PEMBERDAYAAN UMKM BATIK TULIS DI KAMPOENG BATIK JETIS OLEH DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KABUPATEN SIDOARJO Yusuf Hariyoko. Adi Soesiantoro. Mohammad Agus Junaidi ABSTRACT Submitted Revised Inisiated Publish : 02-02-2021 : 08-04-2021 : 20-04-2021 AFFILIATION: Program Studi Administrasi Publik. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Small and Medium Enteprise (SME) are spread evenly in Indonesia. One of the UMKMAos unique in Sidoarjo is Batik Tulis. However, the number of Batik Tulis business at Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo has been decreasing. Therefore, empowerment for UMKM Batik Tulis is very important in order for it to develop and be independent. The aims of this study are to describe and analyze the empowerment of UMKM Batik Tulis at Kampoeng Batik Jetis by Micro Business and Cooperative Official Agency in Sidoarjo. This study uses qualitative descriptive analysis method. The results show that empowerment of UMKM Batik Tulis at Kampoeng Batik Jetis by Micro Business and Cooperative Official Agency in Sidoarjo has been properly implemented. The empowerment taken are as follows . developing business, including marketing, human resources, as well as strengthening financial and social institutions. In terms of marketing, the Micro Business and Cooperative Official Agency in Sidoarjo empowers UMKM Batik Tulis at Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo through organizing and involving the batik entrepreneurs in exhibitions or other events. terms of human resources, the Micro Business and Cooperative Offical Agency in Sidoarjo provides training on online marketing or Market Place, entrepreneurship, and financial management. finance, the Micro Business and Cooperative Official Agency also provides loan facilities. strengthening social institutions, the Micro Business and Cooperative Official Agency in Sidoarjo provides information to the Batik Associations in Sidoarjo about exhibitions, training as well as details on loan facility for UMKM Batik Tulis in Kampoeng Batik Jetis. Sidoarjo. Keywords: Empowerment. UMKM Batik Tulis ABSTRAK Co-Responding E-mail: yusufhari@untag-sby. adi_susiantoro@untag-sby. agusjunaidi984@gmail. Diterbitkan oleh: Pusat Kajian Administrasi Publik Program Studi Administrasi Publik Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur berkolaborasi dengan Indonesia Association of Public Administration Jawa Timur Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) tersebar secara merata di wilayah Indonesia. Salah satu UMKM yang khas di Kabupaten Sidoarjo yaitu batik tulis. Jumlah pelaku usaha batik tulis yang berada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo semakin menurun. Oleh karena itu pemberdayaan untuk UMKM batik tulis sangat diperlukan agar dapat berkembang dan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Pemberdayaan UMKM Batik Tulis di Kampoeng Batik Jetis Oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pemberdayaan UMKM batik tulis di Kampoeng Batik Jetis oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo dilaksanakan dengan baik. Pemberdayaan yang dilakukan yaitu . mengembangkan usaha meliputi pemasaran, sumber daya karyawan, keuangan dan penguatan lembaga sosial. Dalam hal pemasaran. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo telah memberdayakan para pelaku UMKM batik tulis yang ada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo dengan mengadakan dan mengikutsertakan pelaku usaha batik dalam kegiatan pameran atau event-event lain. Dalam hal sumber daya manusia karyawan. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo memberikan pelatihan tentang pemasaran online atau Market Place, pelatihan kewirausahaan, pelatihan manajemen keuangan. Dalam hal keuangan. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan fasilitas pinjaman modal. Dalam penguatan lembaga sosial. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo memberikan informasi kepada Paguyuban Batik Sidoarjo adanya kegiatan pameran, pelatihan serta informasi adanya fasilitas pinjaman modal untuk UMKM batik tulis di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo. Kata Kunci: Pemberdayaan. UMKM Batik Pemberdayaan UMKM Batik Tulis di Kampoeng Batik A Hariyoko Y. Soesiantoro A, & Junaidi M. A . PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bagian penting dari perekonomian suatu negara maupun daerah karena dengan adanya UMKM dapat membantu pemerintah dalam hal menciptakan lapangan pekerjaan baru. Pemerintah peduli dengan UMKM yang terwujud dengan adanya perekonomian yang tumbuh secara inklusif dari UMKM memiliki ciri yang khas dalam perannya pada perekonomian yang ada di Indonesia dengan kemudahannya untuk dilakukan dan kemampuannya untuk menjadi wadah penyedia lapangan kerja bagi masyarakat. Usaha yang sering dilakukan oleh pemerintah dalam membangun UMKM seperti menurut (Anoraga, 2. Pendidikan dan Pelatihan, . Perkuatan modal, . Pembinaan Manajemen, . Bimbingan Teknis, . Pemasaran Produk, . Fasilitasi Hak Atas Kekayaan Intelektual. Keberhasilan usaha tersebut masih juga menemui kendala dengan tidak mampu dicapainya beberapa aspek dari usaha tersebut. Usaha tersebut juga didukung dengan penyediaan peraturan legal yang dibuat oleh pemerintah pusat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah. Masyarakat Ekonomi Asean dan perkembangan teknologi yang membuka pasar lebih luas untuk pemasaran harus pula didorong oleh pemerintah untuk dimanfaatkan (Wicaksono & Wibawani, 2. UMKM di Indonesia tersebar secara merata di seluruh wilayah Indonesia seperti di Kabupaten Sidoarjo, yang dikenal sebagai kota yang memiliki banyak UMKM dengan lebih 000 UMKM yang tersebar di 18 kecamatan dan merupakan kabupaten dengan jumlah UMKM terbanyak di Indonesia. Salah satu usaha kecil yang khas di Kabupaten sidoarjo yaitu batik tulis Jetis Sidoarjo. (WIRAWAN, 2. menjelaskan bahwa kampung batik jetis punya sejarah yang Panjang dan sekarang sudah mulai memudar dengan adanya berbagai permasalahan dalam UMKM batik yang punya peran ganda sebagai motor ekonomi dan pelestarian budaya. Peran semua pihak, juga sangat dibutuhkan dalam menciptakan iklim yang baik untuk UMKM dengan sinergi bersama (Hariyoko, 2. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Pemberdayaan Usaha Mikro. Kecil. Dan Menengah merupakan salah satu usaha dari Pemerintah Daerah Jawa Timur untuk memberikan kepastian hukum. Dalam peraturan tersebut pula ada diterjemahkan oleh Pemkab Sidoarjo untuk membuat PERDA Kab. Sidoarjo No. 2 Tahun 2016 Tentang Penanggulangan Kemiskinan yang juga berhubungan dengan UMKM. Permasalahan UMKM kampung jetis sidoarja juga sama dengan UMKM lain, seperti yang disampaikan oleh (Riniati, 2. dengan keterbatasan akses. Pembentukan DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 . April 2021 kelembagaan juga bisa memberikan solusi yang bagus menurut (Maknun, 2. , namun masih belum dijalankan oleh Kampung Batik Jetis. Sehingga, dengan adanya dukungan berupa fasilitasi yang bagus dan melibatkan aspek manusia, pemasaran, dan kelembagaan akan menjadi pendukung untuk menjaga keberadaan kampung jetis (Jeffrey, 2019. Telagawathi, 2. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang bagaimana pemberdayaan yang dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro kepada para pelaku UMKM batik tulis yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan UMKM batik tulis di Kampoeng Batik Jetis olehDinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo. TINJAUAN PUSTAKA Pemberdayaan Masyarakat Konsep Pemberdayaan menurut Pearson dalam (Prasetyo, 2. menekankan bahwa seseorang mendapat keterampilan, pengetahuan, dan kekuasaan yang cukup untuk merubah kehidupannya dan kehidupan orang lain disekitarnya. Pada pemberdayaan menurut (Dahlia. Bahtiar, 2. dapat dibagi prosesnya menjadi beberapa tahap, diantaranya: perencanaan, pelaksanaan, pembinaan dan pengawasan program sudah berjalan dengan efektif namun pencapaian tujuannya belum optimal. Permasalahan juga muncul dengan adanya kendala Tujuan Sumodiningrat dalam (Abipraja, 2. antara lain :. Mengurangi jumlah penduduk miskin. Mengembangkan usaha untuk meningkatkan pendapatan penduduk miskin dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Meningkatkan rasa kepedulian masyarakat agar dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin. Meningkatkan kemandirian Sumodiningrat dalam (Mashoed, 2. mengemukakan bahwa strategi pemberdayaan . Bantuan dana untuk modal usaha. Pembangunan prasarana untuk mendukung pengembangan sosial perekonomian rakyat. Penyedia sarana untuk mempelancar pemasaran hasil dari produksi serta jasa . Penguatan kelembagaan sosial ekonomi rakyat. Pendapat lain yang dikemukakan oleh (Kartasasmita, 1. bahwa strategi pemberdayaan dilakukan dengan tiga cara, yaitu: Pemberdayaan UMKM Batik Tulis di Kampoeng Batik A Hariyoko Y. Soesiantoro A, & Junaidi M. A . Menetapkan kondisi yang membuat masyarakat berkembang. Acuannya pada potensi masyarakat yang dapat dikembangkan . Memperkuat potensi yang dimiliki oleh seseorang atau masyarakat. Penguatan tersebut meliputi sebagai penyedia berbagai masukan dan sebagai akses kepada masyarakat agar menjadi berdaya . Memberdayakan dengan cara melindungi dan menaungi yang lemah. Cara lain pemberdayaan yang dapat dilakukan oleh kelompok tersebut adalah dengan membuat kelembagaan yang berfokus pada pengembangan anggota sendiri, mulai dari produksi hingga pasca penjualan, apabila memungkinkan. Beberapa hal yang perlu diperharikan dalam pengembangan kelembagaan menurut (Nirwati. Amir, 2. adalah co-producers, pengembangan solusi yang bersifat citizen driven serta penguatan modal sosial sebagai sarana dengan pihak eksternal telah terlaksana dengan baik. METODE Lokasi penelitian ini di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo tepatnya di Jl. Diponegoro. Lemah Putro. Kecamatan Sidoarjo. Kabupaten Sidoarjo. Jawa Timur 61213. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif berupaya memberikan gambaran mengenai fenomena yang ada secara terinci dan mendalam, sehingga diperoleh pemahaman yang jelas tanpa menggunakan uji statistika. Sumber data yang digunakan peneliti adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa hasil wawancara yaitu dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo dan pelaku usaha batik tulis yang berada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo. Data sekunder yaitu dokumen-dokumen yang terkait dengan pemberdayaan dan artikel ilmiah. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah wawancara kepada Kepala Bidang kelembagaan, pelaku UMKM Batik di Kampung Jetis, dan Konsumen Batik Jetis. Fokus penelitian ini yaitu pemberdayaan UMKM batik tulis di Kampoeng Batik Jetis oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo antara lain: mengembangkan usaha meliputi pemasaran, sumber daya manusia karyawan, keuangan dan penguatan lembaga sosial. Teknik analisis data yang digunakan adalah Metode analisis Interaktif mulai dari pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 . April 2021 HASIL DAN PEMBAHASAN Pemberdayaan menurut (Prasetyo, 2. merupakan sebuah proses dimana seseorang yang belum memiliki akses atau ketrampilan, pengetahuan yang cukup untuk berupaya diberdayakan dalam meningkatkankemandirian, oleh karena itu sesuai dengan rumusan dan fokus penelitian diatas pemberdayaan yang dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo kepada UMKM batik tulis yang ada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo yaitu: kemampuan mengembangkan usaha dan penguatan lembaga sosial. Mengembangkan Usaha Berdasarkan hasil dari wawancara, maka dapat dianalisis sesuai teori dari Sumodiningrat dalam (Abipraja, 2. Tujuan pemberdayaan yaitu untuk mengembangkan Sesuai teori tersebut Dinas Koperasi dan Usaha Mikro melakukan upaya pemberdayaan sesuai tugas pokok dan fungsinya yang diatur dalam Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 81 tahun 2006. Pemberdayaan yang dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo dalam mengembangkan usaha batik tulis di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo yaitu meliputi pemasaran, sumber dayamanusia dan keuangan. Pemasaran Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo dalam melaksanakan pemberdayaan mengembangkan usaha melalui pemasaran yaitu dengan mengadakan kegiatan pameran dan mengikutsertakan pelaku usaha batik tulis dalam event-event yang ada, sebab banyak para pelaku usaha batik tulis yang meninggalkan usahanya karena merasa kesulitan dalam memasarkan produknya, sehingga hal tersebut memberikan dampak kerugian untuk usahanya. Pada kegiatan pameran ini Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo memberikan prasarana sebagai penunjang untuk memperkenalkan produknya. Seperti yang dikemukakan oleh Sumodiningrat dalam (Mashoed, 2. dalam upaya pemberdayaan salah satunya adalah penyediaan sarana untuk memperlancar hasil produk dan jasa masyarakat. Sesuai teori tersebut