Journal homepage: https://ejournal. id/academica/index Pengaruh TikTok terhadap Perilaku Sosial Mahasiswa: Studi Kasus Pengguna Aktif Elisa Nur Wardani 1*. Rahma Lia Kusnul Khotimah 2. Resti Widya Septiani 3. Wahyu Puji Lestari 4. Anggun Dwi Pramesti 5 1,2,3,4,5 UIN Raden Mas Said Surakarta. Indonesia *Corresponding author: elisanurwardani@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRAK Kata kunci: TikTok. perilaku sosial. kecanduan media sosial. budaya konsumtif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak penggunaan aplikasi TikTok terhadap perubahan perilaku sosial mahasiswa di UIN Raden Mas Said Surakarta serta menggali faktor penyebab perubahan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memperoleh pemahaman Article history Received: Oktober 2024 Revised: November 2024 Accepted: Desember 2024 Available online: Desember mendalam tentang pengalaman dan makna yang dikonstruksi oleh Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian mengungkap perubahan perilaku sosial yang menonjol di kalangan mahasiswa pengguna aktif TikTok, yaitu kecenderungan kecanduan, peningkatan budaya konsumtif, intensifikasi upaya eksistensi mengikuti tren, dan terganggunya kualitas istirahat. Temuan menunjukkan bahwa mekanisme algoritmik platform, kemudahan transaksi daring, tekanan sosial untuk tampil eksis, serta pola penggunaan yang tidak teratur berkontribusi terhadap perubahan tersebut. Implikasi penelitian menekankan perlunya penguatan literasi digital dan literasi keuangan, pembinaan manajemen waktu penggunaan media sosial, serta kebijakan kampus yang mendukung kesejahteraan digital mahasiswa. Hasil studi diharapkan menjadi rujukan bagi penelitian lanjutan dan pengembangan program mitigasi dampak media sosial dalam konteks pendidikan tinggi. Copyright A 2024 Authors This is an open access article under CC-BY-NC 4. 0 license Pendahuluan Kemajuan teknologi merupakan salah satu pilar utama yang memengaruhi kehidupan manusia modern. Sejak revolusi industri, perkembangan teknologi telah https://doi. org/10. 22515/academica. Vol, 08. No. 02, 2024: 145-154 | 145 Wardani et al. Pengaruh TikTok terhadap Perilaku Sosial MahasiswaA mengalami percepatan yang sangat signifikan, mulai dari penemuan mesin uap hingga kemunculan kecerdasan buatan serta Internet of Things (IoT). Perubahan ini tidak hanya mengubah cara kita bekerja, tetapi juga cara kita berkomunikasi, belajar, dan berinteraksi dengan lingkungan. Inovasi teknologi memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan lapangan kerja baru, meskipun juga menimbulkan tantangan terkait otomatisasi dan pengurangan pekerjaan tradisional (Brynjolfsson, 2. Di arena global, kemajuan teknologi telah mempercepat proses globalisasi dan memperluas akses informasi. Melalui media sosial, masyarakat di seluruh dunia kini dapat bertukar informasi dengan cepat, menjangkau audiens yang lebih luas, dan berkolaborasi tanpa batasan geografis (Schwartz, 2. Meskipun media sosial memberikan berbagai manfaat, ia juga membawa tantangan dan masalah, seperti penyebaran informasi palsu dan dampak negatif terhadap kesehatan mental. Studi memperlihatkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan kecemasan, keputusasaan, serta rasa terisolasi di antara pengguna (Ilat et al. , 2. Media sosial telah menjadi aspek penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama di era digital. Kemajuan teknologi telah memungkinkan platform seperti Facebook. Twitter. Instagram, dan TikTok untuk memfasilitasi interaksi, berbagi informasi, dan pembentukan komunitas di seluruh dunia (Putra Perssela et al. , 2. TikTok memproduksi dan menyebarkan video pendek dengan efek yang beragam dan khas (Rahma et al. , 2. Aplikasi ini juga menyediakan berbagai dukungan musik, yang memungkinkan pengguna mengekspresikan kreativitas mereka melalui tarian, gaya bebas, dan jenis konten lainnya. Kemudahan penggunaan TikTok dan kemampuan untuk menghasilkan video yang menarik menjadikannya satu diantara platform yang sangat populer di kalangan anak muda. TikTok bukan hanya sebagai alat hiburan, tetapi juga sebagai platform yang mendorong penggunanya untuk menjadi pembuat konten (Nurmala et al. , 2. Penggunaan TikTok dipengaruhi oleh dua faktor utama: internal dan eksternal. Faktor internal ini meliputi