Volume 6 No. Tahun 2026 Halaman 174 Ae 185 Available online : https://ejournal. id/index. php/PENIPS/index Pengaruh Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Gunung Panggung Tuban terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar Siti Mutmainnah. Dian Ayu Larasati. Nuansa Bayu Segara. Dhimas Bagus Virgiawan. 1, 2, 3, . S1 Pendidikan IPS. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya. Indonesia Abstrak Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Gunung Panggung Tuban sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah daerah berpotensi memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keberadaan TPA Sampah Gunung Panggung Tuban terhadap kondisi sosial dan kondisi ekonomi masyarakat sekitar, serta mengetahui relevansi hasil penelitian terhadap pembelajaran IPS sebagai sumber belajar kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 174 responden yang ditentukan melalui teknik probability sampling dengan multi-stage sampling, yaitu pengelompokan . luster samplin. berdasarkan radius tempat tinggal dari TPA dan penentuan sampel secara proporsional pada setiap zona (Proportionate Stratified Random Samplin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana serta uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan TPA Sampah Gunung Panggung Tuban berpengaruh signifikan terhadap kondisi sosial dan kondisi ekonomi masyarakat sekitar. Pengaruh terhadap kondisi sosial bersifat negatif dengan koefisien regresi sebesar Oe0,367, yang menunjukkan bahwa peningkatan intensitas keberadaan TPA diikuti oleh penurunan kenyamanan lingkungan dan kualitas interaksi sosial masyarakat. Sebaliknya, pengaruh terhadap kondisi ekonomi bersifat positif dengan koefisien regresi sebesar 0,501, yang mengindikasikan adanya peningkatan peluang kerja dan tambahan pendapatan bagi sebagian masyarakat. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kondisi sosial antarzona tempat tinggal . , terutama antara Zona A dengan Zona B dan Zona C, namun tidak terdapat perbedaan signifikan pada kondisi ekonomi antarzona. Temuan ini relevan dengan pembelajaran IPS sebagai sumber belajar kontekstual pada materi perubahan sosial dan aktivitas ekonomi berbasis Kata kunci: Tempat Pembuangan Akhir. Kondisi Sosial. Kondisi Ekonomi. Masyarakat Sekitar Abstract The existence of the Gunung Panggung Tuban Final Waste Disposal Site (TPA) as part of the regional waste management system has the potential to impact the social and economic life of the surrounding community. This study aims to analyze the impact of the Gunung Panggung Tuban Final Waste Disposal Site on the social and economic conditions of the surrounding community, as well as to determine the relevance of the research results to social stu dies learning as a contextual learning resource. This study used a quantitative approach with a survey method. The research sample consisted of 174 respondents determined through a probability sampling technique with multi-stage sampling, namely grouping . luster samplin. based on the radius of residence from the landfill and proportional sampling in each zone (Proportionate Stratified Random Samplin. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using simple linear regression and One-Way ANOVA. The results of the study indicate that the existence of the Gunung Panggung Tuban Landfill significantly affects the social and economic conditions of the surrounding community. The effect on social conditions is negative with a regression coefficient of -0. 367, indicating that an increase in the intensity of the landfill's existence is followed by a decrease in environmental comfort and the quality of social interactions in the Conversely, the effect on economic conditions is positive with a regression coefficient of 0. 501, indicating an increase in job opportunities and additional income for some people. The results of the One Way ANOVA test show that there are significant differences in social conditions between residential zones . , especially between Zone A and Zone B and Zone C, but there are no significant differences in economic conditions between zones. This finding is relevant to social studies learning as a contextual learning resource for the material on social change and environmentally based economic Keywords: Landfill, social conditions, economic conditions, surrounding community How to Cite: Mutmainnah. Larasati. Segara. , & Virgiawan. Pengaruh Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Gunung Panggung Tuban terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar. Dialektika Pendidikan IPS. Vol 6 . , 174Ae185. This is an open access article under the CCAeBY-SA Dialektika Pendidikan IPS. Volume 6 . : 174-185 PENDAHULUAN Pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi berkontribusi terhadap peningkatan volume sampah di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Tuban. Peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan perubahan pola konsumsi masyarakat yang berdampak langsung pada jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya. Kondisi tersebut menuntut tersedianya sistem pengelolaan sampah yang efektif agar tidak menimbulkan permasalahan lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat (Ridwan. Hidayanti, & Nilfatri, 2. Pengelolaan sampah di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan struktural. Sistem pengelolaan yang belum terintegrasi menyebabkan sampah berkembang menjadi persoalan kompleks yang melibatkan aspek lingkungan dan sosial. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 mendefinisikan sampah sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam berbentuk padat yang memerlukan penanganan khusus agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat (Undang - Undang Republik Indonesia No. 18, 2. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan komponen penting dalam sistem pengelolaan sampah sebagai lokasi pemrosesan akhir. Keberadaan TPA tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak terhadap masyarakat yang bermukim di sekitarnya (Pramono et al. Dampak tersebut tidak terbatas pada aspek lingkungan, tetapi juga memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024 menunjukkan bahwa timbulan sampah di Provinsi Jawa Timur mencapai 4. 037,28 ton per tahun (SIPSN. Kabupaten Tuban menyumbang rata-rata 528,51 ton sampah per hari atau sekitar 192. 907,81 ton per tahun. Jumlah tersebut meningkat sekitar 4,05% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan tren kenaikan produksi sampah di wilayah ini. Komposisi sampah di Kabupaten Tuban didominasi sisa makanan sebesar 58,52%, diikuti kayu dan ranting 15,32% serta plastik 11,02%. Peningkatan volume dan keragaman sampah memperbesar tantangan pengelolaan pada tahap pemrosesan akhir dan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan, sosial, serta kesehatan masyarakat di sekitar TPA. TPA Gunung Panggung sebagai lokasi pemrosesan akhir sampah di Kabupaten Tuban menerapkan sistem controlled landfill yang belum sepenuhnya dilengkapi pengendalian gas dan bau secara Kondisi tersebut menimbulkan keluhan masyarakat berupa gangguan bau dan meningkatnya vektor penyakit di lingkungan permukiman (Febiola et al. , 2. Situasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan TPA berkaitan langsung dengan kualitas kehidupan sosial Hasil observasi awal menunjukkan adanya penurunan kenyamanan lingkungan, munculnya stigma negatif terhadap warga sekitar TPA, serta perubahan pola interaksi sosial. Keberadaan TPA juga membuka peluang ekonomi, baik pada sektor formal maupun informal seperti Kondisi tersebut menunjukkan adanya dinamika sosial dan ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan keberadaan TPA dan menjadi dasar penting untuk dikaji secara lebih sistematis melalui penelitian kuantitatif. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa keberadaan TPA umumnya menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi sosial dan lingkungan masyarakat sekitar. Saputra et al. menemukan adanya penurunan kenyamanan hidup dan gangguan kesehatan masyarakat di sekitar TPA Desa Karang Rejo. Fitria . menunjukkan bahwa TPA memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok pemulung, namun disertai risiko sosial dan kesehatan. Penelitian ini memiliki keterkaitan langsung dengan bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMP, khususnya materi kelas Vi tema 2 Kemajemukan Masyarakat Indonesia pada pembahasan keragaman aktivitas ekonomi yang dipengaruhi kondisi lingkungan dan kelas IX tema 1 Manusia dan Perubahan submateri perubahan sosial yang membahas bentuk, contoh, dan penyebab perubahan sosial. Temuan penelitian dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual berbasis masalah melalui model Problem Based Learning dan Project Based Learning untuk melatih kemampuan analisis peserta didik mengenai hubungan aktivitas ekonomi dan dampak lingkungan serta menumbuhkan sikap peduli lingkungan. SMP Negeri 6 Tuban sebagai sekolah Adiwiyata yang berada pada radius terdekat wilayah penelitian Dialektika Pendidikan IPS. Volume 6 . : 174-185 berpotensi menjadi contoh penerapan pembelajaran kontekstual berbasis hasil penelitian. Urgensi penelitian semakin kuat karena pengaruh TPA bersifat jangka panjang dan berpotensi memengaruhi kualitas hidup masyarakat apabila pengelolaannya tidak optimal. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar objektif bagi perumusan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih responsif terhadap masyarakat yang terpengaruh. Berdasarkan permasalahan yang ada, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Gunung Panggung Tuban terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya, serta mengetahui relevansi hasil penelitian sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran IPS. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu sosial, khususnya terkait hubungan antara fasilitas lingkungan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta menjadi referensi bagi penelitian Secara praktis, penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, bagi pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pengelolaan sampah, bagi guru IPS sebagai sumber pembelajaran kontekstual, serta bagi peneliti dalam memperdalam pemahaman mengenai dinamika sosial ekonomi yang berkaitan dengan isu lingkungan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, yang bersifat deskriptif dan inferensial. Pendekatan kuantitatif dipilih karena mampu menyajikan gambaran kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara objektif, sistematis, dan terukur melalui data numerik (Creswell, 2. Tujuannya adalah untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel Probability Sampling dengan menerapkan multi-stage sampling . ampling bertaha. Tahap pertama menggunakan cluster sampling . ampling wilaya. , di mana populasi dikelompokkan berdasarkan wilayah tempat tinggal masyarakat menurut radius jarak dari lokasi TPA Gunung Panggung dan tahap kedua menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu penentuan jumlah sampel pada setiap zona dilakukan secara proporsional sesuai dengan jumlah populasi pada masing-masing zona. Penelitian dilaksanakan di TPA Gunung Panggung Tuban, yang beralamat di Jl. Kebersihan. Gedongombo. Kec. Semanding. Kab. Tuban. Jawa Timur, yang dimulai pada bulan Juli 2025. Responden penelitian ini ialah seluruh masyarakat yang tinggal di area yang berdekatan langsung dengan TPA sampah Gunung Panggung, yaitu Dusun Dondong dan Dusun Kiring, yang secara geografis merupakan kawasan permukiman paling dekat dan berpotensi terdampak dan terpengaruh langsung oleh keberadaan TPA. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan dokumentasi Variabel Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah diukur melalui indikator kondisi fisik dan sistem pengelolaan TPA, variabel kondisi sosial masyarakat diukur berdasarkan indikator pendidikan, persepsi sosial terhadap masyarakat sekitar, dan kenyamanan Masyarakat, sedangkan variabel kondisi ekonomi masyarakat diukur melalui indikator penyerapan tenaga kerja, pendapatan dan kesejahteraan ekonomi. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji linearitas, uji homogenitas, uji one way Anova untuk untuk mengetahui apakah perbedaan rata-rata yang muncul antar kelompok terjadi secara kebetulan, uji regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh dan besarnya kontribusi keberadaan TPA sampah dengan kondisi sosial dan kondisi ekonomi masyarakat sekitar melalui nilai koefisien determinasi (RA), dan uji t untuk membandingkan mean dari kelompok data. Seluruh analisis statistik dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS guna menjamin ketepatan dan objektivitas hasil penelitian. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 6 . : 174-185 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian dilaksanakan di TPA sampah Gunung Panggung Tuban tepatnya Jl. Kebersihan. Dusun Dondong. Kelurahan Gedongombo. Kabupaten Tuban. Jawa Timur. Secara geografis, posisi TPA berada pada koordinat -6. 92200 LS dan 112. 07369 BT yang menunjukkan letaknya di wilayah perbukitan. Lokasi ini berdekatan dengan dua dusun berpenduduk aktif, yaitu Dusun Dondong dan Dusun Kiring, sehingga keberadaannya memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat di sekitarnya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah yang berdekatan langsung dengan TPA Sampah Gunung Panggung, yaitu Dusun Dondong dan Dusun Kiring. Desa Gedongombo. Kecamatan Semanding, dengan total populasi sebanyak 308 Kepala Keluarga (KK). Pemilihan populasi didasarkan pada kedekatan geografis wilayah yang berpotensi terdampak langsung oleh keberadaan TPA. Penentuan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin karena jumlah populasi diketahui secara pasti, namun varians populasi belum diketahui secara rinci. Dengan tingkat kesalahan . rror toleranc. sebesar 5%, diperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 174 KK yang dianggap mampu mewakili populasi penelitian secara Data dikumpulkan satu kali melalui penyebaran kuesioner skala Likert untuk mengukur tiga variabel utama penelitian, yaitu keberadaan TPA sampah (X) kondisi sosial masyarakat (Y. , dan kondisi ekonomi masyarakat (Y. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara bertahap dengan awalan hasil dari uji validitas yang dilakukan terhadap 30 responden. Pada taraf signifikansi 5%, diperoleh nilai rtabel sebesar 0,361. Suatu item pernyataan dinyatakan valid apabila nilai koefisien korelasi yang diperoleh . lebih besar daripada rtabel. Hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pada variabel X dan variabel Y disajikan pada tabel berikut: Tabel 1 Hasil Uji Validitas Variabel Item Keterangan Keberadaan TPA 0,720 0,361 Valid Sampah (X) 0,693 0,361 Valid 0,651 0,361 Valid 0,707 0,361 Valid 0,564 0,361 Valid 0,712 0,361 Valid 0,622 0,361 Valid Kondisi Sosial 0,863 0,361 Valid Masyarakat (Y. 0,791 0,361 Valid 0,886 0,361 Valid 0,863 0,361 Valid 0,634 0,361 Valid 0,799 0,361 Valid 0,886 0,361 Valid 0,726 0,361 Valid Kondisi Ekonomi 0,736 0,361 Valid Masyarakat (Y. 0,638 0,361 Valid 0,856 0,361 Valid 0,506 0,361 Valid 0,539 0,361 Valid 0,697 0,361 Valid 0,871 0,361 Valid Berdasarkan hasil uji validitas tersebut, diketahui bahwa seluruh item pernyataan pada variabel Keberadaan TPA sampah (X), kondisi sosial masyarakat (Y. , kondisi ekonomi Dialektika Pendidikan IPS. Volume 6 . : 174-185 Masyarakat (Y. memiliki nilai rhitung yang lebih besar daripada rtabel . Hal ini menunjukkan bahwa setiap butir pernyataan memiliki keterkaitan yang signifikan dengan skor total variabelnya masing-masing. Dengan demikian, seluruh item dalam instrumen penelitian dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai alat pengumpulan data untuk tahap analisis selanjutnya. Kedua, uji reliabilitas dilakukan untuk menilai sejauh mana instrumen penelitian mampu memberikan hasil pengukuran yang konsisten dan stabil dalam mengukur variabel yang diteliti. Instrumen yang reliabel menunjukkan bahwa butir-butir pernyataan di dalamnya memiliki konsistensi internal yang baik, sehingga data yang dihasilkan dapat dipercaya dan digunakan dalam analisis lanjutan. Dalam penelitian ini, uji reliabilitas diterapkan pada instrumen Keberadaan TPA sampah (X), kondisi sosial masyarakat (Y. , kondisi ekonomi Masyarakat (Y. dengan menggunakan koefisien CronbachAos Alpha. Hasil perhitungan uji reliabilitas disajikan pada tabel Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Koefisiensi Tingkat Alpha Reliabilitas Reliabilitas Keberadaan TPA Sampah (X) 0,782 0,782 Cukup Kondisi sosial masyarakat (Y. 0,923 0,923 Sangat Tinggi Kondisi ekonomi masyarakat (Y. 0,801 0,801 Tinggi Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki nilai CronbachAos Alpha di atas batas minimal, sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Variabel X memiliki reliabilitas cukup, variabel Y2 termasuk kategori tinggi, dan variabel Y1 berada pada kategori sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa setiap variabel memiliki konsistensi internal yang baik, sehingga instrumen layak digunakan karena mampu memberikan hasil pengukuran yang stabil dan dapat dipercaya. Ketiga, uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data variabel keberadaan TPA sampah (X), kondisi sosial masyarakat (Y. , kondisi ekonomi masyarakat (Y. memiliki distribusi normal sebagai salah satu prasyarat penggunaan analisis statistik parametrik. Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan dalam dua tahap, yaitu uji normalitas pada seluruh sampel dan uji normalitas berdasarkan zona (Zona A. Zona B, dan Zona C). Pengujian dilakukan pada taraf signifikansi 5% ( = 0,. , dengan ketentuan bahwa data dinyatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Hasil uji normalitas disajikan pada tabel berikut: Tabel 3 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Variabel Asymp. Sig. -taile. Keterangan Keberadaan TPA Sampah (X) terhadap 0,090 Berdistribusi Normal kondisi sosial masyarakat (Y. Zona A 0,077 Berdistribusi Normal Zona B 0,070 Berdistribusi Normal Zona C 0,069 Berdistribusi Normal Keberadaan TPA sampah (X) terhadap 0,057 Berdistribusi Normal kondisi ekonomi masyarat (Y. Zona A 0,181 Berdistribusi Normal Zona B 0,200 Berdistribusi Normal Zona C 0,082 Berdistribusi Normal Berdasarkan hasil uji normalitas, seluruh data penelitian pada variabel kondisi sosial masyarakat maupun kondisi ekonomi masyarakat menunjukkan distribusi normal karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, data penelitian telah memenuhi asumsi normalitas sehingga dapat digunakan untuk analisis statistik parametrik lebih lanjut. Keempat, uji linearitas yang digunakan untuk menguji variabel bebas dengan variabel terikat apakah memiliki hubungan linearitas secara signifikan atau tidak (Ghozali, 2. Berikut tabel hasil uji linearitas: Dialektika Pendidikan IPS. Volume 6 . : 174-185 Tabel 4 Hasil Uji Linearitas Variabel Deviation from Linearity Taraf Sig. Keterangan X Ae Y1 0,093 0,05 Linear X Ae Y2 0,110 0,05 Linear Hasil uji linearitas menunjukkan bahwa hubungan antara variabel keberadaan TPA dengan kondisi sosial maupun kondisi ekonomi bersifat linear. Nilai signifikansi Deviation from Linearity pada kedua hubungan lebih besar dari taraf signifikansi yang ditetapkan, sehingga tidak terdapat penyimpangan dari linearitas. Kondisi ini menunjukkan bahwa hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dapat dijelaskan secara linear dan memenuhi asumsi untuk dilakukan analisis