JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No.2 AGUSTUS 2025 DOI : 10.36982/jam.v9i2.5749 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Program Intervensi 1000 Hari Pertama Kehidupan di Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara Fitria Dewi Puspita Anggraini1)*, Nataniel Tandirogang2) , Yadi3) , Rahmat Bahtiar4) , Riries Choiru Pramudia5) 1)Laboratorium Parasitologi, Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, UniversitasMulawarman 2), 3)Laboratorium Mikrobiologi, Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, UniversitasMulawarman 4), 5)Laboratorium Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, UniversitasMulawarman Jl. Krayan, Gn. Kelua, Kec. Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kodepos 75119 *Email Penulis Koresponden: fitrianggraini@fk.unmul.ac.id Received: 30/06/25; Revised: 05/08/25; Accepted: 13/08/25 Abstrak Stunting merupakan masalah gizi kronis yang memerlukan intervensi pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai golden age tumbuh kembang anak. Indonesia menempati urutan kelima dunia dengan prevalensi stunting 37% atau hampir 9 juta balita. Program intervensi 1000 HPK dilaksanakan di Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara pada 24 Mei 2025 sebagai upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dengan masyarakat setempat menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif untuk meningkatkan keterlibatan program. Metode pelaksanaan meliputi sesi edukasi oleh dr. Setya Wardana, Sp.OG dengan materi "Risiko Stunting Periode Kehamilan" dan dr. Magdalena Rusady Goey, MRes, Sp.A dengan materi "Deteksi Gangguan Tumbuh Kembang Anak", talkshow interaktif, pelayanan kesehatan komprehensif, dan evaluasi program. Hasil menunjukkan partisipasi masyarakat tinggi dengan kehadiran mencapai target 50 orang. Sesi edukasi berhasil meningkatkan pemahaman tentang pentingnya asupan gizi adekuat selama kehamilan dan deteksi dini gangguan tumbuh kembang, dibuktikan melalui wawancara 12 peserta yang menyatakan paham dan puas dengan jawaban yang diberikan. Tingginya antusiasme terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dan mengajukan pertanyaan pada sesi talkshow interaktif. Pelayanan kesehatan komprehensif memberikan manfaat langsung melalui pemeriksaan antropometri, konsultasi medis, dan pelayanan caregiver. Pelaksanaan kegiatan mencapai dua tujuan utama: pencegahan stunting tingkat desa melalui edukasi 1000 HPK dan menciptakan model replikatif untuk wilayah lain. Program ini relevan karena merupakan inisiatif perdana pencegahan stunting yang menargetkan periode 1000 HPK di wilayah tersebut. Kata kunci: 1000 HPK, Stunting, Intervensi Gizi, Edukasi Kesehatan Abstract Stunting is a chronic nutritional disorder requiring intervention during the First 1000 Days of Life (1000 DPK), the critical window for optimal child development. Indonesia ranks fifth globally with 37% stunting prevalence, affecting approximately 9 million children under five. A community-based stunting prevention intervention was implemented on May 24, 2025, in Senoni Village, Sebulu District, Kutai Kartanegara Regency, through collaboration between Mulawarman University's Faculty of Medicine and local communities. The program employed educational and participatory approaches to enhance engagement and sustainability among target populations. Implementation 260 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No.2 AGUSTUS 2025 DOI : 10.36982/jam.v9i2.5749 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X included educational sessions by Dr. Setya Wardana, Sp.OG ("Stunting Risk Factors During Pregnancy") and Dr. Magdalena Rusady Goey, MRes, Sp.A ("Early Detection of Child Growth and Developmental Disorders"), interactive talk shows, comprehensive health services, and program evaluation. Results demonstrated exceptional community participation, achieving target attendance of 50 participants. Educational sessions significantly improved understanding of adequate nutritional intake during pregnancy and early detection of developmental