Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Vol. 8 No. Juni 2023 . THE EFFECT OF BANKING FINANCIAL RATIO IN PREDICTING FINANCIAL DISTRESS IN BANKING INDUSTRY FOR PERIOD 2020-2022 Nadya Zhulfania1. Venni Avionita2 Universitas Singaperbangsa Karawang Email: 2110631030114@student. ABSTRACT This research aims to find out and analyze whether there is an influence of banking financial ratio on the occurrence of financial distress conditions. In calculating financial distress indicators used in this study, namely the Altman Z-Score method which is modified with independent variables, namely CAR. LDR. NIM, and ROE. This research is also used to assess whether the bankAos condition is healthy or not. The hypothesis test used is multiple linear regression analysis that gives the result that CAR. LDR, and ROE do not have a significant influence on financial distress and NIM has a significant influence on financial distress in banks registered in IDX for the 20202022 period. Keywords: Financial Distress. CAR. LDR. NIM. ROE. PENGARUH RASIO KEUANGAN PERBANKAN DALAM MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERBANKAN PERIODE 2020-2022 ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji potensi dampak rasio keuangan perbankan terhadap terjadinya kondisi kesulitan keuangan. Pendekatan Altman Z-Score dimodifikasi sebagai indikator dalam mengukur financial distres digunakan untuk melihat apakah terdapat pengaruh pada variabel CAR. LDR. NIM, dan ROE. Penelitian ini juga digunakan untuk menilai apakah bank sedang dalam kondisi sehat atau tidak. Analisis regresi linier berganda digunakan sebagai uji hipotesis, dan hasilnya menunjukkan bahwa, untuk jangka waktu 2020-2022, kesulitan keuangan di bank-bank yang terdaftar di BEI secara signifikan dipengaruhi oleh NIM dan bukan oleh CAR. LDR, atau ROE. Kata Kunci : Financial Distress. CAR. LDR. NIM. ROE. Pengaruh Rasio Keuangan Perbankan dalam Memprediksi Financial Distress pada Perusahaan Sektor Perbankan Periode 2020-2022 (Nadya Zhulfania dan Venni Avionit. http://w. id/ojs32/index. php/KURS/index Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 PENDAHULUAN Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan dan perkembangan ekonomi meningkat cukup pesat. Pertumbuhan dan perkembangan ini diakibatkan oleh semakin besarnya dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi. Pulihnya kondisi perbankan pasca COVID-19 juga membawa dampak yang cukup berarti bagi perusahaan sektor perbankan. Namun sayangnya, pengaruh pasca COVID-19 ini tidak serta-merta membawa dampak yang baik saja, melainkan juga membawa dampak yang buruk bagi perusahaan yang kurang cakap dalam mengelola sumber kekayaan Kurangnya kinerja perusahaan dalam mengelola keuangannya dapat menyebabkan perusahaan terjebak dalam kondisi financial distress. Pada masa pandemi COVID-19, rasio kecukupan modal yang dimiliki perbankan masih terhitung kuat dan stabil yaitu sebesar 22,16%. Namun, angka yang diperoleh tersebut kemungkinan besar tidak merata antar satu bank dengan bank yang lain. Bank yang kuat dalam mengelola usahanya, maka dapat survive, begitupun Bank dapat dikategorikan bermasalah apabila bank tidak mempunyai dana tunai yang cukup sehingga nasabah bank tersebut tidak dapat tercukupi penarikan dananya. Apabila bank sudah berada di kondisi tersebut, maka bank dapat dikatakan sedang berada pada kondisi financial distress sebelum menuju tahap kebangkrutan. Apabila suatu perusahaan sedang berada dalam tahap financial distress, maka hal tersebut mengartikan bahwa perusahaan sedang dalam masalah keuangan yang dapat menyebabkan kebangkrutan. Financial distress tentunya dapat diprediksi oleh perusahaan agar kondisi tersebut dapat dihindari yang nantinya akan merugikan perusahaan ke depannya. Informasi mengenai kondisi ini sangat penting, terutama bagi investor ketika ia ingin berinvestasi di sebuah perusahaan. Berbagai macam rasio keuangan dapat dilakukan guna memprediksi terjadinya kondisi financial distress, salah satunya yaitu dengan menghitung tingkat kesehatan bank. Di dalam kegiatan perbankan, kepercayaan publik merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan agar kegiatan pada perbankan dapat berjalan dengan baik dan semestinya. Bank harus mempunyai kesiapan dan ketahanan sebaik mungkin untuk mempertahankan kepercayaan publik dan untuk menghadapi persaingan secara sehat dan wajar antar bank lainnya. Akibat persaingan tersebut, dunia