IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO-VISUAL PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV MATERI PEMBULATAN DI SDN MALANGNENGAH II Amelia Puspita Sari, S.Pd. Universitas Muhammadiyah Tangerang ameliapuspita309@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media audio visual pada mata pelajaran matematika materi pembulatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan dikelas IV di sekolah SDN Malangnengah II dengan jumlah seluruhnya adalah 24 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen observasi, tes, dan studi dokumen. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa implmentasi media pembelajaran audio visual dilaksanakan dengan baik dan hasil dari tes berupa hasil belajar dengan nilai kognitif siswa dengan nilai tertinggi 95, nilai terendah 50, dan rata-rata 76,7 sebanyak 83% siswa mendapatkan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan 17% siswa masih mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Hal ini dapat disimpulkan bahwa implementasi media audio visual cocok di terapkan dalam pembelajaran matematika materi pembulatan kelas IV, dibuktikan dengan hasil kognitif menunjukkan 83% siswa telah tuntas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70. Kata Kunci: Media, Media Pembelajaran, Audio Visual PENDAHULUAN Matematika adalah ilmu yang sangat penting untuk kehidupan sehari- hari, terutama untuk menjalani kehidupan dalam era global saat ini. Dalam menghadapi era pasar bebas kehidupan manusia sekarang ini dihadapkan pada persoalan-persoalan persaingan yang ketat, sehingga menuntut sumber daya manusia yang memiliki kemampuan bernalar dan memiliki keterampilan diberbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, konsep dasar matematika harus sudah bisa dimengerti oleh anak-anak sejak dini agar bisa lebih terampil dan dapat mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari. Matematika adalah mata pelajaran yang diajarkan disetiap jenjang pendidikan, yakni sekolah dasar, sekolah menengah, hingga jenjang perguruan tinggi. Media pembelajaran adalah salah satu unsur yang amat penting didalam kegiatan belajar mengajar yang dapat menyampaikan pesan kepada siswa berupa alat, dengan demikian penggunaan media pembelajaran saat proses belajar mengajar sangatlah diperlukan. Dalam hal ini media merupakan bagian dari proses pembelajaran, karena media berperan penting dan berhubungan langsung dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengajaran. Media pembelajaran yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar banyak sekali, begitu juga dalam pembelajaran Matematika khususnya dalam materi pembulatan bisa juga dengan menggunakan media agar lebih memudahkan guru dan siswa dalam belajar. Media yang bisa dimanfaatkan dalam proses belajar Matematika antara lain televisi, kaset video, komputer, radio, rekaman CD, LCD proyektor, gambar, grafis (Peta konsep) dan SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.3 (FEBRUARI 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 75 IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO-VISUAL PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV MATERI PEMBULATAN DI SDN MALANGNENGAH II Amelia Puspita Sari, S.Pd DOI: https://doi.org/ 10.54443/sibatik.v1i3.14 sebagainya. Media-media tersebut tentunya memiliki karakteristik tersendiri, sehingga dapat memudahkan dalam mempelajari mata pelajaran Matematika khususnya materi pembulatan yang ada disetiap sekolah-sekolah terutama di lembaga formal. TEORI MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL Pengertian Media Media adalah sebuah alat perantara yang digunakan oleh seorang guru dalam menyampaikan suatu materi yang akan disampaikan. Dengan adanya media, peserta didik dimudahkan untuk dapat menangkap dan memahami materi yang disampaikan oleh guru. Dikemukakan oleh Arsyad (2017, h. 3) Pada kata media ini berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah ‘tengah’, ‘perantara’, atau ‘pengantar’ dari pengirim kepada penerima. Jadi media ini adalah sebuah alat perantara untuk menyampaikan suatu pesan dari pengirim ke penerima, alat perantara ini sangatlah memudahkan pengirim agar sampai pada tujuan penerima dengan tepat. Dengan penggunaan media ini tentunya sangat membantu proses belajar mengajar antara seorang guru pada peserta didiknya. Dengan begitu, penggunaan media ini merupakan sebuah kebutuhan dalam proses pembelaran di kelas yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Hal ini dapat kita lihat dengan mengingat proses belajar siswa yang bertumpu pada kegiatan untuk menambah ilmu serta wawasan yang luas untuk bekal hidup di masa sekarang dan masa akan mendatang Mahnun (2012, h. 27) Pengertian Media Pembelajaran Miraso (2004) dalam Suryani, Setiawan, & Putria (2018, h. 3) menjelaskan bahwa pembelajaran adalah istilah yang biasa digunakan untuk dapat menunjukan suatu proses untuk mencapai Pendidikan yang sedang ditempuh dengan sengaja, dan bertujuan. Menurut Gagne (1970) dalam Priansa (2017, h. 130) media pembelajaran adalah berbagai jenis suatu komponen dalam lingkungan peserta didik yang mampu memotivasi peserta didik agar semangat untuk belajar. Jadi media pembelajaran ini adalah alat yang digunakan guru untuk menyampaikan pesan yang sifatnya adalah memotivasi dan membangitkan semangat anak untuk belajar, dengan adanya media guru dimudahkan untuk menyampaikan informasi dan mudah diterima oleh peserta didik. Menurut Nurrdiyanti (2019, h. 642) Media pembelajaran merupakan suatu alat perantara yang dapat digunakan dalam suatu pembelajaran yang dapat membuat anak tertarik dan paham dengan materi yang sedang disampaikan oleh guru didepan kelas. Maka dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran ini digunakan dalam rangka membangkitkan semangat belajar peserta didik, selain itu media pembelajaan juga digunakan agar dapat mengefektifkan komunikasi serta interaksi yang terjadi antara guru dengan peserta didik dalam proses kegiatan belajar mengajar dikelas. Media pembelajaran ini tentunya menjadi alat perantara untuk menyampaikan suatu pesan antara guru dan peserta didik, dan tentunya media ini sangat memudahan peserta didik dalam menangkap dan memahami suatu materi yang disampaikan oleh guru. 76 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.3 (FEBRUARI 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK Tujuan Media Pembelajaran Dikemukakan oleh Sanaky (2013) dalam Suryani, Setiawan, & Putria (2018, h. 8) bahwa tujuan dari sebuah media pembelajaran adalah alat atau peratara yang membantu dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai berikut : a. Mempermudah proses belajar bengajar di dalam kelas. b. Meningkatkan efisiensi dalam proses belajar mengajar di kelas. c. Menjaga agar lavansi antara materi pelajaran dengan tujuan dari proses pembelajaran. d. Membantu siswa agar konsentrasi dalam proses pembelajaran. Priansa (2017, h.136) juga berpendapat tujuan dari digunakannya media pembelajaran adalah untuk memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Jadi digunakannnya suatu media pembelajaran adalah untuk memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran, karena acuan utama digunakan dan dipilihnya suatu media pembelajaran yaitu untuk memudahkan peserta didik dalam menerima dan memahami materi yang disampaikan oleh guru. Menurut Anderson (1994:102) dalam Fitria (2017, h.60) mengemukakan tentang beberapa tujuan dari media pembelajaran yaitu tujuan kognitif dan afektif. Manfaat Media Pembelajaran Menurut Wati (2016, h. 12 - 16) bahwa manfaat dari media pembelajaran ini memiliki beberapa manfaat. Manfaat umum dari media pembelajaran yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1) Lebih Menarik Pembelajaran tentunya akan lebih menarik dan menumbuhkan motivasi belajar pada peserta didik. 2) Materi Jelas Pembelajarantentunya akan semakin jelas dan akan lebih mudah dipahami dan diserap oleh peserta didik. Selain itu, peserta didik memungkinkan akan menguasai dan dapat mencapai suatu tujuan pembelajaran. 3) Tidak Mudah Bosan Pada kegiatan proses belajar-mengajar akan lebih bervariasi tentunya tidak hanya komunikasi antara penuturan seorang guru pada peserta didik. Sehingga peserta didik tidak akan mudah bosan belajar dan guru tidak kehabisan energi. 