disorders, evidenced through interviews with 12 active participants who expressed comprehension and satisfaction. High engagement was further demonstrated by substantial audience participation during expert panel discussions. Comprehensive health services provided immediate benefits through anthropometric assessments, medical consultations, and caregiver support. This intervention achieved two primary objectives: establishing effective village-level stunting prevention through 1000 DPK-focused education, and creating a replicable model adaptable to other regions with local contextualization. The program addresses a critical gap, as no previous stunting prevention initiatives specifically targeting the 1000 DPK period had been implemented in this area. Keywords: 1000 HPK, Stunting, Nutritional Intervention, Health Education 1. PENDAHULUAN Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan periode emas (golden age) yang sangat krusial dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan. Periode ini dimulai sejak pembuahan hingga anak berusia 24 bulan, yang mencakup 270 hari masa kehamilan dan 730 hari kehidupan setelah kelahiran (Marni & Ratnasari, 2021). Pentingnya periode ini tidak dapat diabaikan karena gangguan yang terjadi pada masa 1000 HPK akan berdampak permanen dan berjangka panjang terhadap kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak (Sari et al., 2022). Indonesia menghadapi tantangan serius dalam upaya penurunan prevalensi stunting pada balita. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa sekitar 37% atau hampir 9 juta anak balita di Indonesia mengalami stunting, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar di dunia (Kemenkes, 2023). Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai kebutuhan gizi (Puspita et al., 2021). Kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya Kecamatan Sebulu, merupakan salah satu wilayah yang memerlukan perhatian khusus dalam upaya pencegahan stunting. Kondisi geografis dan sosial ekonomi masyarakat di daerah ini menunjukkan perlunya intervensi yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Berawi pada tahun 2019 menekankan bahwa implementasi program 1000 HPK memerlukan pendekatan yang komprehensif, meliputi aspek gizi, kesehatan, dan edukasi kepada masyarakat. Peran ibu dalam periode 1000 HPK sangat fundamental dalam mencegah gangguan tumbuh kembang anak. Ibu memiliki tanggung jawab utama dalam memastikan asupan gizi yang adequate selama masa kehamilan dan memberikan ASI eksklusif serta makanan pendamping ASI yang berkualitas (Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, 2016). Namun, pengetahuan ibu tentang pentingnya 1000 HPK masih perlu ditingkatkan melalui program edukasi yang sistematis dan berkelanjutan. Program intervensi 1000 HPK di Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi sangat relevan sebagai upaya pencegahan stunting di tingkat grassroot. Program ini dirancang dengan pendekatan multisektoral yang melibatkan berbagai stakeholder, termasuk tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat. Melalui pendekatan ceramah, diskusi, dan praktik langsung, program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengoptimalkan periode 1000 HPK (Kusumasari et al., 2024). 261 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No.2 AGUSTUS 2025 DOI : 10.36982/jam.v9i2.5749 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Keberhasilan program intervensi 1000 HPK memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan tinggi. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawaman melalui program Pengabdian kepada Masyarakat berkomitmen untuk turut serta dalam upaya pencegahan stunting di Indonesia, khususnya di Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai lokasi desa binaan fakultas. Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat diharapkan dapat menghasilkan model intervensi yang efektif dan dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. 2. METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian tergambar pada Tabel 1 di bawah ini: Tabel 1. Jadwal dan Pelaksanaan Kegiatan Waktu Kegiatan Deskripsi Pelaksana 05.00-07.00 Persiapan Persiapan tim dan perlengkapan di FK Unmul Tim Panitia 08.00-08.30 Pembukaan Senam bersama, doa, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan dan Ketua Panitia (Naiara Dameris) Presiden BEM FK (Febriani Salsabila), Kepala Desa Senoni, perwakilan pembina Kemahasiswaan (Yudhi Harianto, A.Md0 dan Pembukaan oleh perwakilan Dekanat FK Unmul (Fitria Dewi Puspita Anggraini, SKM., M.Sc) 08.30-08.45 Foto Bersama Dokumentasi bersama peserta, panitia, dan seluruh perangkat desa Dipandu oleh MC (Raden Ayu dan Arkan) 08.45-09.00 Sesi Edukasi 1 Resiko Stunting pada Periode Kehamilan dr. Setya Wardana, Sp.OG 09.00-09.30 Sesi Edukasi 2 Deteksi Gangguan Tumbuh Kembang Anak dr. Magdalena Rusady Goey, M.Res, Sp.A Talkshow Diskusi Interaktif dengan Narasumber Dipandu oleh moderator : Muhammad Ilham 09.30-10.00 262 Dipandu oleh MC (Raden Ayu dan Arkan) JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No.2 AGUSTUS 2025 DOI : 10.36982/jam.v9i2.5749 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Pelaksanaan Screening Kesehatan Pemeriksaan kesehatan dan deteksi Penyakit Tidak Menular serta konsultasi kesehatan Tim Medis FK Unmul bekerja sama dengan Mitra TSA Ice Breaking Games dan pembagian doorprize Dipandu oleh moderator : Muhammad Ilham Penutupan Menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat Dipandu oleh moderator : Muhammad Ilham 10.00-11.30 11.30-11.50 11.50 Seperti terlihat pada Tabel 1 di atas, program intervensi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Mei 2025 di Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dengan masyarakat setempat dalam upaya pencegahan stunting melalui edukasi dan pelayanan kesehatan komprehensif. Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang terdiri dari beberapa tahapan sistematis. Tahap pertama adalah pembukaan seremonial yang diawali dengan senam bersama masyarakat untuk menciptakan suasana kondusif, dilanjutkan dengan rangkaian acara protokoler meliputi pembacaan doa, menyanyikan lagu kebangsaan, penayangan profil institusi, dan penyampaian sambutan dari berbagai pihak termasuk kepala desa Muhammad Ramli. Penandatanganan surat izin kegiatan dan pemotongan tumpeng sebagai simbolis kerja sama menjadi penanda dimulainya program secara resmi. Tahap kedua merupakan sesi edukasi intensif yang dipimpin oleh tenaga medis ahli dengan moderator Muhammad Ilham. Materi pertama disampaikan oleh dr. Setya Wardana, Sp.OG mengenai "Risiko Stunting Periode Kehamilan" selama 15 menit, dilanjutkan dengan materi kedua oleh dr. Magdalena Rusady Goey, MRes, Sp.A tentang "Deteksi Gangguan Tumbuh Kembang Anak" juga selama 15 menit. Kedua sesi edukasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat tentang pentingnya periode 1000 HPK dalam mencegah stunting. Tahap ketiga adalah talkshow interaktif selama 30 menit yang memungkinkan masyarakat untuk berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai permasalahan 1000 HPK. Sesi ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan spesifik masyarakat dan memberikan solusi praktis yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan komprehensif meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, dan pelayanan caregiver selama 90 menit, serta ice breaking dengan doorprize yang dipandu oleh moderator Raden dan Arkan untuk menjaga antusiasme peserta. Program ini dipilih karena masyarakat Desa Senoni, utamanya para ibu hamil dan orang tua balita yang menjadi target peserta kegiatan sangat memerlukan edukasi dan pelayanan kesehatan terkait pencegahan stunting, mengingat periode 1000 HPK merupakan golden period yang menentukan kualitas generasi masa depan di tengah banyaknya isu-isu atau mitos-mitos terkait kehamilan ataupun pola pengasuhan balita yang berkembang di masyarakat. Evaluasi dilakukan secara langsung kepada 12 audiens yang bertanya saat sesi talkshow berlangsung. Evaluasi dilakukan dengan menanyakan pemahaman dan penerimaan materi yang disampaikan. Semua audiens menyatakan bahwa pertanyaan mereka terjawab dengan maksimal dan penjelasan yang disampaikan mudah dipahami. 