perbankan mulai bersaing untuk membenahi diri dengan mencapai kinerja yang terbaik dan optimal, karena dengan hal tersebut lah akan membawa dampak yang baik mengenai kepercayaan publik terhadap industri perbankan. Berbagai macam cara bank lakukan untuk meningkatkan kepercayaan publik salah satunya yaitu dengan melakukan manajemen keuangan dan manajemen risiko yang baik dengan memperhatikan rasio keuangan Manajemen keuangan dapat dilakukan oleh perusahaan dengan memperhatikan tingkat kesehatan bank yang diperoleh dari informasi keuangan perbankan. Hasil yang terdapat di dalam informasi tersebut dapat memproyeksikan kondisi kesehatan bank saat ini dan memberikan gambaran mengenai kondisi bank di masa Kondisi mengenai sehat atau tidaknya suatu bank dapat diketahui dengan melakukan analisis terhadap rasio-rasio keuangan yang bersumber dari laporan keuangan. Selain itu, dengan menganalisis laporan keuangan, pihak perusahaan dapat mengetahui hal-hal yang dapay mengancam dan menyebabkan risiko kebangkrutan yang akan terjadi di masa depan. Laporan keuangan dibuat guna mengetahui informasi penting mengenai posisi keuangan bank dan untuk menganalisis kinerja keuangan yang dihasilkan oleh bank selama periode yang telah Selain itu, manajemen risiko di dalam sektor perbankan merupakan hal yang sangat bermanfaat untuk dilakukan, dikarenakan hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan nilai saham bank, memprekdiksi keadaan dan kondisi bank di masa mendatang, serta dapat membuat maupun mengevaluasi keputusan-keputusan yang telah diambil sebelumnya. Dengan melakukan manajemen risiko yang baik, pihak manajemen dapat melakukan upaya pencegahan terhadap risiko-risiko kebangkrutan . inancial distres. dan bank dapat menghindarkan diri dari keadaan ataupun kondisi yang menyebabkan terjadinya financial distress dengan mengelola dan menjalankan fungsi perbankan dengan baik dan menjamin kesehatan bank secara wajar (Theodorus & Artini, 2. Menurut Brigham dan Daves . terjadinya Financial Distress disebabkan oleh kesalahan dalam pengambilan keputusan yang kurang sesuai dan ketidakmampuan pihak manajemen dalam menjalankan tugasnya. Indikator untuk melihat apakah sebuah bank sedang mengalami kondisi financial distress ataupun mengukur tingkat kesehatan suatu bank dapat dilihat dari aspek kecukupan modal yang bank miliki, aspek pengukuran risiko kredit, aspek memperoleh laba, aspek total pinjaman terhadap simpanan, dan aspek berupa imbalan jasa . yang bank terima dari kredit disalurkan terhadap bunga yang bank bayar kepada deposan. Dengan melihat aspekaspek ini, maka pihak pemakai laporan keuangan akan mengetahui apakah suatu bank sedang dalam kondisi yang prima, sehingga dapat menentukan dan memprediksi serta mencegah suatu kondisi financial distress. Dengan demikian, suatu kondisi untuk menilai apakah bank sedang dalam kondisi yang sehat atau tidak dapat diukur dan dinilai dari rasio-rasio keuangan perbankan. Apabila tingkat kesehatan bank dalam mengelola usahanya dinilai buruk, maka bank dapat meningkatkan kinerja keuangan dengan mempertimbankan rasio-rasio yang ada agar dapat tercegahnya suatu kondisi yang menyulitkan bank dalam segi keuangan. Sebaliknya, apabila bank sedang dalam kondisi yang sehat, maka bank sudah memilih kebijakan pengelolaan dana yang tepat sehingga dapat mencegah kondisi-kondisi buruk yang akan terjadi di masa mendatang. Dari penjelasan pemasalahan tersebut, yang berfokus pada terjadinya kondisi krisis keuangan di sektor perbankan Indonesia, dimaksudkan sebagai pembelajaran dan upaya untuk mengindari situasi serupa di masa Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 Perusahaan-perusahaan sektor perbankan yang tercatat di BEI pada tahun 2020-2022 merupakan objek dari penelitian ini. Peneliti mengukur kinjerja keuangan perusahaan dengan menghitung rasio keuangan perbankan dengan menggunakan indikator seperti Capital Adequacy Ratio (CAR). Loan to Deposit Ratio (LDR). Net Interest Margin (NIM), dan Return on Equity (ROE). Adapun rumusan masalah dari penjelasan tersebut untuk menguji apakah terdapat pengaruh dari indikator CAR. LDR. NIM. ROE dalam memprediksi kondisi financial distress di dalam sektor perbankan yang terdaftar di BEI. TINJAUAN PUSTAKA Bank Menurut Kasmir . mengemukakan bahwa bank merupakan suatu lembaga keuangan yang fungsi utamanya mengumpulkan dana dari masyarakat dan menyebarkan dana tersebut kepada masyarakat luas berupa kredit serta