4) Peserta Didik Lebih Aktif Peserta didik akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Karena, peserta didik pada saat kegiatan proses belajar mengajar di kelas tidak hanya mendengarkan guru, tetapi akan lebih aktif dalam sebuah kegiatan. Muhson (2010. h. 4) mengemukakan secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar suatu interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Tetapi secara khusus ada beberapa SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.3 (FEBRUARI 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 77 IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO-VISUAL PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV MATERI PEMBULATAN DI SDN MALANGNENGAH II Amelia Puspita Sari, S.Pd DOI: https://doi.org/ 10.54443/sibatik.v1i3.14 manfaat media yang lebih rinci. Kemp dan Dayton (dalam Depdiknas, 2003) mengidentifikasikan beberapa manfaat media dalam pembelajaran yaitu : 1) Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan. 2) Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik 3) Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif 4) Efisiensi dalam waktu dan tenaga 5) Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa 6) Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja 7) Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar 8) Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif. Pengertian Media Berbasis Audio Visual Dikemukakan oleh Suryani,Setiawan, & Putria (2018, h. 52) Teknologi audio visual ini adalah merupakan cara untuk menghasilkan atau menyampaikan suatu materi dengan menggunakan sebuah mesin- mesin mekanis dan elektronik, untuk menyampaikan pesan dan informasi penting. Jadi media audio visual ini media yang cara penyampaian materinya menggunakan sebuah mesin. Menurut Wati (2016, h. 44-45) Media audio visual ini merupakan media yang dapat menampilkan suatu unsur yang terdiri atas gambar dan suara secara terpadu pada saat menampilkan suatu pesan dan inforasi penting yang akan di sampaikan. Priansa (2017, h. 144) Menyatakan media audio visual ini juga dikenal dengan sebutan media padang-dengar. Dengan menggunakan media pembelajaran audio visual ini tentu akan sangan membantu proses pembelajaran agar berjalan secara optimal, dalam batas-batas tertentu, media audio visual ini juga bisa menggantikan tugas guru. IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL Data yang diperoleh berikut berdasarkan bagaimana langkah-langkah dalam mengimplementasikan media pembelajaran audio visual pada mata pelajaran matematika yaitu pada tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi atau penutup dalam mengimplementasikan media pembelajaran audio visual pada mata pelajaran matematika yang akan diuraikan sebagai berikut: a. Persiapan Pembelajaran dengan Implementasi Media Audio Visual Kesiapan dalam proses belajar mengajar tentunya harus memiliki kesiapan agar dapat terlaksana dengan baik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Begitupun dengan pembelajaran yang menggunakan audio visual pada mata pelajaran matematika materi pembulatan. Berdasarkan observasi, dalam mengimplementasikan media dalam bentuk audio visual, telah disiapkannya alat-alat untuk mendukung media tersebut. Alat tersebut diantaranya adalah media itu sendiri dalam bentuk soft file, leptop untuk memutar 78 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.3 (FEBRUARI 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK media, proyektor, layar proyektor, dan speaker untuk memperkeras suara agar dapat terdengar oleh seluruh siswa dalam kelas. Selain itu, untuk mengukur hasil belajar siswa yang harus disiapkan adalah lembar soal tes. Soal tes ini digunakan untuk mengukur hasil belajar kognitif. Soal tes tersebut menggunakan model essay dengan jumlah 10 butir soal yang disusun berdasarkan kisi-kisi sesuai dengan indikator. Semua peralatan dan bahan yang hendak digunakan sudah disiapkan dengan baik sebelum pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan audio visual dimulai. b. Pelaksanaan pembelajaran matematika dengan mengimplementasikan media audio visual. Sebelum menayangkan video pembelajaran, guru juga memberikan penjelasan secara singkat mengenai video yang akan disaksikan oleh siswa. Ketika guru telah selesai menyampaikan, guru langsung menayangkan video pembelajaran matematika materi pembulatan tersebut. Berdasarkan observasi, siswa bersemangat dan sangat berantusias saat menyaksikan video, hal ini terlihat karena siswa menyimak dengan baik video yang ditayangkan. Sesekali mereka menyahut ketika ada yang membuat mereka tertarik. Seperti ketika ada pertanyaan dalam video “apakah kalian sudah paham?”