Jurnal Magistra Vol. 2 No. 1 Maret 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 01-18 DOI : https://doi. org/10. 62200/magistra. Dialog Antaragama Dan Kontribusi Tokoh Agama Dalam Penyelesaian Konflik Dan Implementasinya Untuk Memperkuat Toleransi Titin Wulandari Malau Prodi S1 Teologi. Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec. Sipoholon Kab. Tapanuli Utara. Indonesia Email: titinwulandarimalau@gmail. Abstract: In a peaceful society, it is a common need that cannot be avoided amidst differences. The process of dialogue between religious communities becomes important when we talk about the relationship between each religion and belief. Because without dialogue, the ideals of peace and harmony become just empty shadows. This is also due to the existence of dialogue model activities, which is one form of realizing peaceful life in a multicultural society. These results also prove that the existence of an inter-religious dialogue model in conflict resolution is a means of strengthening tolerance between religious groups carried out by society. also as a model for dialogue in community life that meets each other and carries out dialogue on social issues. Apart from that, dialogue on religious experiences, which involves all elements of society, themselves carry out faith traditions, namely prayer based on the guidance of their respective faiths in joint prayer activities at the village hall every Religious experience activities are carried out represented by each religious figure. to lead the prayers which are performed alternately. Therefore, the dialogue model between religious communities can be concluded that the life dialogue model of conflict resolution that strengthens tolerance in a pluralistic society can build religious experience and action dialogue that develops in particular communities and this is a very effective solution in building a peaceful community life in particular. in order to create harmony among different people in the midst of our pluralistic society. Keywords: Inter-religious dialogue. Tolerance in a pluralistic society. Contribution of Religious Leaders Abstrak: Di dalam kehidupan masyarakat yang damai, merupakan kebutuhan bersama yang tidak dapat dihindarkan ditengah perbedaan. Proses dialog antar umat beragama menjadi penting ketika kita berbicara mengenai hubungan masing-masing agama dan kepercayaan. Karena tanpa dialog, cita-cita kedamaian dan kerukunan hanya menjadi bayangan yang kosong. Hal ini juga disebabkan karena adanya kegiatan model dialog, yang merupakan salah satu bentuk untuk mewujudkan kehidupan yang damai di masyarakat multikultural. Hasil ini juga membuktikan bahwa adanya model Dialog antaragama dalam penyelesaian konflik sebagai sarana untuk memperkuat Toleransi kareana didalam antar umat beragama yang dilakukan oleh masyarakat juga sebagai model dalam dialog kehidupan masyarakat yang saling bertemu dan melakukan dialog masalah sosial kemasyarakatan. Selain itu, dialog pengalaman keagamaan, yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, sendiri yang melakukan tradisi keimanan yaitu doAoa berdasarkan tuntunan keimanan masingmasing dalam kegiatan doAoa bersama di Balai desa setiap tahunnya. Kegiatan pengalaman keagamaan dilakukan dengan diwakilkan oleh masing-masing tokoh agama untuk memimpin doAoa yang dilakukan bergantian. Oleh karena itu, model dialog antar umat beragama dapat disimpulkan bahwa model dialog kehidupan penyelesaian konflik yang memperkuat Toleransi dalam Masyarakat majemuk yang dapat membangun pengalaman keagamaan dan dialog aksi yang berkembang di Masyarakat Terkhususnya dan ini merupakan solusi yang sangat efektif dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai terhusunya agar terciptanya kerukunan didalam umat yang berbeda beda ditengah Masyarakat kita yang majemuk. Kata kunci: Dialog antar umat beragama. Toleransi dalam masyarakat majemuk. Kontribusi Tokoh Agama LATAR BELAKANG Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari beragam agama, dan kemajemukan tersebut didandai oleh keanekaragaman agama yang ada di Konflik antar agama menjadi tantangan yang harus diperhatikan, tetapi dalam mengembangkan sikap perdamaian dan persaudaraan, komunikasi menjadi landasan pertama yang harus diperhatikan karena ada beberapa aspek penting dalam menghargai hak-hak asasi Received: November 17, 2023. Accepted: Desember 19, 2023. Published: Maret 31, 2024 * Titin Wulandari Malau, titinwulandarimalau@gmail. Dialog Antaragama Dan Kontribusi Tokoh Agama Dalam Penyelesaian Konflik Dan Implementasinya Untuk Memperkuat Toleransi manusia dan menjaga kerukunan antar umat beragama yang dapat kita lihat bahwa adanya Komunikasi supaya Melalui komunikasi, kita dapat menyampaikan pesan dan informasi yang benar, sehingga mencegah salah persepsi dan pemahaman Toleransi yang Mengembangkan sikap toleransi yang kuat sangat penting untuk menghargai perbedaan dan menghadapi konflik yang mungkin terjadi Pemahaman untuk Memahami agama dan kepercayaan yang berbeda adalah langkah awal dalam menghargai hak-hak asasi manusia dan menjaga kerukunan antar umat beragama Koordinasi untuk beKerja sama dan koordinasi yang baik antara pemerintah, pemangku keagamaan, dan masyarakat secara keseluruhan sangat penting untuk mencegah konflik dan menjaga kerukunan antar umat beragama. Dan didalam kofnlik penyelesaiaan antar agama, penting juga untuk memastikan bahwa komunikasi terjadi secara efektif dan bahagia, serta meningkatkan kesadaran hidup ekologis melalui komunikasi lingkungan di masyarakat. Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat dipisahkan dari namanya interaksi sosial karena tentu saja kita mengetahui bahwa Manusia tidak dapat Hidup sendiri tanpa adanya hubungan interaksi kepada orang lain dan Dalam pelaksanaannya, manusia membutuhkan dialog sebagai syarat terjadinya interaksi sosial. Setiap orang memiliki kebutuhan untuk berbicara, mengungkapkan pendapat, dan memperoleh informasi. Berdialog merupakan kebutuhan hakiki dari manusia sebagai makhluk sosial Hubungan antar manusia dalam masyarakat dikelola oleh tatanan normatif yang menjamin terwujudnya harmoni dalam bentuk kedamaian dan Namun, dalam proses dialog, terkadang diwarnai oleh konflik yang disebabkan oleh adanya Doktrin dan sikap umum yang beragama, seperti perbedaan suku dan ras, perbedaan tingkat kebudayaan, dan masalah mayoritas dan minoritas Dalam interaksi sosial juga terdapat norma yang menjamin terdapatnya harmoni antar manusia harus dibentuk dan diterapkan secara efektif untuk mengatasi konflik yang mungkin terjadi. Hal ini penting untuk memastikan terwujudnya harmoni dan kedamaian dalam masyarakat. Dalam kondisi semacam ini juga perlu dilakukan adanya sikap terbuka antara masing-masing pihak untuk berdialog karena dengan dialog setiap pihak mengetahui masalah-masalah yang muncul atau dihadapi oleh masing-masing agama sehingga dapat menimbulkan perasaan yang simpati dan atau empati, yakni perasaan terlibat untuk ikut membantu memecahkan persoalan tersebut. Dan dalam pembahasan ini merupakan bahwa Dialog antaragama dalam penyelesaiaan konflik meruakan sebuah pengertian dari Dialog antar agama yang merupakan sarana yang efektif menghadapi konflik antar agama yang disebabkan oleh beberapa faktor tersebut salah satunya adalah perbedaan ideologi. Satu bentuk aktivitas yang menyerap ide keterbukaan serta memahami agama lain secara benar dan komprehensif inilah yang disebut dengan dialog antar Dialog agama dinilai penting karena menyelimuti hubungan antar agama dan MAGISTRAAe VOL. 2 NO. 1 MARET 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 01-18 membantu menciptakan kerukunan antar umat beragama Tujuan dialog antar agama adalah pemahaman, bukan mengalahkan yang lain atau mencapai kesepakatan penuh atau suatu agama universal dan Dialog antar agama harus dilakukan secara matang dan harus dijelaskan dengan baik oleh para kontribusi Tokoh Agama dan Tokoh dialog harus menghormati pendapat peserta lain dan bertoleransi pada perbedaan agama Dalam konteks dialog antar agama, penting untuk menjaga moderasi beragama dan memastikan bahwa suara setiap orang didengar dalam dialog. Tapi sebagai komunikasi, mereka menjadi jembatan untuk menghadapi ketidaktahuan dan kesalahpahaman timbal-balik antara budaya dunia yang berbeda-beda. Mereka memungkinkan seseorang mengajarkan dan membahas pandangan mereka dalam bahasa mereka sendiri. Dalam konteks ini, komunikasi berfungsi sebagai salah satu cara untuk mengatasi kesenjangan budaya dan mendorong pemahaman yang lebih baik antara orang dari berbagai latar belakang. Dengan melibatkan semua pihak dalam proses komunikasi, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih harmoni dan inklusif, di mana semua individu merasa diajarkan dan dipertimbangkan secara adil dan konsisten. Juga dalam Dalam berdialog dengan agama lain, penting untuk memiliki sikap saling terbuka, saling menghormati, dan kesediaan untuk mendengarkan. Sikap-sikap ini diperlukan untuk mencari titik temu antara berbagai agama, mengingat setiap agama memiliki karakteristik yang unik dan kompleks. Pemahaman terhadap agama lain tidak hanya diperlukan oleh para elit agama, tetapi juga harus merambah kepada masyarakat awam yang hidup berdampingan dengan para pemeluk agama lain, agar tercipta sikap saling menghargai antar sesama umat beragama, yang akan mewujudkan masyarakat damai dan Sikap adanya toleransi, menghormati, dan saling menghargai antar umat beragama merupakan cerminan sikap mulia dalam beragama Dialog antar umat beragama diperlukan untuk berkomunikasi, mencapai saling pengertian, dan kerjasama dalam masyarakat Selain itu, sikap menghargai dan saling menghormati juga penting dalam moderasi beragama, serta penghormatan terhadap keberagaman budaya dan perbedaan agama. Secara istilah, toleransi didefinisikan sebagai sikap saling menghormati, saling menghargai, dan menyampaikan pendapat kepada orang lain yang bertentangan. KAJIAN TEORITIS Dialog antaragama merupakan proses komunikasi antara individu atau kelompok beragama untuk menghilangkan rasa dialog antar umat beragama dan menciptakan kerukunan, pembinaan an toleransi, dan kesejahteraan bersama Tokoh agama memiliki kontribusi penting dalam mengadakan pembinaan akhlak yang merupakan salah satu tindakan untuk menciptakan harmoniasasi dan juga mengatasi konflik. Dan ini juga merupakan hal yang penting dari adanya Dialog Antaragama Dan Kontribusi Tokoh Agama Dalam Penyelesaian Konflik Dan Implementasinya Untuk Memperkuat Toleransi Dialog antaragama dalam penyelesaian dari Konflik tersebut yang menunjukan bahwa kita dapat Memperlajari perubahan dan perkembangan persepsi serta pengertian tentang relitas juga Membangun rasa saling menghormati dan mengerti juga Membina kerukunan dan pembinaanan toleransi karena Dalam konteks hubungan antar umat beragama, dialog merupakan ko munikasi antara dua atau lebih orang yang berbeda agama dan memiliki tujuan untuk menciptakan kerukunan, pembinaan an toleransi, dan kesejahteraan bersama . Hal ini juga berlaku untuk tokoh agama dalam mengembangkan perilaku keagamaan dan menjaga harmoni dalam masyarakat,dan juga ada beberapa hal penting dalam hal yang terkait pada dialog antaragama dan kontribusi tokoh agama dalam penyelesaian konflik dan implementasinya untuk memperkuat toleransi yaitu dengan Memperlukan dalam pemahaman dan kesadaran pada Dialog antaragama memerlukan pemahaman dan kesadaran tentang perbedaan dan persamaan antara agama-agama dan Dengan memahami dan menghargai perbedaan, para tokoh agama dapat menciptakan jalan bersama dan mengatasi mispersepsi yang negatif tentang agama yang berbeda. Mengatasi stereotip dan prasangka Dialog antaragama membantu mengatasi stereotip dan prasangka yang menjadi penyebab konflik antar umat beragama Dengan berbicara dan berkomunikasi langsung, para tokoh agama dapat mengatasi misconcepsi dan mendukung pemahaman yang baik tentang agama-agama lain. Mendorong kerukunan dan moderasi: Dialog antaragama juga berdampak dalam mendorong kerukunan dan moderasi antara umat beragama Kerukunan ini mencakup berbagai aspek. Meningkatkan kesadaran tentang ajaran-ajaran pokok agama: Dalam dialog antaragama, para tokoh agama harus menjaga ajaran-ajaran pokok agama mereka dan mengedepankannilai-nilai utama agama, seperti perdamaian, kasih sayang, dan toleransi Dengan memahami dan menerapkan ajaran-ajaran pokok agama, para tokoh agama dapat mengatasi konflik dan mengembangkan kerukunan bersama. Mengatasi perbedaan dalam konteks sosial ,Dialog antaragama juga berperan dalam mengatasi perbedaan dalam konteks sosial Dengan melakukan dialog, para tokoh agama dapat mengembangkan rasa saling menghormati, saling mengerti, dan saling bersedia untuk bekerja sama dalam masyarakat. Dan secara keseluruhan, dialog antaragama dan kontribusi tokoh agama dalam penyelesaian konflik dan implementasinya untuk memperkuat toleransi merupakan langkah penting dalam membangun kerukunan dan harmoni antara umat beragama. Dengan melakukan dialog, para tokoh agama dapat mengatasi mispersepsi yang