YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . HUBUNGAN LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN KEDISIPLINAN SISWA -------------------------------------------------------------------------------------------------Juli Yanti Harahap. Rosmita Ambarita Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan (Naskah diterima: 12 Agustus 2018, disetujui: 12 Oktober 2. Abstract This study aims to determine the relationship between the school environment and student discipline in the Medan 2 MAN Model. The hypothesis proposed is the relationship between the school environment and student discipline in the MAN 2 Model Medan. The subject of the study amounted to 65 students who were selected based on the criteria needed by researchers by taking all existing populations. Data collection was done using two types of scales, namely disciplinary scale. and the scale of the school environment by giving a questionnaire to the research sample. The data analysis method used in this study is a regression test using the Pearson Product Moment formula. Keywords: School Environment. Student Discipline. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Lingkungan Sekolah Dengan Kedisiplinan Siswa Di MAN 2 Model Medan. Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan lingkungan sekolah dengan kedisiplinan siswa di MAN 2 Model Medan. Subjek penelitian berjumlah 65 orang siswa yang sudah dipilih berdasarkan kriteria yang dibutuhkan peneliti yaitu dengan mengambil seluruh populasi yang ada. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua jenis skala, yaitu skala kedisiplinan dan skala lingkungan sekolah dengan pemberian angket kepada sampel penelitian. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji regresi dengan menggunakan rumus Pearson Product Moment. Kata Kunci : Lingkungan Sekolah. Kedisiplinan Siswa. Yang dimaksud dengan aturan sekolah . chool PENDAHULUAN enurut Wikipedia . bahwa rul. tersebut, sepertiaturan tentang standar Aurefers to berpakaian . tandards of clothin. , ketepatan students complying with a code waktu, perilaku sosial dan etika belajar/kerja. of behavior often known as the school rulesAy. Masalah kedisiplinan siswa menjadi sangat YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . berarti bagi kemajuan sekolah (Nursisto. Adapun faktor-faktor Disekolah yang tertib akan selalu pengaruhi perilaku tidak disiplin disekolah menciptakan proses pembelajaran yang baik. Menurut Sardiman . dalam Rachman Sebaliknya, pada sekolah yang tidak tertib adalah . Tipe kepemimpinan guru atau kondisinya akan jauh berbeda. Pelanggaran- sekolah pelanggaran yang terjadi sudah dianggap mendiktekan kehendaknya tanpa memperhati- barang biasa dan untuk memperbaiki keadaan kan . Efikasi yang demikian tidaklah mudah. Hal ini seseorang yaitu kemampuannya untuk mengdiperlukan kerja keras dari berbagai pihak atur dan memutuskan tindakan yang harus untuk mengubahnya, sehingga berbagai jenis diambil untuk menyelesaikan tugas instrukpelanggaran terhadap disiplin dan tata tertib sional. Lingkungan sekolah seperti : harisekolah tersebut dapat dicegah. Menyimak dan hari pertama dan hari-hari akhir sekolah . kan menyaksikan pemberitaan di media massa dan libur atau sesudah libu. , pergantian pelajaran, elektronik akhir-akhir ini menggambarkan pergantian guru, jadwal yang kaku atau jadwal bahwa tingkat kedisiplinan siswa umumnya aktivitas sekolah yang kurang cermat, suasana masih tergolong memprihatinkan. Kuantitas yang gaduh. Dalam hal ini, lingkungan sekolah semakin bertambah dari waktu ke waktu. sangat berperan penting dalam proses belajar Berbagai jenis pelanggaran tata tertib sekolah siswa. Sarana yang sering dilakukan, misalnya banyaknya disekolah sangat diperlukan dalam proses siswa yang bolos atau kabur pada waktu jam pembelajaran. Sarana