Jurnal Pengabdian Masyarakat https://ojs. id/index. php/jukeshum/index E-ISSN: 2774-4698 Vol. 5 No. Januari 2025 Hal. EMPOWERMENT AND WELFARE OF BAKARAN BATU VILLAGE FAMILIES IN MAKING EMPON MENIEER MIXTURE AS BODY IMMUNITY TO IMPROVE THE COMMUNITY'S ECONOMY PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DESA BAKARAN BATU DALAM PEMBUATAN RACIKAN EMPON MENIEER SEBAGAI IMUNITAS TUBUH UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT Fahma Shufyani1. Khairani Fitri2. Syati Manaharawan Siregar3 Institut Kesehatan Helvetia. Medan. Indonesia Universitas Haji Sumatera Utara. Medan. Indonesia E-mail Author: fahmashufyani23@gmail. Submitted: 10/09/2024 Reviewed: 23/12/2024 Accepted: 31/01/2025 ABSTRACT Community service aims to increase economic income from Empon Menieer concoctions as health products, acquire new skills with high economic value in the market, and improve family welfare by developing additional businesses that can enhance body immunity. The benefits of Empon Menieer and its processing methods, along with skills in entrepreneurship and small business management, can be enhanced through training and mentoring. Herbal and traditional medicine practices, passed down through generations, are part of the parents' responsibility to preserve customs and traditions. The method involves preparing activities through coordination in the initial meeting, obtaining permission and support from the Head of the PKK (Family Welfare Movemen. , forming a team consisting of students, lecturers, and village community representatives, collecting materials for making Empon Menieer concoctions, and preparing visual aids for socialization. The community participants are divided into 3 groups, each consisting of 10 people, totaling 30 people for direct practice in making Empon Menieer with guidance from lecturers and students. The results of making the Empon Menieer concoctions can improve economic income as health products, provide new skills with high market value, and enhance family welfare by developing additional businesses that can boost immunity, thus maintaining the health of the village community. Participants also gain new knowledge about the benefits of Empon Menieer and its processing methods, and skills in entrepreneurship and small business management are improved through training and mentoring. The conclusions of the progress of the Community Service Program (PKM) include: the village PKK actively participates in forming the village PKK groups during the mentoring process of making Empon Menieer concoctions, enhancing the knowledge of the Bakaran Batu village community and students after attending the Keywords: Empon Menieer Concoction. Body Immunity. Community Economy * Shufyani. F, dkk. JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat ABSTRAK Pengabdian masyarakat tujuan dapat meningkatkan pendapatan perekonomian dari racikan empon menieer sebagai produk kesehatan, memperoleh keterampilan baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi dipasaran, dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan memiliki usaha tambahan yang dikembangkan dapat meningkatkan imunitas tubuh, manfaat empon menieer dan cara pengolahan, keterampilan dalam kewirausahaan dan pengelolaan usaha kecil dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan pendampingan. Jamu dan obat tradisional yang dilakukan secara turun temurun merupakan bagian dari tanggung jawab orang tua untuk melestarikan adat istiadat. Metode melakukan persiapan kegiatan dengan cara koordinasi pada pertemuan awal, mendapatkan izin dan dukungan dari ketua Ibu PKK, menyusun tim yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan perwakilan masyarakat desa, mengumpulkan bahan-bahan untuk pembuatan racikan empon menieer dan alat peraga untuk sosialisasi, peserta masyarakat dibagi menjadi 3 kelompok, tiap kelompok masing-masing berjumlah 10 orang, total 30 orang untuk praktek langsung dalam pembuatan empon menieer dengan pendampingan oleh dosen dan Hasil Pembuatan