Jurnal Surya Beton Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 p-ISSN : 2302-5166, e-ISSN : 2776-1606 https://jurnal. id/index. php/suryabeton Analisis Perbandingan Biaya Siklus Hidup Perkerasan Lentur dan Perkerasan Kaku Jalan Bencorejo Ae Angrukketip Kabupaten Purworejo Lia Vita Ilmi Putri Hartono1,*. Agung Nusantoro1. Eko Riyanto1 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Purworejo 1 Email: liavitailmi@gmail. Abstrak. Pembangunan infrastruktur jalan memerlukan biaya awal yang besar, selain itu biaya tidak hanya diukur dari pembiayaan awal saja, tetapi juga biaya perawatan dan rehabilitasi jalan di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tebal lapis perkerasan lentur dan perkerasan kaku, perbandingan total biaya siklus hidup perkerasan lentur dan perkerasan kaku, jenis perkerasan yang lebih efisien untuk ruas Jalan Bencorejo Angrukketip. Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penentuan tebal perkerasan lentur dan perkerasan kaku menggunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data LHR dan data CBR tanah, sedangkan data sekunder meliputi harga upah, alat, dan bahan Kabupaten Purworejo, data inflasi, dan data suku bunga. Hasil dari penelitian untuk tebal perkerasan lentur adalah AC-WC 40 mm. AC-BC 60 mm, dan lapis pondasi agregat kelas A 400 mm, sedangkan untuk perkerasan kaku adalah beton . 45 MPa dengan tebal 175 mm dan lapis pondasi kelas A dengan tebal 125 mm, jenis perkerasan kaku beton bersambung tanpa tulangan (BBTT) dengan dowel. Diameter dowel yang digunakan 28 mm, panjang 450 mm, jarak 300 mm, dan diameter tie bar 16 mm, panjang 700 mm, jarak 750 mm. Nilai discounted life cycle cost untuk perkerasan lentur Rp 6. 391,14 sedangkan nilai discounted life cycle cost perkerasan kaku Rp 4. 644,16. Dapat disimpulkan bahwa perkerasan lentur membutuhkan biaya 1,47 kali lebih besar dibandingkan perkerasan kaku. Analisis biaya menunjukkan bahwa perkerasan kaku merupakan pilihan yang lebih efisien untuk ruas jalan Bencorejo Ae Angkrukketip Kabupaten Purworejo. Kata Kunci : biaya siklus hidup, perkerasan kaku, perkerasan lentur. Abstrack. Road infrastructure development requires large initial costs, in addition, costs are not only measured from initial financing, but also the cost of road maintenance and rehabilitation in the future. This study aims to analyze the thickness of flexible pavement and rigid pavement, the comparison of the total life cycle costs of flexible pavement and rigid pavement, the type of pavement that is more efficient for the Bencorejo-Angrukketip Road section. Purworejo Regency. This study uses quantitative methods. Determination of flexible pavement thickness and rigid pavement using the 2017 Road Pavement Design Manual method. Primary data used in this study are LHR data and soil CBR data, while secondary data include wage prices, tools, and materials for Purworejo Regency, inflation data, and interest rate data. The results of the study for flexible pavement thickness are AC-WC 40 mm. AC-BC 60 mm, and class A aggregate base layer 400 mm, while for rigid pavement is concrete . 