motivasi, minat, karakteristik individu, emosi, dan sikap Sementara faktor eksternal meliputi latar belakang keluarga, informasi yang diperoleh, pengetahuan, dan pengaruh dari lingkungan umum (Nurmala et al. Melalui platform ini, informasi dapat disebarkan dengan cepat melalui berbagai video, menjadikan TikTok sebagai sumber informasi yang penting di era digital. Adapun karena platform media sosial menghasilkan representasi identitas, https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2024: 145-154 | 146 Wardani et al. Pengaruh TikTok terhadap Perilaku Sosial MahasiswaA menghasilkan konten, dan membangun koneksi berdasarkan informasi yang diberikan, informasi menjadi identitas utama platform media sosial. TikTok membawa dampak yang beragam bagi penggunanya, baik positif maupun negatif. Di satu sisi, aplikasi ini memudahkan penggunanya untuk memperluas jaringan pertemanan, berpromosi, dan mengakses informasi secara cepat. Di samping itu, penggunaan TikTok yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan interaksi sosial secara langsung, kurangnya konsentrasi dalam kegiatan belajar, serta penyebaran informasi yang kurang valid atau hoaks (Nurmala et al. , 2. Perubahan perilaku sosial ini menunjukkan betapa besar pengaruh TikTok dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan mahasiswa yang sering terpapar dan terlibat aktif dalam penggunaan platform ini. Perilaku sosial merujuk pada kondisi di mana individu saling bergantung satu sama lain, yang merupakan hal penting untuk memastikan kelangsungan hidup manusia (Rahma et al. , 2. Misalnya, manusia tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya secara mandiri. Sebaliknya, mereka membutuhkan bantuan orang lain, yang menimbulkan hubungan saling ketergantungan di antara individu. Dengan kata lain, kelangsungan hidup manusia terwujud dalam suasana saling mendukung dan Penggunaan aplikasi TikTok dikaitkan dengan perubahan perilaku sosial yang cukup signifikan, khususnya di kalangan mahasiswa. Hal ini terutama terjadi pada mahasiswa. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan TikTok terhadap perilaku sosial mahasiswa di UIN Raden Mas Said Surakarta. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan memahami makna, pengalaman, serta dinamika sosial individu maupun kelompok (Sugiyono, 2. , dengan fokus pada mahasiswa pengguna aplikasi TikTok di UIN Raden Mas Said Surakarta. Pendekatan ini menempatkan peneliti sebagai instrumen utama dalam proses pengumpulan dan analisis data. Informan dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria mahasiswa berusia 18Ae22 tahun yang aktif menggunakan TikTok. Dari kriteria tersebut ditetapkan empat mahasiswa sebagai informan kunci dan dua orang tua mahasiswa sebagai informan pendukung untuk memperkaya dan mengonfirmasi temuan penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi berupa catatan lapangan serta artefak digital yang relevan. Studi literatur pada buku, jurnal, dan publikasi ilmiah digunakan sebagai data sekunder untuk memperkuat analisis. Seluruh proses wawancara https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2024: 145-154 | 147 Wardani et al. Pengaruh TikTok terhadap Perilaku Sosial MahasiswaA direkam dengan persetujuan informan dan ditranskrip secara lengkap untuk kepentingan analisis. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui proses pengodean, pengelompokan kategori, dan perumusan tema-tema penelitian, dengan interpretasi yang terus dibandingkan secara berulang untuk menjaga konsistensi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik dan sumber, member checking kepada informan, serta pencatatan proses penelitian secara sistematis. Aspek etika penelitian dipenuhi dengan menjamin kerahasiaan informan, memperoleh persetujuan partisipasi, serta memastikan bahwa seluruh data disimpan dan digunakan hanya untuk tujuan Penelitian ini menyadari adanya keterbatasan seperti cakupan konteks yang spesifik dan ukuran sampel yang kecil, meskipun berbagai langkah telah dilakukan untuk meminimalkan bias dan meningkatkan keterpercayaan hasil Hasil dan Diskusi Berdasarkan pengamatan dan wawancara mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta menunjukkan bahwa mereka sudah terbiasa dengan gaya hidup berbasis Perubahan perilaku sosial yang paling dominan