Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : Oktober Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim STRATEGI PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI PONDOK PESANTREN ITTIHADUL UMMAH PONOROGO Fithri Hidayati1 1 Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan Email: Email: fithriwok135@gmail. Received: 31-09-2025 DOI: Accepted: 15-10-2025 Published: 31-10-2025 Abstrak: Sebagai lembaga pendidikan bersejarah dan fundamental di Indonesia. Pondok Pesantren (Ponpe. berfungsi krusial dalam membentuk nilai-nilai dan spiritual generasi muda. Menanggapi dinamika global dan isu ekstrimisme, prioritas pondok pesantren saat ini adalah memperkokoh moderasi beragama, memastikan setiap santri mewarisi ajaran Islam yang toleran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi, implementasi, dan efektivitas model yang mereka gunakan untuk memperkuat moderasi beragama, disamping itu juga mengidentifikasi elemen-elemen yang mendukung atau menghambat proses tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode study kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif Miles and Huberman melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian Strategi pondok pesantren dalam memperkuat moderasi beragama pada santri adalah holistik dan efektif karena mengintegrasikan kurikulum, budaya, dan keteladanan, serta menjadikan pesantren sebagai benteng ideologis terhadap ekstremisme, pesantren harus meningkatkan literasi digital santri dan kompetensi pengajar, memastikan bahwa nilai-nilai moderasi diajarkan dan dipraktikkan secara koheren dalam ekosistem pendidikan. Kata Kunci: Strategi. Moderasi beragama. Pondok Pesantren PENDAHULUAN Moderasi beragama merujuk pada sikap dan praktik beragama yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan keseimbangan dalam memahami, menyikapi dan menjalankan ajaran agama (Kementerian Agama RI, 2. sehingga individu dapat terhindar dari sikap berlebihan, fanatic atau ekstrimisme dalam implementasinya. Moderasi beragama adalah konsep mendorong pemahaman, wawasan dan perilaku keagamaan yang mengambil jalan tengah. Konsep ini bertujuan untuk memastikan bahwa implementasi ajaran agama tetap proporsional dan tidak jatuh pada kecenderungan radikal maupun liberal yang melampaui batas. Moderasi beragama kini dihadapkan pada krisis nilai yang diwakili oleh gelombang ekstrimisme, sikap intoleran, radikalisme, dan pandangan eksklusif. Krisis ini merupakan bahaya nyata yang menyerang integritas keagamaan dan Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : Oktober Fithri Hidayati. Strategi Penguatan Moderasi Beragama Di Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo martabat kemanusiaan. Berbagai tantangan ini memiliki implikasi serius, baik terhadap ortodoksi agama maupun solidaritas kemanusiaan (Asfira, 2. Sebagai platform strategis, lembaga pendidikan formal dan non-formal seperti pesantren memiliki peran vital dalam mengarusutamakan moderasi beragama sebagai jawaban fundamental terhadap melonjaknya paham keagamaan yang eksklusif dan konservatif di tanah air (Mufiqur, 2. Meskipun topic moderasi beragama di pesantren sering diteliti di tingkat local, banyak studi yang gagal memberikan gambaran operasional mengenai metode atau taktik yang digunakan pesantren untuk menanamkan nilai-nilai tersebut (Wildani, 2. Menguatnya corak keagamaan yang konservatif di Indonesia menuntut pesantren untuk mengembangkan strategi moderasi beragama yang lebih progresif dan teruji agar mampu menangkal an menyeimbangkan arus eksklusivitas tersebut ( Husnul, 2. Beberapa penelitian telah memaparkan pentingnya moderasi beragama diantaranya. penelitian (Muhammad Fikri. AuModerasi Pendidikan Pesantren Berbasis Perjumpaan Dalam Bayang-Bayang Radikalisme Di Lombok Nusa Tenggara Barat,Ay KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam 11, no. : 22Ae37, (Titis Thoriquttyas and Farida Hanun. AuAmplifying the Religious Moderation from Pesantren: A Sketch of PesantrenAos Experience in Kediri. East Java,Ay Analisa: Journal of Social Science and Religion 5, 02 . : 221Ae234, selain penelitian urgensi moderasi beragama terdapat juga beberapa penelitian yang menelaah tentang nilai-nilai moderasi beragama dalam pesantren seperti penelitian (Muhammad Alqadri Burga and Muljono Damopolii. AuReinforcing Religious Moderation through Local Culture-Based Pesantren,Ay Jurnal Pendidikan Islam 8, no. : 145Ae162, (Dakir Dakir and Harles Anwar. AuNilai-Nilai Pendidikan Pesantren Sebagai Core Value. Dalam Menjaga Moderasi Islam Di Indonesia,Ay Jurnal Islam Nusantara 3, no. 495Ae517, beberapa penelitian lain yang focus memaparkan peran pesantren dalam menyajikan ide moderasi beragama seperti penelitian (Muh Hafidz. AuThe Role of Pesantren in Guarding the Islamic Moderation,Ay INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan 15, no. : 117Ae140, (Andy Hadiyanto et al. AuModeration Patterns of Pesantren in Indonesia: A Study on the Perceptions and Responses of Kyai. Teachers and Santri,Ay Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies 6, no. : 81Ae100. Karena riset local masih minim dalam membedah taktik operasional yang digunakan pesantren untuk menanamkan moderasi beragama, penelitian ini berupaya melengkapi literatus dengan menginvestigasi secara mendalam strategi yang diadopsi pesantren sebagai institusi kunci dalam penguatan moderasi. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah adanya kesenjangan informasi terkait strategi operasional pesantren dalam menanamkan moderasi beragama, ditambah dengan urgensi nasional untuk mengidentifikasi dan memperkuat kontribusi substansial pesantren sebagai aktor kunci dalam menjaga stabilitas dan kerukunan beragama di Indonesia (Hisny, 2. Untuk memberikan kontribusi nyata dalam memajukan moderasi beragama, penelitian ini harus secara komprehensif membedah taktik Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 01 No. : 0-00 ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Fithri Hidayati. Strategi Penguatan Moderasi Beragama Di Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo implementasi pesantren, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengeksplorasi keunggulan dan peluang yang dimiliki lembaga tersebut (Ali, dkk, 2. Urgensi kajian ini didasarkan pada perlunya pemahaman komprehensif mengenai strategi implementasi moderasi beragama oleh pesantren. Pemahaman ini vital karena pesantren berperan ganda sebagai pusat pembinaan keilmuan dan penyebaran ajaran agama, dan dengan memetakan strateginya, kita dapat membangun fondasi yang kokoh untuk penguatan moderasi beragama di Indonesia. Aspek kebaruan dari studi ini terletak pada pendekatan yang terperinci dalam memetakan strategi operasional yang digunakan pesantren untuk mengimplementasikan moderasi beragama. Selain itu, penelitian ini menyajikan argumen kuat bahwa akar historis pesantren di masyarakat menjadikannya agen kunci untuk mendorong perubahan sosial positif melalui penanaman nilai toleransi, inklusivitas, dan anti-kekerasan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, yang berfokus pada pengamatan aktivitas/kejadian secara mendalam (Sugiyono, 2. , untuk menghasilkan data dan analisis informasi yang lebih komprehensif (Ardianto, 2. Pendekatan kualitatif untuk penelitian berkaitan dengan penilaian subyektif dari sikap, pendapat dan penelitian kualitatif melibatkan upaya-upaya penting, seperti mengajukan pertanyaan, prosedur-prosedur, mengumpulkan data yang spesifik dari partisipan, menganalisis data secara induktif mulai dari tema-tema khusus ke umum dan menafsirkan makna data (Adhi, 2. Jenis penelitian studi kasus ini digunakan karena penelitian ini bertujuan mengkaji mendalam mengenai strategi yang digunakan dalam menanamkan moderasi beragama pada santri di Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo. Subyek penelitiannya adalah semua unsur yang terlibat dalam penanaman moderasi beragama pada santri di Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo seperti: ustadzh dan ustadhzah, pengurus pondok, santri, dan Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari: teknik Dokumentasi Wawancara (Astuti. Maulana, & Ali, 2. Observasi (S. Sari & Astuti, 2. Dalam konteks penelitian ini, peneliti juga terlibat secara langsung untuk mengamati interaksi yang terjadi antar subjek penelitian di lapangan (Adlini. Dinda. Yulinda. Chotimah, & Merliyana, 2. , untuk mendapatkan data dukung yang akurat dan relevan. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles and Huberman, yaitu melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan (Christover, 2. Untuk menguji tingkat kredibilitas data peneliti dengan metode triangulasi sumber (Haryoko. Bahartiar, & Arwadi, 2. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vo3. 02 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Fithri Hidayati. Strategi Penguatan Moderasi Beragama Di Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Pondok Pesantren dalam Menguatkan Moderasi Beragama Santri Strategi utama pesantren adalah mengintegrasikan nilai-nilai moderasi ke dalam kurikulum formal dan non-formal. Kurikulum juga diarahkan untuk mengkritisi dan mencegah pemahaman keagamaan yang ekstrem, radikal, dan intoleran melalui diskusi terbuka dan pemaparan pandangan ulama moderat. Pesantren mengajarkan santri untuk memahami teks-teks keagamaan secara utuh, tidak parsial, dengan mempertimbangkan konteks sosial, historis, dan keindonesiaan. Hal ini dilakukan melalui kajian kitab-kitab klasik . itab kunin. yang kaya akan pandangan tawassuth . , tawazun . , dan tasamuh . Selain itu Moderasi beragama diinternalisasikan secara berkelanjutan melalui praktik keseharian dan budaya pesantren. Santri yang berasal dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan ekonomi dilatih untuk hidup toleran . dan menghormati perbedaan. Pembiasaan sikap saling menghormati dan koperatif antarwarga pesantren sangat ditekankan. Pesantren secara historis ramah terhadap budaya dan kearifan lokal, menjadikannya jembatan untuk memperkuat persatuan dalam Contohnya adalah akulturasi dalam arsitektur, tradisi, dan mengajarkan budaya lokal melalui kegiatan ekstrakurikuler. Strategi juga diperluas dengan melibatkan pihak luar dan memanfaatkan media modern. Pesantren aktif dalam kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat lintas agama, seperti bakti sosial, bantuan bencana, atau kerja sama kemanusiaan. Hal ini memperkuat pemahaman nilai-nilai universal seperti perdamaian dan persaudaraan. Pemanfaatan media teknologi dan media sosial dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan moderasi beragama kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus menangkal penyebaran ideologi ekstrem. Secara umum, strategi pesantren dalam menguatkan moderasi beragama santri berhasil karena didukung oleh ekosistem pendidikan yang menyeluruh. Lingkungan yang inklusif, kurikulum yang seimbang antara agama dan wawasan kebangsaan, serta keteladanan dari kyai sebagai top figure, menjadikan pesantren sebagai rumah moderasi beragama yang efektif dalam membentuk santri berkepribadian rahmatan lil alamin . ahmat bagi seluruh ala. Implementasi Strategi Penguatan Moderasi beragama Pada Santri Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi penguatan moderasi beragama pada santri pondok pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo dilakukan melalui tiga pilar agama. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 01 No. : 0-00 ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Fithri Hidayati. Strategi Penguatan Moderasi Beragama Di Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo Implementasi pada Kurikulum. Kitab-kitab yang diajarkan tidak hanya fokus pada hukum formal, tetapi juga pada aspek toleransi . , keseimbangan . , dan kontekstualisasi . dalam menyikapi perbedaan mazhab . Pembelajaran tentang Wawasan Kebangsaan. Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika dimasukkan sebagai bagian integral, menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan sejalan dengan ajaran Islam . ubbul wathan minal ima. Implementasi Kultural. Hal ini dimulai dari pembiasaan sikap toleran seperti Santri dari berbagai daerah dan latar belakang diposisikan dalam kamar dan kelompok belajar yang heterogen. Hal ini secara alami melatih respek dan koperatif antar individu yang beragam. selain itu. Pesantren secara rutin mengadakan kegiatan bakti sosial, pengajian umum, atau peringatan hari besar yang melibatkan masyarakat sekitar, termasuk lintas agama. Ini menanamkan kesalehan sosial dan menepis pandangan Implementasi Keteladanan. Pengasuh Pondok Pesantren seringkali secara eksplisit menyampaikan pesan-pesan moderasi beragama dalam pidato atau pengajian. Keterlibatan Kyai dalam forum kebangsaan dan lintas iman menjadi contoh nyata bagi santri tentang bagaimana bersikap inklusif tanpa kehilangan identitas keagamaan. Selain itu regulasi pesantren dalam membuat tata tertib dan peraturan pesantren berdasarkan nilai keadilan . 'tida. dan menghindari praktik diskriminatif, sehingga tercipta lingkungan yang damai dan teratur. Faktor Penghambat dan Pendukung Strategi penguatan moderasi beragama di Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo menghadapi sejumlah hambatan yang memerlukan perhatian serius agar implementasinya dapat maksimal dan berkelanjutan. Tantangan ideologis dan digital. Ini merupakan hambatan paling signifikan, yang berasal dari lingkungan luar pesantren dan memengaruhi pemikiran santri secara langsung. Meskipun pesantren berusaha mengontrol penggunaan gawai, santri yang memiliki akses terbatas atau kembali ke rumah saat liburan rentan terpapar konten-konten keagamaan yang radikal, tekstualis, dan intoleran di media sosial. Keterbatasan Sumber daya dan kelembagaan. Hambatan ini berkaitan dengan dukungan sarana, prasarana, dan tenaga pengajar di lingkungan Pelaksanaan program penguatan moderasi beragama yang kontekstual dan melibatkan komunitas . eperti dialog lintas iman atau bakti sosial berskala besa. seringkali terkendala oleh keterbatasan Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vo3. 02 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Fithri Hidayati. Strategi Penguatan Moderasi Beragama Di Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo Hal ini membatasi frekuensi dan jangkauan kegiatan, sehingga internalisasi nilai-nilai moderasi kurang optimal dan tidak merata. Konsistensi dan kompetensi pengajar juga bisa menjadi penghambat berjalannya program. Tidak semua tenaga pengajar (Ustadz/Ustadza. memiliki pemahaman dan mastery yang seragam mengenai konsep moderasi beragama, terutama dalam mengontekstualisasikannya dengan isu-isu Jika ada inkonsistensi atau bias dalam penyampaian materi, hal itu dapat membingungkan santri dan mengurangi efektivitas strategi yang telah ditetapkan oleh pimpinan pesantren. Selain factor penghambat di atas, strategi penguatan moderasi beragama di Pondok Pesantren dapat berjalan efektif karena didukung oleh kohesi sinergis antara landasan teologis yang kuat dan praktik sosial yang Landasan Ideologis dan Kurikulum yang Kokoh memberikan basis filosofis dan intelektual yang kuat bagi moderasi beragama. Melalui pegangan teguh pada Aswaja dan kajian mendalam kitab kuning yang disertai nalar kritis. Pesantren berhasil membentengi santri dari pemahaman agama yang dangkal dan ekstrem. Lingkungan Kultural dan Keteladanan berfungsi sebagai mesin internalisasi nilai sehari-hari. Keteladanan Kyai yang inklusif, ditambah dengan kehidupan asrama yang heterogen, secara praktis melatih santri untuk menerapkan tasamuh . dan i'tidal . , menjadikan moderasi sebagai habitus . dan bukan sekadar teori. Jaringan dan Dukungan Komunitas berperan sebagai sarana kontekstualisasi dan eksternalisasi nilai. Keterlibatan aktif pesantren dalam dakwah digital dan kegiatan sosial dengan masyarakat luas memastikan bahwa nilai-nilai moderasi yang diajarkan di dalam pesantren bersifat relevan, inklusif, dan diterima oleh lingkungan sosial, sekaligus memperkuat citra Islam SIMPULAN Secara umum, strategi pondok pesantren dalam menguatkan moderasi beragam. pada santri bersifat holistik, terintegrasi, dan berkelanjutan, membentuk ekosistem pendidikan yang seimbang antara kesalehan ritual dan sosial. Strategi penguatan moderasi beragama di pondok pesantren sangat efektif karena menggunakan pendekatan menyeluruh . urikulum, kultural, keteladana. Namun, agar efektivitasnya terus terjaga, pesantren perlu memperkuat literasi digital santri dan meningkatkan standarisasi serta Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 01 No. : 0-00 ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Fithri Hidayati. Strategi Penguatan Moderasi Beragama Di Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo kompetensi seluruh pengajar dalam menghadapi tantangan arus informasi global. Keberhasilan implementasi terletak pada koherensi di mana santri tidak hanya diajarkan moderasi, tetapi juga dihidupkan dalam lingkungan yang mempraktikkan nilai-nilai Pesantren berfungsi sebagai benteng ideologis terhadap pemahaman agama yang ekstrem atau radikal. Efektivitas strategi ini diperkuat oleh faktor pendukung internal yang kuat, namun juga harus menghadapi tantangan, terutama dari lingkungan eksternal. DAFTAR RUJUKAN Adlini. Dinda. Yulinda. Chotimah. , & Merliyana. Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6. , 974Ae https://doi. org/10. 33487/edumaspul. Ali. Ibnu & Ali Tohir . Analisis Fungsionalisme Struktural Untuk Melihat Optimalitas Pelaksanaan Gerbang Salam Di Pamekasan. Nuansa. Volume 15 No Ardianto. Memahami Metode Penelitian Kualitatif Astuti. Maulana. , & Ali. Self-Paced Learning: Islamic Religious Education Learning Method in Elementary School during COVID19 Pandemic. MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 14 . , 1Ae https://doi. org/10. 18326/mdr. Burga. Muhammad Alqadri and Muljono Damopolii. AuReinforcing Religious Moderation through Local Culture-Based Pesantren,Ay Jurnal Pendidikan Islam 8, 2: 145Ae162 Christover. Peran Pemuda Lintas Agama dalam Meningkatkan Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Kalimantan Timur. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4. , 107Ae115. https://doi. org/10. 31004/edukatif. Dakir and Harles Anwar. AuNilai-Nilai Pendidikan Pesantren Sebagai Core Value. Dalam Menjaga Moderasi Islam Di Indonesia,Ay Jurnal Islam Nusantara 3, no. 495Ae517 Fajrussalam. Hisny. AuCore Moderation Values Dalam Tradisi Kitab Kuning Di Pondok Pesantren,Ay Atthulab: Islamic Religion Teaching & Learning Journal 5, 2: 210Ae224 Fikri. Muhammad. AuModerasi Pendidikan Pesantren Berbasis Perjumpaan Dalam Bayang-Bayang Radikalisme Di Lombok Nusa Tenggara Barat,Ay KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam 11, no. 2: 22Ae37 Hadiyanto. Andy et al. , . AuModeration Patterns of Pesantren in Indonesia: A Study on the Perceptions and Responses of Kyai. Teachers and Santri,Ay Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies 6, no. 1: 81Ae10 Hafidz. Muh Hafidz. AuThe Role of Pesantren in Guarding the Islamic Moderation,Ay INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan 15, no. 1: 117Ae Haryoko. Bahartiar, & Arwadi. Analisis Data Penelitian Kualitatif (Konsep,Teknik, & Prosedur Analisi. Makasar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vo3. 02 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Fithri Hidayati. Strategi Penguatan Moderasi Beragama Di Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo Hefni. Wildani dan Muhamad Khusnul Muna. Pengarusutamaan Moderasi Beragama Generasi Milenial melalui Gerakan Siswa Moderat di Kabupaten Lumajang. Jurnal SMaRT Volume 08 Nomor 02 Khotimah. Husnul. AuInternalisasi Moderasi Beragama Dalam Kurikulum Pesantren,Ay Rabbani: Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. 62Ae68 Kusumastuti. Adhi dan Ahmad Mustamil Khoiron. Metode Penelitian Kualitatif Karanggawang Barat: LPSP. Muhtarom. Ali. Sahlul Fuad, and Tsabit Latif. Moderasi Beragama: Konsep. Nilai. Dan Strategi Pengembangannya Di Pesantren. Yayasan Talibuana Nusantara. Rahman. Mufiqur. Islam Madura Islam konsevatif? Dengan pendekatan PAI Multikultural. Malang. Madza Media. Sari. , & Astuti. The values of Islamic education in the Gumbrekan tradition. ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education, 8. , 123Ae137. https://doi. org/10. 18326/attarbiyah. Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta Thoriquttyas. Titis and Farida Hanun. AuAmplifying the Religious Moderation from Pesantren: A Sketch of PesantrenAos Experience in Kediri. East Java,Ay Analisa: Journal of Social Science and Religion 5, no. 02: 221Ae234 Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 01 No. : 0-00 ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim