Hasil Penelitian Diserahkan: Juni 2026 / Direvisi: Juni 2026 / Diterima: Juli 2026 Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi p-ISSN: 2716-151X e-ISSN: 2722-869X Pengaruh Model Problem-Based Learning Berbantuan Zep Quiz terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Ekosistem The Effect of the Problem-Based Learning Model Assisted by Zep Quiz on Students' Critical Thinking Skills in Ecosystem Material Fadillah Turrahmah*. Puji Prastowo Program Studi Pendidikan Biologi. Universitas Negeri Medan. Medan. Indonesia *Penulis Koresponden: fadillarahma354@gmail. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Ekosistem akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurangnya pemanfaatan media Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Zep Quiz serta pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pembelajaran 2025/2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi experiment menggunakan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian dipilih melalui cluster random sampling. Instrumen kemampuan berpikir krtitis berupa 10 soal essay. Data dianalisis menggunakan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas PBL berbantuan Zep Quiz . ,7 A 7,. lebih tinggi dibandingkan kelas PBL tanpa Zep Quiz . ,6 A 8,. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,01 (< 0,. , sehingga penggunaan model PBL berbantuan media Zep Quiz berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Ekosistem. Media Zep Quiz efektif mendukung penggunaan PBL dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kata Kunci: berpikir kritis. problem-based learning. Zep Quiz Abstract. This research is motivated by the low critical thinking ability of students in Ecosystem material due to teacher-centered learning and the lack of use of interactive media. The purpose of this study is to determine the critical thinking ability of students taught using the Problem Based Learning (PBL) model assisted by Zep Quiz media and its influence on the critical thinking ability of class X students of SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan in the 2025/2026 Academic Year. This research is a quantitative study with a quasi-experimental method using a pretest-posttest control group design. The research sample was selected through cluster random sampling. The critical thinking ability instrument was in the form of 10 essay questions. Data were analyzed using the Independent Sample t-test. The results showed that students' critical thinking ability in the PBL class assisted by Zep Quiz . 7 A 7. was higher than the PBL class without Zep Quiz . 6 A 8. The results of the hypothesis test showed a significance value of 0. 01 (<0. , so the use of the PBL model assisted by Zep Quiz media had a significant effect on students' critical thinking skills in the Ecosystem material. Zep Quiz media effectively supports the use of PBL in improving students' critical thinking skills. Keywords: critical thinking. problem-based learning. Zep Quiz DOI: 10. 55241/spibio. Pendahuluan Rendahnya kemampuan tersebut salah pembelajaran yang masih berfokus pada hafalan, sehingga siswa cenderung hanya menerima dan mengingat informasi tanpa memahami konsep secara mendalam atau menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, menghambat perkembangan kemampuan berpikir kritis . Peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis tidak hanya didukung oleh kemauan siswa untuk belajar dengan baik, namun juga dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran yang digunakan guru . Dalam rangka mewujudkan keaktifan dan peningkatan hasil belajar siswa, maka guru dituntut untuk melakukan inovasi dalam model pembelajaran agar mampu melatih keterampilan berpikir kritis sisw. Salah satu model yang efektif adalah Problem Based Learning (PBL) karena melatih siswa memahami masalah, mencari solusi, serta berpikir sistematis dan kritis sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21 . Penggunaan media interaktif juga dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah. Salah satu media berbasis web yang dapat digunakan adalah Zep Quiz, yaitu platform kuis berbasis metaverse yang memberikan menyenangkan melalui berbagai tipe soal seperti pilihan ganda, isian singkat, dan OX . enar/sala. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, baik tanpa media khusus maupun dengan bantuan media Fahmi et al. membuktikan bahwa penerapan PBL pada materi Ekosistem di kelas X SMA secara berpikir kritis siswa, sedangkan Yuliana PBL berbantuan media Flipbook lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada materi yang sama. Namun, penelitian yang mengintegrasikan PBL Pembelajaran Biologi di Sekolah Menengah Atas pada dasarnya dirancang konsep-konsep sekaligus melatih keterampilan berpikir Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kompetensi penting karena siswa tidak hanya dituntut untuk mengingat dan menghafal informasi, tetapi juga mampu menganalisis, mengevaluasi, permasalahan yang kompleks. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya terwujud di lapangan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti pada bulan Februari 2026 di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan terhadap guru mata pelajaran Biologi dan beberapa siswa kelas X, diketahui bahwa pembelajaran Biologi pada materi Ekosistem masih didominasi oleh metode hafalan. Guru menyampaikan materi secara informatif, sedangkan siswa hanya mendengarkan penjelasan, mencatat, dan menghafal yang kemampuan mengingat. Selain itu, penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran belum dimanfaatkan secara Kondisi tersebut menyebabkan siswa lebih terbiasa menghafal konsep daripada memahami dan menganalisis Akibatnya, kemampuan berpikir kritis siswa belum berkembang secara optimal . Kemampuan berpikir kritis sangat perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan abad ke-21. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis mampu memahami masalah, menganalisis informasi, serta mengambil keputusan secara tepat . Namun, keterampilan berpikir kritis siswa SMA masih relatif rendah, hal ini berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022, bahwa skor rata-rata sains Indonesia mencapai 383, yang masih jauh di bawah rata-rata negara-negara anggota OECD, yaitu 485 dengan ranking Indonesia menempati peringkat ke-69 dari 80 negara . dengan media Zep Quiz masih sangat Ekosistem di tingkat SMA. Padahal, secara teoretis fitur interaktif, umpan balik instan, dan evaluasi formatif pada Zep Quiz berpotensi mendukung proses analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan yang merupakan indikator kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh model PBL berbantuan media Zep Quiz terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Berdasarkan deskripsi dan temuan tersebut, maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Zep Quiz Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi EkosistemAy. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Ekosistem yang diajarkan melalui model Problem Based Learning berbantuan media Zep Quiz mengetahui pengaruh model tersebut terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pembelajaran 2025/2026. Metode Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap Tahun Pembelajaran 2025/2026, yaitu mulai bulan Februari hingga April 2026. Penelitian bertempat di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan yang berlokasi di Jalan Irian Barat No. Desa Sampali. Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara. model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Zep Quiz, sedangkan Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Power Point. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest dan Posttest control group Pada penelitian ini melibatkan dua kelas yang dipilih secara acak . luster random samplin. , dengan satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu lagi sebagai kelompok kontrol. Desain penelitiannya dapat dilihat pada Tabel 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi experiment menggunakan dua kelompok sampel, yaitu kelas eksperimen dan kelas Kelas eksperimen menerapkan Tabel 1. Desain Penelitian Pretest dan Posttest Kelompok Pret Perlaku Postte Eksperimen Kontrol Keterangan: Y1 = Tes awal (Pretes. kemampuan berpikir kritis. Y2 = Tes akhir (Posttes. kemampuan berpikir kritis. X1 = Perlakuan dengan model pembelajaran PBL berbantuan Zep Quiz. X2 = Perlakuan dengan pembelajaran PBL berbantuan PPT. berpikir kritis dengan tingkat kognitif C4Ae C6 serta disesuaikan dengan indikator berpikir kritis siswa yang diberikan pada saat pretest dan posttest . Kisi-kisi tes kemampuan berpikir kritis yang digunakan dalam penelitian dapat dilihat pada Tabel Instrumen Penelitian Instrumen digunakan berupa tes essay kemampuan berpikir kritis sebanyak 10 soal pada Ekosistem. Soal No. Soal Tabel 2. Kisi-Kisi Tes Kemampuan Berpikir Kritis Indikator Indikator Materi Ekosistem Kemampuan Berpikir Kritis