diantaranya mahasiswa menjadi gelisah jika tidak menggunakan ponsel untuk mengakses media sosial. Perubahan perilaku sosial seperti ini sebagai akibat dari dunia baru yang didorong oleh teknologi dan kemajuan zaman. Mahasiswa sudah merasa cukup dengan bermedia sosial asal mempunyai koneksi internet yang kuat, sehingga mereka tidak memperdulikan terhadap apa yang terjadi di dalam kehidupan nyata dan hanya peduli dengan media sosial atau dunia virtual. Akibatnya, mereka terlalu sibuk dengan media sosial dan tidak ingin terganggu dengan hal yang lain. Dengan begitu, kehidupan serba teknologi membawa peradaban baru yang berdampak pada perubahan perilaku sosial mahasiswa yang berubah. Adapun perubahan sosial mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta yang paling dominan disebabkan karena penggunaan media sosial yakni sebagai berikut: Kecanduan Pengunaan aplikasi TikTok oleh mahasiswa kini sudah tak asing lagi bagi pengguna aktif untuk satu hari tanpa membuka aplikasi tiktok. Budaya ini terus ada sejak dunia semakin update yang mengharuskan pengguna tiktok aktif untuk terus online melihat orang lain maupun menjadi objek untuk orang lain. Dari hal tersebut banyak mahasiswa yang penulis jumpai pasti paling tidak sehari tak bisa melihat orang tanpa menggunakan aplikasi TikTok. Dan hal tersebut memicu https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2024: 145-154 | 148 Wardani et al. Pengaruh TikTok terhadap Perilaku Sosial MahasiswaA sebuah aktivitas ketergantungan sebagaimana hasil dari wawancara dengan Mahasiswa. AuSoalnya gabut gatau mau ngapain jadi lihat saya scroll tiktok banyak video video menarik apalagi kalau sehari tanpa tiktok bingung mau ngapain bahkan pernah sampai seharian rebahan hanya scroll tiktok. Kadang ketika ngerjain tugas ketika gak sengaja aja kebuka aplikasi tiktok pasti nanti nugas mager dan tertunda karna candu lihat video tiktokAy (Wawancara K pada 06/08/2. Dari hal diatas dapat kita analisis bahwa anak muda jaman sekarang lebih suka untuk mengeksplor namum jika kita salah menempatkan hal untuk kita eksplor maka akan menajadi dampak buruk untuk kita. Jadi sebagai penerus bangsa pandai- pandai kita untuk mengolah sebuah fasilitas yang ada dan memanfaatkan lebih baik lagi hal yang berkualitas dan memiliki nilai mutu yang baik. Dari Observasi yang tim penulis lakukan memang ada hal seperti itu terjadi dan itu hal yang tak dapat dipungkiri namun tak heran juga di lingkungan kampus yang memanfaatkan aplikasi TikTok menjadi fasilitas untuk perlengkapan dalam masa perkuliahan seperti halnya konten edukasi, mencari informasi yang terkait untuk pengembangan diri oleh mahasiswa dan lain sebagainya. Meningkatnya Budaya Konsumtif Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan semakin populernya TikTok dan media sosial lainnya, mahasiswa menjadi lebih sering terpapar kontenkonten yang mendorong mereka untuk melakukan pembelian secara online. Salah satu contoh yang diambil dari wawancara dengan informan berinisial RDU . , seorang mahasiswa semester 6. AuSebelum saya mengenal berbelanja secara online, saya harus pergi dengan keadaan cuaca yang panas dan jarak yang lumayan jauh dari pusat perbelanjaan yang menyediakan semua barang yang saya butuhkan. Sehingga semenjak saya mengenal media sosial yang bisa juga untuk berbelanja saya merasa sangat senang karena itu tadi saya tidak perlu pergi keluar rumah hanya menunggu dirumah nanti barang akan datang diantar oleh kurir. Namun dilain sisi saya juga merasa sangat boros apalagi apabila terdapat banyak promo ataupun barang random yang sebetulnya tidak saya perlukan karena sedang booming atau viral saya tetap beliAy . awancara RDU pada /07/08/2. https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2024: 145-154 | 149 Wardani et al. Pengaruh TikTok terhadap Perilaku Sosial MahasiswaA Faktanya, mahasiswa di UIN Raden Mas Said Surakarta cenderung lebih memilih berbelanja online daripada berbelanja langsung. Kemudahan yang ditawarkan oleh platform-platform ini, seperti fitur pembelian langsung dari aplikasi, promosi melalui video, dan dukungan kurir yang cepat, membuat mahasiswa lebih tertarik untuk melakukan pembelian. Mereka cenderung terdorong untuk membeli barang yang sebenarnya tidak penting jika mereka jarang keluar rumah, yang mengakibatkan banyak barang yang mereka beli tidak Inilah yang menyebabkan meningkatnya perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta, di mana mereka cenderung bersikap boros dengan membeli apa yang diinginkan, bukan apa yang benar-benar Lebih Eksis mengikuti Trend Semua mahasiswa saat ini berusaha menjadi eksis untuk mendapat pengakuan dari orang lain atau masyarakat. Akibatnya, mereka lebih keras atau sering menggunakan aplikasi TikTok untuk membuat konten dan menghasilkan banyak uang. Selain itu supaya tidak ketinggalan zaman, budaya trend TikTok pun selalu tak ketinggalan. Sebagaimana hasil dari wawancara dengan inisial RFK . Mahasiswa. AuSekarang semua serba digital. Apalagi medsos, yang dapat digunakan untuk apapun bisa ngonten, nyari temen, hiburan, bahkan sumber uang. Termasuk saya yang sering mengikuti trend-trend TikTok supaya FYP. Sekarang pun kalau ngga punya medsos serasa ketinggalan zaman sekarang dan akan di olok-olok oleh temanAy . awancara RFK pada /07/08/2. Kenyataannya, mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta menggunakan TikTok untuk mengikuti trend yang ada, hampir semua mahasiswa mempunyai akun sosial media. Mereka pun tidak luput dari konten untuk menunjang keeksisan nya di sosial media. Kualitas istirahat terganggu Waktu istirahat yang berkurang karena penggunaan TikTok biasanya karena kecenderungan pengguna untuk terus menerus menonton video tanpa menyadari waktu yang berlalu. Ditambah lagi sebagian besar penggunaan aktif sebelum tidur, sehingga dapat mengganggu kualitas tidur bahkan pengguna mungkin mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak. Terutama mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta yang sebagian besar merupakan pengguna aktif sosial https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2024: 145-154 | 150 Wardani et al. Pengaruh TikTok terhadap Perilaku Sosial MahasiswaA media TikTok. Seringnya menggunakan TikTok hingga membuat mereka tidak ada waktu untuk memikirkan hal yang lain termasuk juga beristirahat. Meskipun mengetahui dampaknya yang buruk bagi kesehatan, mereka tetap mementingkan untuk bersosial media. Sebagaimana hasil wawancara dengan informan berinisial SH . ibu rumah tangga. AuHampir setiap hari bergadang. Nggak pernah lepas dari HP jadinya malas ngapa-ngapain. Kalo ada saya pasti tak suruh ngurangin TikTok nya biar pekerjaan rumah cepat selesai lalu istirahatnya cukup terus ngga mudah sakit jugaAy . awancara SH pada 06/08/2. AuBiasanya lebih suka scroll TikTok daripada medsos yang lain. Kalo jeda kuliah pasti cari-cari info di TikTok, kalo capek juga hiburannya TikTok, kalo mau tidur juga buka TikTok dulu. Apalagi kalo libur kuliah bisa makin betah medsos-an, gak tidur pun dijabanin. Ay . awancara SH pada 07/08/2. Media sosial telah menjadi bagian penting kehidupan mahasiswa, sampaisampai semua kegiatan didominasi dengan media sosial TikTok. Apalagi sekarang ini media sosial dianggap lebih penting dari hal yang lain, terutama bagi mahasiswa yang merasa dirinya sudah bisa mengontrol dirinya sendiri namun pada kenyatannya belum sepenuhnya bisa. Hal tersebut terbukti dari wawancara terhadap mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta yang belum bisa mengontrol penggunaan sosial media hingga mengabaikan kesehatan dan waktu istirahat yang Dampak Penggunaan TikTok terhadap Pola Perilaku Sosial Mahasiswa Perubahan perilaku sosial siswa merupakan topik penting untuk dikaji dalam konteks digital kontemporer karena media sosial kini menjadi bagian integral sehari-hari, membangun relasi. Di kalangan mahasiswa, platform seperti TikTok berfungsi tidak hanya sebagai sarana berbagi informasi tetapi juga alat untuk menyampaikan pendapat dan berpartisipasi dalam gerakan sosial. melalui jaringan mereka, mahasiswa mampu menyebarkan informasi dan mengorganisir aksi secara cepat serta turut membentuk norma dan nilai baru dalam komunitas kampus (Cahyono, 2016. Anshori & Nadiyya, 2. Namun demikian, keterbukaan ruang digital juga menimbulkan tekanan sosial yang dapat berdampak negatif, sehingga penggunaan media sosial berpotensi mengubah pola perilaku sosial secara signifikan. https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2024: 145-154 | 151 Wardani et al. Pengaruh TikTok terhadap Perilaku Sosial MahasiswaA Salah satu perubahan