ditemukan dalam kurikulum tersembunyi hidden curriculum,yaitu semua hal yang tidak direncanakan, tetapi tidak terjadi di sekolah, di alami, dan di pelajari peserta didik. Integrasi berasal dari kata integer yang berarti unit. Integrasi dimaksud sebagai perpaduan, koordinasi, harmonisasi, dan kebulatan keseluruhan. Integrated curriculum meniadakan batas-batas antarmata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. Menurut Dakir Integrated curriculum adalah kurikulum yang pelaksanaannya disusun Pembahasannya dilakukan dengan menggunakan berbagai mata pelajaran yang relevan dalam bidang studi atau antar bidang studi. 28 Adapun metode pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan diintegrasikan ke dalam kurikulum muatan lokal, sehingga menjadi bagian kegiatan belajar mengajar resmi di sekolah, bukan sebagai kegiatan ekstrakurikuler, yang bertujuan agar semua siswa mendapatkan manfaat dari pembelajaran ini sebagai bagian dari pendidikan formal mereka. Menyusun jadwal Jadwal merupakan pembagian waktu berdasarkan rencana pengaturan urutan kerja, daftar atau rencana kegiatan dengan pembagian waktu Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, jadwal merupakan pembagian waktu pelaksanaan yang terperinci. Menyusun jadwal pelajaran adalah salah satu kegiatan manajemen kurikulum di sekolah pada proses pengorganisasian, pekerjaan tersebut umumnya dilakukan oleh petugas khusus menyusun, atau seksi Jadwal pelajaran berfungsi sebagai pedoman mengajar bagi guru dan pedoman belajar bagi siswa. Di dalam jadwal pelajaran menjabarkan seluruh program pengajaran di sekolah, karena dengan melihat jadwal pelajaran akan diketahui: mata pelajaran apa yang akan diajarkan, kapan pelajaran itu diajarkan, dimana ruang pelajaran diajarkan, dan siapa guru yang mengajar pada suatu kelas tertentu selama seminggu. Menyiapkan fasilitas pembelajaran Fasilitas pembelajaran adalah semua yang diperlukan dalam proses belajar mengajar baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan lancar, teratur, efektif dan Menurut E. Mulyasa menjelaskan bahwa fasilitas pembelajaran adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya dalam proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, buku, perpustakaan, laboratorium, meja kursi, serta alat-alat dan media mengajaran lainnya. Berdasarkan beberapa pendapat diatas, dapat dijelaskan bahwa fasilitas pembelajaran adalah perlengkapan belajar mengajar yang langsung maupun tidak langsung yang dapat digunakan guru untuk memudahkan, melancarkan 27 Wafi Ali Hajjaj. Integrasi Kurikulum (Malang: Literasi Nusantara, 2. , 13. 28 Hajjaj. Integrasi Kurikulum, 20 29 Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diakses 26 Desember 2020. https://kbbi. 30 Suryosubroto. Manajemen Pendidikan di Sekolah, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 43. 31 Suharsimi Arikunto. Manajemen Pendidikan (Yogyakarta:Aditya Media, 2. , 274. 32 E. Mulyasa. Manajemen Berbasis Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , 49. 134 Implementasi Pembelajaran Tahsin. | Ah. Alif Dzul Afkar. Nafilatur Rohmah Darajat. Volume 9 Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat dan menunjang dalam kegiatan belajar siswa. Adapun perlengkapan mengajar pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan di MA MazraAoatul Ulum di antaranya yaitu: buku pedoman Tahsinul QiraAoah QurAoan, mushaf Al-QurAoan, papan tulis, spidol dan lain-lain. Merancang model pembelajaran Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran, mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan/kompetensi, dan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran karena berisi langkah-langkah pembelajaran yang sistematis. Model pembelajaran sendiri biasanya disusun berdasarkan berbagai prinsip atau teori pengetahuan. Joyce & Well berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang digunakan untuk membentuk kurikulum . encana pembelajaran jangka panjan. , merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain. Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan Tes kemampuan membaca Al-QurAoan Aktivitas membaca saat ini menjadi suatu hal yang sangat penting dalam Al-QurAoan, sehingga ayat yang pertama kali diturunkan dalam sejarah turunnya Al-QurAoan adalah surah Al-Alaq ayat 1 yang berisi tentang seruan untuk membaca. Dalam KBB WJS. Poerwadarminto, kemampuan memiliki kata dasar mampu yang berarti kuasa . anggup melakukan sesuat. Jadi kemampuan memiliki arti kesanggupan, kecakapan dan kekuatan, sedangkan membaca memiliki arti melihat tulisan dan mengerti atau dapat melisankan apa yang tertulis itu. Membaca merupakan suatu kegiatan yang bersifat kompleks karena kegiatan ini melibatkan kemampuan dalam mengingat simbol-simbol grafis yang berbentuk huruf, mengingat bunyi dari simbol-simbol tersebut dan menulis grafis dalam rangkaian kata dan kalimat yang mengandung makna. Al-QurAoan adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang ditulis dalam bentuk mushaf . untuk dijadikan pedoman bagi kehidupan manusia dan apabila membacanya dianggap sebagai ibadah. 37 Adapun tes kemampuan membaca Al-QurAoan di MA MazraAoatul Ulum dilakukan sebelum siswa di masukkan ke dalam kelas A. B, atau C. Tes ini dilaksanakan oleh empat guru yang bertugas menguji kemampuan membaca Al-QurAoan para siswa. Tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui siswa yang sudah lancar membaca Al-QurAoan dan yang belum lancar, sehingga penempatan kelas bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Pelaksanaan Pelaksanaan pembelajaran adalah proses yang diatur sedemikian rupa menurut langkah-langkah tertentu agar pelaksanaan mencapai hasil yang 33 Mawardi. Model Desain Pembelajaran Konsep Dasar PKn Berbasis Belajar Mandiri (Salatiga:Widya Sari Press, 2. , 29. 34Bruce Joyce dan Marsha Weil. Models of Teaching (Boston: Allyn & Bacon, 2. , 29. 35 WJS. Poerwadarminto. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1. , 628. 36 Farida Rahim. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 3. 37 Amin Syukur. Pengantar Studi Islam (Semarang: Pustaka Nuun, 2. , 53. 135 Implementasi Pembelajaran Tahsin. | Ah. Alif Dzul Afkar. Nafilatur Rohmah Darajat. Volume 9 Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat 38 Menurut Syaiful Bahri dan Aswan Zain pelaksanaan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif, nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan siswa. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam paparan dan temuan bahwa di MA MazraAoatul Ulum Paciran Lamongan telah menerapkan pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan, yaitu pembelajaran yang berfokus pada memperbaiki cara membaca Al-QurAoan dengan tajwid yang baik dan benar. Adapun langkah-langkah pengajar Tahsinul QiraAoah QurAoan dalam melaksanakan penerapan pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan di MA MazraAoatul Ulum adalah sebagai berikut: Pembukaan Pembukaan adalah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar untuk menciptakan kondisi bagi siswa/siswi agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. pada kegiatan ini guru harus memperhatikan dan memenuhi kebutuhan siswa serta menunjukkan adanya kepedulian yang besar terhadap keberadaan siswa. 40 Adapun Tawassul dan doAoa yang dibacakan itu sudah ditulis di kitab Tahsinul QiraAoah QurAoan Apersepsi Apersepsi merupakan penghayatan tentang segala sesuatu yang menjadi dasar untuk menerima ide-ide baru. Dan juga dapat diartikan sebagai proses mengaitkan apa yang telah diketahui atau dialami oleh seseorang dengan apa yang dipelajari. Apersepsi dalam pembelajaran adalah kegiatan mengulang kembali materi atau pembahasan yang telah diajarkan sebelumnya untuk dapat dikaitkan dengan materi yang akan diajarkan hari ini. Didalam pelaksanaannya guru Tahsinul QiraAoah QurAoan selalu melakukan kegiatan tersebut setiap hendak memberikan materi yang baru. Dengan memberikan contoh materi yang telah diajarkan pada halaman sebelumnya atau memberikan pertanyaan seputar materi yang yang telah diajarkan ataupun memberi contoh yang sama kemudian dihubungkan dengan materi yang hendak diajarkan sekarang. Selain itu juga dengan menyanyikan lagu peserta didik secara tidak langsung berlatih dalam berfikir dan semua siswa akan terlibat aktif. Tujuannya agar siswa bisa lebih matang dan juga melatih daya ingat anak, dan juga dapat menjadi tolak ukur sejauh mana peserta didik memahami materi yang telah diajarkan dan memudahkan bagi guru untuk mempertimbangkan kembali materi yang hendak diajarkan. Hal ini sesuai dengan teori menurut Fadhilah bahwa manfaat dari metode menyanyikan lagu yaitu membantu mencapai kemampuan dalam pengembangan daya pikir, membantu menyalurkan emosi seperti senang atau sedih melalui isi syair lagu/nyanyian, 38 Nana Sudjana. Dasar-Dasar Proses Belajar (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2. , 136. 