prasarana yang tidak belajar, berkelahi dengan teman, terlambat lengkap akan membuat proses pembelajaran datang ke sekolah, malas belajar, sering tidak akan terhambat. Lingkungan sekolah ini terkait masuk sekolah, tidak mengerjakan tugas-tugas dengan metode mengajar guru, kurikulum, yang diberikan guru, merokok, dan lain-lain. relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan Secara garis besarnya, banyaknya pelanggaran siswa, disiplin sekolah. Lingkungan sekolah yang dilakukan oleh siswa akan berpengaruh mencakup terhadap kemajuan dan prestasi belajar di suasana sekolah, keadaan gedung, masyarakat fasilitas-fasilitas YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Seperti pula dalam bukunya Dimyati tentang Mudjiono Hubungan Lingkungan Sekolah prasarana dengan Kedisiplinan Siswa di MAN 2 Model pembelajaran meliputi gedung sekolah, ruang MedanAy. belajar, lapangan olah raga, ruang ibadah. II. KAJIAN TEORI ruang kesenian & peralatan olah raga. Sarana Perilaku Kedisiplinan pembelajaran meliputi buku pelajaran, buku Pengertian Kedisiplinan bacaan alat dan fasilitas laboratorium sekolah dan berbagai media pembelajaran lainnya. Seorang kegiatan belajar di sekolah tidak akan lepas Lingkungan sekolah yang baik akan dari berbagai peraturan dan tata tertib yang menciptakan tempat belajar yang menyenang- diberlakukan di sekolahnya, dan setiap siswa kan yaitu dengan menyediakan fasilitas- dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan fasilitas belajar, sarana dan prasarana yang aturan dan tata tertib yang berlaku di memadai dalam proses belajar mengajar harus sekolahnya. Kepatuhan dan ketaatan siswa yang terhadap berbagaiaturan dan tata tertib yang harmonis dengan siswa. Kondisi lingkungan yang berlaku di sekolahnya itu biasa disebut sekolah yang memadai dan menyenangkan disiplinsiswa. Sedangkan peraturan, tata tertib, siswa dan berbagai ketentuan lainnya yangberupaya sehingga niat untuk tidak disiplin akan mengatur perilaku siswa disebut Sebaliknya tanpa adanya kondisi sekolah. Disiplin sekolah adalah usaha sekolah dan untuk memelihara perilaku siswa agar tidak menyenangkan akan menimbulkan rendahnya menyimpangdan dapat mendorong siswa untuk minat siswa untuk belajar sehingga timbullah berperilaku sesuai dengan norma, peraturan niat untuk melanggar aturan ataupun tata tertib dantata tertib yang berlaku di sekolah. yang berlaku dan akhirnya ketidakdisiplinan Istilah AudisiplinAy mengandung banyak pun akan meningkat. Oleh karena itu, seorang arti GoodAos dictionary of Education menjelas- siswa diharapkan mampu mengenali dirinya kan disiplin sebagai berikut : Proses Berdasarkan peneliti tertarik ingin melakukan penelitian pengendalian keinginan, dorongan atau YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . kepentingan demi suatu cita-cita atau untuk kesadaran diri. Siswa akan disiplin apabila mencapai tindakatn yang lebih efektif. siswa sadar akan pentingnya belajar dalam Pencarian suatu cara bertindak yang terpilih kehidupannya. Penanaman dengan gigih, aktif, sekalipun menghadapi dimulai sedini mungkin mulai dari dalam lingkungan keluarga. Mulai dari kebiasaan Pengendalian perilaku dengan langsung dan bangun pagi, makan, tidur, dan mandi harus otoriter melalui hukuman dan atau hadiah. dilakukan secara tepat waktu sehingga anak Pengekangan dorongan, sering melalui cara akan terbiasa melakukan kegiatan itu secara yang tak enak dan menyakitkan. (Oteng Menurut TuAou . mengatakan ada Sutisna, 1. Santoso . menyatakan bahwa empat faktor dominan yang mempengaruhi dan kedisiplinan adalah sesuatu yang teratur, membentuk disiplin yaitu : Kesadaran diri. Pengikutan dan ketaatan Kedisiplinan berkenaan dengan kepatuhan dan Alat pendidikan ketaatan seseorang atau kelompok orang Hukuman terhadap norma-norma dan peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun yang Sedangkan menurut Lemhanas . terbentuknya disiplin karena alasan berikut : tidak tertulis. Kedisiplinan dibentuk serta Faktor yang berasal dari luar diri siswa. berkembang melalui latihan dan pendidikan Faktor dari luar dibagi menjadi dua sehingga terbentuk kesadaran dan keyakinan bagian yaitu : dalam dirinya untuk berbuat tanpa paksaan. Faktor non Ae sosial, seperti keadaan Faktor Ae faktor yang mempengaruhi uadara, suhu udara, waktu, tempat dan alat Ae alat yang dipakai untuk belajar. Perilaku disiplin tidak akan tumbuh C Faktor sosial, terdiri atas lingkungan dengan sendirinya, melainkan perlu kesadaran diri, latihan, kebiasaan, dan juga adanya lingkungan masyarakat dan lingkungan Bagi siswa disiplin juga tidak akan Faktor yang berasal dari dalam diri siswa YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Faktor yang berasal dari dalam diri alam sekitar. Menurut Nana Syaodih Suksiswa dibagi menjadi dua yaitu : madinata, lingkungan sekolah meliputi: Faktor fisiologis, yang termasuk dalam 1. Lingkungan fisik sekolah seperti sarana & pendengaran, penglihatan, kesegaran jani, keletihan, kekurangan C prasarana belajar, sumber-sumber belajar, dan media belajar. Lingkungan sosial menyangkut hubungan kurang tidur dan sakit yang di derita. Faktor Psikologis, yang dapat mem- gurunya, dan staf sekolah yang lain. teman-temanya. Lingkungan akademis yaitu suasana sekolah dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar . Minat dan berbagai kegiatan kokurikuler. (Nana . Bakat Syaodih Sukmadinah,2. Lingkungan sekolah terkait dengan . Motivasi . Konsentrasi metode mengajar guru, kurikulum, relasi guru . Kemampuan kognitif. dengan siswa, relasi siswa dengan siswa. Lingkungan Sekolah disiplin sekolah. Lingkungan sekolah men- Pengertian Lingkungan Sekolah. cakup keadaan lingkungan sekolah, suasana Lingkungan adalah segala sesuatu yang sekolah, keadaan gedung, masyarakat sekolah, berada diri kita, yang dalam arti yang lebih tata tertib dan fasilitas-fasilitas sekolah. sempit, lingkungan merupakan hal-hal/sesuatu B. Indikator Lingkungan Sekolah yang berpengaruh terhadap perkembangan 1. Sarana Sekolah manusiaAy (Tabrani Rusyan,dk. Menurut Menurut Slameto . alat pelajaran sangat Oemar Hammalik AuLingkungan adalah sesuatu erat kaitannya dengan cara belajar siswa, yang ada di alam sekitar yang memiliki karena alat pelajaran yang dipakai oleh guru makna/pengaruh tertentu kepada individuAy. pada waktu mengajar dipakai pula oleh siswa Lingkungan menyediakan stimulus terhadap untuk menerima bahan yang di ajarkan itu. memberikan Alat pelajaran yang lengkap dan tepat akan respon terhadap lingkungan yang ada di dalam memperlancar penerimaan bahan pelajaran yang diberikan kepada siswa. Jika siswa YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . mudah menerima pelajaran dan menguasainya. Cukup maka belajarnya akan menjadi lebih giat dan belajar, misalnya alat pelajaran, dan buku- lebih maju. Dengan demikian, apabila sarana sekolah lengkap maka minat siswa untuk 4. Keadaan gedung yang memadai. belajar pun meningkat. Kelengkapan sekolah. Prasarana Sekolah Berikut Lingkungan sekolah juga mempunyai pengaruh terhadap minat siswa, seperti metode mendukung mata pelajaran di sekolah, antara mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat C Perpustakaan. pelajaran, waktu sekolah, standar penilaian Salah satu yang diperlukan dalam proses diatas belajar mengajar yaitu penggunaan sumber mengajar, dan tugas rumah. Sebagaimana yang Sumber belajar merupakan media dikemukakan Slameto . menjelaskan mendorong, bahwa terdapat beberapa faktor-faktor yang memotivasi, dan mempermudah konsep yang mempengaruhi minat seseorang diantaranya : abstrak dan mempertinggi daya serap atau Faktor internal referensi belajar siswa. Adapun