negatif, mengembangkan pemahaman mutlak, dan mengatasi konflik yang mungkin terjadi seiring menjadi tokoh agama. Dan Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan sumbangan terhadap ilmu pengetahuan Khususnya Ilmu MAGISTRAAe VOL. 2 NO. 1 MARET 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 01-18 Pendidikan Agama kristen didalam mengenai Peran Tokoh Agama Dalam Meningkatkan Kerukunan Antar Umat Beragama. METODE PENELITIAN Dalam konteks penelitian yang diberikan ini merupakan penelitian kualitatif yang mengarahkan pada Kerukunan Antar Umat Beragama. Penelitian ini menggunakan metode ethnography, yang melibatkan pengamatan dan pengalaman dalam konteks sosial dan budaya, untuk mengeksplorasi interaksi dan perilaku antara umat beragama dan data yang diperoleh dari penelitian ini akan mencakup informasi deskriptif tentang bagaimana umat beragama berinteraksi satu sama lain dan mengalami kekuatan dalam suasana yang seharusnya atau didalam antar umat beragama. Dan dalam penelitian ini juga digunakannya beberpa tekhnik dalam metode pengumpulan data yaitu digunakannya Library research, yaitu pengumpulan data yang dilakukan peneliti dalam penelitian, pengkajian dan catatan terhadap literature atau buku-buku referensi yang sesuai dengan kebutuhan pembahasan dalam penelitian ini, karya ilmiah yang relevan terhadap masalah yang dibahas berupa konsep, teori, dan gagasan para ahlih sehubungan dengan objek yang dibahas. Dan Metode ini dibagi menjadi dua bagian yaitu Kutipan langsung, yaitu peneliti mengutip pendapat para ahli yang terdapat dalam buku-buku referensi yang berhubungan dengan pembahasan penulisan ini dengan tanpa merubah redaksi kalimatnya dan makna yang terkandung didalamnya dan juga Kutipan langsung merupakan praktik di mana peneliti menuliskan pendapat para ahli yang terdapat dalam buku-buku referensi yang relevan dengan topik penelitiannya tanpa mengubah kata-kata atau Dan yang kedua adalah Kutipan tidak langsung, yaitu kutipan pendapat-pendapat para ahli yang terdapat dalam referensi dalam bentuk uraian yang berbeda dalam konsep aslinya, tetapi makna dan tujuannya sama. Dan penelitian ini juga merupakan penelitian yang deskriptif dengan menggunakan data kualitatif, lalu dianalisis beberapa metode teknik analisis data yaitu dengan adanya Metode induktif, yaitu tehnik analisis data dengan bertitik tolak dari suatu data yang bersifat khusus, kemudian dianalisis dan disimpulkan dengan bersifat umum,dan yang kedua juga menggunakan Metode deduktif, yaitu suatu tehnik analisis data yang bertitik tolak dari data yang bersifat umum kemudian dianalisis dan diambil kesimpulan yang bersifat khusus dan Metode komparatif, yaitu suatu tehnik analisis data dengan membandingkan antara data yang satu dengan data yang lain kemudian menarik sebuah Dan juga ditemukan dalam penelitian ini yaitu adanya metode penelitian dalam Studi Kasus yang Melibatkan analisis mendalam tentang dialog antaragama dan kontribusi tokoh agama dalam penyelesaian konflik serta implementasinya dalam konteks spesifik untuk Dialog Antaragama Dan Kontribusi Tokoh Agama Dalam Penyelesaian Konflik Dan Implementasinya Untuk Memperkuat Toleransi memperkuat toleransi,dan Studi Literatur yang Menganalisis berbagai sumber teks, jurnal, dan publikasi mengenai dialog antaragama, kontribusi tokoh agama, penyelesaian konflik, dan toleransi untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif metode Wawancara dengan Melakukan wawancara dengan tokoh-tokoh agama, praktisi dialog antaragama, dan individu terkait untuk mendapatkan wawasan langsung mengenai kontribusi mereka dalam penyelesaian konflik dan upaya memperkuat toleransi. Studi Komparatif yang dapat Membandingkan berbagai pendekatan dan praktik dialog antaragama serta kontribusi tokoh agama dalam berbagai konteks sosial dan budaya untuk mengevaluasi efektivitas dan Analisis Kualitatif untuk Melakukan analisis mendalam terhadap data kualitatif yang diperoleh dari berbagai sumber untuk memahami peran tokoh agama dalam penyelesaian konflik dan implementasi upaya untuk memperkuat toleransi. Dan Metode ini juga dapat digunakan secara terpisah atau dikombinasikan untuk mendalami topik tersebut. Pemilihan metode penelitian harus didasarkan pada tujuan penelitian dan sifat dari informasi yang ingin HASIL DAN PEMBAHASAN Keterkaitan antara tokoh agama dan masyarakat dapat dijelaskan sebagai hubungan di mana tokoh agama berperan sebagai panutan, pembina, dan pemimpin masyarakat,dan Para tokoh agama sangat berperan penting dalam meredam suasana dan mencegah perpecahan antar umat beragama, sehingga terwujud kerukunan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka sikap moderasi dalam beragama mutlak diperlukan Mereka memiliki kedudukan dan status sosial yang tinggi, sehingga dihormati oleh dan selanjutnya Dalam konteks permusatan beragama, penting untuk menjaga pemahaman yang seimbang dan mengedepankan nilai-nilai positif seperti kasih sayang, perdamaian, dan toleransi. Hal ini dapat dilakukan dengan mengamalkan ajaran agama yang berpikiran bahwa semua individu memiliki hak-hak dan tidak harus diorbankan atau mengurangi. Dengan demikian, kita dapat membangun berkelanjutan yang mengandung pemahaman dan harmoni beragama yang kuat dalam masyarakat. Kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada ranah agama, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan sosial masyarakat. dan persoalan ini sangat sering sekali terjadi dalam dan sering muncul dalam hubungan antar etnis dan agama masih mengalami pasang surut sejalan dengan perkembangan dunia global yang turut mewarnai kehidupan masyarakat dan kehidupan beragama dan Upaya membangun kondisi yang kondusif dalam perbedaan perlu dikembangkan dan Salah satu konflik yang terjadi di Indonesia1adalah konflik antar umat beragama. Konflik ini dapat berupa konflik antar umat beragama dan konflik antar MAGISTRAAe VOL. 2 NO. 1 MARET 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 01-18 sekte atau aliran tertentu dalam satu agama. Tentu tidak mudah untuk bangsa Indonesia untuk peduli terhadap keberagaman atau kebhinekaan dimana salah satunya adalah masalah yang krusial yaitu tentang masalah toleransi beragama Kesadaran hidup dalam kondisi plural pada masyarakat bawah perlu dibangun. Dan dalam masyarakat yang multikultur kita pasti dapat melihat perbedaan yang terjadi. Perbedaan ini bisa terbentuk dimana saja, karena setiap perbedaan menciptakan habitatnya sendiri4 karena disebabkan oleh beberapa factor, seperti keadaan geografis, bisa merupakan factor