Vol. No. Februari 2026. Hal : 86 - 100 ANALISIS PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU DENGAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN (MDP) BINA MARGA 2017 (STUDI KASUS PADA RUAS JALAN NAPAL Ae GUMANTI KECAMATAN PERANAP KABUPATEN INDRAGIRI HULU) 1,2,3 Teti Erlianti. Chitra Hermawan. Iwayan Dermana. Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Islam Kuantan Singingi. Jl. Gatot Subroto KM. Kebun Nenas. Desa Jake. Kab. Kuantan Singingi email: 1tetierlianti@gmail. com, 2chitrahermawan22@gmail. com, 3 iwayan. dermana@gmail. Abstrak Jalan Napal merupakan salah satu ruas jalan di Desa Gumanti. Kecamatan Peranap. Kabupaten Indragiri Hulu. Meningkatnya jumlah penduduk dan kendaraan setiap tahun menyebabkan kebutuhan terhadap sarana transportasi jalan yang memadai semakin tinggi. Terlebih lagi, jalan ini sering dilalui kendaraan berat, sehingga diperlukan infrastruktur yang kuat dan tahan lama. Oleh karena itu, perencanaan struktur perkerasan yang tepat sangat penting untuk menunjang mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan tebal perkerasan kaku pada ruas Jalan Napal berdasarkan pedoman Manual Desain Perkerasan (MDP) Bina Marga Tahun 2017. Hasil analisis menunjukkan bahwa tebal pelat beton yang dibutuhkan adalah 295 mm, lapis pondasi bawah (Lean Concret. 100 mm, dan lapis drainase 150 mm. Sambungan menggunakan dowel berdiameter 38 mm, panjang 450 mm, dengan jarak 300 mm, serta tie bars berdiameter 16 mm, panjang 700 mm, dan jarak 750 mm. Tulangan memanjang dan melintang menggunakan besi berdiameter 8 mm dengan jarak 150 mm. Untuk jalan sepanjang 1. 000 meter yang dibagi menjadi 200 segmen, dibutuhkan 1. 000 batang tie bars . per segme. 184 batang dowel . per sambungan pada 199 titi. Dowel tidak dipasang pada awal dan akhir ruas jalan karena bukan sambungan antar segmen. Hasil ini dapat dijadikan acuan dalam pengadaan material dan pelaksanaan konstruksi jalan di lokasi tersebut. Kata Kunci: Perkerasan Kaku. MDP Bina Marga 2017. Tie bars. Dowel. Jalan Napal PENDAHULUAN Jalan adalah salah satu akses atau prasarana penghubung yang mempunyai peranan penting untuk masyarakat seperti pertumbuhan ekonomi, sosial budaya, pengembangan suatu daerah dan untuk pariwisata. Maka dari itu jalan harus direncanakan dengan baik sesuai standar dan kriteria yang berlaku saat ini di Indonesia (Asrul, 2. Kabupaten Indragiri Hulu adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Riau yang memiliki luas wilayah 7. 871,85 km2 dan jumlah penduduk sebanyak 462. 220 jiwa (Badan Pusat Statistik 2. Jalan merupakan salah satu syarat penting dalam pembangunan suatu daerah khususnya Kabupaten Indragiri Hulu sebagai penunjang sektor pertambangan, pertanian dan perkebunan di daerah tersebut yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi seiring meningkatnya kebutuhan sarana transportasi yang ada di daerah tersebut. Jalan Napal merupakan salah satu ruas jalan yang terletak di Desa Gumanti. Kecamatan Peranap. Kabupaten Indragiri Hulu. Dalam menunjang sarana dan prasarana transportasi terutama jalan di kawasan yang sering di lewati kendaraan berat, banyak faktor-faktor yang JPS. Volume 8 Nomor 1. Februari 2026 | 86 Vol. No. Februari 2026. Hal : 86 - 100 perlu dibenahi. Salah satunya sistem transportasi yang memadai dan dapat menunjang mobilisasi pengguna jalan di sekitarnya. Pada sepanjang jalan Napal kondisi eksisting pada ruas jalan saat ini menunjukkan kerusakan yang signifikan, dengan karakteristik permukaan jalan berupa tanah bercampur batu dan adanya kerusakan struktural berupa lubang-lubang. Kondisi ini mengakibatkan penurunan kualitas jalan, terutama saat musim hujan yang menyebabkan jalan menjadi licin dan saat musim kemarau yang menyebabkan jalan menjadi berdebu, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Hal tersebut terjadi karena banyaknya kendaraan berat dan kendaraan pribadi yang melewati di atas jalan sehingga mengakibatkan kerusakan pada ruas jalan yang ada saat ini. Perencanaan tebal perkerasan merupakan salah satu aspek dalam perencanaan jalan untuk memastikan kenyamanan pengguna jalan saat melewatinya dan seberapa lama jalan mampu menahan beban lalu lintas. Untuk itu diperlukan suatu rencana peningkatan di ruas jalan tersebut, perencanaan yang akan dilakukan penulis adalah perencanaan perkerasan kaku untuk mengatasi masalah kerusakan di jalan Napal. Metode yang direncanakan dalam penelitian ini adalah metode Manual Desain Perkerasan (MDP) Bina Marga 2017. Maka dari itu penulis ingin mengangkat judul dengan tema yaitu : AuAnalisis Perencanaan Tebal Perkerasan Kaku dengan Metode Manual Perkerasan (MDP) Bina Marga 2017 Pada Ruas Jalan Napal Desa Gumanti Kecamatan Peranap Ay. METODOLOGI PENELITIAN Perkerasan kaku atau beton semen adalah struktur yang terdiri atas pelat beton semen yang bersambung . idak meneru. tanpa atau dengan tulangan, atau menerus dengan tulangan, terletak di atas lapis pondasi bawah atau tanah dasar, tanpa atau dengan lapis permukaan Pd T-14-2003. Binamarga 2017. Struktur perkerasan beton semen secara tipikal sebagaimana terlihat pada gambar berikut : Gambar 2. 1 Tipikal struktur perkerasan beton semen. (Pd T-14-2003. Binamarga 2. Material yang di gunakan pada Perkerasan Kaku Agregat Kasar Agregat Halus Pasir . Air Baja-Tulangan . einforcing stee. Perencanaan Metode Manual Desain Perkerasan Bina Marga 2017 Parameter yang dibutuhkan pada perencanaan perkerasan jalan mengunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan Bina Marga 2017 yaitu sebagai berikut : Tebal Perkerasan Kaku JPS. Volume 8 Nomor 1. Februari 2026 | 87 Vol. No. Februari 2026. Hal : 86 - 100 Tebal perkerasan kaku yaitu dimensi ukuran plat beton dalam suatu perkerasan jalan. Dalam pelaksanaannya, tebal rigid tidaklah boleh sembarangan menentukan dimensinya karena akan berpengaruh pada kekuatan plat itu sendiri dan efesiensi penggunaan biaya & material. Umur Rencana Umur rencana (UR) suatu jalan adalah jumlah waktu dalam satuan tahun yang dihitung sejak jalan tersebut mulai dibuka sampai saat diperlukan perbaikan berat atau rekonstruksi. Umumnya perkerasan beton semen dapat direncanakan dengan umur rencana (UR) 20 tahun sampai 40 tahun. Dalam ketentuan manual desain perkerasan jalan revisi 2017 disebutkan bahwa menentukan umur rencana perkerasan baru harus berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pemilihan Struktur Perkerasan Pemilihan jenis perkerasan akan bervariasi berdasarkan volume lalu lintas, umur rencana, dan kondisi fondasi jalan. Batasan pada Tabel 2. 