45 MPa with a thickness of 175 mm and class A base layer with a thickness of 125 mm, type of rigid pavement is reinforced concrete (BBTT) with dowels. The diameter of the dowel used is 28 mm, length 450 mm, distance 300 mm, and tie bar diameter 16 mm, length 700 mm, distance 750 mm. The discounted life cycle cost for flexible pavement is Rp 391,14 while the discounted life cycle cost for rigid pavement is Rp 4. 644,16. It can be concluded that flexible pavement requires 1. 47 times more cost than rigid pavement. Cost analysis shows that rigid pavement is a more efficient choice for the Bencorejo - Angkrukketip road section. Purworejo Regency. Lia Vita Ilmi Putri Hartono dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . Keyword : flexible pavement, life cycle cost, rigid pavement. Pendahuluan Jalan dirancang untuk memiliki masa pakai tertentu berdasarkan kebutuhan dan kondisi lalu lintas yang ada, dengan harapan bahwa jalan tersebut dapat terus melayani lalu lintas dengan tingkat kualitas layanan yang tetap Namun, kemampuan struktur jalan dalam melayani lalu lintas semakin berkurang seiring bertambahnya usia dan bertambahnya beban lalu lintas (Meilani and Falderika, 2023:. Menurut Departemen Pekerjaan Umum Tahun 2017 Manual Desain Perkerasan Jalan adalah salah satu kriteria yang harus dipenuhi dalam mendesain perkerasan jalan merupakan Life Cycle Cost yang minimum. Analisa biaya siklus hidup (Life Cycle Cost/ LCC) merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis nilai ekonomis suatu jalan dengan memperhitungkan biaya pemeliharaan dan operasi selama umur rencana (Buyung. Pratasis and Malingkas, 2019:1. Ruas Jalan Bencorejo-Angrukketip merupakan salah satu jalan kabupaten yang berada di Kabupaten Purworejo. Jalan ini memiliki panjang 3,7 km dan lebar 4 meter, sebagian ruas jalan ini mengalami kerusakan yang disebabkan jalan menopang beban lalu lintas yang cukup berat, selain itu usia jalan yang semakin bertambah menyebabkan struktur perkerasan jalan mengalami penurunan. Sehingga diperlukan adanya penanganan untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut. Oleh karena itu, tugas akhir ini akan berfokus pada analisis perbandingan biaya siklus hidup antara perkerasan lentur dan perkerasan kaku untuk ruas Jalan Bencorejo Ae Angkrukketip Kabupaten Purworejo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tebal lapis perkerasan lentur dan perkerasan kaku ruas Jalan Bencorejo - Angrukketip STA 2 000 Ae STA 3 000 Kabupaten Purworejo, untuk menganalisis perbandingan total biaya siklus hidup yang harus dikeluarkan untuk masing-masing perkerasan selama umur rencana, untuk menganalisis jenis perkerasan yang lebih efisien untuk ruas Jalan Bencorejo Ae Angrukketip STA 2 000 Ae STA 3 000 Kabupaten Purworejo. Buyung dkk . dengan judul AyLife Cycle Cost (LCC) Pada Proyek Pembangunan Gedung Akuntansi Universitas Negeri Manado (UNIMA) Di TandanoAy bertujuan untuk mendapatkan total biaya siklus hidup Life Cycle Cost (LCC) untuk masa periodik perawatan per 20 tahun pada pembangunan berdasarkan elemen yang ditinjau, yaitu dinding, lantai, dan plafon. Dalam penelitian ini proses pengolahan data menggunakan analisa Life Cycle Cost (LCC). Hasil dari penelitian dengan menggunakan dasar perhitungan Life Cycle Cost (LCC) untuk umur rencana bangunan 50 tahun, untuk masa periodik perawatan per 20 tahun pada Proyek Pembangunan Gedung Akuntansi Universitas Negeri Manado di Tandano, untuk pekerjaan dinding, lantai, plafon. Maka didapat total biaya sebesar Rp 1. 