Menganalisis dan mengaitkan komponen Focus (Foku. biotik dan abiotik serta pengaruh perubahan faktor abiotik terhadap organisme Menganalisis dan mengaitkan komponen Focus (Foku. biotik dan abiotik serta pengaruh perubahan faktor abiotik terhadap organisme Menilai dampak aktivitas manusia dan Reason (Alasa. keseimbangan ekosistem Menilai terhadap Inference (Simpula. keseimbangan ekosistem Menganalisis aliran energi yang berupa rantai Situation (Situas. makanan serta jaring-jaring makanan Menganalisis aliran energi yang berupa rantai Focus (Foku. makanan serta jaring-jaring makanan Menganalisis aliran energi yang berupa rantai Reason (Alasa. makanan serta jaring-jaring makanan Menganalisis dan menciptakan konsep Inference (Simpula. piramida ekologi serta kaitannya dengan jumlah organisme dan kestabilan ekosistem Menganalisis aliran energi yang berupa rantai Clarity (Kejelasa. makanan serta jaring-jaring makanan Menganalisis dan menciptakan konsep Situation (Situas. piramida ekologi serta kaitannya dengan jumlah organisme dan kestabilan ekosistem Hasil tes sebelum dan setelah pembelajaran, yang dilakukan di kelas dengan pendekatan pembelajaran yang Selanjutnya, kemampuan berpikir kritis siswa dinilai berdasarkan persentase pencapaian berpikir kritis mereka. Rumus untuk mengukur kemampuan berpikir kritis adalah sebagai berikut: ycAycnycoycaycn = Taksonomi Bloom Skor yang diperoleh y 100 Skor maksimal Tujuan pemberian kategori adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis Menurut . menentukan kriteria kemampuan berpikir kritis per indikator dapat dihitung menggunakan rumus diatas dan kriteria pada Tabel 3. Tabel 3. Kriteria Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Rentang Nilai (%) Kriteria 81Ae100 Sangat tinggi 61Ae80 Tinggi 41Ae60 Cukup 21Ae40 Rendah Sangat Rendah Pada tahap persiapan, peneliti melakukan observasi di sekolah, menentukan kelas eksperimen dan Prosedur Penelitian Tahap Persiapan kelas kontrol, menyusun modul ajar, membuat kisi-kisi dan instrumen tes kemampuan berpikir kritis, serta mempersiapkan media Zep Quiz yang digunakan dalam pembelajaran. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan dilakukan melalui pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Pada kelas eksperimen, pembelajaran penelitian berdasarkan hasil analisis yang diperoleh. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik. Sebelum uji hipotesis dilakukan, terlebih dahulu KolmogorovSmirnov karena sampel penelitian lebih dari 50 siswa. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 20 . Setelah memenuhi syarat, data dianalisis menggunakan uji hipotesis dengan uji Independent Sample T-test untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Zep Quiz terhadap kemampuan berpikir kritis siswa . Pengambilan hipotesis didasarkan pada nilai signifikansi . -valu. , dengan ketentuan sebagai A Jika nilai signifikansi (Sig. ) < 0,05, maka HCA ditolak dan HCa diterima A Jika nilai signifikansi (Sig. ) Ou 0,05, maka HCA diterima dan HCa ditolak dibantu media Zep Quiz, sedangkan kelas kontrol menggunakan media PowerPoint. Pembelajaran dilaksanakan sesuai sintaks PBL, yaitu orientasi masalah, pengorganisasian siswa, penyelidikan, pengembangan dan penyajian hasil, serta evaluasi pemecahan masalah. Sebelum dan sesudah perlakuan, kedua kelas diberikan pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan berpikir kritis Tahap Penyelesaian Pada tahap akhir, data hasil pretest dikumpulkan dan Selanjutnya kesimpulan, dan penyusunan laporan Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian kemampuan berpikir menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Zep Quiz Problem Based Learning (PBL) dengan PPT. Pembelajaran dengan model PBL berbantuan media Zep Quiz memperoleh nilai rata-rata 70,7 dengan standar deviasi 7,33, menggunakan model PBL berbantuan PPT memperoleh rata-rata 65,6 dengan standar deviasi 8,7. Nilai tertinggi pada pembelajaran berbantuan media Zep Quiz pembelajaran PBL dengan PPT mencapai Hasil kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Ekosistem dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Belajar Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Ekosistem Nilai Kelas Eksperimen Absolut Relatif (%) 2,78 5,55 19,44 13,88 8,33 11,11 Kelas Kontrol Absolut Relatif (%) 2,78 8,33 2,78 8,33 22,22 Jumlah Rata-Rata Standar Deviasi 7,33 13,88 5,55 5,55 8,33 2,78 2,78 Berdasarkan kriteria kemampuan berpikir kritis, pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Zep Quiz didominasi kategori tinggi sebesar 83,33%, kategori cukup 13,88%, dan kategori sangat tinggi 2,78%. Sementara itu, pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) PPT didominasi kategori tinggi sebesar 75% 8,79 11,11 11,11 8,33 8,33 2,78 2,78 8,33 2,78 dan kategori cukup sebesar 25%. Pada kedua perlakuan tidak terdapat siswa pada kategori rendah maupun sangat rendah. Hasil kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan kriteria dapat dilihat pada Gambar 1. 