Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 Vol. No. Oktober 2024: 242-250 REGENERASI SENI SAMRAH KHAS BETAWI WILAYAH UTARA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT Agus Nero Sofyan Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Padjadjaran Jatinangor. Sumedang E-mail: agus. nero@unpad. ABSTRAK. Kelangsungan eksistensi seni Samrah sebagai sebuah bentuk karya seni harus terus dilestarikan agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Sistem regenerasi merupakan salah satu cara upaya untuk melestarikan keterampilan pementasan seni Samrah Bekasi. Permasalahan utamanya adalah sistem regenerasi dan proses regenerasi kesenian Samrah melalui sistem transmisi vertikal dan sistem transmisi horizontal. Penelitian ini bertujuan menganalisis regenerasi kesenian Samrah di Bekasi. Regenerasi terjadi baik dalam pengaturan tradisional maupun kontemporer. Pendekatan etnografi digunakan dengan metodologi penelitian deskriptif kualitatif, yakni menggunakan media wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data. Triangulasi adalah metode validitas data. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dilakukan bersamaan dengan prosedur analisis data dalam penelitian ini. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa hubungan darah memiliki peran genetik dalam proses regenerasi seni Samrah, baik melalui sistem tradisional maupun melalui sistem kontemporer digunakan dalam proses regenerasi bentuk kesenian Samrah di Bekasi. Sistem regenerasi secara tradisional berlangsung dalam konteks keluarga dan masyarakat. Sistem regenerasi secara kontemporer ialah pengunaan media sosial, pelatihan, dan pertunjukan pementasan seni Samrah di Bekasi. Hal ini bertujuan pula untuk mempromosikan seni Samrah kepada hal layak umum dengan jangkauan yang lebih luas melalui peran generasi penerus para pelaku seni khususnya yang berperan aktif dalam pelestarian seni Samrah khas Betawi di Wilayah Utara Bekasi Provinsi Jawa Barat. Kata Kunci: seni Samrah. Bekasi REGENERATION OF THE UNIQUE BETAWI SAMRAH ART IN NORTH BEKASI WEST JAVA PROVINCE ABSTRACT. The continued existence of Samrah art as a form of art must continue to be preserved so that it can adapt to current developments. The regeneration system is one way to preserve Bekasi Samrah art performance The main problem is the regeneration system and the regeneration process of Samrah art through a vertical transmission system and a horizontal transmission system. This research aims to analyze the regeneration of Samrah art in Bekasi. Regeneration occurs in both traditional and contemporary settings. An ethnographic approach is used with a qualitative descriptive research methodology, namely using interviews and observation as media to collect data. Triangulation is a method of data validity. Data reduction, data presentation, and drawing conclusions were carried out simultaneously with the data analysis procedures in this research. The research findings show that blood relations have a genetic role in the regeneration process of Samrah art, both through traditional systems and through contemporary systems used in the regeneration process of Samrah art forms in Bekasi. The regeneration system traditionally takes place in the context of the family and community. The contemporary regeneration system is the use of social media, training and Samrah art performances in Bekasi. This also aims to promote Samrah art to the public with a wider reach through the role of the next generation of artists, especially those who play an active role in preserving Betawi Samrah art in the North Bekasi Region. West Java Province. Keywords: Samrah art. Bekasi PENDAHULUAN Kesenian Samrah merupakan satu di antara bentuk kesenian khas Betawi wilayah utara, yakni di daerah Bekasi Provinsi Jawa Barat, pelestarian serta pengembangannya merupakan tugas bersama para tokoh budayawan, para elemen, atau pihak yang terkait, dan masyarakat Menurut Ruchiat . 