Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Vol. No. February 2024 pp. E-ISSN: 2541-4224. P-ISSN: 2541-4216 DOI: http://dx. org/10. 28926/briliant. Perencanaan Desain Tebal Perkerasan Jalan Lentur (Flexible Pavemen. Untuk Mendukung Tingkat Pelayanan Jalan di Kampus Politeknik Negeri Lampung Titi Ariyanti. Mira Wisman. Resti Agustina. Andy Eka Saputra. Rahayu Putri Amalia. Politeknik Negeri Lampung. Jl. Soekarno Hatta No. 10 Kota Bandar Lampung. Indonesia Email: 1titiariyanti@polinela. id, 2mia_wisman@polinela. restiagustina@polinela. id, 4andyekasaputra@polinela. ayuputriamalia@polinela. Tersedia Online di http://w. php/briliant Sejarah Artikel Diterima 11 Januari 2025 Direvisi 21 Januari 2025 Disetujui 11 Maret 2025 Dipublikasikan 22 Februari 2026 Keywords: Pavement Thickness Design. Flexible Pavement. Road Service Level Abstract: The availability of reliable road infrastructure is an important factor in supporting transportation and mobility activities in educational areas. Campus roads as supporting infrastructure for academic activities are required to be able to provide an optimal level of service along with the increasing volume and traffic load. The increase in traffic load on the campus roads of the Politeknik Negeri Lampung has not been balanced by adequate road infrastructure Therefore, this study aims to conduct a case study of flexible pavement thickness design planning to support the improvement of road service levels on the Politeknik Negeri Lampung. This study was conducted on the Main Road of the Lampung State Polytechnic with the survey being carried out from Monday to Thursday for 6 hours/day. The analysis results show that the recommended flexible pavement structure design based on the 2024 MDPJ for a design life of 20 years is a 60 mm thick AC-WC, a 200 mm thick Class A Aggregate Foundation Layer, and a 150 mm thick Class B Aggregate Foundation Layer, with a degree of saturation (DJ) value 345 in the stable flow category, but vehicle speeds are starting to Abstrak: Ketersediaan infrastruktur jalan yang andal merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang aktivitas transportasi dan mobilitas di kawasan pendidikan. Jalan kampus sebagai prasarana pendukung kegiatan akademik dituntut mampu memberikan tingkat pelayanan yang optimal seiring dengan meningkatnya volume dan beban lalu lintas. Peningkatan beban lalu lintas pada jalan kampus Corresponding Author: Politeknik Negeri Lampung belum diimbangi dengan kondisi Name: Titi Ariyanti infrastruktur jalan yang memadai. Oleh karena itu, penelitian ini Email: bertujuan untuk melakukan studi kasus perencanaan desain tebal titiariyanti@polinela. perkerasan jalan lentur . lexible pavemen. guna mendukung peningkatan tingkat pelayanan jalan di Kampus Politeknik Negeri Lampung. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Utama Politeknik Negeri Lampung dengan pelaksanaan survei pada Hari Senin sampai Kamis selama 6 jam/hari. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain struktur perkerasan lentur yang direkomendasikan berdasarkan MDPJ 2024 untuk umur rencana 20 tahun adalah AC-WC tebal 60 mm. Lapis Fondasi Agregat Kelas A tebal 200 mm, dan Lapis Fondasi Agregat Kelas B tebal 150 mm, dengan nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,345 berada pada kategori arus stabil, tetapi kecepatan kendaraan mulai mengalami penurunan. Kata Kunci: Desain Tebal Perkerasan. Perkerasan Jalan Lentur. Tingkat Pelayanan Jalan BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. February 2026 PENDAHULUAN Jalan merupakan fasilitas transportasi darat yang dimanfaatkan oleh pengguna sebagai lintasan untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat tujuan (Rahmawatia et al. , 2. Jalan memiliki peran penting dalam sistem perhubungan, terutama dalam mendukung kelancaran distribusi orang, barang, dan jasa (Nopriyus & Gusmulyani, 2. Infrastruktur jalan sangat besar pengaruhnya terhadap operasional distribusi dan logistik yang menjadi urat nadi kehidupan ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan negara, serta konektivitas antar wilayah (Dewi et al. , 2. Sehingga jalan berperan dalam pengembangan suatu daerah (Siagin et al. Kinerja jalan berkontribusi langsung terhadap kualitas layanan yang optimum bagi pengguna jalan (Arrang & Rangan, 2. Tingkat kinerja suatu ruas jalan menunjukkan sejauh mana jalan tersebut mampu memberikan kenyamanan, keamanan, serta efisiensi bagi para penggunanya (Marasabessy et al. , 2. Tingkat pelayanan jalan (Level of Service/LOS) salah satu indikator utama dalam mengevaluasi kinerja suatu ruas jalan (Haqqi et al. , 2. Infrastruktur transportasi yang andal sangat penting dalam mendukung kelancaran dan efisiensi arus lalu lintas (Khan et al. , 2. Salah satu komponen utama jalan adalah perkerasan jalan (Pratama et al. , 2. Perkerasan jalan berperan dalam menunjang kelancaran transportasi darat sehingga jalan dapat diakses secara mudah, nyaman, dan aman oleh pengguna jalan (Prasetiyo et al. , 2. Perkerasan struktur jalan terdiri dari lapisan konstruksi yang dirancang dengan ketebalan, kekuatan, kekakuan, dan kestabilan tertentu, sehingga dapat mendistribusikan beban lalu lintas ke tanah dasar secara aman (Tambunan et al. , 2. Oleh karena itu, perencanaan perkerasan jalan merupakan bagian krusial dari perencanaan jalan yang harus dilakukan secara tepat, efektif, dan efisien sesuai dengan kapasitas yang diperlukan (Sirait et al. , 2. Kampus Politeknik Negeri Lampung merupakan salah satu perguruan tinggi vokasi yang terletak di Kota Bandar Lampung. Seiring dengan perkembangan jumlah mahasiswa, staf, serta peningkatan fasilitas dan kendaraan yang beroperasi di lingkungan Politeknik Negeri Lampung, beban lalu lintas pada jalan kampus cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Akibatnya, beberapa ruas jalan mengalami berbagai jenis kerusakan berupa retak buaya, retak melintang, tambalan dan lubang, serta raveling. Kerusakan raveling merupakan kerusakan yang paling dominan, mencapai 94,58% dari total kerusakan jalan yang ada (Rizki et al. , 2. Kondisi kerusakan jalan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah volume dan beban kendaraan yang melampaui kapasitas jalan (Gumelar et al. , 2. Selain itu, penelitian lain menyatakan bahwa beban kendaraan berlebih merupakan salah satu faktor utama penyebab kerusakan perkerasan jalan (Arthono & Pransiska, 2. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan desain tebal lapisan perkerasan lentur . lexible pavemen. menggunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2024, serta memberikan rekomendasi desain perkerasan jalan yang optimal untuk menunjang tingkat pelayanan jalan di lingkungan kampus Politeknik Negeri Lampung. Perencanaan perkerasan jalan yang tepat menjadi langkah penting untuk menjamin daya tahan jalan terhadap beban lalu lintas dan pengaruh kondisi lingkungan (Busnial et al. , 2. Penelitian sebelumnya menggunakan MDPJ 2017, sementara penelitian ini menggunakan MDPJ 2024 dengan fokus pada jalan kampus serta keterkaitannya dengan tingkat pelayanan jalan (Baranyanan et al. , 2. Penelitian lain membandingkan perencanaan tebal perkerasan lentur menggunakan Metode AASHTO 1993 dan Metode Bina Marga 2017, dengan hasil menunjukkan bahwa total tebal perkerasan berdasarkan Metode Bina Marga 2017 adalah 63,5 cm, sedangkan berdasarkan Metode AASHTO 1993 adalah 70 cm. Perbedaan metode perhitungan tersebut berpengaruh terhadap hasil tebal lapisan perkerasan jalan (Anisari et al. , 2. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode terbaru, yaitu Manual Desain Perkerasan Jalan 2024. 190 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. February 2026 METODE Penelitian ini berlokasi di Jalan Utama Politeknik Negeri Lampung. Lokasi yang akan dikaji mencakup jalan akses dalam kampus sepanjang 1,435 km (STA. 0 000 Ae 1 . Pembagian titik survei berada di 4 lokasi yaitu lokasi 1 pada Sta. 0 100, lokasi 2 pada Sta. 0 400, lokasi 3 pada Sta. 0 750, dan lokasi 4 pada Sta. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa puncak pergerakan perjalanan, khususnya dalam kota, umumnya terjadi pada pagi dan sore hari seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat pada waktu tersebut (Chintami et al. , 2. Sehingga waktu pengamatan penelitian ini dilakukan selama 6 jam, pukul 06. 30Ae08. 30 WIB, 00Ae13. 00 WIB, 15. 00Ae 17. 00 WIB pada Hari Senin sampai Hari Kamis. Pengambilan data volume lalu lintas dilakukan dengan perhitungan jumlah kendaraan yang lewat pada garis pengamat menggunakan alat hitung manual . Mengacu pada PKJI 2023, kendaraan yang disurvei dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu sepeda motor (SM), mobil penumpang (MP), dan kendaraan sedang (KS). Selanjutnya dikonversi ke dalam smp/jam. menghitung nilai CESAL sebagai akumulasi beban sumbu standar yang menjadi dasar dalam penentuan tebal perkerasan jalan lentur. Gambar 1. Lokasi Survei di 4 Titik Lokasi Penelitian ini menggunakan dua macam sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer didapat dengan pengukuran lokasi dan survei lalu lintas harian rata-rata (LHR). Data sekunder menggunakan data peta kampus Politeknik Negeri Lampung. Dalam menentukan tingkat pelayanan jalan menggunaan parameter perhitungan dari Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023. Setelah didapatkan seluruh data yang diperlukan dalam perencanaan tebal perkerasan lentur, maka dilakukan langkah perencanaan sebagai berikut: Analisis Data Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Analisis data perencanaan untuk perkerasan lentur meliputi data lalu lintas harian ratarata (LHR). Data LHR menampilkan volume lalu lintas kendaraan pada satuan waktu tertentu (Direktorat Jenderal Bina Marga, 2. Penentuan Umur Rencana Umur rencana adalah waktu yang ditentukan dari awal jalan dibuka untuk digunakan hingga dilakukan perbaikan ulang. Pada perkerasan lentur umur rencana yang disyaratkan adalah 20 tahun. Perhitungan Pertumbuhan Lalu Lintas Perhitungan pertumbuhan lalu lintas didasarkan pada nilai LHR yang sudah didapat Perhitungan tersebut digunakan untuk memprediksi peningkatan volume lalu lintas pada tahun rencana dengan menggunakan faktor pertumbuhan lalu lintas tiap daerah yang berbeda-beda. Faktor pertumbuhan lalu lintas dapat dihitung menggunakan persamaan . BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. February 2026 ycI= . 0,01 yc. ycOycI Oe1 a. 0,01 ycn Keterangan: = Faktor pengali pertumbuhan lalu lintas kumulatif = Laju pertumbuhan lalu lintas tahunan (%) = Umur rencana . Lalu Lintas pada Lajur Rencana Beban lalu lintas pada lajur rencana dinyatakan dalam kumulatif beban gandar standar (CESA) dengan memperhitungkan faktor distribusi arah (DD) dan faktor distribusi lajur (DL). Untuk jalan dua arah, faktor distribusi arah (DD) umumnya diambil 0,50 kecuali pada lokasi-lokasi yang jumlah kendaraan niaga cenderung lebih tinggi pada satu arah Faktor distribusi lajur digunakan untuk menyesuaikan beban kumulatif (CESAL) pada jalan dengan dua lajur atau lebih dalam satu arah. Faktor Ekuivalen Beban (Vehicle Damage Facto. Dalam desain perkerasan, beban lalu lintas dikonversi ke beban standar (ESA) dengan menggunakan faktor ekuivalen beban . ehicle damage facto. Beban Sumbu Standar Kumulatif Beban sumbu standar kumulatif atau Cumulative Standard Axle Load (CESAL) merupakan jumlah kumulatif beban sumbu lalu lintas desain pada lajur desain selama umur rencana, yang ditentukan dengan persamaan . CESAL = (LHRJK x VDFJK) x 365 x DD x DL x R Keterangan: LHRJK = Lintas harian rata Ae rata tiap jenis kendaraan niaga . atuan kendaraan per har. VDFJK = Faktor ekuivalen beban . ehicle damage facto. tiap jenis kendaraan niaga. = Faktor distribusi arah = Faktor distribusi lajur = Faktor pengali pertumbuhan lalu lintas kumulatif CESAL = Kumulatif beban sumbu standar ekuivalen selama umur rencana Penentuan Tebal Pondasi Jalan Tebal pondasi jalan ditentukan berdasarkan nilai CBR tanah dasar dengan mempertimbangkan jenis tanah dasar . anah dasar normal dan luna. CBR efektif untuk tanah dasar hendaknya tidak kurang dari 6%. Penentuan Desain Tebal Perkerasan Jalan Pada MDPJ 2024, desain struktur perkerasan lentur untuk beban rencana 20 tahun . CESA. < 2 juta, maka digunakan Bagan Desain-3A-Desain perkerasan lentur Ae aspal dengan lapis fondasi agregat . spal pen 60/70 dan PG. , dengan ketebalan AC-WC 60 mm. Lapis Fondasi Agregat Kelas A 200 mm dan Lapis Fondasi Agregat Kelas B 150 Penentuan bagan desain perkerasan lentur dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Bagan Desain-3A Desain perkerasan lentur Ae aspal dengan lapis fondasi agregat . spal pen 60/70 dan PG. Struktur Perkerasan f. 1 f. 4 f. Beban rencana 20 tahun . >2 - 5 >5 - 10 >10 - 15 >15 - 30 CESA. Tebal Perkerasan . AC WC AC BC AC Base Lapis Fondasi Agregat Kelas 192 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. February 2026 Lapis Fondasi Agregat Kelas Timbunan Pilihan Berbutir Kasar atau LFA Kelas C atau Stabilisasi Semen HASIL DAN PEMBAHASAN Volume Lalu Lintas dan Kapasitas Jalan Berdasarkan hasil survei kendaraan di Lokasi 1. Sta. 0 100 jumlah volume lalu lintas tertinggi diperoleh jam puncak kendaraan pada pagi hari terjadi pukul 07. 15 Ae 07. 30 WIB sebanyak 487 kendaraan. Hasil survei kendaraan di Lokasi 2. Sta. 0 400 jumlah volume lalu lintas tertinggi diperoleh jam puncak kendaraan pada siang hari terjadi pukul 12. 45 Ae 13. 00 WIB sebanyak 68 kendaraan. Hasil survei kendaraan di Lokasi 3. Sta. 0 750 jumlah volume lalu lintas tertinggi diperoleh jam puncak kendaraan pada pagi hari terjadi pukul 07. 15 Ae 07. 30 WIB sebanyak 417 kendaraan. Hasil survei kendaraan di Lokasi 4. Sta. 1 300 jumlah volume lalu lintas tertinggi diperoleh jam puncak kendaraan pada siang hari terjadi pukul 06. 30 Ae 06. 45 WIB sebanyak 26 kendaraan. Sehingga dari keempat lokasi survei, diperoleh volume lalu lintas tertinggi berada di Lokasi 1. Grafik volume puncak dapat dilihat pada Gambar 2. Lokasi 1 STA. Gambar 2. Grafik Volume Puncak Kendaraan Selanjutnya volume puncak kendaraan dikalibrasi kedalam smp/jam dengan faktor emp 0,5 untuk Sepeda Motor (SM), 1 untuk Mobil Penumpang (MP), dan 1,3 Kedaraan Sedang (KS). Pada Tabel 2 sampai Tabel 5 menunjukkan hasil analisis volume lalu lintas pada keempat titik lokasi survei. Periode Waktu 30 - 06. 45 - 07. 00 - 07. 15 - 07. 30 - 07. 45 - 08. 30 - 08. 15 - 08. Tabel 2. Volume Lalu Lintas (SMP/ja. Lokasi 1 STA. Jumlah Kendaraan Lokasi 1 STA. Total smp/15 Total smp/jam BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. February 2026 Periode Waktu 00 - 11. 15 - 11. 30 - 11. 45 - 12. 00 - 12. 15 - 12. 30 - 12. 45 - 13. Periode Waktu 30 - 06. 45 - 07. 00 - 07. 15 - 07. 30 - 07. 45 - 08. 30 - 08. 15 - 08. Periode Waktu 30 - 06. 45 - 07. 00 - 07. 15 - 07. 30 - 07. 45 - 08. 30 - 08. 15 - 08. Tabel 3. Volume Lalu Lintas (SMP/ja. Lokasi 2 STA. Jumlah Kendaraan Lokasi 2 STA. Total smp/15 Tabel 4. Volume Lalu Lintas (SMP/ja. Lokasi 3 STA. Jumlah Kendaraan Lokasi 3 STA. Total smp/15 Tabel 5. Volume Lalu Lintas (SMP/ja. Lokasi 4 STA. Jumlah Kendaraan Lokasi 4 STA. Total smp/15 Total smp/jam Total smp/jam Total smp/jam Dari hasil survei kendaraan diperoleh volume lalu lintas maksimum . , dalam SMP/ja. sebesar 994 smp/jam pada lokasi 1, 136 smp/jam pada lokasi 2, 846 smp/jam pada lokasi 3, dan 56 smp/jam pada lokasi 4, sehingga diperoleh qrata-rata sebesar 508 smp/jam. Jalan kampus Politeknik Negeri Lampung secara keseluruhan dapat diklasifikasikan kedalam tipe jalan 2/2-TT. Kapasitas jalan dapat dihitung sebagai berikut: C = C0 y FCLJ y FCPA y FCHS y FCUK C = 2. 800 smp/jam y 0,56 y 1 y 0,94 y 1 C = 1. 473,92 smp/jam 194 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. February 2026 Tingkat Pelayanan Jalan Derajat kejenuhan (DJ) menunjukkan kualitas kinerja lalu lintas dan bernilai antara nol sampai satu. DJ diperoleh dengan perhitungan berikut: 508 smp/jam DJ = = = 0,345 C 1. 473,92 smp/jam Berdasarkan hasil perhitungan tingkat pelayanan jalan pada jalan Kampus Politeknik Negeri Lampung diperoleh nilai 0,345 yang menunjukkan karakteristik lalu lintas arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas/kecepatan kendaraan terbatas. Perencanaan Tebal Perkerasan Jalan Lentur MDPJ 2024 menjelaskan prosedur perencanaan jalan dengan menghitung tebal perkerasan jalan agar sesuai dengan kriteria desain perkerasan. Perencanaan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan jalan dan pemilihan material perkerasan agar dapat menahan beban kendaraan yang lebih berat dan memperpanjang umur jalan serta memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan (Direktorat Jenderal Bina Marga, 2. Gambar 3. Hasil core drill jalan kampus Polinela Pada Gambar 3 terlihat hasil core drill jalan kampus Politeknik Negeri Lampung belum memenuhi tebal perkerasan standar dalam MDPJ 2024. Selanjutnya dilakukan perhitungan kebutuhan tebal lapisan perkerasan yaitu dengan persamaan faktor pertumbuhan lalu lintas sebagai berikut: 0,01 yc. ycOycI Oe 1 . 0,01 y . 3 Oe 1 ycI. ycycaEaycyc. = = 3,03 0,01 ycn 0,01 y 1 . 0,01 yc. ycOycI Oe 1 . 0,01 y . 