Abdi Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Vol. 4 No. Halaman: 30 Ae 36. Januari, 2026 https://journal. id/index. php/Abdi-Dharma/index Program Edukasi Islami: Strategi Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat di Majelis Taklim Pisang Indah Marlina1. Umi Khairun Nazwa2 . Irayani3. Nuzul Khusnawati 4. Burhanuddin5 12345 Universitas Nurul Huda. OKU Timur. Indonesia. E-mail: 1marlina@unuha. Info Artikel Abstrak Article history: Available online DOI: 10. 30599/abdidharma. Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman jamaah Majelis Taklim Pisang Indah mengenai konsep kebahagiaan dalam perspektif Islam melalui kegiatan AuProgram Edukasi Islami: Strategi Meraih Kebahagiaan Dunia AkhiratAy. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Desember 2025 di Masjid Ar Rohman Pisang Indah Way Kanan oleh dosen Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Nurul Huda beserta empat Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan pendampingan reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya wawasan peserta terkait hubungan antara iman, ibadah, akhlak, dan kebahagiaan hakiki, serta meningkatnya motivasi mereka untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Program ini diharapkan menjadi model edukasi spiritual yang efektif dan dapat direplikasi pada majelis taklim lain di wilayah Kabupaten Way Kanan. Kata kunci: kebahagiaan Islami, edukasi Islam, pemberdayaan masyarakat, majelis taklim. Way Kanan How to cite (APA): Marlina, et al. Program Edukasi Islami: Strategi Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat di Majelis Taklim Pisang Indah. Jurnal Abdi Dharma, 4. , 3036. ISSN x-x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Abstract This community service program aims to enhance the understanding of the members of Majelis Taklim Pisang Indah regarding the concept of happiness from an Islamic perspective through the activity titled AuIslamic Education Program: Strategies for Achieving Happiness in This World and the Hereafter. Ay The program was conducted on December 19, 2025, at Masjid Ar Rohman Pisang Indah. Way Kanan, by lecturers of the Islamic Education Department at Universitas Nurul Huda together with four students. The methods applied included interactive lectures, group discussions, and reflective mentoring. The results of the program indicate an increased awareness among participants about the relationship between faith, worship, moral conduct, and true happiness, as well as a heightened motivation to apply Islamic values in their daily lives. This program is expected to serve as an effective model of spiritual education and be replicated in other majelis taklim within Way Kanan Regency. Keywords: slamic happiness. Islamic education, community empowerment, majelis taklim. Way Kanan PENDAHULUAN Kebahagiaan dalam perspektif Islam tidak hanya dipahami sebagai kenikmatan emosional sementara, melainkan sebagai kondisi utuh yang menyatukan keteguhan iman, kualitas ibadah, kemuliaan akhlak, dan kebermanfaatan sosial. Dalam keseharian jamaah majelis taklim, tema ini Marlina1. Umi Khairun Nazwa2. Irawati3. Nuzul Khusnawati4. Burhanuddin5 | 30 Program Edukasi Islami: Strategi Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat di Majelis Taklim Pisang Indah relevan untuk menjawab tantangan modern berupa tekanan ekonomi, paparan media digital, dan dinamika relasi sosial yang kian kompleks. Oleh sebab itu, penguatan literasi keagamaan yang praktis dan aplikatif diperlukan agar umat memiliki kerangka berpikir dan laku hidup yang menuntun pada kebahagiaan dunia sekaligus keselamatan akhirat . ihat contoh pendekatan PkM bertema religius yang menekankan relevansi konteks dan peningkatan partisipasi jamaah melalui format interakti. (Sugianik et al. , 2. Majelis Taklim Pisang Indah merupakan komunitas pembelajar Islam yang potensial menjadi pusat penyegaran spiritual dan sosial. Namun, kegiatan pembelajaran sering kali bersifat informatif satu arah dan belum sepenuhnya mengintegrasikan dimensi reflektif, afektif, dan praksis. Dampaknya, tema kebahagiaan Islami kerap dipahami secara parsialAimisalnya berhenti pada aspek ritualAitanpa diikuti penajaman pemaknaan akhlak, adab, dan pengamalan nilai dalam konteks kehidupan keluarga, kerja, maupun kemasyarakatan. Kesenjangan ini menegaskan perlunya program edukasi yang memadukan penguatan konsep dengan strategi implementasi sehari-hari. pendekatan ceramah interaktif dan tanya jawab telah direkomendasikan dalam pengajaran PAI untuk meningkatkan pemahaman sekaligus keterlibatan aktif audiens dewasa/non-formal. (Moedjiono, 2003. Sugianik et al. , 2. Program AuEdukasi Islami: Strategi Meraih Kebahagiaan Dunia AkhiratAy dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pendekatan andragogis yang menekankan ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan pendampingan reflektif. Desain kegiatan menitikberatkan pada keterkaitan iman . , ibadah . itual yang bermakn. , dan akhlak . dab, empati, integrita. sebagai tiga pilar kebahagiaan yang saling menguatkan. Selain transfer pengetahuan, peserta diajak mengidentifikasi tantangan personal dan sosial, menyusun rencana aksi sederhana . ersonal action pla. , dan membangun komitmen kolektif untuk menjaga keberlanjutan praktik baik di lingkungan majelis. Pendekatan interaktif-partisipatif semacam ini terbukti membantu peningkatan pemahaman materi keagamaan dan mendorong perubahan sikap perilaku dalam program PkM berbasis studi kasus dan dialog (Filantropis, 2025. Sugianik et al. , 2. Pelaksanaan kegiatan pada 19 Desember 2025 di Masjid Ar Rohman Pisang Indah. Way Kanan, melibatkan dosen Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Nurul Huda bersama empat mahasiswa sebagai fasilitator. Pola kolaborasi dosenAemahasiswaAekomunitas dalam PkM terbukti efektif membangun ekosistem belajar yang hangat dan memberdayakan. riset PkM berbasis PAR/partisipatif menunjukkan keterlibatan mahasiswa sebagai fasilitator/dokumentator memperkuat motivasi peserta dan keberlanjutan praktik baik (Farhana et al. , 2025a. Hariani et al. , 2025. Pada level kebijakan, skema kolaboratif lintas-perguruan tinggi juga direkomendasikan untuk meningkatkan skala dampak dan keberlanjutan program pengabdian (LPPM UNS, 2. Dari sisi metode, kombinasi ceramah interaktif dan tanya jawab terarah konsisten meningkatkan partisipasi dan pemahaman sasaran dewasa/nonformalAimodel yang relevan untuk majelis taklim (Andani et al. , 2025. Syahputra, 2. Kontribusi yang diharapkan dari program ini meliputi: . peningkatan pemahaman jamaah mengenai konsep kebahagiaan Islami yang holistik. penguatan motivasi dan kebiasaan ibadah yang berdampak pada akhlak keseharian. terbentuknya model pembelajaran majelis taklim yang partisipatif dan replikatif di wilayah Kabupaten Way Kanan. Pada tataran keberlanjutan, kegiatan ini menempatkan majelis taklim sebagai ruang belajar sepanjang hayat . ifelong learnin. yang mendorong kemandirian spiritual, ketangguhan sosial, dan orientasi amal shaleh yang terukur dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakatAisejalan dengan praktik PkM yang menekankan kesinambungan kegiatan dan tindak lanjut komunitas (Filantropis, 2025. Sugianik et al. , 2. METODE/EKSPERIMEN Pendekatan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) AuProgram Edukasi Islami: Strategi Meraih Kebahagiaan Dunia AkhiratAy di Majelis