Analisis sektor unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 (AzraA. Analisis sektor unggulan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 Kurniawan AzraAo Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta. Indonesia, 22918007@students. Abstrak Provinsi NTB mencatat pertumbuhan ekonomi yang menjadi yang keempat tertinggi di Indonesia, setelah provinsi Maluku Utara. Sulawesi Tengah, dan Papua. Setiap wilayah memiliki sektor ekonomi yang menjadi keistimewaan unik dari wilayahnya masing- masing. Penelitian ini bertujuan untuk menguji industri-industri kunci di Provinsi NTB yang memiliki kemampuan bersaing secara efektif, kompetitivitas, dan spesialisasi, sambil menentukan sektor dasar yang perlu diberikan prioritas. Informasi ini menjadi pertimbangan penting, terutama untuk membantu Pemerintah Provinsi NTB dalam menyusun strategi pertumbuhan ekonomi ke depan. Peneliti menerapkan Location Quotient dan Shift Share sebagai metodologi Temuan penelitian mengungkapkan jika Provinsi NTB memiliki sembilan industri yang memiliki keunggulan tersendiri, dengan sektor pertambangan dan penggalian menunjukkan nilai Location Quotient tertinggi dengan rata- rata, ialah sebesar 2,158. Analisis Proporsional mengidentifikasi delapan sektor di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mempunyai keunggulan struktural. Sektor-sektor tersebut antara lain: kegiatan kesehatan dan layanan pendidikan. pertahanan dan jaminan sosial wajib. administrasi pemerintahan. real estate. transportasi dan pergudangan. reparasi kendaraan bermotor dan sepeda bermotor. perdagangan grosir dan eceran. pertambangan dan penggalian. kehutanan dan perikanan. dan Layanan Lainnya. Sementara itu, sektor PDRB yang mengalami keuntungan lokasional di Provinsi NTB, meliputi sektor kesehatan dan sosial. layanan pendidikan. pertahanan dan jaminan sosial wajib. administrasi pemerintahan. real estate. transportasi dan reparasi kendaraan bermotor dan sepeda bermotor. perdagangan grosir dan pertambangan dan penggalian. kehutanan dan perikanan. dan Layanan Lainnya. Ini memberikan tanda jika kelima wilayah di Provinsi NTB layak secara ekonomi di berbagai lokasi geografis. Kata Kunci: Sektor Unggulan. Location Quotient (LQ). Shift-Share (SS) Analysis of the leading sectors of West Nusa Tenggara Province Abstract NTB Province recorded the fourth highest economic growth in Indonesia, after the provinces of North Maluku. Central Sulawesi, and Papua. Each region has an economic sector that is a unique feature of its respective region. This study aims to examine key industries in NTB Province that have effective competitive ability, competetivity, and specialization, while determining the basic sectors that need to be given priority. This information is an important consideration, especially to assist the NTB Provincial Government in formulating future economic growth strategies. In this study, researchers applied Location Quotient and Shift Share as their analysis methodology. The research findings revealed that NTB Province has nine industries that have their own advantages, with the mining and quarrying sector showing the highest Location Quotient value with an average of 2,158. Proportional Analysis identified eight sectors in the West Nusa Tenggara (NTB) region that have structural advantages. These sectors include: health and social activities. educational services. defense and compulsory social security. government administration. real estate. transportation and warehousing. repair of motor vehicles and motor bicycles. wholesale and retail trade. mining and quarrying. forestry and fisheries. Other Services. Meanwhile, the GRDP sector that experienced locational benefits in NTB Province, including the health and social sectors. educational services. defense and compulsory social security. DOI: 10. 