Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Bria dkk. , 2025 UJI RESIDU LIMBAH BAGLOG JAMUR DAN KOMPOS BIOCHAR TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH DAN PERTUMBUHAN PAKCOY (Brassica rapa L. Deseriana Bria. Valentina Usolin. Hyldegardis Naisali. Natalia Desy Djata Ndua. Magdalena Sunarty Pareira. Fakultas Pertanian. Sains dan Kesehatan. Program Studi Agroteknologi. Universitas Timor. Jl. Kelurahan Sasi. TTU. NTT Indonesia *corresponding author: deserianabria@gmail. * Received for review January 7, 2025 Accepted for publication June 12, 2025 Abstract This study aims to see the effects of baglog waste residue and biochar compost on soil chemical properties and pak choy (Brasicca rapa L. ) growth. The results of this study are expected to provide comprehensive knowledge for farmers and the people of North Central Timor in cultivating vegetables using baglog waste and biochar compost more effectively. The pot experiment used a 4x4 factorial Completely Randomized Design (CRD) with 3 replications. The variables observed in the study were growth, yield and soil chemical properties consisting of: plant height parameters, number of leaves, root length, plant fresh weight, root fresh weight. Potassium. Calcium. Magnesium and soil pH. The research data were tabulated and analyzed using analysis of variance (ANOVA). Further testing using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at a significance level of 5%. Further testing using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at a significance level of 5%. The results of the study showed that the treatment of mushroom baglog waste L2 . % soil: 50% baglog wast. and B2 . % biochar compost: 50% soi. can improve the chemical properties of the soil such as K. Ca. Mg. CEC, soil pH, and significantly increase the growth of pak choi . lant height 14. 28 HST, number of leaves 21. 28 HST, and fresh weight of the Keywords: Baglog Waste. Biochar Compost. Pakcoy. Soil Chemistry. Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat efek residu limbah baglog serta kompos biochar pada sifat kimia tanah dan pertumbuhan pakcoy (Brasicca rapa L. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan pengetahuan komprehensif bagi petani dan masyarakat Timor Tengah Utara dalam budidaya sayuran menggunakan limbah baglog dan kompos biochar yang lebih efektif. Percobaan pot menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 4x4 dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati pada penelitian yaitu pertumbuhan, hasil dan sifat kimia tanah terdiri dari : parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat segar tanaman, berat segar akar. Kalium. Kalsium. Magnesium dan pH tanah. Data hasil penelitian ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (Anov. Uji lanjut dengan menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat signifikasi 5%. Hasil penelitian memperlihatkan perlakuan limbah baglog jamur L2 . anah 50 % : limbah baglog 50 %) dan B2 . ompos biochar 50 % : tanah 50 %) dapat meningkatkan sifat kimia tanah seperti K. Ca. Mg. KTK, pH tanah, dan secara signifikan meningkatkan pertumbumbuhan pakcoy . inggi tanaman 14, 28 HST, jumlah daun 21, 28 HST, serta berat segar tanama. Kata kunci: Kimia Tanah. Kompos Biochar. Limbah Baglog. Pakcoy Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Bria dkk. , 2025 PENDAHULUAN Tanaman sayuran yang dikenal dengan nama pakcoy (Brassica rapa L. ) merupakan jenis sayuran dari keluarga Brassicaceae satu jenis dekat dengan sawi. Tanaman ini mempunyai keragaman yang luas dan mengandung sumber vitamin, mineral, protein nabati, dan karbohidrat. Tanaman ini termasuk salah satu komoditas yang bernilai ekonomis tinggi diantara berbagai jenis tanaman lainnya (Putri, 2. 