661 dengan biaya pemeliharaan yang terdiri dari pemeliharaan dinding Rp 221. 010,00, biaya pemeliharaan lantai Rp 499. 784,00, dan biaya pemeliharaan plafon Rp 290. 867,00. Biaya pemeliharaan terbesar terdapat pada biaya pemeliharaan lantai sehingga perlu adanya pengawasan lebih lanjut dan pemilihan material yang lebih berkualitas, dan perawatan yang intens sehingga menekan biaya pemeliharaan terhadap lantai. Diputera dan Praganingrum . dengan judul AuAnalisa Life Cycle Cost Pada Proyek Pembangunan Cendana ResidenceAy bertujuan untuk mengetahui biaya apa saja yang diperhitungkan dalam Proyek Pembangunan Cendana Residence dan mengetahui berapa besar biaya yang akan perlu mulai dari tahap awal perencanaan sampai dengan umur rencana yang sudah ditentukan. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif, data-data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan metode Life Cycle Cost. Hasil dari penelitian ini dengan acuan umur bangunan selam 40 tahun, asumsi bunga 12 %, asumsi tingkat inflasi 5,94% maka diperoleh perhitungan Life Cycle Cost pada Proyek Pembangunan Cendana Residence yaitu . Pekerjaan Kusen Kayu dan Alumunium, serta daun pintu ex. Kamper memiliki Life Cycle Cost sebesar Rp 681. 107,95, . Pekerjaan Lia Vita Ilmi Putri Hartono dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . Dinding memiliki Life Cycle Cost sebesar Rp. 728,57, . Pekerjaan Penutup Lantai memiliki Life Cycle Cost sebesar Rp 710. 142,05 dari biaya awal sebesar Rp 452. 770,00, . Pekerjaan Atap memiliki Life Cycle Cost sebesar Rp 316. 614,50 dari biaya awal sebesar Rp 201. 452,02. Swandari, dkk . dengan judul AuPerbandingan Life Cycle Cost Perkerasan Kaku dan Lentur (Studi Kasus: Jalan Lintas Selatan Jarit-Puger STA 25 500 Ae STA 40 . Ay bertujuan untuk menapatkan desain perkerasan yang paling efisien. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif. Hasil analisis didapatkan perkerasan lentur terdiri atas lapis pondasi agregat kelas A 130 mm. AC Base 115 mm. AC BC 60 mm dan AC WC 40 mm, sedangkan struktur perkerasan kaku terdiri dari lapisan drainase 150 mm. LMC 100 mm, dan pelat beton 195 mm dengan tie bars diameter 16 mm dan serta dowel diameter 36 mm. Nilai discounted life cycle cost perkerasan lentur sebesar Rp162. 862 dan perkerasan kaku sebesar Rp64. Perkerasan lentur membutuhkan biaya lebih banyak daripada perkerasan kaku. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Tahapan penelitian dimulai dengan studi literatur, pengumpulan data seperti nilai CBR dan data LHR. Kemudian menghitung rencana tebal perkerasan lentur dan perkerasan kaku dengan metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017, menghitung rencana anggaran biaya, dan melakukan analisis Life Cycle Cost (LCC) dengan metode present worth. Hasil akhir dari penelitian ini adalah mengetahui tebal perkerasan lentur dan perkerasan kaku untuk ruas Jalan Bencorejo-Angrukketip STA 2 000 Ae STA 3 