Multi Media Interaktif Sebagai Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab. BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Volume. Number. July 2023 Hlm : 135-147 https://ejournal. id/index. php/bhinneka/index Multi Media Interaktif Sebagai Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab Di MI Miftahul Ulum Kesamben Wetan Driyorejo Gresik Sholihudin Al Ayubi1* 1Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Menganti Gresik. Indonesia *sholihudinalayubi1@gmail. Abstract Learning Arabic at this time still has not led to an innovative new method because of the limited creativity of educators in overcoming problems that hinder the achievement of learning objectives. In addition, many students find it difficult to learn Arabic because the majority of educators apply boring traditional methods. In addition to the method aspect, the textbook media for learning Arabic seems to focus on books or worksheets which only display material and lists of mufradat by requiring students to memorize them in their own way. From here, researchers are trying to develop Arabic interactive multimedia teaching materials with nazam mufradat equipped with meaning in the form of symbols or pictures so that students understand, memorize and apply the subject matter more quickly. The formulation of the problem in this research is how to develop multi-media-based teaching materials in memorizing mufradat for MI Miftahul Ulum Kesamben Wetan students, how is the effectiveness of interactive multi-media as teaching materials in mufradat memorization for MI Miftahul Ulum Kesamben Wetan students. This type of research is research and development. There are several results of the development of interactive multimediabased Arabic teaching materials in learning Arabic in class V MI in accordance with the material from the LKS book and the achievements of learning Arabic with the theme material fi almadrasah, fi al-maqha, fi al-maqha. From the results of the research, starting from the process, implementation of trials, and reflection on learning media for students of class V MI Kesamben, it can be concluded that interactive multimedia as teaching materials for learning Arabic for students of class V MI has qualified for the qualification test and meets the criteria validation of learning media by a team of experts. From the existing questionnaire data, it can be concluded that this Arabic language learning media is effectively implemented because it occupies very good This becomes valid and feasible as an alternative learning media, especially mastery of Arabic vocabulary . Keywords: interactive multi media, development of materials. Arabic language Abstrak Pembelajaran Bahasa Arab sekarang ini masih belum memunculkan sebuah inovasi metode terbaru karena keterbatasan kreativitas pendidik dalam mengatasi problematika yang menghambat ketercapaian tujuan pembelajaran. Selain itu, banyak peserta didik yang merasa kesulitan dalam mempelajari Bahasa Arab karena mayoritas pendidik menerapkan metode tradisional yang membosankan. Selain aspek metode, media buku ajar pembelajaran Bahasa Arab terkesan fokus pada buku-buku atau LKS yang hanya menampilkan materi dan daftar mufradat dengan mewajibkan para peserta didik menghafalnya dengan caranya sendiri. Dari sini, peneliti berupaya mengembangkan bahan ajar multimedia interaktif Bahasa Arab dengan nazam mufradat dilengkapi artinya dalam bentuk simbol atau gambar sehingga peserta didik BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Sholihudin Al Ayubi Multi Media Interaktif Sebagai Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab. lebih cepat memahami, menghafal dan mengaplikasikan materi pelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan bahan ajar berbasis multi media dalam menghafal mufradat untuk peserta didik MI Miftahul Ulum Kesamben Wetan, bagaimana efektivitas multi media interaktif sebagai bahan ajar dalam hafalan mufradat bagi peserta didik MI Miftahul Ulum Kesamben Wetan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Ada beberapa hasil pengembangan bahan ajar bahasa Arab berbasis multimedia interaktif dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas V MI Miftahul Ulum Kesamben Wetan sesuai dengan materi dari buku LKS dan capaian pembelajaran bahasa Arab dengan tema materi fi almadrasah, fi al-maktabah, fi al-maqha. Dari hasil penelitian, mulai dari proses, pelaksanaan ujicoba, dan refleksi terhadap media pembelajaran baagi peserta didik kelas V MI Kesamben Wetan, maka bisa disimpulkan bahwa multi media interaktif sebagai bahan ajar pembelajaran Bahasa Arab untuk peserta didik kelas V MI telah layak uji kualifikasi dan memenuhi kriteria validasi media pembelajaran oleh tim ahli. Dari data angket yang ada, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Bahasa Arab ini efektif diterapkan karena menempati kualifikasi sangat Hal ini menjadi valid dan layak sebagai alternatif media pembelajaran terutama penguasaan kosakata bahasa Arab . Kata kunci : multi media interaktif, pengembangan materi, bahasa arab Pendahuluan Bahasa Arab merupakan mata pelajaran yang hanya ada di Madrasah Ibtidaiyyah sebagai ciri khas pembeda dari sekolah dasar lainnya. Mata pelajaran ini terkategori masuk pada kurikulum Kemenag yang harus dipelajari. Bahasa Arab banyak dipelajari oleh masyarakat Indonesia yang notabene mayoritas Muslim karena Bahasa Arab adalah Bahasa Al-QurAoan. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan Bahasa Arab juga dipelajari oleh masyarakat non muslim (Azhar Arsyad, 2003: . Ada 4 maharah dalam Bahasa Arab yang harus dikuasai oleh pelajarbahasa arab yakni kemahiran menulis . aharah al-kitaba. , kemahiran membaca . aharah al-qiraAoa. , kemahiran mendengar . aharah al-istimaA. , dan kemabiran berbicara . aharah al-kala. Asal Bahasa Arab bermula dari rumpun bahasa Semit dengan penutur paling banyak (Azhar Arsyad, 2003: . Bahasa Arab sangat relevan dengan Al-QurAoan dan tidak terpisahkan karena seseorang menguasai isi Al-QurAoan melalui belajar bahasa Arab. Peran bahasa Arab menjadi media komunikasi bagi para penuturnya (Tayar dkk, 1995: . Mempelajari bahasa Arab bukan hal yang mudah tetapi melalui tahapan proses yang berkelanjutan. Pembelajaran Bahasa Arab sekarang ini masih belum memunculkan sebuah inovasi baru dalam bentuk strategi karena keterbatasan kreativitas pendidik dalam menemukan dan mengatasi problematika yang menghambat ketercapaian tujuan pembelajaran (Fathul Mujib dkk, 2011: 5-. Aspek problem metodologis merupakan faktor yang berpengaruh pada keberhasilan pembelajaran. Mengingat realita di kelas, banyak di antara peserta didik yang merasa kesulitan dalam mempelajari Bahasa Arab karena mayoritas pendidik menerapkan metode tradisional, seperti ceramah sehingga muncul kebosanan dan tidak antusias. Selain aspek metode, media buku ajar pembelajaran Bahasa Arab terkesan fokus pada buku-buku atau LKS yang hanya menampilkan materi dan daftar mufradat dengan BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Sholihudin Al Ayubi Multi Media Interaktif Sebagai Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab. mewajibkan para peserta didik menghafalnya dengan caranya sendiri. Hakikatnya, kunci sukses pembelajaran Bahasa Arab ada pada kekayaan perbendaharaan kosakata . odal kebahasaa. , sehingga bisa diaplikasikan dalam setiap maharah Bahasa Arab, termasuk dalam berkomunikasi. Namun kenyataannya, peserta didik lemah dalam penguasaan mufradat. Dari fenomena tersebut, perlu adanya pengembangan bahan ajar interaktif dalam menghafal mufradat. Peneliti berupaya mengembangkan bahan ajar multimedia interaktif Bahasa Arab dengan nadzam mufradat dilengkapi artinya dalam bentuk simbol atau gambar sehingga peserta didik lebih cepat memahami, menghafal dan mengaplikasikan materi pelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan bahan ajar berbasis multi media dalam menghafal mufradat untuk peserta didik MI Miftahul Ulum Kesamben Wetan, bagaimana efektivitas multi media interaktif sebagai bahan ajar dalam hafalan mufradat bagi peserta didik MI Miftahul Ulum Kesamben Wetan. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Developmen. media pembelajaran melalui bahan ajar berbasis multimedia interaktif Bahasa Arab untuk peserta didik kelas V dalam hafalan kosakata bahasa Arab dengan lirik nadham. Untuk mengembangkannya, memerlukan rencana yang matang dan sebagai dasar pengembangannya menfokuskan pada model research and development dari Borg and Gall. Research and Development adalah metode penelitian dalam menghasilkan produk tertentu, juga melakukan uji efektivitas produk tersebut. Pada penerapannya, diperlukan penelitian yang sifatnya analisis kebutuhan dan uji efektivitas produk agar bisa berperan dalam masyarakat sehingga penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal (Sugiyono, 2008: . Hasil Pentingnya Pengembangan Bahan Ajar Dari masa ke masa, madrasah bermetamorfosis tergantung tujuan meningkatkan kualitas manajemen, kelembagaan dan kurikulum madrasah (Karel A. Streenbrink. Kepala sekolah, pendidik dan peserta didik dapat mengeksplorasi inovasi dan melakukan improvisasi madrasah dengan adanya kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan terkait belajar mengajar, kurikulum dan manajemen yang mengedepankan daya kreatif dan profesionalitas (Depag RI, 2005: . Dalam pembelajaran, diperlukan pengembangan komponen pendidik, tujuan, bahan, metode dan lain-lain yang maksimal pada proses belajar, demi tercapainya manajemen madrasah berkualitas. Tentunya proses pembelajaran di kelas dilakukan dengan mudah dan menarik sehingga peserta didik tidak bosan. Agar tercapai hasil belajar Untuk mendukung hal ini, maka perlu pengembangan buku ajar mata pelajaran yang relevan dengan situasi dan karakter peserta didik yang berlandaskan paradigma teknologi pembelajaran. BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Sholihudin Al Ayubi Multi Media Interaktif Sebagai Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab. Menurut Pannen bahan ajar adalah materi pembelajaran yang terstruktur secara sistematis yang digunakan oleh pendidik sebagai alat pengajaran di dalam ruang kelas. (Tian Belawati, 2003: . Bahan ajar adalah unsur yang memperkuat peran pendidik dalam proses pengajaran, sebagaimana dijelaskan oleh Muhaimin Adapula yang menjelaskan sebagai bagian komprehensif dari konten pembelajaran yang diatur secara teratur untuk menggambarkan keseluruhan gambaran dari kemampuan yang akan dikuasai oleh murid dalam rangka pembelajaran (Muhaimin, 2008: ). Bahan ajar dimaknai dengan modul yang berfungsi sebagai alat bantu pendidik dalam pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas, baik dalam bentuk tulisan atau bukan. Adapun tujuan disusunnya bahan pengajaran adalah antara lain: Menghasilkan materi pengajaran berdasar persyaratan kurikulum yang memperhatikan apa yang dibutuhkan para pelajar, yaitu materi pengajaran yang cocok dengan karakteristik serta konteks atau lingkungan sosial para pelajar. Mendukung para pelajar dalam memperoleh sumber alternatif pengajaran selain dari modul yang kadang sukar didapat. Membantu pendidik dalam menjalankan proses belajar mengajar, di antaranya: Dapat memperoleh materi pengajaran yang sesuai dengan persyaratan kurikulum serta keperluan belajar para pelajar. Tidak ada keterikatan pada modul yang seringkali sukar didapatkan. Menambah wawasan karena diperkaya melalui beragam referensi. Meluaskan pengetahuan serta pengalaman pendidik dalam menulis materi Membangun interaksi pembelajaran yang efisien antara pendidik dengan para pelajar karena para pelajar akan merasa lebih percaya pada pendidik. Menambah poin pengembangan profesional jika dikumpulkan dan diterbitkan menjadi buku. Sedangkan manfaat bahan pengajaran sangat beragam bagi para peserta didik, sehingga perlu disusun dengan cermat. Beberapa manfaatnya antara lain: Proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan menantang. Kesempatan untuk belajar secara mandiri meningkat, ketergantungan pada instruksi langsung dari pendidik. Memudahkan peserta didik dalam memahami setiap kompetensi yang perlu dikuasainya (Sofwan Amri dkk, 2010: . Perkembangan Pembelajaran dengan Multimedia Multimedia adalah cara untuk menyajikan materi-materi dengan menggabungkan kosakata dan visual. Dalam hal ini, "kata-kata" mengacu pada isi yang disampaikan dalam bentuk verbal, seperti teks yang tercetak atau