39 Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 1. 40 Rusman. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru (Jakarta: Rajawali Pers, 2. , 41 Ahmad Rohani. Pengelolaan Pengajaran (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2. , 31. 136 Implementasi Pembelajaran Tahsin. | Ah. Alif Dzul Afkar. Nafilatur Rohmah Darajat. Volume 9 Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat dan membuat suasana belajar menjadi riang dan bergairah sehingga perkembangan siswa dapat distimmulasi secara lebih optimal. Penyampaian materi Penyampaian materi pembelajaran merupakan inti dari suatu proses pelaksanaan pembelajaran. Dalam penyampaian materi guru menyampaikan materi berurutan dari materi yang paling mudah terlebih dahulu untuk memaksimalkan penerimaan siswa teerhadap materi yang disampaikan 43 Akan tetapi sebelum menyampaian materi pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan ini, guru akan mengajak para siswa untuk berdiri semua lalu menyanyikan lagu yang ada di kitab Tahsinul QiraAoah QurAoan yang telah dipelajari dan dihafalkan. Tujuannya agar menciptakan suasana yang dinamis dan lebih interaktif, serta dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik, sekaligus dapat menguatkan hafalan mereka. Didalam penyampaian materi, metode yang dominan dilakukan oleh guru adalah metode ceramah. Karena metode ceramah adalah cara penyajian pelajaran yang dilakukan oleh guru dengan penuturan atau penjelasan secara langsung dihadapan peserta didik. 44 Akan tetapi, metode ceramah hanya digunakan untuk menyampaikan materi tertentu saja. Untuk metode yang dipakai oleh guru Tahsinul QiraAoah QurAoan dalam menyampaikan materinya adalah metode Talaqqi, karena metode ini biasanya di pakai dalam pembelajaran Al-QurAoan. Metode Talaqqi merupakan cara guru menyampaikan bacaan Al-QurAoan secara Musyafahah yaitu berhadapan langsung dengan siswa dalam posisi duduk dengan tenang dan nyaman, kemudian guru membimbing anak untuk mengulang-ulang ayat yang dibacakan dan diperdengarkan kepada anak sampai benar-benar hafal. Pemahaman materi Menurut kamus besar bahasa Indonesia, pemahaman adalah proses, cara, perbuatan memahami atau memahamkan. Istilah pemahaman berasal dari akar kata paham yang menurut kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai pengetahuan banyak, pendapat, aliran, mengerti benar. Adapun istilah pemahaman ini sendiri diartikan dengan proses, cara, perbuatan memahami atau memahamkan. 46 Dalam pembelajaran, pemahaman materi dimaksud sebagai kemampuan siswa untuk dapat mengerti apa yang telah diajarkan oleh Dengan kata lain, pemahaman materi merupakan hasil dari proses Latihan Latihan adalah metode pembelajaran dengan cara mengulang-ulang, metode ini pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan dan keterampilan dari apa yang telah dipelajari. Metode latihan juga merupakan penanaman kebiasaan-kebiasaan tertentu guna memperoleh keterampilan, ketangkasan, kesempatan serta ketangkasan. 42 Muhammad Fadhilah. Desain Pembelajaran PAUD (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2. , 175. 43 Nana Sudjana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2. , 136. 44 Abuddin Nata. Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran (Jakarta: Kencana, 2. , 181. 45 Y. Imana. Panduan Tahsin/tajwid Sistematis Metode Asyarah (Bandung: Khasanah Intelektual, 2. , 7. 46 Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2. , 47 Ahmad Susanto. Teori Belajar Dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar (Jakarta: Kencana, 2. , 208. 48 Syaiful Sagala. Konsep dan Makna Pembelajaran Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar (Bandung:Alfabeta, 2. , 217. 