JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Vol. No. September 2025, pp. DOI: https://doi. org/10. 35313/jitel. p-ISSN: 2774-7972 e-ISSN: 2775-6696 Evaluasi unjuk kerja platform srsRAN untuk teknologi 4G LTE berbasis software defined radio Dianthy Marya1*. Ahmad Wilda Yulianto2. Nanak Zakaria3. Martono Dwi Atmadja4 1,2,3,4 Jurusan Teknik Elektro. Politeknik Negeri Malang Jl. Soekarno Hatta No. Jatimulyo. Kec. Lowokwaru. Kota Malang. Jawa Timur 65141 dianthy@polinema. id, 2ahmadwildan@polinema. id, 3nanak_zach@polinema. dwi@polinema. ABSTRAK Teknologi OpenRAN memungkinkan fleksibilitas jaringan seluler dengan memisahkan perangkat keras dan lunak, mengurangi ketergantungan pada vendor tunggal. Namun, implementasi OpenRAN berbasis Software Defined Radio (SDR) masih menghadapi tantangan dalam kualitas sinyal dan performa, terutama pada jaringan LTE skala kecil. Penelitian ini mengimplementasikan jaringan LTE menggunakan platform open-source Software Radio Systems Radio Access Network . rsRAN) dan perangkat SDR USRP B210, dengan fokus meningkatkan kualitas layanan melalui fitur seperti dynamic scheduling, dan alokasi Physical Resource Block (PRB). Jaringan dibangun dalam skema non-standalone dengan Evolved Packet Core (EPC) lokal, membentuk koneksi point-topoint antara dua User Equipment (UE) melalui eNodeB. Pengujian dilakukan selama 30 menit dalam lingkungan terkendali, dengan variasi jumlah PRB mulai dari 15 sampai 50. Hasil pengujian menunjukkan kedua UE berhasil terhubung: User 1 mencatat RSRP -83 dBm dan RSRQ -9 dB, sedangkan User 2 mendapat RSRP -82 dBm dan SNR 13 dBAinilai yang tergolong baik menurut standar 3GPP (RSRP > -90 dB. Pengujian throughput FTP menunjukkan performa lebih tinggi di jaringan lokal (User 1: 2,7 MB/s. User 2: 1,3 MB/. , sementara speedtest HTTP ke cloud server memberikan kecepatan lebih besar, menunjukkan pengaruh backhaul. Analisis QoS dengan Wireshark mencatat throughput User 1 sebesar 21,288 KB/s . acket loss 0,96%) dan User 2 sebesar 13 MB/s . acket loss 0,97%). Peningkatan jumlah PRB meningkatkan bandwidth dan throughput, membuktikan efektivitas optimasi parameter di srsRAN. Penelitian ini mendemonstrasikan bahwa optimasi melalui fitur-fitur srsRAN berpotensi meningkatkan kinerja jaringan LTE berbasis SDR, yang relevan untuk dikembangkan dalam konteks jaringan privat maupun komunitas. Kata kunci: srsRAN, 4G LTE. SDR USRP B210, throughput. QoS ABSTRACT OpenRAN enhances mobile network flexibility by decoupling hardware from software, reducing vendor However. SDR-based OpenRAN implementations face signal quality and performance challenges, particularly in small-scale LTE networks. This research deploys an LTE network using the Software Radio Systems Radio Access Network . rsRAN) platform and a USRP B210 SDR, focusing on Quality of Service (QoS) improvement through dynamic scheduling and Physical Resource Block (PRB) allocation. A non-standalone architecture with a local Evolved Packet Core (EPC) established a point-to-point link between two User Equipment (UE) units via an eNodeB. Controlled 30-minute tests with PRBs varying from 15 to 50 were conducted. The results show that both UEs successfully connected: User 1 recorded an RSRP of -83 dBm and an RSRQ of -9 dB, while User 2 obtained an RSRP of -82 dBm and an SNR of 13 dBAithese values meet the 3GPP standard for a good classification (RSRP > -90 dB. FTP throughput tests showed higher performance on the local network (User 1: 2. 