0: . bahwa asal mula Samrah secara istilah dalam bahasa Arab adalah samarakh yang mempunyai makna bersantai, berkumpul, sambil melakukan gerakan tari dan menyanyi. Seni pertunjukan Samrah di dalamnya mencakup berbagai disiplin seni termasuk seni teater, seni tari, dan seni musik yang sangat dipengaruhi oleh tradisi budaya Melayu. Pementasan seni samrah dulunya selalu ditampilkan pada berbagai acara, seperti hajatan pengantin atau pernikahan dan acara khitanan. Namun, seiring dengan berkembangnya waktu, pementasan seni Samrah kini bisa dipentaskan sebagai acara hiburan dan dapat disaksikan kapan pun jika ada suatu acara. Pementasan seni Samrah saat ini keberadaannya begitu tidak baik dan sangat memprihatinkan karena hanya segelintir Regenerasi Seni Samrah Khas Betawi Wilayah Utara Bekasi Provinsi Jawa Barat (Agus Nero Sofya. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 orang yang masih setia untuk melestarikan, memelihara, dan memainkan pementasan seni Samrah ini yang merupakan warisan dari para leluhur sehingga keberadaan-nya harus dijaga dan dikembangkan demi terhin-dar dari kepunahan. Pelaksanaan pementasan seni Samrah kini mulai jarang dilakukan karena popularitasnya mulai memudar. Pengaruh globa-lisasi dan sangat sedikitnya anak muda yang masih memiliki keinginan untuk belajar dan mempraktikkan seni tradisional mereka sendiri, khususnya dalam pementasan seni pertunjukan Samrah ini. Selain itu, faktor lain ialah belum maksimalnya upaya yang dilakukan untuk melestarikan keberagaman budaya tradisional yang menjadi landasan budaya yang dapat membangkitkan kembali kehidupan kreatif secara khusus budaya Betawi pada umumnya. Dengan demikian, pementasan seni Samrah harus diupayakan secara masksimal untuk mewujudkannya sehingga dapat mencegah terjadinya perubahan nilai budaya yang dibawa oleh pengaruh zaman serta memastikannya menjadi asset/ khazanah bangsa yang dapat memperkaya pengetahuan masyarakatnya. Menurut Sofyan, dkk. , . 1: . keanekaragaman kehidupan sosial yang diikuti pengikutnya tecermin dalam kompleksitas budaya yang ada di Indonesia. Keanekaragaman budaya, keanekaragaman lingkungan, keanekaragaman alam, dan keanekaragaman geografis merupakan contoh keanekaragaman yang ada. Kebudayaan masyarakat merupakan cara suatu masyarakat untuk hidup mandiri serta berkreasi, dan dapat dilihat dalam berbagai situasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari (Isnanda, dkk. , 2019: . Sebagaimana dijelaskan oleh Luh . 0: . , perilaku pergeseran cara pandang terhadap kehidupan, sistem nilai, ideologi, dan kepercayaan menunjukkan efek timbal balik yang mendominasi antara nilai budaya baru dan lama. Perubahan masyarakat tersebut diakibatkan oleh arus modernitas dan teknologi yang memengaruhi munculnya budaya baru di antara seni tradisi masyarakat daerah. Menurut Soemantri, dkk. 5: . , seni adalah keindahan dan semua perilaku dan sikap manusia yang memiliki kualitas keindahan sedemikian rupa sehingga berdampak pada jiwa manusia dianggap sebagai bentuk seni. Sebagaimana menurut Sumiati, dkk. , . 1: . bahwa kesenian tradisional itu menggambarkan suatu keadaan seni yang telah melalui tahapan kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun dalam kurun waktu yang lama. Keberadaan seni bisa terjaga apabila pewarisan terhadap generasi selanjutnya dilakukan secara terstruktur dan Senada dengan itu. Susanto . 3: . menyatakan bahwa karya seni yang merupakan hasil dari aktivitas kreatif suatu kelompok sosial dan menunjukkan bagaimana sistem nilainya adalah milik bersama. Pokok bahasan seni tradisi yang diwakili oleh komponen-komponen nilai estetiknya tidak muncul dengan sendirinya, melainkan memiliki hubungan yang kuat dengan komponen fundamental lainnya seperti lembaga sosial, agama, dan ekonomi, dan komponen yang lainnya (Sofyan, dkk. , 2018: . Potensi seni budaya tradisional sebagai kearifan lokal sangat berperan dalam upaya menyampaikan ciri khas budaya suatu bangsa, maka instansi terkait tentu harus memperhatikan potensi seni yang dimiliki setiap daerah untuk upaya pelestarian serta pengembangannya (Wikandia, 2016: . Terlihat dari berbagai macam nilai budaya yang terkandung dalam pementasan seni bahwa pementasan seni Samrah dilestarikan melalui pelestarian budaya itu Oleh karena itu, bahwa pelestarian pementasan seni tradisional berarti melestarikan keragaman latarnya, dan memelihara pementasan seni juga berarti memelihara keragaman konteks di dalamnya. Sesuai dengan apa yang dikatakan Gunardi . 