6 tidak mutlak, perencana harus mempertimbangkan biaya terendah selama umur rencana, keterbatasan dan kepraktisan Volume Lalu lintas Sebagai pengukur jumlah dari arus lalu lintas digunakan "Volume". Volume lalu lintas menunjukkan jumlah kendaraan yang melintasi satu titik pengamatan dalam satu satuan waktu . ari, jam, meni. Satuan volume lalu lintas yang umum dipergunakan sehubungan dengan penentuan jumlah dan lebar lajur adalah: Lalu lintas harian rata Ae rata. Volume jam perencanaan. Kapasitas. Faktor Pertumbuhan Lalu Lintas Pertumbuhan lalu lintas selama umur rencana dihitung dengan faktor pertumbuhan kumulatif (Cumulative Growth Facto. Dengan pengertian = faktor pengali pertumbuhan lalu lintas kumulatif = laju pertumbuhan lalu lintas tahunan (%) = umur rencana . Lalu Lintas Pada Lajur Rencana (Manual Desain Perkerasan Jalan, 2. Lajur rencana adalah salah satu lajur lalu lintas dari suatu ruas jalan yang menampung lalu lintas kendaraan niaga . ruk dan bu. paling Beban lalu lintas pada lajur rencana dinyatakan dalam kumulatif beban gandar standar (ESA) dengan memperhitungkan faktor distribusi arah (DD) dan faktor distribusi lajur kendaraan niaga (DL). Faktor Ekivalen Beban (Vehicle Damage Facto. Dalam desain perkerasan, beban lalu lintas dikonversi ke beban standar (ESA) dengan menggunakan Faktor Ekivalen Beban (Vehicle Damage Facto. Analisis struktur perkerasan dilakukan berdasarkan jumlah kumulatif ESA pada lajur rencana sepanjang umur rencana. (Manual Desain Perkerasan Jalan, 2. JPS. Volume 8 Nomor 1. Februari 2026 | 88 Vol. No. Februari 2026. Hal : 86 - 100 Beban Sumbu Standar Kumulatif Menggunakan VDF masing-masing kendaraan niaga Dengan: ESATH-1 LHRJK = Kumulatif lintasan sumbu standar ekuivalen tahun pertama = Lalu Lintas harian rata-rata setuap jenis kendaraan niaga . endaraan/har. VDFJK = Faktor ekuivalen beban setiap jenis kendaraan niaga = Faktor distribusi arah = Faktor distribusi lajur CESAL = Kumulatif beban sumbu standar ekivalen selama umur rencana. = Faktor pengali pertumbuhan lalu lintas kumulatif. CBR Desain Tanah Dasar (Manual Desain Perkerasan Jalan, 2. Ruas jalan yang didesain harus dikelompokkan berdasarkan kesamaan segmen yang mewakili kondisi tanah dasar yang dapat dianggap seragam . anpa perbedaan yang signifika. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kasual dengan menggunakan pendekatan kuantitaif. Penelitian kasual adalah penelitian empiris yang sistematis di mana peneliti tidak secara langsung memanipulasi variabel independen karena keberadaanya . Pengumpulan Data Data Primer Data primer merupakan data yang didapat dari hasil pengamatan langsung dilapangan. Data Ae data yang diambil berupa: Data LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rat. yang mencakup volume lalu lintas, jenis kendaraan, dan pola pergerakan lalu lintas. Hasil tes CBR (California Bearing Rati. yang digunakan untuk mengetahui kekuatan tanah dasar dan kemampuan tanah untuk menahan beban lalu lintas. Data Sekunder Data sekunder adalah sebuah data yang diperoleh dari studi-studi sebelumnya. Data sekunder dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti jurnal, laporan, buku, dan sebagainya. Yang termasuk jenis data sekunder yaitu literatur, foto dokumentasi, dan sebagainya. Data sekunder yang digunakan yaitu metode manual desain perkerasan (MDP) 2017. Perencanaan Tebal Perkerasan Kaku Menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 Langkah Ae langkah perencanaan tebal perkerasan kaku metode Manual Desain Perkerasan Bina Marga 2017 adalah: Menentukan umur rencana dan lajur pertumbuhan lalu lintas Data lalu lintas harian rata Ae rata (LHR) Menghitung pertumbuhan lalu lintas tahunan (R) Menghitung Faktor Distribusi Lajur dan Faktor Distribusi Arah Menentukan nilai CBR (California Bearing Rati. Menentukan Bagan Desain Perkerasan Struktur Perkerasan JPS. Volume 8 Nomor 1. Februari 2026 | 89 Vol. No. Februari 2026. Hal : 86 - 100 Menghitung Sambungan Dowel Menghitung Batang Pengikat . ie bar. Menghitung Perencanaan Tulangan Memanjang dan Tulangan Melintang HASIL DAN PEMBAHASAN Data Lalu Lintas Survei lalu lintas harian jalan Napal dilakukan selama 7 hari yakni dari hari Selasa 1 Juli 2025 Ae 7 Juli 2025. Survei ini dilakukan secara manual dengan durasi minimal 7 y 24 jam, dan mengacu pada pedoman pelaksanaan survei pencacahan lalu lintas (Pd T-19-2004-B). Berdasarkan Tabel 4. 8, jumlah total lalu lintas yang tercatat terdiri atas sepeda motor 480 unit, sedan sebanyak 364 unit, bus besar sebanyak 70 unit, truk dengan sumbu kecil sebanyak 1. 855 unit, truk dengan sumbu besar sebanyak 196 unit, dan truk dengan sumbu tandem sebanyak 3. 183 unit. Data CBR Tanah Dasar Hasil perhitungan CBR untuk titik 1 ( Analisa dan Perhitunga. Berdasarkan hasil survei dan pengujian nilai California Bearing Ratio (CBR) menggunakan alat Dynamic Cone Penetrometer (DCP), diperoleh nilai CBR desain pada Titik 1 sebesar 2,64%. Hasil perhitungan CBR untuk titik 2 ( Analisa dan Perhitunga. Berdasarkan hasil survei dan pengujian nilai California Bearing Ratio (CBR) menggunakan alat Dynamic Cone Penetrometer (DCP), diperoleh nilai CBR desain pada Titik 2 sebesar 2,66%. Hasil perhitungan CBR untuk titik 3 ( Analisa dan Perhitunga. Berdasarkan hasil survei dan pengujian nilai California Bearing Ratio (CBR) menggunakan alat Dynamic Cone Penetrometer (DCP), diperoleh nilai CBR desain pada Titik 3 sebesar 3,08%. Didasarkan pada data hasil uji CBR pada tiga titik lokasi pengujian, diperoleh nilai CBR sebagai berikut: Perhitungan CBR Rata Ae rata CBR Rata Ae rata = = 2,80 % Perencanaan Perkerasan Kaku Metode Bina Marga 2017 Menentukan Umur Rencana Perencanaan perkerasan kaku pada Jalan Napal Desa Gumanti menggunakan umur rencana 40 tahun berdasarkan pedoman dari Metode Bina Marga 2017. Tabel 4. 1 Menentukan Umur Rencana ( Manual Desain Perkerasan Jalan 2. Jenis Perkerasan Elemen Perkerasan Umur Rencana . Perkerasan lentur Lapisan aspal dan lapisan berbutir. Fondasi jalan JPS. Volume 8 Nomor 1. Februari 2026 | 90 Vol. No. Februari 2026. Hal : 86 - 100 Semua perkerasan untuk daerah yang tidak dimungkinkan pelapisan ulang . , seperti: jalan perkotaan, underpass, jembatan. Cement Treated Based (CTB) Perkerasan kaku Lapis fondasi atas, lapis fondasi bawah, lapis beton semen, dan fondasi jalan. Jalan tanpa penutup Semua elemen . ermasuk fondasi jala. Minimum Menghitung Pertumbuhan Lalu Lintas Tahunan (R) Ruas Jalan Napal Desa Gumanti Kabupaten Indragiri Hulu termasuk jalan kolektor rural dan berada di Pulau Sumatera, berdasarkan pedoman dari Metode Bina Marga 2017 didapatkan nilai faktor laju pertumbuhan lalu lintas . adalah 3,50 dapat dilihat pada 4. Tabel 4. 