83,33 13,88 (Sangat Renda. (Renda. 2,78 (Cuku. Eksperimen (Tingg. (Sangat Tingg. Kontrol Gambar 1. Grafik Hasil Belajar Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Ekosistem Berdasarkan Kriteria Kemampuan Berpikir Kritis Bedasarkan indikator kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata 70,68 A 7,33, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 65,62 A 8,7. Pada kelas eksperimen, indikator tertinggi adalah Focus . , diikuti Reason dan Inference . Clarity . , serta Situation sebagai indikator terendah . Pada kelas kontrol, indikator tertinggi juga terdapat pada Focus . , diikuti Reason . Clarity . Inference . , dan Situation sebagai indikator terendah . Secara umum, sebagian besar indikator berada pada kategori tinggi, kecuali Situation yang berada pada kategori cukup. Hasil Kemampuan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem bedasarkan indikator kemampuan berpikir kritis disajikan pada Tabel 5. Tabel 5. Hasil Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Bedasarkan Indikator Berpikir Kritis Indikator Nilai Kelas Kontrol Kelas Ekesperimen Focus . Reason . Kejelasan (Clarit. Inference . Situation . Rata-Rata 65,62 70,68 Standar Deviasi 8,79 7,33 Seluruh nilai signifikansi tersebut memiliki nilai p > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data pada kedua kelas berdistribusi Ringkasan hasil uji normalitas dari kedua kelas dapat dilihat pada Tabel 6 Selanjutnya normalitas data digunakan uji KolmogorovSmirnov karena sampel penelitian lebih dari 50 siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi pretest pada kelas eksperimen sebesar 0,20 dan nilai posttest sebesar 0,066. Sementara itu, pada kelas kontrol diperoleh nilai signifikansi pretest sebesar 0,13 dan posttest sebesar 0,072. Tabel 6 Hasil Uji Normalitas Data Kelas Hasil Berpikir Kritis Siswa Pretest Eksperimen Posttest Eksperimen Pretest Kontrol Posttest Kontrol Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, t. = 2,66, p = 0,01, dengan mean difference = 5,0556 dan 95% CI . ,272. Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan model PBL berbantuan media Zep Quiz terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Ekosistem di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Hasil uji Independent Sample t-Test dapat dilihat Tabel Setelah data dinyatakan berdistribusi normal, selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan independent sample t-test untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Zep Quiz terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Ekosistem. Berdasarkan hasil Independent Samples t-Test, diperoleh nilai Levene's Test sebesar F = 0,537 dengan Sig. = 0,466 (> 0,. , sehingga asumsi homogenitas varians terpenuhi dan Equal Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang Tabel 7. Hasil Uji Hipotesi Hasil Berpikir Kritis Siswa Equal Equal Levene's Test for Equality of Variances Sig. t-test for Equality of Means Sig. Mean . Differe taile. nce Pembahasan Hasil Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Hasil bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas yang diajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Zep Quiz lebih tinggi . ,7 A 7,. dibandingkan dengan kelas yang diajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media PPT . ,6 A 8,. Hasil uji hipotesis juga menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media Zep Quiz berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Ekosistem di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan (Sig. = 0,01 < 0,. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi media Zep Quiz dalam pembelajaran PBL mampu meningkatkan efektivitas proses pengalaman belajar yang lebih interaktif, menarik, dan mendorong keterlibatan aktif siswa dalam memecahkan masalah. Melalui fitur-fitur seperti kuis interaktif, umpan balik langsung, dan unsur masalah, serta menarik kesimpulan Aktivitas tersebut sejalan dengan tahapan Std. Error Differe 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper PBL penyelidikan dan pemecahan masalah sehingga kemampuan berpikir kritis siswa Meskipun demikian, peningkatan yang diperoleh masih berada pada kategori sedang sehingga hasil penelitian ini dipengaruhi oleh faktor lain, seperti perbedaan kemampuan awal siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, serta pengalaman siswa dalam menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi . Peningkatan kemampuan berpikir kritis terjadi karena model Problem Based Learning (PBL) menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga aktif mencari, menganalisis, dan mengolah informasi untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. Siswa dilatih untuk berdiskusi, menyusun solusi, dan menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis. Aktivitas membantu melatih kemampuan berpikir kritis siswa . Selain itu, penggunaan media Zep Quiz menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Menurut . , model Problem Based Learning (PBL) pembelajaran berbasis masalah yang melatih siswa memahami masalah, mengevaluasi solusi secara sistematis. Pendekatan ini juga membiasakan siswa berpikir ilmiah dan kritis sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21. Selain itu . menjelaskan bahwa kemampuan berpikir kritis meliputi kemampuan interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan penjelasan Pada penelitian ini, penerapan model PBL dilakukan melalui tahapan siswa, penyelidikan kelompok, presentasi hasil, dan evaluasi. Pada tahap orientasi masalah, siswa diberikan permasalahan kontekstual terkait ekosistem, seperti ketidakseimbangan lingkungan akibat aktivitas manusia. Penggunaan media Zep Quiz membantu guru menyajikan masalah secara lebih menarik dan interaktif sehingga siswa lebih antusias dalam memahami materi dan mencari solusi. Menurut . , penggunaan masalah nyata dalam pembelajaran dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa dan mendorong siswa berpikir lebih mendalam dalam menyelesaikan masalah. Pada penyelidikan kelompok, siswa bekerja sama untuk mencari informasi dari berbagai sumber dan mendiskusikan solusi yang tepat. Kegiatan tersebut kemampuan memberikan alasan logis, mempertahankan argumen berdasarkan fakta dan konsep ilmiah. menyatakan bahwa pembelajaran berbasis diskusi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis karena siswa aktif bertukar ide dan mengevaluasi pendapat satu sama lain. Selain itu, . menjelaskan bahwa model PBL membantu siswa membangun pengetahuan melalui proses investigasi dan penyelidikan secara mandiri maupun Berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis, indikator tertinggi pada kedua perlakuan terdapat pada fokus. Tingginya nilai pada indikator fokus menunjukkan bahwa siswa mampu menentukan informasi penting dari persoalan yang diberikan. Menurut . , kemampuan fokus merupakan dasar berpikir kritis karena siswa harus mampu menentukan solusi yang tepat. Sementara itu, indikator dengan nilai terendah terdapat pada Situation . Hal ini menunjukkan bahwa sebagian siswa menganalisis situasi secara mendalam dan menghubungkan berbagai informasi dalam Kemampuan memahami situasi memerlukan proses interpretasi dan evaluasi informasi yang lebih kompleks . Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Zep Quiz memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Model ini mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, interaktif, dan berpusat pada siswa sehingga siswa tidak hanya memahami konsep ekosistem dengan lebih baik, tetapi juga mampu menganalisis masalah, kesimpulan, dan mengkomunikasikan ide secara sistematis. Oleh karena itu, model PBL berbantuan media Zep Quiz dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Simpulan dan Saran Ekosistem menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Zep Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada Quiz berada pada kategori tinggi dengan nilai 70,7 A 7,33. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan model PBL berbantuan media Zep Quiz kemampuan berpikir kritis siswa pada Ekosistem. Temuan mengintegrasikan bahwa media Zep Quiz efektif mendukung model PBL dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pembelajaran Ekosistem. Hasil penelitian ini memberikan bukti pembelajaran interaktif berbasis game, seperti Zep Quiz, dalam model Problem Based Learning dapat menjadi alternatif kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi inovasi pembelajaran Biologi yang lebih keterampilan berpikir kritis. Daftar Pustaka