100 g pakchoy mengandung 220 mg kalsium , vitamin C , 102 mg zat besi, 2,39 mg protein, 38 mg fosfor, 4,09 mg karbohidrat dan 0,39 mg lemak. Pakcoy hijau memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk mengurangi batuk, fungsi ginjal, sakit kepala, membersihkan darah, meningkatkan dan mempermudah pencernaan, bijinya dimanfaatkan sebagai minyak dan pelesat makanan (Nate, 2. Proses untuk memperoleh produktivitas tinggi dalam budidaya tanaman sawi pagoda nutrisi yang dibutuhkan baik pupuk organik maupun pupuk anorganik harus terpenuhi (Pratiwi et al. Disisi lain pengaplikasian pupuk anorganik secara berlebihan bisa merusak tanah itu sendiri (Hidayanto et al. , 2. Kesuburan tanah ditentukan oleh sifat kimia tanah, sifat ini mencakup semua respon kimia yang berjalan antara unsur-unsur komponen tanah dan material yang diberikan dalam bentuk apapun seperti pupuk organik atau anorganik. Lahan pertanian untuk budidaya biasanya mempunyai jumlah dan keberadaan unsur hara yang berkurang, dampak dari pencucian, penguapan, dan terbawah panen (Guilume et al. , 2. Sifat kimia tanah perlu diketahui untuk mengupayakan peningkatan kesuburan lahan selanjutnya. Perbaikan peningkatan kesuburan kimia tanah dapat dilakukan dengan menambahkan bahan organik berupa limbah baglog jamur tiram dan kompos biochar. Limbah baglog mengandung berbagai unsur hara, termasuk salah satu bahan yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Media tumbuh jamur merupakan medium jamur yang terbuat dari perpaduan dedak, kapur, gips dan serbuk gergaji (Susilawati & Raharjo, 2. Sesudah proses produksi berakhir media tanam jamur langsung dibuang sembarangan yang akan mencemari lingkungan sekitar. Kebanyakan masyarakat maupun pelaku usaha belum menganggap media tanam jamur sebagai limbah yang bernilai sebagai potensi yang bermanfaat. Media tanam jamur mengandung nutrisi seperti P 0,7%. K 0,02%. N total 0,6% dan C-organik 49,00%, sehingga berguna dalam meningkatkan kualitas tanah menurut Sulaiman . Karena rasio C/N baglog masih tinggi, maka tidak dapat dimanfaatkan langsung sebagai sebaliknya, limbah tersebut harus melalui proses pengomposan, yang dapat dilakukan sebagai metode pengolahan limbah alternatif. Rasio karbon-nitrogen (C/N), ukuran bahan, aerasi dan kelembaban, suhu pengomposan, dan mikroorganisme yang terlibat merupakan beberapa variabel yang mempengaruhi pengomposan. Baglog mengandung sejumlah enzim yang dapat mempercepat penguraian bahan organik selama pengomposan, antara lain selulase, hemiselulase, protease, dan lakase (Woda, 2. Pupuk kompos sebagai bahan organik dari hasil pelapukan limbah organik dan residu tanaman memiliki potensi efektif dalam memperbaiki struktur tanah, aerasi, kadar air, serta keberadaan unsur hara telah mengalami penurunan sifat kimia tanah dan fisik tanah. Sementara itu. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Bria dkk. , 2025 kompos biochar bisa meningkatkan reaksi tanah dan kapasitas pertukaran kation. Nutrisi akan lebih tersedia ketika pH tanah dinaikkan dengan menambahkan biochar yang telah dikomposkan (Nahak. Berdasarkan permasalahan di atas perlu dilaksanakan penelitian ini dengan tujuan yaitu: mengetahui efek limbah baglog jamur serta kompos biochar terhadap karakteristik sifat kimia tanah dan pertumbuhan pakcoy (Brasicca rapa L. Penelitian ini maksudkan bisa memberikan informasi komprehensif bagi petani dan masyarakat Timor Tengah Utara dalam budidaya sayuran menggunakan limbah baglog dan kompos biochar yang efektif. BAHAN DAN METODE Penelitian dilakukan di bulan Juni hingga Agustus 2024 di rumah Kaca Fakultas Pertanian. Sains dan Kesehatan. Universitas Timor. Analisis sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Kimia Tanah. Fakultas Pertanian. Universiats Nusa Cendana. 