lanjutan. Kelima. Uji homogenitas varians digunakan untuk mengetahui apakah varians antar kelompok (Zona A. Zona B. Zona C) bersifat homogen atau memiliki tingkat keragaman yang Uji ini dilakukan menggunakan LeveneAos Test. Tabel 5 Hasil Uji Homogenitas Nilai Variabel Taraf Sig. Keterangan Sig. 0,087 0,05 Homogen 0,065 0,05 Homogen 0,159 0,05 Homogen Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa seluruh variabel penelitian memiliki varians yang homogen karena nilai signifikansi masing-masing variabel lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, tidak terdapat perbedaan keragaman data antar zona sehingga seluruh variabel memenuhi syarat untuk dilakukan analisis One Way ANOVA. Keenam. Uji One Way ANOVA digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata persepsi terkait Keberadaan TPA Sampah antara tiga kelompok wilayah, yaitu Zona A. Zona B, dan Zona C. Tabel 6 Hasil Uji One Way ANOVA Variabel Nilai Taraf Keterangan Sig. Sig. Tidak terdapat perbedaan rataX 0,674 0,05 rata antar kelompok . 0,000 0,05 Terdapat perbedaan rata-rata antar kelompok . Tidak terdapat perbedaan rataY2 0,126 0,05 rata antar kelompok . Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa variabel keberadaan TPA sampah dan kondisi ekonomi masyarakat tidak memiliki perbedaan yang signifikan antar zona penelitian, sehingga kondisi pada ketiga zona relatif homogen. Sementara itu, variabel kondisi sosial masyarakat menunjukkan perbedaan yang signifikan antara Zona A. Zona B, dan Zona C. Temuan ini mengindikasikan bahwa perbedaan zonasi wilayah berpengaruh terhadap kondisi sosial masyarakat di sekitar TPA. Ketujuh. Uji lanjutan (Post Ho. dilakukan apabila hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelompok (Zona A. Zona B, dan Zona C). Tujuan uji Post Hoc adalah untuk mengetahui kelompok mana saja yang berbeda secara Uji Tukey HSD digunakan ketika asumsi homogenitas varians terpenuhi, yaitu apabila hasil uji Levene menunjukkan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Dengan terpenuhinya Dialektika Pendidikan IPS. Volume 6 . : 174-185 asumsi tersebut, perbedaan varians antar kelompok dianggap sama sehingga metode Tukey menjadi tepat dan stabil digunakan. Tabel 7 Hasil Uji Post Hoc Tukey HSD 95% Confidence Interval Mean Zona Zona (J) Difference Sig. (I) Lower Upper (IBound Bound Zona A Zona B Zona C Zona B 3,929 0,000 3,23 4,62 Zona C 4,417 0,000 3,67 5,16 Zona A -3,929 0,000 -4,62 -3,23 Zona C 0,488 0,241 -0,22 1,20 Zona A -4,417 0,000 -5,16 -3,67 Zona B -0,488 0,241 -1,20 0,22 Hasil pengujian Post Hoc Tukey HSD menunjukkan bahwa perbandingan antara Zona A dengan Zona B dan Zona A dengan Zona C memiliki perbedaan yang signifikan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi yang lebih kecil dari taraf nyata yang ditetapkan serta interval kepercayaan yang tidak mencakup nilai nol, sehingga perbedaan rata-rata antar zona tersebut dinyatakan nyata. Sebaliknya, perbandingan antara Zona B dan Zona C tidak menunjukkan perbedaan yang Kondisi ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi yang lebih besar dari taraf nyata serta interval kepercayaan yang masih mencakup nilai nol, sehingga perbedaan rata-rata antara kedua zona tersebut dinyatakan tidak nyata secara statistik. Secara keseluruhan, tabel hasil uji Post Hoc Tukey HSD menunjukkan bahwa Zona A memiliki karakteristik yang berbeda secara signifikan dibandingkan dengan Zona B dan Zona C, sedangkan Zona B dan Zona C tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan satu sama lain. Kedelapan. Uji regresi linier sederhana digunakan untuk menganalisis hubungan atau pengaruh antara satu variabel independent dan satu variabel dependen Creswell . Metode regresi linier sederhana digunakan apabila variabel bebas atau independent hanya berjumlah satu dan apabila variabel independent lebih dari satu, maka analisis atau metode regresi yang ditetapkan Adalah regresi linier berganda. Dalam penelitian ini uji regresi linier sederhana dipilih dengan maksud untuk memahami lebih dalam terkait pengaruh masing-masing Hasil regresi linier sederhana disajikan dalam table berikut: Tabel 8 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Variabel Unstandardized Coefficients (B) Sig. Kondisi sosial masyarakat (Y. (Constan. 35,855 0,000 X-Y1 -0,367 0,000 Kondisi ekonomi masyarakat (Y. (Constan. 