bahwa Dinas Koperasi dan Usaha Mikro melakukan pemberdayaan kepada UMKM batik tulis yang ada di Kampoeng Batik JetisKabupaten Sidoarjo dengan mengadakan fasilitas kegiatan pameran dan mengikutsertakan para pelaku usaha batik tulis dalam event pameran atau event-event lain yang diselenggarakan baik dari daerah maupun luar daerah serta juga memberikan fasilitas pelatihan pemasaran online yang langsung didatangkan ahli market place. Tujuannya untuk mempromosikan produk batik tulis yang ada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo agar dikenal masyarakat luas serta sebagai sarana untuk Pemberdayaan UMKM Batik Tulis di Kampoeng Batik A Hariyoko Y. Soesiantoro A, & Junaidi M. A . mengembangkan usahanya. Selain itu, juga perlu dilakukan analisis pasar untuk mendapatkan sasaran pemasaran yang sesuai dengan mengedepankan produk yang lebih inovatif (Methasari et al. , 2. Dari teori diatas, dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo kepada UMKM batik tulis yang ada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo dalam hal pemasaran telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan teori yang ada diatas tersebut. Karena banyak pelaku usaha batik tulis yang diikutkan dan terlibat dalam kegiatan pameran dan pelatihan pemasaran online tersebut. sehingga para pelaku usaha batik tulis dapat mengembangkan usahanya melalui kegiatan-kegiatan yang sudah diberikan oleh Dinas Koperasi danUsaha Mikro Kabupaten Sidoarjo. Sumber Daya Manusia Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberdayakan pelaku UMKM batik tulis Jetis dalam hal sumber daya manusia yaitu dengan memberikan pembinaan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan pemasaran online serta pelatihan manajemen keuangan. Hal tersebut dilakukan agar kualitas sumber daya manusia pengusaha batik tulis ini meningkat dalam mengelola usahanya. Seperti yang (Nirwati. Amir, 2. Pemberdayaan menekankan bahwa seseorang mendapat keterampilan, pengetahuan serta kekuasaan yang cukup untuk merubah kehidupannya dan kehidupan orang lain yang ada disekitarnya. Sesuai teori tersebut bahwa Dinas Koperasi dan Usaha Mikro melakukanpemberdayaan kepada UMKM batik tulis yang ada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo dengan memberikan keterampilan melalui mengadakan pelatihan-pelatihan yaitu pelatihan kewirausahaan, pelatihan pemasaran online dan pelatihan manajemen keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam mengembangkan usaha batik tulis. Dari teori diatas, dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo kepada UMKM batik tulis yang ada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo dalam hal sumber daya manusia telah dilaksanakan dengan baik sesuai teori yang ada diatas tersebut. Karena banyak pelaku usaha batik tulis Jetis yang turut serta mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo yang berguna menambah wawasan dan ketrampilan sumber daya manusia dalam mengembangkan usaha batik tulis yang ada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo. Keuangan DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 . April 2021 Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberdayakan pelaku UMKM batik tulis Jetis dalam hal keuangan yaitu dengan memberikan bantuan permodalan melalui fasilitas pinjaman modal DAGULIR (Dana Berguli. Hal tersebut dilakukan agar manajemen keuangan pengusaha batik tulis dalam mengelola usahanya dapat berjalan dengan baik. Seperti yang yang dikemukakan oleh Sumodiningrat dalam (Mashoed, 2. bahwa strategi pemberdayaan salah satunya adalah bantuan dana sebagai modal usaha. Sesuai teori tersebut Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo melakukan pemberdayaan kepada UMKM batik tulis yang ada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo dalam dengan memberikan pinjaman modal melalui dana bergulir yang disediakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk digunakan oleh pelaku UMKM batik tulisyang ada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo yangmembutuhkan dana tersebut dalam mengembangkan Dari teori diatas, dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo kepada UMKM batik tulis yang ada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo dalam hal keuangan telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan teori yang ada diatas. Karena