ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 9 No. 1 Tahun 2025 PERUBAHAN INTERAKSI SOSIAL PENGGUNA APLIKASI TIKTOK SISWA SMK NEGERI 3 JOMBANG Mohammad Iqbal Hanafi1. Elva Zakiyatul Fikria2. Nensy Triristina3 1, 2, Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Darul Ulum Program Ilmu Hubungan Internasional. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Darul Ulum hanafiiqbal59@gmail. ABSTRAK Topik kajian dalam penelitian ini adalah tentang perubahan interaksi sosial pengguna aplikasi TikTok serta dampak yang ditimbulkan dikalangan remaja. Penelitian ini dilakukan di kota Jombang. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik penentuan informan melalui teknik purposive yang kemudian dikaji menggunakan teori fenomenologi yang dikemukakan oleh Alfred Schutz. Informan dalam penelitian ini terdiri dari siswa dari SMK Negeri 3 Jombang. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa ada beberapa perubahan interaksi sosial pengguna TikTok yaitu . Eksplorasi Identitas Melalui Konten Kreatif, . Validasi Sosial dan Pembentukan Rasa Diri, . Koneksi Global dan Komunitas, . Perbandingan Sosial dan Kesehatan Mental, . Dukungan Sosial dan Empati, . Dinamika Hubungan Pribadi dan Kolaborasi, . Pengaruh Interaksi Online terhadap Realitas Sosial, . Pengalaman Stres dan Konflik Sosial, . Evolusi Makna Interaksi Sosial, . TikTok sebagai Ruang Interaksi Sosial. Sedangkan dalam poin kedua tentang dampak dari pengguna TikTok diantaranya menimbulkan dampak negatif dan positif. Dampak positifnya yaitu . penggunaan TikTok membantu siswa untuk memudahkan dalam proses pembelajaran di sekolah, . penggunaan TikTok dapat membantu siswa menjalin komunikasi dengan teman jauh serta berinteraksi dengan teman baru, . penggunaan TikTok dapat menjadi wadah dalam pengembangan kreativitas dan ekspresi diri siswa, . penggunaan TikTok membantu siswa untuk selalu up to date. Sedangkan dampak negatifnya adalah . TikTok dapat menggangu konsentrasi belajar siswa karena terlalu banyak waktu yang dihabiskan dalam menggunakan TikTok, . dapat membuat siswa termakan dengan berita hoax, . dapat menyebabkan pemborosan waktu atau buang-buang waktu, . dapat menggangu waktu istirahat, . dapat menimbulkan perilaku konsumtif. Kata Kunci: Media Social. Tik Tok. Perubahan Interaksi Social. ABSTRACT The topic of study in this study is about changes in social interactions of users of the TikTok application and the impacts caused among teenagers. This study was conducted in Jombang City, using a qualitative research method with a technique for determining informants through a purposive technique which was then studied using the phenomenological theory proposed by Alfred Schutz. The informants in this study consisted of students from SMK Negeri 3 Jombang. The results of this study Journal of Public Power ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 9 No. 1 Tahun 2025 found that there were several changes in the social interactions of TikTok users, namely . Identity Exploration Through Creative Content, . Social Validation and Formation of Self-Sense, . Global Connection and Community, . Social Comparison and Mental Health, . Social Support and Empathy, . Dynamics of Personal Relationships and Collaboration, . The Influence of Online Interaction on Social Reality, . Experience of Stress and Social Conflict, . Evolution of the Meaning of Social Interaction, . TikTok as a Space for Social Interaction. While in the second point about the impact of TikTok users, including negative and positive impacts. The positive impacts are . the use of TikTok helps students to facilitate the learning process at school, . the use of TikTok can help students communicate with distant friends and interact with new friends, . the use of TikTok can be a forum for developing students' creativity and self-expression, . the use of TikTok helps students to always be up to date. Meanwhile, the negative impacts are . TikTok can disrupt students' concentration on learning because too much time is spent using TikTok, . it can make students fall for hoax news, . it can cause wasting time or wasting time, . it can disrupt rest time, . it can lead to consumer behavior. Keyword: Social Media. Tiktok: Changes In Social Interaction. PENDAHULUAN Interaksi sosial merupakan hubungan yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-perorangan, antara kelompok-kelompok manusia. (Gillin & Gillin, 1. Apabila dua orang bertemu, interaksi sosial dimulai pada saat itu. Mereka saling menegur, berjabat tangan, saling berbicara atau bahkan mungkin berkelahi. Aktifitas-aktifitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk interaksi sosial. Walaupun orang-orang yang bertemu muka tersebut tidak saling berbicara atau saling menukar tanda-tanda interaksi sosial telah terjadi, karena masingmasing sadar akan adanya pihak lain yang menyebabkan perubahan-perubahan dalam perasaan maupun syaraf orang-orang yang bersangkutan. (Soerjono, 2. Suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, yaitu: adanya kontak sosial . ocial-contac. , dan adanya komunikasi. (Soerjono, 1. Dalam kehidupan sehari-hari, disadari ataupun tidak, komunikasi adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri sebab manusia sejak dilahirkan sudah berkomunikasi dengan Pada masyarakat modern akan senantiasa berfikir rasionalitas di dalam setiap melaksanakan kegiatannya. Aktifitas-aktifitas yang dilakukan oleh manusia akan berjalan secara lancar melalui proses komunikasi antar manusia. Keberhasilan dalam proses komunikasi akan dipengaruhi beberapa unsur seperti sumber . , pesan, saluran . , dan penerima. Dalam proses komunikasi tersebut terdapat tukar-menukar pendapat, penyampaian informasi ataupun perubahan perilaku. (Hartati dkk, 1. Bermunculannya ekses negatif dari dunia maya, membuat kehadiran TikTok ibarat dua sisi mata uang. TikTok bisa menjadi alat perantara untuk menghubungkan antar sesama rekan maupun kerabat sehingga dapat mempererat tali silaturahmi. Dengan TikTok, berbagai aktivitas atau peristiwa di belahan dunia lain dapat diketahui. Begitu juga dalam berkomunikasi dengan massa, dapat dilakukan di belahan dunia manapun hanya dalam waktu yang singkat. Di sisi lain. TikTok bisa menjerumuskan bila disalahgunakan. Oleh sebab itu. Journal of Public Power ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 9 No. 1 Tahun 2025 jalan terbaik yang bisa dilakukan adalah memberikan pemahaman yang benar kepada pengguna internet khususnya kaum remaja agar bijak menggunakan internet dan senantiasa waspada terhadap dampak negatif atau orang-orang yang berniat jahat di dunia maya. (Republika, 2. Melihat dari data yang sudah dijelaskan bahwa pengguna TikTok didominasi oleh kaum remaja, maka sangat menarik apabila peneliti mencoba unutk meneliti mengenai TikTok dan Sebagian remaja beranggapan bahwa mereka merasa sebagai individu-individu yang dikesampingkan, diacuhkan, karena orang dewasa lebih memperhatikan generasi anak-anak kecil yang sangat butuh perhatian dan pemeliharaan. (Sri dkk, 2. Karena adanya anggapan tersebut, para remaja pengguna di situs jejaring sosial ini menjadi semangat untuk menampilkan dirinya lewat akun mereka agar bisa dikenal oleh orang banyak dan lebih Perubahan interaksi sosial siswa pada siswa SMK Negeri 3 Jombang sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi TikTok sangat mencolok. Sebelum adanya TikTok, interaksi sosial siswa cenderung lebih bersifat tatap muka dan langsung, di mana mereka berkomunikasi dan bergaul di lingkungan sekolah atau dalam kegiatan ekstrakurikuler. Namun, dengan hadirnya TikTok, siswa mulai beralih ke bentuk interaksi yang lebih virtual. Mereka lebih sering menghabiskan waktu untuk membuat dan menonton video, yang mengurangi frekuensi pertemuan langsung dengan teman-teman. Hal ini menyebabkan siswa menjadi lebih terisolasi dalam konteks sosial, karena mereka lebih memilih berinteraksi melalui layar daripada secara METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kritis untuk mengungkap jawaban dalam sebuah permasalahan yang tengah terjadi. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Wawancara dilakukan kepada Siswa pengguna aplikasi TikTok di SMK Negeri 3 Jombang. Dari data yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis dengan metode yang diterapkan oleh Miles dan Huberman yang terdiri dari: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Interaksi Sosial Interaksi sosial mencakup hubungan sosial dinamis yang mencakup interaksi antar manusia, interaksi antar kelompok, dan interaksi antara individu dan kelompok. Dimulainya kontak sosial terjadi ketika dua individu bertemu satu sama lain. Individu terlibat dalam berbagai bentuk interaksi, seperti menegur satu sama lain, terlibat dalam jabat tangan, terlibat dalam wacana verbal, atau mungkin melakukan pertengkaran fisik. Meskipun tidak adanya komunikasi verbal atau kontak fisik, kehadiran individu dalam jarak dekat menandakan terjadinya interaksi sosial. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar sehingga menimbulkan respon emosional dan fisiologis seperti perubahan persepsi sensorik, termasuk isyarat penciuman seperti aroma keringat atau wewangian. Journal of Public Power ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 9 No. 1 Tahun 2025 rangsangan pendengaran seperti langkah kaki, dan faktor serupa lainnya. Hal ini menimbulkan persepsi dalam kognisi individu sehingga mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Dapat disimpulkan bahwa komunikasi tidak selalu terjadi selama interaksi. Pada hakikatnya, terjadinya suatu interaksi dapat dilihat ketika dua individu saling bertemu dan mengetahui kehadiran satu sama lain, meskipun tidak ada komunikasi lisan. Skenario ini menghadirkan situasi berbeda di mana kedua individu kurang sadar karena tidak adanya persepsi sensorik, sehingga menghalangi segala jenis interaksi. Para sosiolog menyadari pentingnya memahami proses sosial, karena pengetahuan yang berkaitan dengan struktur masyarakat saja tidak cukup untuk memperoleh pemahaman komprehensif tentang kehidupan manusia. Sentimen ini juga diamini oleh Tomotsu Shibutani, yang menegaskan bahwa sosiologi menyelidiki transaksi sosial, yang mencakup upaya kolaboratif antar individu. Karena semua usaha manusia didasarkan pada interaksi timbal balik. Dalam penelitian ini, seperti yang ditunjukkan oleh H. Bonner. Interaksi sosial mengacu pada interaksi dinamis antara dua orang, ketika satu individu memberikan pengaruh, mendorong perubahan, atau meningkatkan perilaku individu lain secara timbal balik. Adapun ciri-ciri interaksi sosial dapat dilihat dari ungkapan Charles P. Lommis, ia mencantumkan ciri penting dari interaksi sosial, yaitu: . Jumlah pelaku lebih dari seorang, bisa dua atau lebih. Adanya komunikasi antar para pelaku dengan menggunakan simbolsimbol. Adanya suatu dimensi waktu yang meliputi masa lampau, kini dan akan datang, yang menentukan sifat berlangsung. Adanya tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidak sama dengan yang dipekirakan oleh pengamat. Blumer berpendapat bahwa fenomena interaksi sosial adalah manusia terlibat dalam tindakan yang bertujuan diarahkan terhadap objek atau entitas, dipandu oleh makna subjektif yang dikaitkan dengan objek atau entitas tersebut oleh individu. Signifikansi yang dikaitkan dengan sesuatu muncul dari dinamika interpersonal antar individu. Konsep makna tidaklah statis, melainkan dapat berubah. Perubahan makna ini mungkin terjadi ketika individu terlibat dalam proses interpretasi ketika menghadapi rangsangan. Prosedur di atas sering disebut sebagai proses interpretasi Suatu interaksi tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, yaitu: adanya kontak sosial dan adanya komunikasi. Menurut Soerjono Soekanto, etimologi istilah Aukontak sosialAy dapat ditelusuri kembali ke akar bahasa Latinnya. Secara khusus, istilah ini berasal dari kombinasi kata Latin "con" atau "cum", yang berarti "bersama", dan "tango", yang berarti "menyentuh". Definisi literal dari istilah ini adalah tindakan melakukan kontak fisik satu sama lain. Dalam bidang interaksi fisik, kontak sosial bergantung pada adanya hubungan jasmani. Sebagai sebuah fenomena sosial, kedekatan fisik bukanlah prasyarat untuk menjalin hubungan, karena individu dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa kontak fisik. Misalnya, interaksi sosial dapat terjadi melalui berbagai cara seperti komunikasi verbal melalui telepon, telegraf, radio, surat, televisi, internet, dan saluran lain yang sejenis. Sosiologi mengonseptualisasikan komunikasi sebagai proses dinamis dimana individu menyampaikan makna melalui berbagai bentuk seperti ekspresi verbal, isyarat nonverbal, dan respons emosional. Pertukaran informasi, sikap, dan perilaku ini mempengaruhi cara individu menafsirkan dan bereaksi terhadap pesan yang disampaikan, berdasarkan pengalaman pribadi Journal of Public Power ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 9 No. 1 Tahun 2025 Penggunaan berbagai platform media dipengaruhi oleh komunikasi, sehingga terjadi hubungan timbal balik dimana media juga dapat mempengaruhi substansi informasi dan interpretasi pesan. Adapun faktor-faktor yang mendasari interaksi sosial: Faktor Imitasi. Sugesti. Identifikasi dan Simpati. Konsep imitasi memegang peranan penting dalam dinamika interaksi Salah satu manfaat penting dari peniruan adalah potensinya untuk menumbuhkan kepatuhan terhadap norma dan nilai yang sudah ada. Namun, proses peniruan juga dapat menimbulkan konsekuensi buruk jika perilaku yang ditiru bersifat menyimpang. Fenomena sugesti muncul ketika seseorang menampilkan sudut pandang atau sikap pribadinya yang kemudian diadopsi oleh individu atau kelompok lain. Proses ini memiliki kemiripan yang mencolok dengan mimikri, namun dengan titik tolak yang berbeda. Penerimaan ide mungkin bertahan karena keadaan emosional penerimanya, sehingga menghambat kemampuan berpikir logis mereka. Faktor identifikasi mengacu pada kecenderungan atau aspirasi yang melekat dalam diri seseorang untuk menyelaraskan diri dengan entitas lain. Proses identifikasi secara inheren lebih mendalam daripada proses peniruan, karena proses ini mempunyai kapasitas untuk membentuk identitas individu. Proses identifikasi dapat terjadi tanpa disadari, namun paling efektif bila individu yang terlibat dalam identifikasi memiliki pemahaman yang tulus tentang pihak lain yang terlibat. Proses identifikasi ini memberikan dampak yang lebih mendalam dibandingkan sekedar peniruan atau sugesti, meskipun terdapat potensi peniruan atau sugesti awal untuk mengawali proses identifikasi. Faktor simpati mengacu pada proses kognitif dan emosional dimana seorang individu mempunyai rasa ketertarikan terhadap individu atau pihak lain. Perasaan memainkan peranan penting dalam proses ini, karena motivasi utama belas kasih adalah keinginan untuk memahami orang lain dan terlibat dalam perilaku kooperatif dengan mereka. Unsur-unsur tersebut di atas merupakan variabel-variabel fundamental yang berkontribusi terhadap berlangsungnya proses interaksi sosial, namun memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga kadang-kadang menghambat batas-batas yang jelas antara komponen-komponen Namun demikian, dapat dikatakan bahwa proses imitasi dan sugesti menunjukkan tingkat kecepatan yang lebih tinggi, namun dengan besaran dampak yang lebih kecil jika dibandingkan dengan proses identifikasi dan simpati yang lebih lama. Berbagai bentuk interaksi sosial antara lain kolaborasi, daya saing, dan konflik. Gillin & Gillin mengembangkan kategorisasi yang lebih komprehensif. Menurut penulis, kontak sosial melahirkan dua jenis proses sosial yang berbeda. Jenis pertama disebut sebagai proses asosiatif, yang mencakup kerja sama dan akomodasi. Tipe kedua adalah proses disosiatif, ditandai dengan persaingan dan konflik. Proses asosiatif mengacu pada interaksi dinamis yang ditandai dengan pemahaman timbal balik dan kolaborasi antar orang atau kelompok, yang mengarah pada pencapaian tujuan bersama. Sedangkan Proses sosial disosiatif merujuk pada interaksi sosial yang mengarah pada perpecahan dan pertentangan antara individu atau kelompok. Proses ini mencakup beberapa bentuk interaksi yang dapat menimbulkan konflik, seperti persaingan, kontravensi, dan pertentangan. Journal of Public Power ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 9 No. 1 Tahun 2025 Teori Fenomenologi (Alferd Schut. Aliran fenomenologi lahir dari reaksi metodologi positivistik yang diperkenalkan oleh Comte. Dimana pendekatan positivisme tersebut selalu mengandalkan seperangkat fakta sosial yang bersifat obyektif, atas segala yang nampak mengemuka sehingga metodologi ini cenderung melihat fenomena dari kulit luarnya saja sehingga tidak mampu memahami makna di balik gejala yang nampak tersebut. Sedangkan fenomenologi berangkat dari pola pikir subyektivisme, yang tidak hanya memandang dari suatu gejala yang tampak, akan tetapi berusaha menggali makna di balik gejala tersebut. Fenomenologi sebagai aliran filsafat sekaligus sebagai metode berpikir dikenalkan oleh Edmund Husserl, yang beranjak dari ilmu kebenaran fenomena seperti tampak apa adanya. Schutz beranggapan bahwa dunia sosial keseharian senantiasa