263 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No.2 AGUSTUS 2025 DOI : 10.36982/jam.v9i2.5749 3. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X HASIL DAN PEMBAHASAN Program intervensi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Kegiatan dimulai pada pukul 05.00 WITA dengan persiapan tim panitia di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dan berakhir pada pukul 15.00 WITA setelah seluruh rangkaian acara selesai dilaksanakan. Partisipasi masyarakat Desa Senoni menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi, terlihat dari kehadiran yang mencapai target peserta yang diharapkan yakni sebanyak 50 warga desa terdiri dari ibu hamil, ibu balita, kader desa, perwakilan puskesmas, perangkat desa dan perwakilan sekolah di SDN 01 Senoni. Gambar 1. Sambutan dari Kepala Desa Senoni Tahap pembukaan acara berjalan dengan sangat baik dan meriah, dimulai dengan senam bersama yang diikuti oleh seluruh peserta untuk menciptakan suasana yang kondusif dan membangun kebersamaan antara tim pelaksana dengan masyarakat. Kegiatan ceremonial yang meliputi pembacaan doa, penyanyian lagu kebangsaan, penayangan profil FK UNMUL, dan penyampaian sambutan dari berbagai pihak berjalan dengan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Penandatanganan surat izin kegiatan oleh ketua panitia, pembina, dekan, dan kepala desa menjadi momen penting yang menandakan komitmen semua pihak dalam mendukung program pencegahan stunting. Gambar 1 menunjukkan antusiasme Kepala Desa Muhammad Ramli dalam menyambut program intervensi 1000 HPK yang mencerminkan dukungan penuh pemerintah desa terhadap upaya pencegahan stunting di wilayahnya. 264 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No.2 AGUSTUS 2025 DOI : 10.36982/jam.v9i2.5749 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Gambar 2. Pemaparan Materi Edukasi bersama dr. Setya Wardana, Sp.OG dan dr. Magdalena Rusady Goey, MRes, Sp. A Gambar 2 di atas menunjukkan bahwa FK Unmul berkomitmen tinggi dalam upaya memberikan edukasi yang maksimal bagi masyarakat, hal ini dibuktikan dengan menghadirkan para narasumber yang sangat ahli di bidangnya. Sesi edukasi yang disampaikan oleh dr. Setya Wardana, Sp.OG mengenai "Risiko Stunting Periode Kehamilan" menunjukkan hasil yang sangat positif. Materi yang disampaikan selama 15 menit diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya asupan gizi yang adequate selama masa kehamilan untuk mencegah stunting. Penelitian oleh (Muthmainna et al., 2023) menunjukkan bahwa program edukasi kesehatan ibu hamil dapat meningkatkan skor pengetahuan sebesar 75% dan praktik gizi yang baik meningkat hingga 68%. Hal ini sejalan dengan antusiasme peserta yang terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi tanya jawab. Materi kedua yang disampaikan oleh dr. Magdalena Rusady Goey, MRes, Sp.A mengenai "Deteksi Gangguan Tumbuh Kembang Anak" juga mendapat respons yang sangat baik dari peserta. Pembahasan mengenai tanda-tanda dini gangguan tumbuh kembang dan cara deteksinya memberikan pengetahuan praktis yang dapat langsung diaplikasikan oleh para orang tua. Penelitian (Sovia & Triningtyas, 2021) menekankan bahwa pelatihan deteksi dini tumbuh kembang pada orang tua dapat meningkatkan kemampuan identifikasi masalah perkembangan anak hingga 82% dan mengurangi keterlambatan rujukan ke fasilitas kesehatan. Gambar 3. Talkshow Interaktif bersama Kedua Narasumber Ahli Gambar 3 menampilkan dinamika talkshow interaktif dimana masyarakat secara aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber ahli, menciptakan suasana pembelajaran yang partisipatif dan kondusif. Talkshow interaktif selama 30 menit menjadi salah satu sesi yang paling dinamis dan informatif. Masyarakat secara aktif mengajukan pertanyaan-pertanyaan spesifik terkait permasalahan yang mereka hadapi dalam mengoptimalkan periode 1000 HPK sesuai dengan permasalahan dan kondisi yang mereka alami di masa kehamilan ataupun masa pengasuhan balita. Sebanyak 12 peserta menanyakan ke narasumber terkait masalah tumbuh