yang sangat besar pengaruhnya terhadap terciptanya pluralitas suku bangsa Indonesia Dalam visi Mukti Ali, perbedaan agama tidak perlu menjadi konflik manakala masing-masing memahami ajaran agama mereka secara mendalam. Selain perbedaan yang ada antar agama, sesungguhnya juga terdapat kesamaan. Apalagi di tambah dialog yang intens untuk sama-sama memperjuangkan masalah kemanusiaan dan untuk mencapai tingkat kerukunan dan toleransi yang lebih maksimal dan tingat kerukunan hidup beragama yang lebih harmonis kiranya dialog antar agama terus di intensifkan agar tercipta saling pengertian yang kental. Komunitas agama terhadap karakteristik dan pandangan hidup keagamaan yang dianut kelompok-kelompok agama saling menghormati Terciptanya suasana yang harmonis dalam bingkai ke-bhinneka-an sulit diwujudkan jika hal perbedaan agama atau keyakinan menjadi faktor paling dominan timbulnya gesekan-gesekan atau benturan di kalangan masyarakat. Banyaknya peristiwa yang terjadi di Indonesia dengan mengatasnamakan agama akhir-akhir ini Kondisi tersebut tidak lepas dari perhatian para tokoh agama, untuk meningkatkan kerukunan di lakukan pembinaan terhadap umat melalui beberapa Pembinaan umat Islam dilakukan oleh tokoh agama dengan memberikan pengajaran agama, mengajarkan hidup bermasyarakat yang baik dengan hidup rukun dan harmonis antar umat beragama. Hal ini juga dilakukan oleh tokoh agama lain. Dan dapat dilihat salah satu bentuk kerukunan yang terjadi didalam masyarakat yaitu sering terlibat dalam kegiatan kegiatan bakti sosial . yang diadakan oleh pemerintah setempat, serta partisipasi dalam acara-acara keagamaan seperti sambutan baru umat Katolik, dan mendukung kegiatan keagamaan lainnya seperti menjaga ketertiban dan keamanan selama perayaan Natal. Idul Fitri, dan Idul Adha, merupakan upaya untuk membangun persaudaraan dan kedamaian di Kelurahan Lewoleba Utara. Melalui keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan ini, masyarakat beragama diharapkan dapat memupuk rasa persaudaraan dan kasih sayang, serta hidup secara damai dan Dalam kegiatan bakti sosial dan partisipasi dalam acara keagamaan, masyarakat dapat memperkuat hubungan antarwarga dan mempromosikan toleransi serta kerukunan antarumat Hal ini merupakan aspek penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berdampingan secara damai dan Aktivitas pembinaan ini dilakukan untuk supaya dapat Dialog Antaragama Dan Kontribusi Tokoh Agama Dalam Penyelesaian Konflik Dan Implementasinya Untuk Memperkuat Toleransi meningkatkan agar kerukunan ini dapat dilakukan dengan pelestarian adat atau tradisi melalui kelompok etnis didalam masyarakat itu sendiri dan Hal ini menunjukan bahwa pembangunan norma-norma yang baik merupakan sarana untuk memperkembangkan agama secara efektif dan menanamkan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, kita dapat menciptakan hubungan yang harmonis dan berkelanjutan dengan sesuai dengan keinginan dan perasaan pribadi. Dan kepemimpinan Tokoh agama dalam penyelesaian konflik di masyarakat ini juga menampilkan sikap dan perilaku yang baik, sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat serta dapat beradaptasi dengan kelompok lain juga Keterlibatan tokoh atau pemimpin agama dalam aspek pembangunan rohaniah adalah hal yang tak bisa terhindarkan. Tokoh agama sebagai perantara seseorang untuk memperdalam dan memahami kepercayaan yang diyakininya. Keterlibatan tokoh Tokoh agama memiliki peran penting dalam membantu individu dalam mengembangkan rohaniah. Tokoh yang memainkan peran sebagai perantara seseorang yang membantu mereka dalam memperdalam dan memahami kepercayaan yang Pemimpin agama,Dalam konteks agama, pemimpin memiliki tanggung jawab untuk mengarah dan mengelola flok agama mereka. Pemimpin agama memiliki tanggung jawab untuk menjaga harmoni dan keselamatan dalam komunitas sehari-hari. Aspek pembangunan rohaniah Pembangunan rohaniah melibatkan kembangan kepercayaan, karakter, dan sikap individu. Keterlibatan tokoh dan pemimpin agama memainkan peran penting dalam mendukung pembangunan rohaniah individu. Secara keseluruhan, keterlibatan tokoh atau pemimpin agama dalam aspek pembangunan rohaniah adalah hal yang tak bisa terhindarkan dan tentang potensi konflik yang timbul dari perbedaan agama, suku, ras, dan budaya, serta menekankan bahwa permasalahan terkait agama merupakan ranah pribadi setiap individu. Disebutkan juga bahwa fakta sosial seperti hukum, adat istiadat, norma, bahasa, agama, dan aspek kehidupan lainnya mempunyai kekuatan untuk memaksakan kewenangannya terhadap masyarakat di luar kemampuan individu Tokoh agama memainkan peran sebagai perantara seseorang untuk memperdalam dan memahami kepercayaan yang diyakininya, sementara pemimpin agama memiliki tanggung jawab untuk mengarah dan mengelola flok agama mereka, serta menjaga harmoni dan keselamatan dalam komunitas sehari-hari. Dan kerukunan yang terjadi dalam dialog antaragama dalam penyelesaiaan konflik yaitu untuk saling menghargai dalam bentuk bentuk agree in disagreement yang artinya setuju dalam Artinya adalah, seseorang yang mau menerima dan menghormati orang lain dengan seluruh totalitasnya, menerima dan menghormati orang lain dengan seluruh aspirasi, keyakinan, kebiasaan, dan pola hidupnya dan juga menerima dan menghormati orang lain dengan kebebasannya untuk bebas memilih dan menganut keyakinan agamanya, sehingga ia MAGISTRAAe VOL. 2 NO. 1 MARET 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 01-18 percaya bahwa agama yang ia peluk, itulah agama yang paling baik,dan dari sini juga dapat dilihat bahwa masyarakat selalu saling menghargai satu dengan yang lain,dan berdasarkandari hasil pembahasaan ini juga bahwa kontribusi tokoh agama juga berperan sebagai Motivator Sebagai motivator seorang tokoh agama dengan ketrampilan dan karisma yang dimilikinya mampu memberikan dorongan-dorongan sosial dan spiritual dalam kehidupan manusia, sekaligus menjadi penengah dalam menyelesaikan konflik-konflik yang muncul di masyarakat,dan Pembimbing moral Dengan bekal ilmu yang dimiliki tokoh agama mampu memberikan arahan-arahan etika yang baik kepada jamaatnya. Etika adalah ekspresi atau pernyataan dari apa yang terpendam dalam hati atau dari seseorang dan sekaligus menentukan tingkah lakunya secara nyata terhadap sesamanya dan tokoh agama yang merujuk pada individu yang memiliki kemampuan atau keberadaan untuk menjadi pemimpinan dalam agama, baik secara internal maupun eksternal. "Siraman rohani" mengacu pada wahyu atau inspirasi yang diberikan oleh Allah untuk membantu dan mendukung umat dalam menjaga dan mengembangkan agama mereka. "Tuntunan agama" mengacu pada kegiatan atau kepercayaan yang diperlukan oleh umat untuk menjaga dan mengembangkan agama mereka dan ini juga menunjukan bahwa kemampuan tokoh agama sangat penting dalam membantu umat dalam menjaga dan mengembangkan agama mereka, baik secara internal maupun eksternal. Tokoh agama yang baik dan aktif akan membantu dalam menghidupkan kerukunan antar umat beragama dan membangun jaringan yang kuat dan saling mendukung. Dan juga adanya pendukung dari mediator(Penghubun. yang berfungsi dan Sejatinya keberadaan tokoh agama dalam kelompok masyarakat yang beragam kegamaannya sangat berpengaruh terhadap penciptaan kerukunan antar umat beragama, tokoh agama menjadi media komunikasi antara masyarakat dengan elit penguasa maupun antar tokoh agama lain. Melalui tokoh agama, para penguasa dapat mensosialisasikan program dan kebijakannya kepada masyarakat luas. Begitu pula dengan antar tokoh agama bisa bersatu padu menjalin kerukunan persaudaraan antar umat Melakukan dialog dan diskusi keagamaan serta menjalin kerjasama dalam batasanbatasan keagamaan yang ada,dan berdasarkan penjelasan diatas bahwa peran tokoh agama dalam meningkatkan kerukunan antar umat beragama di Masyarakat ini adalah sebagai motivator Pembimbing Moral dan Mediator/Penghubung. Gambaran masyarakat di majemuk tersebut dikembangkan suasana yang harmoni dalam kehidupan umat beragama. Di mana tercipta suasana kehidupan beragama dari umat dan pemeluk agama yang plural yang serasi dalam kehidupan bangsa dan agama-agama yang berbeda dapat diamalkan oleh pemeluknya tanpa berbenturan satu dengan yang lainnya,dan Dialog antara umat beragama merupakan upaya yang sangat penting untuk membangun toleransi umat beragama, merawat dan menjaga Dialog Antaragama Dan Kontribusi Tokoh Agama Dalam Penyelesaian Konflik Dan Implementasinya Untuk Memperkuat Toleransi kerukunan umat beragama di negara Indonesia. Berbagai macam kemajemukan ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang aman dan mengurangi resiko konflik yang mungkin terjadi dan Dalam konteks bermasyarakat ada perbedaan yang sangat nampak yaitu perbedaan keyakinan atau yang lebih dikenal dengan perbedaan agama. Indonesian merupakan negara multikultur dari segi agama dimana setiap plosok kehidupan masyarakat pasti ada agama yang berbeda, entah itu sebagai agama mayoritas maupun agama minoritas. Keragaman ini yang membutuhkan pola pikir atau peradigma baru bagi tokoh agama untuk selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tetap menjaga keharmonisan serta menjaga tali persaudaraan antar individu maupun umat beragama. Dan pemaknaan toleransi kritis merujuk pada toleransi yang memiliki pandangan yang kritis. Sifat ini tidak mungkin ditemukan pada orang yang dogmatis, yang melekat pada keyakinan sendiri. subjektif, terikat pada kepentingan dan kesukaan sendiri. Toleransi yang kritis bersifat positif, mampu menghargai hal-hal yang positif dari agama lain, bahkan belajar dari mereka. Namun, perlu diingat bahwa toleransi ini jangan diartikan sebagai kompromi teologis atau akidah dan Toleransi ini juga memiliki hal penting dalam beberapa aspek yang mencakup tentang Pengakuan dan penerimaan perbedaan Toleransi kritis melibatkan pengakuan dan penerimaan perbedaan dalam ideologi, kebijakan, dan praktik yang berbeda Mengakui dan menerima percayaan Toleransi kritis mencakup mengakui dan menerima percayaan yang berbeda, serta menghargai perbedaan dalam konteks agama dan keagamaan Membatasi dogmatisme dan absolutisme Toleransi kritis menolak dogmatisme dan absolutisme, yang mengakui bahwa tidak ada kecayaan yang absolut atau tetap akurat Menghargai dan mempelajariToleransi kritis mengakui pendapat dan mempelajari dari agama lain, baik secara positif maupun negatif, sehingga mendukung keberlanjutan dan kreativitas dalam mencari kesadaran dan pengetahuan Meskipun toleransi kritis menjadi konsep yang positif, penting untuk tidak menghabiskannya sebagai kompromi teologis atau akidah, karena hal ini dapat mengarah pada konflik yang lebih besar dan berkelanjutan. Adapun Faktor Pendukung dan Penghambat Tokoh Agama Dalam Meningkaatkan Kerukunan Antar Umat Beragama dalam menyelesaikan konflik antara lain Adanya Faktor Pendukung Tokoh Agama dalam Meningkatkan Kerukunan Antar Umat Beragama yang mengajarkan tentang ajaran Agama ,karena dalam Terciptanya kerukunan antar umat beragama di Masyarakat majemuk dan pada dasarnya ajaran Katholik menyatakan bahwa semua manusia dan hewan adalah ciptaan Tuhan yang harus disayangi. Demikian pula, ajaran Islam menekankan pentingnya kasih sayang melalui kata-kata "rahman" dan "rahim" yang selalu muncul bersama dalam Al-Qur'an. Kedua ajaran ini menekankan perlunya perlakuan yang sama terhadap ajaran kebaikan dan kasih sayang terhadap semua MAGISTRAAe VOL. 2 NO. 1 MARET 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 01-18 mahluk Tuhan untuk hidup yang baik dan bermoral. Juga adat Budaya serta Peran Pemerintah Setempat bahwa pemerintah memegang peranan kunci dalam mengendalikan berbagai sistem di masyarakat. Menjaga stabilitas sosial dan keamanan warga merupakan tanggung jawab utama pemerintah dan Sebagaimana yang terlihat di dalam Masyarakat Majemuk bahwa selalu berusaha untuk Membangun kerukunan: Pemerintah harus membangun kerukunan di antara etnis dan agama yang beragam di wilayah mereka. Hal ini penting untuk membangun harmoni dan kehidupan bahagia untuk masyarakat yang beragam etnis dan agama dan Wadah perkumpulan Pemerintah memberikan wadah perkumpulan warga di tiap-tiap RT atau RW agar masyarakat bisa saling bertegur sapa dan bisa saling mengenal. Hal ini membantu dalam menjaga kerukunan dan kehidupan bahagia di antara masyarakat yang beragam etnis dan Sosialisasi pentingnya kerukunan karena Pemerintah juga harus memanfaatkan setiap pertemuan warga untuk mensosialisasikan pentingnya kerukunan antar etnis maupun agama. Hal ini penting untuk menjaga harmoni dan kehidupan bahagia di antara masyarakat yang beragam etnis dan agama. Kebijakan-kebijakan atau peraturan pemerintah dan Pemerintah harus mengatur kebijakan-kebijakan atau peraturan pemerintah pusat yang terkait dengan penciptaan kerukunan antar umat beragama secara keseluruhan. Hal ini membantu dalam mengatur kerukunan dan kehidupan bahagia di antara masyarakat yang beragam etnis dan Dalam pendekatan ini, pemerintah harus memainkan peran aktif dalam membangun dan mengelola kerukunan di antara etnis dan agama yang beragam