000 Kabupaten Purworejo dan mengetahui jenis perkerasan yang lebih efisien selama umur rencana. Tahapan analisis data dalam penelitian ini sebagai berikut: Menentukan lalu lintas harian rata-rata Menentukan nilai CBR Menghitung tebal lapis perkerasan lentur Menghitung tebal lapis perkerasan kaku Menghitung rencana anggaran biaya (RAB) konstruksi awal dan pemeliharaan Menganalisis biaya siklus hidup selama umur rencana Analisa Data dan Pembahasan 1 Analisis Lalu Lintas Harian Rata-Rata Data lalu lintas harian rata-rata didapat dengan cara melakukan pengampatan secara langsung di lapangan pada ruas Jalan Bencorejo Ae Angrukketip. Pengamatan dilakukan pada hari Minggu. Selasa, dan Kamis pukul 06. 00 Ae 00 WIB dan pukul 15. 00 Ae 17. 00 WIB. Perhitungan lalu lintas harian rata-rata menggunakan rumus sebagai LHR= Jumlah lalu lintas selama pengamatan lamanya pengamatan . Hasil pengamatan lalu lintas harian rata-rata dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 1. Hasil Survei LHR Tahun 2024 Gol Jenis Kendaraan LHR. end/har. 2,3,4 Sedan, mobil pribadi, pick up Truk ringan 2 sumbu Truk sedang 2 sumbu Sumber: Hasil Perhitungan Lia Vita Ilmi Putri Hartono dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . 2 Analisis Data CBR Tanah Data CBR (Californian Bearing Rasi. tanah didapat dari pengujian DCP (Dynamic Cone Penetromete. pada ruas Jalan Bencorejo Ae Angrukketip STA 2 000 Ae STA 3 000. Nilai CBR lapangan yang didapat, kemudian dilakukan penyesuaian musim sebesar 0,80 dengan rumus sebagai berikut: CBR Desain = CBR titik pengamatan x faktor penyesuaian . Setelah dilakukan penyesuain maka didapatkan CBR desain pada Tabel 2. Tabel 2. Kumulatif Nilai CBR No Titik STA CBR Lapangan (%) CBR Desain (%) 6,97 5,58 4,87 3,90 3,23 2,58 3,77 3,01 6,51 5,21 9,53 7,62 7,14 5,71 6,55 5,24 4,61 3,69 3,51 2,81 Sumber: Hasil Perhitungan 3 Perencanaan Perkerasan Lentur Umur rencana : 20 tahun Pertumbuhan lalu lintas : 1% Faktor pengali pertumbuhan lalu lintas (R) : 22 : 0,5 ESA4 : 8 x 105 Nilai ESA4 digunakan untuk menentukan jenis perkerasan yang tepat, sedangkan ESA5 digunakan untuk menentukan ketebalan perkerasan lentur yang diperlukan. Tebal perkerasan lentur didapatkan dari hasil perhitungan ESA pangkat 5 selama 20 tahun yang disajikan pada Tabel 3. Jenis Kend LHR2025 2,3,4 5,05 9,09 Tabel 3. Kumulatif Beban ESA5 VDF 5 VDF 5 LHR2025 Aktual Normal 6,16 11,09 ESA5 ESA5 ESA5 370,13 335,776,42 115,66 904,30 485,80 390,09 Sumber: Hasil Perhitungan Berdasarkan Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 dengan nilai ESA5 sebesar 585. 390,09, maka didapatkan tebal untuk lapis AC-WC setebal 40 mm, lapis AC-BC setebal 60 mm, dan LPA Kelas A setebal 400 mm. Untuk rekapitulasi tebal lapis perkerasan lentur dapat dilihat pada Tabel 4. Lia Vita Ilmi Putri Hartono dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . STA CBR % AC WC 5,58 3,90 2,58 3,02 5,21 7,62 5,71 5,24 3,69 2,81 Sumber: Hasil Perhitungan Tabel 4. Rekapitulasi Desain Perkerasan Lentur Tebal Lapis Perkeraan Lentur . Desain Pondasi LFA AC BC Stabilisasi Semen Kelas A atau Material Timbunan Lapis Penopang Gambar 1. Potongan Melintang Perkerasan Lentur 4 Perencanaan Perkerasan Kaku Umur Rencana : 40 tahun Pertumbuhan lalu lintas (%) :1 % Faktor pertumbuhan lalu lintas (R) : 48,87 : 0,5 Tebal perkerasan kaku didapatkan dari beban lalu lintas desain didasarkan pada Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga dan bukan pada nilai ESA. Hasil perhitungan Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga selama 40 tahun yang disajikan pada Tabel 5. Jenis Kendaraan Mobil Jumlah Kelompok Sumbu LHR Tabel 5. Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga Kel Kel LHR Sumbu Sumbu Jumlah Kel Sumbu Jumlah Kel Sumbu golongan 1 tidak digunakan dalam perhitungan 5,05 9,09 7,52 13,53 10,10 18,18 15,04 27,07 JSKN Sumber: Hasil Perhitungan 079,63 134. 116,29 143,33 241. 409,32 96 373,525,60 748,57 Lia Vita Ilmi Putri Hartono dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . Jenis perkerasan kaku yang digunakan dalam penelitian ini yairu beton bersambung tanpa tulangan (BBTT) dengan dowel. Berdasarkan Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 dengan nilai Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga 748,57, maka didapatkan tebal pelat beton setebal 175 mm. LPA Kelas A setebal 125, diameter dowel 28 mm, panjang dowel 450 mm, jarak 300 mm, diameter tie bar 16 mm, panjang tie bar 700 mm, jarak 750 mm. Gambar 2. Potongan Melintang Perkerasan Kaku 5 Analisis Rencana Anggaran Biaya Nilai life cycle cost didapatkan dari penjumlahan biaya konstruksi dan biaya pemeliharaan di masa yang akan datang selama umur rencana. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Perkerasan Lentur Rencana anggaran biaya diperoleh dengan mengalikan volume perkerasan dengan AHSP Kabupaten Purworejo. Adapun rencana anggaran biaya untuk perkerasan lentur dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Rencana Anggaran Biaya Konstruksi Awal Perkerasan Lentur Uraian Satuan Harga Satuan Volume Jumlah Harga Galian tanah Rp 25. 759,99 Rp 8. 197,68 Timbunan Rp 158. 181,02 Rp 66. 030,46 suber galian Penyiapan Rp 9. 210,53 Rp 36. 100,95 badan jalan Lapis pengikat aspal Liter Rp 27. 805,89 Rp 44. 420,48 cair/emulsi Lapis perekat Liter Rp 20. 605,74 Rp 12. 441,45 cair/emulsi LPA kelas A Rp 396. 425,85 Rp 778. 787,80 AC - BC Ton Rp 1. 744,96 556,80 Rp 764. 195,79 AC - WC Ton Rp 1. 546,12 371,20 Rp 542. 599,93 Total Harga Rp 2. 774,54 Pembulatan Rp 2. 000,00 Terbilang Dua Miliar Dua Ratus Lima Puluh Empat Juta Tujuh Ratus Delapan Puluh Lima Ribu Rupiah Sumber: Hasil Perhitungan Pemeliharaan rutin dilakukan setiap 1 tahun sekali dengan asumsi jalan yang mengalami kerusakan yakni 5%. Pemeliharaan rutin yang dilakukan berupa penambalan lubang dan retak. Rencana anggaran biaya yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel 7. Lia Vita Ilmi Putri Hartono dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . Tabel 7. Rencana Anggaran Biaya Pemeliharaan Rutin Perkerasan Lentur Uraian Volume Harga Satuan Total Lapis AC-WC 18,56 ton Rp 1. 546,12 Rp. Lapis perekat aspal 30 liter Rp 20. 605,74 Rp 618. 172,07 cair/emulsi Total Rp 27. 