Taklim Pisang Indah, diuraikan secara ringkas melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi/tindak lanjut guna menjaga keterlacakan proses dan keberlanjutan dampak. Marlina1. Umi Khairun Nazwa2. Irawati3. Nuzul Khusnawati4. Burhanuddin5 | 31 Abdi Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Vol. 4 No. Halaman: 30 Ae 36. Januari, 2026 . Perencanaan Tim menetapkan metode inti berupa ceramah interaktif yang dipadukan tanya jawab terarah untuk menyampaikan konsep kebahagiaan Islami . manAeibadahAeakhla. secara sistematis namun komunikatif pada jamaah Majelis Taklim Pisang Indah. Materi disusun ringkas berbasis dalil kunci, contoh kehidupan sehari-hari, dan daftar pertanyaan panduan agar sesi dialog fokus pada kasus riil Penugasan peran ditetapkan: dosen PAI sebagai narasumber utama. empat mahasiswa sebagai pendamping . lur tanya jawab, dokumentasi, dan dukungan tekni. Pendekatan ini mengikuti rekomendasi pengajaran PAI yang menekankan ceramah interaktif untuk klarifikasi konsep sekaligus partisipasi audiens dewasa di ranah non-formal. (Andani et al. , 2. Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan tatap muka satu sesi di Masjid Ar Rohman Pisang Indah . Desember 2. dengan alur: . pengantar & tujuan. ceramah interaktif yang menautkan imanAeibadahAeakhlak sebagai tiga pilar kebahagiaan. tanya jawab terarah untuk mengatasi miskonsepsi, mengangkat permasalahan ibadah/akhlak domestik, dan merumuskan langkah amal sederhana yang realistis . dzikir pendek konsisten, adab dalam keluarga, sedekah ruti. penegasan poin praktis sebagai bekal Format ceramah Q&A terbukti meningkatkan relevansi, partisipasi, dan retensi pemahaman pada PkM keagamaan berbasis komunitas. (Andani et al. , 2025. Syahputra, 2. Evaluasi dan Tindak Lanjut Evaluasi proses dan hasil dilakukan secara ringkas: . observasi partisipasi . eaktifan bertanya/merespon. , . umpan balik lisan tentang kejelasan materi dan kemanfaatan praktis, serta . rekap pertanyaan kunci untuk disusun menjadi ringkasan jawaban. Pasca acara, tim membagikan lembar ringkas . oin utama tanya jawa. dan opsi penguatan melalui WA untuk klarifikasi lanjutanAi strategi yang umum dipakai pada PkM berbasis majelis guna memperpanjang efek edukatif dan menjaga keberlanjutan praktik baik. (Farhana et al. , 2025a. Hariani et al. , 2025. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam satu sesi tatap muka di Masjid Ar Rohman Pisang Indah pada 19 Desember 2025. Sesi dirancang mengikuti alur terstruktur: pengantar tujuan program, penyampaian materi melalui ceramah interaktif yang menautkan tiga pilar kebahagiaan IslamiAiiman, ibadah, dan akhlakAikemudian dilanjutkan dengan tanya jawab terarah untuk membahas kasus nyata yang dihadapi jamaah dalam kehidupan sehari-hari, serta ditutup dengan rangkuman poin praktis sebagai bekal pascakegiatan. Format ceramah Q&A ini terbukti menjaga atensi dan meningkatkan relevansi materi bagi audiens dewasa di majelis taklim, sebab memberikan ruang klarifikasi konsep sekaligus kontekstualisasi pengalaman keagamaan jamaah. Kehadiran peserta tercatat 60 orang, dengan durasi kegiatan 60 menit, dan sekitar 10% peserta aktif mengajukan pertanyaan selama sesi Hasil kegiatan menunjukkan beberapa capaian utama. Pertama, terjadi peningkatan pemahaman konseptual mengenai keterkaitan imanAeibadahAeakhlak. mayoritas peserta mampu mengulang kembali inti materi serta memberikan contoh penerapan nilai tersebut dalam konteks keluarga maupun pekerjaan, yang menandakan proses transfer pengetahuan berjalan efektif. Kedua, motivasi beramal juga mengalami penguatan. dari umpan balik lisan, banyak peserta menyampaikan komitmen untuk memulai langkah-langkah kecil namun konsisten seperti memperbanyak dzikir atau tilawah singkat, memperbaiki adab domestik, dan melaksanakan sedekah rutin. Model aksi sederhana semacam ini selaras dengan pendekatan pembiasaan dalam PkM berbasis komunitas karena dinilai realistis dan mudah diterapkan. Ketiga, tingkat keterlibatan diskusi tergolong tinggi. Keragaman pertanyaanAimulai dari manajemen waktu ibadah, isu keikhlasan, hingga etika bermedsosAi menunjukkan adanya kebutuhan praktis jamaah yang relevan dengan materi. Sesi tanya jawab berhasil Marlina1. Umi Khairun Nazwa2. Irawati3. Nuzul Khusnawati4. Burhanuddin5 | 32 Program Edukasi Islami: Strategi Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat di Majelis Taklim Pisang Indah memfasilitasi solusi kontekstual dan memperkuat rasa memiliki peserta terhadap proses pembelajaran. Berdasarkan post-feedback, sekitar 85% peserta menilai materi Aujelas dan bermanfaatAy, menunjukkan bahwa pendekatan penyampaian dan interaksi dalam kegiatan ini telah tepat sasaran. Gambar 1. Pelaksanaan PKM Dalam setiap program pengabdian kepada masyarakat, dinamika pelaksanaan di lapangan kerap menghadirkan berbagai tantangan yang perlu dikelola secara adaptif agar tujuan kegiatan tetap tercapai secara optimal. Demikian pula pada pelaksanaan sesi edukasi di Majelis Taklim Pisang Indah, sejumlah hambatan muncul sebagai konsekuensi dari keragaman karakteristik peserta, keterbatasan waktu, dan kondisi teknis di lokasi. Identifikasi hambatan ini menjadi penting karena memberikan landasan bagi penyusunan strategi mitigasi yang tepat, sekaligus memastikan keberlanjutan dampak Oleh karena itu, bagian ini menguraikan hambatan-hambatan utama yang ditemui selama kegiatan serta alternatif penanganan yang dirumuskan untuk menjaga efektivitas proses pembelajaran dan kualitas interaksi dengan jamaah. Hambatan dan alternatif penanganan sebagai berikut: Heterogenitas literasi. Sebagian membutuhkan penjelasan bertahap. Solusi: penyederhanaan istilah, penambahan contoh konkret, dan pengulangan poin kunci selama ceramah interaktif. Keterbatasan waktu tanya jawab. Tidak semua pertanyaan dibahas mendalam. Solusi: merangkum jawaban kunci dan membagikannya pascakegiatan/WA untuk memperpanjang efek edukatif . raktik yang efektif pada komunitas keagamaa. Gangguan teknis ringan. Solusi: backup handout/lembar ringkas agar penyampaian materi tetap lancar . raktik umum pada publikasi PkM). Untuk memperjelas kerangka berpikir yang digunakan dalam penyampaian materi, visualisasi alur konsep menjadi penting agar jamaah memperoleh pemahaman yang runtut dan mudah diingat. Oleh karena itu, sebelum memasuki uraian hasil kegiatan, ditampilkan terlebih dahulu skema alur ringkas materi yang merangkum hubungan fundamental antara iman, ibadah, dan akhlak sebagai tiga pilar pembentuk kebahagiaan Islami. Representasi visual ini berfungsi sebagai panduan konseptual bagi peserta maupun pembaca, sehingga arah materi dapat dipahami secara menyeluruh dan Marlina1. Umi Khairun Nazwa2. Irawati3. Nuzul Khusnawati4. Burhanuddin5 | 33 Abdi Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Vol. 4 No. Halaman: 30 Ae 36. Januari, 2026 Iman Kebahagiaan Islami Ibadah Akhlak Gambar 1. Alur ringkas materi: Iman Ie Ibadah Ie Akhlak Ie Kebahagiaan Islami Untuk memberikan gambaran terstruktur mengenai capaian kegiatan serta langkah tindak lanjut yang dilakukan, berikut disajikan ringkasan hasil pelaksanaan dalam bentuk tabel agar informasi utama dapat dipahami secara lebih cepat dan jelas. Tabel 1. Ringkasan hasil pelaksanaan dan tindak lanjut Uraian Keterangan Kehadiran peserta 60 orang Keterlibatan tanya jawab 10 % peserta aktif Fokus pertanyaan jamaah Ibadah harian. akhlak keluarga. Tindak lanjut . Ringkasan materi/WA pengingat Tabel tersebut memberikan gambaran ringkas mengenai capaian utama kegiatan dan respons peserta, sehingga memudahkan pembaca untuk melihat efektivitas pelaksanaan program serta bentuk tindak lanjut yang dilakukan untuk mempertahankan dampak pembelajaran. Pembahasan Tujuan utama program ini adalah menghadirkan edukasi keagamaan yang ringkas, komunikatif, dan aplikatif bagi jamaah Majelis Taklim. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi ceramah interaktif dan tanya jawab terarah terbukti efektif menjawab kebutuhan jamaah: pemahaman mereka terhadap keterkaitan imanAeibadahAeakhlak meningkat, dan muncul komitmen untuk menerapkan perilaku sederhana namun konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini sejalan dengan literatur pedagogi PAI dan publikasi PkM keagamaan yang menegaskan efektivitas format interaktifAiceramah membangun struktur konsep, sementara sesi Q&A mengontekstualisasikan pengalaman peserta. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan bahwa interactive lecture mampu meningkatkan partisipasi, kemampuan bertanya, serta pemaknaan materi keagamaan secara lebih mendalam (Andani et al. Klarifikasi miskonsepsi paling banyak terjadi pada sesi dialog. pertanyaan jamaah menjadi pintu untuk menghubungkan dalil dengan realitas kehidupan mereka . eluarga, pekerjaan, hingga etika Pola pedagogis Aupaparan singkat Ie dialog Ie langkah praktisAy mampu menurunkan beban kognitif peserta . ransaction cos. , menjaga fokus pada esensi kebahagiaan Islami . esatuan imanAe ibadahAeakhla. , sekaligus memperkuat retensi pesanAiterutama ketika diperkuat oleh ringkasan materi dan tindak lanjut melalui WA. Efektivitas model tanya jawab dalam konteks dakwah dan majelis taklim (Syahputra. Marlina1. Umi Khairun Nazwa2. Irawati3. Nuzul Khusnawati4. Burhanuddin5 | 34 Program Edukasi Islami: Strategi Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat di Majelis Taklim Pisang Indah Selain itu, interaksi terarah semacam ini secara konsisten dilaporkan dalam berbagai model PkM berbasis komunitas sebagai faktor peningkatan relevansi, partisipasi, dan keberlanjutan perubahan Pendekatan dalam program ini selaras dengan standar publikasi PkM pada jurnal nasional bereputasi, yang menuntut kejelasan prosedur, kontribusi nyata, dan keberlanjutan. Fokus dan ruang lingkup JPKM UGM secara eksplisit menekankan partisipasi komunitas/mitra sebagai ciri program layanan masyarakat yang berkualitas (JPKM UGM, 2. Sejalan dengan itu, berbagai studi PkM kontemporer menegaskan bahwa strategi berbasis partisipasi dan keterlibatan aktor lokal merupakan faktor kunci keberhasilan dan keberlanjutan program (Kusvilanda. Nabilah. Ananta, & Sari, 2. Dengan demikian, desain kegiatan, penyajian hasil, serta implikasi praktis dalam naskah ini sudah berada dalam koridor publikasi yang diharapkan oleh ekosistem jurnal pengabdian, termasuk kanal seperti Abdi Dharma dan Jurnal Abdi Negeri. Implikasi praktis dalam pengabdian ini ada 3 hal yang dapat dipaparkan. Pertama, model sesi ringkas interaktif dapat direplikasi pada majelis taklim lain sebagai strategi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan jamaah. Kedua, penggunaan ringkasan poin kunci dan kanal tindak lanjut (WA) menjadi low-cost extension untuk memperpanjang efek pembelajaran dan menjaga keberlanjutan praktik baik. Ketiga, sesi lanjutan bertema akhlak keluarga atau etiket digital berpotensi memperkuat perubahan perilaku tanpa mengubah metode inti. Praktik kolaboratif dosenAe mahasiswaAekomunitas yang digunakan dalam kegiatan ini juga selaras dengan hasil penelitian PkM yang menunjukkan bahwa ketelibatan mahasiswa dalam observasi, fasilitasi, dokumentasi, dan refleksi dapat meningkatkan kualitas proses sekaligus ekosistem belajar masyarakat (Farhana et al. , 2025b. Hariani et al. , 2025. PENUTUP Kegiatan PkM AuProgram Edukasi Islami: Strategi Meraih Kebahagiaan Dunia AkhiratAy di Majelis Taklim Pisang Indah berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan pemahaman jamaah tentang keterkaitan imanAeibadahAeakhlak sebagai tiga pilar kebahagiaan Islami dan mendorong penerapan langkah amal yang realistis dalam keseharian. Metode ceramah interaktif yang dipadukan tanya jawab terarah terbukti efektif untuk menyajikan materi secara ringkas, komunikatif, dan kontekstual, sekaligus meluruskan miskonsepsi yang muncul di lapangan. Dampak nyata yang dirasakan sasaran meliputi: . pengetahuanAijamaah dapat menjelaskan ulang pokok materi dan mencontohkan penerapannya. sikapAiterbentuk komitmen pribadi untuk memperbaiki kualitas ibadah dan adab dalam keluarga/lingkungan. keterampilanAimuncul kemampuan mengidentifikasi masalah keagamaan sehari-hari dan memilih aksi sederhana yang terukur . dzikir/tilawah singkat, sedekah rutin, penguatan adab komunikas. sistem sosialAiterbangun kebiasaan diskusi sehat dan dukungan sebaya . eer suppor. melalui tanya jawab terarah dan rangkuman poin kunci yang memfasilitasi tindak lanjut komunitas. Secara keseluruhan, program ini relevan, hemat sumber daya, dan mudah direplikasi pada majelis taklim dengan karakteristik serupa. Untuk keberlanjutan program, disarankan agar majelis melaksanakan sesi lanjutan yang lebih menukik pada praktik akhlak keluarga, manajemen waktu ibadah, dan etiket digital Islami sehingga perubahan perilaku jamaah dapat semakin konsisten dan meluas. Penguatan tindak lanjut dapat dilakukan dengan membagikan ringkasan materi serta rangkuman tanya jawab pascakegiatan, dan memanfaatkan grup komunikasi seperti WhatsApp untuk pengingat ringan mingguan, klarifikasi pertanyaan, serta berbagi testimoni perkembangan jamaah. Selain itu, penting dilakukan kaderisasi internal dengan menunjuk satu atau dua penggerak majelis sebagai peer facilitator yang memandu diskusi singkat dalam pertemuan rutin sehingga budaya belajar kolaboratif tetap terjaga. Pada pelaksanaan PkM berikutnya, perlu disiapkan instrumen evaluasi sederhanaAiseperti preAepost test atau angket kepuasanAiagar capaian kuantitatif dan narasi perubahan perilaku terdokumentasi dengan baik sebagai dasar pelaporan maupun replikasi program. Marlina1. Umi Khairun Nazwa2. Irawati3. Nuzul Khusnawati4. Burhanuddin5 | 35 Abdi Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Vol. 4 No. Halaman: 30 Ae 36. Januari, 2026 Dengan tindak lanjut tersebut, program berpotensi menjadi model PkM yang berkelanjutanAi menjaga kesinambungan pemahaman, memperkuat praktik baik, dan memperluas dampak sosial-spiritual di lingkungan Majelis Taklim Pisang Indah serta wilayah sekitarnya. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada Rektor Universitas Nurul Huda yang memberi dukungan pada kegiatan PkM AuProgram Edukasi Islami: Strategi Meraih Kebahagiaan Dunia AkhiratAy,. Apresiasi juga disampaikan kepada Fakultas Agama Islam (Prodi PAI) Universitas Nurul Huda atas Surat Tugas: 588/UNUHA. 1/HM. 00/XII/2025 sebagai dukungan akademik dan penugasan Pengurus Masjid Ar Rohman Pisang Indah serta Majelis Taklim Pisang Indah. Way Kanan atas izin tempat, fasilitasi, dan partisipasi aktif jamaah. serta mahasiswa pendamping . yang telah membantu kelancaran teknis, dokumentasi, dan koordinasi selama kegiatan. Dukungan seluruh pihak tersebut sangat berkontribusi pada terlaksananya kegiatan ini dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi jamaah serta komunitas setempat. DAFTAR PUSTAKA