Saputra, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol 5. No. 1, (Oktober 2. Hal. 40 - 45 Pengaruh Oil Cooler Terhadap Temperatur Mesin Sepeda Motor 150 cc Weldy Saputraa,Saiful Anwarb. Yose Rizalb. Purwo Subektib. Aprizalb Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Pasir Pengaraian Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Pasir Pengaraian INFOARTIKEL ABSTRAK Histori artikel: Tersedia Online Oktober 2025 Dunia otomotif khususnya sepeda motor, berkembang pesat di masa - masa sekarang ini, mulai dari kerangka kelistrikan, kerangka pengapian, pengembangan motor, kerangka pendingin, yang mengalami pergantian peristiwa dan perubahan yang sangat besar dari tahun ke tahun. Kerangka pendingin pada sebuah mesin yang memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan temperatur motor dalam kondisi ideal, kerangka pendingin memainkan peran penting dalam sebuah mesin, jika kerangka pendingin tidak bekerja seperti yang diharapkan maka menyebabkan mesin rusak sehingga mesin tidak bekerja seperti yang diharapkan. Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan yaitu bagaimana cara pemasangan Oil Cooler pada motor 150 cc dan bagaimana pengaruh temperatur mesin, dan bahan bakar, sebelum dan setelah dilakukan modifikasi penambahan oil cooler. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan membandingkan bagaimana pengaruh temperatur mesin, dan bahan bakar, sebelum dan setelah dilakukan modifikasi penambahan oil cooler. Pemasangan Oil Cooler pada sepeda motor 150 cc berpengaruh terhadap temperatur oli mesin, dan bahan bakar yang mana bisa membuat temperatur mesin lebih dingin dari sebelum pemasangan oil Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengujian dapat disimpulkan bahwa oil cooler memiliki pengaruh terhadap temperatur mesin, misalnya pada pada RPM 5000 temperatur suhu sebelum pemasangan oil cooler didapatkan 840C, setelah pemasangan oil cooler didapatkan 740C. Pada RPM 5500 temperatur suhu sebelum pemasangan oil cooler didapatkan 980C, sedangkan setelah pemasangan oil cooler didapatkan temperatur suhu sebesar 860C. Pada RPM 6000 temperatur suhu sebelum pemasangan oil cooler didapatkan 1180C, sedangkan setelah pemasangan oil cooler didapatkan terperatur suhu 980C. , ini membuktikan bahwa oil cooler dapat menurunkan temperatur mesin. Setelah dilakukan pengujian, konsumsi bahan bakar juga di uji dan tidak berpengaruh terhadap temperatur dan transmisi, karena temperatur tidak menentukan sedikit banyaknya bahan bakar yg masuk ke ruang bakar, melainkan berpengaruh terhadap rpm, semakin tinggi rpm maka bahan bakar yg masuk ke ruang bakar semakin banyak. Kata kunci: Pengaruh. Modifikasi. Oil Cooler. Sepeda Motor. Temperatur EAeMAIL ABSTRACT *Corresponding Author : The automotive world, especially motorcycles, is developing rapidly in the present times, starting from the electrical framework, ignition framework, motor development, cooling framework, which has experienced a change of events and very big changes from year to year. The cooling framework on an engine that has the ability to balance the temperature of the motor in ideal conditions, the cooling framework plays an important role in an engine, if the cooling framework does not work as expected it causes the engine to be damaged so that the engine does not work as expected. Based on the background above, the problem can be formulated, namely how to install an Oil Cooler on a 150 cc motorbike and how the engine temperature and fuel are affected, before and weldisaputra8@gmail. saifula160@gmail. yose_pury@yahoo. 40 iCENOTEK Saputra, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol 5. No. 1, (Oktober 2. Hal. 40 - 45 after modifications are made by adding an oil cooler. This study uses an experimental method by comparing how the engine temperature and fuel affect before and after the modification of the addition of an oil cooler. The installation of an oil cooler on a 150 cc motorcycle affects the temperature of the engine oil and fuel, which can make the engine temperature cooler than before the installation of the oil cooler. Based on the results obtained from the test, it can be concluded that the oil cooler has an effect on oil temperature, for example at 5000 rpm engine speed in transmission 1, the oil temperature entering the oil cooler is 47. 25oC to 38oC when exiting the oil cooler, this proves that the oil cooler can reduce the temperature of the engine oil. After testing, fuel consumption does not affect the temperature and transmission, because the temperature does not determine the amount of fuel that enters the combustion chamber, but rather affects the rpm, the higher the rpm, the more fuel enters the combustion chamber. Influence. Oil Cooler. Modification. Motorcycle. Temperature Keywords: PENDAHULUAN Dunia berkembang pesat di masa-masa sekarang ini, mulai dari kerangka kelistrikan, kerangka pengapian, pengembangan motor, kerangka pendingin, yang mengalami pergantian peristiwa dan perubahan yang sangat besar dari tahun ke tahun . Hal ini dengan alasan temperatur motor terlalu tinggi sehingga membuat bagian-bagian pada mesin cepat Siklus pembakaran tanpa henti di motor akan membuat motor berada dalam kondisi temperatur yang sangat tinggi. Akibat pembakaran pada motor pengapian yang menjadi tenaga mekanik hanya sekitar 23%, sebagian panas muncul sebagai gas yang terpakai dan sebagian hilang melalui sistem pendingin . Panas yang terlalu tinggi dari hasil temperature oli . AC-110AC), sehingga oli menjadi encer dan kemampuannya untuk melumasi menjadi Hal ini akan menyebabkan kerusakan komponen mesin. Kerusakan ini akan berpengaruh terhadap pembakaran bahan bakar sehingga tenaga yang dihasilkan oleh mesin akan berkurang . Sistem pendingin pada sepeda motor yaitu suatu sistem yang berfungsi sebagai pemindah energi kalor yang dihasilkan dari proses pembakaran pada mesin, pada hakekatnya kita tidak bisa menghilangkan energi panas tetapi kita hanya dapat memindahkan energi panas. Pada sepeda motor terdapat berbagai macam cara untuk mendinginkan mesin salah satunya yaitu sistem pendingin oli . il coole. Sebuah inovasi dilakukan dengan cara membuat alat pendingin untuk mesin Kawasaki Dtracker 150, bertujuan mengurangi panas pada mesin dengan menggunakan teknologi yang sederhana. Hal ini bertujuan agar Mesin Kawasaki Dtracker 150 yang tidak dilengkapi dengan sistem pendingin dan juga dengan kecepatan standar agar mampu bersaing dengan sepeda motor terbaru dalam hal kecepatan dan akselerasi . Menurut Hasil dari penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa dengan cara menambahkan pendingin Oil Cooler temperatur pada sepeda