Jurnal Kesehatan Husada Gemilang ISSN 2615-3068. Vol : 9. No 1. Februari 2026 PENGARUH PENYULUHAN TENTANG ANEMIA TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI (STUDI PRE-TEST DAN POST-TEST) Roni Ardian1. Puspa Rini2. Nurtanny3. Suharni4. Abul Haitsam5. Elvy Ramadani6. Nabila Randenia7 1,2,3,4,5,6,7 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Gemilang. Tembilahan Riau. Indonesia runsron@gmail. ABSTRAK Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak dialami oleh remaja putri, terutama disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan serta kehilangan darah saat menstruasi. Kondisi ini dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi belajar, berkurangnya kebugaran fisik, menurunnya prestasi akademik, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada masa kehamilan di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan mengenai anemia terhadap tingkat pengetahuan remaja putri kelas X di SMAN Tuah Gemilang, dengan jumlah responden sebanyak 37 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental melalui pendekatan one group pre-test and post-test. Tingkat pengetahuan responden diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu kurang, cukup, dan baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan, di mana kategori kurang menjadi 5,4%, kategori cukup 40,5%, dan kategori baik meningkat menjadi 54,1%. Analisis bivariat menggunakan uji Paired Samples t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan . < 0,. , dengan ratarata skor meningkat dari 62,8 pada pre-test menjadi 77,2 pada post-test. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan merupakan metode edukatif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri kelas X SMAN Tuah Gemilang mengenai anemia, termasuk faktor risiko, dampak, dan langkah-langkah pencegahannya. Kata Kunci: Anemia. Remaja Putri. Penyuluhan Kesehatan. Edukasi Gizi. Tingkat Pengetahuan. ABSTRACT Anemia remains a significant public health problem among adolescent girls, primarily due to increased iron requirements during growth and blood loss during menstruation. Anemia can lead to decreased learning concentration, reduced physical fitness, lower academic achievement, and an increased risk of health problems during future pregnancies. This study aimed to assess the effect of anemia education on the knowledge level of tenth-grade adolescent girls at SMAN Tuah Gemilang, involving 37 participants who met the inclusion criteria. The study employed a quantitative method with a pre-experimental design using a one-group pre-test and post-test The level of understanding among participants was categorized into three groups: poor, moderate, and good. The results showed an improvement in knowledge after the educational intervention, with 5. 4% categorized as poor, 40. 5% as moderate, and 54. 1% as good. Bivariate analysis using the Paired Samples t-test indicated a significant difference in knowledge levels before and after the intervention . <0. , with the mean score increasing from 62. 8 in the pretest to 77. 2 in the post-test. These findings suggest that health education through counseling is an effective educational strategy to improve adolescent girlsAo understanding of anemia, its risk factors, impacts, and prevention strategies. Keywords: Anemia, adolescent girls, health education, knowledge level, nutrition education. LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Gemilang Jurnal Kesehatan Husada Gemilang ISSN 2615-3068. Vol : 9. No 1. Februari 2026 PENDAHULUAN METODE PENELITIAN Agenda Sustainable Development Goals (SDGAo. 2030 point ke 2. 2 mengakhiri segala macam bentuk kekurangan gizi, salah satunya strategi pencapaiannya memenuhi kebutuhan remaja putri dimana kesejahteraan anak point penting dari kemajuan menuju SDGAos. WHO merekomendasikan dalam World Health Assembly (WHA) ke 65 menjelaskan dalam global anemia estiamat edisi 2021 bahwa anemia meruakan indicator Kesehatan dan gizi buruk yang dapat mempengaruhi Pembangunan ekonomi suatu negara, sehingga naemia dapat dikatakan masalah Kesehatan global di dunia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental menggunakan pendekatan one group pre-test dan post-test. Penelitian bertujuan untuk menilai pengaruh penyuluhan tentang anemia terhadap perubahan tingkat pengetahuan remaja putri. Remaja adalah perubahan yang terjadi dari masa kanak Ae kanak menuju masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, mental, aktivitas fisik hingga kebutuhan gizi yang cukup besar (Amalia. Sulistyowati and Mintarsih, 2. Salah satu masalah kesehatan remaja putri yang umum terjadi adalah anemia yang disebabkan karena kebutuhan akan nutrisi terkait percepatan pertumbuhan, kehilangan darah menstruasi, malnutrisi dan asupan zat besi yang buruk. Anemia menurut WHO terjadi bila kadar hemoglobin dalam darah kurang dari normal(<12 gr/d. Anemia remaja yang diabaikan akan berdampak serius seperti mudah lelah, saulit konsentrasi, menurunnya prestasi belajar hingga menurunnya imunitas. Selain itu, anemia pada remaja putri dapat berlanjut hingga kehamilan ketika mereka menjadi ibu sehingga meningkatkan resiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan stunting(Chitekwe. Torlesse and Aguayo. Remaja putri di SMA Tuah Gemilang termasuk kelompok yang rentan mengalami anemia dikarenakan umumnya remaja putri tidak patuh terhadap Tablet Tambah Darah (TTD) mengkonsumsi jajanan rendah gizi serta pola makan yang kurang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan remaja putri terhadap kejadian anemia. LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Gemilang Subjek penelitian berjumlah 37 remaja putri kelas X di SMAN Tuah Gemilang yang memenuhi kriteria inklusi dan mengikuti seluruh rangkaian penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh subjek yang memenuhi kriteria dijadikan responden Intervensi yang diberikan berupa penyuluhan tentang anemia, meliputi pengertian, penyebab, tanda dan gejala, dampak, serta cara pencegahan anemia. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan media edukasi. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan anemia yang diberikan sebelum penyuluhan . re-tes. dan setelah penyuluhan . ost-tes. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penyuluhan tentang anemia, sedangkan variabel dependen adalah tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia. Teknik pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner secara langsung oleh responden pada dua waktu pengukuran. Data dianalisis secara deskriptif untuk responden sebelum dan sesudah penyuluhan. Analisis statistik inferensial dilakukan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan pre-test dan post-test menggunakan uji Paired Samples t-test, karena berdistribusi Metode analisis ini merupakan metode yang umum digunakan pada penelitian pendidikan kesehatan dengan desain pre-test dan post-test. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini melibatkan 37 remaja putri kelas X di SMAN Tuah Gemilang yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan penyuluhan tentang anemia serta pengukuran Jurnal Kesehatan Husada Gemilang ISSN 2615-3068. Vol : 9. No 1. Februari 2026 tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah Seluruh responden mengisi kuesioner pre-test dan post-test secara Tabel 1. Distribusi Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Ketegori Pengetahuan Kurang Cukup Baik Total Pre-test Post-Test Tabel 1 menunjukkan perubahan distribusi tingkat pengetahuan remaja putri setelah diberikan penyuluhan tentang Pada pengukuran awal, tingkat pengetahuan responden didominasi oleh kategori cukup dan kurang, sedangkan pada pengukuran akhir mayoritas responden berada pada kategori baik. Perubahan ditunjukkan oleh pergeseran proporsi responden dari kategori pengetahuan kurang dan cukup ke kategori baik setelah Hasil menunjukkan bahwa penyuluhan yang pemahaman responden mengenai anemia, mencakup pengertian, penyebab, tanda dan gejala, dampak, serta upaya pencegahannya (Agung et al. , 2. Tabel 2. Rata-Rata dan Perbedaan Skor Pengetahuan Remaja Putri Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Variabel Pengetahuan Mean A SD Pre-test Post-test 62,8A17 77,2A10 p-value <0,001 Hasil analisis bivariat menggunakan uji Paired Samples t-test, menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja putri sebelum dan sesudah penyuluhan . < 0,. Hasil uji bivariat analisis perbandingan tingkat pengetahuan remaja putri sebelum dan sesudah penyuluhan meningkat dari nilai rata-rata 62,8 pada pre-test menjadi 77,2 pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan pada remaja putri. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Gemilang (Rahmaniah, 2. , bahwa intervensi pendidikan gizi dapat meningkatkan skor pendidikan gizi. Selain itu, nilai rata-rata peringkat pre-tes . , sedangkan nilai rata-rata peringkat post-tes adalah . , secara uji statistik nilai signifikan 0,000 . <0,. Terdapat pengaruh substansial antara temuan pra-tes dan pasca-tes (Nova Fitria Salzabila, 2. Hasil penelitian lain juga menunjukkan terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan remaja putri tentang anemia setelah diberikan penyuluhan menggunakan media leaflet. Sebelum penyuluhan, 45% responden memiliki pengetahuan yang kurang, sementara setelah penyuluhan, 84% responden menunjukkan pengetahuan yang Uji statistik menghasilkan p-value <0,001, yang mengindikasikan bahwa penggunaan media leaflet secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan remaja anemia (Lauren Diwa Angelina. Aulia Siti Rahayu, 2. Penyuluhan tentang anemia mampu meningkatkan pengetahuan remaja putri. Temuan ini sesuai dengan hipotesis penelitian bahwa pemberian edukasi kesehatan dapat memperbaiki pemahaman remaja mengenai anemia. Peningkatan mengindikasikan bahwa informasi yang diberikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh responden (Sari et al. Pengetahuan berkontribusi langsung terhadap pemahaman individu mengenai anemia. Oleh karena itu, apabila siswa memiliki pemahaman yang baik mengenai peran zat besi dalam pencegahan anemia, hal ini dapat memengaruhi pola pikir dan membentuk sikap positif dalam memilih asupan Pengetahuan tersebut mendorong penerapan pola makan seimbang sebagai langkah preventif terhadap terjadinya anemia (Muchtar, 2. Sebaliknya, remaja dengan tingkat pengetahuan yang rendah mengenai anemia cenderung menunjukkan perilaku pencegahan yang kurang efektif. Kondisi ini Jurnal Kesehatan Husada Gemilang pemahaman mereka terhadap konsep anemia secara komprehensif, termasuk faktor risiko, gejala, dan upaya penanggulangannya (Fath Dwisari1. AbdurraafiAo Maududi Dermawan. Puspa Amalia. Khulul Azmi. Natasya Intan Ramadhani, 2. ISSN 2615-3068. Vol : 9. No 1. Februari 2026 DAFTAR PUSTAKA