PENGARUH NET PROFIT MARGIN (NPM). EARNING PER SHARE (EPS) DAN RETURN ON EQUITY (ROE) TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI PADA PERUSAHAAN PERBANKAN KONVENSIONAL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-20. THE INFLUENCE OF NET PROFIT MARGIN (NPM). EARNING PER SHARE (EPS) AND RETURN ON EQUITY (ROE) ON STOCK PRICE (STUDI OF CONVENTIONAL BANKING COMPANIES LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE FOR THE 2020-2022 PERIOD) Oleh: Eny Widayawati. Gersia Alexandro Yunion. Sri Nuringwahyu 1 Universitas Islam Malang Malang. Indonesia Eny. widayawati@unisma. 2 Universitas Islam Malang Malang. Indonesia gersiaalexandroyunion@gmail. 3 Universitas Islam Malang Malang. Indonesia nuringwahyu@unisma. ABSTRAK Investasi merupakan cerminan kondisi ekonomi suatu Negara dan suatu cara seseorang dalam memperoleh suatu keuntungan. Investasi saham di pasar modal merupakan salah satu sarana berinvestasi yang didalamnya terdapat berbagai saham dari segala sektor usaha termasuk perbankan. Harga saham yang fluktuatif menyebabkan saham yang dipilih investor selalu berdasarkan data. Tingkat keuntungan dianggap sebagai suatu informasi yang positif, karena ketika keuntungan suatu perusahaan naik, maka permintaan akan saham tersebut akan naik yang mengakibatkan harga saham juga mengalami Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Net Profit Margin (NPM). Earning Per Share (EPS) dan Return On Equity (ROE) terhadap harga saham pada perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan konvensional yang telah terdaftar di BEI, diperoleh sampel sebanyak 27 perusahaan selama periode 2020-2022. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial NPM dan ROE berpengaruh tidak signifikan terhadap harga saham, namun EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Sedangkan secara simultan. NPM. EPS dan ROE berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan besarnya pengaruh 46% sedangkan sisanya 54% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci : net profit margin, earning per share, return on equity, dan harga saham. Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi merupakan salah salah satu indikator dari keberhasilan proses pembangunan suatu negara. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Pembangunan suatu negara memerlukan dana investasi dalam jumlah yang sangat banyak, yang dalam penggunaannya dana dapat dialokasikan sebagai suatu bentuk untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Selain itu, investasi merupakan salah satu cara seseorang untuk mencari keuntungan. Investasi di pasar modal merupakan pilihan yang menarik dalam berinvestasi, karena pasar modal memberikan kesempatan kepada investor untuk dapat memilih secara bebas instrument investasi yang diperdagangkan sesuai dengan preferensi keuntungan dan risiko dalam berinvestasi. Saham merupakan sarana berinvestasi didalam pasar modal yang memberikan keuntungan menarik karena mampu memberikan keuntungan dan timbal balik yang berupa dividen dan capital gain. Gambar 1. Perkembangan IHSG Harga saham selalu mengalami fluktuasi, naik turunnya harga saham dalam bursa efek adalah bentuk gambaran dari keadaan ekonomi suatu negara. Naik turunya harga saham menyebabkan investasi yang dipilih oleh para investor selalu di dasarkan pada pertimbangan yang rasional dan berdasarkan data, sehingga berbagai jenis informasi diperlukan untuk pengambilan keputusan investasi. Di pasar modal memiliki berbagai macam saham yang diperdagangkan dari segala sektor usaha, salah satunya adalah sektor perbankan. Sektor perbankan berperan mendorong pertumbuhan Sektor perbankan berfungsi menghimpun dana dari masyarakat yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat lagi untuk meningkatkan taraf hidup. Naik turunya harga saham menyebabkan investasi yang dipilih oleh para investor selalu di dasarkan pada pertimbangan yang rasional dan berdasarkan data, sehingga berbagai jenis informasi diperlukan untuk pengambilan keputusan investasi. Teori sinyal . ignalling theor. yang dikemukakan oleh Michael Spence 1973 dalam Gumanti . menyatakan bahwa pihak pengirim atau pihak pemilik informasi memberikan suatu sinyal atau isyarat berupa informasi yang menggambarkan kondisi suatu perusahaan yang berguna bagi pihak penerima infoemasi atau investor. Informasi yang diterima oleh investor kemudian akan dianalisis dan diinterpretasikan, apakah