. Guru tetap mengkondisikan siswa agar tetap kondusif saat pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran disajikan. c. Evaluasi Pembelajaran Matematika dengan Mengimplementasikan Media Audio Visual. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai oleh siswa dengan pembelajaran matematika menggunakan media audio visual adalah dengan mengadakan evaluasi pembelajaran. Evaluasi yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa yaitu dengan tes. Saat media audio visual tersebut telah selesai ditayangkan, tiba saatnya bagi guru untuk membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah disajikan lewat media audio visual tersebut. Berdasarkan observasi mereka juga terlihat sangat antusias. Kegiatan pembelajaran matematika pun kemudian dilanjutkan dengan evaluasi pembelajaran, siswa diminta untuk mengisi soal 10 butir pertanyaan dalam bentuk essay. Soal yang diberikan adalah soal tes mata pelajaran matematika materi pembulatan, soal ini diberikan untuk dapat mengukur hasil belajar kognitif siswa. Pada saat siswa mengerjakan soal, siswa terlihat mengerjakan soal dengan baik dan serius serta sesekali ada beberapa siswa yang menanyakan pada guru apabila ada hal yang kurang dimengerti. Dari soal tes tersebut siswa dengan nilai tertinggi 95 sedangkan nilai terendahnya adalah 50. Rata-rata dari keseluruhan nilai yaitu 76,7 berikut ini adalah tabel presentase ketuntasan minimal dan diagram ketuntasan minimal sebagai berikut: SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.3 (FEBRUARI 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 79 IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO-VISUAL PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV MATERI PEMBULATAN DI SDN MALANGNENGAH II Amelia Puspita Sari, S.Pd DOI: https://doi.org/ 10.54443/sibatik.v1i3.14 Table 4 1 Presentase Ketuntasan Minimal Ketuntasan Jumlah Presentase Tuntas 20 83% Tidak Tuntas 4 17% Berdasarkan tabel diatas dari keseluruhan nilai tersebut, sebanyak 83% siswa mendapatkan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan 17% siswa masih mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). PENUTUP Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006: 200) dalam Sembiring & Rosadi (2013, h. 37) bahwa evaluasi hasil belajar merupakan proses untuk menentukan nilai belajar siswa melalui kegiatan penilaian dan/atau pengukuran hasil belajar. Dengan adanya evaluasi ini merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran matematika yang telah dicapai oleh siswa menggunakan media audio visual berdasarkan hasil evaluasi hasil belajar dengan menggunakan media pembelajaran audio visual ini menunjukan hasil yang baik. Sebagaimana yang dikatakan oleh Gagne (1970) dalam Priansa (2017, h. 130) media pembelajaran adalah berbagai jenis suatu komponen dalam lingkungan peserta didik yang mampu memotivasi peserta didik agar semangat untuk belajar, hal ini tentu menjadi faktor dari hasil belajar siswa, setiap siswa memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda dan fokus yang berbeda-beda. Demikian pula dengan siswa SDN Malangnengah II yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda setelah menjalani pembelajaran dengan di implementasikannya media audio visual. Evaluasi pembelajaran siswa diperoleh melalui soal tes dalam bentuk essay dengan jumlah 10 butir. Hasilnya menunjukan hasil yang positif. Dibuktikan dengan sebanyak 83% siswa mendapatkan nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan rata-rata nilai 76,7 ini termasuk dalam kategori yang sangat baik. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Suryani,Setiawan & Pitria (2018, h. 53) terdapat kelebihan dalam media berbasis audio visual yaitu sebagai berikut : 1) Lebih efektif dalam menerima pembelajaran karena dapat melayani gaya bahasa siswa auditif maupun visual. 2) Dapat memberikan pengalaman nyata lebih dari yang di sampaikan media audio maupun visual. 3) Siswa akan lebih cepat mengerti karena mendengarkan disertai melihat langsung, sehingga tidak hanya membayangkan. 