di wilayah mereka. Hal ini penting untuk membangun harmoni dan kehidupan bahagia untuk masyarakat yang beragam etnis dan agama dan Tujuan utama beragama adalah mendapatkan pencerahan dan pedoman hidup, sehingga lahir serta bangun, serta tidak menyianyiakan kesempatan terlahir sebagai manusia untuk menambah kebajikan dan berkelanjutan sebagai bekal di alam selanjutnya. Kehidupan bermasyarakat, bersyarat dan berbudaya ini tentunya memiliki kesamaan tujuan berbangsa dan bernegara, yaitu mencapai kesejahteraan. Semua komponen harus bersatu pada membangun kekuatan secara bersama-sama, sehingga tercapai kemakmuran bersama, memiliki harga diri yang tinggi dan dihargai oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Tujuan diwujudkan oleh Tri kerukunan Hidup Beragama Adapun Faktor Penghambat Tokoh Agama dalam Meningkatkan Kerukunan Antar Umat Beragama Meningkaatkan Kerukunan Antar Umat Beragama dalam menyelesaikan konflik antara lain Kesalahan dalam penggunaan pada media sosial yang tidak bisa kita pungkiri bahwa media sosial saat ini telah mengambil peran penting dalam segala aktvitas kehidupan manusia. Hal ini tercermin dalam seringnya aktivitas manusia yang dilakukan di dalam media sosial. Dialog Antaragama Dan Kontribusi Tokoh Agama Dalam Penyelesaian Konflik Dan Implementasinya Untuk Memperkuat Toleransi entah itu dalam bentuk pekerjaan maupun meluangkan waktu dan dapat dilihat bawa teknologi handphone yang sangat mendukung secara instan dan mudah serta bisa dibawa ke mana-mana, namun jika kita salah dalam penggunaannya, hal ini akan menimbulkan efek yang negatif bagi pemakai yang salah menggunakannya. Dan menurut beberpa Tokoh mengatakan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar pada keluarga, sehingga informasi yang terjadi di dalam masyarakat , misalnya masalah yang tentang keyakinan, cepat sekali terdengar di telinga masyarakat tanpa melihat terlebih dahulu. Informasi tersebut yang mereka terima, sehingga dengan mudah mereka terpengaruh dan menerima informasi tersebut. Ini adalah informasi yang mereka dapat bisa berakibat fatal karena merugikan diri mereka sendri bahkan istri dan anak anak mereka, ini yang kemudian di kewatirkan oleh tokoh tokoh agama. Dan dalam Faktor yang mempengaruhi yaitu dalam dan dapat dilihat bahwa Minimnya Pendidkan Keagamaan yang ada ditengah Masyarakat majemuk oleh tiap tiap Agama yang menjadikan penghambat terciptanya kerukunan agama secara keseluruhan dan bahkan hanya pengetahuan keagamaan apa adanya yang diperoleh dalam kesehariannya di masyarakat setempat dan juga terdapatnya Kesenjangan pada Sosial Ekonomi karena Ekonomi merupakan ekonomi merupakan faktor Ter penting dalam kelangsungan hidup manusia karena mempengaruhi kesejahteraan, menciptakan peluang pekerjaan, mendukung pengembangan infrastruktur, menciptakan kerjasama dan kolaborasi, serta mengembangkan sumber daya manusia. Oleh karena itu, peranan pemerintah dan swasta sangat penting dalam menunjang perekonomian dan kelangsungan hidup Karena selain dari itu maka dapat menunjang kerukunan antar umat beragama didalam Masyarakat itu sendiri karena dapat dilihat juga bahwa perekonomian juga menjadi faktor penghambat kerukunan antar umat beragama di kelurahan tersebut. Padatnya aktifitas ekonomi membuat masyarakat tidak memiliki waktu untuk berkumpul atau melakukan kegiatan keagamaan secara internal maupun lintas agama karena dapat dilihat juga bahwa Semakin dangkalnya pengetahuan keagamaan seseorang dikhawatirkan akan terjadi pergolakan atau gesekan-gesekan konflik antar umat beragama dapat dipergolakan sebagai Ketika pengetahuan agama seseorang dikendalikan, maka akan terjadi perbedaan atau konflik antara umat beragama di dalam masyarakat majemuk dan dapat dilihat juga dari hasil yang dibahas karena Minimnya pendidikan keagamaan. Pembangunan rumah ibadah,dan Kurangnya sosialisasi dan komunikasi antar penganut umat beragama serta terdapatnya Faktor kesalahpahaman dan ketersinggungan pribadi yang melibatkan suku dan umat beragama Untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama, peran tokoh agama sangat penting dalam mencegah dan menghentikan konflik berbasis agama. Selain itu, faktor pendukung kerukunan antar umat beragama antara lain adalah ajaran agama, adat budaya, kawin mawin, juga peran pemerintah. MAGISTRAAe VOL. 2 NO. 1 MARET 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 01-18 Adapun Model Dialog Antar Umat Beragama Dalam Membangun Masyarakat Majemuk Terdapatnya Dialog Kehidupan dalam Model dialog berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Dialog kehidupan seringkali memang tidak menyentuh perspektif agama dan iman, karena dianggap sebagai masalah pribadi. Disini, para pemeluk agama berbaur dalam aktivitas kemasyarakatan secara normal. Dialog ini dianggap lebih efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang, karena sifatnya dialogis, berupa percakapan dan juga adannya model Dialog Aksi yang merupakan bentuk kerjasama antar umat beragama dapat diparafrase sebagai Pendekatan dialog aksi merupakan kolaborasi antar pemeluk agama. Para ahli sepakat bahwa pendekatan dialog aksi, dalam berbagai bentuk kerjasama antar pemeluk agama, dilakukan untuk misi kemanusiaan. Misi kemanusiaan ini meliputi upaya membangun dan memberdayakan masyarakat dalam hal keadilan, perdamaian, dan kerukunan dan berikutnya terdapat juga Dialog Teologis yang berbicara tentang sebuah kegiatan berbagi mengenai ajaran keagamaan dan disertai sikap menghargai dan saling belajar memahami tradisi agama partner dialognya. Melalui dialog teologi, umat beragama dapat saling memperkaya pengetahuan mengenai agama selain yang dianutnya serta dapat memunculkan pemaknaan ulang maupun orientasi ulang dalam penghayatan keagamaan masing-masing. Dialog teologi meminta keterbukaan dari masing-masing pihak untuk menerima dan mengakui perubahanperubahan nilainya yang makin sesuai dengan nilai-nilai rohaninya Dialog teologi juga tidak bertujuan untuk menetapkan suatu teologi universal, melainkan untuk saling memahami pandangan teologis dari tradisi agama partner dialognya. Melalui dialog teologi, umat beragama dapat memperkaya dan memajukan penghayatan nilai-nilai tertinggi dan cita-cita rohani, serta membangun kerukunan antar umat beragama dan Jika merujuk pada pengertian dialog teologi yang diuraikan di atas, peneliti belum mengetahui adanya kegiatan model dialog teologi tersebut. Dan Dialog Teologis sangat penting dilakukan untuk supaya memperkaya dan pengalaman keagamaan seseorang, menumbuhkan pemahaman, dan