sumber belajar C Faktor siswa khususnya untuk menunjang mata kesehatan dan cacat tubuh C Faktor meminjam di perpustakaan sekolah. perhatian, bakat, kematangan, motif, dan C Ruang kelas. Menurut Slameto . untuk belajar yang Faktor eksternal efektif diperlukan lingkungan fisik yang baik C Faktor keluarga, seperti cara orang tua dan teratur, misalnya : mendidik, relasi antar anggota keluarga. Ruang belajar yang harus bersih, tidak ada bau-bauan yang mengganggu konsentrasi keluarga, pengertian orangtua dan latar belakang kebudayaan. Ruangan cukup terang, tidak gelap yang dapat mengganggu mata. C Faktor sekolah, seperti metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . relasi siswa dengan siswa, disiplin jawaban yang harus diisi telah tertera dalam sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, angket tersebut. (Burhan Bungin, 2. standar penilaian di atas ukuran, keadaan Dalam gedung, metode mengajar dan tugas penelitian yang digunakan dalam mengumpulrumah. kan data adalah skala kedisiplinan yang disusun berdasarkan teoridari Slameto . , i. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini metode yang akan yang terdiri dari empat jenis faktor, yaitu kuantitatif kesadaran diri,pengikut dan ketaatan, alat Dalam pendidikan. Dan penelitian ini, variabel penelitian yang diteliti lingkungan sekolah yang terdiri dari indikator yaitu kedisiplinan siswa . ariable terika. dan perilaku sarana dan prasarana, relasi/hubungan, lingkungan sekolah . ariable beba. kualitas guru. Slameto . Skala ini disusun Populasi adalah keseluruhan unit atau dengan format skala Likert yang terdiri dari 4 individu dalam ruang lingkup yang ingin pilihan jawaban yang berisi pernyataan diteliti (Hadi, 2. Menurut Supranto . , pernyataan yang mendukung seperti: SS : populasi diartikan sebagai kumpulan dari Sangat Setuju. S : Setuju. TS : Tidak Setuju, seluruh elemen sejenis tetapi dapat dibedakan STS : Sangat Tidak Setuju. satu sama perbedaan-perbedaan itu Metode analisis data yang digunakan disebabkan karena adanya nilai karakteristik pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. yang berlainan. Populasi untuk penelitian ini Sebelumnya, dilakukan uji validitas dan adalah seluruh siswa/siswi yang pernah tercatat reliabilitas skala dengan menggunakan rumus di dalam buku Guru BK di MAN 2 Model Pearson Medan yang berjumlah 65 orang. Metode Cronbach. Product Moment Alpha Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data yang digunakan dalam menggunakan bantuan program komputer penelitian ini adalah dengan menggunakan SPSS 17 for windows. Selanjutnya data yang angket yang bersifat langsung dan tertutup. digunakan menggunakan uji asumsi yang Angket tersebut dibuat untuk merekam data dilakukan dalam penelitian ini meliputi . uji tentang keadaan yang dialami oleh responden normalitas atau objek yang telah ditentukan, dan alternatif hubungan. YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . r-tabel sebesar 0. 244 dan ternyata nilai IV. HASIL PENELITIAN Dalam penelitian ini menggunakan try CronbachAys Alpha sebesbar 0. 913 lebih besar out terpakai, yang artinya data yang sudah dari r-tabel maka dapat diambil kesimpulan diambil dalam uji coba skala alat ukur kembali bahwa alat ukur yang digunakan dalam digunakan sebagai data untuk pengujian penelitian ini adalah reliabel. C Uji Normalitas Sebaran. C Hasil Uji Reliabilitas Skala Uji normalitas sebaran dimaksudkan untuk mengetahui apakah dalam variabel yang Lingkungan Sekolah Dari hasil 30 butir aitem yang valid tadi diteliti berdistribusi normal atau tidak. Hal ini kemudian diuji kembali reliabilitas nya untuk berarti bahwa uji normalitas diperlukan untuk melihat kehandalan dari seluruh aitem yang Hasil menjawab pertanyaan apakah syarat sampel nilai yang CronbachAys Alpha sebesar 0. 