kembang dan kesehatan secara umum yang dihadapi sehari-hari. Diskusi yang terjadi tidak hanya bersifat satu arah, tetapi melibatkan sharing pengalaman antar peserta yang sangat bermanfaat. Penelitian (Keperawatan, 2025) menunjukkan bahwa metode talkshow interaktif dalam program kesehatan masyarakat dapat meningkatkan partisipasi aktif hingga 85% dan retensi informasi mencapai 78% dibandingkan dengan metode ceramah konvensional. Pelayanan kesehatan komprehensif yang berlangsung selama 90 menit mencakup pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, dan pelayanan caregiver yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini melibatkan pemeriksaan antropometri untuk 265 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No.2 AGUSTUS 2025 DOI : 10.36982/jam.v9i2.5749 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X mendeteksi status gizi anak-anak, pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan menyusui, pemeriksaan lansia serta konsultasi gizi yang disesuaikan dengan kondisi spesifik setiap peserta. Pelayanan caregiver yang disediakan memberikan dukungan praktis kepada para ibu dalam hal teknik pemberian ASI yang benar, cara membuat makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, dan penanganan masalah-masalah umum yang sering dihadapi selama masa menyusui. (Sovia & Triningtyas, 2021) menekankan bahwa pelayanan caregiver terintegrasi dalam program 1000 HPK dapat meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif hingga 73% dan mengurangi risiko malnutrisi pada bayi sebesar 45%. Konsultasi individual yang diberikan juga memungkinkan identifikasi masalah kesehatan yang spesifik dan pemberian rekomendasi yang tepat sasaran. Sesi ice breaking dengan doorprize yang dipandu oleh moderator Raden dan Arkan berhasil menjaga antusiasme peserta dan menciptakan suasana yang menyenangkan. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai reinforcement positif yang dapat meningkatkan motivasi peserta untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh. Penelitian (Jusuf, 2020) menunjukkan bahwa penggunaan metode gamifikasi dan reward system dalam program edukasi kesehatan dapat meningkatkan engagement peserta hingga 88% dan motivasi untuk mengadopsi perilaku sehat meningkat sebesar 62%. Keberhasilan program intervensi 1000 HPK dengan indikator keberhasilan berupa terlaksananya kegiatan edukasi pencegahan stunting yang berfokus pada 1000 HPK yang sebelumnya belum pernah dilakukan sama sekali di Desa Senoni tentunya memberikan beberapa implikasi penting untuk pengembangan program serupa di wilayah lain. Pertama, pentingnya pendekatan multisektoral yang melibatkan institusi pendidikan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Kolaborasi yang sinergis antara berbagai pihak terbukti dapat meningkatkan efektivitas program dan memastikan keberlanjutannya. Kedua, kombinasi antara edukasi teoritis dan pelayanan praktis memberikan dampak yang lebih komprehensif dibandingkan dengan program yang hanya fokus pada satu aspek saja. Masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pelayanan kesehatan langsung yang dapat membantu mengatasi permasalahan yang mereka hadapi. Penelitian (Patel & Goyena, 2019) menunjukkan bahwa program intervensi holistik yang menggabungkan edukasi dan pelayanan kesehatan memiliki tingkat keberhasilan 85% lebih tinggi dalam mengubah perilaku kesehatan masyarakat dibandingkan pendekatan tunggal. Rekomendasi untuk program selanjutnya meliputi perpanjangan durasi kegiatan untuk memberikan waktu yang lebih adequate untuk konsultasi individual, pengembangan materi edukasi yang lebih kontekstual dengan kondisi lokal, dan pembentukan sistem monitoring dan evaluasi yang lebih sistematis. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengukur dampak jangka panjang program terhadap penurunan prevalensi stunting di wilayah target. Program intervensi 1000 HPK di Desa Senoni telah berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan dan memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan stunting di Desa Senoni. Kegiatan ini dapat menjadi model replikasi untuk wilayah lain dengan karakteristik serupa, dengan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan kondisi lokal masing-masing daerah. 4. KESIMPULAN Program intervensi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara telah berhasil dilaksanakan dengan rangkaian acara kombinasi oleh tenaga medis ahli, talkshow interaktif, dan pelayanan kesehatan komprehensif. Pendekatan multisektoral yang melibatkan institusi pendidikan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak komprehensif bagi masyarakat setempat. Program ini dapat menjadi model replikasi untuk wilayah lain dan memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan stunting di tingkat grassroot serta mendukung target penurunan prevalensi stunting nasional. 266 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No.2 AGUSTUS 2025 DOI : 10.36982/jam.v9i2.5749 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih disampaikan kepada Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman yang telah memberikan dukungan sepenuhnya dari mulai tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan hingga pembuatan luaran. Ucapan terima kasih juga tim penulis sampaikan kepada Mitra Tanoto Scholars Association (TSA) dan pihak Desa Senoni yang turut serta dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pengabdian. DAFTAR PUSTAKA Berawi, K. N. (2019). Asupan dan Asuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan. In Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1). http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008. 06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUN GAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. (2016). Laporan Kinerja Tahun 2023. Jusuf, H. (2020). Penggunaan Gamifikasi dalam Proses Pembelajaran. Jurnal TICOM, 5(1), 1–6. https://media.neliti.com/media/publications/92772-ID-penggunaan-gamifikasi-dalamproses-pembe.pdf Kemenkes. (2023). Survei Kesehatan Indonesia 2023 (SKI). Kemenkes, 235. Keperawatan, J. (2025). Efektifitas Metode Pelatihan terhadap Peningkatan Kemampuan Kader dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting : Literatur Review. 13(1), 130–142. Kusumasari, T. F., Lathifah, S., & Thohiroh, E. L. (2024). Pemanfaatan Aplikasi INSIST (INtegrated SolutIon for STunting) untuk Mendukung Penanganan dan Prevalensi Stunting di Kota Tangerang Selatan. Jurnal Abdimas Mandiri, 8(2), 169–176. https://doi.org/10.36982/jam.v8i2.4387 Marni, M., & Ratnasari, N. Y. (2021). Penyuluhan Pencegahan Risiko Stunting 1000 Hari Pertama Kehidupan pada Generasi Muda. Indonesian Journal of Community Services, 3(2), 116. https://doi.org/10.30659/ijocs.3.2.116-125 Muthmainna, W. N. A., Hadi Supriyanto, Mashendra, & Waode Novianti. (2023). Edukasi dan Strategi Kepada Masyarakat Terkait Pencegahan Stunting Pada Balita. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 13(2), 328–334. https://doi.org/10.30999/jpkm.v13i2.3012 Patel, & Goyena, R. (2019). Keperawatan holistik. Journal of Chemical Information and Modeling, 15(2), 9–25. Puspita, L., Umar, M. Y., & Wardani, P. K. (2021). Pencegahan Stunting Melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan ( HPK ). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu(ABDI KE UNGU), 3(1), 13– 16. https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi/article/view/stunting1000/stunti ng1000 Sari, N. P., Djide, N. A. N., S, S., & Syahruddin, A. N. (2022). Peran Ibu pada 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam Pencegahan Gangguan Tumbuh Kembang Anak. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm), 5(6), 1839–1845. https://doi.org/10.33024/jkpm.v5i6.6154 Sovia, E., & Triningtyas, A. Y. (2021). Pendampingan 1000 Hari Pertama Kehidupan Pada Ibu Hamil di Wilayah Kecamatan Cimahi Selatan. ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 412–419. https://doi.org/10.35568/abdimas.v4i1.950 Vinci, A. S., Indonesia, P. E., & Bachtiar, A. (2022). Efektivitas Edukasi Mengenai Pencegahan Stunting Kepada Kader: Systematic Literature Review. Jurnal Endurance, 7(1). https://doi.org/10.22216/jen.v7i1.822. 267