merupakan suatu yang intersubyektif dan pengalaman penuh dengan makna. Dengan demikian fenomena yang ditampakkan oleh individu merupakan refleksi dari pengalaman transendental dan pemahaman tentang makna atau verstehen. Menurut Collin fenomenologi mampu mengungkap obyek secara menyakinkan, meskipun obyek itu berupa obyek kognitif, maupun tindakan ataupun Fenomenologi mampu melakukan itu karena segala sesuatu yang dilakukan oleh seseorang selalu melibatkan mental. Fenomenologi akan berusaha memahami pemahaman informan terhadap fenomena yang muncul dalam kesadarannya, serta fenomena yang dialami oleh informan dan dianggap sebagai entitis-sesuatu yang ada dalam dunia. Fenomenologi tidak pernah berusaha mencari pendapat dari informan apakah hal ini benar atau salah, akan tetapi fenomenologi akan mereduksi kesadaran informan dalam memahami fenomena tersebut. Alfred Schutz sebagai salah satu tokoh teori ini bertolak dari pandangan Max Weber yang berpendapat bahwa tindakan manusia menjadi suatu hubungan sosial bila manusia memberikan arti atau makna tertentu terhadap tindakannya itu dan manusia yang lainnya memahami makna tertentu terhadap tindakannya sebagai sesuatu yang penuh arti. Adanya pemahaman secara subyektif terhadap suatu tindakan sangat menentukan terhadap kelangsungan proses interaksi sosial, baik bagi aktor yang memberikan arti terhadap tindakannya sendiri maupun bagi pihak lain yang akan menerjemahkan serta memahaminya dan akan memberi reaksi atau bertindak sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh aktor. Dalam teori fenomenologi, terdapat dua realitas yang berbeda yaitu realitas objektif dan realitas subjektif. Realitas objektif merupakan realitas dalam masyarakat sosial yang sifatnya seharusnya, sedangkan realitas subjektif adalah realitas yang bersifat senyatanya. Dalam realitas subjektif ini yang nantinya akan memunculkan dua konsep yaitu, because motif . ebab/penyeba. serta in order to motif . yang kemudian akan melahirkan suatu Teori Perubahan Interaksi Sosial (Gillin dan Gilli. Teori perubahan interaksi sosial yang dikemukakan oleh David G. Gillin dan M. Gillin dalam bukunya "Sociology: An Introduction to the Study of Society" . berfokus pada dinamika perubahan dalam cara orang berinteraksi satu sama lain dalam konteks sosial Journal of Public Power ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 9 No. 1 Tahun 2025 dan budaya yang berubah. Gillin dan Gillin mengidentifikasi beberapa faktor utama yang mempengaruhi perubahan interaksi sosial: Teknologi dan Inovasi: Salah satu faktor utama dalam perubahan interaksi sosial adalah perkembangan teknologi. Teknologi baru sering kali menciptakan cara-cara baru bagi individu untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Misalnya, penemuan telepon dan internet telah mengubah cara orang berhubungan, mengakses informasi, dan membangun hubungan sosial. Dalam konteks TikTok, teknologi video pendek dan algoritma rekomendasi mengubah pola interaksi sosial dengan menciptakan format baru untuk berbagi konten dan berkolaborasi secara daring. Perubahan Sosial dan Budaya: Gillin dan Gillin juga menekankan pentingnya perubahan sosial dan budaya dalam mempengaruhi interaksi sosial. Nilai-nilai budaya, norma sosial, dan struktur sosial yang berubah dapat memengaruhi bagaimana individu berinteraksi. Misalnya, perubahan dalam norma sosial mengenai privasi dan keterbukaan di media sosial dapat memengaruhi cara orang berkomunikasi dan berbagi informasi secara online. Pengaruh Eksternal dan Globalisasi Globalisasi dan pengaruh eksternal juga memainkan peran penting dalam perubahan interaksi sosial. Dengan adanya interaksi lintas budaya dan integrasi global, individu dapat mengalami perubahan dalam cara mereka berinteraksi dan memahami norma sosial yang TikTok sebagai platform global memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang budaya, yang dapat mempengaruhi dinamika interaksi sosial. Adaptasi dan Respon Terhadap Perubahan Gillin dan Gillin juga menyoroti bagaimana individu dan kelompok beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi. Interaksi sosial dapat berubah sebagai respons terhadap perubahan lingkungan sosial atau teknologi. Pengguna TikTok, misalnya, mungkin menyesuaikan cara mereka berinteraksi berdasarkan feedback dan tren