SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13616 - 13629 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Masalah Sosial Dalam Kumpulan Cerpen Riwayat Negeri Yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1980-1990 Ika Wijayanti1. Dian Hartati2. Januar Ibnu Adham3 1,2,3Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Singaperbangsa Karawang e-mail: ikawijayanti9825@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan masalah sosial dalam kumpulan cerpen Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1980-1990. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif analitik. Sumber data yang digunakan pada penelitian yaitu kumpulan cerpen Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1980-1990, terdiri dari sepuluh bab yang diterbitkan oleh Media Kompas Nusantara. Jakarta pada tahun 2019. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kumpulan cerpen Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1980-1990 terdapat masalah sosial yaitu: . kemiskinan, . kejahatan, . disorganisasi keluarga, . masalah generasi muda, dan . masyarakat modern. Kata kunci: masalah sosial, kumpulan cerpen, kompas Abstract This study aims to describe social problems in the collection of short stories. Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1980-1990. The method used is descriptive analytical The source of the data used in this research is a collection of short stories. Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1980-1990, consists of ten chapters published by Media Kompas Nusantara. Jakarta in 2019. The results of the analysis show that the collection of short stories from the Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1980-1990 contains social problems, namely: . disease, . crime, . family organization, . problems of the younger generation, and . modern society. Keywords : social problems, collection of short stories, kompas PENDAHULUAN Karya sastra pada umumnya mengangkat cerita kehidupan sosial masyarakat. Sastra menurut Semi (Nurhasanah, 2014: . suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Sedangkan, menurut (Nurgiantoro, 2018: . mengatakan sastra berbicara tentang hidup dan kehidupan, tentang berbagai persoalan hidup manusia, tentang kehidupan di sekitar manusia, tentang kehidupan pada umumnya, yang semuanya diungkapkan dengan cara dan bahasa yang khas, yakni mengandung unsur dan tujuan keindahan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13616 - 13629 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 karya sastra merupakan gambaran kehidupan masyarakat disajikan dalam bentuk tulisan yang di dalamnya mengandung unsur keindahan. Realitas sosial merupakan potret dari kehidupan masyarakat dapat disajikan sesuai dengan penafsiran dan ideologi pengarang. Salah satu bentuk kondisi sosial sering diceritakan oleh sastrawan sebagai bentuk penghayatan terhadap Pembaca pun merupakan anggota masyarakat dengan sejumlah aspek dan segala macam latar belakang, yaitu sosial budaya, politik, dan psikologi yang dapat mempengaruhi pemaknaan dalam proses pembacaan. Sosiologi mengkaji struktur sosial dan proses sosial agar dapat memperoleh gambaran mengenai cara-cara yang dilakukan manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan, mekanisme kemasyarakatan dan kebudayaan. Menurut (Ratna, 2013: . sosiologi adalah ilmu mengenai asal-usul dan pertumbuhan masyarakat, yang mempelajari seluruh jaringan antarmanusia dalam masyarakat, memiliki sifat umum, rasional dan empiris. Sedangkan menurut Semi . 3: . suatu telaah dengan objek dan ilmu tentang manusia yang terdapat dalam masyarakat mengenai sosial dan proses Jadi, dapat disimpulkan sosiologi menelaah mengenai bagaimana masyarakat itu dapat tumbuh dan berkembang. Agar dapat mempelajari lembaga-lembaga sosial dan segala masalah mengenai perekonomian, keagamaan, politik, dan kebudayaannya. Sedangkan sastra sama halnya dengan sosiologi, yaitu berhubungan dengan manusia karena sastra itu sendiri tumbuh atau berasal dari masyarakat agar dapat dipahami, dipelajari, dan dimanfaatkan oleh manusia itu sendiri. Perkembangan Sosiologi Sastra terus terjadi dengan paradigma kajian yaitu pengarang, karya sastra, dan pembaca. Menurut Wellek dan Werren . alam Faruk2017: . setidaknya ada tiga jenis pendekatan yang berbeda dalam sosiologi sastra, yaitu sosiologi yang pengarangnya mempermasalahkan status sosial, ideologi sosial, dan lain-lain yang menyangkut pengarang sebagai penghasil karya. sosiologi sastra yang mempermasalahkan karya sastra itu sendiri. dan sosiologi sastra yang mempermasalahkan pembaca dan pengaruh sosial karya sastra. Dapat dikatakan ada hubungannya mengenai pengarang dengan masyarakat pembaca. Sehubungan dengan sosiologi sastra yang pengarangnya mempermasalahkan status sosial, ideologi, dan lainnya. Masalah sosial pun termasuk keadaan yang terjadi pada kehidupan manusia. Masalah sosial menurut Soetomo . 