1 Bahan dan Alat Bahan yang dipakai selama penelitian yaitu: limbah baglog jamur, kompos biochar, polybag, benih pakcoy, plastik klip, label, air dan tanah. Alat yang dipakai selama penelitian yaitu: penggaris untuk mengukur tinggi tanaman, gembor digunakan untuk menyiram tanaman, kamera digunakan untuk dokumentasi kegiatan selama pelaksanaan kegiatan, gunting digunakan untuk memotong tanaman saat pemanenan, alat tulis digunakan untuk mencatat kegiatan selama penelitian dan timbangan analitik untuk menimbang tanaman setelah di panen. 2 Metode Percobaan pot menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 4 x 4dengan tiga kali Limbah baglog jamur termasuk faktor pertama yang mempunyai empat aras, yaitu tanah (L. , tanah 75 % : limbah baglog 25 % (L. , tanah 50 % : limbah baglog 50 % (L. , tanah 25% : limbah baglog 75% (L. dan kompos biochar termasuk faktor ke dua yang mempunyai empat aras, yaitu: tanah (B. , biochar 25 % : tanah 75 % (B. , biochar 50 % : tanah 50 % (B. , biochar 75 % : tanah 25 % (B. Kombinasi perlakuannya adalah L0B0. L0B1. L0B2. L0B3. L1B0. L1B1. L1B2. L1B3. L2B0. L2B1. L2B2. L2B3. L3B0. L3B1. L3B2. L3B3 dengan memperoleh 48 pot percobaan di lapangan. Perlakuan yang diujicobakan pada penelitian ini yaitu : Limbah baglog (L) terdiri dari : L0 = tanah L1 = 75% tanah : 25% limbah baglog L2 = tanah 50 % : limbah baglog 50 % L3 = tanah 25 % : limbah baglog 75 % Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Bria dkk. , 2025 Kompos biochar (B) terdiri dari : B0 = tanah B1 = kompos biochar 25 % : tanah 75 % B2 = kompos biochar 50 % : tanah 50 % B3 = kompos biochar 75 % : tanah 25 % 3 Parameter Yang Diamati Parameter pertumbuhan dan hasil yang dilihat yaitu : variabel tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat segar tanaman dan berat segar akar. Parameter kimia tanah yang dianalisis yaitu: Kalium (Ekstraksi HCL 25%). Kalsium dan Magnesium (Ekstraks. Kapasitas Tukar Kation (Destilasi. Ammonium asetat pada pH . , pH tanah (Elektrometri. 4 Pengolahan Data Data riset penelitian dikumpulkan dan diuraikan menggunakan analisis sidik ragam (Anov. Rancangan Acak lengkap. Hasil uji lanjut memakai Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat signifikan 5% sesuai (Gomez, 2. Perhitungan pengolahan data penilaian ini memakai analisis software SAS 9. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Tinggi Tanaman Berdasarkan Tabel 1. data analisis varians mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh yang sangat nyata antara residu limbah baglog dan kompos biochar terhadap variabel tinggi tanaman umur pengamatan 14 HST dan 28 HST. Adanya pengaruh yang sangat nyata pada tinggi tanaman umur pengamatan 14 dan 28 HST karena perlakuan limbah baglog dan kompos biochar sama-sama memberikan nutrisi yang seimbang bagi tanaman pakcoy selama masa pertumbuhan. Perlakuan tunggal limbah baglog 7 HST sampai dengan 28 HST tanpa perlakuan memberikan hasil tinggi tanaman tertinggi dengan rataan 9,63 sampai 18,58 cm, dikarenakan pada perlakuan lain yang menggunakan limbah baglog belum mengalami dekomposisi secara sempurna sehingga berdampak pada pertumbuhan pakcoy. Daun bisa bertumbuh pada bagian ruas batang tanaman, artinya tanaman yang lebih tinggi memiliki daun melimpah. Hal ini