Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Rang Teknik Journal Evaluasi Pelayanan Trotoar Dan Studi Persepsi Terhadap Tingkat Kenyamanan Trotoar Kawasan Perdagangan Dessi Sasmita1. Yossyafra. Purnawan3 Fakultas Teknik. Universitas Andalas. Padang1. Dosen Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Andalas. Padang 2,3 email: dessisasmita@gmail. com1, yossyafra@ft. id2, purnawan@gmail. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstract: Problems related to pedestrian pathways are often found in trades area of a city including the city of Payakumbuh, espceially in the area by the Ahmad Yani Street where as this street connect 2 main markets namely the Central Market of Payakumbuh city and the Ibuh market. Which is why this research need to be conducted, so that people can evaluate the level of Ahmad Yani streetAos sidewalk service based on the level of service (LOS) value using the HCM 2000 method, the service standards are based on the Minister of Public Works Regulation Number : 03/PRT/M/2014. In addition, a pedestrian perception survey was carried out by the use of a questioner survey using the percentage interval analysis and regression analysis. Based on the analysis, the level of service from the west side of Ahmad Yani streetAos sidewalk is categorized as AuAAy and as for the east side is categorized as AuBAy. The percentage of comfort level from Ahmad Yani StreetAos sidewalk of Payakumbuh city is 41,85%, which is categorized as inconvenience. The result of regression analysis indicate that the variable that affect the level of comfort from Ahmad Yani streetAos sidewalk are accessibility variables with a regression coefficient of 0. surface conditions variable with a regression coefficient of sanitation variable with a regression coefficient of 0. aesthetics variable with regression coefficient of 0. and sidewalk obstacle/hindrance variables with regression coefficient of -0. The five variables are proved to significantly affect the level of comfort from Ahmad Yani streetAos The variation of the level of comfort from Ahmad Yani streetAos sidewalk of Payakumbuh city is 47,06% influenced by those five factors as shown by the R-Squre value of 0,4706 where as the rest 94% are affected by factors outside of this research model. Keywords: sidewalks, level of service (LOS), perception, comfort, regression faktor-faktor PENDAHULUAN Persoalan yang berkaitan dengan jalur mempengaruhi tingkat kenyamanan trotoar di pejalan kaki masih sering ditemui pada Jalan Ahmad Yani bagi pejalan kaki. kawasan perdagangan di suatu kota termasuk Kota Payakumbuh khususnya pada kawasan Jalur pejalan kaki adalah ruang yang yang dilalui ruas jalan Ahmad Yani dimana digunakan untuk berjalan kaki atau berkursi ruas jalan ini merupakan ruas jalan utama yang roda bagi penyandang disabilitas secara menghubungkan 2 pasar induk yakni pasar mandiri dan dirancang berdasarkan kebutuhan pusat Kota Payakumbuh dan pasar Ibuh. orang untuk bergerak aman, mudah, nyaman Namun, berbagai persoalan muncul terkait dan tanpa hambatan. Trotoar merupakan jalur dengan trotoar jalan Ahmad Yani seperti : pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan kondisi trotoar yang kurang memadai, trotoar sumbu jalan dan lebih tinggi dari yang terputus karena banyaknya pemotongan trotoar sebagai jalan masuk pertokoan, menjaminkeselamatan pejalan kaki dalam ataupun berbagai hambatan trotoar seperti : rencana tata ruang (Kementerian Pekerjaan PKL, parkir kendaraan, tonjolan bangunan Umum, 2. Terdapat 2 acuan normatif toko, dan sarana pendukung yang menghalangi dalam penentuan tingkat layanan jalur pejalan pejalan kaki. kaki yaitu US Highway Capacity Manual Oleh sebab itu, perlu dilakukan . dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 03/PRT/M/2014 tentang pelayanan . evel of service. LOS) trotoar. Pedoman Perencanaan. Penyediaan, dan mengevaluasi tingkat kenyamanan trotoar, dan ISSN 2599-2081 Fakultas Teknik UMSB EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan. Highway Capacity Manual 2000 Kriteria pelayanan jalur pejalan kaki menurut HCM 2000 dapat dilihat pada Tabel 1 Tabel 1. Kriteria Pelayanan Jalur Pejalan Kaki Berdasarkan HCM 2000 Arus dan Kecepatan yang Diharapkan Ruang Kecepata Arus Volume Arus/ Kapasitas m/dtk > 5. > 1. O 16 O 0. > 3. 