empati terutama untuk doktrin agama yang sensitif, demi memperkuat toleransi. Namun, jika tidak disertai dengan pemahaman mendalam dan keyakinan yang kuat, dapat menjadi pemicu konflik dan mencari kelemahan agama lain. Dalam model dialog ini, diperlukan sikap kritis, yakni kritis terhadap sikap eksklusif dan kecenderungan untuk meremehkan serta mendiskreditkan orang lain. Dialog antar agama merupakan konsep perdamaian yang bagus dan dapat dilakukan dalam berbagai konteks, baik secara formal maupun informal. Namun, perlu persiapan matang dan penjelasan yang baik kepada peserta. Peserta dialog harus menghormati pendapat peserta lain, bertoleransi, dan membela hak orang lain. Dialog antar agama bukan untuk mengubah Dialog Antaragama Dan Kontribusi Tokoh Agama Dalam Penyelesaian Konflik Dan Implementasinya Untuk Memperkuat Toleransi agama orang lain menjadi agama kita, melainkan untuk saling memahami dan menghormati ajaran dan keyakinan agama lain. Dalam konteks teologi, dialog antara teologi dan filsafat dianggap penting dan dapat menghasilkan buah yang positif. Namun, perlu dijalankan secara konsisten sesuai dengan prinsip-prinsip metodologis masing-masing ilmu,dan Agama bisa berfungsi sebagai kritik,yang artinya kritik pada pemahaman dan perilaku umat beragama Peran Tokoh Agama Dalam Menciptakan Nilai Toleransi Masyarakat Adapun peran Toleransi antar umat beragama sangatlah dibutuhkan di Indonesia, terutama di Masyarakat majemuk juga menjunjung tinggi rasa toleransi antar umat beragama. Toleransi adalah sikap tenggang rasa, menghargai, membolehkan, membiarkan orang lain berpendapat lain, melakukan halhal yang tidak sependapat dengan kita tanpa melakukan diskriminasi ataupun intimidasi. Semua agama menghargai manusia oleh karena itu semua umat beragama juga harus saling menghargai. Sehingga terbina Kerukunan antar umat Contoh perwujudan toleransi Beragama yang Memahami setiap perbedaan. Rasa saling menghormati serta menghargai antar sesama umat manusia dan sikap saling tolong menolong antar sesama umat yang tidak membedakan suku dan agama. Konsep diatas telah dipraktekan masyarakat di Sampetan dengan tradisi perayaan hari besar keagamaan Peran para tokoh agama merupakan factor yang sangat berpengaruh untuk menjaga supaya toleransi antar umat beragama tetap terjalin. Tokoh agama juga merupakan seorang pemimpin yang tetap melestarikan budaya dan menyesuaikan dengan budaya setempat, yang dalam hal ini adalah budaya Jawa. Adanya suatu kedudukan sosial mewujudkan bahwa dalam suatu masyarakat terdapat tingkatan-tingkatan yaitu: tingkat lapisan kelas atas dan tingkat lapisan kelas bawah. Meskipun demikian sikap anggota kepada atasan adalah tunduk dan patuh, sedangkan sebagai seorang pemimpin bersikap untuk selalu mengayomi masyarakat dari hal-hal yang menimbulkan tepecahnya suatu kondisi kerukunan masyarakat yang sudah ada. Toleransi yang terjalin dalam masyarakat dan dapat dilihat dalam berbagai tindakan. Misalnya, ikut berpartisipasi ketika umat yang berbeda agama sedang merayakan hari besar dengan mendirikan tenda untuk acara yang berlangsung untuk kaum lakilaki dan perempuan ikut membantu memasak untuk acara tersebut. Selain itu mereka juga memberi ucapan selamat ketika merayakan hari-hari besar keagamaan. Apabila mendapat undangan masyarakat maupun tokoh masyarakat dan tokoh agama sekitar ikut hadir dalam acara tersebut dan mendengarkan dengan hikmat tanpa mengganggu agama lain Toleransi adalah konsep yang kompleks, terdiri dari tiga komponen utama yaitu objection, acceptance, dan rejection. Objection mengacu pada kasih sayang individu terhadap kelompok lain, yang mencakup preferensi atau ketidaksukaan MAGISTRAAe VOL. 2 NO. 1 MARET 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 01-18 terhadap tindakan kelompok lain. Komponen ini mencerminkan toleransi pada level afektif atau sikap. Acceptance atau penerimaan berkaitan dengan reaksi psikologis manusia terhadap keberadaan kelompok lain. Sedangkan rejection atau penolakan berkaitan dengan perilaku manusia dalam menanggapi perbedaan pandangan atau ketidaksetujuan, dan mencerminkan toleransi pada level sikap KESIMPULAN DAN SARAN Bahwa dengan adanya kontribusi Tokoh agama dalam penyelseaian konflik karena Para pemimpin agama sebagai orang yang diteladani oleh umatnya di dalam Masyarakat Majemuk yang mampu dan dapat memberikan pemahaman yang baik dan benar tentang toleransi antar umat beragama. Para pemimpin agama mampu tampil sebagai fasilitator dalam meminimalisir segala konflik yang terjadi. Selain itu para pemimpin agama juga bisa menciptakan kegiatan bersama yang melibatkan umat beragama dalam rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan diantara para pemeluk agama. Kegiatan yang dimaksud adalah anjangsana dalam perayaan hari raya agama dan kegiatan kemasyarakatan, baik dalam acara suka maupun duka. Dan dapat dilihat juga bahwa dengan adannya dialog antaragama ini juga Membangun sikap toleransi. Dialog antaragama menguatakan sikap toleransi, membudayakan keterbukaan, dan saling pengertian Menjaga kerukunan umat beragama Dialog antaragama sangat penting dalam merawat dan menjaga kerukunan umat beragama Mencegah intoleransi Institut Dialog Antariman berkontribusi dalam mencegah masalah intoleransi dan menjawab isu terkait intoleransi meningkatkan pemahaman beragama. Dialog antaragama membantu mengedepankan nilai-nilai kasih sayang, perdamaian, dan toleransi dengan tidak mengorbankan ajaran-ajaran pokok agama mendorong solidaritas kemanuasiaan Dialog antaragama membantu menggalikan pemahaman bersama dalam memaknai kehidupan dan mendorong solidaritas kemanuasiaan dan dalam Dalam konteks penyelesaian konflik dan implementasinya untuk memperkuat toleransi, tokoh agama berperan penting dalam meredam suasana dan mencegah perpecahan antar umat sehingga terwujud kerukunan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Sikap moderasi dalam beragama mutlak diperlukan untuk mengamalkan pemahaman beragama yang berimbang dan mencegah perpecahan Selain itu, upaya Dialog Antaragama juga berkontribusi dalam mencegah masalah intoleransi dan menjawab isu terkait intoleransi,dan bagi para generasi muda agar selalu dan terus menerus mengembangkan rasa toleransi antar umat beragama untuk meminimalisir konflik dengan mengatasnamakan agama,Bagi para orang tua, agar menanamkan rasa toleransi, saling menghormati, dan saling tolong menolong pada sesama manusia kepada anak sejak dini Dialog Antaragama Dan Kontribusi Tokoh Agama Dalam Penyelesaian Konflik Dan Implementasinya Untuk Memperkuat Toleransi mungkin dan Dengan adanya perselisihan paham dan kepentingan yang menghambat peran tokoh agama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, diperlukan pendekatan persuasif untuk membangun hubungan emosional yang baik antara tokoh agama dan Hal ini bertujuan agar apa yang disampaikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Hasil penelitian menunjukkan perlunya peran tokoh agama dalam meningkatkan rasa kekeluargaan dan keterlibatan sosial tanpa diskriminasi golongan, serta memberikan kesibukan kepada masyarakat melalui pekerjaan yang produktif untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Pendekatan persuasif diperlukan untuk membangun hubungan emosional yang baik antara tokoh agama dan masyarakat, sehingga apa yang disampaikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, peran tokoh agama juga penting dalam meningkatkan rasa kekeluargaan dan keterlibatan sosial tanpa diskriminasi golongan, serta memberikan kesibukan kepada masyarakat melalui pekerjaan yang produktif untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Dialog antaragama dan ini juga menjadi kontribusi tokoh agama dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam penyelesaian konflik dan memperkuat toleransi di masyarakat. Melalui dialog antaragama, masyarakat dapat memahami perbedaan agama dan budaya yang ada, sehingga dapat mengurangi konflik yang disebabkan oleh perbedaan tersebut. Selain itu, tokoh agama dapat berperan sebagai mediator dalam penyelesaian konflik antaragama. Namun, untuk memperkuat toleransi, dialog antaragama dan kontribusi tokoh agama harus dilakukan secara terus-menerus dan melibatkan seluruh elemen Selain itu, pemerintah juga harus memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai untuk kegiatan dialog antaragama dan pelibatan tokoh agama dalam penyelesaian Dan untuk memperkuat toleransi melalui dialog antaragama dan kontribusi tokoh agama adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya toleransi dan kerukunan antaragama. Selain itu, pemerintah dapat memfasilitasi kegiatan dialog antaragama dan pelibatan tokoh agama dalam penyelesaian konflik dengan memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai. Seluruh elemen masyarakat juga harus terlibat aktif dalam kegiatan dialog antaragama dan memperkuat toleransi di masyarakat dan Kepada seluruh umat beragama kiranya bisa menjalin kehidupan yang harmonis dan rukun terhadap umat agama lain dan dialog antarumat beragama untuk memahami perbedaan dan kesamaan keyakinan. Pemerintah juga dapat memfasilitasi diskusi dan dialog yang positif dan konstruktif antara umat beragama. Membuat kebijakan dan program yang mendukung toleransi antarumat beragama, seperti menyediakan tempat ibadah yang layak dan merata bagi semua agama, dan memastikan hak-hak keagamaan dihormati dan mengadakan kegiatan yang menghargai keragaman antar umat beragama, seperti festival budaya atau acara olahraga yang melibatkan MAGISTRAAe VOL. 2 NO. 1 MARET 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 01-18 masyarakat dari berbagai agama dan latar belakang budaya. Dengan mengimplementasikan saran-saran ini, pemerintah dapat membantu memelihara toleransi umat beragama didalam Masyarakat juga Tingkat efektifitas model kegiatan dialog kehidupan, dialog pengalaman keagamaan dan dialog aksi yang berkembang dimasyarakat yang merupakan solusi yang efektiv karena bersifat konkret dan juga merambah areal yang dapat mempersentuhkan kepentingan bersama dan mengupayakan manusia keluar dari perbedaan. Dengan demikian berbagai model dialog yang dilakukan oleh masyarakat Plajan menunjukkan bahwa dialog antar umat beragama merupakan solusi yang efektiv dalam membangun masyarakat yang damai dan untuk membangun kerukunan antar umat beragama. Dialog lintas agama dibuat dengan tema yang sangat membantu dalam membangun kerukunan dan juga adanya upaya meredakan ketegangan sosial dan menciptakan perdamaian Peran Mediasi Agama yang berfungsi sebagai alat mediasi yang efektif dalam menyelesaikan konflik dan Dialog juga harus dipahami Dialog harus dipahami sebagai roh kehidupan dan selalu terusmenerus Dalam melakukan dialog antar umat beragama apapun bentuknya diperlukan adanya sikap saling terbuka, saling menghormati, dan kesediaan untuk mendengarkan yang Bahkan yang perlu disadari dalam dialog antar umat beragama bukan hanya bertujuan untuk hidup bersama secara damai . tau dalam jargon Orde Baru, secara rukun dan toleran ), dengan cara membiarkan pemeluk agama lain ada . o-eksistens. , melainkan juga berpartisipasi secara aktif meng-ada-kan pemeluk agama lain itu . ro-eksistens. Selain itu, yang perlu ditekankan dalam dialog antar umat beragama adalah mencari titik temu dan bukan titik beda karena masing-masing agama mempunyai karakteristik yang sangat unik dan sangat komplek dan Tokoh-tokohagama dan pemimpin spiritual memainkan peran kunci dalam memfasilitasi dialog dan menciptakan pemahaman antara pihak-pihak yang terlibat dalam Nilai-Nilai Moral dan Etika juga Nilai-nilai moral dan etika yang diajarkan oleh agama sering menjadi pedoman bagi penyelesaian konflik. Mereka dapat membantu membentuk kesepahaman bersama dan mempromosikan keadilan dalam proses penyelesaian. Peran Kelompok Keagamaan Kelompok keagamaan sering terlibat dalam mengkoordinasikan Mereka memfasilitasi dialog, mempromosikan toleransi, dan menciptakan lingkungan damai. Meskipun agama memiliki potensi positif yang signifikan dalam penyelesaian konflik, perlu dicatat bahwa penggunaan agama juga dapat menjadi sumber konflik jika tidak dikelola dengan bijak. Oleh karena itu, perlu pendekatan yang cermat dan pemahaman yang mendalam tentang peran agama dalam konteks konflik sosial dan Sepakat atau tidak, agama datang untuk menciptakan kedamaian dan kerukunan hidup manusia berlandaskan nilai-nilai Dialog Antaragama Dan Kontribusi Tokoh Agama Dalam Penyelesaian Konflik Dan Implementasinya Untuk Memperkuat Toleransi kebenaran dan keadilan nan Ilahiyah. Tak satupun agama yang hadir ke dunia ini untuk membentuk manusia-manusia brutal dan bringas. Justru dalam agamalah manusia menemukan prinsip dasar untuk saling mengasihi, menyayangi dan mencintai antar sesama manusia dan Dalam rangka menjaga perdamaian dan harmoni di masyarakat, dan menghindari penyalahgunaan agama dalam tujuan politik atau kepentingan pribadi. Dengan demikian, pengaruh agama dapat digunakan sebagai alat yang positif dalam memecahkan konflik sosial dan menciptakanmasyarakat yang lebih damai dan beradab. DAFTAR PUSTAKA