4: . , bahwa melestarikan adat dari peradaban telah lama terlupakan. Berbagai gagasan baru berupa ide kreatif dalam dunia seni tentunya akan terlahir dengan sendirinya mengikuti perkembangan zaman. Menurut Sofyan, dkk. 0: . , berbagai upaya pelestarian kesenian tentu sulit dilakukan karena dianggap sebagai faktor penyebab kemerosotan nilai-nilai budaya di tengah kehidupan masyarakat, seiring dengan pesatnya kemajuan di bidang teknologi, informasi, dan komunikasi, adanya globalisasi, dan perkembangan zaman. Menurut Sumardjo . 0: . bahwa manusia tidak menciptakan sesuatu dari ketiadaan, sebaliknya, mereka membangun di atas apa yang telah ada Setiap seniman hebat dan kreatif memulai dengan materi yang sudah berkembang, yang biasanya kita sebut sebagai tradisi. Tidak dapat disangkal bahwa produksi karya seni dimulai dari sesuatu yang sudah dapat diakses dalam sosial budaya masyarakat karena kebiasaan ini telah diwariskan secara turun-temurun sehingga proses kreatif seniman tidak mungkin berkembang dalam karya seninya. Karya-karya pelaku seni pada awalnya sangat mencerminkan perjuangan mereka menghadapi tantangan budaya dan sosial ekonomi pada masanya. Masyarakat pada dasarnya harus sadar tentang bagaimana menciptakan identitas budayanya sendiri di tengah kemajuan budaya kontemporer dengan mengambil pelajaran dari Regenerasi Seni Samrah Khas Betawi Wilayah Utara Bekasi Provinsi Jawa Barat (Agus Nero Sofya. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 keadaan yang ada. Keberlangsungan pementasan seni Samrah senantiasa terjaga dengan bantuan sarana dan prasarana yang baik serta menjadi pusat inspirasi bagi para generasi penerusnya. Menurut Berry . 9: . ada tiga jenis pewarisan secara berpola, yaitu pola pewarisan mendatar, pola pewarisan miring, dan pola pewarisan tegak. Ketiga pola ini bekerja untuk saling mendukung pelestarian. Sehubungan dengan hal tersebut. Sumiati . 4: . menjelaskan bahwa orang tua mewariskan kemampuan, nilai, kepercayaan, budaya, dan lain-lain kepada generasi mendatang dalam bentuk pewarisan atau transfer yang bersifat tegak lurus. Hal tersebut terjadi sejak bayi hingga dewasa, orang belajar dari teman sebayanya dalam proses yang dikenal sebagai transmisi Pola pewarisan miring bertujuan sebagai ajang belajar dari penguasa dan lembaga. Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan tersebut, bahwa pertunjukan seni Samrah merupakan budaya yang harus dijaga agar tetap eksis. Keberadaan budaya Betawi khususnya di daerah Bekasi, termasuk seni pertunjukan tradisionalnya dalam berbagai bentuk, seperti seni musik, seni vokal, seni teater, dan seni tari dapat menjadi aset wisata yang Pentingnya inisiatif seperti terobosan baru untuk memajukan dan menghidupkan kembali pertunjukan seni Samrah sebagai tanda kepedulian masyarakat terhadap seni budaya di lingkungannya sendiri. Sejalan dengan pernyataan tersebut, penulis tertarik untuk mengkaji topik tentang regenerasi seni Samrah di Bekasi. Jawa Barat. METODE Dalam penelitian ini digunakan pendekatan etnografi dengan merujuk penelitian secara deskriptif kualitatif. Metode etnografi ialah metode yanga menyelidiki kejadian budaya yang mencerminkan perspektif subjek terhadap topik yang sedang dibahas. Penjelasan tentang bagaimana orang berpikir, hidup, dan bertindak disediakan melalui penelitian etnografi. Menurut (Endraswara, 2006: . , pendekatan ini terkait dengan perilaku hidup dan subjek pemikiran sehingga pendekatan etnografi berusaha mempelajari peristiwa budaya dalam kaitannya dengan pandangan dunia, yaitu subjek sebagai objek kajian. Dalam penelitian ini, dijelaskan pula budaya sebagaimana adanya. Adapun pendekatan deskriptif kualitatif, khususnya pada sosial budaya, dengan harapan diperoleh gambaran yang menyeluruh dan terorganisasi yang menangkap keadaan dan reali- tas situasi. Sebagai konsekuensi dari kecerdikan para seniman dalam seni tradisional, seperti seni Samrah di Bekasi, khususnya yang terkait langsung dengan sosial budaya masyarakat Bekasi, teknik ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang regenerasi penerus sebagai bentuk upaya pelestarian seni Samrah. Secara khusus, digunakan beberapa sumber yang bertujuan memberikan gambaran yang komprehensif tentang semua item kajian di lapangan. Gagasan tentang regenerasi sebagai upaya mempertahankan keberadaan kesenian Samrah sebagai konsekuensi kreativitas seniman yang diantisipasi dengan pendekatan sosial budaya menjadi prioritas dalam penelitian ini. Tujuan penelitian deskriptif kualitatif adalah untuk mendapatkan pemahaman umum tentang kondisi