7 MB/s. User 2: 1. 3 MB/. , while HTTP speedtests to the cloud server yielded greater speeds, indicating the impact of backhaul. QoS analysis with Wireshark recorded throughput for User 1 at 21. 288 KB/s . packet los. and for User 2 at 13 MB/s . 97% packet los. Increasing the number of PRBs improves bandwidth and throughput, proving the effectiveness of parameter optimization in srsRAN. This research demonstrates that utilizing srsRAN features can enhance the quality of SDR-based LTE networks, making it suitable for private or community networks. Keywords: srsRAN, 4G LTE. SDR USRP B210, throughput. QoS Naskah diterima tanggal 31 Mei 2025, disetujui tanggal 9 September 2025 *E-mail korespondensi Dianthy Marya: Evaluasi unjuk kerja platform srsRAN A Vol. 5 No. 3 September 2025 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi Fourth-Generation Long-Term Evolution . G LTE) telah membawa transformasi signifikan dalam layanan data berkecepatan tinggi, latensi rendah, serta kapasitas jaringan yang lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Teknologi 4G LTE kini menjadi tulang punggung infrastruktur telekomunikasi global, mendukung berbagai aplikasi mulai dari streaming video berkualitas tinggi hingga layanan Internet of Things (IoT) . Namun, implementasi jaringan 4G konvensional yang bergantung pada perangkat keras khusus . roprietary hardwar. sering kali menimbulkan kendala dari segi biaya tinggi, kurangnya fleksibilitas, dan kompleksitas dalam pengelolaan jaringan . Dalam konteks ini. Software Defined Radio (SDR) muncul sebagai solusi inovatif yang memisahkan perangkat keras dari perangkat lunak, memungkinkan fleksibilitas tinggi dalam pengembangan dan pengujian jaringan nirkabel. SDR memungkinkan modulasi, frekuensi operasi, dan protokol komunikasi dapat dikonfigurasi secara dinamis melalui perangkat lunak, sehingga sangat cocok untuk eksperimen akademik maupun pengembangan jaringan skala kecil . Salah satu platform open-source yang memanfaatkan teknologi SDR untuk implementasi jaringan 4G LTE adalah Software Radio Systems Radio Access Network . rsRAN). Platform ini menyediakan solusi full-stack LTE yang mencakup evolved NodeB . NodeB). Evolved Packet Core (EPC), dan User Equipment (UE) simulator, serta dapat diintegrasikan dengan perangkat SDR seperti Universal Software Radio Peripheral (USRP) dari Ettus Research . Keunggulan utama srsRAN terletak pada sifatnya yang open-source, transparan, dan hemat biaya, sehingga menjadi alternatif menarik bagi peneliti, institusi pendidikan, dan penyedia layanan jaringan kecil untuk membangun jaringan 4G LTE secara mandiri . Selain itu, srsRAN mendukung konfigurasi parameter jaringan secara granular, seperti bandwidth, modulasi, dan alokasi Physical Resource Block (PRB), yang memungkinkan evaluasi mendalam terhadap performa jaringan dalam berbagai kondisi operasional . Meskipun menjanjikan, implementasi jaringan 4G LTE berbasis SDR dan srsRAN masih menghadapi tantangan dalam hal kualitas sinyal, stabilitas koneksi, dan efisiensi throughput, terutama ketika beroperasi dalam kondisi beban tinggi atau jarak jauh antara eNodeB dan UE . Beberapa penelitian sebelumnya telah mengevaluasi kinerja sistem serupa, namun cenderung fokus pada teknologi GSM atau 3G menggunakan OpenBTS dan USRP . Misalnya, penelitian oleh . menganalisis Receive Signal Level (RSL) pada jaringan OpenBTS dan menemukan penurunan signifikan pada jarak lebih dari 