ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DI DESA BATUAH KECAMATAN LOA JANAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Noor Mahmudah*. Aulia Rahman noormahmudanrh10@gmail. bp20@gmail. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan/E-Warung yang bekerja sama dengan Bank (Pedoman Pelaksanaan BPNT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Program BPNT di Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara kepada informan yang berjumlah 5 orang. Teknik analisis data yang digunankan dalam penelitian ini menggunakan model interaktif yaitu Reduksi data, penyajian data. Verifikasi Data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Pada Kantor Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara dikategorikan terimplementasi. Kata Kunci : Implementasi. Kebijakan. BPNT IMPLEMENTATION OF THE NON-CASH FOOD AID (BPNT) PROGRAM IN BATUAH VILLAGE, LOA JANAN SUB-DISTRICT. KUTAI KARTANEGARA REGENCY ABSTRACT The Non-Cash Food Aid (BPNT) is a social assistance program provided by the government in the form of non-cash food assistance, given monthly to Beneficiary Families (KPM) through an electronic account This account can only be used to purchase food items from food vendors or E-Warung . lectronic warun. in collaboration with the Bank (BPNT Implementation Guideline. The purpose of this research is to examine the implementation of the BPNT policy in Batuah Village. Loa Janan Sub-district. Kutai Kartanegara Regency. The research method used is descriptive with a qualitative approach. The data sources include primary and secondary data. Data collection techniques include observation, documentation, and interviews with five informants. The data analysis technique follows an interactive model, which includes data reduction, data presentation, data verification, and conclusion drawing. Based on the results of the study, it can be concluded that the implementation of the BPNT Program in Batuah Village. Loa Janan Sub-district. Kutai Kartanegara Regency is considered well-implemented. Keywords: Implementation. Policy. BPNT JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENDAHULUAN Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kaltim terus berlanjut, namun permasalahan data perlu terus diatasi dengan melakukan verifikasi dan validasi agar bantuan untuk keluarga miskin tepat sasaran. Demikian salah satu rekomendasi hasil Rapat Evaluasi Bantuan BPNT Provinsi Kaltim Tahun 2019. Kamis . /12/2. Rapat dipimpin Karo Kesra Setdaprov Kaltim Drs. Elto sekaligus mewakili Gubernur Kaltim. Hadir narasumber dari perwakilan Himpunan Bank-Bank Milik Negara(Himbar. Juga M. Yandra Darajat (Bulo. Sheila Reswati (Bank Indonesi. dan Hartati (Dinas Sosia. Tampak pula perwakilan seKaltim selaku pihak yang terkait dengan penyaluran BPNT. Hingga kini data jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk program BPNT tidak sama sehingga terjadi selisih data dan jumlah KPM di Provinsi. Kabupaten dan Kota bahkan Pusat. AuDiperlukan perbaikan Nomor Induk Keluarga (NIK) dan data KPM untuk menghindari kesalahan data. Misalnya ada penerima yang sudah meninggal dunia atau pindah domisili tapi masih masuk dalam daftar KPM. Selain itu, sering ditemukan adanya KKS tidak terdistribusi. KKS ganda. KKS eror. KKS saldo nol dan kartu Instan ter-top up,Ay kata Elto. (Kaltim, 2. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya melalui mekanisme akaun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan/E-Warung yang bekerja sama dengan Bank (Pedoman Pelaksanaan BPNT). Menurut . usanto, 2. Sesuai dengan peraturan presiden republic Indonesia nomor 63 tahun 2017 tentang penyaluran Bantuan pangan non tunai (BPNT), yang mengatur tentang program lanjutan dari bantuan sosial beras sejahtera ( Bansos Rasta ) dimana pemerintah hanya memberikan beras 10 kilogram per keluarga penerimaan manfaat (KPM). Kemudian program bantuan pangan non tunai tersebut dituangkan dan diatur dalam peraturan Menteri sosial RI Nomor 11 Tahun 2018 dan penyempurnaan pada peraturan JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Menteri nomor 20 Tahun 2019 tentang bantuan pangan non tunai, bantuan yang diberikan pemerintahan berupa program voucher pangan yang dapat digunakan untuk menebus dan membeli berbagai bahan pokok seperti beras, telur, tempe, dan lainnya diwarung, toko atau agen khusus yang diberi nama e-warong yang bekerja sama dengan bank penyalur dan memiliki mesin EDC. Program ini sebagai upaya meningkatkan akses dalam memenuhi hak dasar masyarakat miskin terhadap kebutuhan pangan. Dengan adanya reformasi ini, masyarakat yang belum sejahtera akan memiliki lebih banyak pilihan untuk membeli sembako dengan kualitas yang lebih baik serta memperoleh nutrisi yang lebih seimbangan. Berdasarkan hasil observasi awal terdapat permasalah yaitu terjadinya selisih data. Dari pernyataan diatas terlihat bahwa pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Pada Kantor Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara masih ditemukan permasalah dalam proses pelaksanaan program, keluhan masyarakat menjadi bukti bahwa kenyataannya program belum sepenuhnya berjalan Dalam hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Siregar A. , 2. (Muslim, 2012. Muslim, 2. , dan . ulyadi, 2. yang menyimpulkan bahwa AuImplementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) belum optimal karena rendahnya pengetahuan masyarakat tentang program BPNT dan rendahnya tingkat kepatuhan implementor yang disebabkan kurangnya pengawasan dari pemerintah menurut (Siregar A. , 2. Au. Sedangkan (Donita Putri Anwar, 2. yang menyimpulkan bahwa AuImplementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sudah optimal karena dalam pendistribusian program BPNT melalui e-warong sudah cukup optimal dan tepat sasaran, serta pihak kelurahan selalu berkoordinasi kepada pihak dinas sosial yang sekaligus juga pelaksana dari program tersebut sehingga sejauh ini program tersebut bisa dianggap berhasil untuk membantu warga miskin yang ada di kelurahan Alalak Selatan Menurut (Azizah, 2. Ay. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Berdasarkan pembahasan di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana Implementasi Kebijakan Program BPNT di Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara dengan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Program BPNT di Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Implementasi Van Meter & Van Horn Menurut pelaksanaan tindak oleh individu, pejabat, instasi pemerintah, maupun kelompok swasta dengan tujuan untuk menggapai citacita yang telah digariskan dalam keputusan Mazmanian & Sabatier Menurut mereka berdua implementasi yaitu pelaksanaan dari kebijakan dasar hukum juga berbentuk perintah keputusan. Proses pelaksanaannya berlangsung setelah jumlah Pengertian Kebijakan Menurut (Suharto, 2. Kebijakan Publik adalah apapun yang dipilih oleh pemerintah untuk dilakukan atau tidak dilakukan. Dan apabila pemerintah memilih untuk melakukan sesuatu maka harus ada tujuanya . karena kebijakan publik itu meliputi semua tindakan pemerintah, jadi bukan semata-mata merupakan pernyataan keinginan pemerintah atau pejabat pemerintah pun termasuk kebijaksanaan negara. Hal ini disebabkan karena Ausesuatu yang tidak dilakukanAy oleh pemerintah akan mempunyai pengaruh . yang sama besarnya dengan Ausesuatu yang dilakukanAy oleh pemerintah. Model Implementasi Kebijakan Dalam pendekatan yang diteorikan oleh Edward l . gustino, 2. terdapat empat variabel yang sangat menentukan keberhasilan implementasi suatu kebijakan, yaitu: Komunikasi JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Komunikasi atau pentransmisian informasi diperlukan agar para pembuat keputusan dan para implementor akan semakin konsisten dalam melaksanakan setiap kebijakan yang akan diterapkan dalam masyarakat. Terdapat tiga indikator yang dapat dipakai . tau digunaka. dalam mengukur keberhasilan variabel komunikasi tersebut diatas yaitu : transmisi, kejelasan, dan konsistensi. Sumber Daya Variabel atau faktor yang kedua yang mempengaruhi keberhasilan implementasi suatu kebijakan adalah sumber daya. Sumber Daya merupakan hal penting lainya. gustino, 2. mengimplementasikan kebijakan indikator sumber daya terdiri dari beberapa elemen yaitu staf, informasi, wewenang, dan fasilitas. Disposisi Variabel ketiga yang mempengaruhi tingkat keberhasilan implementasi kebijakan publik bagi menurut . gustino, 2. adalah Disposisi atau sikap dari pelaksana kebijakan adalah faktor penting penting ketiga dalam pendekatan mengenai pelaksanaan