atau keadaan suatu fenomena, yakni untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang situasi dan fakta yang komprehensif tentang topik penelitian. Hal itu meliputi penelitian tentang materi seni budaya, khususnya yang berhubungan dengan seni Samrah dalam kehidupan sosial budaya di kalangan seniman. Dengan penelitian ini diharapkan dapat ditemukan inti permasalahan serta solusi untuk membongkar masalah mengenai seni Samrah. Oleh karena itu, mengapa kesenian Samrah mengalami peralihan menuju kepunahan? Apakah akan ada tantangan serta jawaban untuk masalah tersebut dalam penelitian ini? Dengan demikian diperlukan informasi yang tepat tentang realitas karya seni Samrah. HASIL DAN PEMBAHASAN Indonesia adalah rumah bagi berbagai macam suku budaya, salah satunya, yakni suku Betawi, yang dapat ditemukan di wilayah DKI Jakarta, sebagian besar wilayah Bekasi, sebagian wilayah Bogor. Kecamatan Batu Jaya di Karawang, dan wilayah Tangerang. Masyarakat digambarkan sebagai sekelompok orang yang hidup berdampingan dan menciptakan budaya. Dengan demikian, tidak ada peradaban yang tidak memiliki budaya. Pada sisi lain, budaya tidak dapat eksis tanpa masyarakat, yang merupakan induknya. Masyarakat dalam hal ini budaya Betawi yang wilayah geografisnya berada di Jakarta dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang hidup bersama dan melakukan kegiatan untuk kebaikan bersama atau menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berpartisipasi dalam kegiatan budaya. Suku Betawi secara biologis adalah keturunan orang-orang yang dibawa ke Batavia oleh Belanda dan berdarah campuran dari Regenerasi Seni Samrah Khas Betawi Wilayah Utara Bekasi Provinsi Jawa Barat (Agus Nero Sofya. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 beberapa suku dan negara. Sejatinya, yang disebut orang atau suku Betawi adalah pendatang baru di Jakarta. Suku Sunda. Arab. Jawa. Bali. Sumbawa. Ambon. Melayu, dan Tionghoa adalah beberapa suku bangsa yang sebelumnya bermukim di Jakarta dan menjadi faktor asal-usul lahirnya suku Betawi. Penduduk asli Jakarta dikenal dengan istilah "Betawi" dan berbicara bahasa Melayu Kreol dan mempraktikkan budaya Melayu. Sebenarnya, dulu Belanda memberi Jakarta nama "Batavia" dari sanalah kata "Betawi" berasal. Kesenian tradisio-nal dari dalam negeri sendiri telah berkembang menjadi satu di anatara, warisan budaya yang memiliki makna dan nilai sejarah yang besar di mata dunia. Namun, belakangan ini tampaknya kurang mendapat perhatian meski dipuja oleh generasi muda sebagai anak bangsa untuk melanjutkan cita-citanya membangun jati diri, karakter, dan moral pemuda bangsa. Sungguh prestasi yang patut dan harus selalu kita hargai untuk tetap menjaga dan melestarikan Seni dan Budaya Tradisional Betawi, membimbing dan membina generasi mendatang untuk menjaga warisan budaya yang hampir hilang ditelan derasnya arus modernisasi. Penduduk Bekasi cukup mobil. Mereka berangkat pagi-pagi dan kembali sore hari. Hanya tidur yang dilakukan di kediamannya. Secara visual, bentuk lingkungan menunjukkan kecende-rungan yang kurang menggembirakan bahwa beberapa kawasan pemukiman sudah mulai tidak tertata, kurang sadar diri, dan kurang memper-hatikan nilai-nilai kontekstual yang sesuai dengan sosial budaya setempat serta nilai arsitektur yang baik dan benar. Tidak ada tren budaya, dan area publik di mana orang dapat berinteraksi dan berbagi keterampilan dan minat Penduduk hanya berinteraksi dengan tetangga terdekatnya karena daerah pemukiman tidak memiliki pusat sosial informal atau tempat berkumpulnya pendu-duk. Selain itu, tekanan yang terlalu besar akibat pembangunan infrastruktur dan pembangunan masyarakat di Indonesia, khususnya di Kota Bekasi. Sebagian besar penduduk Bekasi tidak mengetahui hal ini, tetapi pusat seni pertunjukan diperkirakan akan berkembang menjadi pusat populasi kreatif daerah serta tempat berkembangnya ide-ide dari lingkungan sekitar. Dengan program yang direncanakan, pertunjukan seni bertujuan menjadi tempat rekreasi bagi penduduk Bekasi untuk berbaur dan bersenang-senang dengan nilai tambah, terutama melalui membangkitkan minat bakat seni pertunjukan, salah satunya melalui seni Samrah di Bekasi. Seni Samrah Menurut Majayus . Samrah berasal dari bahasa Arab samarokh yang artinya berkumpul, melepas lelah, sambil menyanyi dan Seni Samarokh kemudian