897, jika dilihat sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi dari r-tabel pada signifikan 0. 05 dengan N = 65 pada populasi (Hadi, 2. Uji normalitas Ae 2 . ilai konstant. = 63, maka mendapatkan sebaran ini menggunakan teknik onesample r-tabel sebesar 0. 244 dan ternyata nilai Kolmogorov-Smirnov CronbachAys Alpha sebesbar 0. 897 lebih besar 0,05 dari r-tabel maka dapat diambil kesimpulan memanfaatkan nilai-nilai bahwa alat ukur yang digunakan dalam skewness dan kurtosisnya. C Uji Linieritas Hubungan. penelitian ini adalah reliabel. C Hasil Uji Reliabilitas Skala Berdasarkan hasil pengujian linieritas Kedisiplinan variabel untuk lingkungan sekolah dengan Dari hasil 34 butir aitem yang valid tadi kedisiplinan diperoleh nilai F = dengan p = > kemudian diuji kembali reliabilitas nya untuk 0,005 adalah liner. Hasil uji linieritas yang melihat kehandalan dari seluruh aitem yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa asumsi linier dalam penelitian ini terpenuhi. Hasil CronbachAys Alpha sebesar 0. 913, jika dilihat dari r-tabel pada signifikan 0. 05 dengan N = 65 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah Ae 2 . ilai konstant. = 63, maka mendapatkan dikemukan, maka dapat ditarik kesimpulan YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . bahwa Ada hubungan yang positif dan dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan signifikan antara lingkungan sekolah dengan aturan dan tata tertib yang berlaku di hasil belajar siswa dengan koefisien korelasi = sekolahnya. Kepatuhan dan ketaatan siswa Yang artinya semakin bagus lingkungan terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang sekolah yang terbentuk maka akan semakin yang berlaku di sekolahnya itu biasa disebut Sebaliknya disiplin siswa. Sedangkan peraturan, tata tertib, semakin buruk . urang kondusi. lingkungan dan berbagai ketentuan lainnya yang berupaya sekolah yang terbentuk maka akan semakin mengatur perilaku siswa disebut rendah hasil belajar siswa. Hasil lain yang sekolah. diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa DAFTAR PUSTAKA para siswa tersebut memiliki lingkungan Adirestuti. Fitranty. Jurnal sekolah yang tergolong sangat tinggi . ilai efikasi guru dan kreatifitas guru rata-rata empirik = 107. 47 dan nilai rata-rata siswa dan implikasinya terhadap hipotetik = . prestasi belajar pada mata pelajaran UPI. Adapun kondisi lingkungan sekolah memadai dan menyenangkan akan Azwar. Saifuddin. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka menimbulkan minat belajar siswa sehingga Belajar. niat untuk tidak disiplin akan berkurang. Akhmad Sudrajat. Pengertian Sebaliknya tanpa adanya kondisi lingkungan Pendekatan. Strategi. Metode. Teknik sekolah yang memadai dan menyenangkan dan Model Pembelajaran. Bandung : Sinar Baru Algensindo. akan menimbulkan rendahnya minat siswa untuk belajar sehingga timbullah niat untuk Arikunto. Suharsimi. Dasar- Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi melanggar aturan ataupun tata tertib yang Aksara. berlaku dan akhirnya ketidakdisiplinan pun Djamarah. Syaiful. Bahri. Psikologi akan meningkat. Belajar. Jakarta : Rineka Cipta. Seorang siswa dalam mengikuti Djamarah. Syaiful. Bahri. Psikologi kegiatan belajar di sekolah tidak akan lepas Belajar. Edisi Revisi. Jakarta : dari berbagai peraturan dan tata tertib yang Rineka Cipta diberlakukan di sekolahnya, dan setiap siswa YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Dariyo. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta : Gramedia. Ormrod. Ellis . Jeanne. Psikologi Pendidikan. Edisi ke enam. Jakarta Erlangga. Meece. Juddith, dkk. Motivasi dalam Pendidikan edisi ketiga. Jakarta : Indeks. Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta :Rajawali Pers. Schunk. Dale. Learing. Theories Teori-teori Pembelajaran. Edisi Yogyakarta Pustaka