802,07 Sumber: Hasil Perhitungan Diperoleh rencana anggaran biaya untuk pemeliharaan rutin perkerasan lentur adalah Rp. 802,07 setiap Pemeliharaan berkala dilakukan setiap 5 tahun sekali dengan asumsi jalan yang mengalami kerusakan yakni 10%. Pemeliharaan berkala berupa overlay lapis AC-WC setebal 4 cm seluas dan sepanjang jalan. Rencana anggaran biaya yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Rencana Anggaran Biaya Pemeliharaan Berkala Perkerasan Lentur Uraian Volume Harga Satuan Total Lapis AC-WC 371,2 ton Rp 1. 546,12 Rp 542. 599,93 Lapis perekat aspal cair/emulsi 600 liter Rp 20. 605,74 Rp 12. 441,45 Total Rp 554. 041,038 Sumber: Hasil Perhitungan Diperoleh rencana anggaran biaya untuk pemeliharaan berkala perkerasan lentur adalah Rp. 041,038 setiap lima tahun sekali. Agar sebanding dengan perkerasan kaku, pada tahun ke 20 perkerasan lentur dilakukan rekontruksi dengan rencana anggaran biaya dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Rencana Anggaran Biaya Rekontruksi Perkerasan Lentur Uraian Volume Harga Satuan Total Lapis AC-BC 556,8 ton Rp 1. 744,96 Rp 764. 195,79 Lapis AC-WC 371,2 ton Rp 1. 564,12 Rp 542. 599,93 Lapis resap pengikat aspal cair/emulsi Rp 27. 805,89 Rp 44. 420,48 Lapis perekat aspal cair/emulsi 600 liter Rp 20. 605,74 Rp 12. 441,45 Total Rp 1. 657,65 Sumber: Hasil Perhitungan Perhitungan RAB Perkerasan Kaku Rencana anggaran biaya diperoleh dengan mengalikan volume perkerasan dengan AHSP Kabupaten Purworejo. Adapun rencana anggaran biaya untuk perkerasan kaku dapat dilihat pada Tabel 10. Tabel 10. Rencana Anggaran Biaya Konstruksi Awal Perkerasan Kaku Uraian Satuan Harga Satuan Volume Jumlah Harga Galian tanah Rp 24. 149,29 Rp 14. 575,65 Timbunan pilihan dari suber galian Rp 158. 181,02 Rp 110. 717,43 Penyiapan badan jalan Rp 9. 210,53 Rp 36. 100,95 Stabilisasi Semen Rp 91. 515,15 Rp 54. 088,36 LPA kelas A Rp 396. 676,14 Rp 247. 590,45 Beton Fs 45 MPa Rp 1. 187,81 Rp 1. 464,39 Beton fcAy 10 MPa Rp 1. 378,22 Rp 597. 288,54 Baja Polos BJTP 280 Rp 15. 191,68 24387,32 Rp 370. 304,97 Baja tulangan sirip BjTS 420 Rp 15. 176,68 1380,75 Rp 20. 195,39 Plastik Rp 5. Rp 20. Total Harga Rp 2. 326,13 Pembulatan Rp 2. 000,00 Lia Vita Ilmi Putri Hartono dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . Uraian Terbilang Sumber: Hasil Perhitungan Satuan Harga Satuan Volume Jumlah Harga Dua Miliar Enam Ratus Dua Puluh Lima Juta Empat Ratus Tiga Belas Ribu Rupiah Didapat rencana anggaran untuk konstruksi awal perkerasan kaku adalah Rp 2. 000,00. Pemeliharaan rutin dilakukan setiap 1 tahun sekali dengan asumsi jalan yang mengalami kerusakan yakni 5%, didapat rencana anggaran biaya untuk pemeliharaan rutin perkerasan kaku sebesar Rp Rp 57. 573,22. Pemeliharaan berkala dilakukan setiap 5 tahun sekali dengan asumsi jalan yang mengalami kerusakan yakni 10%, didapatkan rencanan anggaran biaya untuk pemeliharaan berkala perkerasan kaku sebesar Rp 115. 146,44. Analisis Non Discounted Life Cycle Cost Biaya siklus hidup merupakan biaya yang diperlukan selama selama umur rencana suatu jalan yang meliputi biaya konstruksi dan pemeliharaan. Perbandingan biaya konstruksi dan biaya pemeliharaan untuk perkerasan kaku dan perkerasan lentur tersedia dalam Tabel 11 di bawah ini: Tabel 11. Pebandingan Biaya Perkerasan Lentur dan Perkerasan Kaku Perkerasan Lentur Perkerasan Kaku Konstruksi Rp 2. Rp 2. Pemeliharaan Rutin Rp. 802,07 Rp 57. 