suatu kebijakan publik. Jika pelaksanaan suatu kebijakan ingin efektif, maka para pelaksana kebijakan tidak hanya harus mengetahui apa yang akan dilakukan tidak hanya harus mengetahuai apa yang akan dilakukan tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk melaksanakan, sehingga dalam praktiknya tidak terjadi bias. Struktur Birokrasi Variabel keempat, menurut . gustino, keberhasilan implementasi kebijakan publik adalah struktur birokrasi. Walaupun sumbersumber untuk melaksanakan suatu kebijakan tersedia, atau para pelaksana kebijakan mengetahui apa yang seharusnya dulakukan, dan mempunyai keinginan untuk melaksankan suatu kebijakan, kemungkinan kebijakan tersebut tidak dapat terlaksana atau terealisasi karena terdapatnya kelemahan dalam struktur ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Tinjauan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) . Pengertian Program Yang dikutip oleh (Farida, 2. mengemukakan definisi sebagai Ausegala sesuau yang dilakukan oleh seseorang dengan harapan akan mendatangkan hasil atau pengaruhAy. (Hasibuan, 2. mengungkapkan bahwa program adalah, suatu jenis rencana yang jelas dan konkret karena didalamnya sudah tercantum sasaran kebijakasanaan, prosedur, anggaran, dan waktu pelaksanaan yang telah Program juga termuat dalam UndangUndang RI Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, menyatakan bahwa program adalah instrument kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah/Lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran atau kegiatan masyrakat yang dikoordinasi oleh masyrakat. Dalam proses sesungguhnya dapat berhasil, kurang berhasil, ataupun gagal sama sekali apabila ditinjau dari wujud hasil yang dicapai atau outcomes. karena dalam proses tersebut turut bermain dan pengaruhnya bersifat mendukung maupun menghambat pencapaian sasaran suatu program. Pengaruh Bantuan Pangan Non Tunai Bantuan Pangan Non Tunai yang selanjutnya disingkat BPNT adalah Bantuan Sosial yang disalurkan secara nontunai dan pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulanya melalui uang elektronik selanjutnya digunakan untuk membeli bahan pangan yang telah ditentukan di e-warong. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Tujuan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) . Mengurangi beban pengeluaran KPM BPNT melalui pemenuhan sebagai kebutuhan pangan . Memberikan bahan pangan dengan gizi seimbang kepada KPM BPNT . Memberikan bahan pangan dengan tepat sasaran, tepat waktu, tepatjumlah, tepat kualitas, tepat harga, dan tepat . Memberikan lebih banyak pilihan dan kendali kepada KPM BPNT dalam memenuhi kebutuhan pangan. Kerangka Konseptual Gambar Kerangka Konseptual Sumber: diolah peneliti, 2024 METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan Menurut (Sugiyono, 2. pendekatan kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Penelitian ini juga menggunakan metode Menurut (Idrus, fenomenologi adalah penelitian yang melihat objek penelitian dalam satu konteks naturalnya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Menurut (Martono, 2. penelitian deskriptif merupakan tipe penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan sebuah karakter suatu variabel, kelompok atau gejala sosial yang sedang terjadi di tengah masyarakat. Tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, factual mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang akan Oleh karena itu, peneliti ini memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang bersifat actual yaitu gambaran tentang Implementasi Kebijakan Program Bantuan Pangan Non Tunai di Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara. Sampel Sumber Data Data primer Data primer merupakan data yang di peroleh dari keterangan langsung informan yang ditunjuk oleh penulis. Dalam penelitian ini, data primer diperoleh oleh peneliti adalah melalui wawancara. Adapun informasi wawancara adalah sebagai Pendamping BPNT: 1 orang Kasi Kesejahteraan Rakyat: 1 orang Masyarakat Penerima BPNT: 3 orang Data sekunder Data sekunder adalah data-data yang dimanfaatkan oleh peneliti yang berbentuk dokumen-dokumen, laporan-laporan dan datadata lain yang releven dengan penelitian ini. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah langkah yang paling strategis dalam penelitian karena tujuan utama dari penelitian yaitu untuk memperoleh data. Beberapa macam cara atau teknik pengumpulan data yaitu sebagai berikut: Observasi JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Pengumpulan data teknik observasi dilakukan dengan cara pengamatan langsung menggunakan panca indra mata sebagai alat bantu utamanya selain panca indra lainnya seperti telinga, hidung, lidah, kulit dan pencatatan terhadap,program bantuan pangan non tunai. Wawancara Wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang, melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seseorang lainnya dengan mengajukan pertanyaanpertanyaan, berdasarkan tujuan tertentu. Teknik yang digunakan adalah wawancara terstruktur dengan maksud agar narasumber dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan kebutuhan peneliti. Dokumentasi Dokumentasi merupakan tipe informasi untuk memperoleh data sekunder guna mendukung hasil penelitian. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara mengutip data yang tersedia dari sumber data. samping itu, data sekunder juga dapat diperoleh dengan cara menelaah dokumendokumen, peraturan perundangan, dan data tertulis lainnya yang releven dengan masalah Teknik Analisis Data Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan data kualitatif yang merupakan sumber dari deskripsi yang luas dan berlandasan kokoh, serta memuat penjelasan tentang prosesproses yang terjadi dalam lingkup setempat. Menurut Muhammad Idrus, teknik analisis data dalam penelitian kualitatif meliputi langkahlangkah sebagai berikut: Gambar Analisis Data Interaktif Miles Huberman dan Saldana ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Sumber: Miles dan huberman (Sugiyono, 2. Reduksi Data Reduksi Data merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian pada transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dari lapangan. Reduksi data berlangsung terus menerus sejalan pelaksanaan tertulis dari lapangan. Proses reduksi data akan terus berlangsung hingga akhir penelitian lengkap dapat tersusun dengan . Penyajian Data Langkah berikutnya setelah proses reduksi data berlangsung adalah penyajian data, yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan tindakan. Dengan mencermati penyajian data ini, peniliti akan lebih memahami apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan. Artinya apakah peneliti meneruskan analisisnya atau mencoba memperdalam temuan tersebut. Verifikasi dan Penarikan Kesimpulan Tahap akhir proses pengumpulan data adalah verifikasi dan penarikan kesimpiulan, yaitu sebagai penarikan arti data yang telah Beberapa cara yang dapat dilakukan dalam proses ini adalah melakukan pencatatan untuk pola-pola dan tema yang sama, pengelompokan. Kemudian penarikan kesimpulan berdasarkan pada pemahaman terhadap data yang disajikan dan dibuat dalam pernyataan singkat dan mudah dipahami dengan mengacu pada pokok permasalahan yang di teliti. Hasil Dan Pembahasan Hasil Penelitian Dari hasil rekapitulasi jawaban wawancara, serta dari pengamatan penulis, maka penulis menyimpulkan atau membahas dengan aspek komunikasi yang menjadi tolak ukur untuk mengetahui dan menganalisis Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada Kantor Desa Batuah Kecamatan Loa JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Janan Kabupaten Kutai Kartanegara sudah berjalan optimal hal tersebut dapat dilihat dari indikator berikut: Transmisi (Penyaluran Informas. Penyaluran informasi terhadap tahap registrasi, pembukaan rekening, maka diketahaui bahwa Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sudah sangat terimplementasi. Kejelasan Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dilihat dari aspek komunikasi dari indicator kejelasan terhadap tahap registrasi, pembukaan rekening, edukasi, sosialisasi, penyaluran dana, serta pembelian barang, maka diketahui bahwa Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) cukup Konsistensi Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara dari indicator konsistensi terhadap tahap registrasi, pembukaan rekening, edukasi, dan sosialisasi, penyaluran dana, serta pembellian barang, maka diketahui bahwa Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai cukup terimplementasi. Pembahasan Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara yang terdiri dari indikator. Transmisi (Penyaluran Informas. Kejelasan, dan Konsestensi. Berikut pembahasan dari hasil penelitian sebagai berikut: Transmisi (Penyaluran Informas. Penyaluran informasi terhadap tahap registrasi, pembukaan rekening, maka diketahaui bahwa Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sudah sangat terimplementasi. Hal ini dibuktikan dari hasil wawancara yang ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dilakukan dengan lima informan bahwa informasi mengenai adanya Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Batuah dan mekanisme program sudah disalurkan kepada masyarakat yang menerima bantuan tersebut. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Azizah, 2. , (Donita Putri Anwar, 2. yang kesimpulannya adalah Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sudah berjalan dengan baik. Kejelasan Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dilihat dari aspek komunikasi, dari indicator kejelasan terhadap tahap registrasi, pembukaan rekening, edukasi, sosialisasi, penyaluran dana, serta pembelian barang, maka diketahui bahwa Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) cukup Hal ini dibuktikan dari hasil wawancara yang dilakukan dengan informan yang sebagian mengatakan bahwa komunikasi yang diberikan mengenai pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sudah jelas dan sebagian kurang jelas karena penyampaian iformasi registrasi dan pembukaan rekening berbelit-belit, materi edukasi dan menggunakan singkatan dan istilah asing yang sulit dipahami, serta adanya perbedaan informasi penyaluran dana dan pembelian barang sehingga terjadi bias di masyarakat mengenai Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Siregar A. , 2. (Muslim, 2. ulyadi, 2. , yang kesimpulannya adalah Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) belum sepenuhnya terlaksana dengan baik. Konsestensi JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara dari indicator konsistensi terhadap tahap registrasi, pembukaan rekening, edukasi, dan sosialisasi, penyaluran dana, serta pembellian barang, maka diketahui bahwa Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai cukup terimplementasi. Hal ini dibuktikan dari hasil wawancara yang dilakukan bahwa sebagian informan merasa komunikasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) belum konsisten, terdapat kendala pada waktu pelaksanaan registrasi yang tidak pasti, penyerahan Kartu Keluarga Sejahtera yang tidak pasti, dan tahap pembelian barang pada e-warong yang menyediakan barang berubah-ubah setiap bulannya dan tidak sesuai dengan barang yang dibutuhkan oleh KPM. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan (Siregar A. , 2. (Muslim, 2. , dan . ulyadi, 2. , yang kesimpulannya adalah Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) belum sepenuhnya terlaksana dengan baik. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Pada Kantor Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara dikategorikan terimplementasi. SARAN Saran-saran atas penelitian ini antara lain : Diharapkan kepada Pemerintah Desa Batuah dapat meningkatkan Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) agar menjadi sangat terimplementasi dan baik. Pada mekanisme penyaluran Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) banyak informasi yang belum memberikan kejelasan, sehingga diharapkan Pemerintah Desa dan Pendamping BPNT lebih detail, padat, dan jelas dalam ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB menyampaikan informasi kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Diharapkan kepada Pemerintah Desa Batuah untuk lebih memperhatikan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar dana Bantuan yang masuk ke rekening KPM sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Diharapkan bagi Pemerintah Desa dan Pendamping Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk lebih memperhatikan agen e-warong agar dapat menyediakan barang yang pasti dan sesuai dengan permintaan Keluarga Peneriama Manfaat (KPM). Diharapkan kepada Pemerintah Desa Batuah dan Pendamping Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk lebih berkoordinasi satu sama lain agar informasi yang di sampaikan kepada masyarakat tidak berbeda-beda. DAFTAR PUSTAKA