137 Implementasi Pembelajaran Tahsin. | Ah. Alif Dzul Afkar. Nafilatur Rohmah Darajat. Volume 9 Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Latihan merupakan suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar di mana peserta didik melaksanakan kegiatan latihan, peserta didik memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah Metode latihan bertujuan agar kegiatan praktek yang dilakukan oleh peserta didik menjadi lebih bermakna yang berkenaan dengan daerah materi pembelajaran yang khusus dan menyediakan pengetahuan mengenai hasil belajar dengan cepat dan akurat. Tujuan dilakukannya latihan dalam pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan ini adalah membantu siswa dalam mengintregrasi dan menyerap pengetahuan baru dalam berbagai macam cara, seperti ketika pembelajaran, menyanyikan lagu dalam pembelajaran, mengidentifikasi ayat-ayat Al-QurAoan dalam pembelajaran dan lain sebagainya. Hal ini dapat mempercepat pemahaman seluruh peserta didik. Evaluasi Istilah evaluasi . merujuk pada suatu proses untuk menentukan nilai dari suatu kegiatan tertentu. Evaluasi berarti penentuan sampai seberapa jauh sesuatu berharga, bermutu, atau bernilai. Evaluasi hasil belajar juga dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai keberhasilan belajar seseorang setelah ia mengalami proses belajar selama satu periode tertentu. Secara umum, evaluasi pembelajaran di kelompokkan menjadi dua, yakni tes dan non-tes. Tes adalah suatu teknik atau cara dalam rangka melaksanakan kegiatan evaluasi, yang didalamnya terdapat berbagai item atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh peserta didik, kemudian pekerjaan dan jawaban itu menghasilkan nilai tentang perilaku anak didik tersebut. Kemudian, jika dilihat dari jenis-jenis evaluasi tes, dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: tes tertulis da tes lisan. Tes tertulis Tes tertulis adalah tes yang soal-soalnya harus dijawab peserta didik dengan memberikan jawaban tertulis. Penulisan tes tertulis merupakan kegiatan yang paling penting dalam menyiapkan bahan ujian. Setiap butir soal yang ditulis harus berdasarkan rumusan indikator yang sudah disusun dalam kisi-kisi. Penggunaan bentuk soal yang tepat dalam tes tertulis, sangat tergantung pada perilaku/kompetensi yang akan diukur. Ada kompetensi yang diukur dengan menggunakan tes tertulis dengan bentuk soal uraian, ada pula kompetensi yang diukur dengan bentuk soal objektif. 52 Hal ini sesuai dengan tes tertulis dalam pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan yang dilakukan dengan memberikan soal-soal yang harus dijawab oleh peserta didik, baik itu berupa soal uraian maupun soal pilihan ganda. Tes lisan Tes lisan merupakan salah satu tes yang digunakan dalam penilaian aspek pengetahuan. Tes lisan merupakan oral tes dimana jawaban atas pertanyaan yang diajukan menuntut siswa memberikan jawaban secara lisan. 49 Syaiful Sagala. Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan (Bandung: Alfabeta, 2. , 247. 50 W. Winkel. Psikologi Pembelajaran (Yogyakarta: Media Abadi, 2. , 531. 51 Departemen Pendidikan Nasional. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2. , 3. 52 Depdiknas. Peraturan Pemerintah RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, (Jakarta: Depdiknas, 2. , 5. 138 Implementasi Pembelajaran Tahsin. | Ah. Alif Dzul Afkar. Nafilatur Rohmah Darajat. Volume 9 Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Pelaksanaan tes lisan dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung antara pendidik dan peserta didik. Dalam tes lisan memungkinkan peserta didik untuk mengungkapkan secara langsung apa yang ia kuasai secara lebih terperinci. Arifin mengungkapkan bahwa kemampuan atau penguasaan kognitif bisa di ukur dengan menggunakan tes lisan atau tertulis. Tes lisan berupa pertanyaan yang digunakan untuk mengetahui daya serap peserta didik terhadap masalah yang berkaitan dengan kognitif. Pertanyaan tes lisan di kelas dapat digunakan untuk penilaian berbasis kompetensi, materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep, prinsip atau teori. 