menunjukkan bahwa variabel jumlah daun dan tinggi tanaman sama-sama berkorelasi, adanya jumlah daun yang terbentuk, berdampak terhadap peningkatan tinggi tanaman (Ifantry & Ardiyanto, 2. Pada perlakuan tunggal kompos biochar 7 HST sampai dengan 28 HST tanpa perlakuan memberikan nilai tanaman tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Hal ini disebabkan karena sepenuhnya akar tanaman belum menyerap nutrisi dari penggunaan residu kompos biochar. Menurut Maruli et . tanaman akan tumbuh tinggi apabila pupuk yang diberikan sesuai takaran, jika pupuk yang diberikan berlebihan tanaman akan tumbuh lebih lambat, dan apabila pupuk yang ditambahkan kurang tanaman pun akan tumbuh kerdil. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Bria dkk. , 2025 Tabel 1. Efek limbah baglog dan kompos biochar terhadap tinggi tanaman 7-28 HST Waktu Pengamatan 7 HST 14 HST 21 HST 28 HST Limbah Baglog Kompos Biochar Rerata 10,10a 10,33a 8,06bcde 9,66ab 8,93abc 9,50ab 9,70ab 9,43ab 7,30cde 8,40abcde 8,66abcd 7,16cde 6,83def 6,66ef 5,16fg 4,43g 5,77c Rerata 8,48ab 15,66a 13,00de 11,53f 9,04a 14,83b 12,66e 10,83g 7,90bc 14,00c 12,00f 10,20h 7,16c 13,30d 12,00f 9,90h (-) 14,45a 12,41b 10,61c 8,83i 8,00j 6,83k 6,00l 7,41d Rerata 12,25a 11,58b 10,75c 18,16a 16,16ab 16,80ab 15,33abcd 15,00bcd 15,33abcd 15,66abc 16,83ab 14,33bcd 13,16cde 12,56de 12,33de 16,61a 15,70a 13,10b 12,66de 9,33f 10,08c Rerata 15,04a 20,00ab 16,33cd 21,16a 13,50b 13,84ab 13,12b 17,33bcd 19,00abc 18,00abcd 18,83abcd 17,33bcd 18,00abcd 16,33cd 16,00cd 15,33de (-) 18,58a 17,62a 17,20a 16,43cd 12,33ef 12,85b 10,33ef 12,66ef 10,30d 8,00f 10,00f 9,63a 8,95ab 8,22b ( ) Rerata 18,48a 16,20b 16,25b 15,33b ( ) Keterangan: Angka pada baris dan kolom diikuti huruf yang sama menunjukkan beda pada tingkat () 5% menurut uji DMRT, (-) tidak terjadi interaksi antar faktor. ( ) terjadi interaksi antar 2 Jumlah Daun Berdasarkan data analisis varians mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh interaksi antara residu limbah baglog dan kompos biochar pada variabel jumlah daun umur pengamatan 21 HST dan 28 HST (Tabel 2. Terjadinya interaksi disebabkan karena kedua perlakuan baik limbah baglog dan kompos biochar yang diberikan pada tanaman pakcoy sama-sama berkontribusi dalam memenuhi nutrisi yang dibutuhkan pada masa pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Perlakuan tunggal limbah baglog 7 HST L1 memberikan hasil jumlah daun terbanyak dengan rataan 5,33 cm, sedangkan pengamatan 14 dan 21 HST perlakuan L0 lebih tinggi yaitu 6,83 cm. Pengamatan 28 HST perlakuan L2 menghasilkan jumlah daun terbanyak. Pernyataan ini sesuai dengan Ayu et al. memperlihatkan bahwa pemberian kompos yang berasal dari limbah baglog jamur tiram putih (Pleurotus ostreatu. memiliki pengaruh pada jumlah daun yang baik. Sedangkan perlakuan tunggal kompos biochar B1 memberikan hasil jumlah daun paling banyak pada pengamatan 7-14 HST dengan nilai 5,33 sampai 6,83 cm. Perlakuan residu kompos biochar Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Bria dkk. , 2025 21 HST perlakuan B2 menghasilkan jumlah daun tanaman pakcoy terbanyak dan pada pengamatan 28 HST jumlah daun terbanyak tardapat pada perlakuan B3. Menurut Adi et al. memperlihatkan bahwa aplikasi biochar pada tanaman pakcoy dengan takaran 1kg/plot . ton/h. memberikan pengaruh yang nyata pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, berat tanaman sampel, luas daun dan berat tanaman per plot (Ariyanti, 2. mengemukakan bahwa unsur N. P, dan K diperlukan untuk memaksimalkan perkembangan tanaman saat pembentukan daun agar meningkatkan jumlah