motor mengalami penurunan menjadi 69,2 Celcius yang sebelum ditambahkan Oil Cooler adalah 76,2 Celsius, peforma mesin . engalami kenaika. rata Ae rata 9,8 Hp/KMH karena oli mesin yang berpindah ke Oil Cooler untuk proses pendinginan, berbeda sebelum ditambahkan Oil Cooler performa mesin stabil di angka 9,5 Hp/KMH . Menurut Dari data pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut: Dari data pengujian dengan menggunakan Oil Cooler 3 baris didapatkan hasil bahwa pada putaran mesin 2000 RPM dihasilkan temperatur rata-rata 37,67 CC. Pada putaran mesin 5000 RPM dihasilkan temperatur rata-rata 43 CC. Pada putaran mesin 8000 RPM dihasilkan temperatur rata-rata 57 CC Dari data pengujian dengan menggunakan Oil Cooler 5 baris didapatkan hasil bahwa pada putaran mesin 2000 RPM dihasilkan temperatur rata-rata 35 CC. Pada putaran mesin 5000 RPM dihasilkan temperatur ratarata 41,33 CC. Pada putaran mesin 8000 RPM dihasilkan temperatur rata-rata 47 CC . Penambahan Oil Cooler pada Mega Pro tahun 2011 mampu menurunkan temperatur oli hingga 13AC pada 7000 Rpm. Jika tanpa Oil Cooler Temperatur oli mesin mampu mencapai hingga 110AC pada putaran mesin 7000 Rpm sedangkan jika menggunakan Oil Cooler temperatur oli hanya mencapai 97AC pada puataran mesin 7000 Rpm . Sumber panas pada 41 iCENOTEK Saputra, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol 5. No. 1, (Oktober 2. Hal. 40 - 45 filter oli mesin berasal dari panas oli yang mengalir. Kecepatan aliran oli bisa berpengaruh terhadap besaran tinggi temperatur oli . Tingginya temperatur kerja mesin dipengaruhi oeh proses pendinginan yang dilakukan oleh sistem pendinginan paksa dengan fluida air. Faktor lain adalah pendinginan yang dilakukan oleh oil pelumas. Penempatan Oil Cooler pada proses pendinginan oli berdampak pada temperatur kerja mesin, sehingga performace mesinpun akan mengalami perubahan khususnya temperatur mesin dan konsumsi bahan Penggunaan Oil Cooler juga harus didasarkan pada dampaknya, apakah akan berakibat turunnya temperatur kerja yang dibawah temperatur kerja mesin atau tidak . II. MATERIAL DAN METODE Pengujian setelah pemasangan oil cooler : Pada penelitian ini peralatan yang digunakan diantaranya Tool box set. Kunci Sock Set. SpeedometerGelas takar,Stopwach,Termocoupe. PC. Baut Nepel. Dan Selang, sedangkan bahan yang digunakan diantaranya Sepeda Motor KLX 150 CC. Oil Cooler. Oli. Bahan Bakar Pertalite dan Thermometer Infrared. Penelitian Tahap yaitu dengan menggunakan oil cooler. Menempatkan kembali kendaraan pada Sambungkan sensor temperatur pada bagian jalur oli in dan out dari bagian mesin tersebut kemudian diteruskan ke computer agar hasil yang didapatkan lebih akurat. Mengisi bahan bakar pertalite Menyiapkan kipas angin sebagai alat untuk pendingin Oil Cooler karena pengujian dilakukan dalam kondisi kendaraan diam. Melakukan pengujian pada percepatan 1-5 dengan RPM 5000, 5500 dan perpindahan rpm lebih kurang 1 menit Pengambilan data, system computer akan merekam seluruh data yang dihasilkan selama pengujian seperti temperatur oli in . dan out . pada kedaraan tersebut. Ukur suhu mesin menggunakan termometer infared sebelum dan setelah pemasangan oil eksperimental dengan membandingkan bagaimana pengaruh temperatur mesin, dan bahan bakar, penambahan oil cooler. Pemasangan Oil Cooler pada temperatur