racikan empon menieer dilaksanakan dapat meningkatkan pendapatan perekonomian sebagai produk kesehatan, memperoleh keterampilan baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi dipasaran, dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan memiliki usaha tambahan yang dikembangkan dapat meningkatkan imunitas tubuh, sehingga kesehatan masyarakat desa juga terjaga, mendapatkan pengetahuan baru mengenai manfaat empon menieer dan cara pengolahan, keterampilan dalam kewirausahaan dan pengelolaan usaha kecil dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan Kesimpulan masyarakat PKK desa turut berpartisipasi aktif dalam membentuk kelompok Ibu PKK desa dalam proses pendampingan pembuatan racikan empon menieer dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat desa bakaran batu dan mahasiswa setelah mengikuti pelatihan. Kata Kunci: Racikan Empon Menieer. Imunitas Tubuh. Perekonomian Masyarakat PENDAHULUAN Desa Bakaran Batu merupakan salah satu desa yang berada di wilayah pemerintahan kecamatan Batang Kuis kabupaten Deli Serdang propinsi Sumatera Utara. Kecamatan Batang Kuis memiliki 11 desa kelurahan dengan luas wilayah 40,34 km2 atau 4034 Ha. Desa Bakaran Batu memiliki luas wilayah sebesar 3,67 km2 atau 367 Ha, dibagi dalam 3 dusun, dan terdiri dari 220 kepala keluarga dengan batas wilayah sebagai berikut : 1. Sebelah timur berbatasan dengan desa Sei Rotan 2. Sebelah barat berbatasan dengan desa Batang Kuis pekan 3. Sebelah selatan berbatasan dengan desa Paya. Sebelah utara berbatasan dengan desa Bintang Meriah. Salah satu bentuk usaha dagang yang masih bertahan di tengah persaingan usaha dagang dalam kondisi seperti ini adalah usaha dalam penjualan minuman khususnya jamu tradisonal. Usaha jamu tradisional ini semakin lama banyak juga orang yang meminati usaha tersebut (Adiwijaya, 2. Jamu dan obat tradisional yang dilakukan secara turun temurun merupakan bagian dari tanggung jawab orang tua untuk melestarikan adat istiadat. (Andriati, 2. Salah satu pemanfaatan rempah di Indonesia adalah sebagai bahan baku minuman tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai minuman penyegar, tetapi juga sebagai minuman yang memiliki segi fungsional bagi kesehatan, yaitu sebagai minuman yang memiliki sifat antioksidan (Army. Dalam masyarakat ekonomi rendah-menengah dan atas, penggunaan jamu sebagai alternatif obat modern dipengaruhi oleh banyak faktor (Astuti, 2. Beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli jamu adalah faktor pribadi, kombinasi faktor pemasaran, dan faktor sosial, budaya, dan psikologis. Konsumsi jamu dipengaruhi oleh faktor budaya (Fitriana, 2. Imunitas tubuh yang baik dapat didapatkan dari mengkonsumsi makanan sehat, istirahat yang cukup dan menghindari stress/tekanan batin serta kebiasaan mengkonsumsi Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat minuman herbal yang dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh karena terdapat beberapa kandungan yang sangat bermanfaat (Haryanto, 2. Salah satunya dengan mengkonsumsi minuman yang berasal dari bahan jahe dengan ditambahkan gula pasir (Lestar, 2. Vitamin dan mineral sangat dibutuhkan untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh yang optimal. Sebagian besar vitamin dan mineral tidak dapat disintesa oleh tubuh, maka konsumsi makanan beragam dan seimbang sangat dibutuhkan sumber vitamin mineral seperti buah, sayuran dan pangan hewani (Rahmawati, 2. Pada fenomena yang terjadi dilapangan banyak para penggiat kegiatan sosial dalam hal ini adalah PKK yang jarang sekali memikirkan cara untuk tetap menjaga kesehatan. penggiat kegiatan sosial hanya berfokus terhadap kerajinan tangan seperti anyam daun pandan, anyam daun kelapa, pengolahan sampah dan lain sebagainya. Dalam bahasa lain kegiatan yang di lakukan adalah pendaur ulangan sampah atau pemanfaatan benda benda yang tidak bermanfaat untuk kepentingan lingkungan (Supriyanto, 2. Penulis memang menyadari akan kepedulian lingkungan yang bersih sangat penting untuk kesehatan