menawarkan layanan perbankan tambahan. Bank melakukan penghimpunan dana yang berasal dari masyarakat dalam bentuk simpanan, yaitu simpanan tabungan, giro, dan deposito. Tujuan dari kegiatan bank yaitu guna meningkatan taraf hidup masyarakat, meningkatkan petumbuhan ekonomi dan keseimbangan negara. Rasio Keuangan Rasio keuangan yaitu suatu proses membandingkan angka-angka yang tercantum dalam laporan keuangan dengan membagi satu kategori dengan kategori lainnya (Kasmir, 2. Angka-angka tersebut dibandingkan antar satu periode keuangan dengan periode lainnya guna melihat apakah terdapat peningkatan atau penurunan pada kategori yang diukur. Financial Distress Kondisi Financial Distress dapat disebut sebagai kodisi kegagalan atau kesulitan keuangan. Hal ini terjadi dikarenakan kewajiban tidak dapat dipenuhi oleh suatu perusahaan yang disebabkan oleh kesulitan keuangan sehingga perusahaan mengalami suatu kebangkrutan (Francis Hutabarat, 2. Menurut Beaver . mengemukakan bahwa pihak-pihak pemakai laporan keuangan dinilai sangat memerlukan prediksi atas financial distress guna melihat stabilitas perbankan. Financial distress merupakan tahapan sebelum terjadinya peristiwa bangkrut pada perusahaan. Dalam beberapa kasus, terjadinya kondisi financial distress ketika cost yang dikeluarkan oleh perusahaan terlalu tinggi dan pendapatan yang mudah berubah-ubah karena dipengaruhi oleh resesi ekonomi yang mana menyebabkan bahwa cost lebih dari revenue. Hal ini yang akan membuat perusahaan untuk berhutang kepada pihak ketiga untuk membiyai pengeluaran/beban yang tinggi. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Financial Distress CAR adalah rasio kecukupan modal yang ditunjukkan dengan kecakapan kinerja keuangan suatu bank dalam mengelola dan menyediakan dananya dalam menghadapi risiko kerugian (Livia Nur Anggaraini: 2. Rasio ini merupakan hal yang penting karena dengan mempertahankan CAR pada nilai yang aman, maka hal tersebut dapat menjaga kondisi keseimbangan suatu perbankan sehingga membuat nasabah percaya dan yakin terhadap kinerja suatu perbankan. Sedangkan menurut Suci Aminah dan Noviansyah Rizal . Bank harus memiliki CAR dengan batas aman paling sedikit 8% dari Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR). Manajemen bank diharapkan mampu mengendalikan dan mengelola modal yang dimiliki. CAR dikatakan memiliki hubungan yang negatif dengan Financial distress, yang mengartikan bahwa setiap kenaikan pada CAR dapat memperkecil kemungkinan terjadinya kondisi kesulitan keuangan. ycAycuyccycayco yayaycI = ycu 100% yaycoycycnycyca ycNyceycycycnycoycaycaycuyci ycAyceycuycycycyc ycIycnycycnycoycu . aycNycAycI) Eq. H1 : CAR berpengaruh signifikan terhadap financial distress suatu perbankan Pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR) Terhadap Financial Distress Kasmir . mengemukakan bahwa rasio LDR dihitung guna menaksir berapa banyak kredit yang telah disalurkan relatif terhadap total dana yang bersumber dari masyarakat maupun modal sendiri. Sedangkan menurut Riyadi . LDR adalah relatif jumlah kredit dengan dana pihak luar. Dengan kata lain. LDR dapat disimpulkan yaitu jumlah kredit yang tersedia untuk masyarakat terhadap jumlah dana yang diterima oleh bank yang pendanaannya berasal dari simpanan yang dilakukan oleh masyarakat. LDR digunakan untuk menilai kapasitas yang dimiliki oleh bank dengan menggunakan kredit sebagai sumber likuiditasnya dalam hal memberikan kembali dana yang telah ditarik oleh deposan. yaycycoycoycaEa yaycyceyccycnyc ycycaycuyci yaycnycayceycycnycoycaycu yayaycI = ycu 100% yaycycoycoycaEa yaycaycuyca ycEycnEaycayco yayceycycnyciyca Eq. H2 : LDR berpengaruh signifikan terhadap financial distress suatu perbankan Pengaruh Rasio Keuangan Perbankan dalam Memprediksi Financial Distress pada Perusahaan Sektor Perbankan Periode 2020-2022 (Nadya Zhulfania dan Venni Avionit. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Pengaruh Net Interest Margin (NIM) Terhadap Financial Distress NIM yaitu rasio yang dipakai oleh perbankan untuk menilai seberapa cakap mereka dalam mengelola aset produktifnya untuk memperoleh suatu imbalan jasa (Hati. Santoso. Ukhriyawati, & Julianda, 2. Dalam arti lain. Bank menggunakan NIM untuk menghitung margin keuntungan dari aktivitas kredit sehubungan dengan bunga yang dibayarkan kepada deposan. Penelitian Lisa Yulita Suot dkk . , menemukan bahwa NIM memiliki dampak positif signifikan terhadap financial distress. Sedangkan, menurut Ravika Permata Hati dkk . , temuan penelitian memperlihatkan bahwa NIM memiliki dampak negatif dan tidak signifikan dalam peramalan financial distress. ycEyceycuyccycaycyycaycycaycu yaAycycuyciyca yaAyceycycycnEa ycAyaycA = ycu 100% ycIycaycyca Oe ycIycaycyca yaycoycycnycyca ycEycycuyccycycoycycnyce Eq. H3 : NIM berpengaruh signifikan terhadap financial distress suatu perbankan Pengaruh Return on Equity (ROE) Terhadap Financial Distress Menurut Safira Nurmalika Azis dan Shiddiq Nur Rahardjo . ROE merupakan salah satu analisis untuk menghitung rasio profitabilitas pada suatu perusahaan. Rasio ini tentunya dapat dipakai untuk mengukur seberapa cakap suatu perusahaan dalam memperoleh profit yang lebih tinggi berdasarkan modal tertentu yang didapatkan oleh suatu bank. Bank memperoleh sumber dana dari pihak ketiga. Pihak ketiga percaya untuk menaruh dananya pada bank dengan harapan suatu saat ia akan memperoleh keuntungan. Oleh karena itu, bank harus menggunakan dana yang diterima oleh pihak ketiga untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar agar para investor ataupun pihak ketiga meyakini bahwa menanamkan dananya ke bank merupakan suatu pilihan yang tepat. Menurut studi sebelumnya yang dilakukan oleh Adi . ROE memiliki dampak negatif terhadap financial distress. ycIycCya = yaycaycayca yaAyceycycycnEa ycIyceycyceycoycaEa ycEycaycycayco ycu 100% ycIycaycyca Oe ycIycaycyca yaycoycycnycycayc Eq. H4 : ROE berpengaruh signifikan terhadap financial distress suatu perbankan Kriteria Penilaian Tingkat Kesehatan Bank CAR (Capital Adequacy Rati. Tabel 1. Kriteria Penetapan Peringkat Kecukupan Modal Peringkat Kriteria Penilaian AuCAR Ou12%Ay Au9% O CAR Ou 12%Ay Au8% O CAR Ou 9%Ay Au6% O CAR Ou 8%Ay AuCAR O 6 %Ay Sumber: Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/23/DPNP Tahun 2004 LDR (Loan to Deposit Rati. Tabel 2. Kriteria Penetapan Peringkat Risiko Likuiditas Peringkat Kriteria Penilaian AuLDR O 75%Ay Au75% O LDR Ou 85%Ay Au85% O LDR Ou 100%Ay Au100% O LDR Ou 120%Ay AuLDR Ou 120%Ay Sumber: Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/23/DPNP Tahun 2004 NIM (Net Interest Margi. Tabel 3. Kriteria Penetapan Peringkat Bunga Bersih Peringkat Kriteria Penilaian AuNIM > 3%Ay Au2% < NIM > 3%Ay Au1,5% < NIM > 2%Ay Au1% < NIM > 1,5%Ay AuNIM > 1%Ay Sumber: Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/23/DPNP Tahun 2004 Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 Keterangan AuSangat BaikAy AuBaikAy AuCukup BaikAy AuKurang BaikAy AuTidak BaikAy Keterangan AuSangat BaikAy AuBaikAy AuCukup BaikAy AuKurang BaikAy AuTidak BaikAy Keterangan AuSangat BaikAy AuBaikAy AuCukup BaikAy AuKurang BaikAy AuTidak BaikAy e-ISSN 2527-8215 ROE (Return on Equit. Tabel 4. Kriteria Penetapan Peringkat Profitabilitas Peringkat Kriteria Penilaian AuROE > 15%Ay Au12,5% < ROE O 15%Ay Au5% < ROE O 12,5%Ay Au0% < ROE O 5%Ay AuROE O 1%Ay Sumber: Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/23/DPNP Tahun 2004 Keterangan AuSangat BaikAy AuBaikAy AuCukup BaikAy AuKurang BaikAy AuTidak BaikAy Kerangka Pemikiran Kerangka penelitian dalam penelitian ini tergambar pada gambar 1. Peneliti menduga bawa terjadinya kondisi financial distress dipengaruhi oleh CAR LDR. NIM, dan ROE. Capital Adequacy Ratio (CAR) (X. Loan to Deposit Ratio (LDR) (X. Financial Distress (Y) Indikator ZScore Net Interest Margin (NIM) (X. Return on Equity (ROE) (X. Gambar 1. Kerangka Pemikiran Gambar 1. Kerangka Pemikiran METODOLOGI PENELITIAN Data sekunder dari laporan keuangan perusahaan perbankan yang teridentifikasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tahun 2020-2022 menjadi sumber data untuk penelitian ini. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dan dapat ditemukan di w. Purposive sampling digunakan sebagai metode pengambilan sampel untuk penelitian ini, artinya sampel hanya digunakan jika memenuhi persyaratan peneliti. Adapun standar sampel antara lain: . Perusahaan perbankan yang teridentifikasi di BEI sebelum periode 2020-2022. Memiliki laporan keuangan dari tahun 2020-2022 yang telah diaudit. Memiliki kelengkapan dan ketersediaan data selama periode . Laporan keuangan terakhir bertepatan pada 31 Desember 2022 Populasi perbankan yang tercatat di BEI pada tahun 2023 sebanyak 57 perusahaan. Peneliti hanya mengambil sampel sebesar 10 perusahan yang bergerak di sektor perbankan untuk penelitian ini. Teknis analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, statistik deskriptif, dan analisis kebangkrutan dengan metode Altman Z-Score yang telah dimodifikasi dengan menunjukkan diskriminan sebagai berikut: ycs = 6,56 ycU1 3. 62 ycU2 6,72 ycU3 1,05 ycU4 Eq. X1= Net Working Capital to Total Assets X2= Retained Earning to Total Assets X3= EBIT to Total Assets X4= Book Value of Equity to Book Value of Debt Z= Indikator Financial Distress Menurut nilai Z-Score, penggolongan kondisi perusahaan sebagai berikut: Perusahan yang dinilai bangkrut terdapat pada kategori Z < 1,23. Perusahaan yang dinilai berada dalam kondisi Grey Area . idak dalam Pengaruh Rasio Keuangan Perbankan dalam Memprediksi Financial Distress pada Perusahaan Sektor Perbankan Periode 2020-2022 (Nadya Zhulfania dan Venni Avionit. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 kondisi bangkrut ataupun bai. terdapat pada kategori 1,23 < Z < 2,90. Perusahaan yang dinilai tidak bangkrut terdapat pada kategori Z > 2,90 HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data dinyatakan baik apabila data sesuai dengan syarat asumsi normalitas ketika nilai Sig. diharuskan kurang dari 05 (Std. Erro. Data dianggap layak untuk digunakan dalam penelitian jika sudah sesuai dengan kriteria asumsi Tabel 5. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Test distribution is Normal. Sumber: Data olahan Dari total sampel data sebanyak 30, maka dapat dilihat bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. lebih dari 0. yang mana mengartikan bahwa data telah terdistribusi secara normal. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas yaitu suatu keadaan yang mennyebabkan permasalahan karena dua variabel bebas atau lebih memiliki korelasi yang kuat. Untuk mengetahui terjadinya gejala multikolinearitas yaitu dengan memeriksa apakah nilai tolerance lebih dari 0. 1 dan nilai VIF kurang dari 10. Tabel 6. Uji Multikolinearitas Sumber: Data olahan Berdasarkan uji multikolinearitas, ditemukan nilai tolerance sebesar 0. 604, 0. 744, 0. 782, dan 0. 975 pada variabel CAR. LDR. NIM, dan ROE yang mana nilai toleransi > 0,1. Sedangkan, nilai VIF diperoleh pada CAR 657 CAR, 1. 344 LDR, 1. 279 NIM, dan 1. 025 ROE. Tidak adanya multikolinearitas dalam data yang dapat dilihat dengan fakta bahwa nilai VIF < 10. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data olahan Gambar 4. Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan uji heteroskedastisitas, tidak adanya pola yang terlihat pada titik tersebut dan titik berada di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa data dapat dipergunakan untuk dilakukan dalam pengujian analisis regresi linier berganda dan terbebas dari gejala heterokedastisitas. Statistik Deskriptif Dalam hal ini, data dikumpulkan dari laporan keuangan 10 sampel perusahaan perbankan Indonesia yang terdaftar di BEI untuk jangka waktu tiga tahun berturut-turut, dari 2020 hingga 2022. Setelah pengumpulan data, kemudian data diproses untuk mendapatkan informasi statistik mendasar seperti nilai minimum, maksimum, rata-rata, dan standar deviasi. Data yang telah diolah selanjutnya dianalisis kembali dengan maksud mempermudah memperoleh kesimpulan yang ada secara umum. Di bawah ini merupakan data statistik deskriptif yang telah diolah: Tabel 5. Analisis Statistik Deskriptif Variabel Min Max Mean Std. Dev CAR 16,76 169,92 35,03 31,10 LDR 41,07 145,86 82,28 19,63 NIM 10,45 5,12 1,44 ROE -95,44 22,62 4,88 20,87 Sumber: Data Olahan Variable CAR mempunyai nilai yang paling kecil yaitu 16,76 dan nilai yang paling besar yaitu 169,92, yang mengindikasikan bahwa sebanyak 30 sampel variable CAR terhadap financial distress sektor perbankan mempunyai nilai positif paling kecil sebesar 16,67 hingga nilai yang paling besar yaitu senilai 169,92. Selanjutnya, dikarenakan mean lebih besar dibandingkan dengan standar deviasi yaitu 35,03 > 31,10, hal ini mengindikasikan bahwa terdapat persebaran yang merata pada CAR dalam penelitian ini. Variabel NIM terhadap financial distress sektor perbankan mempunyai nilai positif paling kecil sebesar 2,4 hingga nilai yang paling besar yaitu 10,45. Sedangkan, pada CKPN nilai mean lebih besar daripada standar deviasi yaitu 5,12 > 1,44, hal ini mengindikasikan bahwa persebaran pada NIM merata pada penelitian ini. Variabel LDR terhadap financial distress sektor perbankan dalam penelitian ini mempunyai nilai positif paling kecil senilai 41,07 hingga nilai yang paling besar senilai 145,86. Sedangkan, pada LDR ini nilai mean lebih besar daripada standar deviasi yaitu 82,28 >19,63, hal ini mengindikasikan bahwa persebaran pada LDR ini merata dalam penelitian ini. Variabel ROE terhadap financial distress sektor perbankan dalam penelitian ini mempunyai nilai negatif sebesar -95,22 hingga nilai yang paling besar yaitu 22,62. Sedangkan, nilai standar deviasi lebih besar daripada nilai mean yaitu, 20,87 > 4,88, hal ini mengindikasikan bahwa terdapat persebaran yang tidak merata di dalam penelitan ini. Pengaruh Rasio Keuangan Perbankan dalam Memprediksi Financial Distress pada Perusahaan Sektor Perbankan Periode 2020-2022 (Nadya Zhulfania dan Venni Avionit. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Dari kriteria penilaian kesehatan bank pada setiap variabel dari data yang telah diolah, variabel CAR dan NIM berada pada peringkat 1 yaitu sangat baik, yang mengindikasikan bahwa kemampuan bank dalam menyediakan dana dan keuntungan akibat bunga yang diperoleh bank dinilai sangat baik. Selain itu, variabel LDR berada pada peringkat 2 yaitu baik dan variabel ROE berada pada peringkat 4 yaitu kurang baik. Hasil Analisis Z-Score Pendekatan Altman Z-Score yang telah dimodifikasi digunakan dalam penelitian ini sehingga variabel yang digunakan cukup 4 saja, yaitu, modal kerja bersih, laba ditahan, dan EBIT pada total aset, serta nilai buku ekuitas pada liabilitas. Hal ini dikarenakan penelitian ini membahas mengenai sektor perbankan, sehingga variabel Sales to Total Assets dianggap kurang relevan pada jenis penelitian ini. Tabel 6. Analisis Altman Z-Score NAMA BANK AGRO 1,78 -0,39 3,14 BBCA 2,04 1,97 2,04 BMRI 2,50 2,76 2,74 BBRI 2,71 2,83 2,69 BBNI 2,14 1,97 2,13 ARTO 5,37 8,32 15,79 BBTN 1,65 1,70 1,89 BSIM 2,16 1,91 2,02 BDMN 3,39 3,32 3,39 BNBA 3,03 2,04 1,40 Sumber: Data Olahan Dapat dilihat dari tabel tersebut, bahwa bank-bank dari periode 2020 hingga 2022 lebih banyak pada kategori Grey Area yaitu kondisi dimana perusahaan tidak sedang dalam kondisi bangkrut ataupun baik. Perusahaan yang termasuk dalam kondisi grey area ini harus senantiasa berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya financial distress yang akan dihadapi. Pihak manajemen harus membuat perencanaan keuangan yang baik sehingga kondisi kebangkrutan dapat dihindari. Nilai Z paling kecil yaitu senilai -0,39 yang diperoleh dari PT Bank Raya Indonesia Tbk. dengan kode pada idx yaitu AGRO dan nilai Z paling besar yaitu senilai 15,79 yang diperoleh dari PT Bank Jago Tbk dengan kode pada idx yaitu ARTO. Hasil Uji Hipotesis Analisis regresi berganda dipakai guna menentukan variabel independen mana saja yang mempengaruhi variabel dependen. untuk menguji hipotesis pada penelitian ini. Hasil Uji T Tabel 6. Hasil Uji T Model (Constan. CAR (X. LDR (X. NIM (X. ROE (X. Sumber: Data olahan Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan data yang telah diolah menggunakan sistem pengolahan data statistik SPSS, maka diperoleh persamaan yaitu: ycU = Oe265. 026yayaycI 0. 034yayaycI 0. 490ycAyaycA 0. 028ycIycCya Eq. Berdasarkan persamaan tersebut, maka dapat diartikan bahwa nilai konstanta sebesar -265. mempunyai makna bahwa apabila CAR. LDR. NIM. ROE diasumsikan nilai 0, maka nilai Y (Financial distres. secara konstan/tetap sebesar -265. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 Pada variabel CAR dapat dilihat bahwa nilai koefisien regresi sebesar 0. 026 yang dapat mengindikasikan bahwa CAR mempunyai pengaruh yang positif pada setiap kenaikan nilai Altman Z-score. Hal ini mengakibatkan bahwa setiap kenaikan pada CAR, maka hal tersebut akan memperkecil kemungkinan suatu bank mengalami terjadinya kondisi financial distress sebesar 0. Akan tetapi, berdasarkan uji t nilai sig. pada variabel CAR yaitu sebesar 0. 067 yang mana 0. 067 > 0. Berdasarkan hasil tersebut, maka H1 ditolak yang mana mengartikan bahwa CAR tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada financial distress. Pada variabel LDR dapat dilihat bahwa nilai koefisien regresi sebesar 0. 034 yang dapat mengindikasikan bahwa LDR mempunyai pengaruh yang positif pada setiap kenaikan nilai Altman Z-score. Hal ini mengakibatkan bahwa setiap kenaikan pada LDR, maka hal tersebut akan memperkecil kemungkinan suatu bank mengalami terjadinya kondisi financial distress sebesar 0. Namun, berdasarkan uji t nilai sig. pada LDR sebesar 0. yang mana 0. 059 > 0. 