diucapkan Samrah oleh masyarakat Betawi. Menurut pendapat lain bahwa kata Samrah adalah singkatan dari Musyawarah, pendapat ini didukung oleh fakta sejarah bahwa para pendatang dari luar daerah Betawi dahulu berkumpul di sana untuk bersilaturahmi dan berdialog sambil menampilkan hiburan (Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, 1992: . Lahirnya Seni Samrah Samrah adalah satu di anatara kesenian musik khas Betawi yang didirikan pada tahun Tonil Samrah, teater berskala penuh, menjadi inspirasi musik Samrah. Kata "tonil" berasal dari kata Belanda toneel yang berarti Sebelum Perang Dunia II, ungkapan ini menjadi terkenal di Indonesia pada masa penjajahan Belan-da. Komedi Stambul yang menampilkan cerita rakyat daerah yang sangat digemari mengubah tonil yang aslinya berasal dari Durmuluk . eater Ria. ini menjadi teater kaum bangsawan. Tokoh Atau Para Pemain Seni Samrah Unsur dialek, gestur tari, dan rima dapat diamati secara langsung terkait dengan karakter dan tradisi dalam seni pertunjukan Samrah yang sudah berusia ratusan tahun. Seni pertunjukan Samrah dulunya hanya ditampilkan secara eksklusif oleh laki-laki, baik penarinya maupun bagian kewanita-annya. Hal ini disebabkan oleh mayoritas masyarakat Betawi menganut prinsip agama Islam yang melarang perempuan memiliki atau terlibat menjadi anak panggung. Pementasan Seni Samrah Sebuah karya seni yang dikenal sebagai pertunjukan, atau seni pertunjukan, memerlukan tindakan individu atau kolektif di lokasi dan waktu tertentu. Waktu, tempat, pelaku seni atau seniman, dan interaksi antara seniman dan penonton adalah empat komponen utama seni Dalam hal ini, waktu adalah urutan yang diperlukan untuk mengekspresikan gerak di tempat tertentu untuk mencapai representasi yang diinginkan dari bentuk dan kombinasi gerak dalam waktu atau tempo tertentu. Seniman membutuhkan ruang untuk mela-kukan gerakan dan jumlah ruang yang dibutuhkan untuk gerakan tertentu akan bervariasi berdasarkan tuntutan dan keterampilan masing-masing seniman. Pementasan seni Samrah pada zaman dahulu diselenggarakan dalam beberapa acara, seperti ketika setelah melaksanakan acara Maulid Regenerasi Seni Samrah Khas Betawi Wilayah Utara Bekasi Provinsi Jawa Barat (Agus Nero Sofya. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 Nabi, acara hajatan tradisi Betawi seperti nikahan, khitanan tanpa menggunakan panggung Sebelum atau pada saat akan dimulai pementasan seni Samrah biasanya diawali terlebih dahulu dengan mengumumkan. AuAyo, sudah malam, saat-nya menyisihkan meja dan kursi, beresin gelas serta piring, dan mulai bermain SamrahAy. Bentuk Penyajian Pementasan Seni Samrah di Bekasi Orkestra Samrah. Tari Samrah, dan Tonil Samrah ialah tiga komponen yang membentuk seni pertunjukan Samrah dalam kesenian Betawi. Tonil Samrah merupakan jenis penyajian Samrah yang paling komprehensif karena menggabungkan berbagai aspek artistik. Ketiga komponen tersebut merupakan mayoritas divisi seni pertunjukan Samrah. Akan tetapi, kostum, tata rias, dan tata panggung yang digunakan pada seni pertunjukan Samrah berfungsi sebagai komponen pendukung. Elemen Pokok dalam Pementasan Seni Sanrah Tari Samrah Saatu di antara kesenian dari daerah Betawi ialah tari Samrah yang diiringi oleh musik Samrah. Gerak tari Samrah mengikuti irama musik atau iringan lainnya. Tidak ada gerakan tetap dalam tarian Samrah. gerakannya itu sangat improvisasi. Sikap badan agak membungkuk yang merupakan satu ciri tari Betawi pada umumnya dapat digunakan untuk membandingkan tari Samrah dengan tari Betawi Tari Samrah memiliki banyak kesamaan dengan tari melayu pada umumnya, yaitu mengutamakan lenggang irama serta langkah Komponen Melayu dan Betawi digabungkan untuk menciptakan tarian Samrah. Tari Samrah merupakan saduran dari berbagai tari Melayu dan Betawi, sebagaimana telah dikemukakan di bagian sebelumnya. Jenis gerak kaki dan gerak tangan yang digunakan dalam tari Samrah dijelaskan di bawah ini Gerak Kaki Saat kaki diayunkan ke depan dari pijakan, telapak kaki berada sekitar 10 cm di atas lantai dengan jari kaki ke bawah . ering dengan iringan Kaki sedikit terangkat, memberikan kesan Gerak Tangan Pada dasarnya gerakan tangan selalu berlawanan arah dengan gerakan kaki. Saat memajukan kaki kanan ke depan tepat di nomor satu, kita secara bersamaan memajukan tangan kiri ke depan, sedikit