namun lingkungan yang bersih saja tidak cukup untuk menjaga kesehatan harus juga di siapkan obat obatan herbal di lingkungan yang di diami oleh masyarakat. Misalnya seperti kencur, jahe, kunyit, bunga sambung nyawa (Yuniarti, 2. Dalam hal ini rata-rata ibu PKK yang penulis jumpain lebih paham dengan proses kerajinan tangan dari pada proses pembuatan obat herbal. (Zuhrie, 2. Proses pengolahan tanaman menjadi sediaan produk jamu beras kencur sebagai meningkatkan imunitas tubuh sangatlah mudah dan tidak memerlukan cara atau teknik yang sulit dan rumit (Kusumo, 2. Mengingat ibu PKK adalah dokter utama didalam keluarga yang dimana mau tidak mau pemahaman tentang obat obat herbal harus dimiliki para ibu PKK. Hal ini membuat pengusul tertarik mengajak masyarakat yang berhasrat kuat untuk memahami tentang obat obatan herbal dalam bidang obat tradisonal, terlebih lagi apabila bisa di buatkan menjadi usaha rumahan berupa produk jamu beras kencur sebagai obat alternatif dan membuka lapangan kerja bagi Kelompok PKK Desa Bakaran Batu (Kementerian Kesehatan RI, 2. Gambar 1 Kegiatan Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Bakaran Batu Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh ketua dan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Bakaran Batu yang berkeinginan kuat untuk menjaga kesehatan serta menjadi wirausahawan yang dapat menjadi sumber penghasilan baik untuk diri sendiri, keluarga maupun masyarakat yang ada disekitar. Dengan adanya pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) atau Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan tujuan untuk memberikan dampak positif baik kepada mahasiswa, dosen, maupun masyarakat. Tujuan dari pelaksanaan MBKM/IKU pada mahasiswa yaitu dapat mengembangkan keterampilan praktis dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan kewirausahaan, mahasiswa belajar tentang proses pembuatan racikan empon menieer yang bermanfaat bagi kesehatan, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan yang dapat memperkaya pemahaman mereka tentang penerapan ilmu pengetahuan Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat dalam kehidupan, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari di kelas dalam kegiatan di luar kampus/lapangan dan bermanfaat bagi masyarakat, mahasiswa melakukan interaksi dengan masyarakat desa, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, kerjasama tim dan kepemimpinan, mahasiswa belajar tentang manajemen empon menieer dan kewirausahaan. Tujuan dari pelaksanaan yaitu dapat mengintegrasikan pengalaman lapangan dalam proses pengajaran, sehingga materi yang disampaikan lebih relevan, dapat mempublikasikan hasil dari pengabdian kepada masyarakat desa pada jurnal ilmiah pada pengembangan ilmu pengetahuan, dapat meningkatkan kemampuan dalam membimbing mahasiswa melalui pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa. Tujuan dari pelaksanaan pada masyarakat desa Bakaran Batu yaitu dapat meningkatkan pendapatan perekonomian dari racikan empon menieer sebagai produk kesehatan, memperoleh keterampilan baru dalam pembuatan produk empon menieer yang memiliki nilai ekonomi tinggi dipasaran, dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan memiliki usaha tambahan pada produk empon menieer yang dikembangkan dapat meningkatkan imunitas tubuh, sehingga kesehatan masyarakat desa juga terjaga, mendapatkan pengetahuan baru mengenai manfaat empon menieer dan cara pengolahannya, keterampilan dalam kewirausahaan dan pengelolaan usaha kecil dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan Dengan adanya tujuan pelaksanaan pada pengabdian kepada masyarakat diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Desa Bakaran Batu pada produk empon menieer. PERMASALAHAN DAN SOLUSI Permasalahan Permasalahan Prioritas Berdasarkan data observasi dan wawancara langsung yang di lakukan oleh kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memiliki permasalahan yang sama belum memiliki pekerjaan yang tetap dan berhasrat kuat menjadi wirausaha. Adapun permasalahan yang terjadi sebagai berikut: Kurangnya keterampilan pengetahuan dalam pengolahan jamu Kurangnya pengetahuan mitra Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tentang manfaat jamu terutama dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Permasalahan kurangnya biaya dalam pengolahan pembuatan jamu Kurangnya pengetahuan sistem manajemen usaha pada mitra Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kurangnya motivasi mitra Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam melakukan kegiatan usaha meracik jamu beras kencur. Tujuan Kegiatan Adapun tujuan dari kegiatan yang dilakukan team pengabdian masyarakat dalam meracik empon menieer di Desa Bakaran Batu, yaitu : meningkatkan pengetahuan umum mahasiswa mengenai manfaat utama racikan empon menieer dalam meningkatkan imunitas di Desa Bakaran Batu, menambah minat konsumen racikan empon menieer (Jamu beras kencu. , meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai sistem usaha sehingga dapat menciptakan usaha racikan empon menieer semakin berkembang dalam pembukuan serta laporan penjualan, mengembangkan serta mempromosikan penjualan jamu sehingga nama jamu tidak redup di era modern sehingga memotivasi mitra Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam melakukan kegitan ini, meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Bakaran Batu dengan cara penjualan atau promosi jamu empon menieer di berbagai media massa seperti koran Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat hingga media elektronik. Solusi Permasalahan dalam kurang nya keterampilan pengetahuan dalam pengolahan jamu maka akan di berikan pendampingan pelatihan dalam pembuatan jamu. Permasalahan dalam kurangnya pengetahuan hingga saat ini masih belum mengetahui tentang cara pembuatan jamu, maka dilakukan pemberian informasi mengenai manfaat jamu terutama untuk meningkatkan imunitas tubuh Permasalahan dalam kurangnya biaya dalam pengolaahan pembuatan jamu maka, dilakukan pendampingan pelatihan dalam pembuatan jamu dan merancang strategi berwirausaha baik dalam pemasaran/penjualan secara online dengan melihat berdasarkan minat kebutuhan masyarakat bagi kesehatan serta membuat brosur atau spanduk di area keramaian/ pinggir jalan atau melakukan peminjaman kepada bank Kurangnya pengetahuan sistem manajemen usaha pada mitra Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), maka perlu dilakukan pelatihan dan keterampilan dalam menata manajemen usaha berupa pembukuan, keuangan, laporan pemasukan, dan pengeluaran, serta pemasaran produk jamu beras kencur secara langsung maupun secara online melalui internet. Kurangnya motivasi mitra Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam melakukan kegiatan usaha meracik jamu beras kencur, maka dilakukan motivasi dan dorongan agar mitra Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dapat menjadi pengusaha yang sukses dan menjadi salah satu sumber lapangan pekerjaan di Desa Bakaran Batu. METODE Sosialisasi Kegiatan pelaksanaan sosialisasi yaitu melakukan persiapan kegiatan dengan cara koordinasi pada pertemuan awal, mendapatkan izin dan dukungan dari ketua Ibu PKK, menyusun tim yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan perwakilan masyarakat desa, mengumpulkan bahan-bahan untuk pembuatan racikan empon menieer dan alat peraga untuk sosialisasi. Pada pelaksanaan hari pertama melakukan pembukaan dari ketua ibu PKK. Kepala Desa Bakaran Batu, perwakilan dosen dan mahasiswa. Ketua pelaksana menjelaskan manfaat dari empon menieer bagi kesehatan sebagai imunitas tubuh, mengenalkan jenis-jenis empon menieer seperti beras, kencur dan jahe merah. Pada pelaksanaan hari kedua melakukan pelatihan pembuatan racikan empon menieer dengan cara menjelaskan langkah- langkah dalam pembuatan empon menieer, menjelaskan teknik cara pengolahan yang tepat, peserta masyarakat dibagi menjadi 3 kelompok, tiap kelompok masing-masing berjumlah 10 orang, total 30 orang untuk praktek langsung dalam pembuatan empon menieer dengan pendampingan oleh dosen dan mahasiswa. Pada pelaksanaan hari ketiga melakukan pemasaran, kewirausahaan dan manajemen dengan cara melakukan cara strategi pemasaran dengan memasarkan produk racikan empon menieer dipasarkan melalui online dan tempat toko-toko jamu, mmebuat kemasan produk yang menarik dan higienis. Melakukan kewirausahaan dan manajemen dengan cara pelatihan dalam pengelolaan keuangan sederhana untuk usaha kecil, melakukan pengenalan tentang pembukuan dan pencatatan dalam jual dan beli produk empon menieer Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat baik secara online dan toko jamu. Penutup dan evaluasi pada sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber mengenai kendala yang terjadi di pasaran, melakukan penyusunan rencana tindak lanjut dengan cara diskusi tentang langkah selanjutnya yang perlu diambil dalam mengembangkan usaha racikan empor menieer di desa bakaran batu, menunjuk perwakilan dari masyarakat desa yang akan menjadi penggerak utama dalam kegiatan empon menieer. Penutupan di laksanakan dengan memberikan kata sambutan dari ketua ibu PKK. Kepala Desa Bakaran Batu dan ketua pelaksana serta memberikan cendramata. Melakukan monitoring dan pendampingan lanjutan dengan kunjungan oleh tim dosen dan mahasiswa untuk memantau perkembangan usaha empon menieer, memberikan bimbingan teknis, kewirahusahaan dan manajemen, membantu mengatasi kendala yang dihadapi oleh masyarakat dalam menjalankan usaha empon menieer. Melakukan dokumentasi dan pelaporan dari kegiatan dengan mengambil foto dan video selama kegiatan sosialisasi, menyusun laporan tertulis, melaporkan hasil kegiatan kepada pihak terkait, melakukan publikasi hasil kegiatan di media sosial atau media cetak. Pelatihan Pada pelatihan racikan empon menieer tim dosen dan mahasiswa menyusun materi pelatihan yang mudah dipahami oleh masyarakat desa. Materi yang akan disampaikan terkait dengan langkah- langkah dalam pembuatan racikan, pengolahan empon menieer sampai menjadi hasil produk racikan empon menieer, menjelaskan manfaat dari racikan empon menieer, menjelaskan strattegi dalam memasarkan produk empon menieer dengan para narasumber dan aspek kewirahusahan dan manajemen. Pada sesi pelatihan, tim dosen dan mahasiswa semua masyarakat harus aktif dalam proses pelatihan tersebut. Diskusi dan tanya jawab antara masyarakat dan tim dosen. Penerapan teknologi Penerapan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, kualitas dan skala produksi racikan empon menieer, meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa. Mengadakan workshop dan pelatihan tentang cara mengolah empon menieer dengan menggunakan peralatan modern seperti mesin pengering, mesin penggiling, dan alat ekstraksi dengan mengundang narasumber dalam memberikan pelatihan, menyediakaan materi edukasi dalam bentuk brosur, poster, dan video tutorial, melatih masyarakat dalam pembuatan racikan empon menieer dengan menggunakan alat modern, mengajarkan teknik pengemasan yang baik agar produk empon menieer lebih awet dan menarik bagi konsumen, bekerja sama dengan lembaga sertifikasi untuk mendapatkan izin dan label kesehatan yang sesuai, membantu masyarakat desa membuat akun di platform ecommerce dan media sosial untuk memasarkan produk secara online, melatih masyarakat tentang strategi pemasaran digital, membantu dalam pembuatan desain kemasan yang menarik dan sesuai dengan preferensi pasar, mengembangkan brand lokal yang kuat dengan logo, tagline, dan cerita produk yang menarik, menerapkan sistem informasi manajemen yang sederhana untuk mencatat dan memantau produksi, penjualan, dan keuntungan, memberikan pendampingan teknis dan manajerial secara berkala kepada kelompok usaha di desa, membantu dalam mengatasi tantangan teknis dan bisnis yang mungkin dihadapi selama produksi dan pemasaran. Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pendampingan dan evaluasi Pada kegiatan pendampingan racikan empon menieer melakukan penyuluhan dan pelatihan awal dengan mengadakan sesi penyuluhan mengenai manfaat kesehatan dari racikan empon menieer dan pelatihan teknis tentang proses pembuatan racikan Empon Menieer di damping oleh tim dosen dan mahasiswa. Melakukan pendampingan produksi dalam proses produksi racikan Empon Menieer dari bahan baku hingga produk jadi di damping oleh tim dosen dan mahasiswa. Melakukan pendampingan pemasaran dalam aspek pemasaran termasuk branding, packaging, dan strategi pemasaran di damping oleh tim dosen dan mahasiswa. Melakukan pendampingan manajemen keuangan dengan cara pelatihan dalam manajemen keuangan sederhana, termasuk pencatatan, pengelolaan dana, dan perencanaan keuangan di damping oleh tim dosen dan mahasiswa. Pada evaluasi dilakukakan evaluasi secara rutin untuk memonitor perkembangan kegiatan dan mengidentifikasi hambatan serta keberhasilan tim evaluasi dosen dan mahasiswa. Evaluasi akhir yang dilakukan secara komprehensif di akhir periode untuk menilai keseluruhan dampak kegiatan tim evaluasi dosen dan mahasiswa. Laporan dan rekomendasi dilakukan dengan penyusunan laporan akhir yang mencakup temuan evaluasi dan rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan lebih lanjut tim evaluasi dosen dan mahasiswa. Output yang Diharapkan kualita produk racikan Empon Menieer yang berkualitas tinggi dan sesuai standar kesehatan, peningkatan pendapatan masyarakat dari hasil penjualan produk. peningkatan kesejahteraan keluarga melalui usaha yang berkelanjutan, masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang meningkat dalam bidang produksi, pemasaran, dan manajemen keuangan. Keberlanjutan program Mengadakan pelatihan rutin bagi masyarakat desa tentang teknik pembuatan racikan empon- empon, peningkatan kualitas produk, dan inovasi produk, memberikan pendampingan teknis secara berkala untuk memastikan masyarakat tetap menguasai dan mengembangkan keterampilan yang telah dipelajari. Mengadakan kerja sama dengan toko-toko jamu untuk memasarkan produk, memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk memasarkan produk secara lebih luas, meningkatkan desain dan kualitas kemasan agar lebih menarik dan sesuai dengan standar pasar. Metode Pendampingan Wirausaha Empon Menieer Sebagai Imunitas Tubuh Dan Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Gambar 2. Diagram Alir Proses Pelaksanaa Program Partisipasi mitra Dalam kegiatan racikan empor menieer di Desa Bakaran batu adalah sebagai penyedia wadah kegiatan sekaligus sebagai peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mitra nantinya akan di berikan pelatihan dalam hal membuat jamu dari empon menieer untuk meningkatkan prekonomian masyarakat sebagaimana judul dari proposal ini yaitu pemberdayaan dan kesejahteraan warga desa bakaran batu dalam pembuatan racikan empon menieer sebagai imunitas tubuh untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembuatan Racikan Empon Menieer Deksripsi pelaksanaan: Pembuatan racikan empon menieer dilaksanakan dapat meningkatkan pendapatan perekonomian dari racikan empon menieer sebagai produk kesehatan, memperoleh keterampilan baru dalam pembuatan produk empon menieer yang memiliki nilai ekonomi tinggi dipasaran, dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan memiliki usaha tambahan pada produk empon menieer yang dikembangkan dapat meningkatkan imunitas tubuh, sehingga kesehatan masyarakat desa juga terjaga, mendapatkan pengetahuan baru mengenai manfaat empon menieer dan cara pengolahannya, keterampilan dalam kewirausahaan dan pengelolaan usaha kecil dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini dilaksanakan pada: Hari/tanggal : Sabtu, 10 Agustus 2024 Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jam : 09. 00 s/d selesai Tempat : Jl. Utomo Dusun II Desa Bakaran Batu. Kec. Batang Kuis. Kab. Deli Serdang. Sumatera Utara Adapun topik pelatihan yang dibahas antara lain: Jam Topik Deskripsi 00 Ae 09. 30 Registrasi peserta Pengisian absensi peserta Pembagian leaflet tentang 30 Ae 09. 45 Pembukaan acara Pembukaan oleh MC Pembacaan doa 45 Ae 10. 00 Sambutan Sambutan dari ibu ketua PKK Sambutan dari Kepala Desa Bakaran Batu Sambutan dari Ketua PKM 00 Ae 10. 30 Pengenalan empon menieer Penjelasan tentang apa itu Empon Menieer Sejarah Empon Menieer Pemaparan bahan-bahan yang digunakan dalam 30 Ae 12. 00 Workshop: Pembuatan Racikan Demonstrasi Empon Menieer Empon Menieer oleh ketua dan tim PKM Penjelasan langkahlangkah pembuatan dan tips penting 00 Ae 13. 00 Ishoma 00 Ae 14. 00 Praktek para masyarakat desa Masyarakat membuat racikan bakaran batu Empon Menieer Bimbingan dari ketua dan tim PKM pendamping selama 00 Ae 15. 00 Diskusi dan Tanya jawab Sesi diskusi seputar tantangan dan potensi pemasaran Empon Menieer bersama narasumber Tanya jawab terkait proses dan manfaat racikan Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat 00 Ae 15. Penutupan Acara selesai Penyampaian kesimpulan dan harapan dari kegiatan ini Foto masyarakat, ketua ibu PKK, kepala desa. Ketua dan tim PKM Masyarakat pulang dengan membawa hasil racikan Empon Menieer Partisipasi Mitra: Pada tahap ini, tim pengabdian masyarakat sudah melakukan sosialisasi dengan ibu PKK desa bakaran batu bersama masyarakat dengan jumlah 30 orang untuk mengikuti pelatihan pembuatan racikan empon menieer sekaligus menjadi pendamping pada kegiatan berikutnya. Kegiatan sosialisasi dengan himpunan pemuda sudah dimulai 10 Agustus 2024 sampai kegiatan perdana ini berlangsung. Evaluasi Kegiatan dan Keberlanjutan: Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Kehadiran dan Partisipasi Peserta: Menilai jumlah peserta yang hadir dan keterlibatan aktif mereka selama kegiatan Kualitas Materi dan Penyampaian: Mengevaluasi apakah materi yang disampaikan selama workshop sudah jelas, mudah dipahami, dan aplikatif bagi peserta. Pelaksanaan Praktik: Melihat apakah peserta dapat mengikuti langkah-langkah pembuatan racikan dengan benar. Evaluasi bisa dilakukan dengan observasi langsung Penilaian Hasil dan Output Kegiatan Kualitas racikan yang dihasilkan: Menilai kualitas racikan Empon Menieer yang dihasilkan masyarakat, termasuk rasa, tekstur, dan kebersihan produk. Pemahaman dan keterampilan masyarakat: Mengukur peningkatan pemahaman terhadap manfaat Empon Menieer serta keterampilan mereka dalam membuat dan mengemas produk. Feedback dari masyarakat diskusi dan tanya jawab: Melakukan sesi diskusi terbuka untuk mendengarkan masukan langsung dari peserta mengenai aspek kegiatan yang perlu ditingkatkan. Evaluasi Dampak Sosial dan Ekonomi Peningkatan pengetahuan dan kesadaran: apakah ada peningkatan pengetahuan mengenai manfaat Empon Menieer di kalangan Dampak ekonomi: menilai apakah kegiatan ini berpotensi memberikan tambahan penghasilan bagi peserta melalui penjualan racikan Empon Menieer. Keberlanjutan Kegiatan Pembuatan Racikan Empon Menieer Pemasaran dan distribusi: Pemasaran digital: Memanfaatkan platform media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pemasaran produk Empon Menieer. Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Penjualan dipasar lokal: Penjualan di Pasar Lokal: Menjalin kerjasama dengan toko, pasar tradisional, dan pusat oleh-oleh untuk mendistribusikan produk secara lokal. KESIMPULAN Adapun kesimpulan pada tahap kemajuan PKM meliputi: masyarakat PKK desa bakaran batu turut berpartisipasi aktif dalam membentuk kelompok Ibu PKK desa bakaran batu dalam proses pendampingan pembuatan racikan empon menieer dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat desa bakaran batu dan mahasiswa setelah mengikuti pelatihan. Melakukan edukasi masyarakat mengenai manfaat kesehatan dari Empon Menieer, seperti meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi peradangan, dan menjaga pencernaan. Informasi yang kuat dapat meningkatkan minat dan partisipasi masyarakat. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih sebesarnya kepada Ditjen Dikti Kemdikbud Ristekdikti yang telah memberikan pendanaan pada program Hibah DRTPM Tahun 2024, semoga pengabdian Masyarakat ini membawa dampak besar bagi kehidupan Masyarakat. REFERENSI