Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 1 Maret 2021 | pp. 14 Ae 17 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Leaflet Anak Ceria Dengan Pengetahuan Ibu Dalam Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Usia 0-2 Tahun Neny Yuli Susanti*. Irmawati Universitas Ibrahimy. Indonesia Corresponding author: Neny Yuli Susanti . enyyulisusanti@gmail. Received: January 1 2021. Accepted: February 18 2021. Published: March 1 2021 ABSTRAK Pengetahuan tentang deteksi dini tumbuh kembang anak perlu ditingkatkan pada seorang ibu khususnya ibu yang mempunyai anak usia 0-2 tahun karena pada usia 0-2 tahun adalah masa emas pada seorang anak. Gangguan tumbuh kembang bisa diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan ibu dalam deteksi dini tumbuh kembang anak usia 0-2 tahun setelah dikembangkannya leaflet di Desa Sumberejo Banyuputih Situbondo 2018. Desain Penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental dengan tempat penelitian di Desa Sumberejo sebanyak 40 ibu yang memiliki anak usia 0-2 tahun. Metode sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sampel 40 responden. Teknik pengambilan data dengan kuesioner, dilaksanakan pada bulan Mei 2018. Selanjutnya pengolahan dan analisa data menggunakan uji statistik software SPSS yaitu uji AuPaired Sample T-testAydengan tingkat kemaksimalan = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji statistik memperoleh nilai p value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak yang artinya terdapat peningkatan pengetahuan ibu dalam deteksi dini tumbuh kembang anak usia 0-2 tahun setelah pemberian leaflet di Desa Sumberejo Banyuputih Situbondo. Simpulan dari penelitian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan ibu dalam deteksi dini tumbuh kembang anak usia 0-2 tahun setelah pengembangan leaflet di Desa Sumberejo banyuputih Situbondo 2018. Diharapkan dari penelitian ini dapat dijadikan informasi bagi berbagai pihak yang terkait agar dapat meningkatkan upaya-upaya promosi Kata Kunci: Leaflet. Pengetahuan. Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Proses pertumbuhan dan perkembangan yang optimal sangat menentukan kualitas anak, terutama pada masa seribu hari pertama kehidupan. Berdasarkan penelitian menyimpulkan bahwa periode seribu hari pertama kehidupan adalah periode emas yang dimulai sejak saat konsepsi, pertumbuhan janin dalam rahim, hingga 2 tahun kehidupannya yang akan menentukan kualitas kesehatan pada kehidupan selanjutnya. Kualitas kesehatan yang dipengaruhi bukan hanya kesehatan secara lahiriah, namun meliputi kesehatan jiwa dan emosi, bahkan kecerdasan atau intelektualnya. Hal ini berarti nutrisi selama periode emas ini sangat menentukan karena kekurangan gizi pada awal kehidupan anak akan berdampak pada kualitas Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Leaflet Anak Ceria Dengan PengetahuanA. sumberdaya manusia. Anak yang kurang gizi akan lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan pada masa selanjutnya akan tumbuh lebih pendek . yang berpengaruh terhadap perkembangan kognitifnya. Usia 12-18 bulan merupakan bagian dari seribu hari pertama kehidupan, seperti diketahui bahwa usia dibawah dua tahun merupakan periode kritis . ritical perio. yaitu terjadi optimalisasi proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak memerlukan zat gizi agar pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan baik. Indikator pencapaian dari gerakan seribu hari pertama kehidupan yang akan dievaluasi pada akhir tahun 2025 adalah menurunkan jumlah anak usia dibawah lima tahun yang stunting sebesar 9% dan jumlah anak usia dibawah lima tahun yang wasting sebesar 5%. Berdasarkan data riskesdas tahun 2013 pada anak usia dibawah dua tahun prevalensi gizi kurang menunjukkan peningkatan dari 17,9% tahun 2010 menjadi 19,6% pada tahun 2013 dan berdasarkan penelitian sebelumnya di Provinsi Jawa Timur tahun 2011 pada anak usia dibawah lima tahun yang mengalami gizi kurang sebesar 10,10% dan mengalami gangguan perkembangan pada kategori meragukan sebesar 9,78% yaitu paling besar pada aspek motorik kasar sebesar 6,17% kemudian aspek motorik halus, bahasa dan sosial kemandirian sebesar 3,61%. Pada anak usia dibawah lima tahun kemampuan motorik kasar lebih terlihat sebab pada usia tersebut anak lebih banyak bereksplorasi dengan gerakan kasar, usia tersebut merupakan usia kritis karena jika terjadi gangguan perkembangan dapat menyebabkan efek setelah Deteksi dini perkembangan yang lebih optimal dilakukan di rumah sebagai lingkungan yang paling natural untuk anak. Keterampilan keluarga terutama ibu tentang deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan berperan penting, karena dengan keterampilan ibu yang baik maka diharapkan pemantauan anak dapat dilakukan dengan baik pula (Palasari & Purnomo. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan orang tua tentang deteksi dini tumbuh kembang khususnya pada ibu, dapat mengakibatkan gangguan tumbuh kembang yang berupa penyimpangan pertumbuhan, penyimpangan perkembangan serta penyimpangan mental emosional, misalnya sindrom down, perawakan pendek, dalam upaya meningkatkan pengetahuan orang tua khususnya ibu di berikan asuhan pendidikan atau informasi dalam upaya meningkatkan pengetahuan ibu dalam mendeteksi dini tumbuh kembang dengan cara memberikan leaflet anak ceria yang semenarik mungkin,sehingga ibu bisa mendeteksi sedini mungkin. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode pra experimental dengan rancangan one group pretest dan posttest. Responden yang digunakan adalah ibu yang mempunyai anak usia 0-2 tahun di desa sumberejo sejumlah 40 orang dengan tehnik total sampling . Bahan dan alat yang digunakan yaitu koesioner dan leaflet anak ceria. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23 Mei 2018 di Desa Sumberejo dengan penilaian pengetahuan pre menggunakan koesioner sebelum diberikan leaflet anak ceria. HASIL PENELITIAN Table 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Antara Sebelum Dan Sesudah Diberikan leaflet di Desa Sumberejo Banyuputih Situbondo. Tingkat Baik Cukup Kurang Total Sebelum Journal for Quality in Women's Health Setelah P-Value < 0. Leaflet Anak Ceria Dengan PengetahuanA. Berdasarkan tabel 1. 1 Menunjukkan hampir setengahnya ibu sebelum diberikan leaflet 17 ibu . %) pengetahuannya kurang, setelah diberikan leaflet sebagian besar pengetahuan ibu meningkat menjadi 33 . %). Nilai p_value dengan uji bivariat paired sample T-Test hasil uji statistik nilai p value 0,000 < 0,05 maka terdapat perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan leaflet. PEMBAHASAN Aspek perkembangan merupakan salah satu aspek yang perlu dikembangkan, dengan kemampuan daya pikir tersebut manusia akan dapat membedakan mana yang benar atau yang salah, mana yang harus dilakukan atau dihindari, oleh karenanya sangat penting bagi kehidupan seseorang dan perlu dibekali dan dikembangkan dalam deteksi dini tumbuh kembang. Aspek perkembangan meliputi motorik kasar . ross moto. dan motorik halus,bahasa serta sosial. Motorik kasar merupakan keterampilan yang meliputi aktivitas otot yang besar seperti gerakan lengan dan berjalan (Santrock, 2. Motorik halus . ine motor skill. merupakan suatu keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata dan tangan yang memerlukan koordinasi yang cermat (Papilia. Old & Feldman, 2. dan bahasa . adalah kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara, mengkuti perintah dan berbicara (Hidayat, 2. serta prilaku sosial . ersonal socia. adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya (Hidayat. Media leaflet anak ceria merupakan strategi yang tepat karena sasaran hasil dari media leaflet anak ceria terjadi adanya perubahan dan peningkatan pengetahuan, sikap dan prilaku hal ini untuk menyiapkan dan meningkatkan kemampuan orang tua . erutama ib. dalam berperan secara aktif dalam mendeteksi perkembangan anaknya. Di Indonesia jumlah balita pada tahun 2012 sebanyak A 31,8 juta jiwa dari jumlah penduduk 250 juta jiwa atau sebesar 12,72% (BKKBN dalam Departemen Kesehatan RI, 2. Menurut Depkes RI, 2006 bahwa 16% balita Indonesia mengalami gangguan perkembangan, baik perkembangan motorik halus dan kasar, gangguan pendengaran, kecerdasan kurang dan keterlambatan bicara. Beberapa tujuan pemberian leaflet tentang tumbuh kembang anak usia 0-2 tahun yaitu : . Mengetahui pengembangan leaflet anak ceria terhadap pengetahuan ibu dalam deteksi dini tumbuh kembang anak usia 0-2 tahun . Mengetahui pengetahuan ibu dalam deteksi dini tumbuh kembang pada anak usia 0-2 tahun sebelum diberi leaflet . Mengetahui pengetahuan ibu dalam deteksi dini tumbuh kembang pada anak usia 0-2 tahun setelah diberi . Menganalisis pengetahuan ibu dalam deteksi dini tumbuh kembang anak usia 0-2 tahun. Pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang anak dilakukan setiap bulan. Leaflet merupakan selembar kertas yang dilipat-lipat, berisi tulisan cetak dan beberapa gambar tertentu mengenai suatu topik khusus untuk sasaran dan tujuan tertentu. Biasanya selebaran kertas ini berisikan suatu informasi. (Suiraoka dan Supariasa, 2. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan antara lain pendidikan, pengalaman, informasi, lingkungan dan umur. Untuk mengetahui secara kualitas tingkat pengetahuan seseorang, dibagi menjadi 3 tingkat, yaitu tingkat pengetahuan baik, cukup, kurang (Notoatmodjo,2. Tumbuh kembang adalah bertambahnya ukuran fisik dan struktur sebagian atau keseluruhan tubuh yang dapat di ukur dan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dicapai melalui kematangan dan belajar. Para ibu masih beranggapan bahwa bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dicapai melalui tingkat kematangan adalah prinsip-prinsip tumbuh kembang padahal seharusnya merupakan pengertian perkembangan. Hal ini dikarenakan factor paparan media massa atau informasi. Kurangnya minat ibu dalam membaca dapat menyebabkan kurangnya pengetahuan ibu tentang pengertian tumbuh kembang balita. Journal for Quality in Women's Health Leaflet Anak Ceria Dengan PengetahuanA. KESIMPULAN Terdapat peningkatan pengetahuan ibu dalam deteksi dini tumbuh kembang anak usia 02 tahun. Penelitian lebih lanjut sebaiknya menggunakan metode lain yang dapat mengukur pengetahuan ibu dalam deteksi dini tumbuh kembang anak usia 0-2 tahun, hendaknya kegiatan serupa dilakukan juga di wilayah yang lain dan melibatkan beberapa institusi. DAFTAR PUSTAKA