di bawah bahu dan tangan kanan ditarik ke belakang menjadi sedikit di belakang pinggul. Orkes Samrah Orkestra Betawi dengan pengaruh budaya Melayu dikenal sebagai Orkestra Samrah. Orkes Samrah sering digunakan sebagai di antara bentuk hiburan untuk mendukung nyanyian dan tarian di berbagai acara. Di antara bentuk kesenian pendukung seni pertunjukan Samrah yang tidak dapat dipisahkan sebagai musik pengiring ialah orkestra Samrah dapat berfungsi sebagai pengiring saat bermain teater di tonil Samrah selain berfungsi sebagai pendukung vokal dan berkontribusi pada kehalusan spesifik setiap gerakan. Orkestra Samrah tampil dalam beberapa acara kesenian dan budaya Betawi dalam lakon tersebut. Hal itu tampak terutama sebagai hiburan masyarakat untuk memeriahkan hajatan pernikahan, khitanan, dan acara sejenis Adapun jenis alat instrumen yang dipakai pada orkes Samrah di antaranya accordion, keyboard, bass electrik . , gitar electric, biola . , rebana, dan kecrek . Keterampilan pertunjukan Samrah disertai dengan nyanyian dan alat musik, dan beberapa lagu memiliki lirik berima. Biasanya, penyanyi pria yang dikenal sebagai biduan dan penyanyi wanita yang dikenal sebagai biduanita menampilkan nyanyian seni pertunjukan Samrah. Lagulagu tari Samrah memiliki syair berima yang menggambarkan tema cinta religius dan cinta wanita . engan ekspresi merendahkan diri sebagai seseorang yang tidak mampu, tidak menarik, tetapi bertekad untuk mencintai wanita Tonil Samrah Teater bangsawan dan komedi atau humor Stambul memunculkan lakon tonil Samrah. Tonil Samrah ialah Samrah yang sangat teliti dalam hal Pertunjukan dibagi menjadi beberapa bagian, dimulai dengan pendahuluan yang menampilkan tarian, musik, humor, dan lakon. hanya dalam bentuk pementasan teater dengan musik Samrahlah tonil Samrah dihadirkan. Lakon yang dihasilkan tidak memiliki alur cerita yang jelas, bahkan berpusat pada kehidupan Regenerasi Seni Samrah Khas Betawi Wilayah Utara Bekasi Provinsi Jawa Barat (Agus Nero Sofya. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 sehari-hari. Humor dalam Samrah yang biasa disebut bobodor bertujuan menyenangkan itu merupakan komponen terpentingnya. Gaya penceritaan Samrah terlihat dari pantun yang dilantunkan yang menyampaikan makna cerita. Cik Siti. Kasim Baba. Tangisan Mamat. Ujan Panas. Ibu Tiri, dan lakon-lakon lainnya ialah beberapa di antara yang diproduksi dalam setiap pementasan Samrah. Elemen Pendukung Pementasan Seni Samrah Tata Rias dan Busana Makeup yang digunakan sama dengan yang digunakan di setiap pementasan. Para penari harus terampil menari serta memiliki kemampuan merias wajah sendiri. Jika penari sering tampil, dia akan menjadi terbiasa dan dapat berlatih dan mengambil pelajaran dari penari yang lebih berpengalaman. Kostum yang dikenakan para musisi dan penari dalam pentas seni Samrah kini telah diubah menjadi lebih Busana yang dikenakan dalam produksi tonil Samrah diubah untuk setiap bagiannya. Tata Panggung Pertunjukan seni Samrah ini menggunakan dua jenis panggung yang berbeda, di antaranya seni pertunjukan Samrah yang dapat dipentaskan baik dengan maupun tanpa panggung. Ini telah dimodifikasi untuk mengakomodasi lokasi juga permintaan pementasan seni pertunjukan Samrah. Pementasan tanpa panggung, seni pertunjukan Samrah biasanya disajikan dengan gaya arena penari atau pemainnya dapat dilihat dari semua sisi. Sementara seni pertunjukan Samrah disajikan di atas panggung, dengan jenis panggung proscenium paling sering digunakan. Properti Tari Samrah sudah dilakukan dengan properti selendang sejak zaman dahulu. Namun, properti selendang kini jarang digunakan sebagai properti pada tarian Samrah karena kemajuan Hal ini disebabkan oleh pertunjukan tersebut tidak mendorong partisipasi penonton dalam menari. Perkembangan Kekinian Seni Samrah Perkembangan seni musik Samrah pada masa lalu, yaitu ditandai oleh berdatangannya para pendatang dari luar Betawi. Pada waktu itu mereka . ara pendatang dari luar Betaw. berkumpul di sana untuk memperdebatkan masalah-masalah yang berkaitan dengan ajaran agama Islam dan menga-dakan hiburan berupa musik dengan penya-nyi dan penari. Oleh karena itu, seni Samrah tampaknya terinspirasi dari budaya Melayu dan Arab. Seni musik Samrah berkembang sekitar tahun 1940. Harmonium, gendang . ejenis ketipun. , bass betot . ass counte. , gitar