17 Oe 1 ycI. ycycaEaycyc. = = 18,43 0,01 ycn 0,01 y 1 Dari perhitungan di atas, maka didapat nilai faktor pertumbuhan lalu lintas . kumulatif selama umur rencana (UR) 3 tahun yaitu 3,03 dan 18,43 untuk umur rencana 17 tahun. Jalan kampus Politeknik Negeri Lampung merupakan jalan dua arah maka faktor distribusi arah (DD) diambil nilai 0,5. Nilai faktor distribusi lajur (DL) diperoleh 100 %. Faktor Ekuivalen Beban (Vehicle Damage Facto. untuk jalan kampus Politeknik Negeri Lampung dapat dilihat pada Tabel 6. Kondisi VDF 4 VDF 5 Kelas Kendaraan Faktual Normal Faktual Normal Tabel 6. Faktor Ekuivalen Beban Wilayah Lampung Gol Gol Gol Gol Gol Gol 7A2 7C1 10,3 8,4 18,4 12,5 Gol 7C2A Gol 7C2B BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. February 2026 Gol Beban sumbu standar kumulatif diperlukan sebagai parameter dalam menentukan desain tebal perkerasan jalan di Kampus Politeknik Negeri Lampung. Hasil perhitungan beban sumbu standar komulatif dapat dilihat pada Tabel 7. R . = . 3,03 3,03 3,03 Tabel 7. Hasil Perhitungan CESA 4 dan CESA 5 CESA4 18,43 18,43 18,43 Jumlah ESA ESA Faktual Normal 6031,85 37800,49 5305,80 33250,43 9717,98 18200,24 21055,63 89251,16 110306,79 CESA 4 CESA5 Beban Faktual Beban Normal 6534,51 40950,53 4244,64 26600,35 16308,34 20300,26 27087,48 87851,14 114938,62 CESA 5 Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai CESA 4 sebesar 110. 306,79 dan CESA 5 938,62. Nilai ini digunakan untuk menentukan lapisan struktur jalan yang akan Pada MDPJ 2024 desain perkerasan lentur untuk beban rencana 20 tahun . ESA. < 2 juta, maka digunakan Bagan Desain-3A-Desain perkerasan lentur Ae aspal dengan lapis fondasi agregat . spal pen 60/70 dan PG. , dengan ketebalan AC-WC 60 mm. Lapis Fondasi Agregat Kelas A 200 mm dan Lapis Fondasi Agregat Kelas B 150 mm. Gambar 4. Eksisting Jalan Gambar 5. Detail Melintang/Cross Section Jalan Gambar 6. Detail Rencana Lapisan Jalan Pada Gambar 4 terlihat tampak melintang eksisting perkerasan jalan. Gambar 5 menunjukkan desain rencana penanganan jalan kampus Politeknik Negeri Lampung. Sedangkan pada Gambar 6 merupakan potongan detail rencana lapis jalan kampus Politeknik Negeri Lampung. 196 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. February 2026 SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kondisi eksisting jalan Kampus Politeknik Negeri Lampung belum memenuhi standar ketebalan perkerasan berdasarkan MDPJ 2024, hal ini ditunjukkan oleh hasil core drill yang belum memenuhi standar ketebalan perkerasan jalan lentur. Nilai beban sumbu standar (CESA) yang diperoleh berada di bawah 2 juta CESA yaitu CESA4 306,79 dan CESA5 sebesar 114. 938,62. Dari hasil perhitungan CESA diperoleh desain perkerasan lentur yang direkomendasikan berdasarkan MDPJ 2024 untuk umur rencana 20 tahun adalah AC-WC tebal 60 mm. Lapis Fondasi Agregat Kelas A tebal 200 mm, dan Lapis Fondasi Agregat Kelas B tebal 150 mm. Tingkat pelayanan jalan (Level of Service/LOS) dengan nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,345 berada pada kategori arus stabil, tetapi kecepatan kendaraan mulai mengalami Perencanaan desain perkerasan lentur . lexible pavemen. ini diharapkan mampu meningkatkan tingkat pelayanan dan umur perkerasan jalan. DAFTAR RUJUKAN Anisari. Adriyati. Suhaimi. Suwaji. Ihsani. , & Yanuar. Analisa Perbandingan Desain Perkerasan Lentur Metode Bina Marga 2017 dengan AASHTO 1993 Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7. , 1Ae17. Arrang. , & Rangan. Arus Lalu Lintas. Kapasitas dan Tingkat Pelayanan Ruas Jalan dalam Kota Rantepao. DynamicSainT, 5. , 874Ae883. Arthono. , & Pransiska. Perencanaan Perkerasan Lentur Jalan Raya Menggunakan Metode SNI 1932-1989-F dibandingkan dengan Menggunakan Metode AASTHO 1993, pada Ruas Jalan Raya Rangkasbitung-Citeras. Seminar Nasional Sains Dan Teknologi, 1Ae12. Baranyanan. Amaheka, & Metekohy. Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur (Flexible Pavemen. Mengunakan Metode Desain Perkerasan Jalan 2017 (Studi Kasus : Ruas Jalan Siwang Ser. Jurnal Bangunan Konstruksi, 3. , 128Ae132. Busnial. Rosadi. , & Abdurahman. Pendampingan Perencanaan Jalan Raya Geometrik dan Tebal Perkerasan Lentur. Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 4. , 97Ae101. Chintami. Despa. , & Widyawati. Analisis Kinerja Jalan Pada Daerah Pusat Kegiatan (Dp. Kota Bandar Lampung (Studi Kasus Jalan Kotaraja Raden Inta. Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP), 2. Dewi. Basuki. , & Alwi. Analisis Pengaruh Pembangunan Infrastruktur Jalan Terhadap Pertumbuhan UMKM di Desa Tanjung Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Oportunitas Ekonomi Pembangunan, 2. , 74Ae81. Direktorat Jenderal Bina Marga. Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia. Direktorat Jenderal Bina Marga. Manual Desain Perkerasan Jalan No. 03/M/BM/2024. Gumelar. Susetyaningsih. , & Zaman. Pengaruh Kerusakan Jalan Terhadap Kenyamanan Pengguna Jalan di Jalan Raya. Jurnal Konstruksi, 21. , 265Ae274. Haqqi. Intansari. , & Nardiansyah. Analisis Karakteristik Lalu Lintas dan Tingkat Pelayanan Jalan di Ruas Jalan Ahmad Yani Kebumen. JurnalTeknik Sipil Dan Lingkungan (TEKSLING), 4. , 38Ae48. Khan. Khattak. Khan. , & Gulliver. Impact of Road Pavement Condition on Vehicle Free Flow Speed . Vibration , and In-vehicle Noise. Science. Engineering and Technology, 3. , 1Ae8. Marasabessy. Ohorella. , & Amaheka. Evaluasi Tingkat Pelayanan Jalan Akibat Alih Fungsi Jalur Pedestrian. Jurnal METIKS, 4. , 89Ae99. Nopriyus. , & Gusmulyani. Analisis Perencanaan Tebal Perkerasan Kaku dengan Metode Manual Desain Perkerasan (MDP) Bina Marga 2017 (Studi Kasus pada Ruas Jalan Pendidikan Simpang Tiga Kebun Nena. Jurnal Perencanaan. Sains. Teknologi. Dan BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. February 2026 Komputer (JuPerSaTe. , 5. , 181Ae186. Prasetiyo. Poernomo. , & Candra. Studi Perencanaan Perkerasan Lentur dan Rencana Anggaran Biaya . ada Proyek Ruas Jalan Karangtalun Ae Kalidawir Kabupaten Tulungagun. JURMATEKS : Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil, 3. , 346Ae361. Pratama. Putri. , & Purnawan. Analisa Komparatif Perencanaan Perkerasan Lentur Jalan Kabupaten Antara Manual Desan Perkerasan Jalan (MDP) 2024 dan Metode Analisa Komponen. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 10. , 2572Ae2587. Rahmawatia. Aldiansyah. , & Setiawan. Desain Tebal Perkerasan Lentur Jalan Menggunakan Program Kenpave di Ruas Jalan Maospati AeSukomoro. Kabupaten Magetan. Jawa Timur. Bulletin of Civil Engineering, 1. , 29Ae32. Rizki. Asnaning. Tiarto. Ariyanti. , & Wisman. Analysis of Road Damage Management Using the Bina Marga Method on the Access Road of Politeknik Negeri Lampung. Proceeding Applied Business and Engineering Conference, 175Ae180. Siagin. Riani. , & Salonten. Analisis Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Bina Marga pada Jalan Rajawali Kota Palangka Raya. Jurnal Kacapuri, 4. , 162Ae171. Sirait. Supian, & Elvina. Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur (Flexible Pavemen. Menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Tahun 2017. Jurnal Teknika, 3. , 186Ae197. Tambunan. Soedirjo. Sulistyorini. , & Fitria Sari Gunawan. Analisa Efisiensi Tebal Perkerasan Jalan Lingkar Kampus Itera Menggunakan Metode Perancangan Manual Disain Perkerasan (MDP) dan Metode Analisa Komponen. Jurnal Rekayasa, 23. , 35Ae52. 198 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. February 2026