573,22 Pemeliharaan Berkala Rp 554. 041,38 Rp 115. 146,44 Rekonstruksi Rp 1. 657,65 Sumber: Hasil Perhitungan Perkerasan kaku dengan umur rencana 40 tahun memiliki nilai non discounted life cycle cost sebesar Rp 221,67 (Lima Miliar Seratus Lima Puluh Tujuh Juta Empat Ratus Enam Puluh Dua Ribu Dua Ratus Dua Puluh Satu Koma Enam Puluh Tujuh Rupia. , sedangkan untuk perkerasan lentur dengan umur rencana 20 tahun agar sebanding dengan perkerasan kaku, pada tahun ke 20 dilakukan rekontruksi dan pemeliharaan. Sehingga didapatkan nilai non discounted life cycle cost sebesar Rp 8. 613,55 (Delapan Miliar Tiga Ratus Sembilan Puluh Satu Juta Seratus Tujuh Puluh Tujuh Ribu Enam Ratus Tiga Belas Koma Lima Puluh Lima Rupia. Perhitungan Discounted Life Cycle Cost Discounted life cycle cost diperoleh dengan menjumlahkan biaya Pembangunan dan biaya peeliharaan yang terlah diubah menjadi nilai future dengan tingkat inflasi rata-rata lima tahun terakhir sebesar 2,71% dengan persamaan sebagai berikut F = P . Dengan: F = nilai mendatang P = nilai sekarang i = tingkat bunga n = periode Kemudian diubah kembali menjadi nilai present menggunakan tingkat suku bunga rata-rata selama lima tahu terakhir sebesar 4,65% dengan persamaan sebagai berikut. ya P = F(. a yeO)yea ) . Dengan: F = nilai mendatang P = nilai sekarang Lia Vita Ilmi Putri Hartono dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . i = tingkat bunga n = periode Perhitungan discounted life cycle cost dengan tingkat inflasi rata-rata lima tahun terakhir yakni 2,71% dan tingkat suku bunga rata-rata lima tahun terakhir sebesar 4,65% untuk perkerasan lentur sebesar Rp 6. 925,07 (Enam Miliar Seratus Lima Puluh Enam Juta Tiga Ratus Enam Belas Ribu Sembilan Ratus Dua Puluh Lima Koma Tuhuh Rupiah ) dan untuk perkerasan kaku sebesar Rp 4. 644,16 (Empat Miliar Tiga Ratus Tujuh Puluh Delapan Juta Seratus Dua Puluh Tiga Ribu Enam Ratus Empat Puluh Empat Koma Enam Belas Rupia. 6 Pembahasan Hasil Penelitian Hasil analisis tebal perkerasan jalan dengan metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 didapatkan tebal perkerasan untuk perkerasan lentur dan perkerasan kaku adalah sebagai berikut. Tabel 12. Tebal Perkerasan Lentur Lapis Perkerasan Tebal . Lapis AC Ae WC Lapis AC Ae BC Lapis Pondasi Agregat Kelas A Tergantung nilai CBR masingPerbaikan tanah masing STA Sumber: Hasil perhitungan Tabel 13. Tebal Perkerasan Kaku Lapis Perkerasan Tebal . Pelat Beton Lapis Agregat Kelas A Stabilisasi Semen Sumber: Hasil Perhitungan Perhitungan discounted life cycle cost dengan tingkat inflasi rata-rata 5 tahun terakhir yakni 2,71% dan tingkat suku bunga rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 4,65% untuk perkerasan lentur sebesar Rp 6. 391,14 dan untuk perkerasan kaku sebesar Rp 4. 644,16. Perbandingan discounted life cycle cost dapat dilihat pada Tabel 14 di bawah ini. Tabel 14. Perbandingan Discounted Life Cycle Cost Biaya Perkerasan Lentur Perkerasan Kaku Non Discounted Life Cycle Cost Rp 8. 613,55 Rp 5. 221,67 Discounted Life Cycle Cost Rp 6. 391,14 Rp 4. 644,16 Sumber: Hasil Perhitungan Dari Tabel 50 dapat disimpulkan bahwa selama umur rencana 40 tahun, biaya yang dibutuhkan perkerasan lentur lebih besar dibanding perkerasan kaku. Hal ini dapat terjadi karena pada struktur perkerasan lentur memiliki jumlah lapis perkerasan yang lebih banyak dibandingkan struktur perkerasan kaku. Berdasarkan aspek pemeliharaan, perkerasan lentur umumnya memerlukan pemeliharaan yang lebih sering dibandingan perkerasan Sifat material yang fleksibel membuat perkerasan lentur rentan terhadap retakan terutama pada permukaan. Retakan ini kemudian akan menjadi jalan masuknya air yang dapat mempercepat kerusakan pada lapisan di Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Hasil analisis untuk struktur perkerasan lentur terdiri dari lapis AC Ae WC dengan tebal 40 mm, lapis AC Ae BC 60 mm, lapis pondasi agregat kelas A 400 mm. Sementara itu, perkerasan kaku direncanakan bersambung Lia Vita Ilmi Putri Hartono dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . tanpa tulangan, dengan mutu beton FS 45 MPa terdiri dari pelat beton dengan tebal 175 mm, lapis pondasi agregat kelas A 125 mm, menggunakan tie bar diameter 16 mm, panjang 700 mm, jarak 750 mm, dan dowel diameter 28 mm, panjang 450 mm, jarak 300 mm. Berdasarkan pada perhitungan tebal perkerasan dan panjang jalan yang direncanakan maka didapatkan rencana anggaran biaya konstruksi perkerasan lentur sebesar Rp 2. 000,00 pemeliharaan rutin sebesar Rp 27. 802,07, pemeliharaan berkala sebesar Rp 554. 041,38, serta rekonstruksi sebesar Rp 657,65 sehingga non discounted life cycle cost untuk perkerasan lentur adalah Rp 613,55. Perkerasan kaku didapatkan rencana anggaran biaya konstruksi sebesar Rp 000, pemeliharaan rutin sebesar Rp 57. 573,22, dan pemeliharaan berkala sebesar Rp 146,44, sehingga non discounted life cycle cost untuk perkerasan kaku adalah Rp 5. 221,67 Hasil perhitungan nilai discounted life cycle cost selama umur rencana untuk perkerasan lentur sebesar sebesar Rp 6. 391,14 (Enam Miliar Empat Ratus Tujuh Belas Juta Lima Ratus Sembilan Puluh Lima Ribu Tiga Ratus Sembilan Puluh Satu Koma Satu Empat Rupia. , sedangkan untuk perkerasan kaku sebesar Rp 4. 644,16 (Empat Miliar Tiga Ratus Tujuh Puluh Delapan Juta Seratus Dua Puluh Tiga Ribu Enam Ratus Empat Puluh Empat Koma Enam Belas Rupia. , dapat disimpulkan perkerasan lentur membutuhkan biaya 1,47 kali lebih besar dibandingkan perkerasan kaku. Analisis biaya menunjukkan bahwa perkerasan kaku merupakan pilihan yang lebih efisien untuk ruas jalan Bencorejo Ae Angkrukketip Kabupaten Purworejo. Adapun saran yang dapat diberikan, antara lain: Penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode lain dalam perencanaan perkerasan jalan, seperti metode Analisa Komponen 1987 atau Manual Desain Perkerasan Jalan 2024. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan memberikan alternatif - alternatif pemeliharaan lain yang akan diberikan, seperti menambahkan biaya pekerjaan cold milling pada tahap rekonstruksi dan menggunakan rencana pemeliharaan tahun sebelumnya karena perbedaan dalam menentukan strategi pemeliharaan akan berpengaruh pada biaya siklus hidup jalan tersebut serta menggunakan analisa harga satuan pekerjaan yang telah diperbarui. Daftar Pustaka