7> 0. 21> 1. 3 > 16-23 > 2. 2Ae > 1. 22> 0. 31> 23-33 > 1. 4> 1. 14> 0. 44> 33-49 > 0. 75> 0. 75> 0. 65> 49-75 Bervarias O 0. O 0. Bervariasi Sumber : HCM 2000 Penelitian sejenis yang menggunakan acuan HCM 2000, diantaranya : Wigananda dan Kartika . meneliti tentang analisis kinerja jalur pedestrian di jalan Pemuda. Surabaya meliputi tingkat pelayanan jalur pedestrian, asal-tujuan pedestrian, tata guna lahan dan tingkat kepuasan pejalan kaki. Budiawan dan Sukarno . melakukan tingkat pelayanan pedestrian di Simpang Empat Kantor Pos Besar Surabaya melalui analisis karakteristik pejalan kaki berupa arus pejalan kaki, kecepatan rata-rata ruang pejalan kaki, kepadatan pejalan kaki, dan ruang pejalan kaki. Manopo et al . meneliti tentang analisis tingkat pelayanan trotoar ditinjau dari laju arus pada rus jalan Sam Ratulangi dan analisis hubungan antara kecepatan dengan kepadatan dengan metode linear Greenshield. Rang Teknik Journal Tabel 2. Kriteria Pelayanan Jalur Pejalan Kaki Berdasarkan PERMEN PU No : 03/PRT/M/2014 Volume Jalur Kecepata Arus Pejala n RataPejalan Volume/ n Kaki Rata Kaki Kapasita . 2/or . rang/ s Rasio /meni. Ou 12 Ou 78 O 6. O 0. Ou 3. Ou 75 O 23 O 0. Ou 2. Ou 72 O 33 O 0. Ou 1. Ou 68 O 50 O 0. Ou 0. Ou 45 O 83 O 1. < 0. < 45 Sumber : Kementerian Pekerjaan Umum, 2014 Penelitian PERMEN PU nomor : 03/PRT/M/2014 sebagai acuan pernah dilakukan oleh Alyanur et al . yang meneliti tentang arahan penataan fasilitas jalur pejalan kaki di jalan pantai Senggigi dan jalan raya Senggigi. METODE PENELITIAN Evaluasi tingkat pelayanan . evel of service. LOS) trotoar sebagai jalur pejalan kaki menggunakan metode Highway Capacity Manual . untuk menghitung karakteristik pejalan kaki tetapi penentuan tingkat pelayanan menggunakan standar pelayanan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 03/PRT/M/2014. Evaluasi tingkat kenyamanan trotoar melalui studi persepsi pejalan kaki dilakukan dengan metode kuesioner. Metode yang digunakan untuk menganalisis persepsi pejalan kaki terhadap tingkat kenyamanan trotoar yaitu Analisis Interval Persentase, sedangkan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kenyamanan trotoar oleh pejalan kaki digunakan metode analisis regresi. Adapun alur penelitian dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini : Permen PU Nomor : 03/PRT/M/2014 Kriteria pelayanan jalur pejalan kaki menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 03/PRT/M// 2014 dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini : Fakultas Teknik UMSB ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Rang Teknik Journal berdasarkan survei volume dan waktu tempuh pejalan kaki dalam 1. hari selama 12 jam dari pukul 06. 00 s. 00 WIB dengan pencacahan manual, dengan cara mencatat jumlah pejalan kaki yang melewati penggal pengamatan dalam interval waktu 15 menit. Survei Waktu tempuh pejalan kaki diambil sebanyak 5 orang sampel per 15 menit dengan jarak tempuh 10 meter. Analisis Tingkat Pelayanan Trotoar Analisis tingkat pelayanan trotoar dilakukan berdasarkan karakteristik pejalan kaki yaitu arus pejalan kaki, kecepatan pejalan kaki, kepadatan pejalan kaki, ruang pejalan kaki, dan v/c rasio. Analisis tingkat pelayanan jaringan pejalan kaki ini berdasarkan Tingkatan Standar Pelayanan Jalur Pejalan Kaki yang terdapat pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 03/PRT/M/2014. Analisis tingkat pelayanan dilakukan terhadap jam puncak. Jam puncak dihitung berdasarkan beberapa kombinasi volume pejalan kaki dalam 1 jam . ada interval waktu 15 meni. , dan volume tertinggi pada kombinasi untuk 1 jam tertentu diambil sebagai data jam puncak. Analisis Studi Persepsi Pejalan Kaki Populasi untuk studi persepsi pejalan kaki diperoleh berdasarkan data survei volume pejalan kaki dalam 1 . hari selama 12 jam dari pukul 06. 