12,475 0,000 X-Y2 0,501 0,000 Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa keberadaan TPA sampah berpengaruh signifikan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Pada variabel kondisi sosial masyarakat (Y. , diperoleh persamaan regresi Y1=35,855Oe0,367X dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,. Koefisien regresi bernilai negatif, yang menunjukkan bahwa Dialektika Pendidikan IPS. Volume 6 . : 174-185 keberadaan TPA cenderung menurunkan kondisi sosial masyarakat, seperti kenyamanan hidup dan kualitas interaksi sosial akibat gangguan lingkungan di sekitar TPA. Sementara itu, pada variabel kondisi ekonomi masyarakat (Y. , diperoleh persamaan regresi Y2=12,475 0,501X dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,. Koefisien regresi bernilai positif, yang menunjukkan bahwa keberadaan TPA memberikan dampak positif terhadap kondisi ekonomi masyarakat melalui munculnya peluang kerja dan sumber pendapatan di sekitar TPA. Temuan ini menunjukkan adanya paradoks sosial-ekonomi, yaitu penurunan kondisi sosial yang terjadi bersamaan dengan peningkatan kondisi ekonomi masyarakat. Kesembilan, uji koefisiensi determinasi merupakan suatu bilangan yang memberikan pernyataan terkait besaran kontribusi atau pengaruh yang diberikan oleh suatu variabel. Tabel 9 Hasil Uji Koefisiensi Determinasi (R. Variabel X Ae Y1 X Ae Y2 R Square 0,567 0,213 Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa keberadaan TPA sampah memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Pada variabel kondisi sosial masyarakat (Y. , nilai R-Square sebesar 0,567 . ,7%) menunjukkan bahwa lebih dari separuh variasi kondisi sosial dapat dijelaskan oleh keberadaan TPA, sehingga pengaruhnya tergolong kuat. Hal ini menegaskan bahwa keberadaan TPA berperan besar dalam membentuk dinamika sosial masyarakat sekitar, meskipun masih terdapat faktor lain di luar penelitian yang turut memengaruhi. Sementara itu, pada variabel kondisi ekonomi masyarakat (Y. , nilai RSquare sebesar 0,213 . ,3%) menunjukkan bahwa pengaruh keberadaan TPA terhadap kondisi ekonomi relatif kecil. Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun TPA memberikan kontribusi melalui peluang kerja informal dan peningkatan pendapatan bagi sebagian masyarakat, faktor lain di luar TPA lebih dominan dalam menentukan kondisi ekonomi secara Kesepuluh, uji-t yaitu suatu pengajuan yang akan mengindikasikan terkait pengaruh suatu variabel bebas . pada suatu variabel terikat . Setiap nilai t. hitung akan dibandingkan dengan nilai t yang terdapat pada t. tabel dengan Tingkat signifikansi sebesar 0,05. suatu persamaan regresi dianggap signifikan jika nilai t yang dihasilkan lebih kecil atau sama dengan 0,05. Tabel 10 Hasil Uji t Variabel Variabel X-Y1 Variabel X-Y2 1,97393 1,97393 14,997 6,827 Sig. 0,05 0,05 Sig. 0,000 0,000 Hasil uji t menunjukkan bahwa keberadaan TPA sampah berpengaruh signifikan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Pada variabel kondisi sosial (Y. , diperoleh nilai t hitung -14,997 lebih besar dari t tabel 1,97393 . erdasarkan nilai absolu. dengan signifikansi 0,000 (<0,. , sehingga HCA ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan TPA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kondisi sosial masyarakat, yang ditandai dengan penurunan kenyamanan lingkungan dan kualitas interaksi sosial. Sementara itu, pada variabel kondisi ekonomi (Y. , diperoleh nilai t hitung 6,827 lebih besar dari t tabel 1,97393 dengan signifikansi 0,000 (<0,. , sehingga HCA juga ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa keberadaan TPA berpengaruh positif dan signifikan terhadap kondisi ekonomi masyarakat melalui peluang kerja dan peningkatan pendapatan bagi sebagian warga. Dengan demikian, keberadaan TPA memiliki pengaruh ganda, yaitu berdampak negatif pada aspek sosial dan berdampak positif pada aspek ekonomi masyarakat sekitar. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan TPA Gunung Panggung Tuban berpengaruh terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil analisis Dialektika Pendidikan IPS. Volume 6 . : 174-185 regresi linear sederhana, nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,. menunjukkan bahwa keberadaan TPA tidak hanya menjadi fenomena fisik lingkungan, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial ekonomi masyarakat secara nyata. Keberadaan TPA memunculkan perubahan lingkungan yang kemudian mendorong terjadinya penyesuaian sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar (Wahyuni et , 2. Pada aspek sosial, pengaruh keberadaan TPA terlihat pada kenyamanan hidup, pendidikan, dan persepsi sosial masyarakat. Masyarakat di sekitar TPA mengalami gangguan lingkungan berupa bau menyengat, kebisingan kendaraan pengangkut sampah, serta peningkatan lalu lintas di sekitar permukiman. Gangguan tersebut memengaruhi kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan menciptakan tekanan lingkungan yang berlangsung secara terus-menerus. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan TPA tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memengaruhi stabilitas kehidupan sosial masyarakat (Lestariono, 2. Tekanan lingkungan yang muncul turut memengaruhi aspek pendidikan, khususnya kualitas belajar anak di rumah. Meskipun akses terhadap pendidikan formal tidak mengalami hambatan, kondisi lingkungan yang kurang kondusif menyebabkan konsentrasi belajar anak terganggu. Dengan demikian, dampak yang muncul lebih berkaitan dengan kualitas proses pembelajaran dalam lingkungan keluarga daripada sistem pendidikan secara struktural (Sakira, 2. Selain itu, keberadaan TPA membentuk persepsi sosial masyarakat terhadap lingkungan Kawasan sekitar TPA dipandang sebagai lingkungan yang kurang sehat dan kurang nyaman untuk dihuni sehingga berpotensi menimbulkan stigma sosial. Kondisi tersebut memengaruhi pola hubungan sosial antarwarga, terutama akibat adanya perbedaan sikap antara masyarakat yang menerima dan menolak keberadaan TPA. Ketegangan sosial yang muncul menunjukkan adanya perubahan dalam pola hubungan sosial masyarakat (Ariyanti, 2. Temuan tersebut sejalan dengan Teori Perubahan Sosial Soerjono Soekanto yang menyatakan bahwa perubahan lingkungan fisik dapat memengaruhi keseimbangan kehidupan masyarakat dan mendorong terjadinya penyesuaian sosial (Khatimah, 2. Dalam penelitian ini, keberadaan TPA menjadi faktor eksternal yang memicu perubahan pada dimensi kultural, interaksional, dan struktural masyarakat. Perubahan tersebut terlihat dari perubahan persepsi masyarakat terhadap lingkungan, munculnya tekanan sosial, serta perubahan pola interaksi sosial antarwarga (Anjani, 2. Pada aspek ekonomi, keberadaan TPA memberikan pengaruh terhadap peluang kerja dan sumber pendapatan masyarakat. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa keberadaan TPA memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat meskipun kontribusinya tidak bersifat dominan. Keberadaan TPA membuka peluang kerja baik pada sektor formal maupun informal sehingga menjadi sumber pendapatan alternatif bagi sebagian masyarakat sekitar. Pekerjaan formal yang berkembang meliputi pengelola TPA, petugas kebersihan, sopir angkutan sampah, dan petugas keamanan. Sebaran tenaga kerja formal menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pekerjaan formal tidak dipengaruhi oleh kedekatan spasial dengan TPA, melainkan lebih ditentukan oleh sistem rekrutmen, kebutuhan tenaga kerja, dan kualifikasi Sebaliknya, aktivitas ekonomi informal memiliki keterkaitan yang kuat dengan kedekatan lokasi terhadap TPA. Masyarakat yang tinggal lebih dekat dengan TPA memiliki peluang lebih besar untuk terlibat sebagai pemulung dan pengepul karena akses terhadap material sisa yang bernilai ekonomis lebih mudah diperoleh (Surya & Taibe, 2. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa struktur ekonomi masyarakat di sekitar TPA bersifat dualistik, yaitu sektor informal berkembang berbasis kedekatan lokasi, sedangkan sektor formal tidak dipengaruhi oleh faktor Meskipun masyarakat merasakan dampak sosial negatif dari keberadaan TPA, sebagian masyarakat tetap terlibat dalam aktivitas ekonomi berbasis persampahan sebagai bentuk rasionalitas ekonomi untuk mempertahankan keberlangsungan hidup di tengah keterbatasan lapangan kerja alternatif. Fenomena tersebut menunjukkan adanya trade-off sosial ekonomi. Dampak sosial berupa penurunan kenyamanan hidup, gangguan lingkungan, dan munculnya stigma dirasakan secara Dialektika Pendidikan IPS. Volume 6 . : 174-185 kolektif oleh masyarakat, sedangkan manfaat ekonomi hanya dinikmati oleh sebagian masyarakat yang terlibat langsung dalam aktivitas persampahan. Kondisi ini memperkuat konsep eksternalitas Arthur Cecil Pigou bahwa suatu aktivitas publik dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif yang tidak dirasakan secara merata oleh masyarakat (Sinaga, 2. Hasil uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan kondisi sosial masyarakat antarwilayah permukiman yang diklasifikasikan menjadi Zona A. Zona B, dan Zona C. Masyarakat di Zona A sebagai wilayah terdekat dengan TPA menunjukkan tingkat pengaruh sosial paling tinggi. Intensitas gangguan lingkungan yang lebih besar menyebabkan penurunan kenyamanan hidup, terganggunya aktivitas belajar di rumah, serta terbentuknya persepsi negatif terhadap lingkungan permukiman (Lestariono, 2. Selain itu, masyarakat di wilayah ini lebih berpotensi mengalami ketegangan sosial dan stigma lingkungan. Sebaliknya, masyarakat di Zona B dan Zona C menunjukkan kondisi sosial yang relatif lebih stabil karena intensitas paparan lingkungan lebih Tidak ditemukannya perbedaan signifikan antara Zona B dan Zona C menunjukkan bahwa berkurangnya tekanan lingkungan memungkinkan aktivitas sosial dan pendidikan masyarakat berlangsung lebih kondusif. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor spasial berperan penting dalam menentukan intensitas pengaruh sosial keberadaan TPA. Berbeda dengan kondisi sosial, hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan kondisi ekonomi masyarakat antar Zona A. Zona B, dan Zona C. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat tidak sepenuhnya ditentukan oleh kedekatan lokasi terhadap TPA. Sebagian besar masyarakat masih menggantungkan penghasilan pada sektor pekerjaan utama di luar aktivitas persampahan sehingga TPA lebih berfungsi sebagai sumber pendapatan tambahan daripada sumber penghasilan utama. Selain itu, aktivitas ekonomi berbasis persampahan hanya melibatkan sebagian masyarakat dengan tingkat pendapatan yang relatif homogen dan cenderung rendah sehingga tidak menciptakan perbedaan kesejahteraan yang signifikan antarwilayah. Dalam perspektif Teori Perubahan Sosial, keberadaan TPA dapat dipahami sebagai unsur baru yang mendorong masyarakat melakukan adaptasi ekonomi. Adaptasi tersebut terlihat dari munculnya aktivitas ekonomi berbasis persampahan yang sebelumnya bukan bagian utama dari struktur mata pencaharian masyarakat (Khatimah, 2. Masyarakat di Zona A menunjukkan tingkat ketergantungan ekonomi yang lebih tinggi terhadap keberadaan TPA, sedangkan masyarakat di Zona B dan Zona C memiliki struktur mata pencaharian yang lebih beragam sehingga tingkat ketergantungannya lebih rendah. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Saputra et al. Dewi et al. , dan Wahyuni et al. yang menunjukkan bahwa keberadaan fasilitas persampahan memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat melalui munculnya gangguan lingkungan, perubahan persepsi sosial, serta terbukanya peluang kerja dan sumber pendapatan alternatif. Namun demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh keberadaan TPA terhadap kondisi ekonomi masyarakat bersifat terbatas dan tidak menghasilkan perbedaan kesejahteraan yang signifikan Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa pengaruh sosial keberadaan TPA bersifat spasial, di mana masyarakat yang tinggal lebih dekat dengan TPA mengalami tekanan sosial yang lebih besar dibandingkan wilayah yang lebih jauh. Temuan penelitian ini memiliki relevansi dengan pembelajaran IPS sebagai sumber belajar kontekstual karena memuat hubungan antara aktivitas manusia, lingkungan, dan dinamika sosial ekonomi masyarakat. Pada aspek sosial, temuan penelitian sesuai dengan materi IPS kelas IX tentang perubahan sosial, karena keberadaan TPA menunjukkan bagaimana faktor lingkungan dapat memengaruhi nilai, persepsi, kenyamanan hidup, dan pola interaksi sosial masyarakat. Pembelajaran dapat diimplementasikan melalui model Problem Based Learning (PBL) dengan menjadikan permasalahan sosial di sekitar TPA sebagai studi kasus untuk dianalisis peserta didik. Output pembelajaran berupa laporan analisis perubahan sosial yang memuat penyebab, dampak, dan solusi permasalahan sosial. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 6 . : 174-185 Pada aspek ekonomi, hasil penelitian relevan dengan materi IPS kelas Vi tentang keragaman aktivitas ekonomi masyarakat. Keberadaan TPA menunjukkan bahwa kondisi geografis dan lingkungan dapat membentuk aktivitas ekonomi baru serta memengaruhi mata pencaharian masyarakat. Pembelajaran dapat diterapkan melalui model Project Based Learning (PjBL) dengan tugas membuat media edukatif mengenai hubungan lingkungan dan aktivitas ekonomi Output pembelajaran berupa poster atau kampanye edukatif tentang pemanfaatan lingkungan secara berkelanjutan. Temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian Damayanti et al. yang menyatakan bahwa TPA memiliki potensi sebagai sumber belajar IPS kontekstual. Penelitian ini memperkuat temuan tersebut dengan menunjukkan pengaruh langsung keberadaan TPA terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Konteks lokal penelitian juga memberikan nilai tambah bagi pembelajaran IPS, khususnya di sekolah berbasis lingkungan seperti SMP Negeri 6 Tuban Adiwiyata, karena peserta didik dapat memahami fenomena sosial ekonomi masyarakat melalui observasi langsung di lingkungan sekitar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa keberadaan TPA Sampah Gunung Panggung Tuban berpengaruh terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar serta memiliki relevansi dengan pembelajaran IPS. Pada aspek sosial, keberadaan TPA cenderung memberikan pengaruh negatif, terutama terhadap kenyamanan lingkungan, kualitas pendidikan, dan persepsi sosial masyarakat. Pengaruh sosial tersebut lebih dirasakan oleh masyarakat yang tinggal lebih dekat dengan lokasi TPA, sehingga faktor kedekatan spasial memengaruhi perbedaan kondisi sosial antarwilayah. Pada aspek ekonomi, keberadaan TPA memberikan pengaruh positif berupa terbukanya peluang kerja dan tambahan pendapatan bagi sebagian masyarakat, meskipun pengaruh tersebut tidak dirasakan secara merata dan tidak menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan zona tempat tinggal. Selain itu, hasil penelitian ini relevan dengan pembelajaran IPS, khususnya pada materi perubahan sosial dan aktivitas ekonomi yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Temuan penelitian dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual untuk membantu peserta didik memahami hubungan antara kondisi lingkungan dengan dinamika sosial ekonomi masyarakat. DAFTAR PUSTAKA