Volume 01. No. Juni 2025. Hal. 1 Ae 4 e-ISSN : 3109-4163 Integrasi 8 Golden Rules dalam Desain Antarmuka Sistem Informasi Penggajian Hartika Rahayu1. Nisrina Akbar Rizky Putri2* Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Yogyakarta Program Studi Teknologi Informasi. Fakultas Kesehatan dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah Klaten. Klaten Email: 1hartika. 2013@ft. id, 2nisrinaakbar@umkla. Penulis Korespondensi ABSTRACT Ai The development of a system is done to help facilitate human work due to its effectiveness and efficiency. The XZY campus study program has used an integrated system in processing data. In terms of summarizing attendance and payroll data, it is still done manually, so a system is needed that can help users summarize this data. The interface design construction is made before system development. There are three previous steps in designing the system display: data collection . eeds analysi. , website design, and testing. The 8 golden rules are used as guidelines in designing a web display that is easy for users to learn. KEYWORDS Ai payroll system web base, 8 golden rules, user interface design. INTISARI Ai Pengembangan sebuah sistem dilakukan untuk membantu mempermudah pekerjaan manusia dikarenakan daya efektivitas dan lebih efisien. Pada prodi kampus XZY sudah menggunakan sistem terintegrasi dalam mengolah suatu data. Dalam hal merekap data presensi dan penggajian masih dilakukan secara manual, maka dibutuhkan sebuah sistem yang dapat membantu pengguna merekap data ini. Konstruksi desain antarmuka dibuat sebelum pengembangan sistem. Terdapat tiga langkah sebelumnya dalam merancang tampilan sistem: pengumpulan data . nalisis kebutuha. , perancangan website, dan pengujian. Aturan 8 golden rules digunakan sebagai pedoman dalam desain tampilan web yang mudah dipelajari oleh KATA KUNCI Ai sistem penggajian, website, 8 golden rules, perancangan antarmuka PENDAHULUAN Teknologi informasi kini telah mengalami perkembangan yang pesat sehingga sangat mempengaruhi segala aspek dalam kehidupan manusia. Transformasi digital pada dunia pendidikan menjadi semakin penting dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan. Pada lingkungan akademik yang modern memerlukan sistem infomasi yang canggih untuk mengelola proses administrasi yang kompleks terutama dalam manajemen sumber daya manusia. Pada kampus XYZ memiliki salah satu fakultas dengan empat prodi yaitu Teknik Sipil. Teknik Mesin. Teknik Elektro dan Teknik Informatika dimana pada setiap prodi memiliki sistem yang berbeda dalam pengelolaan keuangannya terutama pada pengelolaan penggajian stafnya. Pada Prodi Teknik Informatika memiliki proses penggajian yang dihitung berdasarkan presensi kehadiran dari masing-masing dosen, instruktur dan asisten dengan melihat jumlah sesi disetiap mata kuliah yang diampu oleh masing-masing dosen, instruktur dan Perkembangan saat ini dapat dicapai dengan memanfaatkan teknologi informasi komputer untuk mencapai kemudahan dan efisien dalam menyelesaikan pekerjaan secara baik dan akurat, khususnya pada analisis data. Pada prodi teknik informatika telah mengimplementasikan pengolahan data presensi dengan menggunakan Microsoft Office Excel. Setiap kehadiran A Jurnal Keilmuan Teknologi Informasi Volume 01. No. Juni 2025. Hal 1 Ae 4 e-ISSN 3109-4163 dicatat dalam berita acara perkuliahan dengan penghitungan satu setiap dua sesi perkuliahan. Akan tetapi perhitungan gaji dan pengolahan data manual masih terhitung manual. Penggunaan teknologi informasi sebagai pencatatan kehadiran bisa secara efektif mengurangi kesalahan dalam penginputan ataupun terdapat celah kecurangan. Berdasarkan permasalahan tersebut, makan dibuatkan sebuah sistem informasi penggajian pada staf TI berbasis website untuk membantu admin dalam perekapan data Sebelum sistem tersebut dirancang, maka dibuatkan rancangan untuk menunjukkan kepada pengguna mengenai desain antarmuka, alur penggunaan dan sistemnya berjalan. Desain antarmuka merupakan peran penting dalam keberhasilan implementasi sistem informasi. Desain antarmuka yang kurang dapat menyebabkan resistensi pengguna, penurunan produktivitas dan kegagalan pada sistem. Penulis merancang desain antarmuka website dengan penerapan metode 8 golden rules yang merupakan dasar dalam merancang tampilan yang bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam mempelajari tampilan sistem yang dibuat, menggunakan pendekatan terstruktur untuk menciptakan desain antarmuka pengguna yang intuitif dan efektif. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode tersebut agar membantu mempermudah dalam menjelaskan tampilan sistem yang akan Jurnal Keilmuan Teknologi Informasi Volume 01. No. Juni 2025. Hal 1 Ae 4 II. TINJAUAN PUSTAKA Metode 8 golden rules dirancang oleh Ben Shniderman untuk perancangan aplikasi berbasis web pada desktop device. Penggunaan metode 8 Golden Rules of Interface Design dikenalkan pertama kali oleh Ben. pada buku yang berjudul Design the User Interface. Banyak yang menjadikan prinsip Ben sebagai landasan dalam mendesain suatu tampilan yang mudah dipahami oleh user atau calon pengguna. Metode 8 golden rules milik Ben sudah diakui secara luas sebagai prinsip dasar untuk merancang antar muka yang ramah pada pengguna. Aturan yang dikumpulkan oleh Ben terdapat 8. User Requirement Analysis Perancangan Website Pengujian Gambar 1. Metode Perancangan Tampilan Strive for Consistency Analisis Kebutuhan Tampilan harus konsisten di setiap halaman agar pengguna tidak bingung saat menggunakan sistem Analisis kebutuhan merupakan proses pengumpulan informasi dan menganalisis informasi setelah informasi telah Setelah informasi terkumpul informasi dikumpulkan digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna terhadap sistem yang akan dibuat. Informasi yang dikumpulkan berupa kuesioner yang telah dilaksanakan kepada pengguna Cater Universal Usability Saat mendesain sebuah tampilan web harus memiliki opsi yang memenuhi kebutuhan kedua jenis pengguna: user yang sudah terbiasa dengan situs web dan user yang baru. Offer Informative Feedback Perancangan Website Tampilan yang baik harus menarik pengguna ke rancangan website yang sudah dirancang. Seperti munculnya umpan balik saat menekan tombol simpan. Tahapan ini dilakukan setelah melakukan analisa kebutuhan setelah informasi di analisis dari hasil kuesioner, kemudian dibuatkan rancangan diagram yang bertujuan untuk menggambarkan kegiatan user dan alur sistem. Setelah rancangan diagram yang digunakan untuk mengetahui alur dan para usernya, maka dirancang rampilan untuk sistem yang akan Design Dialogs to Yield Closure Tampilan yang baik perlu memiliki alur yang ditampilkan oleh sistem, alur itu harus berurutan, seperti saat pengguna akan menginput data, ada beberapa proses yang harus dilakukan. Prevent Errors Pengujian Untuk membuat antarmuka yang baik, sebisa mungkin membuat antarmuka yang memungkinkan pengguna tidak melakukan kesalahan saat menjalankan aplikasi atau website. seperti memberi tahu pengguna jika salah dalam mengisi data. Pengujian merupakan tahapan akhir, setelah tampilan sudah di implementasikan pada tampilan sistem, maka pengujian pun Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah penelitian telah menghasilkan hasil yang tepat. Penulis menggunakan pengujian untuk memastikan apakah tampilan sesuai dan memenuhi aturan delapan aturan emas, yaitu validitas dan reliabilitas. Uji realiabilitas menguji data yang dikumpulkan dapat dipercaya, sedangkan uji validitas bertujuan untuk menguji validitas suatu data. Sebelum melakukan uji validitas dan reliabilitas, penulis memberikan kuisioner kepada calon Permit Easy Reversal of Action Tampilan yang baik pada situs web memungkinkan pengguna memanipulasi data, seperti memungkinkan edit, hapus, atau perbarui. Support Internal Locus of Control Untuk desain tampilan yang baik, sebuah sistem atau website perlu memberikan kemudahan dalam menavigasikan. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Reduce Short-Term Memory Load Karena manusia memiliki keterbatasan memori jangka pendek, tampilan yang baik harus menghindari tampilan yang membuat pengguna mengingat banyak data. Penerapan aturan ini secara sistematis dalam sistem informasi akademik telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam meningkatkan kepuasan pengguna dan efektivitas sistem. HASIL DARI ANALISA KEBUTUHAN (REQUIREMENT ANALYSIS) Dari hasil pengumpulan data maka dibuatlah diagram untuk menggambarkan alur sistem yang akan dibuat, diantaranya Use Case dan Activity Diagram. Pada Gambar 2 dibawah ini merupakan use case diagram dari website penggajian. Sistem ini akan memiliki 2 aktor dan 7 use case yang menjadi fungsi utama pada