00 s. 00 WIB. Yang dihitung sebagai populasi pejalan kaki adalah seluruh pejalan kaki yang melewati segmen pengamatan sepanjang 100 meter baik pengguna trotoar maupun bukan pengguna Jumlah sampel dihitung dengan rumus Slovin. Metode penarikan sampel yakni incidental sampling. Berdasarkan hasil survei, diperoleh jumlah populasi sebanyak 1. 376 orang Gambar 1. Diagram Alir Penelitian sehingga jumlah sampel penelitian adalah sebanyak 310 orang. Variabel dalam penelitian Survei Karakteristik Jalur Pejalan Kaki ini terdiri dari variabel terikat . ependen Penelitian ini dilakukan pada trotoar di variabl. yaitu Tingkat Kenyamanan Trotoar, jalan Ahmad Yani Kota Payakumbuh. dan 5 macam variabel bebas . ndependen mengambil 1 . segmen penelitian variabl. yaitu : Aksesibilitas. Kondisi sepanjang 100 meter yakni dimulai dari STA Permukaan. Kebersihan. Keindahan, dan 0 395 sampai dengan STA 0 495 dan volume Hambatan/Halangan Trotoar. Masing-masig pejalan kaki diambil dari pejalan kaki variabel diwakili oleh 5 . indikator, sepanjang segmen pengamatan 100 meter pada sehingga total indikaator dalam penelitian ini segmen penelitian yang sudah dipilih. Data sebanyak 25 . ua puluh lim. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada Tabel 3. ISSN 2599-2081 Fakultas Teknik UMSB EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tabel 3. Variabel Penelitian Variabel Bebas Aksesibilitas Kondisi Permukaan Kebersihan Keindahan Hambatan/ Halangan trotoar Indikator/Ukuran Trotoar dapat diakses/dilalui oleh seluruh pejalan kaki termasuk yang berkebutuhan khusus. Trotoar tidak naik-turun dan menerus dari titik satu ke titik lainnya. Trotoar menerus dari satu titik ke titik lainnya . aling terhubun. Lebar jalur mencukupi sehingga pejalan kaki bebas bergerak. Tersedia jalur penyeberangan. Tersedia angkutan umum untuk penggantian moda transportasi. Trotoar dalam kondisi baik dan tidak Permukaan trotoar rata, tidak naik turun. Permukaan trotoar tidak licin. Perbedaan ketinggian permukaan trotoar dengan lajur lalu lintas memenuhi. Kemiringan trotoar cukup landai. Trotoar bersih dari sampah. Permukaan trotoar terawat dan tidak ditumbuhi semak. Terdapat akses untuk membersihkan saluran drainase. Material penutup memiliki daya serap Lingkungan tidak berbau. Desain trotoar menarik. Material penutup trotoar berpola/ Material penutup berwarna menarik. Pohon peneduh yang dekoratif. Desain lampu penerangan menarik. Perabotan pedagang yang berada di atas trotoar atau pedagang kaki lima yang menghalangi jalur pejalan kaki. Ada sepeda motor di atas trotoar. Pot bunga/tempat sampah di atas trotoar menghalangi pejalan kaki. Parkir kendaraan yang menghalangi jalur masuk pejalan kaki. Tonjolan bangunan, tiang listrik/papan reklame yang menghalangi jalur pejalan Analisis Tingkat Kenyamanan Trotoar Analisis tingkat kenyamanan trotoar dilakukan dengan metode analisis interval persentase, yakni sebagai berikut : Penentuan kriteria kenyamanan pejalan kaki dengan langkah-langkah sebagai Menentukan skor kuesioner dengan menggunakan skala Likert sebanyak 5 tingkat (Simanjuntak, 2. , yakni : C Alternatif jawaban Sangat Tidak Nyaman (STN), diberikan skor 1. Rang Teknik Journal C Alternatif jawaban Tidak Nyaman (TN), diberikan skor 2. C Alternatif jawaban Cukup Nyaman (CN), diberikan skor 3. C Alternatif jawaban Nyaman (N), diberikan skor 4. C Alternatif jawaban Sangat Nyaman (SN), diberikan skor 5. Menentukan skor maksimal yaitu hasil perkalian antara skor tertinggi, jumlah Skor tertinggi yaitu 5 . , jumlah butir pertanyaan sebanyak 5 . buah pertanyaan, dan jumlah responden = 310. Skor maksimal = 5 x 5 x 310 = 7. Menentukan skor minimal yaitu hasil perkalian antara skor terendah, jumlah Skor terendah yaitu 1 . Skor minimal = 1 x 5 x 310 = 1. Menetapkan rentang skor, yakni antara skor maksimal dikurangi skor minimal. Rentang skor = 7. 