54 Adapun tes lisan dalam pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan dilakukan dengan memanggil peserta didik satu persatu sesuai urutan absen untuk membaca beberapa ayat Al-QurAoan. Siswa yang belum lancar atau melakukan kesalahan tajwid harus mengulanginya pada pertemuan minggu depan hingga mereka lancar dan benar dalam membaca ayat-ayat Al-QurAoan. Penilaian hasil pembelajaran dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusun pembelajaran dan memperbaiki proses Dengan adanya evaluasi, peserta didik dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai selama mengikuti pembelajaran. Pada kondisi dimana siswa mendapatkan nilai yang memuaskan, maka akan memberikan dampak berupa suatu stimulus, motivator agar peserta didik dapat meningkatkan prestasi. Pada kondisi dimana hasil yang dicapai tidak memuaskan, maka siswa akan berusaha memperbaiki kegiatan belajar, namun demikian sangat diperlukan pemberian stimulus positif dari guru agar siswa tidak putus asa. Dapat ditarik kesimpulan bahwasannya penilaian ataupun evaluasi dalam sebuah pembelajaran sangat perlu yaitu untuk mengetahui perkembangan dan perubahan siswa selama proses belajar berlangsung, dan untuk mengetahui kemajuan hasil belajar. Faktor Pendukung Dan Faktor Penghambat dalam Implementasi Pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan Di MA MazraAoatul Ulum Paciran Lamongan Faktor pendukung Faktor adalah hal . eadaan, peristiw. yang ikut menyebabkan terjadinya Sedangkan kata pendukung adalah penyokong, pembantu, penyumbang, atau dapat diartikan juga orang yang mendukung. 56 Menurut Denny dukung, mendukung mempunyai arti menyokong, membantu, atau menunjang. 57 Dari definisi dapat disimpulkan bahwa faktor pendukung merupakan keadaan atau kondisi yang membantu terjadinya sesuatu. Wina sanjaya menyatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan proses system pembelajaran, diantaranya faktor guru, 53 Arifin. Evaluasi Pembelajaran, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. , 148. 54 Arifin. Evaluasi Pembelajaran,( Prinsip. Teknik dan Prosedu. , (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. , 55 Rusman. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru (Bandung: Rajawali Pers, 2. , 13. 56 Dendy Sugono. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2. , 346. 57 Dendy Sugono. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2. , 387. 139 Implementasi Pembelajaran Tahsin. | Ah. Alif Dzul Afkar. Nafilatur Rohmah Darajat. Volume 9 Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat faktor siswa, sarana, alat, media yang tersedia, serta lingkungan. 58 Adapun faktor yang mendukung dalam pelaksanaan pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan di MA MazraAoatul Ulum yaitu termasuk dukungan dari pimpinan sekolah dan waka kurikulum, mulai dari mencantumkannya ke dalam kurikulum, mengatur jadwal pelajaran yang memungkinkan siswa untuk mengikuti kelas Tahsinul QiraAoah QurAoan tanpa meganggu pelajaran akademik lainnya, memberikan motivasi dan pengarahan kepada guru dan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam melaksanakan program pembelajaran ini, dan juga memfasilitasi segala yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan sehingga pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik dan benar. Untuk faktor pendukung lainnya yaitu antusias dari peserta didik, motivasi dan minat yang tinggi dari peserta didik sangat penting. Antusiasme ini akan mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dan berusaha memperbaiki kemampuan membaca Al-QurAoan mereka, dikarenakan dalam materi Tahsinul QiraAoah QurAoan yang aktivitas belajarnya dilakukan dengan berdiri secara bersama-sama yang dipadukan dengan nyanyian-nyanyian lagu yang menjadikan peserta didik lebih tertarik dan lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, faktor pendukung yang lainnya yaitu diadakan sebuah ekstrakurikuler Al-QurAoan. Kegiatan ini diadakan setelah jam sekolah pada hari senin, selasa dan rabu. Ekstrakulikuler ini memberikan kesempatan tambahan bagi siswa untuk memperdalam keterampilan membaca Al-QurAoan di luar jam pelajaran reguler, sehingga memperkuat pemahaman dan keterampilan mereka. Faktor Penghambat Kegiatan belajar pada setiap jenjang pendidikan senantiasa berhasil. Dalam proses belajar mengajar pasti mengalami hambatan dalam proses pembelajaran. Kondisi ini dapat diartikan sebagai sebuah hambatan belajar. Mulyasa menyatakan bahwa pada umumnya hambatan merupakan suatu kondisi tertentu yang ditandai dengan adanya hambatan-hambatan dalam kegiatan mencapai tujuan, sedangkan hambatan belajar dapat diartikan sebagai suatu kondisi dalam suatu proses belajar yang di tandai adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil Berdasarkan dari hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti, baik dari hasil wawancara, observasi, maupun dokumentasi, peneliti mendapatkan beberapa hambatan yang terjadi dalam proses implementasi pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan. Hambatan-hambatan yang peneliti temukan dalam proses pembelajaran metode Tahsinul QiraAoah QurAoan ini ada tiga, yaitu: Keterbatasan waktu Untuk masalah waktu, dalam pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan ini menjadi sangat penting, karena metode ini dirancang untuk memperbaiki kemampuan membaca Al-QurAoan siswa dengan baik dan benar. Yang mana di MA MazraAoatul Ulum hanya 1 jam pelajaran, yang setiap satu jamnya 40 menit. Hal ini lah yang membuat keefektifan pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan ini kurang berjalan dengan baik di MA MazraAoatul Ulum. 58 Wina Sanjaya. Penelitian Pendidikan: Jenis. Metode, dan Prosedur (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2. , 52. 59 Ngalim Purwanto. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. , 140 Implementasi Pembelajaran Tahsin. | Ah. Alif Dzul Afkar. Nafilatur Rohmah Darajat. Volume 9 Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Akan tetapi, di dalam mencari ilmu harus membutuhkan waktu yang lama, hal ini sesuai dengan yang di jelaskan oleh Syekh Az-Zarnuji dalam kitab TaAolimul MutaAoallim yang menjelaskan bahwa dalam mencari ilmu seseorang harus memiliki enam, diantaranya yaitu: kecerdasan, ketekunan, kesabaran, modal/biaya,petunjuk guru, serta waktu yang tidak sebentar. Ilmu tidak bisa di dapat dengan tergesa-gesa. Lama sebentarnya suatu proses belajar memang relatif, namun ia harus didapatkan dengan proses dengan jangka waktu tertentu, supaya didapatkan kepahaman yang baik serta cara bagaimana Selain itu, waktu menuntut ilmu yang tidak terburu-buru ini menegaskan perlunya mulazamah, interaksi dengan guru supaya transfer pengetahuan dan akhlak ini bisa semakin menguat bagi peserta didik. Mengantuk Tidur adalah kebutuhan dasar yang paling umum dan paling penting pada tubuh manusia. Dimanapun kita berada, kita sangat membutuhkan tidur karena tidur dapat mengistirahatkan tubuh dan otak yang lelah beraktivitas. Seseorang yang kesulitan tidur atau memiliki pola tidur yang buruk akan berpengaruh pada tingkat konsentrasi bekerja ataupun tingkat konsentrasi Supartini berpendapat bahwa tidur memiliki peran-peran penting bagi otak, yaitu memperbaiki tingkat kekebalan . mun tubu. , memperbaiki ingatan, memberi bantuan ke otak agar bekerja dengan baik, membuat otak menjadi segar. Selama memiliki cukup tidur, otak dapat mencerna ulang atau memproses yang telah di terima oleh otak dengan baik, sebaliknya jika kurang tidur otak akan sulit memproses informasi yang diterima sehingga materi pelajaran sulit untuk di simpan di otak. Kekurangan jumlah pola tidur akan menjadi pengaruh buruk terhadap otak, mengakibatkan konsentrasi belajar anak terganggu, banyak anak yang mengalami kendala dalam proses pembelajaran anak yang diakibatkan anak mengantuk dan lelah ketika pembelajaran berlangsung. Adapun hambatan dari masalah mengantuk, dalam pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan yaitu ada beberapa anak yang terkadang mengantuk, dan ngantuknya tersebut karena disebabkan pergantian jam sebelum pelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan yang membuat anak-anak kurang bersemangat dalam mengikuti Tingkat pemahaman yang berbeda-beda Pemahaman merupakan kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah itu dipahami dan diingat. Dengan kata lain memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihat dari berbagai segi dan terjemah. Sedangkan menurut Purwanto pemahaman yaitu tingkat kemampuan yang mengharapkan seseorang untuk memahami arti atau konsep, situasi serta fakta yang di ketahuinya. Jadi dapat disimpulkan bahwa seorang peserta 60 Abdul Majid. TaAolimul MutaAoallim (Jakarta: Rene Turos, 2. , 13. 61 Nidar Yusuf dan Titi Rohmah. AuPengaruh Pola Tidur Terhadap Motivasi Belajar SiswaAy. Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke SD-anAy, 7 No. 2, 2020. https://d1wqtxts1xzle7. net/70131829/sitianafiah_2C_Journal_manager_2C_9_Nidar_Yusuf1_2C_T iti_Rohmah2_UMJ. 62 Wibowo. AuHubungan Kualitas Tidur dengan Kebugaran Jasmani Siswa. Pendidikan JasmaniAy. JPOK: Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. , 2021. https://ejournal. id/index. php/jurnalpendidikan-jasmani/article/view/37777 63 Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2. , 50. 141 Implementasi Pembelajaran Tahsin. | Ah. Alif Dzul Afkar. Nafilatur Rohmah Darajat. Volume 9 Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat didik dikatakan memahami sesuatu apabila peserta didik tersebut memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang hal yang peserta didik pelajari dengan menggunakan bahasanya sendiri dan juga dapat memberikan contoh apa yang telah peserta didik pelajari dengan permasalahan-permasalahan yang ada di sekitarnya. Untuk masalah tingkat pemahaman dalam pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan, setiap anak pasti memiliki tingkat pemahaman yang berbedabeda, ada kalanya anak itu mudah dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru, akan tetapi ada juga anak yang agak lambat dalam memahami materi, jadi tingkat pemahaman anak merupakan suatu hambatan bagi guru dalam proses belajar mengajar Tahsinul QirAoah QurAoan, sehingga membutuhkan waktu agak lama agar anak yang belum faham itu bisa mengikuti temannya yang sudah faham. Dalam setiap pendidikan, kecerdasan yang dimiliki siswa tentu berbeda-beda antara siswa satu dengan siswa yang lainnya, begitupun antara kelas satu dengan kelas lainnya. Tidak mudah bagi seorang guru memahamkan satu persatu setiap siswa bahkan setiap materi yang disampaikan pada hari itu pun berbeda antara kelas yang satu dengan kelas yang lainnya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di lapangan dan pembahasan yang dilakukan peneliti tentang implementasi pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan di MA MazraAoatul Ulum Paciran Lamongan memperoleh kesimpulan sebagai berikut: Implementasi pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan di MA MazraAoatul Ulum diawali dengan sebuah perencanaan yaitu diadakannya sebuah rapat antara guru pengajar Tahsin, kepala sekolah, waka kurikulum, yang membahas tentang mencantumkan pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan ke dalam kurikulum muatan lokal. Setelah itu, menetapkan tujuan pembelajaran, menyusun jadwal pembelajaran, menyiapkan fasilitas pembelajaran yang diperlukan seperti buku pedoman Tahsinul QiraAoah, papan tulis, ruang kelas dan lain-lain. Setelah itu, merancang model pembelajaran. Adapun pelaksanaan pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan yaitu diawali dengan membuka salam terlebih dahulu, setelah itu apersepsi yang dilakukan dengan menyannyikan lagu-lagu yang ada di buku secara bersama-sama, di lanjut dengan penyampaian materi, dalam menyampaikan materi metode yang digunakan adalah metode talaqqi yang biasanya digunakan dalam pembelajaran Al-QurAoan. Dan dilanjut dengan latihan. Untuk yang ketiga diadakan evaluasi/penilaian, penilaian pada pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan ini yang bisa dilakukan dengan dua jenis tes yaitu tes tertulis dan tes lisan. Faktor hambatan dalam implementasi pembelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan di MA MazraAoatul Ulum adalah: untuk dari segi perencanaan adalah keterbatasan waktu karena waktu yang diberikan hanyalah satu jam pelajaran sehingga kurang maksimal dalam pelaksanaan pembelajaran. Dari segi pelaksanaan adalah mengantuknya siswa yang disebabkan pergantian jam sebelum pelajaran Tahsinul QiraAoah QurAoan, dan dari segi evaluasi adalah tingkat pemahaman siswa yang berbeda-beda. Untuk faktor pendukungnya yaitu dukungan dari pimpinan sekolah dan antusias dari peserta didik, serta adanya ekstrakurikuler Al-QurAoan di luar jam 64 Purwanto. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , 44. 142 Implementasi Pembelajaran Tahsin. | Ah. Alif Dzul Afkar. Nafilatur Rohmah Darajat. Volume 9 Nomor 1. Juni 2026 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat DAFTAR PUSTAKA