sistem ini. METODOLOGI Penelitian ini metode perancangan tampilan meliputi 3 tahapan yaitu pengumpulan data, perancangan website dan Jurnal Keilmuan Teknologi Informasi Volume 01. No. Juni 2025. Hal 1 Ae 4 Admin juga dapat mereset password dengan link forgot password jika mengalami kendala dalam memasukan kata sandi. upa sand. Pengguna atau user Mengelola akun Pada activity diagram merupakan alur berjalannya sebuah sistem yang dirancang, bagaimana bermulanya dan keputusan yang mungkin akan terjadi dan bagaimana alurnya akan Pada activity diagram terdapat 15 activity diagram diantaranya adalah Activity Diagram Login Admin Activity Diagram Login Pengguna / User Activity Diagram Lupa Password Activity Diagram Tambah Data Staf Activity Diagram Daftar Data Staf Activity Diagram Tambah Mata Kuliah. Kelas. Dan Status Activity Diagram Daftar Data Mata Kuliah. Kelas. Dan Status Activity Diagram Presensi Activity Diagram Penggajian Activity Diagram Informasi Gaji Staf Activity Diagram Kelola Akun Activity Diagram Print Data Presensi Dan Penggajian Gambar 2. Use Case Diagram Sistem Penggajian Keterangan dari use case pada Gambar 2 adalah sebagai User bisa mengelola akun pribadi mereka dengan merubah atau mendapatkan sandi baru jika user lupa pada kata sandinya. Melihat informasi gaji dan presensi User dapat melihat informasi gaji dan presensi, urutan dan presensi berdasarkan bulan dan melihats status pengiriman apakah gaji sudah terkirim oleh penggelola penggajian atau belum. Admin Mengelola data staf Admin dapat mengelola data seperti menambahkan data, melihat urutan data, memperbarui data, mencari data dan menghapus data yang masih berhubungan dengan staf lama ataupun staf baru. Admin juga memiliki akses untuk mengelola data mata kuliah, status dan kelas dengan menambahkan, memperbarui dan menghapus yang digunakan untuk pelengkap data pada sistem penghitungan gaji. Mengelola data presensi Admin dapat mencatat data kehadiran dari presensi dengan melihat urutan data, mencari data dari urutan data, dan memperbarui data apabila ada yang kurang tepat ataupun bisa menghapus data Admin juga bisa mencetak data presensi Mengelola data penggajian Sistem ini memperbolehkan admin untuk melakukan perhitungan gaji dengan memasukan data staf yang akan dihitung jumlah gajinya dan mengirimkan pemberitahuan kepada staf mengenai informasi gaji. Untuk pelaporan data penggajian, admin dapat mencetak laporan penggajian. Mengelola akun Admin dapat mengelola akun admin sendiri seperti mengganti email atau mengubah password secara Mereset password PENGUJIAN Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menentukan metode 8 golden rules telah digunakan dalam desain sistem Penulis membagikan survei kepada dua puluh calon Pertanyaan berupa pengujian untuk aturan 8 golden rules pengujian validitas dan reliabilitas data responden. Hasil uji validitas yang dilakukan dengan program SPSS menunjukkan bahwa satu data dinyatakan tidak valid. Ini disebabkan oleh nilai korelasi pearson (R-Hitun. yang ditunjukkan dari sepuluh pertanyaan dengan nilai signifikan lebih dari 5% atau 0,05. Jurnal Keilmuan Teknologi Informasi Volume 01. No. Juni 2025. Hal 1 Ae 4 ditunjukkan terdapat satu pernyataan yang nilai crobnbachAos alpha-nya ditanyakan tidak reliable karena nilainya melebihi batas 0,079. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode 8 Golden Rules of Interface Design berhasil diterapkan dalam perancangan antarmuka sistem Proses perancangan dilakukan menggunakan perangkat lunak Balsamiq untuk membuat rancangan awal . , yang telah memberikan gambaran visual sistem kepada Selain itu, uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan perangkat lunak SPSS menunjukkan bahwa sebagian besar butir pernyataan valid dan reliabel, meskipun terdapat satu pernyataan pada setiap uji yang tidak memenuhi kriteria tersebut. Hasil uji menunjukkan bahwa rancangan sistem sudah mencerminkan prinsip-prinsip 8 Golden Rules dengan baik. Namun, untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan agar sistem mampu menspesifikasikan peran . pengguna, terutama untuk dosen, instruktur, dan asisten. Hal ini penting agar dapat dilakukan pengelompokan mata kuliah sesuai dengan peran masing-masing, sehingga proses pencatatan presensi dan pengelolaan data penggajian dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien. REFERENSI