mesin, dan bahan bakar yang mana bisa membuat temperatur mesin lebih dingin dari sebelum pemasangan oil cooler. Rincian tahapan pengujian: Pengujian sebelum pemasangan oil cooler : Persiapan kendaraan, pastikan semuanya dalam keadaan normal. Posisikan kendaraan pada posisi paddock Sambungkan sensor temperatur pada bagian jalur oli dari bagian tersebut kemudian diteruskan ke computer agar hasil yang didapatkan lebih akurat. Mengisi bahan bakar partalite Menyiapkan kipas angin sebagai alat untuk pendingin Oil Cooler karena pengujian dilakukan dalam kondisi kendaraan diam. Menghidupkan melakukan sedikit pemanasan pada mesin agar temperatur mesin biar Melakukan pengujian pada percepatan 15 dengan RPM 5000, 5500 dan dengan jeda di setiap perpindahan rpm lebih kurang 1 menit. Pengambilan data, system computer akan merekam seluruh data yang dihasilkan selama pengujian seperti temperatur oli pada kedaraan tersebut. Ukur termometer infared sebelum dan setelah pemasangan oil cooler. HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun mendapatkan data di dalam tabel di bawah ini. Tabel 1 Temperatur Mesin Sebelum Dan Sesudah Pemasangan Oil Cooler 42 iCENOTEK Saputra, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol 5. No. 1, (Oktober 2. Hal. 40 - 45 Rpm Temperatur Mesin Sebelum Pemasangan Oil Coleer Temperatur Mesin Setelah Pemasangan Oil Coleer Dari tabel 2 dengan RPM 5000 didapatkan ratarata nilai temperatur pada pengujian transmisi satu 50,910C, pada transmisi dua sebesar 68,020C, pada transmisi tiga sebesar 80,770C, pada transmisi tiga sebesar 79,830C, pada transmisi empat sebesar 77,940C. Gambar 2 Diagram Pengujian Sebelum Pemasangan Oil Cooler 5. 000 RPM Gambar 1 Diagram temperatur mesin sebelum dan sesudah pemasangan oil cooler 1 Pembahasan Pemasangan Oil Cooler pada sepeda motor 150 cc berpengaruh terhadap temperatur oli mesin, dan bahan bakar yang mana bisa membuat temperatur mesin lebih dingin dari sebelum pemasangan oil cooler tersebut sehingga komponen mesin lebih awet, menggunakan media pendingin oli ini mesin yang berada di dalam mesin didinginkan dengan melewati kisi-kisi Oil Cooler lalu dikembalikan menuju kepala silinder atau menuju mesin. Sistem pendingin oli ini mampu menjaga temperatur oli agar tetap stabil untuk menjaga sistem pelumasan tetap maksimal dan tidak mempengaruhi peforma mesin sepeda motor. Dari gambar 1 pada RPM 5000 temperatur suhu sebelum pemasangan oil cooler didapatkan 840C, setelah pemasangan oil cooler didapatkan 740C. Pada RPM 5500 temperatur suhu sebelum pemasangan oil cooler didapatkan 980C, sedangkan setelah pemasangan oil cooler didapatkan temperatur suhu sebesar 860C. Pada RPM 6000 temperatur suhu sebelum pemasangan oil cooler didapatkan 1180C, sedangkan setelah pemasangan oil cooler didapatkan terperatur suhu 980C. Dari tabel 4. 2 pada RPM 5000 didapatkan rata-rata nilai temperatur oli in pada pengujian transmisi satu sebesar 470C dan outnya didapatkan 380C, nilai temperatur oli in pada pengujian transmisi 2 sebesar 51,440C dan outnya didapatkan 49,28 0C, nilai temperatur oli in pada pengujian transmisi 3 sebesar 61,730C dan outnya didapatkan 59,940C, nilai temperatur oli in pada pengujian transmisi 4 sebesar 67,730C dan outnya didapatkan 65,830C. Tabel 2 Nilai Rata-Rata Hasil Penelitian Sebelum Pemasangan Oil Cooler. RPM 50,91 61 OC 69,58 Transmisi 68,02 80,77 79,83 75,81 86,85 81,89 81,66 91,35 80,03 77,94 81,82 85,14 Gambar 3 Diagram Pengujian Sesudah Pemasangan Oil Cooler 5. 