yang muncul di platform tersebut. Secara keseluruhan, teori Gillin dan Gillin tentang perubahan interaksi sosial menggarisbawahi bagaimana faktor-faktor seperti teknologi, perubahan budaya, globalisasi, dan adaptasi individu berkontribusi pada evolusi cara orang berinteraksi dalam masyarakat. Dalam konteks TikTok, teori ini membantu menjelaskan bagaimana inovasi teknologi dan perubahan budaya digital mempengaruhi pola interaksi sosial pengguna. Adanya dampak penggunaan media sosial TikTok memiliki pengaruh terhadap perubahan interaksi sosial dikalangan remaja. Menurut Alfred Schutz, fenomenologi sosial berfokus pada bagaimana individu mengalami dan memberikan makna pada interaksi sosial dalam konteks kehidupan sehari-hari mereka. Dalam Teori fenomenologi Alfred Schutz adalah perkembangan dari fenomenologi klasik yang dikembangkan oleh Edmund Husserl dan Martin Heidegger. Schutz, seorang sosialog asal Austria, menerapkan prinsip-prinsip fenomenologi pada studi tentang kehidupan sosial dan interaksi manusia. Konsep utama dalam teori fenomenologi Schutz berfokus pada bagaimana individu mengalami dan memberi makna pada pengalaman sosial mereka dalam konteks kehidupan sehari-hari. Journal of Public Power ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 9 No. 1 Tahun 2025 TikTok, sebagai platform media sosial yang populer, telah mempengaruhi secara signifikan cara orang berinteraksi dan berkomunikasi. Untuk memahami perubahan interaksi sosial yang terjadi di TikTok, teori perubahan interaksi sosial dari David G. Gillin dan M. Gillin menawarkan perspektif yang berguna. Teori ini mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi perubahan dalam interaksi sosial, termasuk teknologi, perubahan sosial dan budaya, serta adaptasi individu terhadap perubahan tersebut. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan data yang peneliti temukan di lapangan, dapat ditarik Kesimpulan mengenai Perubahan interaksi sosial yang pada siswa SMK Negeri 3 Jombang pengguna TikTok. Antara lain. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat beberapa perubahan interaksi sosial pengguna TikTok, yaitu 1. Penggunaan TikTok Sebagai Media Hiburan, hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki cenderung menggunakan TikTok sebagai media hiburan, seperti membuat dan menonton video yang menarik dan viral, 2. Perilaku Belajar Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMK Negeri 3 Jombang lebih rentan mengalami penurunan perhatian dalam belajar karena lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain handphone daripada membuka buku, 3. Interaksi Sosial Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok dapat mengakibatkan kurangnya interaksi sosial dengan orang disekitarnya karena lebih banyak menghabiskan waktu untuk berinteraksi melalui layar daripada secara langsung. Adapun dampak dari penggunaan media sosial TikTok secara umum pada siswa di SMK Negeri 3 Jombang adalah untuk dampak positif-nya yaitu penggunaan TikTok membantu siswa untuk memudahkan dalam proses pembelajaran di sekolah, interaksi dengan menggunakan TikTok dapat membantu siswa menjalin komunikasi dengan teman jauh dan berinteraksi dengan teman baru, penggunaan media sosial TikTok dapat menjadi wadah dalam pengembangan kreativitas dan ekspresi diri siswa, penggunaan media sosial TikTok membantu siswa untuk selalu uptodate dan tidak ketinggalan berita terbaru. Sementara dampak negatif penggunaan TikTok yaitu TikTok dapat menggangu konsentrasi belajar siswa karena terlalu banyak waktu yang dihabiskan dalam menggunakan Tiktok, dapat membuat siswa termakan berita hoax, menyebabkan pemborosan waktu atau buang-buang waktu, menggangu waktu istirahat, menimbulkan perilaku konsumtif. Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang dapat dikemukakan adalah. peneliti, dapat dijadikan sebagai penelitian lanjutan untuk menyempurnakan kelemahankelemahan penelitian sebelumnya dalam memahami permasalahan mengenai perubahan interaksi sosial siswa SMKN 3 Jombang pengguna aplikasi TikTok. saat ini. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi yaitu menambah pengetahuan dan wawasan sehingga dapat dilakukan penelitian lanjutan. Bagi orangtua, hendaknya bisa menempatkan dan memilih pola asuh yang sesuai dengan semua kegiatan anak. DAFTAR PUSTAKA