daun (Syekhfani, 2. dengan penambahan pupuk organik, ketersediaan unsur hara akan diserap tanaman dengan baik, sehingga pembentukan daun menjadi lebih lebar dan fotosintesis terjadi lebih banyak. Tabel 2. Efek limbah baglog dan kompos biochar terhadap jumlah daun 7-28 HST Waktu Pengamatan 7 HST 14 HST 21 HST 28 HST Limbah Baglog Kompos Biochar Rerata 4,33ab 4,66ab 4,66ab 5,00ab 5,00ab 6,00a 5,00ab 5,66ab 4,66ab 5,00ab 6,00ab 5,33ab 4,00b 5,33ab 5,33ab 4,33b 4,75a Rerata 4,41b 6,33abc 6,33abc 5,66bc 5,33a 6,66ab 6,66ab 7,00a 5,16ab 7,33a 6,66ab 6,33abc 5,16ab 7,00a 7,00a 6,66ab (-) 6,83a 6,66a 6,41ab 5,33c 7,00a 6,66ab 5,33c 6,08b Rerata 5,91b 6,83a 7,75a 6,50a (-) 7,66bcd 7,33bcd 7,33bcd 8,00abcd 8,00abcd 8,86ab 9,66a 8,33abc 7,66bcd 8,66ab 9,00ab 8,00abcd 8,50a 8,16a 7,91ab 6,66cd 8,33abc 8,00abcd 6,33d 7,33b Rerata 7,25b 9,33cde 9,33cde 11,33abcd 8,25a 9,00de 10,00bcde 11,00abcd 8,41a 11,66abc 9,66bcde 12,00ab 8,00a ( ) 10,66abcd 10,16b 13,00a 10,50ab 11,00abcd 11,33a 8,00e 9,33cde 9,66bcde 7,66e 4,83a 5,33a 5,16a 8,66c Rerata 9,50b 9,83ab 10,75a 10,58ab ( ) Keterangan: Angka pada baris dan kolom diikuti huruf yang sama menunjukkan beda pada tingkat () 5% menurut uji DMRT, (-) tidak terjadi interaksi antar faktor. ( ) terjadi interaksi antar 3 Panjang Akar Berdasarkan Tabel 3, data analisis varians mengindikasikan bahwa tidak ada pengaruh yang nyata antara residu limbah baglog dan kompos biochar pada pengamatan panjang akar. Perlakuan tunggal limbah baglog L2 memberikan hasil tertinggi panjang akar dengan rataan 17,04 cm. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Bria dkk. , 2025 Pernyataan ini disebabkan pada perlakuan L2 limbah baglog dan kompos biochar seimbang ditambahkan pada pertumbuhan tanaman pakcoy. Sedangkan pada perlakuan tunggal kompos biochar B2 memberikan hasil tertinggi dengan rataan 16,97 cm. Yulina & Ambarsari . , menyatakan bahwa akar akan tumbuh dan berkembang dengan cepat di tanah yang gembur dan mempunyai keberadaan unsur hara dan air yang cukup. Sifat fisik, kimia dan biologi tanah mempengaruhi pertumbuhan akar tanaman. Pemberian kompos biochar dengan cara mencampurkanya ke dalam media tanam dapat memperbaiki struktur dan pori-pori tanah, sehingga kadar air tanah menjadi tersedia dan memudahkan akar berkembang serta mudah menyerap unsur hara yang cukup (Sukartono, 2. Menurut penelitian (Widowati, 2. penambahan pupuk dan sekam padi pada tanah mampu meningkatkan panjang total akar tanaman. Tabel 3. Efek limbah baglog dan kompos biochar terhadap panjang akar Parameter Pengamatan Kompos Biochar Limbah Baglog Panjang Akar Rerata 15,33abc 14,33abc 17,83abc 17,80abc 16,32a 14,00abc 14,66abc 9,80c 10,86bc 14,33abc 22,96a 12,30bc 20,00ab 12,69a 17,04a 12,93bc 16,00abc 17,30abc 14,73abc 15,24a Rerata 13,28a 14,83a 16,97a 16,20a (-) Keterangan: Angka pada baris dan kolom diikuti huruf yang sama menunjukkan beda pada tingkat () 5% menurut uji DMRT, (-) tidak terjadi interaksi antar faktor. ( ) terjadi interaksi antar 4 Berat Segar Tanaman Berdasarkan Tabel 4, hasil analisis variansi mengindikasikan bahwa terdapat interaksi antara residu limbah baglog dan kompos biochar pada variabel berat segar tanaman. Hal ini disebabkan kerena kedua perlakuan yang diberikan pada tanaman seimbang dalam memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pertumbuhan tanaman. Tabel 4. Efek limbah baglog dan kompos biochar terhadap berat segar tanaman Parameter Pengamatan Berat Segar Tanaman Limbah Baglog Kompos Biochar 21,63def 27,65bcde 40,00abcd 25,91bcdef 32,07bcde 24,96cdef 48,26abc 28,67bcde 59,41a 50,21ab 59,56a 61,42a 