000 RPM IV. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa 43 iCENOTEK Saputra, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol 5. No. 1, (Oktober 2. Hal. 40 - 45 Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengujian dapat disimpulkan bahwa oil temperatur mesin, misalnya pada RPM 5000 temperatur suhu sebelum pemasangan oil cooler didapatkan 840C, setelah pemasangan oil cooler didapatkan 740C. Pada RPM 5500 temperatur suhu sebelum pemasangan oil cooler didapatkan 980C, sedangkan setelah temperatur suhu sebesar 86 C. Pada RPM 6000 temperatur suhu sebelum pemasangan oil cooler didapatkan 1180C, sedangkan setelah pemasangan oil cooler didapatkan terperatur suhu 980C. Setelah dilakukan pengujian, konsumsi bahan bakar tidak berpengaruh terhadap temperatur dan transmisi, karena temperatur Tidak Menentukan sedikit banyaknya bahan bakar yg masuk ke ruang bakar, melainkan berpengaruh terhadap rpm, semakin tinggi rpm maka bahan bakar yg masuk ke ruang bakar semakin banyak . Irawan. Qiram, and G. Rubiono. AuStudi Pengaruh Pendinginan Oli Dengan Sistem Radiator Pada Sepeda Motor Suzuki Shogun 110 Cc,Ay J. Prodi Tek. Mesin Univ. PGRI Banyuwangi, vol. 1, pp. 22Ae27, 2016, [Onlin. Available: https://ejournal. id/index. php/vma c/article/view/24 . Adolph. AuModifikasi Sistem Pendingin Sirip Dengan Menambahkan (Oil Coole. Dengan Variasi Jenis Pompa Oli Terhadap Viskositas Oli Pada Sepeda Motor Bensin Satu Silinder,Ay pp. 1Ae23, 2016. https://sipora. id/8516/ Fattah and D. Wardana. AuPengaruh Air Cooler Terhadap Temperatur Mesin Pada Kawasaki Dtracker 150,Ay Mot. Bakar J. Tek. Mesin, vol. 3, no. 1, pp. 1Ae6, 2020, doi: 31000/mbjtm. https://jurnal. id/index. php/mjtm/article /view/3073/0 Studi. Mesin. Teknik, and U. Gresik. AuANALISIS PENAMBAHAN VARIASI PENDINGIN OIL COOLER PADA SEPEDA MOTOR HONDA SUPRA X 125 TAHUN 2010 ANALISIS PENAMBAHAN VARIASI PENDINGIN OIL COOLER PADA SEPEDA MOTOR HONDA SUPRA X 125 TAHUN 2010,Ay 2024. http://elibs. id/2546/ Meutiarani. Maksum, and M. Nasir. AuPengaruh Oil Cooler 5 Baris Terhadap Temperatur Oli Mesin dan Konsumsi Bahan Bakar pada Sepeda Motor 4 Langkah The Effect of 5-Line Oil Cooler on Engine Oil temperatur and Fuel Consumption in a Motorcycle 4-Stroke,Ay pp. 493Ae500, 2023. https://ejournal. id/index. php/jurnalpendidikan-teknik-mesin/article/view/22223 SAPUTRA. AuPengaruh Pengaplikasian Oil Cooler Terhadap Temperatur Oli Dan Peforma Mesin Pada Kendaraan Sepeda Motor Mega Pro Tahun 2011,Ay J. Pendidik. Tek. Mesin UNESA, vol. 6, no. 02, p. https://ejournal. id/index. php/jurnalpendidikan-teknik-mesin/article/view/22223 Industri. AuSTUDI NUMERIK PENINGKATAN COOLING PERFORMANCE PADA LUBE OIL COOLER GAS TURBINE YANG DISUSUN SECARA SERI DAN ( Studi Kasus PT . EMP Unit Bisnis Malacca Straits ) NUMERICAL STUDY TO IMPROVE COOLING PERFORMANCE FOR SERIES AND PARALLEL ARRANGEMENTS OF LUBE OI,Ay 2014. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan . artikel ini. Seluruh Dosen Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian Tekninisi Labor. Kepada rekan-rekan seperjuangan yang telah membantu dan memberikan arahan serta saran sehingga tersusunlah artikel ini. DAFTAR PUSTAKA