20 meter. Sementara itu, penelitian . menunjukkan bahwa USRP N210 mampu memberikan layanan panggilan suara hingga jarak 25 meter, namun mengalami delay dan kegagalan SMS di luar jarak tersebut. Pada jaringan 4G LTE, penelitian oleh . menganalisis parameter Reference Signal Received Power (RSRP). Reference Signal Received Quality (RSRQ), dan Signal-to-Noise Rasio (SNR) di wilayah Malang, menemukan variasi kualitas sinyal yang dipengaruhi oleh jarak dan kondisi Di sisi lain, penelitian . berhasil mengembangkan emulator panggilan LTE menggunakan SDR, membuktikan potensi platform ini untuk simulasi jaringan nyata. Namun, masih terdapat celah penelitian terkait evaluasi pengaruh parameter alokasi PRB terhadap throughput dan Quality of Service (QoS) dalam jaringan srsRAN, yang belum banyak dieksplorasi secara Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi unjuk kerja platform srsRAN dalam implementasi jaringan 4G LTE berbasis SDR, dengan fokus pada parameter kualitas sinyal (RSRP. RSRQ. SINR), throughput, latency, packet loss, serta QoS pada berbagai skenario beban Selain itu, penelitian ini juga mengkaji pengaruh jumlah PRB yang dialokasikan terhadap performa throughput, sebagai kontribusi utama yang membedakannya dari penelitian sebelumnya. Adapun tujuan spesifik dari penelitian ini meliputi: . menguji kemampuan konektivitas UE terhadap jaringan LTE berbasis srsRAN. menganalisis parameter kualitas sinyal LTE yang diterima oleh UE. mengukur throughput dan latency pada kondisi beban rendah dan tinggi. mengevaluasi QoS berdasarkan parameter throughput, delay, dan packet loss. mengidentifikasi pengaruh alokasi PRB terhadap efisiensi jaringan. JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Vol. 5 No. 3 September 2025 Dianthy Marya: Evaluasi unjuk kerja platform srsRAN A METODE PENELITIAN 1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental kuantitatif dengan skenario pengujian langsung terhadap jaringan 4G LTE yang dibangun menggunakan platform srsRAN dan perangkat USRP B210. Pengujian dilakukan dalam lingkungan terkendali . untuk meminimalkan gangguan eksternal dan memastikan konsistensi hasil. Fokus utama penelitian adalah evaluasi kinerja jaringan berdasarkan parameter throughput, latency, packet loss. Signal-to-Interference-plus-Noise Rasio (SINR), serta parameter kualitas sinyal LTE seperti RSRP dan RSRQ. Skenario pengujian dirancang untuk merepresentasikan kondisi operasional jaringan dari beban rendah hingga beban tinggi. Kondisi beban tinggi direalisasikan dengan menghubungkan dua perangkat UE secara simultan ke jaringan, di mana keduanya melakukan transmisi data aktif secara bersamaan menggunakan protokol File Transfer Protocol (FTP) dan Hypertext Transfer Protocol (HTTP). Data ditransfer ke FTP server dan OpenSpeedTest server yang dijalankan secara lokal pada laptop dan mini PC sebagai host. Transmisi data dilakukan secara kontinu selama pengujian, terutama saat transfer file berukuran besar untuk memaksimalkan beban pada eNodeB dan EPC. Durasi pengujian penelitian berlangsung selama dua bulan. Pengujian QoS dilakukan sebanyak 30 kali pengambilan data untuk memastikan validitas dan reliabilitas hasil. Meskipun tidak menggunakan traffic generator eksternal, beban jaringan dimanipulasi secara efektif melalui aplikasi seperti G-NetTrack Lite. OpenSignal, dan Wireshark untuk pemantauan real-time. Protokol yang digunakan dalam pengujian meliputi Internet Control Message Protocol (ICMP) untuk uji konektivitas . ing antar UE). FTP untuk pengukuran throughput dan QoS selama transfer file, serta HTTP untuk pengujian akses ke server lokal dan cloud melalui OpenSpeedTest. 