diucapkan. Sementara itu, "gambar" merujuk pada representasi visual dalam bentuk gambar atau ilustrasi BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Sholihudin Al Ayubi Multi Media Interaktif Sebagai Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab. (Richard E. Mayer, 2009: . Istilah "multimedia" merujuk pada pemakaian varian media secara bersama atau berurut dalam penyampaian pengetahuan. Pandangan serupa diungkapkan Helzafah . bahwa multimedia digunakan dalam menggambarkan pemanfaatan media beragam terintegrasi untuk mengajarkan tema dalam mata pelajaran (Sri Anita, 2010: . Tengah tahun 1980-an, awal mula muncul pembelajaran dengan menggunakan komputer sebagai tanda teknologi multi media dikenalkan. Kemudian ada istilah-istilah baru yang muncul seperti CAI (Computer Assisted Instructio. MPI (Multimedia Pembelajaran Interakti. SPM (Software Pembelajaran Mandir. , serta berbagai jenis presentation tools yang didukung oleh komputer dan sebagainya. Keuntungan dari media pendidikan dalam proses pembelajaran, menurut Hamalik antara lain meliputi penerapan konsep yang lebih konkret dalam berpikir untuk mengurangi penekanan pada verbalisme, meningkatkan minat peserta didik, serta membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil belajar yang lebih Multimedia dalam pembelajaran dapat dibagi menjadi tiga karakteristik. Pertama, multimedia digunakan sebagai salah satu elemen pe mbelajaran dalam kelas. Sebagai contoh, pendidik dapat menggunakan multimedia sebagai pelengkap untuk menjelaskan materi di depan kelas ketika mengajar atau merujuk pada buku acuan. Kedua, multimedia digunakan sebagai materi pembelajaran yang dapat dipelajari secara Dalam jenis ini, multimedia mungkin saja mendukung pembelajaran di kelas, atau bahkan mungkin tidak. Ketiga, multimedia juga digunakan sebagai satu-satunya media dalam proses pembelajaran. Dalam kasus ini, semua fasilitas pembelajaran yang dibutuhkan telah disediakan dalam paket ini. Tipe paket semacam ini dikenal dengan istilah CBL (Computer Based Learnin. Multimedia melibatkan tingkat interaktivitas yang tinggi, mengajak pembelajar untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran dengan mengendalikan layar dan memilih konten dalam bentuk jendela informasi yang disajikan. Dengan multimedia, berbagai gaya belajar seperti auditori, visual, maupun kinestetik dapat diakomodasi, memungkinkan setiap pembelajar memilih media sesuai dengan gaya belajar masingmasing. Tujuan penggunaan multimedia dalam pendidikan adalah menghadirkan pengalaman multi-sensori bagi pembelajar untuk meningkatkan proses pembelajaran (Sri Anita, 2010: . Sistem pendidikan yang baru menuntut perubahan dalam faktor dan kondisi baik fisik maupun non-fisik. Oleh karena itu, dibutuhkan pendidik yang memiliki kualifikasi yang lebih baik, kinerja dan sikap yang ditingkatkan, peralatan yang lengkap, dan administrasi yang lebih terstruktur. Peralatan seperti CD interaktif dan lainnya, yang memungkinkan peserta didik belajar baik di dalam kelas maupun secara mandiri, dapat menjadi solusi yang lebih efisien dan ekonomis dalam konteks ini. Penggunaan CD interaktif dapat diterapkan dalam berbagai tingkat pendidikan dan bidang studi. Media ini tidak hanya interaktif, tetapi juga multimedia dengan beragam unsur seperti suara, animasi, video, teks, dan grafis. Tipe penyajian yang umum BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Sholihudin Al Ayubi Multi Media Interaktif Sebagai Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab. digunakan adalah dalam bentuk "tutorial" pada CD interaktif, yang membimbing peserta didik secara menyeluruh untuk menguasai materi dengan efektif dan menarik. Kelebihan lainnya adalah peserta didik dapat belajar secara mandiri, tanpa tergantung pada pendidik, serta materi yang dipelajari langsung dapat diuji oleh peserta didik. Fungsi pengulangan juga dapat membantu peserta didik memahami materi secara Urgensi Bahan Ajar pada Pembelajaran Bahasa Arab Media pembelajaran memiliki peran sangat urgen dalam mewujudkan situasi proses pembelajaran yang aktif di kelas. Hal ini karena media adalah alat bantu proses pembelajaran khususnya terkait audio visual dan pembentukan karakter individu. Selain itu, juga bisa memudahkan pemahaman dan menjadikan lebih tertarik terhadap materi yang disampaikan (Ahmad Muhtadi Anshor, 2009: . John J. menambahkan bahwa media pembelajaran berperan pentingm memperkuat semangat dan pemahaman peserta didik, menyajikan data valid, melengkapi info dan mudah dalam penafsiran data. Hal ini selaras dengan Mahmud Yunus yang mengatakan bahwa media memberi pengaruh bagi indera yang lebih memprioritaskan pemahaman. Selain itu, di antara keunggulan media bisa membantu pendidik dalam peyampaian pesan materi yang diajarkan, sertamudah diserap oleh peserta didik. Di salam media terdapat energi positif dan sinergis sehingga bisa mengubah perilaku yang lebih relatif dan fleksibel. Karena itu, media sangat berperan dalam pembelajaran karena tak hanya sebagai sarana bantu, tapi juga komponen integral dalam sistem pendidikan dan proses belajar mengajar (Ahmad Muhtadi Anshor, 2009: . Bahasa Arab berasal dari rumpun bahasa Semit yang digunakan oleh masyarakat sekitar Tigris dan Eufrat. Shiria dan jazirah Arab mencakup bahasa Funisia. Ashiria, dan Babylonia. Ibrani merupakan satu-satunya bahasa yang bertahan hingga saat ini. Sebelum Islam muncul, bahasa Arab telah ada beberapa abad lamanya dengan adanya bukti peninggalan sastra Arab 2 abad sebelum Islam. Dalam menjalin kerjasama, interaksi sosial, dan identifikasi diri antar masyarakat, maka digunakan bahasa sebagai simbol bunyi yang disepakati maknanya. Dalam Lisan al-AoArab karya Ibnu Manzur, bahasa didefinisikan sebagai aswaat yuAoabbir biha kullu qaumin Aoan aghradihim . unyibunyi yang dipakai masyarakat dalam mencurahkan keinginan penuturan merek. Di antara fungsi pelajaran bahasa Arab adalah memotivasi, mengembangkan, memberi bimbingan dan binaan skill dan mewujudkan perilaku baik dalam praktik berbahasa Arab. Ada dua kemampuan yang ingin dilatih yakni kemampuan reseptif . emahaman maksud penuturan lawan bicara dan bacaan yang mengandung kosakata bahasa Ara. dan kemampuan produktif . emanfaatkan bahasa sebagai sarana komunikasi lisan maupun tulisan. Ketrampilan berbahasa Arab dan perilaku baik dalam berbahasa Arab berperan urgen untuk mengkaji sumber ajaran Islam berupa Al-QurAoan dan hadis, serta kitab-kitab bahasa Arab terkait dengan keIslaman bagi peserta didik. BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Sholihudin Al Ayubi Multi Media Interaktif Sebagai Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab. Bahasa Arab mempunyai ciri khas yang unique karena berbeda dengan dengan bahasa lain, juga ciri yang universal karena ada unsur nilai yang sama dengan bahasa Di antara ciri universal bahasa Arab (Umi Mahmudah dkk, 2010: 7-. Mempunyai varian bahasa yakni ragam sosial . emberi petunjuk strata sosial ekonomi penutu. ragam geografis . engisyaratkan posisi geografis penutur antar daerah sehingga menghasilkan perbedaan dialek, ragam idiolek . engisyaratkan integritas pribadi dalam masyarakat. Mengekspresikannya bisa dengan kalam maupun kitabah. Mempunyai sistem, pola dan media sebagai berikut: Sistemik, artinya mempunyai sistem yang standar mencakup sub sistem bunyi, kata, kalimat, sintaks, gramatikal, wacana dan lain-lain. Sistematis, artinya mempunyai pedoman khusus yang tiap bagian sub sistem saling sinergi selaras dalam fungsi. Komplit, artinya mempunyai semua media komunikasi yang diperlukan masyarakat penutur untuk interaksi sosial di antara mereka. Mempunyai karakter yang arbitrer dan simbolis. Arbitrer . artinya tidak ada relevansi simbol verbal dengan acuan. Simbolis artinya manusia dapat mengabstraksi pengalaman dan pikiran banyak hal. Memiliki potensi untuk dikembangkan melalui produktivitas dan kreativitas. Seiring berkembangnya peradaban manusia, berkembang kosakata bahasa. Sebagai fenomena individu yang selaras dengan kemanusiaan karena yang memiliki bahasa verbal adalah manusia dan sebagai fenomena sosial yang disepakati masyarakat penutur bahasa. Bahasa yang dipakai masyarakat penutur sesuai konvensi dalam kosakata dan makna bahasa karena kebiasaan secara turun temurun, bersifat mengikat dan dipraktikkan. Jika dilihat dari fungsi, bahasa menjadi sarana komunikasi dan perantara dalam interaksi sosial keseharian, baik antar personal, personal dengan masyarakat dan antar Bahasa sebagai sarana komunikasi dan penyampaian maksud dan curahan rasa kepada teman, kerabat dan lain-lain sehingga saling memahami dan merasa apa yang dialami orang lain. Bahasa Arab juga sama, mempunyai keistimewaan fungsi yang berbeda dari bahasa lain yakni nilai sastranya tinggi bagi yang memahami apalagi sebagai bahasa Al-QurAoan sebagai komunikasi hamba dengan Tuhannya. Dalam bahasa Arab juga terdapat gaya bahasa yang muAojiz dan manusia manapun tidak dapat menandingi sebgai sesuatu yang pasti. Bahasa Arab dan Al-QurAoan seperti dua sisi mata uang, saling berkaitan dan tidak terpisahkan satu sama lain. Untuk memahami dan mendalami makna ayat Al-QurAoan, penguasaan bahasa Arab adalah syarat yang harus dimiliki. Mempelajari bahasa Arab sama dengan mempelajari bahasa Al-QurAoan. Selain menjadi sarana berkomunikasi sesama manusia, bahasa Arab juga menjadi sarana berkomunikasi manusia mukmin BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Sholihudin Al Ayubi Multi Media Interaktif Sebagai Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab. dengan Allah, di antaranya dipraktikkan ketika shalat, berdoa dan lain-lain (Tayyar Yusuf, 1995: 187-. Pelajaran bahasa Arab diorientasikan dalam upaya memotivasi, memberi bimbingan dan pembinaan ketrampilan berbahasa serta membiasakan berperilaku positif. Ada dua kemampuan yang dilatih dalam berbahasa Arab yakni kemampuan reseptif . emaknai penuturan lawan bicara dan yang dibaca peserta didi. dan kemampuan produktif . enjadikan bahasa sebagai sarana komunikasi lisan dan tertuli. Kemampuan tersebut digunakan sebagai pedoman dalam mengkaji sumber ajaran Islam yaitu AlQurAoan dan hadis serta kitab-kitab yang berbahasa Arab terkait keIslaman (Acep Hermawan, 2011: 22-. Bahasa Arab diajarkan integral di madrasah dalam rangka mencapai ketrampilan dasar bahasa yakni berbicara, menyimak, membaca, dan menulis. Meski demikian, titik tekan kompetensi diprioritaskan pada kemampuan berbicara dan istimaAo pada peserta didik usia pendidikan dasar. Untuk peserta didik usia pendidikan menengah, harus seimbang empat kecakapan tersebut. Adapun peserta didik usia pendidikan lanjut . fokus untuk mengembangkan kecakapan baca tulis Arab dengan cara mampu mengakses berbagai referensi berbahasa Arab. Pembahasan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa ada beberapa hasil pengembangan bahan ajar bahasa Arab berbasis multimedia interaktif dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas V MI Miftahul Ulum Kesamben Wetan sesuai dengan materi dari buku LKS dan capaian pembelajaran bahasa Arab semester II. Tema materi mencakup fi al-madrasah, fi al-maktabah, fi al-maqha. Media yang diterapkan menfokuskan pada metode menghafal kosakata dengan lagu bernazam yang familiar bagi peserta didik. Media ini bertujuan meningkatkan antusias dan semangat peserta didik dalam proses pembelajaran dan bisa menjadi alternatif metode pembelajaran bahasa Arab khususnya materi mufradat . Media pembelajaran ini bertujuan untuk inovasi metode hafalan mufradat melalui lagu yang tersusun dalam nazam dilengkapi artinya dalam bentuk lambang tertentu atau visual di bawahnya agar peserta didik mudah mengingatnya. Pada prosesnya, pendidik harus dapat membawa peserta didik dalam kondisi yang aktif, kreatif, dan membuat hati senang belajar. Ini dilakukan agar pembelajaran meningkatkan kerjasama dan keterlibatan aktif dalam prosesnya. Media pembelajaran ini mencakup materi mufradat bahasa Arab kelas V semester genap mengandung beberapa aspek terkait media belajar bahasa Arab, di antaranya: Aspek media Program yang digunakan dalam aplikasi media adalah macromedia flash, yang dalam prosedurnya memakai hardware dan software berupa komputer, laptop atau BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Sholihudin Al Ayubi Multi Media Interaktif Sebagai Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab. Aspek Materi/Isi Materi yang diajarkan melalui media ini terdapat pada bahan ajar peserta didik kelas V semester 2 mencakup tema fi al-madrasah, fi al-maktabah, dan fi al-maqha yang muatannya sebagai berikut: SK dan KD Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar merupakan standar tercapainya kompetensi minimal peserta didik yang menunjukkan pemahaman mata pelajaran bahasa Arab. Materi mufradat Materi mencakup mufradat yang dihafal dan dipahami maknanya sebagai alat tercapainya kompetensi peserta didik. Kuis/Pertanyaan Terdapat daftar pertanyaan yang disiapkan oleh pendidik untuk pelaksanaan kuis tentang mufradat yang diajarkan. Aspek Desain Aspek ini yang dikaji adalah rancangan media pembelajaran Bahasa Arab berbasis multimedia interaktif. Tampilan halaman pembuka Pada gambar di atas, penampilan materi gambar mufradat dengan tujuan merangsang minat dan motivasi peserta didik sehingga muncul rasa ingin tahu. Dalam gambar juga ada dua tombol yakni tombol mulai (O. tanda mulai masuk dan tombol keluar . tanda berakhir media pembelajaran. Tampilan menu utama/beranda BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Sholihudin Al Ayubi Multi Media Interaktif Sebagai Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab. Bagian ini menyajikan tombol dalam bentuk angka. Pengguna dapat menekan tombol jika ingin membuka dengan keterangan: Berisi materi mufradat Pengguna/peserta didik dapat menentukan pilihan materi di halaman di atas dengan tekan klik sekali, kemudian tampilannya: Adapun cara menampilkan lagu, server dapat klik play, kemudian muncul barisan mufradat dalam bentuk nazam disertai lagu. BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Sholihudin Al Ayubi Multi Media Interaktif Sebagai Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab. Tampilan Kuis Pada halaman ini terdapat pertanyaan sebagai kuis dari materi yang dipelajari, untuk membuka klik materi yang diinginkan. Tampilan SK dan KD Tanggapan para ahli Suasana pembelajaran di kelas agar nyaman dan menyenangkan, maka pendidik harus berinovasi melalui kreativitas metode yang diterapkan dalam kegiatan belajar Untuk mewujudkannya, maka penting membuat produk media pembelajaran yang menarik dan meningkatkan semangat belajar peserta didik. Ada beberapa ahli yang telah menvalidasi media pembelajaran ini dan hasilnya berupa tanggapan dan kesimpulan positif dengan nilai kevalidan mampu menumbuhkan daya tarik siswa dalam belajar bahasa Arab. Berdasarkan hasil angket kepada para validator, maka dapat Hasil penilaian sangat baik dan tingkat validasi 100 % ditelaah oleh ahli materi/isi (Ustadz Ahmad Ali Murtadlo. Pd. ), maka media ini dinilai layak Hasil penilaian sangat baik dan tingkat validasi 91 % ditelaah oleh ahli desain media pembelajaran, maka media ini dinilai layak diujicoba. BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Sholihudin Al Ayubi Multi Media Interaktif Sebagai Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab. Hasil penilaian sangat baik dan tingkat validasi 92 % ditelaah oleh ahli pembelajaran (Ustadzah Khoirun Niswah. ) selaku pendidik mata pelajaran Bahasa Arab kelas V), maka media ini dinilai layak diujicoba. Hasil penilaian baik dan tingkat validasi 88,3 % ditanggapi oleh peserta didik kelas V MI Miftahul Ulum. Kesimpulan Dari hasil penelitian di atas, mulai dari proses, pelaksanaan ujicoba, dan refleksi terhadap media pembelajaran baagi peserta didik kelas V MI Kesamben Wetan, maka bisa disimpulkan bahwa multi media interaktif sebagai bahan ajar pembelajaran Bahasa Arab untuk peserta didik kelas V MI telah layak uji kualifikasi dan memenuhi kriteria validasi media pembelajaran. Tim ahli telah melakukan validasi dan ujicoba produk menjadikan media ini dinilai menarik. Dari data angket yang ada, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Bahasa Arab ini efektif diterapkan karena menempati kualifikasi sangat baik. Hal ini menjadi valid dan layak sebagai alternatif media pembelajaran terutama penguasaan kosakata bahasa Arab . Media ini disambut baik oleh pendidik dan peserta didik sebagai pembelajaran interaktif yang bisa diterapkan di kelas mata pelajaran bahasa Arab agar suasana lebih aktif, kondusif dan memotivasi peserta didik. Daftar Pustaka