2 Faktor laju pertumbuhan lalu lintas (Manual Desain Perkerasan Jalan 2. Rata-rata Jawa Sumatera Kalimantan Indonesia Arteri dan perkotaan 4,80 4,83 5,14 4,75 Kolektor rural 3,50 3,50 3,50 3,50 Jalan desa 1,00 1,00 1,00 1,00 Perhitungan LHR Perhitungan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) dilakukan dengan mengacu pada pedoman yang tercantum dalam Metode Manual Desain Perkerasan (MDP) Tahun 2017. Sesuai dengan ketentuan dalam metode tersebut, nilai LHR dapat ditentukan berdasarkan jumlah kendaraan tertinggi selama periode survei. Dalam hal ini, volume lalu lintas tertinggi tercatat pada hari JumAoat, sehingga data dari hari tersebut digunakan sebagai dasar dalam perhitungan LHR. LHR = Menghitung LHR untuk tahun 2028 C Sepeda motor = 2434 Kendaraan / hari C Mobil Pribadi = 468 Kendaraan / hari C Bus Besar = 8 Kendaraan / hari C Truck 2 As Kecil = 189 Kendaraan / hari C Truck 2 As Besar = 290 Kendaraan / hari C Truck 3 As Tandem = = 557 Kendaraan / hari JPS. Volume 8 Nomor 1. Februari 2026 | 91 Vol. No. Februari 2026. Hal : 86 - 100 Menghitung LHR untuk tahun 2031 C Sepeda motor = 2699 Kendaraan / hari C Mobil Pribadi = 519 Kendaraan / hari C Bus Besar = 9 Kendaraan / hari C Truck 2 As Kecil =209 Kendaraan / hari C Truck 2 As Besar = 321 Kendaraan / hari C Truck 3 As Tandem = = 618 Kendaraan / hari Menghitung LHR untuk tahun . 5 Ae 2. C Sepeda motor = 8690 Kendaraan / hari C Mobil Pribadi = 1671 Kendaraan / hari C Bus Besar = 28 Kendaraan / hari C Truck 2 As Kecil = 673 Kendaraan / hari C Truck 2 As Besar = 1033 Kendaraan / hari C Truck 3 As Tandem = = 1987 Kendaraan / hari Menentukan Faktor Pertumbuhan Lalu Lintas (R) Maka untuk analisis ini nilai faktor pertumbuhan lalu lintas pada permulaan periode beban normal pada tahun 2025 Ae 2065 adalah = 40. Dalam perencanaan perkerasan kaku pada ruas Jalan Napal. Desa Gumanti, digunakan dua faktor perhitungan lalu lintas dengan umur rencana atau UR masing-masing sama dengan 3 dan 37 tahun. JPS. Volume 8 Nomor 1. Februari 2026 | 92 Vol. No. Februari 2026. Hal : 86 - 100 = 3,001 = 37,23 Menentukan Nilai VDF (Vehicle Damage Facto. Tabel 4. 3 Nilai VDF (Manual Desain Perkerasan Jalan 2. Jenis Kendaraan Lintas Harian Rata Ae rata ( 2 ara. Puncak Tertinggi Kendaraan ( hari JumAoa. Sepeda Motor Sedan,mobil pribadi Bus Besar . B) Truk as kecil . A) Truk as besar . B) Truk tandem . Menghitung Faktor Distribusi Lajur Serta Faktor Distribusi Arah Faktor distribusi lajur (DL) = 1,0. Tabel 4. 4 Faktor Distribusi Lajur (DL) (Manual Desain Perkerasan Jalan 2. Jumlah Lajur Setiap Arah Kendaraan Niaga Pada Lajur Desain (% Terhadap Populasi Kendaraan Niag. Faktor distribusi arah (DD) umumnya diambil 0,5 untuk jalan dua arah kecuali pada jalan dengan jumlah kendaraan niaga cenderung lebih tinggi pada suatu arah tertentu. Menghitung Nilai CESAL (Cumulative Equivalent Single Axle Loa. Beban sumbu standar kumulatif atau Cumulative Equivalent Single Axle Load (CESAL) merupakan jumlah kumulatif beban sumbu lalu lintas desain pada lajur desain selama umur 5B (Bus Besa. ESA4 ESA 4 . =(LHR 2028 x VDF4 aktua. x 365 x DD x DL x R = . x 365 x 0,5 x 1 x 3,001 = 4381,533179 JPS. Volume 8 Nomor 1. Februari 2026 | 93 Vol. No. Februari 2026. Hal : 86 - 100 ESA 4 . ESA5 ESA 5 . ESA 5 . =(LHR 2031 x VDF4 norma. x 365 x DD x DL x R = . x 365 x 0,5 x 1 x 37,23 = 61156,9348 = (LHR 2028 x VDF5 aktua. x 365 x DD x DL x R = . x 365 x 0,5 x 1 x 3,001 = 4381,53318 =(LHR 2031 x VDF5 norma. x 365 x DD x DL x R = . x 365 x 0,5 x 1 x 37,23 = 61156,9348 CESAL 4 CESAL4 . = 5B 6A 6B 7A2 = 3979226,279 CESAL4 . = 5B 6A 6B 7A2 = 26316168,8 CESAL4 . = ESA4 . ESA4 . = 3979226,279 26316168,8 = 30295395,08 CESAL4 = 30,29539508 CESAL 5 CESAL5 . = 5B 6A 6B 7A2 = 7332769,62 CESAL5 . = 5B 6A 6B 7A2 = 34321951,3 CESAL5 . = ESA5 . ESA5 . = 7332769,62 34321951,3 = 41654720,94 CESAL5 = 41,654720,94 Dari hasil perhitungan yang dilakukan, nilai Cesal 4 diperoleh sebesar 30,30 juta sedangkan nilai Cesal 5 sebesar 41,65 juta. Rincian perhitungan tersebut disajikan pada Tabel CBR Desain Tanah Dasar CBR tanah dasar yang efektif sebaiknya tidak kurang dari 6%. Jika nilai CBR yang diperoreh kurang dari 6% maka diperlukan perbaikan tanah dasar. Karena data nilai CBR yang diperoleh 2,80% atau kurang dari 6% maka dilakukan perbaikan tanah dasar dengan acuan Tabel 4. 17 berikut: Tabel 4. 5 Desain fondasi jalan minimum (Manual Desain Perkerasan Jalan 2. Perkerasan Kelas Perkerasan Lentur CBR Tanah Uraian struktur dasar (%) Beban lalu lintas Stabilisasi pada lajur rencana Semen JPS. Volume 8 Nomor 1. Februari 2026 | 94 Vol. No. Februari 2026. Hal : 86 - 100 SG6 SG5 SG4 SG3 SG2. Tanah ekspansif . otensi pemuaian > 5% Perkerasan di atas tanah lunak SG1 Perbaikan tanah dasar dapat berupa stabilisasi semen atau material timbunan pilihan . esuai persyaratan spesifikasi umum. Devisi 3 Ae Pekerjaan Tana. ( pemadatan lapisan Lapis penopang -atau- lapis penopang dan Lapis penopang dengan umur rencana 40 tahun . uta ESA. Tebal minimum perbaikan tanah dasar Tidak diperlukan Berlaku yang sama Tanah gambut dengan HRS atau DBST untuk perkerasan untuk jalan raya minor . ilai minimum Ae ketentuan lain berlak. Menentukan Bagan Desain Perkerasan Struktur Perkerasan Tabel 4. 6 Ketentuan Desain Tebal Perkerasan Kaku (Manual Desain Perkerasan Jalan 2. Struktur Perkerasan Kelompok sumbu kendaraan berat < 4. < 8. < 25. < 43 < 86 Dowel dan bahu beton STRUKTUR PERKERASAN . Tebal pelat beton Lapis Fondasi LMC Lapis Drainase . apat mengalir dengan bai. Berdasarkan tabel tersebut dengan nilai ESA5 maka struktur perkerasan jalan kaku dapat dirincikan di bawah ini : Tebal pelat beton = 295 mm Lapis pondasi (LMC) = 100 mm Lapis drainase = 150 mm JPS. Volume 8 Nomor 1. Februari 2026 | 95 Vol. No. Februari 2026. Hal : 86 - 100 Sambungan = Dowel dan Beton Perhitungan Sambungan Dowel Pemilihan batang pengikat . ditentukan berdasarkan ketentuan teknis yang telah ditetapkan dalam standar perencanaan perkerasan kaku. Tabel 4. 7 Data Ukuran Panjang dan Jarak Dowel (Manual Desain Perkerasan Jalan 2. Tabel Pelat Diameter Panjang Jarak Inchi Inchi Jadi diameter dowel yang digunakan pada perkerasan yaitu : Dd = Diameter = 38 mm Panjang tipikal = 450 mm Ld = Jarak/Panjang batang dowel = 300 mm Perhitungan Batang Pengikat (Tie Bar. Sambungan memanjang menggunakan batang pengikat tie bars dengan spesifikasi : Lebar jalan =6m Lebar Lajur . =3m Tebal Pelat . = 0,295 = 204 x b x h = 204 x 3 x 0,295 = 180,54 Direncanakan sambungan menggunakan tulangan ulir D16 mm dengan jarak 75 cm maka luasnya didapatkan: = 200,96 Kebutuhan sambungan memanjang per meter : Panjang batang pengikat : = . ,3 x ) 75 = . ,83 x . 75 = 687,8 mm = 700 mm JPS. Volume 8 Nomor 1. Februari 2026 | 96 Vol. No. Februari 2026. Hal : 86 - 100 Maka diperoleh hasil : Diameter Tie Bars = D16 mm Panjang Tie Bars = 700 mm Jarak Tie Bars = 750 mm Perhitungan Tulangan Dalam perencanaan tebal perkerasan kaku ini, digunakan jenis pelat beton bertulang dengan sistem tulangan dua arah . wo-way sla. Pelat ini dirancang menggunakan tulangan pokok dua arah, yang berfungsi untuk menahan beban secara merata ke seluruh arah dan meningkatkan kinerja struktural pelat terhadap beban lalu lintas. Data perencanaan : Koefisien gesek (AA) = 1,5 =5m Panjang pelat (L) Tebal pelat . = 295 mm Lebar pelat . =2x3m Tegangan tarik baja . = 240 Mpa Berat Jenis Beton (M) = 2400 kg/m3 = 9,8 m/s2 Gravitasi . Tulangan Memanjang AA. 1,5 X 5 X 2400 X 9,8 X 0,295 = 108,4125 mm As min = 0,1% 295 x 1000 = 295 mm2 Tulangan Melintang AA. 1,5 X 5 X 2400 X 9,8 X 0,295 = 108,4125 mm2 As min = 0,1% 295 x 1000 = 295 mm2 Untuk menentukan luasan lentur pelat dengan diameter dan jarak tertentu dengan mengunakan tabel CUR beton seri 4 yang disajikan pada Tabel 4. 20 dibawah ini: Tabel 4. 8 Data Menggunakan Tabel CUR jarak yang di anjurkan . Diameter Nominal . JPS. Volume 8 Nomor 1. Februari 2026 | 97 Vol. No. Februari 2026. Hal : 86 - 100 Maka dapat digunakan: Eo Tulangan memanjang besi ulir diameter 8 mm Ae 150 mm sepanjang 1000 mm, dengan jumlah tulangan permeter: 1000/150 = 7 batang = 351,68 /m > AMANa. Jadi digunakan 8D7 Ae 150 mm Eo Tulangan melintang besi ulir diameter 8 mm Ae 150 mm sepanjang 1000 mm, dengan jumlah tulangan permeter: 1000/150 = 7 batang = 351,68 /m > AMANa. Jadi digunakan 8D7 Ae 150 mm Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, ditetapkan bahwa diameter untuk tulangan memanjang dan tulangan melintang adalah besi ulir berdiameter 8 mm dengan jarak penempatan 150 mm, sehingga jumlah tulangan per meter sebanyak 7 batang. Hasil Desain Perkerasan Kaku Metode Bina Marga 2017 pada Ruas Jalan Napal Desa Gumanti Berikut gambar desain perkerasan kaku Metode Bina Marga 2017 pada Ruas Jalan Napal Desa Gumanti. Pelat Beton 29,5 cm Lapisan Pondasi LMC 10 cm 15 cm Lapis Drainase (LFA kls A) Berdasarkan Gambar 4. 14 diatas, tebal perkerasan kaku pada ruas Jalan Napal. Desa Gumanti, direncanakan sebesar 29,5 cm. Lapis pondasi bawah menggunakan Lean Mix Concrete (LMC) setebal 10 cm, dan lapis drainase berupa Lapis Fondasi Atas (LFA) Kelas A setebal 15 cm untuk mendukung stabilitas struktur perkerasan. JPS. Volume 8 Nomor 1. Februari 2026 | 98 Vol. No. Februari 2026. Hal : 86 - 100 KESIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan tebal perkerasan kaku (Rigid Pavemen. menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Bina Marga 2017 Pada Ruas Jalan Napal Desa Gumanti, maka di dapat kesimpulan sebagai berikut: Tebal perkerasan kaku dengan metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 diperoleh hasil tebal plat beton 295 mm, tebal lapis pondasi (LMC) 100 mm, tebal lapis drainase 150 mm. Sambungan dowel diameter 38 mm, panjang 450 mm, dan jarak 300 mm. Sambungan tie bars menggunakan tulangan diameter 16 mm, panjang 700 mm, dan jarak 750 mm. Tulangan memanjang dan melintang diameter 8 mm dengan jarak 150 Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan tulangan pada ruas jalan Napal Ae Desa Gumanti sepanjang 1. 000 meter dengan pembagian jalan menjadi 200 segmen masingmasing sepanjang 5 meter, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: Jumlah tie bars yang dibutuhkan untuk keseluruhan jalan tersebut adalah 000 buah, dengan jumlah setiap segmen memerlukan 5 tie bars. Dowel dipasang pada perbatasan antar segmen beton sebagai sambungan, sehingga jumlah perbatasan yang ada adalah sebanyak 199 titik. Dengan jumlah dowel sebanyak 16 buah per perbatasan, total dowel yang dibutuhkan adalah 184 buah. Pada awal dan akhir ruas jalan tidak dipasang dowel, karena keduanya bukan merupakan sambungan antar segmen, sehingga tidak mempengaruhi perhitungan total dowel yang diperlukan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut : Dalam perencanaan tebal perkerasan kaku Beton dengan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 banyak menggunakan tabel sehingga perlu ketelitian dan lebih hati-hati dalam pembacaannya agar mendapatkan hasil yang akurat. Dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan metode bina marga yang terbaru sehingga didapatkan hasil komparasi yang lebih baik. UCAPAN TERIMAKASIH Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terimaksih yang tulus dan ikhlas kepada semua pihak-pihak yang telah membantu penulis, antara lain: Dalam kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada : Ibu Dr. Ikrima Mailani S. Pd. Pd. I selaku Rektor Universitas Islam Kuantan Singingi. Bapak Agus Candra. ,M. Si selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Islam Kuantan Singingi. Bapak Ade Irawan. ST. ,MT selaku Ketua Program Studi Teknik Sipil. Bapak Chitra Hermawan. ST. ,MT selaku Dosen Pembimbing I yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membantu dan membimbing dalam penyelesaian Tugas Akhir ini. JPS. Volume 8 Nomor 1. Februari 2026 | 99 Vol. No. Februari 2026. Hal : 86 - 100 Bapak Iwayan Dermana. ST. Sc selaku Dosen Pembimbing II yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membantu dan membimbing dalam penyelesaian Tugas Akhir ini. Bapak Surya Adinata. ST. MT selaku Dosen Program Studi Teknik Sipil. Ibu Melia Nurafni. ST. Si selaku Dosen Program Studi Teknik Sipil Kepada Orang Tua dan keluarga yang selalu memberikan kasih sayang dan doAoa kepada Teman-teman satu angkatan di Program Studi Teknik Sipil Akhirnya, penulis berharap semoga Tugas Akhir yang disusun ini dapat bermanfaat hendaknya, baik bagi penulis sendiri maupun bagi para pembaca. DAFTAR PUSTAKA