2 Tahapan Penelitian Adapun tahapan penelitian yaitu meliputi. Studi Literatur Mengumpulkan dan menganalisis referensi terkait teknologi 4G LTE. Software Defined Radio (SDR), dan platform srsRAN. Mengevaluasi penelitian terdahulu mengenai implementasi jaringan seluler berbasis SDR, optimasi parameter jaringan, dan metode pengukuran kinerja . , . Perancangan Sistem Merancang arsitektur jaringan LTE yang terdiri dari USRP B210 sebagai perangkat SDR, srsRAN sebagai eNodeB dan EPC, serta perangkat UE berbasis smartphone atau dongle LTE. Menentukan parameter jaringan seperti frekuensi operasi . and 7: 2620Ae2690 MH. , bandwidth . MHz dan 10 MH. , modulasi (QPSK, 16QAM), dan alokasi Physical Resource Block (PRB) . Implementasi Menginstal sistem operasi Linux pada server yang akan menjalankan srsRAN. Mengonfigurasi srsRAN untuk eNodeB dan EPC, serta menghubungkan perangkat USRP melalui kabel Gigabit Ethernet dan GPSDO . ika tersedi. untuk sinkronisasi waktu . Mengaktifkan layanan DHCP. IP forwarding, dan firewall untuk memastikan konektivitas antar komponen . Pengujian dan Pengumpulan Data Melakukan pengujian dengan skenario berbeda, seperti pengujian konektivitas, jarak antara UE dan eNodeB, dan kondisi interferensi. Mengukur parameter kualitas sinyal (RSRP. RSRQ. SINR) menggunakan aplikasi GNetTrack Lite dan Wireshark. Melakukan pengujian throughput menggunakan FTP dan OpenSpeedTest, serta mencatat latency dan packet loss selama transmisi data. Mengulangi pengujian pada variasi jumlah PRB . , 25, dan . untuk menganalisis pengaruhnya terhadap throughput . JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Dianthy Marya: Evaluasi unjuk kerja platform srsRAN A Vol. 5 No. 3 September 2025 Analisis dan Evaluasi Menganalisis data hasil pengujian. Mengevaluasi kinerja jaringan berdasarkan standar 3GPP untuk parameter LTE. Memberikan rekomendasi untuk optimasi jaringan srsRAN dalam penerapan di dunia nyata, terutama untuk daerah terpencil atau jaringan privat . 3 Perancangan Sistem Perancangan sistem yang diimplementasikan terkait dengan penelitian ini terdiri dari rancangan topologi dan alur pengimplementasian jaringan LTE pada srsRAN. Gambar 1 merupakan gambar rancangan alur pengimplementasian dari jaringan LTE pada srsRAN. Gambar 1. Rancangan alur pengimplementasian dari jaringan LTE pada srsRAN Gambar 2 merupakan ilustrasi rancangan topologi yang dibangun pada jaringan LTE dengan software srsRAN. Pada rancangan topologi jaringan LTE berbasis srsRAN ini digunakan dua laptop sebagai host utama yang masing-masing berfungsi menjalankan EPC sekaligus eNodeB . NB). Setiap host terhubung dengan perangkat USRP B210 melalui kabel USB 3. 0 yang berfungsi sebagai antarmuka Pada host 1 (Laptop . dijalankan perangkat lunak srsEPC dan srsENB, serta dilengkapi dengan layanan OpenSpeedTest server dan FTP server untuk kebutuhan pengujian jaringan. Host ini dihubungkan ke USRP B210 . , yang kemudian memancarkan sinyal LTE berdasarkan konfigurasi EPC dan eNB yang telah dijalankan. Host 1 juga terhubung ke router melalui kabel LAN dengan alamat IP pada jaringan 192. Host 2 (Laptop . memiliki fungsi yang sama dengan host 1, yaitu menjalankan srsEPC dan srsENB serta menyediakan OpenSpeedTest server dan FTP server sebagai service server lokal. Host 2 terhubung ke USRP B210 . melalui kabel USB 3. 0, di mana perangkat ini juga memancarkan sinyal LTE sesuai dengan konfigurasi EPC dan eNB yang aktif. Sama halnya dengan host 1, host 2 juga terhubung ke router menggunakan kabel LAN pada jaringan 192. JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Dianthy Marya: Evaluasi unjuk kerja platform srsRAN A Vol. 5 No. 3 September 2025 Gambar 2. Rancangan topologi Pada implementasi ini, jaringan LTE dikonfigurasi menggunakan band frekuensi 1800 MHz (Band . dan 2100 MHz (Band . sesuai alokasi frekuensi seluler di Indonesia. Mode akses yang digunakan adalah Frequency Division Duplex (FDD), di mana uplink dan downlink dipisahkan pada pita frekuensi yang berbeda. Dalam implementasi ini, bandwidth jaringan dikonfigurasi melalui jumlah PRB yang ditentukan dalam Tabel 1. Setiap PRB terdiri dari 12 subcarrier . dalam domain frekuensi dan 0,5 ms dalam domain waktu. Penelitian ini menguji beberapa variasi bandwidth berdasarkan jumlah PRB, sesuai standar LTE. Tabel 1. Nilai PRB Jumlah PRB Bandwidth (MH. Pengujian throughput dilakukan dengan mengubah nilai PRB untuk menganalisis pengaruh bandwidth terhadap performa jaringan. Hasil menunjukkan bahwa semakin besar bandwidth . emakin banyak PRB), menyebabkan semakin tinggi throughput yang diperoleh oleh pengguna. Peran router dalam topologi ini adalah sebagai penghubung antara host 1 dan host 2 dalam jaringan lokal dengan 0/24. Router juga bertugas mendistribusikan alamat IP melalui DHCP serta melakukan fungsi routing untuk mengenalkan jaringan yang tidak dikenal oleh EPC, sehingga komunikasi antarUE pada kedua host dapat berlangsung. Dengan demikian, implementasi ini memungkinkan setiap UE yang terhubung ke jaringan LTE berbasis srsRAN untuk saling berkomunikasi secara end-to-end. HASIL DAN PEMBAHASAN Platform srsRAN berhasil diimplementasikan menggunakan perangkat SDR USRP B210 pada skala kecil dengan konektivitas yang stabil. Dua user (User 1 dan User . berhasil terkoneksi ke jaringan LTE yang dibangun oleh srsRAN. Parameter konektivitas pada user 1 diperoleh RSRP = -83 dBm, dan RSRQ = -9 dB, sedangkan pada user 2 diperoleh SNR = 13 dB dan RSRP = -82 dBm. RSRQ = -6 dB. RSRP menggambarkan kekuatan sinyal referensi LTE yang diterima oleh user. Nilai RSRP > -90 dBm dikategorikan baik . GPP TR 36. , sehingga kedua user berada dalam rentang kualitas sinyal yang Hal ini menunjukkan bahwa USRP B210 mampu memancarkan sinyal dengan cukup kuat untuk mencapai user pada jarak dekat. RSRQ merupakan indikator kualitas sinyal yang mempertimbangkan interferensi dan beban jaringan, dimana RSRQ > -10 dB dianggap baik. User 2 memiliki RSRQ lebih baik (-6 dB), menunjukkan efisiensi spektral dan interferensi yang lebih rendah dibandingkan User 1. JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Dianthy Marya: Evaluasi unjuk kerja platform srsRAN A Vol. 5 No. 3 September 2025 SNR mencerminkan rasio sinyal terhadap noise. SNR 13 dB termasuk cukup baik untuk decoding data LTE, mendukung modulasi seperti 16-QAM atau 64-QAM tergantung kondisi kanal. Gambar 3 dan 4 menunjukkan kedua user dapat saling berkomunikasi melalui perintah ping. Hal ini menunjukkan konektivitas yang stabil. Gambar 3. Ping user 1 ke user 2 Gambar 4. Ping user 2 ke user 1 Pengujian kualitas sinyal SNR. RSRP, dan RSRQ dilakukan untuk mengukur kualitas sinyal yang diterima oleh perangkat SDR berdasarkan parameter utama pada jaringan LTE, yaitu Received