750 Ae 1. 550 = 6. Menetapkan interval kelas. Interval kelas diperoleh dari rentang skor dibagi banyak kelas. Interval kelas = = 1. Menetapkan persentase maksimal, yaitu Menetapkan persentase minimal, yaitu skor minimal dibagi skor maksimal dikalikan 100%. Persentase minimal = x 100% = 20% Menetapkan rentang persentase yaitu persentase minimal. Rentang persentase = 100% Ae 20% = 80% Menetapkan interval kelas persentase, yaitu rentang persentase dibagi banyak Rentang persentase = = 16% Menetapkan kriteria, yakni Sangat Nyaman (SN). Nyaman (N). Cukup Nyaman (CN). Tidak Nyaman (TN), dan Sangat Tidak Nyaman (STN). Pembagian kelas tingkat serta nilai intervalnya dapat dilihat pada Tabel 4 berikut ini : Fakultas Teknik UMSB ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tabel 4. Interval Kelas dan Kriteria Tingkat Kenyamanan Trotoar Interval Skor Interval Persentase Kriteria Tingkat Kenyamanan Sangat Nyaman 6,510 O X O 7,750 5,270 O X < 6,510 84% O X < 68% O X < 4,030 O X < 5,270 52% O X < Cukup Nyaman 2,970 O X < 4,030 36% O X < Tidak Nyaman 1,550 O X < 2,790 20% O X < Sangat Tidak Nyaman Nyaman Rang Teknik Journal = variabel keindahan = variabel hambatan/halangan trotoar Pengujian hipotesis Rumusan Hipotesis C H0 = AuTidak ada pengaruh antara faktor hambatan/halangan tingkat kenyamanan trotoar sebagai jalur pejalan kakiAy. C HA = AuAda pengaruh antara faktor hambatan/halangan tingkat kenyamanan trotoar sebagai jalur pejalan kakiAy. Dapat dituliskan seperti Persamaan 2 berikut Keterangan : X = Hasil analisis . Menghitung total skor responden dan persentase tingkat kenyamanan trotoar. Menetukan kriteria tingkat kenyamanan berdasarkan Tabel 4 di atas. Keterangan : = Hipotesis awal HA = Hipotesis alternatif i = Koefisien regresi variabel ke-i Analisis Faktor Ae Faktor Mempengaruhi Tingkat Kenyamanan Trotoar Analisis regresi Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kenyamanan trotoar dilakukan melalui metode analisis regresi. Analisis variabel menggunakan analisis linear Analisis ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh variabel bebas (X) yaitu: aksesibilitas, kondisi permukaan, kebersihan, keindahan, dan hambatan/halangan trot oar terhadap variabel terikat (Y) yaitu tingkat kenyamanan trotoar Jalan Ahmad Yani seperti terdapat pada Persamaan . di bawah Kemudian dilakukan uji pengaruh secara serentak . ji F), uji pengaruh secara parsial . , dan uji koefisien determinasi (Rsquar. HASIL DAN PEMBAHASAN Memuat hasil-hasil utama, sesuai dengan parameter yang diamati serta Tidak menampilkan data mentah saja dalam bentuk tabel atau gambar, tapi juga dilengkapi dengan keterangan dengan kalimat jelas mudah dipahami. Untuk lebih memperjelas uraian, dapat menggunakan sub Pembahasan adalah penjelasan dasar, hubungan dan generalisasi yang ditunjukkan oleh hasil. Uraiannya menjawab pertanyaan Jika ada hasil yang meragukan maka tampilkan secara objektif. Y = 0 1X1 2X2 3X3 4X4 5X5 Keterangan : Analisis Jam Puncak = Variabel tingkat kenyamanan trotoar Jam puncak untuk trotoar sisi barat = konstanta . terdapat pada pukul 10. 45 s. 45 WIB i = koefisien variabel independen dengan total pejalan kaki sebanyak 143 orang. = variabel aksesibilitas Sedangkan jam puncak untuk trotoar sisi timur = variabel kondisi permukaan terdapat pada pukul 11. 15 s. 15 WIB = variabel kebersihan ISSN 2599-2081 Fakultas Teknik UMSB EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL dengan total pejalan kaki sebanyak 222 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2 dan Tabel 5 di bawah ini : E Lebar halangan trotoar sisi barat yaitu 53,73% dari lebar rata-rata trotoar . ,5 mete. yakni sebesar 0,81 meter, sehingga lebar efektif trotoar menjadi 0,69 meter. E Lebar halangan trotoar sisi timur yaitu 44,39% dari lebar rata-rata trotoar . ,45 mete. yakni sebesar 0,64 meter, sehingga lebar efektif trotoar menjadi 0,81 meter. Lebar efektif trotoar digunakan dalam analisis arus pejalan kaki seperti terdapat pada Tabel 6 di bawah ini : Tabel 6. Lebar Efektif dan Arus Pejalan Kaki Jam Gambar 2. Grafik Volume Pejalan Kaki Trotoar Jalan Ahmad Yani pada Interval Waktu per 15 Menit Sumber : Hasil survei lapangan Tabel 5. Volume Pejalan Kaki pada Jam Puncak Total Volume Volume . 45 - 11. 00 - 11. Barat 15 - 11. 30 - 11. 15 - 11. 30 - 11. Timur 45 - 12. 00 - 12. Sumber : Hasil survei lapangan Sisi Jam Analisis Tingkat Pelayanan Trotoar Halangan dan Lebar Efektif Trotoar Dalam penelitian ini, perhitungan halangan/hambatan porposional terhadap luas trotoar sepanjang segmen pengamatan. Asumsi ini diambil karena pada trotoar jalan Ahmad Yani ini tidak terdapat lebar samping sebagai ruang bebas. Persentase luas halangan terhadap luar trotoar sisi barat yaitu sebesar 53,73%, sedangkan untuk trotoar sisi timur sebesar 44,39%. Dengan demikian, lebar halangan untuk masing-masing sisi trotoar yaitu : Rang Teknik Journal Arus Pejala n Kaki (V. Lebar Lebar Total Total Troto Halan (WT) (W. Lebar Efektif Trotoar (WE) Arus Pejalan Kaki (V. rg/m/ Sisi Barat 17 OO 4 98 OO 3 65 OO 4 94 OO 4 63 OO 5 54 OO 6 89 OO 4 30 OO 5 Sisi Timur Sumber : Data primer yang diolah Analisis Karakteristik Pejalan Kaki Analisis karakteristik pejalan kaki meliputi arus pejalan kaki, keceparan rata-rata Fakultas Teknik UMSB ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL ruang pejalan kaki, kepadatan pejalan kaki, ruang pejalan kaki, dan v/c rasio. Secara keseluruhan ditunjukkan pada Tabel 7 di bawah ini : Tabel 7. Karakteristik Pejalan Kaki Jam Arus Pejalan Kaki (V. rg/m/ Kecepa t-an RataKepadat Rata -an (D) Ruang rg/m. (SS) . / Sisi Barat Ruang Pejalan Kaki (M) 2/ V/C Rasio Analisis Tingkat Pelayanan Trotoar Analisis tingkat pelayanan trotoar jalan Ahmad Yani terdapat pada Tabel 8 di bawah Tabel 8. Tingkat Pelayanan Trotoar Kriteria V/C Rasio Sisi Timur Ruang Pejalan Kaki (M) . 2/or. Kecepatan Rata-Rata Ruang (SS) /meni. Arus Pejalan Kaki (V. rg/m/me Sumber : Data primer yang diolah Kriteria tingkat pelayanan trotoar jalan Ahmad Yani sisi barat ditentukan berdasarkan hasil analisis karakteristik pejalan kaki pada 15 menit keempat yaitu pukul 11. 30 s. WIB dimana terdapat arus pejalan kaki sebesar 4 orang/meter/menit, kecepatan rata-rata ruang terkecil yakni sebesar 57 m/menit, kepadatan sebesar 0,07 orang/m2, ruang pejalan kaki terkecil yakni sebesar 14,25 m2/orang, dan V/C rasio sebesar 0,05. Sedangkan kriteria tingkat pelayanan untuk trotoar jalan Ahmad Yani sisi timur ditentukan berdasarkan hasil analisis karakteristik pejalan kaki pada 15 menit kedua yaitu pukul 11. 30 s. 45 WIB dimana terdapat arus pejalan kaki tertinggi yaitu sebesar 6 orang/meter/menit, kecepatan rata-rata ruang terkecil yakni sebesar 52,23 m/menit, kepadatan tertinggi sebesar 0,11 orang/m2, ruang pejalan kaki terkecil yakni sebesar 8,7 m2/orang, dan V/C rasio sebesar 0,05. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Rang Teknik Journal Sisi Barat Nilai Kate PerHasil -gori men peneliti LOS -an Sisi Timur Nilai Kategori PerHasil LOS men peneliti Ou 12 Ou 3. Ou 45 Ou 45 Sumber : Data primer yang diolah Dalam penentuan tingkat pelayanan trotoar jalan Ahmad Yani untuk penelitian ini, ruang pejalan kaki dipilih sebagai standard kriteria karena ruang pejalan kaki dianggap sebagai faktor dominan yang berpengaruh terhadap kebebasan/keleluasan pejalan kaki untuk bergerak. Dalam analisis ruang pejalan kaki, faktor arus pejalan kaki, kecepatan ratarata ruang pejalan kaki, ataupun kepadatan pejalan kaki sudah tercakup dalam persamaan untuk perhitungan ruang pejalan kaki. Dengan demikian, tingkat pelayanan trotoar jalan Ahmad Yani sisi barat adalah A dan sisi timur adalah B, dan dapat dikatakan tergolong baik. Namun, jika dinilai dari persyaratan teknis yakni lebar minimum untuk jalur pejalan kaki pada kawasan pusat pertokoan/perbelanjaan yaitu 2 meter, trotoar jalan Ahmad Yani belum memenuhi persyaratan lebar minimum Fakultas Teknik UMSB Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Analisis Studi Persepsi Pejalan Kaki Pengujian Kuesioner Untuk kuesioner, dilakukan uji coba terhadap 20 orang responden sebagai sampel dalam uji coba kuesioner. Uji Validitas Uji validitas dilakukan dengan teknik menggunakan SPSS V. 21 Data dianggap valid jika nilai r lebih besar dari 0,30 (Sugiyono. Hasil uji validitas terdapat pada tabel Tabel 9 di bawah ini : Tabel 9. Hasil Uji Validitas Nama Variabel Uraian Hitung Batas Butir 1 Butir 2 Butir 1 Butir 2 Butir 1 Butir 2 Butir 1 Butir 2 Butir 1 Butir 2 Aksesibilitas Kondisi Permukaan Kebersihan Keindahan Hambatan/ Halangan Trotoar Analisis r hitung > r batas r hitung > r batas r hitung > r batas r hitung > r batas r hitung > r batas r hitung > r batas r hitung > r batas r hitung > r batas r hitung > r batas r hitung > r batas Ket. Rang Teknik Journal Tabel 10. Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Aos Alpha Hitung Cronbach Aos Alpha Syarat Kebersihan Keindahan Nama Variabel Aksesibilit Kondisi Permukaan Analisi Reliabe Reliabe Reliabe Reliabe Hambatan/ Halangan Trotoar Sumber : Hasil analisis Berdasarkan hasil uji reliabilitas maka kuesioner tersebut reliabel dimana nilai CronbachAos Alpha hitung lebih besar dari nilai CronbachAos Alpha yang diisyaratkan yaitu 0,6. Karakteristik Responden Responden dalam studi persepsi berjumlah sebanyak 310 orang yang dipilih secara incidental. Karakteristik responden dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, pendidikan/pendidikan terakhir, pekerjaan, dan frekuensi melewati trotoar. Hasil survei ditunjukkan pada Gambar 3 berikut ini : Sumber : Hasil analisis Berdasarkan hasil uji validitas maka semua item pertanyaan dalam kuesioner telah valid dimana nilai r hitung lebih besar dari 0,3. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan dengan metode CronbachAos Alpha menggunakan SPSS V. Menurut Sugiyono . ikutip dalam Mustofa, 2. , kriteria instrument dinyatakan reliabel jika nilai koefisien yang diperoleh lebih besar dari 0,60. Hasil uji validitas terdapat pada Tabel 10 berikut ini : Gambar 3. Diagram Karakteristik Responden Sumber : Hasil survei lapangan Fakultas Teknik UMSB ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Reliabe Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Rang Teknik Journal Analisis Tingkat Kenyamanan Trotoar Permukaan Berdasarkan hasil survei kuesioner. Kebersihan 55 144 46. 45 310 100 diperoleh total skor responden sebesar 3. Keindahan 10 40 12. 90 310 100 sedangkan skor maksimal sebesar 7. Hambatan/ 65 310 100 sehingga persentase tingkat kenyamanan Halangan trotoar jalan Ahmad Yani seperti terdapat pada Sumber : Hasil analisis data Persamaan 3 yaitu : Tingkat Kenyamanan = Skor Responden x 100% . Analisis Faktor - Faktor Skor Maksimal Mempengaruhi Kenyamanan Trotoar bagi = 41,85% Pejalan Kaki Persamaan regresi dalam penelitian ini seperti terdapat pada Persamaan 4 di bawah Berdasarkan tabel 3. nterval kelas dan kriteria tingkat kenyamanan trotoa. pada bab sebelumnya, trotoar jalan Ahmad Yani Y = 5,267 0,644 X1 0,384 X2 0,672 X3 termasuk pada kriteria Tidak Nyaman dengan 0,743 X4 Ae 0,24 X5 persentase tingkat kenyamanan sebesar Keterangan : 41,85%. Secara sederhana dapat dilihat pada Y = Variabel tingkat kenyamanan trotoar Gambar 4 di bawah ini : X1 = variabel aksesibilitas 41,85% Sangat Tidak Tidak Nyaman Cukup Nyaman Sangat Nyaman X2 = variabel kondisi permukaan Nyaman (N) Nyaman (STN) (TN) (CN) (SN) X3 = variabel kebersihan X4= variabel keindahan X5 = variabel hambatan/halangan trotoar Gambar 0. Diagram Interval Tingkat Adapun penjelasan untuk masing-masing Kenyamanan Trotoar koefisien regresi terdapat pada Tabel 12. Sumber : Hasil pengolahan data Tabel 12. Koefisien Persamaan Regresi Koefi Uraian Keterangan Untuk mengetahui apakah hasil akhir dari analisis persentase kenyamanan trotoar Tanpa jalan Ahmad Yani dapat dikatakan signifikan atau tidak, dapat dilihat dari frekuensi jawaban . ksesibilitas, kondisi responden terhadap kriteria kenyamanan untuk permukaan, kebersihan, masing-masing ( ) Konstanta mengelompokkan jawaban responden dalam 2 5,267 hambatan/halangan . kriteria yaitu Tidak Nyaman dan trotoar maka tingkat Nyaman, untuk kriteria Sangat Tidak Nyaman digabungkan ke dalam kriteria Tidak Nyaman, bernilai tetap . sedangkan untuk kriteria Cukup Nyaman dan yaitu sebesar 5,267. Sangat Nyaman digabungkan ke dalam kriteria Setiap kenaikan nilai Nyaman seperti terdapat pada Tabel 11 berikut aksesibilitas sebesar 1 satuan, maka Aksesibilit ( ) Tabel 11. Rekapitulasi Persentase Responden 0,644 trotoar akan meningkat dalam Penilaian Kenyamanan Trotoar sebesar 0,644 dengan Pilihan Jawaban asumsi variabel bebas Tidak lainnya bernilai konstan. Variabel Nyaman Nyaman Jumlah Setiap kenaikan nilai (TN) (N) Kondisi ( ) sebesar 1 . Permukaan 0,384 Org Org Org % Aksesibilitas 250 80. 65 60 19. 35 310 100 Kondisi 94 87 28. 06 310 100 ISSN 2599-2081 Fakultas Teknik UMSB EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Rang Teknik Journal akan meningkat sebesar hambatan/halangan trotoar secara bersamaan 0,384 dengan asumsi berpengaruh signifikan terhadap tingkat variabel bebas lainnya kenyamanan trotoar jalan Ahmad Yani Kota Payakumbuh. bernilai konstan. Setiap kenaikan nilai Uji Parsial . -Tes. kebersihan sebesar 1 b. Adapun hasil t-Test dan kesimpulannya . satuan, maka ( ) kenyamanan dapat dilihat pada Tabel 14 dan Tabel 15 X3 Kebersihan 0,672 trotoar akan meningkat berikut ini : Tabel 14. Hasil t-Test sebesar 0,672 dengan Variabel asumsi variabel bebas p-value Ket. /ttabel Bebas lainnya bernilai konstan. 2,61 E- Signifika Setiap kenaikan nilai Aksesibilita 1,967 8,0016 keindahan sebesar 1 s . satuan, maka Kondisi 1,967 4,45 E- Signifika 4,6735 ( ) kenyamanan Permukaan X4 Keindahan 0,743 trotoar akan meningkat 1,967 8,84 E- Signifika Kebersihan 7,8186 sebesar 0,743 dengan asumsi variabel bebas 1,967 4,50 E- Signifika 7,9201 lainnya bernilai konstan. Keindahan Setiap kenaikan nilai Hambatan/ 1,967 Signifika hambatan/halangan Halangan 0,0012 3,2727 trotoar sebesar 1 . Trotoar Hambatan/ satuan, maka tingkat Sumber : Hasil analisis (-) X5 Halangan Tabel 15. Kesimpulan t-Test 0,240 Trotoar akan menurun sebesar Variabel 0,240 dengan asumsi Keputusan Bebas variabel bebas lainnya . uji/tstatisti. = 8,0016 lebih besar dari tkritis /ttabel bernilai konstan. = 1,9678 dan nilai p-value = 2,61 E-14 lebih Sumber : Hasil analisis kecil dari = 0,05, maka keputusannya : H0 Aksesibilit ditolak, artinya ada cukup bukti secara Uji Serentak (F-Tes. statistik bahwa variabel bebas aksesibilitas Adapun hasil F-Test dapat dilihat pada secara parsial berpengaruh signifikan Tabel 13 berikut ini : terhadap variabel terikat . ingkat kenyamanan Tabel 13. Hasil F-Test trotoa. pada = 0,05. uji/tstatisti. = 4,6735 lebih besar dari tkritis /ttabel kritis/ F uji/ F Significance Ket. = 1,9678 dan nilai p-value = 4,45 E-06 lebih kecil dari = 0,05, maka keputusannya : H0 Kondisi ditolak, artinya ada cukup bukti secara 2,2437 54,0465 4,83E-40 Signifikan Permukaan statistik bahwa variabel bebas kondisi permukaan secara parsial berpengaruh Sumber : Hasil analisis signifikan terhadap variabel terikat . ingkat kenyamanan trotoa. pada = 0,05. Fuji/Fstatistik = 54,0465 lebih besar dari Fkritis /Ftabel = 2,2437, dan nilai Significance F = . uji/tstatisti. = 7,8186 lebih besar dari tkritis /ttabel 4,83E-40 lebih kecil dari = 0,05 maka = 1,9678 dan nilai p-value = 8,84 E-14 lebih keputusannya : H0 ditolak, artinya ada cukup kecil dari = 0,05, maka keputusannya : H0 bukti secara statistik bahwa variabel bebas . ditolak, artinya ada cukup bukti secara Kebersihan secara bersama-sama . berpengaruh statistik bahwa variabel bebas kebersihan signifikan terhadap variabel terikat . pada = secara parsial berpengaruh signifikan 0,05. Dapat disimpulkan bahwa pada taraf terhadap variabel terikat . ingkat kenyamanan signifikan 5% faktor aksesibilitas, kondisi trotoa. pada = 0,05. permukaan, kebersihan, keindahan, dan Keindahan . uji/tstatisti. = 7,9201 lebih besar dari tkritis /ttabel Fakultas Teknik UMSB ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Rang Teknik Journal = 1,9678 dan nilai p-value = 4,50 E-14 lebihpertokoan/perbelanjaan yaitu 2 meter, jalan Ahmad Yani belum kecil dari = 0,05, maka keputusannya : Htrotoar ditolak, artinya ada cukup bukti secaramemenuhi persyaratan lebar minimum statistik bahwa variabel bebas keindahandimaksud karena lebar trotoar eksisting secara parsial berpengaruh signifikanuntuk sisi barat hanya 1,5 meter dan terhadap variabel terikat . ingkat kenyamananuntuk sisi timur 1,45 meter. Berdasarkan hasil studi persepsi pejalan trotoa. pada = 0,05. uji/tstatisti. = 3,2727 lebih besar dari tkritis /ttabelkaki terhadap 310 orang responden, maka = 1,9678 dan nilai p-value = 0,0012 lebihdapat disimpulkan bahwa : kecil dari = 0,05, maka keputusannya : H. 0 Persentas tingkat kenyamanan trotoar Hambatan/ ditolak, artinya ada cukup bukti secara jalan Ahmad Yani Kota Payakumbuh Halangan bebas adalah sebesar 41,85% yang termasuk Trotoar hambatan/halangan trotoar secara parsial pada kriteria Tidak Nyaman. berpengaruh signifikan terhadap variabel. Variasi tingkat kenyamanan trotoar terikat . ingkat kenyamanan trotoa. pada = jalan Ahmad Yani dipengaruhi sebesar 47,06% oleh faktor aksesibilitas, 0,05. Sumber : Hasil analisis keindahan, dan hambatan/halangan trotoar sedangkan sisanya sebesar Dapat disimpulkan bahwa pada taraf 94% dipengaruhi oleh faktor-faktor signifikan 5% faktor aksesibilitas, kondisi lain di luar model penelitian ini. permukaan, kebersihan, keindahan, dan hambatan/halangan trotoar secara parsial Saran berpengaruh signifikan terhadap tingkat Penelitian ini masih mempunyai kenyamanan trotoar jalan Ahmad Yani Kota keterbatasan terutama dalam kuesioner Payakumbuh. khususnya untuk pertanyaan terpenuhi atau tidaknya indikator, sebaiknya dibuatkan skala Koefisien Determinasi (R-Squar. penilaian jawaban sehingga responden dapat Nilai koefisien determinasi (R squar. menilai dengan lebih detail. Sebaiknya sebesar 0,4706 yang menunjukkan bahwa dilakukan penelitian terpisah untuk masing47,06% variasi dari tingkat kenyamanan masing sisi trotoar pada studi persepsi pejalan trotoar jalan Ahmad Yani Kota Payakumbuh kaki dikarenakan perbedaan kondisi eksisting dipengaruhi oleh aksesibilitas, kondisi untuk masing-masing sisi trotoar tersebut agar permukaan, kebersihan, keindahan, dan tidak menimbulkan penilaian yang rancu dari hambatan/halangan trotoar, sedangkan sisanya responden karena perbedaan sudut pandang 94% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model. PENUTUP Simpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini sebagai berikut : Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 03/PRT/M/2014 tingkat pelayanan . evel of servic. trotoar jalan Ahmad Yani untuk sisi barat termasuk kriteria A dan untuk trotoar sisi timur termasuk kriteria B. Dengan demikian, dapat disimpulkan tingkat pelayanan trotoar jalan Ahmad Yani tergolong baik. Namun, jika dinilai dari persyaratan teknis yakni lebar minimum untuk jalur pejalan kaki pada kawasan pusat ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 DAFTAR PUSTAKA