5: . ditafsirkan sebagai suatu kondisi yang tidak diinginkan oleh sebagian besar warga Suatu kondisi yang tidak sesuai dengan harapan atau tidak sesuai dengan nilai, norma, dan standar sosial yang berlaku. Kondisi tersebut dianggap sebagai masalah sosial karena menimbulkan berbagai penderitaan dan kerugian baik fisik maupun nonfisik. Masalah sosial timbul sebagai akibat dari perkembangan masyarakat, perubahan sosial, dinamika sosial, serta ketidakmampuan individu dalam menyesuaikan diri dengan perubahan sosial yang terjadi (Seokanto, 2012: . Masalah sosial juga dapat terjadi akibat dari proses inetraksi sosial. Definisi masalah sosial terdiri atas dua hal, yaitu . semua bentuk tingkah laku yang melanggar atau memperkosa adatistiadat . an adat istiadat yang diperlukan untuk menjamin kesejahteraan hidup bersam. , dan . situasi sosial yang dianggap merugikan orang banyak. Dua pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa masalah sosial adalah tingkah laku yang dianggap tidak cocok, melanggar norma, adat istiadat, dan tidak terintegrasi dengan tingkah laku umum (Kartono, 2008: . Maka, mengenai masalah-masalah Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13616 - 13629 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 sosial tak akan mungkin ditelaah tanpa mempertimbangkan ukuran-ukuran masyarakat mengenai apa yang dianggap baik dan yang dianggap buruk. Menurut Santoso . 9: . cerpen memuat penceritaan yang memusatkan satu peristiwa pokok. Sebuah cerpen pada dasarnya menuntut perwatakan jelas pada tokoh cerita. Sang tokoh tersebut merupakan ide dari pokok cerita yang bermula dari sang tokoh dan berakhir pada nasib yang menimpanya. Sedangkan menurut (Stanton, 2012: . dalam cerpen pengarang menciptakan karakter-karakter, semesta mereka, dan tindakan-tindakannya sekaligus, secara bersamaan. Oleh sebab itu bagian awal cerpen harus lebih pada dibanding Kehadiran cerpen tidak hanya berbentuk buku saja, tapi cerpen juga hadir di koran. Menurut (Achmad, 2. media massa di Indonesia masih peduli dengan perkembangan sastra, terutama cerpen. Para penulis cerpen masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan honorarium melalui karya cerpen yang dimuat di media massa. Beberapa penulis besar Indonesia lahir dari sastra yang karya-karyanya dimuat dan terkenal di media. Seorang Agus Noor menetapkan jalan hidupnya sebagai penulis dengan cerpen berjudul AuKecoaAy dimuat di Harian Kompas tahun 1998, (Supartika, 2. Produk informasi yang berupa bahan bacaan banyak ditemukan, di antaranya koran/surat kabar, majalah . opular dan ilmia. , dan jurnaljurnal. Koran sampai saat ini masih diperlukan khususnya bagi masyarakat Indonesia sebagai bahan bacaan yang biasanya dilakukan pagi hari sebelum melakukan aktivitas. Membaca koran selain untuk menambah informasi, juga dapat menambah wawasan atau pengetahuan, mengetahui perkembangan peristiwa-peristiwa aktual. Selain itu dengan membaca koran kita juga dapat menambah kosa kata dengan mencatat istilah-istilah yang belum diketahui artinya. Membangun kebiasaan membaca dengan membaca koran, karena membaca tidak hanya membaca buku saja. Media massa di Indonesia yang memuat cerpen dan masih aktif menerima cerpen, diantarnya Jawa Pos. Kompas. Republika. Tempo. Suara Merdeka, dan Media Indonesia, (Khakim, 2. Media yang paling banyak digunakan dalam menerbitkan cerpen salah satunya adalah surat kabar. Salah satu penghargaan yang diterima Kompas yang dikutip pada Kompas. com, yaitu harian AuKompasAy meraih penghargaan Media Nasional dengan AuCoverAy Dikemukakan oleh Asmono Wikan Direktur Eksekutif dari Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kompas selalu konsisten dilihat dari sampul depan, gaya yang disajikan bukan hanya ide-ide yang ekstrem namun berestetika juga mampu beradaptasi dan menjaga para pembacanya untuk tetap membeli Kompas (Erdianto, 2. Penerbit buku kompas berdiri pada tanggal 15 Oktober 1999 dan merupakan bagian dari harian Kompas. Jenis-jenis buku yang diterbitkan, yaitu buku fiksi dan non-fiksi dengan sasaran pembaca remaja dan orang Seperti dalam buku kumpulan cerpen Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1981-1990 menggambarkan kehidupan sebuah negeri yang haru dengan panorama Cerita yang lebih dominan, yaitu mengenai orang kecil sebagai pihak yang kalah menghadapi kehidupan keras, tantangan moderintas, tekanan politik, dan ekonomi. Tipe Artikel Penelitian terdahulu dilakukan oleh Fajarwati. M . dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa terdapat masalah sosial dalam novel Lingkar Tanah Lingkar Air karya Ahmad Tohari. Adapun masalah sosial itu mengenai konflik Indonesia Belanda, kemiskinan. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13616 - 13629 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 kesenjangan sosial, masalah generasi muda dalam masyarakat modern, dan konflik antar kelompok revolusioner. Kemudian, penelitian oleh Sastra. Thahar. , dan Abdurahman . dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa masalah sosial dalam cerpen Kompas Adapun masalah sosial mengenai masalah kemiskinan, masalah kejahatan, masalah kekakuan keluarga, masalah kaum muda dalam masyarakat modern, pelanggaran normanorma masyarakat, masalah lingkungan, masalah agama dan kepercayaan, dan masalah Selanjutnya, penelitian dari Wati. Wulandari. Sunarsih. E dan Triani. dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa terdapat masalah sosial dalam novel Kami Bukan Sarjana Kertas karya J. S Khairen. Adapun masalah sosial itu mengenai kemiskinan, masalah pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, disorganisasi masyarakat, dan kejahatan. Berdasarkan penelitian yang terdahulu dapat diktakan bahwa penelitin ini dan penelitin terdahulu memiliki perbedaan mengenai teori, pendekatan. Sedangkan, persaman penelitian ini dengan penelitian terdahulu yaitu masalah sosial sebagai acuan yang diteliti. Hasil dari keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penelitin in akan memfokuskan kepada aspek masalah sosial yang terdapat pada kumpulan cerpen Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1980-1990. Sehingga rumusan masalah pada penelitian ini mengenai bagaimana masalah sosial yang terkandung dalam kumpulan cerpen Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1980-1990? Dan masalah sosial apa saja yang terdapat dalam kumpulan cerpen Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1980-1990?. Serta, tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan menganalisis masalah sosial dalam kumpulan cerpen Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analistik. Ratna . metode deskriptif analitik merupakan metode yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta dan dilanjutkan dengan menganalisis, serta memberikan sebuah pemahaman dan penjelasan. Metode ini digunakan dengan tujuan untuk mendeskripskan unsur-unsur intrinsik dalam kumpulan cerpen Riwayat Negeri Yang Haru Cerpen Pilihan 19811990. Kemudian dilanjutkan dengan menganalisis masalah sosial yang terdapat dalam kumpulan cerpen Riwayat Negeri Yang Haru Cerpen Pilihan 1981-1990. Pendekatan Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Menurut Moleong . 8: . menyatakan bahwa pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif bermaksud untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek mengenai perilaku, persepsi, motivasi, tindakan secara holistik, dan deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu indeks yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Melalui pendekatan kualitatif diperoleh data-data berupa masalah sosial dalam kumpulan cerpen Riwayat Negeri Yang Haru Cerpen Pilihan 1981-1990, kemudian data tersebut dianalisis dan Selanjutnya, subjek penelitian ini adalah kumpulan cerpen Riwayat Negeri Yang Haru Cerpen Pilihan 1981-1990 dengan tebal 480 halaman yang diterbitkan oleh Kompas Media Nusantara cetakan I tahun 2019, dan objek dalam penelitian ini adalah masalah sosial. Penggunaan teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu teknik baca. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13616 - 13629 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 teknik smak, teknik catat, dan teknik pustaka. Pertama teknik baca, sebelum peneliti menganalisis data penelitian akan membaca secara berulang yang menjadi aspek penelitian yaitu kumpulan cerpen Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1981-1990. Kedua teknik simak, dalam hal ini peneliti akan menyimak berbgai data yang diperoleh dari kumpulan cerpen Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1981-1990 mengenai unsur intrinsik dan masalah sosial untuk mempermudah dalam penganalisisan yang selanjutnya nantinya akan dilanjutkan pada teknik catat. Ketiga teknik catat, peneliti akan mencatat hal-hal yang diperlukan dalam pengumpulan data yang berkaitan dengan penelitian mengenai unsur instrinsik dan masalah sosial. Keempat teknik pustaka, peneliti mengumpulkan berbagai pustaka mengenai hal yang berkaitan dengan panelitian yang diperoleh dari buku, jurnal, dan artikel yang berhubungan dengan proses pengalisisan dalam penelitian ini. Selain itu, dalam penelitian ini peneliti menggunakan alat yang dapat membantu dalam proses penelitian yaitu instrumen peneltian dengan bentuk pedoman analisis. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis terhadap kumpulan cerpen Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1981-1990 dalam penelitian ini mengenai masalah sosial menurut Soekanto . yaitu kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, masalah generasi muda dan masyarakat modern, masalah peperangan, pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, masalah kependudukan, masalah lingkungan, dan birokrasi. Berikut hasil pembahasan mengenai masalah sosial yang terdapat dalam kumpulan cerpen Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan1981-1990. Masalah kemiskinan Masalah kemiskinan seperti sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kalangan bawah. Kemiskinan diartikan juga sebagai ketidak mampuan seseorang atau anggota masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara wajar seperti anggota masyarakat lainnya. Dapat dikatakan miskin atau kaya dilihat dari kemampuan jumlah pemilikan nilai-nilai ekonominya. Apabila pemilikan jumlah nilai-nilai ekonomi mengalami ketidakseimbangan, maka tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya. Keadaan tersebut dapat menjadi masalah-masalah sosial. Setelah kembali dari menjenguk kakek, rezeki Amin makin seret. Ia sudah hampir-hampir putus asa menghadapi percobaan hidup semacam itu. bekerja keras, siang malam. Istrinya juga ikut berjuang, mengerjakan apa saja yang bisa disabet asal bisa menghidupi. Bahkan sering menekan harga diri dan rasa malu. Tapi nasib buruk tetap saja tak tertaklukan. Hidupnya tambah Dari sebuah rumah kontrakan yang tak sanggup dikontraknya lagi, ia membawa keluarganya pindah ke sebuah kamar di bilangan daerah kumuh. (Dahana (E. , 2019: . Masalah sosial terdapat pada cerpen AuMisAy karya Putu Wijaya yang menggambarkan kemiskinan. Selama hidup merantau setiap hari Amin malah makin Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13616 - 13629 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Rezekinya semakin seret, istrinya terpaksa membantu nya bekerja agar bisa melanjutkan hidup. Pekerjaan apapun dilakukan oleh istri Amin hingga merelakan jika harga diri dan rasa malunya ditekan. "Bapak begitu tahu tentang saya. Tapi, bapak mungkin kurang tahu, kalau saya juga harus membiayai adik-adik saya yang lima orang jumlahnya, di desa. Juga orang tua, juga beberapa sanak lainnya. Kami keluarga miskin turun-temurun. Mat Kurap mencium anaknya. "Ya demi si Buyung inilah saya bekerja. Dan di kota seperti ini uang enam puluh ribu sebulan. Bapak lebih tahu dari saya, apa cukup menyumpel perut lima belas orang lebih. Bukankah begitu. Bapak?" (Dahana (E. , 2019: . Masalah kemiskinan juga tergambar pada cerpen AuMat KurapAy bekerja sebagai sopir di suatu perusahaan dengan gaji enak puluh ribu sebulan. Jumlah gaji tersebut tidak dapat menutupi semua kebutuhannya, ditambah ia harus menghidupi lima adik dan orang tuanya di kampung. Mat Kurap juga harus menghidupi anak-anak dan Kembali ditariknya gerobaknya. Bergesekan lagi roda besi itu dengan aspal Ia pun masih sukar membedakan antara bunyi roda-roda gerobak itu dengan keriuhan yang melelahkan dalam dirinya. Ia begitu ingin berbuat banyak untuk anak-anaknya. Tapi sebagai pesuruh kantor paling-paling ia cuma mampu menyekolahkan anaknya sampai tamat SMP. Setiap anak itu tamat, ia pun harus menerima kenyataan yang membuatnya sunyi dan Apakah yang dapat diberikan kota ini untuk tamatan SMP, sementara dalam keluarga macam dia seorang anak yang usianya sudah lewat lima belas sudah mesti berpenghasilan. (Dahana (E. , 2019: . Masalah kemiskinan juga tergambar pada cerpen AuGerobakAy karya Rahman Arge. Seorang laki-laki tua yang memiliki banyak anak, merasa di usia nya yang semakin tua ia merasa kesepian. Dua anaknya yang terdahulu meninggalkannya karena harus bekerja di luar kota. Itu semua sebab ia hanya bekerja sebagai pesuruh kantor. Profesinya itu hanya bisa menyekolahkan anaknya sampai tamat SMP, sedangkan apa yang diharapkan di kotanya untuk tamatan SMP. Masalah kemiskinan lainnya terdapat pada cerpen AuJurangAy karya Harris Effendi Thahar. Perbedaan status sosial tergambar dalam cerpen ini. Ini dapat dilihat pada Aku tidak dapat lagi tersenyum. Aku memperhatikan wajah Ali yang dulu sangat kukenali. Kini air mukanya itu tawar seperti langit tanpa sedikitpun Ternyata ia tidak tergugah dengan apa yang kurasakan. Barangkali juga antara aku dan dia telah ternganga jurang yang lebar. Jurang yang Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13616 - 13629 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 telah memisahkan status sosial kami dan cara memandang nilai-nilai dalam (Dahana (E. , 2019: . Pada kutipan di atas menjelaskan bahwa kisah dua orang yang merupakan sahabat kecil dengan latarbelakang keluraga yang berbeda. Tokoh Ali yang merupakan pemilik dari toko Rezeki Optical dan sekarang menjadi pemilik karena ayahnya telah meninggal. Tokoh aku sebagai seorang guru di SMP yang mempunyai istri dan tiga orang anak. Kehidupan keduanya sangat berbeda, tokoh Ali yang hidup serba berkecukupan sedangkan tokoh Aku yang harus berusaha mencari pinjaman untuk bisa menebus obat sewaktu-waktu dokter memberikan resep yang harus ia tukar dengan obat anaknya yang sedang sakit. Masalah kesenjangan sosial berkaitan dengan masalah kemiskinan. Perbedaan status sosial dalam masyarakat dapat menjadi alasan terjadinya kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia. Adanya perbedaan yang nyata terlihat seperti dalam segi keuangan masyarakat yang meiputi kekayaan harta. Status sosial itu muncul karena adanya pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara Kelas-kelas tersebut terbentuk atas dasar kekuasaan, hak-hak istimewa, dan kewibawaan. Hal tersebut dapat dilihat pada kehidupan sehari-hari misalnya kedudukan pembantu dan majikan, kedudukan antara kuli dan mandor, dan lainnya. Kejahatan Tindakan kejahatan sering terjadi pada masyarakat kota yang biasanya banyak mengalami tekanan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya kejahatan tidak hanya tumbuh dari dalam diri manusia, melainkan melalui tekanan-tekanan yang datang dari luar juga dapat mempengaruhi. Seperti halnya pengaruh dalam pergaulan kerja, pergaulan dalam lingkungan masyarakat tertentu juga dapat memiliki unsurunsur tindakan kejahatan. Kota besar biasanya dapat menjadi tempat yang sering terjadi tindakan kejahatan. Kejahatan yang terjadi di jalanan biasanya terdiri dari perampokan, penjambretan, pemalakan dan yang lainnya. Pelaku tindak kejahatan tersebut biasanya dilatarbelakangi terdesak oleh kebutuhan ekonomi. Waktu hari libur umum. Kota sepi. Hanya aku dan seprang wanita muda yang menunggu datangnya kendaraan umum di halte bis. Hari waktu itu panas terik. Aku sejak berdiri dekat wanita muda itu tetap menjaga sikap yang sopan. Aku tidak pernah lama melirik kepadanya. Aku tidak ingin menimbulkan kesan yang Dia mengenakan kalung emas uang kutaksir dua puluh Aku yang gelisah melihat kalung emas itu, sedang dia tenang-tenang Dia buka sedikit kerah bajunya karena terik matahari itu. Kalung emas itu tampak dengan jelas lekat pada kulit dadanya yang putih. Dia seolah tampak ingin menyombongkan perhiasan itu. Memamerkan miliknya kepada orang lain. Pada saat seperti itulah datang dua orang lelaki dari dalam gang dan langsung mendorong dua pucuk pisau belati. Satu diarahkan ke leher wanita muda itu dan satu lagi diarahkan kepadaku. Kejadian itu sangat singkat. Kalung emas Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13616 - 13629 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 itu diterapkan oleh laki-laki yang menodongkan pisau belati ke leher si wanita dengan tangannya yang tidak memegang pisau. Kalung itu tampak olehku putus dan menimbulkan bekas merah wanita muda itu. Kedua laki-laki itu dengan cepat menghilang masuk ke dalam gang melarikan perhiasan wanita muda itu. (Dahana (E. , 2019: . Pada cerpen AuPerbuatan SadisAy karya Hamsad Rangkuti memiliki latar yang bertempat di halte bis. Tindakan kejahatan tersebut adalah penjembretan yang dilakukan oleh dua orang yang berasal dari dalam gang berusaha mengambil kalung yang digunakan oleh tokoh Wanita Muda. Tindakan tersebut terjadi karena melihat seorang wanita muda yang tengah memakai kalung emas yang dapat ditaksir kurang lebih dua puluh gram. Terlihat wanita muda itu memperlihatkan kalungnya tersebut hingga akhirnya datang dua orang laki-laki kemudian menodongkan pisau belati kea rah tokoh Aku dan leher wanita muda. "Ayo buka mulutmu! Telan!" Wanita muda itu dengan putus asa membuka mulutnya. Lelaki itu memasukkan kalung imitasi itu ke mulut wanita itu. "Ayo telan!" Wanita itu mengatupkan mulutnya. Otot-otot lehernya bergerak. Ku kira dia telah menelan perhiasan itu. (Dahana (E. , 2019: . Ketika dua orang laki-laki itu mengetahui bahwa kalung yang mereka ambil adalah kalung imitasi dan kembali menghampiri wanita muda itu. Dua laki-laki tersebut merasa dibohongi dan tidak menerima perlakuan tersebut. Wanita muda itu dipaksa untuk menelan kalung tersebut oleh dua laki-laki yang menjambretnya tadi. Setelah wanita muda itu menelan kalungnya dan dua laki-laki tersebut meninggalkannya lalu hilang masuk ke arah gang. Pelaku yang melakukan tindakan kejahatan disebut seorang kriminal. Pelaku kriminal adalah sorang pencuri, pembunuh, perampok, atau teroris. Perbuatan tindakan pidana dibedakan menjadi dua macam, yiatu kejahatan dan pelanggaran. Kejahatan meski tidak dirumuskan dalam undang-undang tetapi tetap orang yang melakukan tindakan tersebut patut dipidana. Dimuat di dalam buku II KUHP pasal 104 sampai dengan pasal 488. Contoh pencurian . asal 362 KUHP), pembunuhan . asal 338 KUHP), perkosaan . asal 285 KUHP) dijelaskan dalam Wikipedia. Disorganisasi keluarga Disorganisasi keluarga merupakan perpecahan keluarga sebagai suatu unit. Terdapat anggota keluarga uang gagal dalam memenuhi kewajibannya sesuai dengan peranan sosialnya. Masalah disorganisasi keluarga terdapat pada cerpen AuUlat-ulat MenyerbuAy karya Agnes Yani Sardjono diceritakan dalam cerpen ini Pak Jito sebagai pensiunan pegawai Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13616 - 13629 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 bank yang telah meninggal. Pak Jito meninggalkan rumah dan pekarangan yang telah ditunggu oleh saudara-saudaranya yang mengaku memiliki hak waris dari Pak Jito. Maksud semula Pak Jito memanggil adik tirinya itu untuk sekedar teman omong-omong, juga sedikit banyak mengatur uang belanja dari pensiunannya, ternyata meleset. Yang terjadi kemudian, justru dirinya dijadikan sapi perah. Sapi tua, yang masih menghasilkan susu banyak. Tidak hanya Mak Sarbi dan suaminya, tapi Mas Jail ikut merongrong. (Dahana (E. , 2019: . Mulai saat itulah kesedihan nampak selalu membayang di mata Pak Jito. Kesedihan seorang laki-laki tua akan seorang anak yang akan dia jadikan ahli warisnya ayng sah. Yang menurut kabar burung, hidup begitu menderita di ibu kota. Suaminya tak pernah mendapat pekerjaan yang tetap. Betapa inginnya Pak Kito menyusul anaknya itu, atau memanggilnya pulang. (Dahana (E. , 2019: . Ketika Pak Jito pensiun dari pekerjaan nya, ia memanggil adik tirinya agar dapat menemani nya ngobrol-ngobrol dan dapat mengatur uang pensiuanan nya. Pak Jito hanya mempunyai anak angkat, namun anak angkatnya telah dibawa oleh suaminya ke ibu kota. Pak Jito selalu berharap agar dapat bisa bertemu dengan anak angkatnya tersebut, tetaapi selalu dihalang oleh Mak Sarbi. Mak Sarbi ketakutan jika semua harta yang dimiliki Pak Jito jatuh ke tangan anak angkatnya. Namun ternyata ketakutan Mas Sarbi tidak hanya itu. Mak Sarbi ingat bahwa saudara-saudara dari Pak Jito banyak yang mengharapkan mendapat bagian dari rumah dan pekarang milik Pak Jito. Dengan begitu Mak Sarbi harus tahu mana lawan dan mana kawan. "Ya. Sebentar lagi jasad bapak akan dimakan ratusan ulat yang keluar dari tubuhnya. Sebab begitulah kehendak alam. Dan sementara itu, ada sekelompok ulat yang akan saling menerkam dan membinasakan demi rumah dan tanah pekarangan. Juga harta warisan yang lain. Ulat-ulat yang terakhir itu segera saling menyerbu begitu aku pergi. Mereka akan menggunakan segala kepintaran dan kelicikan untuk bisa mengalahkan Mudah-mudahan mereka pun saling binasa pada akhirnya. Seperti ratusan ulat yang menyerbu jasad bapak. " (Dahana (E. , 2019: Ketika sudah banyak yang berharap mendapatkan bagian dari rumah dan pekarangan Pak Jito mengakibatkan terjadi peristiwa yang menggemparkan. Dua hari setelah Parjan pulang kembali ke ibu kota selepas mengetahui bahwa mertuanya meninggal banyak kejadian-kejadian yang menghebohkan. Jail anak Mak Sarbi kena bacok pedang di punggungnya. Bu Kusmi yang masih merupakan saudara jauh dari Pak Jito mengalami muntah darah secara tiba-tiba. Mak Sarbi yang sibuk berupaya Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13616 - 13629 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 mencari dukun sakti. Ada pula terbakarnya rumah Pak Jirun yang mengaku sebagai ahli waris yang sah dari Pak Jito. Masalah disorganisasi keluarga juga terdapat pada cerpen AuNamun Bejo tetap BisuAy karya Darwis Khudori. Bejo seorang anak yatim yang sejak lahir sudah dtinggal ibunya meninggal dunia. Bejo tinggal bersama keuarga ayahnya. Kumujuran agaknya merupakan alamat bagi datangnya kemalangan. Demikian sebaliknya, tergantung cara memandang. Beberapa bulan setelah istri Sardi meninggal, bapak Sardi kejatuhan rezeki. Bapak Sardi adalah seorang veteran perang dan pemerintah sedang berbaik hati untuk membagi-bagikan uang. Dari pada bikin ribut, uang itu segera dibaginya habis untuk istri dan anak-anaknya. Tapi sumar, kakak Sardi yang sulung dan tinggal di kampung lain, tidak mau terima. Dituduhnya bapaknya menyembunyikan sebagian besar dari uang itu untuk dirinya Dia bilang bahwa dia sudah menyelidiki hal ini pada veteran perang lainnya, semua mendapat uang lebih besar dari bapaknya. Pada pokoknya: Sinar minta bagian hang lebih besar dari jatahnya. Tapi bapaknya bertahan pada keputusan yang telah diambilnya. Sumar, si sopir becak yang begitu ramah dan sopan kepada orang kain itu. Dihajarnya bapaknya hingga pingsan. Lalu sakit beri-beri. Dan akhirnya mati. (Dahana (E. , 2019: . Sardi yang tinggal bersama keluarganya yang tinggal disebuah rumah kecil di dalamnya terdapat bapak, simbok, kakak perempuan, dan adik perempuannya. Hidup mereka serba kekurangan, tiap hari selau terdengar pertengkaran. Entah itu anak dengan anak, atau anak dengan bapak, atau bapak dengan simbok. Hingga suatu ketika bapak Sardi mendapatkan rezeki karna bapaknya merupakan seorang veteran Agar tidak menimbulkan keributan uang tersebut dibagi habis untuk istri dan anak-anaknya. Kemudian. Sumar kakak Sardi datang dan tidak mau menerima jika bagiannya sedikit. Namun, bapaknya tidak mengubah keputusannya hingga akhirnya Sumar marah dan menghajar bapaknya hingga sakit lalu meninggal. Masalah generasi muda dan masyarakat modern Masalah generasi muda biasanya ditandai atas dua ciri yang berlawanan. Dua ciri berlawanan tersebut, yaitu keinginan untuk melawan dan sikap apatis. Pada sikap melawan bisa disertai dengan rasa takut jika masyarakat akan hancur karena perbuatan-perbuatan menyimpang. Sedangkan sikap apatis biasanya disertai dengan rasa kecewa terhadap masyarakat. Pada cerpen AuToh Mereka tidak MengenalkuAy karya Tagor Anaxiltianur terdapat masalah sosial. Sikap apatis dimana ketidakpedulian seseorang dimana mereka tidak menaruh perhatian pada aspek-aspek tertentu. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13616 - 13629 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Semua serba saling disibuki dengan urusannya, dengan pikirannya masing-masing. Mereka jadi saling tidak bertegur sapa. Mereka berselisih jalan tanpa saling menegur. Mereka tidak saling mengenal. Tidak saling mengenal karena mereka melihat tidak dengan hatinya, tetapi dengan matanya, pun tidak dengan pikirannya. Mereka pun sebenarnya saling mengenal karena sebelum mereka hadir, mereka telah dipesankan bahwa sebenarnya mereka adalah saling bersaudara, hanya saja semuanya tempat mereka berada pada waktu mula-mula yang berbeda. Terminal itu jadi kelihatan begitu sibuk. Begitu sarat dengan muatannya. Sarat dengan beban fisik dan sarat pula dengan beban pikiran yang dimiliki oleh setiap orang yang hadir di situ. Itu memang ciri-ciri khas dari sebuah kota. Dan kalaupun mungkin ciri khas dari sbeuah desa, maka desa itu tentu tidak pernah menjalani sebuah pergeseran, sebuah pergeseran dari zaman sebelum keadaan seperti ini tercipta. (Dahana (E. , 2019: . Sikap apatis sering dihubungakan dengan depresi, bisa juga dustu kedadaran atas kurangnya minat seseorang terhadap hal-hal yang dianggapnya tidak penting. Apatis dapat menyebabkan seseorang menjadi acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar dan terhadap dirinya sendiri. Kota besar memiliki banyak orang yang di dalamnya mempunyai kesibukan dan urusannya masing-masing. Terminal itu jadi kelihatan begitu sibuk. Begitu sarat dengan muatannya, sarat akan beban fisik dan sarat pula dengan beban pikiran yang dimiliki oleh setiap orang yang hadir di situ. Hal tersebut mengakibatkan mereka jadi saling tidak bertegur sapa dan tidak memperdulikan keadaan di sekitarnya karena hanya memikirkan dirinya sendiri. Tidak ada yang bergerak. Semua tetap diam ditempatnya masingmasing. Aku juga tetap tidak bergerak. Juga saat seorang lelaki muda yang bertubuh kekar lewat di hadapanku, lebih kurang lima puluh centimeter dari hidungku, aku masih tidak bergerak. Dan orang-orang berdiri di sekitarku juga meniru seperti sikapku. Orang muda itu jalan dengan tenangnya, berkelit dari sentuhan-sentuhan tubuh orang yang akan atau hampir ditabraknya. Dan perempuan yang berteriak-teriak tadi menunjuk-nunjuk pemuda yang lewat dihadapanku itu. Tapi tetap tak seorang pun yang menggubris teriakannya itu. (Dahana (E. , 2019: Gambaran cerita di sebuah terminal dengan banyak orang di dalamnya hanya memikirkan dirinya sendiri. Terjadi peristiwa seorang wanita setengah baya yang Namun, tidak seorang pun yang bergerak semua tetap diam. Hanya pandangan mereka yang teralihakn pada sal suar mintatolong wanita setengah baya Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13616 - 13629 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Pada cerpen AuPembalasan Pada Penduduk KotaAy karya Mohammad Diponegoro juga termasuk pada masalah sosial. Ketika orang-orang kota sudah tidak lagi mengonsumsi ketela pohon karena gandum lebih banyak di dapatkan di kota. Orangorang kota juga tidak lagi memakai barang-barang yang terbuat dari anyaman bambu karena barang dari plastik lebih banyak ditemukan dan banyak fungsi serta kegunaan Namun suatu perubahan besar terjadi tidak terduga pada selera raksasa Orang-orang kota tidak mau lagi makan ketela pohon, karena sudah berkenalan dengan gandum yang mudah didapat dengan berlimpahlimpah di kota. (Dahana (E. , 2019: . Pak Lurah menjadi bertambah yakin akan maksud jahat penduduk kota, ketika mereka sekarang mulai menggunakan barang-barang dari Kursi dari plastik, ember dari plastik, tutup lampu dari plastik, tikar dari plastik, kipas dari plastik, alat-alat dapur dari plastik, bahkan keranjang sampah pun juga dari plastik, yang sangat terpukul oleh banjir barang plastik itu ialah para pengrajin di desa Pak Saman yang menganyam barang-barang dari bambu. (Dahana (E. , 2019: . Orang-orang kota tersebut adalah sumber penghasilan para penduduk desa yang bekerja sebagai petani, khususnya petani ketela pohon. Hasil panen ketela pohon biasanya dibawa oleh para petani ke kota dan di kirim ke tukang-tukang roti. Namun, sekarang tukang-tukang roti tidak menggunakan tepung dari gaplek karena semua sudah membuat roti dari tepung gandum. Hal tersebut mengakibatkan para petani ketela pohon hanya menjual hasil panen ke pasar-pasar desa dan harganya jualnya sangat murah. Tidak hanya itu, orang-orang kota pun sudah beralih pada barangbarang yang terbuat dari plastik. Melihat hal tersebut Pak Lurah Saman yakin bahwa orang-orang kota bermaksud jahat karena sudah beralih mengonsumsi gandum dan memakai barang-barang dari plastik. Pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat Norma merupakan aturan atau ketentuan sebagai pengikat yang ada dalam masyarakat, mengenai tingkah laku, sikap, dan perbuatan yang boleh atau tidak boleh Norma dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku sesuai yang diharapkan. Terdapat dua jenis norma, yaitu norma tertulis dan tidak Norma tertulis termasuk norma hukum dan norma agama. Sedangkan norma kesopanan, norma kesusilaan, norma adat, dan norma sosial merupakan norma yang tidak tertulis. Mencuri termasuk ke dalam pelanggaran norma hukum. Norma hukum merupakan ketentuan yang dibuat oleh pemerintah yang bersifat memaksa dengan fungsi untuk melindungi masyarakat. Pada cerpen AuPak PosAy karya Agus Vrisaba terdapat masalah sosial, yaitu mengenai tindakan mencuri dengan mengambil yang bukan haknya. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13616 - 13629 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Mula-mula timbul niat dalam hati Sadiman untuk mengambil uang yang lima puluh ribu rupiah itu sebanyak dua puluh ribu rupiah saja. Tapi kemudian keinginannya bertambah menjadi tiga puluh ribu rupiah. akhirnya dia berkata dalam hati "Ah kalau mau mengambil, lebih baik diambil semuanya saja. Tidak akan bisa dilacak di mana hilangnya uang Pihak kantor pos tak bisa dituntut, karena memang dilarang memasukkan uang ke dalam sampul surat biasa. Bu Karyo tak bisa apaapa. " (Dahana (E. , 2019: . Sadiman berniat mengambil uang lima puluh ribu yang terdapat dalam sampul surat yang akan dikirimkan kepada Bu Karyo. Namun, sebelum Sadiman memberikannya kepada Bu Karyo ia melipir sebentar ke rumahnya untuk membuka isi surat tersebut. Ketika ia berhasil membukanya terdapat uang lima puluh ribu rupiah beserta surat dari Parmin anak Bu Karyo yang tinggal di Jakarta. Sadiman melakukan hal tersebut karena belakangan inni sering mengalami kesulitan dan anak-anaknya sekarang sudah ada yang SMA dan SMP yang membutuhkan banyak biaya. Pada pasal 362 KUHP yang menjelaskan mengenai pencuriaan ringan. Isi dari pasal tersebut adalah AuBarang siapa mengambil barang sesuatu, yang selurhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk memiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Sembilan ratus rupiahAy. Dalam kasus pencurian ringan maka pelaku tidak ditahan dan perkara dilaksanakan melalui cara pemeriksaan cepat, (Poerana, 2. SIMPULAN Berdasarkan paparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pada kumpulan cerpen Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1980-1990 terdapat lima masalah sosial yaitu pertama masalah sosial yang menggambarkan kemiskinan terdapat pada cerpen AuMisAy karya Putu Wijaya. AuGerobakAy karya Rahman Arge, dan AuJurangAy karya Harris Effendi Thahar. Kedua Masalah sosial yang menggambarkan kejahatan terdapat pada cerpen AuPerbuatan sadisAy karya Hamsad Rangkuti. Ketiga masalah sosial yang menggambarkan disorganisasi keluarga terdapat pada cerpen AuUlat-ulat menyerbuAy karya Agnes Yani Sardjono, dan AuNamun Bejo tetap bisuAy karya Darwis Khdori. Keempat masalah sosial yang menggambarkan masalah generasi muda dan masyarakat modern terdapat pada cerpen AuToh mereka tidak mengenalkuAy karya Tagor Anaxiltianur, dan AuPembalasan pada penduduk kotaAy karya Mohammad Diponegoro. Kelima masalah sosial yang menggambarkan pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat terdapat pada cerpen AuPak posAykarya Agus Vrisaba. DAFTAR PUSTAKA