Signal Strength Indicator (RSSI). RSRP, dan RSRQ. Pengujian dilakukan dengan prosedur pengambilan data di 4 titik dengan jarak antar titik sepanjang 5 meter yang ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 2. Pengujian kualitas sinyal dengan titik pengujian yang berbeda User Titik 1 Sinyal : Ada RSSI : -55dbm RSRP : -83 dbm RSRQ : -9 db Sinyal : Ada SNR : 13 db RSSP : -82 dbm RSRQ : -6 db Titik 2 Sinyal : Ada, kualitas sinyal menurun. RSSI : -59 dbm RSRP : -99 RSRQ : -18 db Sinyal : Ada, kualitas sinyal menurun. SNR : -5 db RSSP : -93 dbm RSRQ : -16 db Titik 3 Sinyal : No Sinyal RSSI : RSRP : RSRQ : - Titik 4 Sinyal : No Sinyal RSSI : RSRP : RSRQ : - Sinyal : Ada, kualitas sinyal sangat buruk. SNR : -20 db RSSP : -101 dbm RSRQ : -20 db Sinyal : No Sinyal SNR : RSSP : RSRQ : Kualitas sinyal yang baik pada titik dekat (Titik . disebabkan oleh jarak yang pendek antara user dan USRP B210, sehingga atenuasi sinyal minimal. Ini mengakibatkan RSRP tinggi dan RSRQ stabil. Pada Titik 2 . meter lebih jau. , terjadi penurunan kualitas sinyal: RSRP turun ke -99 dBm (User . dan -93 dBm (User . RSRQ turun ke -18 dB dan -16 dB. Ini disebabkan oleh peningkatan atenuasi ruang bebas . ree-space path los. dan kemungkinan multipath fading ringan. Di Titik 3 dan 4, sinyal tidak terdeteksi karena daya pancar USRP B210 yang terbatas . aksimal sekitar 10 dB. Daya pancar rendah membatasi jangkauan efektif, terutama tanpa penguat . eksternal atau antena yang memiliki gain tinggi. Akibatnya, sinyal hilang di luar jarak kritis . Ae15 meter tergantung lingkunga. Kualitas sinyal sangat dipengaruhi oleh daya pancar, jarak, dan kondisi propagasi. Semakin jauh jarak dari eNodeB (USRP B. , maka daya terima menurun. SNR berkurang, hingga akhirnya perangkat kehilangan konektivitas karena level sinyal di bawah sensitivitas minimum LTE. Pengujian throughput bertujuan untuk mengetahui kecepatan jaringan LTE yang dihasilkan oleh software srsRAN. Data pada Tabel 3 dan Tabel 4 menunjukkan kecepatan dari performa jaringan LTE menggunakan software srsRAN. JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Dianthy Marya: Evaluasi unjuk kerja platform srsRAN A Vol. 5 No. 3 September 2025 Tabel 3. Pengambilan data throughput menggunakan File Transfer Protocol (FTP) Protocol FTP FTP Local FTP Cloud UE1 SDR1 Download Upload 2,7 MB 0,684 MB 0,139 MB 0,532 MB UE2 SDR2 Download Upload 1,3 MB 0,590 MB 0,138 MB 0,535 MB Tabel 4. Pengambilan data throughput menggunakan Hypertext Transfer Protocol (HTTP) HTTP Speedtest Local Speedtest Cloud UE1 SDR1 Download Upload 17,2 Mbps 3,6 Mbps 17,3 Mbps 5 Mbps UE2 SDR2 Download Upload 6,1 Mbps 1,6 Mbps 9,7 Mbps 6,1 Mbps Tabel 3 menunjukkan FTP lokal lebih cepat daripada FTP Cloud karena jalur yang lebih pendek dan tidak melibatkan jaringan eksternal. Sedangkan Tabel 4 Speedtest Cloud memberikan throughput lebih tinggi daripada Speedtest Lokal karena bandwidth yang lebih besar dari cloud server. Jalur atau path yang dilalui memiliki pengaruh signifikan terhadap kecepatan yang dihasilkan. Perbedaan throughput ditentukan oleh panjang jalur transmisi, kapasitas server, serta jumlah router hop yang Protokol dan lokasi server sangat memengaruhi hasil throughput. FTP cocok untuk jaringan lokal karena efisien, sedangkan pengujian HTTP lebih mencerminkan kapasitas akses internet. Pengujian hasil pengaruh perubahan nilai parameter PRB terhadap SNR. RSRP dan RSRQ ditunjukkan pada Tabel 5. Tabel 5. Nilai PRB PRB SNR . B) RSRP . -75,67 -76,67 -68,33 RSRQ . B) -6,33 -5,33 -3,67 Analisis pengaruh parameter PRB terhadap SNR. RSRP, dan RSRQ: ue PRB 75: Ketika jumlah PRB tinggi, sinyal yang diterima memiliki SNR yang baik dan RSRP yang cukup kuat, meskipun kualitas RSRQ sedikit menurun, hal ini disebabkan karena lebih banyak perangkat yang menggunakan jaringan secara bersamaan. ue PRB 50: Ada sedikit penurunan kualitas sinyal (SNR dan RSRP) saat PRB berkurang, tetapi kualitas sinyal RSRQ membaik, fenomena ini menunjukkan jaringan yang lebih optimal untuk penggunaan dengan lebih sedikit perangkat. ue PRB 25: Ketika nilai parameter PRB lebih sedikit, kualitas sinyal (SNR dan RSRP) meningkat secara signifikan, bersama dengan RSRQ yang lebih baik, menunjukkan bahwa dalam kondisi tertentu . eperti interferensi yang lebih rendah atau penggunaan yang lebih efisie. , sinyal dapat lebih kuat dan kualitas lebih baik dengan sumber daya PRB yang terbatas. Pada PRB 75, alokasi resource block lebih banyak sehingga throughput dan SNR cukup baik. Namun, nilai RSRQ relatif buruk (-6,33 dB). Hal ini terjadi karena kepadatan resource yang tinggi meningkatkan interferensi antar-subcarrier. Pada PRB 50. SNR sedikit menurun, tetapi RSRQ membaik, menandakan bahwa alokasi resource yang lebih seimbang dapat mengurangi interferensi. Pada PRB 25, nilai SNR meningkat signifikan . dB) dengan RSRP -68,33 dBm, yang justru lebih Hal ini bisa dijelaskan oleh kondisi spektrum yang lebih AubersihAy akibat sedikitnya subcarrier aktif, sehingga interferensi antar-subcarrier lebih kecil, meskipun kapasitas total jaringan menurun. Semakin besar PRB, semakin besar bandwidth jaringan tetapi kualitas sinyal (RSRQ) bisa menurun karena interferensi intra-cell meningkat. Sebaliknya. PRB kecil menurunkan kapasitas, namun dalam kondisi spektrum bersih dapat menghasilkan sinyal dengan kualitas lebih stabil. JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Dianthy Marya: Evaluasi unjuk kerja platform srsRAN A Vol. 5 No. 3 September 2025 Tabel 6. Hasil pengujian pengaruh PRB terhadap throughput dengan bandwidth User PRB Kecepatan Unduh (Mbp. Kecepatan Unggah (Mbp. Latensi . 0,956 6,08 Tabel 6 menunjukkan hasil pengujian pengaruh PRB terhadap throughput yang dilakukan dengan bandwidth berbeda-beda untuk LTE, lebih khusus lebar 5 MHz, 10 MHz dan 15 MHz untuk dua skenario yang disajikan. Tabel 6 diketahui bahwa throughput meningkat seiring bertambahnya PRB . Ie 50 Ie . Contoh: pada PRB 75, kecepatan unduh user mencapai 56,6 Mbps, sedangkan PRB 25 hanya 16,3 Mbps. Ini membuktikan bahwa lebih banyak PRB berarti lebih banyak resource tersedia untuk transmisi data. Namun, latensi justru mengalami fluktuasi, bahkan meningkat pada PRB 75. Hal ini terjadi karena jumlah resource yang tinggi meningkatkan kompleksitas penjadwalan . cheduling dela. dan dapat menambah beban pengolahan pada SDR. Alokasi PRB besar meningkatkan throughput, tetapi latensi tidak selalu rendah karena ada faktor interferensi, mekanisme Hybrid Automatic Repeat Request (HARQ), serta processing delay pada USRP B210. Tabel 7. Hasil pengujian QoS pengaruh PRB terhadap throughput dengan bandwidth UE1 SDR1 UE2 SDR2 Throughput (KB) 21,288 Packet Loss (%) 0,96 Delay . Total Rata-rata 42709,1088 86,8071 Jitter . Total Rata-rata 60,3611 0,1226 0,97 44795,2605 36,5726 0,7564 0,0006 Pengujian kualitas sinyal melalui Quality of Service (QoS) dilakukan menggunakan Wireshark untuk memantau lalu lintas jaringan. Kedua user berhasil mengirimkan file FTP dengan kualitas yang dapat diterima berdasarkan nilai-nilai yang disajikan dalam Tabel 7. Pengujian QoS, dilakukan untuk mengukur kualitas layanan dari dua user yang melakukan transfer data FTP. User 1 melakukan transfer data berukuran kecil dengan hasil throughput sebesar 21,288 KB, packet loss 0,96%, delay rata-rata 86,80 ms, dan jitter 0,1226 ms. User 2, yang melakukan transfer data berukuran lebih besar, menghasilkan throughput sebesar 13 MB, packet loss 0,97%, delay rata-rata 0,756 ms, dan jitter 0,0006 Nilai delay relatif tinggi pada user 1 karena ukuran file yang kecil sering kali mengalami overhead relatif lebih tinggi sehingga transmisi lebih sering terhenti. User 2 memiliki throughput lebih besar, packet loss hampir sama, tetapi delay jauh lebih kecil. Hal ini karena ukuran file besar membuat jalur data lebih stabil, mengurangi fragmentasi, dan memperbaiki efisiensi pengiriman paket. Ukuran data berpengaruh terhadap delay rata-rata. Transfer file kecil lebih sensitif terhadap overhead, sedangkan transfer file besar lebih efisien. Namun, packet loss tetap ada . %) karena keterbatasan daya pancar dan interferensi lingkungan. Hasil ini menunjukkan bahwa kualitas performa dari srsRAN dan kehandalan USRP B210 mampu mentransfer paket FTP dengan baik. KESIMPULAN Platform srsRAN berbasis SDR USRP B210 terbukti mampu memberikan performa yang memadai untuk implementasi jaringan LTE skala kecil dengan konfigurasi yang disesuaikan. Implementasi jaringan LTE berhasil membangun konektivitas yang stabil antara dua user, dengan parameter konektivitas (RSRP. RSRQ, dan SNR) yang masih berada dalam rentang standar 3GPP, sehingga komunikasi dasar seperti ping dan transfer data dapat berjalan dengan baik. Kualitas sinyal terbaik diperoleh pada jarak dekat . dengan nilai RSRP OO -83 dBm dan RSRQ OO -9 dB, yang memenuhi standar kualitas sinyal LTE. Namun, pada titik yang lebih jauh kualitas sinyal JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Vol. 5 No. 3 September 2025 Dianthy Marya: Evaluasi unjuk kerja platform srsRAN A menurun signifikan, dan pada titik 3 dan 4 sinyal tidak terdeteksi akibat keterbatasan daya pancar USRP B210 yang relatif rendah . Dari sisi throughput. FTP lokal memberikan kecepatan lebih tinggi dibandingkan FTP cloud karena jalur komunikasi lebih pendek dan tidak melalui jaringan eksternal. Sebaliknya, speedtest cloud menunjukkan throughput yang lebih tinggi dibandingkan speedtest lokal, karena kapasitas cloud server lebih besar meskipun terdapat latensi tambahan. Pengujian PRB menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai PRB, semakin besar bandwidth dan throughput yang dapat Namun, peningkatan PRB juga dapat menimbulkan fluktuasi nilai RSRQ dan latensi akibat interferensi serta kompleksitas scheduling. Dari sisi QoS, jaringan srsRAN dengan USRP B210 mampu memberikan layanan dengan packet loss rendah (<1%), delay dan jitter yang masih dapat diterima untuk komunikasi data dasar. Dengan demikian, platform ini menawarkan solusi fleksibel, hemat biaya, dan open-source untuk pengembangan jaringan LTE pada skala laboratorium maupun riset. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kepala P3M Politeknik Negeri Malang atas bantuan pendanaan dan pengurusan semua keadministrasian selama pelaksanaan penelitian. Kegiatan penelitian ini didanai oleh Politeknik Negeri Malang dengan Nomor kontrak SP DIPA-023. 677606/2024. REFERENSI