4) Lebih menarik dan menyenangkan menggunakan audio visual Dengan demikian, bahwa dengan dimplementasikannya media audio visual ini siswa dapat menerima pembelajaran karena dapat melayani gaya bahasa siswa auditif maupun visual serta memberikan pengalaman nyata karena siswa tidak hanya menghayal tetapi dapat melihat secara langsung. Faktor lain yang mempengauhinya antara lain adalah bahwa siswa 80 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.3 (FEBRUARI 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK merasa tertarik dan sangat berantusias dalam pembelajaran hal tersebut dibuktikan dengan hasil observasi bahwa siswa sangat terlihat menyimak dengan baik video yang ditayangkan. Oleh karena itu, melalui implementasi media audio visual siswa dapat lebih bersemangat serta tertarik untuk belajar matematika dan hasil belaja siswa pun menunjukan hasil yang positif. Dalam penelitian ini dapat disampaikan bahwa implementasi media audio visual cocok di terapkan dalam pembelajaran matematika materi pembulatan kelas IV, dibuktikan dengan hasil kognitif menunjukan 83% siswa telah tuntas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70 dengan rata-rata 76,7. DAFTAR PUSTAKA Adenuddin Alwy, SE., MM, M. ., & Sari Baso, SS. M.Educ Stds.MEd., D. R. . (2022). IMPLEMENTATION OF LECTURERS’’ PERFORMANCE DURING PANDEMIC COVID 19 SITUATIONS AT HIGHER EDUCATION IN EAST KALIMANTAN. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan, 1(2), 13–20. https://doi.org/10.54443/sibatik.v1i2.7 Arsyad, A. (2017). Media Pembelajaran. PT Rajagrafindo Persada. Ega Rima Wati. (2016). RAGAM MEDIA PEMBELAJARAN (Adi Jarot (ed.); 1st ed.). Fitria, A. (2017). Penggunaan Media Audio Visual dalam Menunjang Pembelajaran. Pendidikan, 05(02), 1–8. Haris, B. (2016). Penggunaan Media Visual Pada Proses Pembelajaran. 7(November), 171–182. Hasibuan, I. (2015). Hasil Belajar Siswa Pada Materi Bentuk Aljabar Di Kelas Vii Smp Negeri 1 Banda Aceh Tahun Pelajaran 2013/2014. Jurnal Peluang, 4(1), 5–11. Isma Imelda, M. ., Sari Ramdhani , I. ., Enawar, E., & Sumiyani, S. (2021). ANALISIS KETERAMPILAN BERBICARA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SDN KAMPUNG MELAYU 4 KABUPATEN TANGERANG. Berajah Journal, 1(3), 180–186. https://doi.org/10.47353/bj.v1i3.41 Magdalena, I., & Haliatunisa, Y. (2020). Evaluasi Pembelajaran SD. FKIP UMT Press, Jalan Perintis Kemerdekaan No 1/33 Cikokol Tangerang. Mahnun, O. N. (2012). MEDIA PEMBELAJARAN ( Kajian terhadap Langkah-langkah Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran ). 37(1). Mawardi. (2019). DASAR - DASAR METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN (AlvianaC (ed.); 1st ed.). Penerbit Samudra Biru (Anggota IKAPI). Melawati. (2019). Implementasi Media Pembelajaran Audio Visual Pada Sekolah SMP ALMunib. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP, 2(1), 154–160. Muhson, A. (2010). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 8(2). https://doi.org/10.21831/jpai.v8i2.949 Nurrdiyanti, S. (2019). IMPLEMENTASI MEDIA VISUAL DAN AUDIOVISUAL TERHADAP PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4 . 0. 2(1). SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.3 (FEBRUARI 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 81 IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO-VISUAL PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV MATERI PEMBULATAN DI SDN MALANGNENGAH II Amelia Puspita Sari, S.Pd DOI: https://doi.org/ 10.54443/sibatik.v1i3.14 Priansa, D. J. (2017). PENGEMBANGAN STRATEGI & MODEL PEMBELAJARAN (1st ed.). CV PUSTAKA. Sugiyono. (2016). Metode Pnelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (23rd ed.). ALFABETA CV. Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (26th ed.). ALFABETA CV. Sugiyono. (2018). METODE PENELITIAN KUALITATIF (S. Y. Suryandari (ed.); 3rd ed.). ALFABETA CV. Suryani, N., Setiawan, A., & Putria, A. (2018). Media Pembelajaran Inovatif dan Pengembangannya. PT Remaja Rosdakarya. Susanto, A. (2016). Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar (4th ed.). KENCANA. 82 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.3 (FEBRUARI 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK