Jurnal Siti Rufaidah Volume 3. Nomor 4. November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 335-345 DOI : https://doi. org/10. 57214/jasira. Tersedia: https://journal. org/index. php/JASIRA Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Tingkat Kemandirian Activity Daily Living di pada Pasien Skizorenia di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Kota Batam Lis Kartika Sari1*. Isna Aguslu Badri2 Program Studi Sarjana Keperawatan Dan Pendidikan Profesi Ners. Institut Kesehatan Mitra Bunda Batam. Indonesia *Penulis Korespondensi: liskartika6661@gmail. Abstract. According to data from the World Health Organization (WHO), approximately 24 million people worldwide, or about one in every 300 individuals, live with schizophrenia. Individuals with schizophrenia commonly experience reduced independence in performing daily functions and social roles, including self-care, employment, and social interaction. This decline in independence is closely related to disturbances in thought processes, which subsequently affect their ability to carry out activities of daily living (ADL). This study aimed to examine the relationship between family support and the level of ADL independence among patients with schizophrenia at Embung Fatimah Hospital. Batam City, in 2024. The research employed an analytical correlation approach with a cross-sectional design and involved 60 families who lived in the same household as schizophrenia patients. Data collection was conducted from October 1 to October 9, 2024, using a purposive sampling technique and structured questionnaires. The findings revealed that the majority of respondents perceived family support as adequate, accounting for 38 respondents . 3%), while 29 patients . demonstrated a sufficient level of ADL independence. Bivariate analysis using the Spearman rank correlation test showed a correlation coefficient of r = 0. 605 with a p-value of 0. 000 (< 0. , indicating a statistically significant relationship between family support and ADL independence. These results confirm that stronger family support is associated with higher levels of independence in daily activities among schizophrenia patients. Therefore, families are encouraged to consistently provide emotional, instrumental, and motivational support to help patients maintain and improve their daily functioning. Keywords: ADL Independence. Cross-Sectional Study. Family Support. Mental Health. Schizophrenia. Abstrak. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 24 juta orang di seluruh dunia, atau sekitar satu dari setiap 300 individu, hidup dengan skizofrenia. Individu dengan skizofrenia umumnya mengalami penurunan kemandirian dalam melakukan fungsi sehari-hari dan peran sosial, termasuk perawatan diri, pekerjaan, dan interaksi sosial. Penurunan kemandirian ini berkaitan erat dengan gangguan dalam proses berpikir, yang selanjutnya memengaruhi kemampuan mereka untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari (ADL). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat kemandirian ADL di antara pasien skizofrenia di Rumah Sakit Embung Fatimah. Kota Batam, pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasi analitik dengan desain cross-sectional dan melibatkan 60 keluarga yang tinggal serumah dengan pasien skizofrenia. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 1 Oktober hingga 9 Oktober 2024, menggunakan teknik purposive sampling dan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai dukungan keluarga memadai, yaitu sebanyak 38 responden . ,3%), sedangkan 29 pasien . ,3%) menunjukkan tingkat kemandirian ADL yang cukup. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi peringkat Spearman menunjukkan koefisien korelasi r = 0,605 dengan nilai p 0,000 (< 0,. , yang mengindikasikan hubungan yang signifikan secara statistik antara dukungan keluarga dan kemandirian ADL. Hasil ini menegaskan bahwa dukungan keluarga yang lebih kuat dikaitkan dengan tingkat kemandirian yang lebih tinggi dalam aktivitas sehari-hari di antara pasien skizofrenia. Oleh karena itu, keluarga didorong untuk secara konsisten memberikan dukungan emosional, instrumental, dan motivasional untuk membantu pasien mempertahankan dan meningkatkan fungsi sehari-hari mereka. Kata kunci: Dukungan Keluarga. Kemandirian ADL. Kesehatan Mental. Skizofrenia. Studi Lintas Sektoral. LATAR BELAKANG Skizofrenia merupakan suatu sindrom klinis yang bervariasi, tetapi sangat destruktif, psikopatologinya mencakup aspek-aspek kognisi, emosi, persepsi dan aspek-aspek perilaku lainnya (Irawan et all, 2. Menurut Irawan et al. , . Skizofrenia adalah bentuk paling Naskah Masuk: 17 September 2025. Revisi: 21 Oktober 2025. Diterima: 28 November 2025. Terbit: 30 November 2025 Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Tingkat Kemandirian Activity Daily Living di pada Pasien Skizorenia di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Kota Batam umum dari penyakit mental yang parah. Penyakit ini adalah penyakit yang serius dan mengkhawatirkan yang ditandai dengan penurunan atau ketidakmampuan berkomunikasi, gangguan realitas . erupa halusinasi dan waha. , gangguan kognitif iri (Irawan et al. , 2. Banyak orang dengan skizofrenia yang memiliki kesulitan untuk mempertahankan pekerjaan atau merawat diri mereka sendiri, maka mereka bergantung kepada orang lain untuk membantu mereka (Samsara, 2. Hasil observasi yang dilakukan di RSUD Embung Fatimah Kota Batam didapatkan hasil bahwa dari 10 responden keluarga skizofrenia didapatkan bahwa 3 responden yang mengatakan bahwa pasien skizofrenia bisa melakukan ADL secara mandiri, dan 7 responden mengatakan bahwa pasien masih membutuhkan bantuan keluarga seperti menyiapkan makanan dan mengingatkan kebutuhan ADL, seperti mandi. Serta wawancara dari 10 responden didapatkan hasil bahwa 3 responden yang selalu mendapatkan dukungan dari keluarganya, dan 7 responden yang kurang mendapatkan dukungan dari keluarganya. Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan penulis di Rumah Sakit Santa Elisabeth Kota Batam dengan melakukan wawancara dan penyebaran kuesioner dari 10 responden keluarga dengan penderita skizofrenia, didapatkan 2 responden yang tingkat kemandiriannya baik dengan dukungan keluarga baik, 4 responden tingkat kemandirian cukup dengan dukungan keluarga juga sukup, 4 responden lainnya mengalami tingkat kemandirian kurang dengan dukungan keluarga kurang. Gejala negatif pasien skizofrenia akan menyebabkan pasien skizofrenia mengalami gangguan dalam kemandiriannya menjalankan fungsi dan peran dalam kehidupan sehari-hari, seperti merawat diri sendiri, bekerja dan fungsi di dalam kehidupan sosialnya (Kadmaerubun. Selain itu orang dengan skizofrenia biasanya mengalami kemunduran yang ditandai dengan hilangnya motivasi, tanggung jawab, apatis, menghindar dari kegiatan, hubungan sosial, dan gangguan pemenuhan ADL. Mereka juga sering tidak dapat melakukan fungsi dasar secara mandiri, seperti menjaga diri, penampilan, dan sosialisasi. Mereka tidak hanya kehilangan kemampuan untuk bergerak dan berinteraksi dengan orang lain, tetapi mereka juga kehilangan kemampuan untuk menghadapi realitas (Maryatun, 2015 dalam (Aistiawati, 2. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan pasien skizofrenia dalam melakukan activity daily living seperti umur/status perkembangan, sistem pelayanan kesehatan, sistem keluarga, serta sosial/budaya (Herminsih et all , 2. Kemandirian sendiri merupakan keadaan seseorang yang dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Kemadirian memiliki aspek-aspek yaitu, kemandirian activity daily living, mengontrol keuangan, melakukan pekerjan, dan melakukan pendidikan. JURNAL SITI RUFAIDAH - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 335-345 Kemandirian activity daily living merupakan aspek yang paling penting dan harus diperhatikan, karena jika activity daily living tidak dapat dilakukan maka aspek-aspek yang lain juga tidak bisa dilakukan (Gunawan, 2. Hal ini menyebabkan keluarga memegang peran penting dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari bagi klien gangguan jiwa berat, terutama membantu mereka memenuhi kebutuhan Dengan demikian, tingkat kemandirian dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari klien skizofrenia dapat diarahkan menuju kondisi ke tingkat kemandirian . elf car. Hal ini terjadi karena kondisi klien yang kronis menyebabkan mereka lupa atau tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari (Miniharianti, 2. Pemaparan dari latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat kemandirian pada pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Kota Batam. KAJIAN TEORITIS Skizofernia Skizofrenia merupakan sindrom klinik yang ditandai oleh psikopatologi berat dan beragam, mencakup askep kognisi, emosi, persepsi dan perilaku, dengan gangguan pikiran sebagai gejala pokok, efek penyakitnya selalu parah dan bertahan lama, gangguan ini biasanya dimulai sebelum usia 25 tahun, bertahan sepanjang hidup, dan mempengaruhi orang-orang dari semua kalangan sosial, baik pasien dan keluarga sering menderita karena perawtan yang tidak memadai (Fitrikasari , 2. Skizofrenia adalah gangguan mental serius yang ditandai dengan gangguan mendalam dalam berpikir dan berdampak pada bahasa, persepsi, dan perasaan terhadap diri sendiri. Gangguan umum termasuk pengalaman psikotik seperti mendengar suara-suara dan delusi. Gangguan ini dapat mengganggu fungsi melalui hilangnya keterampilan yang diperoleh untuk mencari nafkah dan gangguan kognitif (Miniharianti, 2. Dukungan Keluarga Wardana, 2. Mendefinisikan dukungan keluarga mendorong perbaikan kesehatan Kehadiran keluarga memberikan akses kepada klien untuk meningkatkan kesehatan mental, dan bentuk dukungan keluarga yang dapat diberikan oleh keluarga pada penderita skizofrenia adalah dengan tahap kasih sayang, perhatian, semangat, dan memenuhi kebutuhan klien. Keluarga juga membantu klien skizofrenia bersosialisasi dengan orang JURNAL SITI RUFAIDAH - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Tingkat Kemandirian Activity Daily Living di pada Pasien Skizorenia di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Kota Batam Dukungan keluarga menurut (Friedmen, 2. adalah sikap, tindakan, dan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarganya, berupa dukungan informasional, penilaian, instrumental, dan emosional. Oleh karena itu, dukungan keluarga adalah bentuk sokongan atau bantuan dari anggota keluarga yang meliputi sikap, tindakan, dan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarga lainnya, sehingga anggota keluarga merasa Activity Of Daily Living (ADL) Menurut Brenner dan Suddarth . dalam Suparyanto . Activity Of Daily Living (ADL) adalah aktivitas perawatan diri yang harus pasien lakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup sehari-hari Adapun menurut Dorothea E. Orem dalam buku Falsafah dan Teori Keperawatan . kebutuhan perawatan diri dibagi menjadi tiga yaitu, kebutuhan perawatan diri universal . dara, makanan, air, eliminasi, keseimbangan aktivitas dan istirahat, menyendiri dan berinteraksi sosial, bebas dari ancama. , kebutuhan perkembangan perawatan diri . ondisi yang memerlukan perkembangan, keterlibatan dalam pengembangan diri, kondisi yang mengancam pengembangan dir. dan kebutuhan perawatan diri saat mengalami gangguan kesehatan (Herminsih et al. , 2. Activity Of Daily Living (ADL) adalah sebuah kegiatan atau aktivitas normal yang dilakukan oleh individu dalam menjalankan kehidupan seperti makan, mandi, menyikat gigi, berpakaian dan berhias. Hal tersebut diakibatkan oleh perubahan proses berpikir sehingga kemampuan individu untuk melakukan kegiatan seharihari akan menurun (Lestari & Hidayah, 2. METODE PENELITIAN Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian studi korelasi atau analtik dan rancangan cross sectional dengan tujuan untuk menemukan Hubungan Antara Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kemandirian ADL Pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Kota Batam Tahun 2024. Populasi dan Sampel penelitian Dalam penelitian ini populasi terbagi dua, yaitu. Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh pasien skizofrenia di Kota Batam tahun 2023 yaitu sebanyak 2. 101 orang, sedangkan populasi terjangkaunya adalah seluruh pasien skizofrenia di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Kota Batam tahun 2023 yaitu sebanyak 511 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dari populasi terjangkau dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Teknik JURNAL SITI RUFAIDAH - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 335-345 sampeling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Probabitily Sampling dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, dan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 reponden. Instrumen Penelitian Dalam penelitian ini instrumen atau alat ukur yang digunakan yaitu Kuesioner dukungan keluarga dari Saifudin . , digunakan untuk mengukur dukungan keluarga. Terdapat 20 item dalam kuesioner ini, namun ketika sudah diuji validitas dan reliabilitas oleh peneliti hanya menjadi 17 item pertanyaan. Item pertanyaan yang menunjukkan dukungan keluarga, termasuk dukungan emosional lima, dukungan informasi empat, dukungan instrumental tiga, dan dukungan penilaian lima. Kuesioner kemandirian ADL menggunakan kuesionr dari Saifudin, . yang terdapat 20 item pertanyaan, namun ketika sudah diuji validitas dan reliabilitas oleh peneliti hanya menjadi 17 item pertanyaan yang menunjukkan ADL, kebersihan diri/mandi lima, toileting/ BAK dan BAB dua, berhias lima, dan makan lima Skala Likert digunakan dalam penelitian ini. Setiap pertanyaan memiliki nilai 1 yang berarti tidak pernah, nilai 2 yang berarti kadang-kadang, nilai 3 yang berarti sering, dan nilai 4 yang berarti selalu. Skor dari setiap pertanyaan ditambahkan, dengan nilai terendah 17 dan nilai tertinggi 68. Semakin banyak skor yang diperoleh maka semakin tinggi tingkat Dalam penelitian ini, untuk membuat kuesioner lebih mudah dipahami dan menghindari bias, peneliti membantu responden mengisinya dan menjelaskan maksud dari setiap item pertanyaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Karakteristik Responden Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Keluarga Penderita Skizofrenia Berdasarkan Jenis Kelamin Di Poli Jiwa. Karakteristik Responden Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total Frekuensi . Presentase (%) 36,7% 62,3% JURNAL SITI RUFAIDAH - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Tingkat Kemandirian Activity Daily Living di pada Pasien Skizorenia di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Kota Batam Berdasarkan tabel 1. diketahui bahwa diketahui bahwa sebagian besar keluarga penderita skizofrenia di Poli Jiwa RSUD Embung Fatimah Kota Batam berjenis kelamin perempuan yaitu berjumlah 38 orang . ,3%). Tabel 2 Distribusi Frekuensi Karakteristik Keluarga Penderita Skizofrenia Berdasarkan Pendidikan Di Poli Jiwa. Karakteristik Responden Pendidikan Tidak Tamat SD SMP SMA Sarjana Total Frekuensi . Presentase (%) 1,7% 10,0% 35,0% 40,0% 13,3% Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa sebagian besar keluarga penderita skizofrenia di Poli Jiwa RSUD Embung Fatimah Kota Batam berpendidikan SMA yaitu berjumlah 24 orang . %) Tabel 3 Distribusi Frekuensi Karakteristik Keluarga Penderita Skizofrenia Berdasarkan Hubungan Di Poli Jiwa. Karakteristik Responden Frekuensi . Presentase (%) Anak Orang Tua Suami Istri Saudara Total 10,0% 41,7% 11,7% 5,0% 31,7% Hubungan Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa sebagian besar keluarga penderita skizofrenia di Poli Jiwa RSUD Embung Fatimah Kota Batam adalah orang tua yang berjumlah 25 orang . ,7%). Analisa Univariat Analisa univariat merupakan analisis data yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, ukuran tendensi sentral, atau grafik. Analisis dilakukan dengan menyusun variabel variabel penelitian ini secara deskriptif dengan tabel frekuensi (Saryono, 2. Adapun Analisa univariat dalam penelitian ini adalah : JURNAL SITI RUFAIDAH - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 335-345 Tabel 4. Distribusi Frekuensi Dukungan Keluarga Penderita Skizofrenia Di Poli Jiwa RSUD Embung Fatimah. Dukungan Keluarga Cukup Baik Total Frekuensi . Presentase (%) 63,3% 36,7% Berdasarkan tabel 4. 4 diketahui bahwa sebagian besar penderita skizofrenia di Poli Jiwa RSUD Embung Fatimah Kota Batam memiliki dukungan keluarga yang cukup yaitu berjumlah 38 orang . ,3%). Tabel 5. Distribusi Frekuensi Kemandirian ADL Penderita Skizofrenia Di Poli Jiwa RSUD Embung Fatimah. Kemandirian ADL Cukup Baik Total Frekuensi . Presentase (%) 53,3% 46,7% Berdasarkan tabel 5 diketahui bahwa sebagian besar penderita skizofrenia di Poli Jiwa RSUD Embung Fatimah Kota Batam memiliki kemandirian ADL yang cukup yaitu berjumlah 32 orang . ,3%). Analisa Bivariat Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kemandirian Activity Daily Living Pada Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Umum Dearah Embung Fatimah Kota Batam Tahun Tabel 6. Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Kualitas Hidup Lansia. Dukungan Keluarga Cukup Baik Total Kemandirian ADL Cukup Baik 48,3% 4,0 % 31,7% 53,3% 46,7% Total 63,3% 36,7% 0,000 0,605 Berdasarkan tabel 6 diketahui bahwa sebagin besar penderita skizofrenia di RSUD Embung Fatimah Kota Batam Tahun 2024 memiliki tingkat kemandirian ADL yang cukup dengan dukungan keluarga yang cukup yaitu 29 . ,3%) penderita. Hasil dari uji Rank Spearman pada tabel 6 menunjukkan bahwa nilai P value < 0,05 yaitu 0,000 dan nilai r bernilai positif yaitu 0,605. Hasil ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 JURNAL SITI RUFAIDAH - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Tingkat Kemandirian Activity Daily Living di pada Pasien Skizorenia di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Kota Batam ditolak yaitu terdapat korelasi positif atau signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian ADL pada pasien skizofrenia di RSUD Embung Fatimah Kota Batam Tahun Pembahasan Univariat Dukungan Keluarga Pasien Skizofrenia Hasil peneilitian ini menunjukan bahwa sebagian besar pasien skizofrenia mendapatkan dukungan keluarga cukup 38 orang . ,3%) sedangkan dukungan keluarga baik sebanyak 22 orang . ,7%). Friedman . , dukungan keluarga adalah dukungan sistem yang diberikan keluarga kepada anggota keluarganya saat menghadapi masalah. Keluarga adalah orang yang paling dekat dan nyaman bagi pasien gangguan jiwa. Keluarga dapat mendorong orang untuk bertindak dengan cara yang sehat, yaitu dengan memberikan perawatan dan pengobatan yang Keluarga memberikan dukungan kepada pasien gangguan jiwa melalui sikap, tindakan, dan penerimaan mereka. Dukungan keluarga ditunjukkan dengan kasih sayang, kepercayaan, kehangatan, perhatian, saling mendukung, dan menghargai satu sama lain (Friedmen, 2. Dalam kehidupan, dukungan keluarga dapat membantu dengan berbagai bentuk dukungan seperti dukungan penilaian, dukungan informasi, dukungan peralatan dan dukungan emosional (Friedmen, 2. Dari penelitian ini peneliti berasumsi bahwa jenis dukungan keluarga yang terdiri dari dukungan penilaian, informasi, peralatan, dan emosional sebagian besar menunjukkan dukungan yang "Cukup". Ini terlepas dari beberapa faktor, seperti keluarga pasien belajar menerima keadaan pasien, berusaha memahami keadaan pasien, terkadang berpartisipasi aktif dalam setiap pengobatan dan perawatan pasien, dan membiayai pengobatan pasien. Kemandirian ADL Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar pasien skizofrenia memiliki tingkat kemandirian ADL yang cukup 32 orang . ,3%) sedangkan tingkat kemandirian ADL yang baik sebanyak 28 orang . ,7%). Keluarga adalah sistem pendukung utama yang memberikan pelayanan langsung kepada setiap anggota keluarga dalam hal kesehatan atau sakit. Dilihat dari sikap, tindakan, dan penerimaan keluarga terhadap anggotanya, anggota keluarga dianggap sebagai bagian integral JURNAL SITI RUFAIDAH - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 335-345 dari keluarga. Anggota keluarga percaya bahwa individu yang mendukung selalu siap membantu dan membantu jika diperlukan. Keluarga dapat memberikan petunjuk tentang kesehatan fisik, mental, dan emosi orang tua. Empat jenis dukungan keluarga terdiri dari dukungan penilaian, dukungan instrumental, dukungan informasional, dan dukungan emosional (Wiguna, 2. Dari penelitian ini peneliti dapat berasumsi bahwa bentuk ADL yang mencakup kebersihan diri/mandi, berpakaian/berhias, toileting, dan makan, sebagian besar menunjukkan kemampuan yang AuCukupAy dan AuBaikAy, tidak terlepas dari dukungan keluarga pasien, yang mencakup penilaian, dukungan peralatan, dukungan informasi, dan dukungan emosional Bivariat Berdasarkan hasil penelitian ini peneliti mendapatkan hasil bahwa sebagian besar penderita skizofrenia di RSUD Embung Fatimah Kota Batam Tahun 2024 memiliki tingkat kemandirian ADL yang cukup dengan dukungan keluarga yang cukup yaitu 29 . ,3%) Sebagian besar keluarga yang memberikan dukungan pada penderita skizofrenia berjenis kelamin Perempuan 38 . ,3%), berpendidikan SMA 24 . ,0%) dan memiliki hubungan sebagai orang tua 25 . ,7%). Hasil analisis statistik uji Spearman rho menunjukkan bahwa nilai P value = 0,000 lebih kecil dari standar signifikansi c= 0,05. P value < 0,05 Ha diterima dan H0 ditolak. Serta menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi antara dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian ADL pada pasien skizofrenia di RSUD Embung Fatimah Kota Batam Tahun 2024 sebesar 0,605 dengan arah hubungan positif serta kekuatan hubungan kuat . ,51 Ae 0,. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien skizofrenia dapat lebih mudah menjalani kehidupan sehari-hari dengan dukungan keluarga yang baik. Karena skizofenia akan mempengaruhi kemampuan sehari hari klien, keluarga harus terus memberikan dukungan kepada mereka. Ini termasuk dukungan emosional di mana keluarga menunjukkan kasih sayangnya kepada pasien selama proses perawatan. Karena keluarga adalah orang yang paling dekat dengan pasien gangguan jiwa saat mereka menjalani perawatan diri dan proses penyembuhan, keluarga harus terus memberikan dukungan tanpa henti kepada pasien untuk membantu mereka dalam proses penyembuhan dan pemulihan mereka. JURNAL SITI RUFAIDAH - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Tingkat Kemandirian Activity Daily Living di pada Pasien Skizorenia di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Kota Batam KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kemandirian ADL Pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Kota Batam Tahun 2024 dengan jumlah responden 60 dapat disimpulkan terdapat hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat kemandirian ADL pada pasien skizofrenia di RSUD Embung Fatimah Kota Batam P value = 0,000 < 0,05 dengan nilai r = 0,605 yang bernilai positif yang berarti arah hubunganya adalah positif, semakin baik dukungan keluarga maka semakin baik tingkat kemandirian ADL pada pasien skizofrenia. Sedangkan kekuatan hubungan/ korelasi dapat dilihat nilai koefisien korelasi sebesar 0,605 yang dikategorikan kuat . ,51 0,. yang artinya kekuatan hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat kemandirian ADL pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Embung Fatimah Kota Batam adalah "Kuat". Saran