terdapat pelaku usaha batik tulis di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo yang mendapat bantuan permodalan yang telah difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjountuk digunakan dalam mengembangkan usaha batik tulisnya. Penguatan Lembaga Sosial Berdasarkan hasil dari wawancara, maka dapat dianalisis sesuai teori yang dikemukakan oleh Sumodiningrat dalam (Mashoed, 2. yang mengemukakan bahwa strategi pemberdayaan salah satunya penguatan kelembagaan sosial ekonomi rakyat. Sesuai teori tersebut Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo melakukan upaya pemberdayaan kepada UMKM batik tulis yang ada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo melalui penguatan lembaga sosial yang ada yaitu Paguyuban Batik Sidoarjo (PBS). Seperti yang dikemukakan (Kartasasmita, 1. salah satu strategi pemberdayaan dapat dilakukan dengan memperkuat daya atau potensi yang dimiliki oleh masyarakat. Penguatan ini meliputi Langkah nyata sebagai penyedia berbagai masukan, pembukaan akses kepada masyarakat agar menjadi berdaya. Sesuai teori tersebut kontribusi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo dalam memberdayakan para pelaku UMKM batik tulis dalam penguatan lembaga sosial yang ada yaitu dengan memberikan akses informasi kepada Paguyuban Batik Sidoarjo adanya kegiatan-kegiatan seperti pameran, pelatihan dan event7 Pemberdayaan UMKM Batik Tulis di Kampoeng Batik A Hariyoko Y. Soesiantoro A, & Junaidi M. A . event lainnya serta memberikan informasi adanya fasilitas pinjaman modal bagi para pelaku usaha yang ingin meminjam tujuannya agar para pelaku usaha batik tulis dapat mengembangkan usaha batik tulisnya. Dari teori diatas tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo dalam mengembangkan UMKM batik tulis yang ada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo dalam hal penguatan lembaga sosial dapat dikatakan berhasil dan sesuai teori yang ada diatas. Karena dalam penguatan Lembaga sosial tersebut Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten sidoarjo berkontribusi dalam menguatkan dengan memberikan akses berupa informasi adanya kegiatan pameran, pelatihan atau event-event yang ada di berbagai daerah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Pemberdayaan UMKM batik tulis di Kampoeng Batik Jetis oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo telah dilaksanakan dengan baik. Pemberdayaan yang dilakukan meliputi: Mengembangkan Usaha Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo telah memberdayakan para pelaku UMKM batik tulis yang ada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo dalam mengembangkan usaha batik tulis antara lain melalui pemasaran, sumber daya manusia karyawan dan keuangan. Dalam hal pemasaran. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo memberdayakan para pelaku UMKM batik tulis yang ada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo dengan mengadakan dan mengikutsertakan pelaku usaha batik dalam kegiatan pameran atau event-event lain baik diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Provinsi Jawa Timur atau dari daerah lain. Tujuannya untuk mempermudah pelaku usaha batik dalam mempromosikan batik tulis. Dalam hal sumber daya manusia karyawan. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo memberikan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan tentang pemasaran online atau Market Place, pelatihan kewirausahaan, pelatihan manajemen keuangan kepada para pelaku usaha yang ada di Kampoeng Batik jetis Kabupaten Sidoarjo. Dalam hal keuangan. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan fasilitas pinjaman modal usaha kepada UMKM batik tulis yang membutuhkan dana untuk mengembangkan usahanya. DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 . April 2021 . Penguatan Lembaga Sosial Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo memberdayakan para pelaku UMKM batik tulis yang ada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo melalui penguatan lembaga sosial yang ada yaitu dengan memberikan informasi kepada Paguyuban Batik Sidoarjo adanya kegiatan-kegiatan seperti pameran, pelatihan dan event-event lain serta informasi adanya fasilitas pinjaman modal usaha untuk UMKM batik tulis yang ada di Kampoeng Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo. DAFTAR PUSTAKA