25273/equilibrium. Copyright A 2024 Universitas PGRI Madiun Some rights reserved. | 76 Analisis sektor unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 (AzraA. government administration. real estate. transportation and warehousing. repair of motor vehicles and motor bicycles. wholesale and retail trade. mining and quarrying. forestry and fisheries. Other Services. This gives a sign that the five regions in NTB Province are economically viable in various geographical locations. Keywords: Leading Sectors. Location Quotient (LQ). Shift-Share (SS) PENDAHULUAN Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu acuan yang dipakai untuk mengetahui keadaan perekonomian suatu negara. Perkembangan ekonomi mencerminkan ekspansi pembuatan produk dan layanan dalam sistem ekonomi selama suatu waktu. Peningkatan produksi ini sering diukur melalui kriteria seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Peningkatan ekonomi dapat dipicu oleh peningkatan dalam kegiatan produksi, investasi, konsumsi, dan faktor-faktor lain yang mendukung ekspansi ekonomi (Basuki & Mujiraharjo, 2. Pertumbuhan ekonomi yang terdapat pada suatu daerah akan dapat diterapkan dengan efektif dan efisien jika pemerintah daerah mampu menggali kekayaan alam dan tenaga kerja manusia yang ada dalam suatu kawasan tersebut. Suatu metode yang efektif dalam mengidentifikasi Bidang ekonomi yang menjanjikan peluang pekerjaan yang tinggi di suatu wilayah adalah melalui analisis data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yang mana itu adalah nilai total Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencakup seluruh produk dan layanan yang dihasilkan dalam wilayah tertentu selama periode waktu tertentu. Penggunaan PDRB sering diadopsi sebagai alat metrik untuk mengevaluasi pencapaian ekonomi suatu daerah atau wilayah. Di sisi lain. PDRB sering digunakan dalam analisis ekonomi regional atau sebagai pembanding antarwilayah untuk melihat perbedaan dalam kontribusi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Indonesia telah menyaksikan lonjakan signifikan dalam tingkat perkembangan ekonominya. Hal ini bukanlah tanpa alasan mengingat provinsi NTB menjadi salah satu daerah tujuan destinasi wisata terbaik di dunia, adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kemudian disertai dengan kemakmuran sumber daya alam yang berlimpah, maka tidak mengejutkan jikalau pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTB berkembang dengan pesat dengan merujuk pada informasi yang sudah dihimpun oleh BPS (Badan Pusat Statisti. Nasional, bahwa wilayah NTB menempati peringkat keempat dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia setelah provinsi Maluku Utara. Sulawesi Tengah, dan Papua Berdasarkan fakta di atas, maka sudah seharusnya pemerintah daerah provinsi NTB mengembangkan sektor perekonomian yang menjadi basis atau unggulan di daerah tersebut. Pengetahuan mengenai pengembangan sektor Jurnal Equilbrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 01 Hal 76-92 | 77 Analisis sektor unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 (AzraA. ekonomi unggulan suatu daerah sangatlah penting guna mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan serta pelaksanaan pembangunan yang efektif dan efisien. Di sisi lain, penentuan sektor ekonomi unggulan suatu daerah juga memberikan acuan kepada decission maker sebelum menetapkan suatu kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan daerah. METODE Jenis penelitian ini menggunakan jenis deskriptif melalui pendekatan Adapun penelitian deskriptif menurut (Moleong, 2. adalah penelitian yang dimulai dengan gambaran menyeluruh mengenai permasalahan yang diteliti kemudian membedahnya menjadi faktor-faktor yang terkait agar dapat lebih memahami fenomena atau gejala sosial. Pada studi ini penulis akan melakukan studi analissi pada sektor yang diunggulkan dan sektor potensial provinsi NTB. Data tambahan/ sekunder yang dimanfaatkan dalam studi ini adalah deret waktu. Data ini mencakup PDRB (Produk Domestik Regional Brut. Provinsi NTB dan PDB (Produk Domestik Brut. tingkat nasional untuk tahun 2018Ae2022. Sumber data ini berasal dari BPS (Badan Pusat Statisti. Provinsi NTB dan BPS nasional Republik Indonesia, serta sumber literatur lainnya. Untuk menganalisis data, penelitian ini mengadopsi metodologi analisis shift- share dan Location Quotient atau sering disebut LQ. Metode Analisis Data Analisis LQ (Location Quotien. Motode analisis LQ digunakan untuk memastikan kapasitas inheren yang dimiliki oleh wilayah tersebut, serta sebagai metode dalam mengidentifikasi sektor dominan dan subordinat di daerah tersebut (Wardihan, 2. Dalam pengertian lain, metode location quotient ialah sebuah metode statistik yang diterapkan untuk menghitung sejauh mana suatu sektor ekonomi atau jenis pekerjaan tertentu memiliki keberadaan atau keterwakilan yang signifikan di suatu wilayah dibandingkan dengan keberadaannya secara keseluruhan di tingkat nasional atau regional. Metode LQ memberikan informasi tentang keunggulan relatif suatu daerah dalam suatu sektor ekonomi tertentu. Analisis LQ dapat membantu pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan untuk memahami struktur ekonomi wilayah, mengidentifikasi potensi kebijakan pembangunan ekonomi, dan merencanakan strategi pengembangan ekonomi regional. Adapaun formula yang diterapkan dalam perhitungan LQ pada penelitaian ini adalah sebagai berikut (Tarigan, 2. Jurnal Equilbrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 01 Hal 76-92 | 78 Analisis sektor unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 (AzraA. Dimana: : Nilai Location Quotient Xij : Nilai PDRB sektor i pada tingkat provinsi : Total nilai PDRB provinsi Xin : Nilai PDB sektor i pada tingkat nasional . ilayah : Total nilai PDB Indonesia Adapun jika kriteria penilaian terhadap analisis metode LQ adalah sebagai berikut: Jika dalam analisis LQ diperoleh nilai rata-rata . LQ > 1makasektor tersebut mendominasi dalam suatu ekonomi/ merupakan sektor yang diunggulkan. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa sektor ekonomi atau jenis pekerjaan tertentu memiliki keberadaan atau keterwakilan yang lebih besar di suatu wilayah dibandingkan dengan tingkat nasional atau regional secara umum. Dengan kata lain, wilayah tersebut memiliki keunggulan relatif dalam sektor tersebut. Secara praktis. LQ lebih dari 1 dapat diinterpretasikan sebagai indikasi bahwa wilayah tersebut memiliki spesialisasi atau fokus yang lebih besar dalam sektor atau Jenis pekerjaan ini dibandingkan dengan upaya serupa di tempat Ini menunjukkan bahwa lokasi tersebut mungkin memiliki keunggulan relatif atau daya saing yang unggul dalam industri. Jika nilai rata-rata Location Quotient (LQ) < 1, itu menunjukkan bahwa sektor ekonomi atau jenis pekerjaan tertentu memiliki keberadaan atau keterwakilan yang lebih kecil di suatu wilayah dibandingkan dengan tingkat nasional atau regional secara umum. Dalam hal ini, wilayah tersebut tidak spesialisasi atau tidak memiliki keunggulan relatif dalam sektor tersebut. Location Quotient (LQ), yaitu jika 1 menunjukkan bahwa sektor ekonomi atau jenis pekerjaan tertentu memiliki keberadaan atau keterwakilan yang proporsional di suatu wilayah dibandingkan dengan tingkat nasional atau regional secara umum. Dalam hal ini, wilayah tersebut tidak memiliki keunggulan relatif atau ketidakunggulan relatif dalam sektor tersebut. Analisis Shift-Share Analisis Shift-Share, juga dikenal sebagai suatu tinjauan dari campuran industri, merujuk pada penilaian susunan industri yang memiliki dampak Jurnal Equilbrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 01 Hal 76-92 | 79 Analisis sektor unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 (AzraA. substansial terhadap laju pertumbuhan di suatu wilayah, yang berarti sektor bisnis yang terletak di sana apakah diklasifikasikan sebagai bagian dari kawasan industri yang berkembang secara nasional. Variabel pekerjaan atau nilai tambah dapat digunakan untuk melakukan analisis ini (Tarigan, 2. Metode ini dapat diterapkan untuk menganalisis perubahan dalam kerangka ekonomi suatu daerah dalam korelasi dengan kemajuan dalam kinerja ekonomi secara keseluruhan. Jika ekonomi wilayah didominasi oleh sektor dengan pertumbuhan yang lambat, maka perkembangan ekonomi wilayah tersebut akan mengalami pertumbuhan di bawah tingkat ekonomi wilayah yang lebih maju. Dalam analisis ini, fokus akan diberikan pada pertumbuhan provinsi dalam sektor tertentu yang sejalan dengan tingkat nasional sektor Analisis shift-share terdiri dari tiga komponen: efek pertumbuhan nasional, pangsa bauran industri, dan pergeseran diferensial. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan rumusan sebagai berikut : Gij = Nij Pij Dij a . Dimana: Gij : Shift Share Nij : Pertumbuhan Ekonomi Nasional Pij : Industrial Mix Share (IMS) /Pengaruh Bauran Industri Dij : Differential Share /Pergeseran Diferensial Dalam penelitian ini, dilakukan analisis shift-share dengan menggunakan menggunakan varabel nilai tambah sebagai variabel sebagai indikator untuk menunjukkan tingkat pendapatan di wilayah tersebut atau data PDRB (Produk Domestik Regional Brut. Data ini dikumpulkan dengan menggunakan angka tetap mulai tahun 2010. Penelitian ini mendasarkan analisis pada rumus yang telah ditetapkan, sebagaimana diuraikan berikut. i PDRB r, i = i PDRB r, i, t Ae i PDRB r, i, t-n a. Rumus diatas dapat digunakan dalam agregat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk setiap sektor di Provinsi NTB. Ini berarti bahwa pertumbuhan PDRB pada sektor i adalah hasil dari selisih PDRB pada sektor i antara tahun akhir analisis . dan tahun awal analisis . Pertumbuhan PDB di sektor i dapat dibedah menjadi dampak National Share. Proportional Shift, dan Differential Shift, bersama dengan rincian berikut (Tarigan, 2. i PDRB r, i, t = NS i P r, i D r, i a. Dimana: NSi, t = PDRB r, i, t-n (PDRB N, t / PDRB N, t-. Ae PDRB r, i, t-n Jurnal Equilbrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 01 Hal 76-92 | 80 Analisis sektor unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 (AzraA. P r, i, t = {(PDRB N, i, t/PDRB N,i,t-. Ae (PDRB N,t/PDRB N, t. }*PDRB r,i,t-n D r, i, t = {PDRB r, i, t Oe (PDRBN, i, t AE PDRB N, i, t-. PDRB r, i, t-. Dimana: National Share (NS. merujuk pada situasi di mana peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada sektor i di Provinsi NTB sebanding dengan proporsi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) secara rata-rata di seluruh Indonesia. NSI digunakan untuk menilai apakah pertumbuhan Provinsi NTB lebih segera atau lebih pelan dari laju pertumbuhan di Indonesia secara keseluruhan. Proportional Shift (Pr, . dalam konteks ini menginvestigasi dampak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada sektor i di tingkat nasional terhadap pertumbuhan PDRB sektor yang sama di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Jika nilai Pr, i bersifat positif, hal tersebut menunjukkan bahwa Provinsi NTB memiliki keahlian atau spesialisasi dalam sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan di tingkat Di sisi lain, nilai Pr, i yang negatif mengindikasikan bahwa Provinsi NTB lebih fokus pada industri yang mengalami pertumbuhan yang terhambat atau mengalami penurunan di tingkat nasional. Pergeseran Diferensial (D, r, . mengukur disparitas pertumbuhan sektor i antara Provinsi NTB dan seluruh Indonesia. Nilai D, r, i yang positif menandakan bahwa Provinsi NTB memiliki keuntungan lokal, seperti sumber daya yang melimpah atau efisiensi yang lebih baik, sementara nilai negatif menunjukkan bahwa Provinsi NTB tidak memiliki keuntungan lokal dalam sektor tersebut. (Sutanti et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Location Quotient (LQ) Metode analisis Location Quotient dimaksudkan agar memudahkan para pemangku kebijakan dalam mengidentifikasi industri yang layak secara ekonomi untuk pembangunan karena memiliki sifat unggulan. Dalam arti lain bahwa Analisis Linear Quadratic (LQ) digunakan untuk Menentukan wilayah- wilayah ekonomi dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Dimana mampu diklasifikasikan ke dalam dua kategori: sektor unggulan dan sektor non-unggulan. Pada penelitian ini akan membandingkan besarnya peranan suatu sektor perekonomian yang terdapat pada provinsi NTB Mengingat pengaruh signifikan sektor ini dalam skala nasional. Namun sebelum dilakukan analisis, berikut disajikan data PDB Wilayah NTB dan data PDRB Indonesia tahun 2018-2022. Jurnal Equilbrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 01 Hal 76-92 | 81 Analisis sektor unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 (AzraA. Tabel 1. PDRB Provinsi NTB Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha [Seri 2. , 2018 sampai 2022 Error! Not a valid link. Sumber: (BPS, 2. Sektor PDRB PROVINSI NTB ADHK LAPUS (JUTA RUPIAH) Industri Pengolahan Pengadaan Listrik dan Gas Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang Konstruksi Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Transportasi dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan dan Asuransi Real Estate Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa Lainnya Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian PDRB Adapun sebagai data perbandingannya adalah dengan menggunakan data PDB (Produk Domestik Brut. Indonesia. Berikut data PDB Indonesia tahun 2018-2022. Jurnal Equilbrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 01 Hal 76-92 | 82 Analisis sektor unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 (AzraA. Tabel 2. PDB Indonesia Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha [Seri 2. , 2018 sampai 2022 PDB NASIONAL (MILIAR RUPIAH) Sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik dan Gas Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang Konstruksi Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Transportasi dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan dan Asuransi Real Estate Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa Lainnya PDB Sumber: (BPS, [Seri 2. PDB Seri 2010, 2010-2023. , 2. Setelah mendapatkan data PDB Provinsi NTB dan data PDB Nasional, tugas Location Quotient (LQ) mengidentifikasi industri yang merupakan bagian dari hipotesis unggulan dan non-unggul di Provinsi NTB. Adapun hasil estimasi LQ akan disajikan dalam tabel 3 di bawah ini. Jurnal Equilbrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 01 Hal 76-92 | 83 Analisis sektor unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 (AzraA. Tabel 3. Hasil Analisis Location Quotient Provinsi NTB Tahun 2018 sampai 2022 non unggulan non unggulan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum non unggulan Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan dan Asuransi Sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik dan Gas Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang Konstruksi Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Transportasi dan Pergudangan Real Estate Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa Lainnya KATEGORI PERIN GKAT non unggulan non unggulan non unggulan non unggulan non unggulan Sumber: BPS (Data Diolah oleh Penuli. Dari hasil analisis data PDRB Provinsi NTB dengan memanfaatkan metode hasil bagi lokasi yang diuraikan sebelumnya, kita dapat menyimpulkan bahwa ada sembilan sektor industri atau domain bisnis yang menjadi sektor utama di Provinsi NTB yang menawarkan manfaat atau menjadi andalan adalah perdagangan Grosir dan Eceran, yang meliputi Reparasi Mobil dan Motor. Transportasi dan Pergudangan. pertambangan, perikanan, kehutanan, dan pertanian. Real Estate. Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Jasa Pendididan. Kesehatan dan Kegiatan Sosial. dan Jasa Lainnya. Sedangkan 8 Jurnal Equilbrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 01 Hal 76-92 | 84 Analisis sektor unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 (AzraA. sektor lapangan usaha berupa layanan yang diberikan meliputi Kegiatan konstruksi, pengelolaan dan daur ulang limbah, penyediaan air, listrik, dan gas, industri pengolahan, layanan perusahaan, asuransi, keuangan, sektor informasi dan komunikasi, penyediaan makanan dan minuman, dan akomodasi bukanlah sektor unggulan provinsi NTB. Berlandaskan pencapaian pemeriksaan terhadap Location Quotient (LQ) sebelumnya, dapat disimpulkan bahwasanya dalam wilayah pertambangan dan penggalian, indeks Lokasi Quotient (LQ) memperlihatkan angka rata-rata yang paling tinggi, yakni sekitar 2,158. Hal ini mengindikasikan bahwa wilayah pertambangan dan penggalian menjadi wilayah paling diunggulkan di lokasi tersebut. Secara praktis, nilai LQ lebih dari 1 dapat diinterpretasikan sebagai indikasi bahwa wilayah tersebut memiliki spesialisasi atau fokus yang lebih besar dalam sektor atau jenis pekerjaan tersebut dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain. Hal tersebut mengindikasikan bahwa daerah tersebut mempunyai keunggulan komparatif atau daya saing yang lebih besar dalam industri tersebut. Sektor pertambangan dan penggalian adalah industry yang diunggulkan NTB bukanlah tanpa alasan, sebab NTB penuh dengan sumber daya alam yang melimpah, seperti emas, tembaga, dan mineral. Dikutip dari laman . com, 2. , bahwa NTB memiliki 24 perusahaan pertambangan mineral logam yang masih beroperasi dengan izin dari pemerintah pusat dan daerah, dan salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia ada di Provinsi NTB, yaitu PT. AMMAN Mineral. Selanjutnya, sektor pertanian, kehutanan, dan perkebunan dapat diklasifikasikan sebagai subsektor pertanian dengan nilai average location quotient (LQ) tertinggi kedua, dengan 1. Hal ini tentu bukanlah tanpa alasan, sebab wilayah NTB terdiri dari dua pulau yang bersifat primer, yaitu Pulau Sumbawa, dan lombok sebagai konsekuensi dari geografi wilayah tersebut, yang mana selain itu, memiliki ratusan pulau-pulau kecil. Kemudian kelembaban Provinsi NTB relatif tinggi, yaitu berkisar antara 77- 85 persen. Hal tersebut kemudian menjadikan NTB sebagai daerah yang agraris sehingga sektor pertanian, kehutanan, dan perkebunan sangatlah cocok jika dikembangkan di provinsi tersebut (BApEDA NTB. Pdf, n. Analisis Shift-Share Pendekatan terhadap peninjauan dari shift-share diaplikasikan untuk mendapatkan pemahaman tentang perkembangan dari sektor industri di wilayah tertentu. Meskipun mirip dengan menggunakan teknik analisis Location Quotient, sebagai lawan dari pendekatan analisis shift-share lebih mampu memberikan hasil yang lebih rinci karena dapat menjelaskan atau merinci penyebab apakah sektor industri di provinsi NTB termasuk dalam Jurnal Equilbrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 01 Hal 76-92 | 85 Analisis sektor unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 (AzraA. kategori kawasan industri yang memiliki pertumbuhan signifikan di Indonesia, dan apakah sektor tersebut memang layak untuk berada di sana (Sutanti et al. , 2. Tabel 4. Hasil Perhitungan National Share (NS) Total PDB Indonesia Total PDB Indonesia E N,t E N,t/E N,t-n E N,t-n PDRB NTB Sektor E r,i,t-n cAea Real Estate Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan, dan Penyediaan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa Lainnya Perikanan. Kehutanan, dan Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik dan Gas Penyediaan Air. Pengelolaan Limbah, dan Proses Daur Ulang Konstruksi Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Transportasi dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan dan Asuransi TOTAL Sumber: BPS (Data Diolah oleh Penuli. Analisis National Share diterapkan untuk mengukur sejauh mana pertumbuhan ekonomi di wilayah NTB dipengaruhi oleh perubahan dalam Jurnal Equilbrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 01 Hal 76-92 | 86 Analisis sektor unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 (AzraA. ekonomi nasional secara keseluruhan. Sedangkan untuk mengetahui sektor perekonomian yang memiliki keuntungan struktural pada suatu daerah dapat diketahui melalui analisis Proportional Share (PS). Berikut adalah hasil perhitungan Proportional Share di wilayah Provinsi NTB . ihat tabel 5. Tabel 5. Hasil perhitungan Proportional Share Sektor PDRB NTB E r,i,t-n PDB Sektor Indonesia E N,i,t Total PDB Indonesia E N,t PDB Sektor Indonesia E N,i,t-n E N,i,t/E N,i,t-n=b Total PDB Indonesia E N, t-n E N, t/E N, t-n=c Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik dan Gas Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang Konstruksi Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan dan Asuransi Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Transportasi Pergudangan Jurnal Equilbrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 01 Hal 76-92 | 87 Analisis sektor unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 (AzraA. Real Estate Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa Lainnya TOTAL Sumber: BPS (Data Diolah oleh Penuli. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperoleh keuntungan struktural dalam delapan . tau delapa. bidang, menurut hasil analisis Proporsional Share diatas. Kegiatan sosial. real estate. keuangan dan asuransi. sektor informasi dan komunikasi. pengelolaan dan daur ulang sampah. penyediaan air. listrik, serta beberapa penawaran layanan lainnya adalah bagian dari sektor NTB yang memiliki keuntungan Hal tersebut mendemonstrasikan bahwa kedelapan sektor diatas memiliki spesialisasi dalam sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan secara masif di negara Indonesia. Sebaliknya, ada sembilan area yang memiliki nilai negatif, menurut data perhitungan Proporsional Share di atas. Artinya, industri tersebut tidak memiliki keuntungan struktural, dan mereka terfokus pada industri yang tumbuh lambat di Indonesia. Kegiatan perdagangan dan grosir. dan kehutanan. Pelaksanaan jaminan sosial wajib. penyediaan akomodasi dan makanan. sektor transportasi dan layanan perbaikan kendaraan bermotor dan sepeda motor. Seperti halnya sektor pendidikan, adalah sembilan sektor yang dimaksud. Jurnal Equilbrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 01 Hal 76-92 | 88 Analisis sektor unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 (AzraA. Tabel 6. Perhitungan Differential Shift PDRB NTB Sektor E r,i,t Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik dan Gas Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang PDB PDB Sektor Sektor Indonesia Indonesia E N,i,t E N,i,t-n E N,I,t/E N,i,t-n=b Real Estate Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa Lainnya TOTAL Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Transportasi dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan dan Asuransi D r,i,t Konstruksi PDRB Sektor NTB Sumber: BPS (Data Diolah oleh Penuli. Berlandaskan dari pencapaian perhitungan terhadap shift-share analysis di atas, dapat diidentifikasi bahwa kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) Jurnal Equilbrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 01 Hal 76-92 | 89 Analisis sektor unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 (AzraA. Regional Provinsi NTB dapat dikalkulasikan dengan menerapkan rumus sebagai berikut: Peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi NTB dihitung dengan mengurangkan total PDRB Provinsi NTB tahun 2018 dari total PDRB Provinsi NTB tahun 2022 = Rp. 21 juta Ae Rp. 08 juta = Rp. 945,13. Artinya bahwa pertambahan PDRB sektor i pada provinsi NTB sebesar Rp. 945,13 juta. Atau dapat pula dibuktikan dengan menggunakan rumus: i PDRB r, i, t = NS i P r, i D r, i = 10789693. 89 (-642849. = Rp. 945,13 juta Dari 8 . sektor yang memperoleh benefit secara struktural adalah industri Informasi, dan Komunikasi menonjol dengan keuntungan struktural tertinggi, mencapai nilai Proportional Share sebesar 620920. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan paling cepat di Indonesia adalah di bidang informasi dan komunikasi. Berdasarkan hasil perhitungan berdasarkan analisis pergeseran diferensial yang diaplikasikan, dapat dirumuskan bahwasannya ada 12 sektor Produk Domestik Bruto (PDB) Regional yang tidak mengalami locational advantage. Sebelas sektor ini meliputi: Bidang kegiatan akomodasi dan jasa makanan. sektor transportasi dan pergudangan. bidang reparasi kendaraan bermotor dan sepeda motor. sektor perdagangan grosir dan eceran. sektor konstruksi. pengelolaan limbah. pasokan air. industri pengolahan. kehutanan dan perikanan. sektor pertanian. Informasi dan Komunikasi. Sektor Real Estat. Layanan Perusahaan. Sementara itu, sektor terakhir meliputi Kegiatan Kesehatan dan Sosial, beserta Kegiatan Layanan Lainnya. Hasil ini mencerminkan bahwa sektor-sektor tersebut tidak memperoleh keuntungan yang signifikan dari faktor lokasional di wilayah Artinya, 12 . ua bela. sektor tersebut tidak menguntungkan secara lokasi di Provinsi NTB. Sementara itu, sektor Peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) Regional di Provinsi NTB terjadi pada sektor pendidikan, jaminan sosial wajib, pertahanan, administrasi pemerintah, jasa keuangan dan asuransi, gas bumi, penyediaan listrik, pertambangan dan penggalian. Maka kesimpulannya adalah faktor-faktor lokasional berperan secara positif dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan sektor-sektor ini di wilayah Provinsi NTB seperti halnya 5 . sektor tersebut. SIMPULAN Berdasarkan analisis Location Quotient yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Provinsi NTB mempunyai 9 (Sembila. sektor yang disinyalir sebagai unggulannya. Kesembilan sektor tersebut mencakup. Sektor Jurnal Equilbrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 01 Hal 76-92 | 90 Analisis sektor unggulan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018-2022 (AzraA. yang termasuk adalah kegiatan kesehatan dan sosial. layanan pendidikan. pertahanan dan jaminan sosial wajib. administrasi pemerintahan. real estate. transportasi dan pergudangan. reparasi kendaraan bermotor dan sepeda perdagangan grosir dan eceran. pertambangan dan penggalian. kehutanan dan perikanan. dan Layanan Lainnya. Hasil analisis ini mencerminkan dominasi dan potensi unggulan Provinsi NTB dalam sektorsektor tersebut membentuk fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Namun, secara menyeluruh, bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempunyai delapan bidang yang menunjukkan keuntungan struktural, menurut hasil analisis Proportional Share yang disebutkan di atas. Temuan ini mengindikasikan bahwasannya kedelapan sektor tersebut berkonsentrasi pada bidang yang mengalami pertumbuhan secara signifikan di tingkat nasional. Sektor tersebut termasuk Penyediaan perawatan kesehatan dan kegiatan sosial. sektor real jasa keuangan dan asuransi. sektor informasi dan komunikasi. pengelolaan dan daur ulang limbah. penyediaan air, gas, dan listrik. berbagai industri jasa lainnya. Sementara itu, beberapa sektor Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang menunjukkan keuntungan lokasional di Provinsi NTB adalah Sektor pertahanan. pelaksanaan jaminan sosial wajib, dan bidang pendidikan. administrasi pemerintahan. jasa keuangan dan penyediaan listrik dan gas. pertambangan dan penggalian. DAFTAR PUSTAKA