kopong . itar akusti. , biola, dan kecrek . ialah instrumen yang digunakan untuk mengiringi tarian Samrah. Namun, setelah tahun 1950, penggunaan instrumen harmonium menjadi lebih jarang karena accordion Rebana terkadang disertakan Samrah. Setelah pementasan tonil Samrah diselenggarakan lebih tertib, dan banyak artis perempuan yang ikut serta sebagai penari, penyanyi, dan entertainer. Sistem Regenerasi Kesenian Samrah Bekasi Sistem Regenerasi Tranmisi Vertikal Sistem regenerasi tentunya mutlak harus Proses regenerasi pada prinsipnya sedang berlangsung, yaitu dengan perantara generasi yang meneruskannya. Dalam komunitas kreatif seni Samrah di Bekasi, proses pembaharuan artistik dapat berlangsung. Dalam sistem transmisi vertikal, regenerasi terjadi dari orang tua kepada anak, cucu, atau kerabat terdekat lainnya. Proses genetik digunakan pada sistem pewarisan biologis . uga dikenal yang disebut transmisi biologi. Karena memerlukan pewarisan sifat-sifat budaya dari orang tua kepada anak-anaknya, hal itu dinamakan pewarisan bersifat vertikal . ransmisi vertika. Dalam pewarisan tegak lurus dari atas ke bawah, yaitu orang tua mewariskan budaya, motif, keyakinan, keterampilan, keyakinan, nilai, dan yang lainnya kepada generasi berikutnya. Sistem Regenerasi Tranmisi Horizontal Pertunjukan seni Samrah Bekasi dapat beregenerasi melalui mekanisme transmisi horizontal, selain melalui sistem genetik. Ketika terorganisasi dari orang dewasa atau organisasi . eperti pendidikan nonforma. , baik yang berasal dari budayanya sendiri maupun dari budaya lain, terjadilah proses pewarisan yang dikenal dengan istilah Aupenularan atau pewarisan regenerasi secara horizontalAy. Regenerasi Seni Samrah Secara Tradisional Prosedur restorasi regenerasi tradisional seni Samrah mengikuti garis kekerabatan serta hubungan darah dan terjadi secara tidak sengaja. Keluarga dan masyarakat secara tradisional diikutsertakan pada proses regenerasi yang ditampilkan pada kesenian Samrah di Bekasi. Kesenian Samrah di Bekasi dapat diwariskan atau ditularkan melalui cara-cara kekeluargaan Regenerasi Seni Samrah Khas Betawi Wilayah Utara Bekasi Provinsi Jawa Barat (Agus Nero Sofya. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 sehingga menyebabkan kesenian ini tetap hidup. Suatu kesenian harus diwariskan melalui keluarga agar terus dilestarikan. Hal ini karena keluarga memiliki rasa yang begittu kuat sehingga kecil kemungkinan kesenian yang telah diwariskan kepada keluarganya akan diabaikan. Jika anggota para pelaku seni Samrah merupakan keturunan atau masih satu kerabat, seperti melalui ibu, bapak, atau kerabat lainnya yang masih menjadi seniman, dapat terjadi regenerasi genetik yang secara spontan terjadi melalui ikatan darah dari satu generasi ke generasi Regenerasi Seni Samrah Masyara-kat secara Tradisional Regenerasi seni Samrah di Bekasi dapat dimanfaatkan melalui masyarakat dan juga keluarga, tentunya dengan tujuan untuk menggalakkan regenerasi. Berpartisipasi dalam inisiatif untuk melestarikan seni tradisional dapat membantu masyarakat memenuhi tanggung jawabnya untuk memastikan bahwa seni tersebut tidak lekang oleh waktu. Pertunjukan kesenian Samrah merupakan kesenian tradisional yang dipraktikkan masyarakat Bekasi. Hal ini ditunjukkan dengan antusiasme pada saat pementasan pertunjukan kesenian Samrah di Bekasi yang selalu menunjukkan keceriaan atau sambutan dari masyarakat. Regenerasi Seni Samrah secara Modern Regenerasi seni Samrah yang dapat dilakukan pada zaman modern saat ini tentunya merupakan proses yang harus dipersiapkan atau direncanakan secara matang. Dilakukannya hal itu dengan tiga cara, yaitu melalui media sosial, pelatihan, dan pertunjukan. Regenerasi dengan menggunakan media sosial dapat dilakukan melalui pementasan seni Samrah yang didokumentasikan melalui video, dikemas dengan sebaik mungkin lalu diunggah di media sosial, seperti youtube, facebook, dan media sosial yang Hasil tayangan tersebut dapat dijadikan media pembelajaran oleh setiap orang yang mempunyai minat untuk mempelajari seni Samrah. Media sosial ialah metode regenerasi yang dapat dilakukan sebagai bukti adanya kemajuan teknologi informasi saat ini yang dapat menguntungkan banyak pihak, seperti praktik dalam bidang manajemen, termasuk pemeliharaan kesenian tradisional. Maraknya media sosial pada era modern