05, maka H2 ditolak yang mana mengartikan bahwa LDR tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada financial distress. Pada variabel NIM dapat dilihat bahwa nilai koefisien regresi sebesar 0. 490 yang dapat mengindikasikan bahwa NIM mempunyai pengaruh yang positif pada setiap kenaikan nilai Altman Z-score. Hal ini mengakibatkan bahwa setiap kenaikan pada NIM, maka hal tersebut akan memperkecil kemungkinan suatu bank mengalami terjadinya kondisi financial distress sebesar 0. Namun, berdasarkan uji t nilai sig. pada NIM sebesar 0. yang mana 0. 006 < 0. 05, maka H3 diterima yang mana mengartikan bahwa NIM memiliki pengaruh yang signifikan pada financial distress. Pada variabel ROE dapat dilihat bahwa nilai koefisien regresi sebesar 0. 028 yang dapat mengindikasikan bahwa ROE mempunyai pengaruh yang positif pada setiap kenaikan nilai Altman Z-score. Hal ini mengakibatkan bahwa setiap kenaikan pada ROE, maka hal tersebut akan memperkecil kemungkinan suatu bank mengalami terjadinya kondisi financial distress sebesar 0. Akan tetapi, berdasarkan uji t nilai sig. pada variabel ROE yaitu sebesar 0. 120 yang mana 0. 120 > 0. Berdasarkan hasil tersebut, maka H4 ditolak yang mana mengartikan bahwa ROE tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada financial distress. Hasil Koefisien Determinasi Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sumber: Data olahan Temuan pada tabel 7 menunjukkan bahwa variabel CAR. LDR. NIM, dan ROE memiliki dampak secara simultan terhadap variabel Y . inancial distres. sebesar 60,6%, yang dibuktikan oleh nilai R Square dengan nilai Pengaruh CAR Terhadap Financial Distress Berdasarkan analisis uji regresi berganda, maka diperoleh nilai sig. pada CAR yaitu sebesar 0. 067, yang mana nilai signifikansi > 0. 05, yang mempunyai arti bahwa CAR memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap kondisi financial distress (Hipotesis ditola. Selain itu, pada tabel statistik deskriptif dapat diketahui bahwa nilai mean CAR yaitu 35,03%, yang berarti bank sedang berada pada kondisi yang sangat baik. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rahmania . memiliki hasil yang serupa, yaitu tidak terdapatnya pengaruh yang signifikan variabel CAR terhadap financial distress. Namun, terdapat pula perbedaan hasil dengan Trie Sartika Pratiwi dkk . yang menyimpulkan bahwa variabel CAR memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap financial distress. Pengaruh LDR Terhadap Financial Distress Berdasarkan pengujian variabel LDR untuk financial distress, diketahui bahwa nilai sig. pada LDR yaitu 0. yang mana nilai signifikan > 0. 05, dan mengartikan bahwa tidak ada bukti variabel LDR memiliki pengaruh yang signifikan terhadap financial distress (Hipotesis ditola. Namun, koefisien regresi pada variabel LDR bernilai 034 yang mengindikasikan pada setiap kenaikan variabel LDR, maka akan menyebabkan kenaikan pada financial distress. Hal ini membuktikan bahwa variabel LDR memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap financial distress. Di lain sisi, diperoleh nilai mean pada LDR sebesar 82,28%, yang mana mengartikan bahwa kenaikan pada rasio LDR berbanding terbalik dengan kemampuan suatu bank dalam mengelola Temuan penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya oleh Lisa Yulita Suit dkk . yang menemukan bahwa variabel LDR berpengaruh positif tidak signifikan terhadap variabel financial distress. Sedangkan, temuan ini bebeda dengan penelitian oleh Mulyaningrum . , yang menyimpulkan bahwa financial distress secara signifikan dipengaruhi oleh variabel LDR. Pengaruh Rasio Keuangan Perbankan dalam Memprediksi Financial Distress pada Perusahaan Sektor Perbankan Periode 2020-2022 (Nadya Zhulfania dan Venni Avionit. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Pengaruh NIM Terhadap Financial Distress NIM merupakan rasio yang berguna untuk menilai kapasitas suatu bank dalam mengatur aset produktifnya untuk memperoleh suatu bunga. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, diperoleh nilai signifikan sebesar 0. maka nilai signifikan < 0. hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa dengan menggunakan uji t variabel NIM mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap terjadinya kondisi financial distress (Hipotesis dterim. Selain itu, bank memiliki kompetensi yang baik dalam mengatur dan memanajemen aset produktifnya yang dibuktikan dengan nilai mean pada NIM sebesar 5,12%, hal ini menandakan bahwa terdapat kemungkinan bank untuk memperoleh bunga bersih yang tinggi. Hasil penelitian ini sejalan Yastynda . , yang menyatakan bila variabel NIM berpengaruh signifkan terhadap kondisi financial distress. Namun, hasil ini berbanding terbalik dengan Prasetyo . , yang mengemukakan bahwa NIM tidak berpengaruh signifikan terhadap terjadinya kondisi financial distress. Pengaruh ROE Terhadap Financial Distress Berdasarkan hasil penelitian tersebut, variabel ROE memiliki nilai signifikan senilai 0. 120, maka nilai signifikan > 0. Hal ini mengindikasikan bahwa ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap terjadinya kondisi financial distress (Hipotesis ditola. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen ekuitas yang tersedia untuk meghasilkan laba tidak dapat digunakan untuk memprediksi masalah keuangan di bank. Karena semakin besar keuntungan yang diperoleh, maka semakin besar pula kewajiban bank untuk menawarkan modal minimumnya. Hal ini menunjukkan bahwa bank kurang luas dalam penyebaran kegiatan usahanya. Penelitian Trie Sartika Pratiwi . , yang mengklaim bahwa ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap terjadinya kondisi financial distress mendukung temuan ini. Namun. Dipta Adytia Nugraha . , menyatakan bahwa ROE berpengaruh secara signifikan sehingga tidak sejalan dengan temuan tersebut. PENUTUP Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan Z-score yang digunakan sebagai indikator dalam memprediksi terjadinya kondisi kesulitan keuangan pada perusahaan sektor perbankan periode 2020-2022, dapat dilihat bahwa lebih banyak bank yang berada di grey area yang menandakan bahwa bank tidak sedang berada di kondisi yang baik ataupun kesulitan keuangan. Selain itu, berdasarkan analisis regresi liniear berganda yang dilakukan dengan Uji t dinyatakan bahwa CAR. LDR. ROE berpengaruh positif tidak signifikan terhadap terjadinya kondisi Sedangkan, untuk variabel NIM berpengaruh positif siginifikan terhadap terjadinya kondisi financial distress pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di BEI periode 2020-2022. TINJAUAN PUSTAKA Aminah. , & Rizal. Pengaruh Rasio CAMEL terhadap Financial Distress pada Sektor Perbankan. Journal Of Accounting, 2. Azis. , & Rahardjo. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FINANCIAL DISTRESS PADA PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. Jurnal REKSA: Rekayasa Keuangan. Syariah, dan Audit, 117-131. Bank Indonesia. SURAT EDARAN No. 6/23/DPNP. Diambil https://w. id/id/archive/arsipperaturan/Documents/0151b17420f84d118de8fdf0c0642730se623dpnp. Bank Indonesia. Peraturan Bank Indonesia Nomor: 13/1/PBI/2011 tentang Penilaian . Hati. Santoso. Ukhriyawati. , & Julianda. PENGARUH NONPERFOMING LOAN (NPL) DAN RENTABILITAS TERHADAP CAPITAL ADEQUACY RATIO(CAR) DALAM MASA PANDEMI COVID 19(Studi Kasus Bank Perkreditan Rakyat di Kota Bata. Jurnal Bening, 8. Maisarah. Zamzami, & P. ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINANCIAL DISTRESS PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA. Nugraha. , & Nursito. PENGARUH CURRENT RATIO. DEBT TO EQUITY RATIO. DAN RETURN ON EQUITY TERHADAP FINANCIAL DISTRESS. COSTING:Journal of Economic. Business and Accounting, 4. Pratiwi. Hidayat. , & Siregar. Pengaruh Rasio Camel Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Perbankan di Indonesia. Jurnal Media Wahana Ekonomika, 19, 335-344. Putri. Hasanuh. Suartini. , & Sulistyo. THE EFFECT OF FINANCIAL RATIO ON FINANCIAL DISTRESS IN MANUFACTURING COMPANIES FOR THE 2018-2020 PERIOD. Sari. , & Diana. ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINANCIAL DISTRESS PERUSAHAAN PULP DAN KERTAS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2012-2017 DENGAN MODEL ALTMAN Z-SCORE. Research In Accounting Journal, 32-48. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 Sofiasani. , & Gautama. Pengaruh CAMEL Terhadap Financial Distress Pada Sektor Perbankan Indonesia Periode 2009-2013. Journal of Business Management and Enterpreneurship Education, 136146. Suot. Koleangan. , & Palandeng. ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI KONDISI FINANCIAL DISTRESS PADA INDUSTRI PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. Jurnal EMBA, 501-510. Theodorus. , & Artini. STUDI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BEI. E-Jurnal Manajemen Unud, 7, 2710-2732. Pengaruh Rasio Keuangan Perbankan dalam Memprediksi Financial Distress pada Perusahaan Sektor Perbankan Periode 2020-2022 (Nadya Zhulfania dan Venni Avionit.