12,58ef 17,23def 41,16abcd 2,77f Rerata 26,14c 40,99b 52,80a 18,43c Rerata 25,46b 35,40ab 40,36a 37,14a ( ) Keterangan: Angka pada baris dan kolom diikuti huruf yang sama menunjukkan beda pada tingkat () 5% menurut uji DMRT, (-) tidak terjadi interaksi antar faktor. ( ) terjadi interaksi antar Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Bria dkk. , 2025 Perlakuan tunggal limbah baglog L2 memberikan hasil berat segar tanaman tertinggi dengan rataan 52,80. Pernyataan Arrusy . bahwa peningkatan parameter tinggi tanaman, pertambahan diameter batang, peningkatan ukuran daun dan akar akan menambah bobot segar Sedangkan pada perlakuan tunggal kompos biochar B2 memberikan berat segar tanaman tertinggi dengan rataan 40,36 cm (Putri et al. , 2. , unsur hara nitrogen dalam biochar akan meningkatkan berat basah dan berat kering tanaman sebab nitrogen berfungsi untuk pembentukan protein, pati dan karbohidrat dalam menyusun berat basah tanaman. 5 Berat Segar Akar Berdasarkan Tabel 5, hasil analisis variansi mengindikasikan bahwa tidak terdapat interaksi antara residu limbah baglog dan kompos biochar terhadap parameter berat segar akar. Perlakuan tunggal limbah baglog kontrol memberikan hasil berat segar akar tertinggi dengan rata-rata 15,51 Sementara itu perlakuan tunggal kompos biochar B1 memberikan hasil bobot segar akar tertinggi dengan rata-rata 13,90 cm. Artinya, untuk memperoleh pertumbuhan yang optimal, tanaman harus memiliki sistem perakaran yang cukup lebar sehingga memperoleh air dan unsur hara yang sesuai kebutuhan tanaman. Biochar dapat memperbaiki struktur, porositas dan pembentukan agregat tanah (Nurida et al. , 2. Tabel 5. Efek limbah baglog dan kompos biochar terhadap berat segar akar Parameter Pengamatan Berat Segar Akar Limbah Baglog Kompos Biochar Rerata 5,89abc 21,33ab 18,23abc 16,61abc 15,51a 16,88abc 6,12abc 22,60a 9,40abc 6,92abc 7,01abc 11,85abc 10,09abc 14,56a 8,15ab 4,34abc 2,29bc 3,66abc 0,29c 2,65b Rerata 8,31a 13,90a 8,96a 9,71a (-) Keterangan: Angka pada baris dan kolom diikuti huruf yang sama menunjukkan beda pada tingkat () 5% menurut uji DMRT, (-) tidak terjadi interaksi antar faktor. ( ) terjadi interaksi antar 6 Analisis Sifat Kimia Tanah Berdasarkan hasil analisis laboratorium Tabel 6. kandungan K pada residu media tanam yang digunakan berturut-turut diperoleh nilai yaitu 0,23 Ae 1,28 cmol/kg tergolong rendah sampai sangat tinggi. Kalium berfungsi membantu proses pertumbuhan akar tanaman (Dewanti et al. , 2. Menurut pernyataan Tambunan et al. , mengemukakan bahwa kandungan K tanah sangat bergantung pada bahan dasar tanah, proses pencucian, kapasitas pertukaran kation dan lempung. Tabel 6. menunjukkan nilai Ca berkisar antara 19,89 Ae 24,06 cmol/kg termasuk kriteria tinggi sampai sangat tinggi. Kandungan Ca yang sangat tinggi bisa menghalangi serapan unsur hara lainnya yang diperlukan tanaman padi seperti Mg . K dan NH4 . Kandungan Ca diperlukan dalam jumlah yang sedang untuk meningkatkan perkembangan dan produktivitas tanaman sejalan dengan pernyataan Mengel dan Kikrby . kandungan Ca yang tinggi dapat memicu terhambatnya hara seperti Mg . K dan NH4 pada lahan sawah. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Bria dkk. , 2025 Kandungan Mg pada media tanam limbah baglog jamur dan kompos biochar berkisar antara 1,14 Ae 1,70 cmol/kg tergolong sedang. Bahan organik dalam tanah, seperti humus, dapat membentuk kompleks dengan Mg, sehingga mengurangi ketersediaan Mg bagi tanaman. Namun, bahan organik juga bisa meningkatkan kesuburan tanah dalam menyimpan Mg dan mencegah pelindian Mg ke horizon tanah yang paling dalam. Tabel 6. Hasil Analisis Kimia Tanah Kode Sampel L0B0 L0B1 L0B2 L0B3 L1B0 L1B1 L1B2 L1B3 L2B0 L2B1 L2B2 L2B3 L3B0 L3B1 L3B2 L3B3 0,30 0,36 0,50 0,87 0,23 0,85 1,07 1,28 0,46 0,78 0,84 0,98 0,60 0,62 0,94 0,74 KTK aCMol ( ) /Kga. 20,00 1,14 31,38 20,18 1,26 31,63 21,33 1,33 35,47 23,42 1,49 40,81 19,89 1,14 31,52 23,21 1,48 40,39 24,06 1,55 42,72 23,97 1,57 42,92 21,47 1,26 35,13 23,21 1,48 39,69 23,54 1,51 40,56 24,27 1,56 42,61 22,45 1,33 37,36 22,48 1,43 37,46 23,79 1,53 41,73 25,37 1,70 44,23 7,32 7,49 7,25 7,12 7,53 7,24 7,06 7,28 7,55 7,32 7,45 7,12 7,35 7,63 7,34 7,43 Kapasitas Tukar Kation (KTK) termasuk salah satu sifat kimia tanah yang erat kaitannya dengan kesehatan tanah. Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah merupakan daya tahan koloid tanah untuk menyerap ion dalam tanah yang tidak terdapat anion. Efek bahan organik terhadap kesuburan tanah sangat besar. Artinya ketersediaan bahan organik yang tinggi pada suatu tanah, memberikan nilai KTK nya tinggi. (Afni et al. , 2. Hasil analisis menunjukkan Nilai KTK untuk semua perlakuan tergolong tinggi sampai sangat tinggi dengan nilai berkisar 31,38 cmol ( ) kg1 - 44,23 cmol ( ) kg1. Tanah yang memiliki kadar liat atau bahan organik tinggi menghasilkan nilai KTK yang lebih tinggi dibandingkan tanah berpasir atau tanah dengan kadar bahan organik yang rendah (Hardjowigeno. Pernyataan ini sejalan dengan Sumarno et al. , . yang mengemukakan bahwa kapasitas pertukaran kation tanah tergantung pada beberapa hal seperti jenis dan jumlah kandungan liat, kandungan bahan organik dan pH tanah yang mana cukup untuk kebutuhan tanaman. Nilai reaksi tanah bisa digunakan sebahai tolak ukur untuk menilai kesuburan tanah guna mencukupi kebutuhan lingkungan tumbuh tanaman. Nilai reaksi tanah dari masing masing perlakuan bervariasi berkisar antara 7,06 Ae 7,63 tergolong agak alkalis. Cara mengatasi tanah alkalis dengan penggenangan karena pada saat penggenangan Fe3 akan tereduksi menjadi Fe2 . Hardjowigeno dan Rayes, 2. mengemukakan penggenangan menyebabkan reaksi tanah mendekati netral. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Bria dkk. , 2025 tetapi tidak pada tanah yang memiliki kadar Fe aktif (Fe2 ) rendah atau tanah gambut. Reaksi tanah netral mempunyai senyawa organik, mikroorganisme, nutrisi serta mineral dalam kondisi optimal. Tanah yang memiliki pH netral, membuat tanaman dapat tumbuh dengan baik sehingga produksinya pun dapat optimal. Tanaman dapat menyerap unsur hara yang terkandung dalam pupuk secara optimal sebab dalam keadaa netral nutrisi tersebut mudah terlarut dalam air . nsur P) sehingga nutrisi tersebut tersedia (Afni et al. , 2. SIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek residu limbah baglog dan kompos biochar pada sifat kimia tanah dan pertumbuhan pakcoy (Brasicca rapa L. Temuan dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan informasi komprehensif bagi petani dan masyarakat Timor Tengah Utara dalam budidaya sayuran menggunakan limbah baglog dan kompos biochar yang lebih efektif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan limbah baglog jamur L2 . anah 50 % : limbah baglog 50 %) dan B2 . ompos biochar 50 % : tanah 50 %) dapat meningkatkan sifat kimia tanah seperti K. Ca. Mg. KTK, pH tanah, dan secara signifikan meningkatkan pertumbumbuhan pakcoy . inggi tanaman 14, 28 HST, jumlah daun 21, 28 HST, dan berat segar tanama. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Timor atas dukungan dan pendanaan yang diberikan untuk penelitian ini dalam skema Penelitian Dasar Pemula (PDP) tahun 2024. DAFTAR PUSTAKA