yang muncul ialah kecanduan media sosial. tanpa batas ruang dan waktu serta mekanisme rekomendasi algoritmik mendorong intensitas penggunaan yang tinggi sehingga beberapa mahasiswa menempatkan konsumsi konten di atas tugas akademik, berkontribusi pada penurunan fokus dan produktivitas (Rahmayani et al. , 2021. Ramsden & Talbot, 2. Dampak lanjutan berupa gejala kecemasan dan depresi juga tercatat dalam studi sebelumnya, meskipun ada temuan yang menunjukkan manfaat seperti peningkatan kreativitas dan jejaring sosial (Permana, 2022. Hassan, 2. Dengan demikian, penting menimbang kedua sisiAimanfaat dan risikoAiketika menilai peran TikTok dalam kehidupan akademik Selain itu, media sosial turut mendorong meningkatnya budaya konsumtif di kalangan mahasiswa. Kemudahan layanan belanja instan, paparan visual yang menggoda, serta perubahan pola sosialisasi yang lebih banyak berlangsung daring meningkatkan kecenderungan pembelian impulsif dan menurunkan kesadaran terhadap nilai barang (Rahma et al. , 2023. Nurmala et al. , 2. Dampak praktisnya meliputi pemborosan, pengelolaan keuangan yang buruk, dan penurunan interaksi tatap muka yang pada gilirannya memengaruhi keterampilan sosial. Oleh karena itu, intervensi yang menekankan literasi keuangan dan penguatan interaksi sosial langsung diperlukan untuk mereduksi efek negatif tersebut. Fenomena lain yang muncul adalah dorongan untuk AueksisAy mengikuti tren: mahasiswa memanfaatkan TikTok sebagai arena ekspresi diri dan pencarian pengakuan sosial, sehingga keterlibatan dalam tren menjadi semacam kewajiban sosial untuk mempertahankan relevansi di lingkungan pertemanan. Proses ini, sebagaimana dikaitkan dengan mekanisme pembentukan perilaku sosial menurut Weber, mendorong adopsi model perilaku yang tersebar di platform dan kadang menimbulkan tekanan sosial atau kecenderungan narsistik (Mawara, 2. Terakhir, kualitas istirahat mahasiswa sering kali terganggu akibat penggunaan media sosial yang tidak terkontrol. gangguan tidur berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis, menurunkan konsentrasi belajar, serta menurunkan kinerja akademik (Woran et al. , 2. Mengingat semua temuan ini, diperlukan upaya pengelolaan waktu digital, pendidikan kesehatan mental, dan kebijakan kampus yang mendorong penggunaan media sosial yang proporsional agar manfaatnya dapat dimaksimalkan tanpa mengorbankan kesejahteraan dan prestasi mahasiswa. Kesimpulan dan Saran Didasari oleh hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai perubahan perilaku sosial mahasiswa akibat dampak penggunaan aplikasi TikTok, dapat https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2024: 145-154 | 152 Wardani et al. Pengaruh TikTok terhadap Perilaku Sosial MahasiswaA disimpulkan bahwa terdapat beberapa dampak signifikan terhadap kehidupan sosial dan kebiasaan mahasiswa. Pertama adalah kecanduan. Penggunaan TikTok yang awalnya hanya sebagai eksperimen, lama-kelamaan berkembang menjadi kecanduan. Mahasiswa semakin tertarik dengan fitur-fitur menarik yang ditawarkan oleh aplikasi ini, yang mengakibatkan mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk Kedua TikTok mempermudah mahasiswa dalam melakukan pembelian barang-barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan, hanya karena keinginan semata. Akses instan yang ditawarkan oleh aplikasi ini mendorong perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa, di mana mereka lebih sering membeli barang-barang yang tidak penting. Ketiga Makin eksis mengikuti tren, pelajar pun makin eksis mengikuti perkembangan zaman sejak mereka mengenal dan mulai memanfaatkan platform media sosial TikTok, dan mereka pun berupaya mempertahankan kehadirannya di dalamnya dengan menghalalkan segala cara. Keempat adalah pengurangan waktu istirahat. Mahasiswa cenderung menghabiskan lebih banyak waktu menggunakan TikTok, yang mengurangi waktu istirahat mereka. Kurangnya waktu istirahat ini berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mahasiswa, yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Dari hasil penelitian ini, sejumlah saran dapat diajukan, antara lain mahasiswa diharapkan lebih bijak dalam menggunakan aplikasi TikTok, memahami dampak yang mungkin ditimbulkan, dan menghindari kecanduan serta perilaku konsumtif yang berlebihan. Daftar Pustaka