memberikan alternatif berbagai pihak untuk penyediaan akses, konstruksi jaringan sosial, dan media promosi. Kolaborasi antara seni dan media merupakan kesempatan untuk menyebarkan kesadaran seni dan usaha artistik di kalangan masyarakat umum. , misalnya, facebook adalah platform jejaring sosial yang terus memiliki jutaan anggota di seluruh dunia. Ungkapan kesenian Samrah tentunya masih dikenal di kalangan masyarakat umum hingga saat ini, terutama anak-anak. Media sosial digunakan para seniman untuk mempromosikan karyanya, seperti di halaman facebook berbentuk Masyarakat bisa ikut menyebarkan berita tentang acara pementasan seni/jadwal penampilan seni Samrah. Oleh karenanya, langkah tersebut sangat baik untuk dijadikan alat promosi demi terwujudnya regenerasi seni Samrah secara maksimal khususnya di daerah Bekasi. Regenerasi Seni Samrah dengan Cara Pertunjukan Regenerasi dengan cara pertunjukan mencakup lebih luas daripada regenerasi yang telah diungkapkan. Penonton tertarik untuk ikut melestarikan pertunjukan kesenian Samrah karena hal itu disebabkan oleh adanya interaksi antara pemain dan penonton. Proses regenerasi dimulai ketika seseorang tertarik pada seni dan kemudian mempelajarinya karena terus-menerus Seni Samrah harus dilestarikan dan dijaga karena merupakan satu di antara kesenian Betawi khususnya daerah Bekasi yang sejak lama telah dikenal eksistensinya oleh masyarakat. Kelang-sungan hidup kesenian ini sebagai aset intelektual terkait dengan pengetahuan seni tradisional sedikit banyak telah membantu daya tarik budaya, ekonomi, dan pariwisata daerah Bekasi. Walaupun pada kenyataanya generasi tua telah mewariskan regenerasi dan pewarisan kesenian ini kepada gene-rasi berikutnya secara tepat, faktanya mengenai pembaharuan para pelaku kesenian mengalami kesulitan. Tampaknya generasi penerus, yakni para putra-putrinya, cenderung tidak, sdikit peminat untuk meneruskan jejak orang tuanya atau para leluhurnya Pembinaan generasi muda di lingkungan daerah Bekasi membutuhkan upaya yang substansial dari berbagai pemangku kepentingan. Secara khusus, pelaku seni harus murah hati dalam berbagi pengetahuan keterampilan khusus-nya seputar kesenian Samrah dengan melibatkan generasi muda. Hal ini penting karena pelestarian seni membutuhkan transfer keterampilan dari generasi tua ke generasi muda agar dapat dilakukan secara baik. SIMPULAN Sistem regenerasi kesenian Samrah paling efektif dapat dilakukan, yaitu dengan mengandalkan peran dan kontribusi keluarga untuk Regenerasi Seni Samrah Khas Betawi Wilayah Utara Bekasi Provinsi Jawa Barat (Agus Nero Sofya. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 meneruskan kesenian tersebut sebagai generasi Penularan atau pewarisan biasanya terjadi secara tidak sengaja dalam sistem pewarisan vertikal dan berkembang menjadi kebiasaan sehing-ga sistem transmisi horizontal untuk regenerasi kesenian Samrah dapat Ada beberapa cara untuk belajar di bawah sistem ini, termasuk melihat, lalu mendengarkan, kemudian meniru, dan bereksperimen atau mencoba. Kini kesenian Samrah dilahirkan kembali baik secara tradisional maupun kontemporer. Metode regenerasi kesenian Samrah dapat menggunakan media sosial, pelati-han, dan pertunjukan untuk melakukan proses regenerasi. Penggunaan media sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap inisiatif regene-rasi kontemporer. Oleh karena itu, upaya untuk terus menjaga serta melestarikan seni dan budaya tradisional Betawi merupakan prestasi besar yang harus dan selalu kita hargai, termasuk membimbing dan membina generasi mendatang untuk terus melestarikan warisan budaya yang hampir hilang akibat derasnya arus Agar budaya Betawi khususnya seni Samrah di daerah Bekasi tidak punah pada era industrialisasi dan moderni-sasi, diperlukan adanya upaya-upaya berikut: . pembinaan sedini mungkin . sia sekolah dasa. untuk memperkenalkan seni tradisional ini kepada generasi berikutnya. peran dan kontribusi pemerintah dalam bentuk peningkatan fasilitas . eningkatkan kesejahteraan para pelaku seni, kemudahan akses permodalan seni, dan memberikan pelatiha. memberikan bantuan dana kepada para pelaku seni yang bergerak di bidang kesenian khususnya di daerah Bekasi. Pemerintah daerah juga dapat membantu agar kesenian Samrah Bekasi lebih dikenal hal layak umum dengan skala atau jangkauan yang lebih DAFTAR PUSTAKA