infoemasi tersebut dianggap sebagai sinyal positif atau negatif. Salah satu aspek yang akan dinilai oleh investor adalah kinerja keuangan yang dapat dilihat pada laporan keuangan suatu perusahaan. Investor mengukur kinerja perusahaan berdasarkan kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya yang sudah dimiliki untuk menghasilkan keuntungan. Pada prinsipnya, dengan meningkatnya tingkat keuntungan perusahaan maka meningkat pula permintaan akan saham tersebut, sehingga menyebabkan harga saham mengalami kenaikan. Penilaian kinerja keuangan perusahaan yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari investasi yang dilakukan disebut sebagai rasio profitabilitas. Net Profit Margin (NPM) merupakan salah satu rasio profitabilitas dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan (Kasmir, 2016:. Semakin tinggi Net Profit Margin (NPM) menandakan perusahaan efektif dalam menghasilkan keuntungan bersih. Hal ini tentunya akan menarik minat investor membeli saham, dan karena tingkat permintaan yang tinggi ini akan menyebabkan harga saham naik (Syamsudin, 2000:. Earning Per Share (EPS) merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham (Kasmir, 2010:. Earning Per Share (EPS) memiliki pengaruh positif terhadap harga saham, semakin tinggi Earning Per Share yang dihasilkan oleh perusahaan, maka perusahaan tersebut semakin baik dalam memperoleh keuntungan untuk setiap lembar saham yang beredar. Hal ini tentunya akan menarik minat investor membeli saham, dan karena tingkat permintaan yang tinggi ini akan menyebabkan harga saham naik (Husnan, 2001:. Return On Equity (ROE) merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri dan menghasilkan laba bersih yang tersedia bagi pemilik atau investor (Kasmir, 2010:. Return On Equity (ROE) memiliki pengaruh yang positif terhadap harga saham. ROE yang tinggi menggambarkan perusahaan tersebut semakin efektif dalam mengelola ekuitas atau modal pemegang saham. Hal ini tentunya akan menarik minat investor membeli saham, dan karena tingkat permintaan yang tinggi ini akan menyebabkan harga saham naik (Horne dan Wachowicz, 2012:. Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Net Profit Margin (NPM). Earning Per Share (EPS), dan Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham (Studi pada Perusahaan Perbankan Konvensional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2. Ay. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin didapatkan dari penelitian ini adalah: Mengetahui dan membuktikan pengaruh Net Profit Margin (NPM) terhadap harga saham pada perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2022. Mengetahui dan membuktikan pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham pada perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2022. Mengetahui dan membuktikan pengaruh Return On Equity (ROE) terhadap harga saham pada perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2022. Mengetahui dan membuktikan pengaruh Net Profit Margin (NPM). Earning Per Share (EPS). Return On Equity (ROE) terhadap harga saham secara simultan pada perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2022. Tinjauan Pustaka Penelitian Terdahulu Penelitian yang dilakukan oleh Watung dan Ilat . , menunjukkan bahwa ROA. NPM dan EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Penelitian yang dilakukan oleh Fiantini . , menunjukkan bahwa CR. ROA. PER. EPS dan DER berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Penelitian yang dilakukan oleh Darnita . , menunjukkan bahwa ROE dan NPM berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Sedangkan. ROA dan EPS tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Penelitian yang dilakukan oleh Huda . , menunjukkan bahwa EPS dan PER berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Penelitian yang dilakukan oleh Husaini . , menunjukkan bahwa ROA dan EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Sedangkan. ROE dan NPM tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Penelitian yang dilakukan oleh Egam. Ilat dan Pangerapan . , menunjukkan bahwa NPM berpengaruh signifikan negatif terhadap harga saham. EPS berpengaruh signifikan positif terhadap harga saham. Sedangkan. ROA dan ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Kajian Teori Teori Sinyal . ignalling Theor. Teori sinyal (Signalling Theor. untuk pertama kali dikemukakan oleh Michael Spence pada tahun 1973. Spence . dalam (Gumanti, 2009:. meyatakan bahwa pihak pengirim atau pihak pemilik informasi memberikan suatu sinyal atau isyarat berupa informasi yang menggambarkan kondisi suatu perusahaan yang berguna bagi pihak penerima atau investor. Menurut Gumanti . informasi yang dikirimkan oleh perusahaan dan diterima oleh investor, akan dianalisis terlebih dahulu yang kemudian diinterpretasikan apakah informasi tersebut dianggap sebagai sinyal positif maupun sinyal negatif. Sinyal positif akan meningkatkan penilaian investor kepada perusahaan bahwa perusahaan dapat meningkatkan kinerja keuangan, sehingga meningkatkan harga saham dan nilai perusahaan. Bank Menururt Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Bank disebutkan sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. Harga Saham Menurut Jogiyanto . harga saham merupakan harga yang terbentuk dari permintaan pembelian dan penawaran harga penjualan atau dari transaksi yang berasal dari investor penjual dan investor pembeli. Harga penutupan saham yang digunakan adalah harga saham pada saat tutup tahun dari masing-masing emiten karena harga saham pada penutupan tahun dinilai dapat mewakili fluktuasi harga saham yang terjadi dalam satu periode. Laporan Keuangan Menurut Jumingan . laporan keuangan adalah ringkasan data keuangan perusahaan yang disusun dan ditaksirkan untuk kepentingan manajemen dan pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan data keuangan perusahaan. Analisis Rasio Keuangan Menurut Roos. Westerfield & Jordan . Rasio Keuangan adalah Hubungan yang dihitung dan informasi keuangan suatu perusahaan dan digunakan untuk tujuan Analisis rasio keuangan adalah metode yang yang digunakan untuk mengukur kelemahan dan kekuatan yang dihadapai oleh perusahaan dibidang keuangan, dengan membandingkan angka-angka dari suatu laporan keuangan dalam beberapa periode. Net Profit Margin (NPM) Menurut Syamsudin . Net Profit Margin (NPM) adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih untuk setiap penjualan. Menurut Husnan . Net Profit Margin dapat dirumuskan sebagai berikut: Laba Bersih NPM = y 100% Pendapatan Operasional Earning Per Share (EPS) Menurut Kasmir . 0, 2010:. Earning Per Share merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Earning Per Share (EPS) memberikan informasi kepada para pihak luar . seberapa jauh kemampuan perusahaan menghasilkan laba untuk tiap lembar saham yang beredar. Menurut Syamsudin . Earning Per Share dapat dirumuskan sebagai berikut: EPS = Laba Bersih Sesudah Pajak Jumlah Saham Beredar Return On Equity (ROE) Menururt Home dan Wachowicz . Return on Equity adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan modal yang dimiliki oleh perusahaan. Menurut Syamsudin . ROE dapat dirumuskan sebagai berikut: Laba Bersih ROE = y 100% Ekuitas Hipotesis H1: NPM berpengaruh signifikan terhadap harga saham. H2: EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham. H3: ROE berpengaruh signifikan terhadap harga saham H4: NPM. EPS dan ROE secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Metode Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian explanatory research dengan pendekatan kuantitatif untuk menguji suatu hipotesis hasil penelitian yang pernah dilakukan Variabel dan Pengukurannya X1: Net Profit Margin (NPM), diukur dengan presentase. X2: Earning Per Share (EPS), diukur dengan rupiah. X3: Return On Equity (ROE), diukur dengan presentase. Y: Harga saham menggunakan harga penutupan pada akhir tahun, diukur dengan Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan konvensional yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia yakni berjumlah 42 Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yaitu memilih sampel dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti dan diperoleh sampel sebanyak 27 perusahaan selama periode 2020-2022. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2020-2022. Data penelitian ini diakses melalui situs website resmi Bursa Efek Indonesia. Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi, karena sumber data dari penelitian ini berupa laporan keuangan perusahaan dimana data tersebut diambil dari website resmi Bursa Efek Indonesia dan website dari perusahaan perbankan terkait. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Objek Penelitian Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020-2022. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 27 perusahaan perbankan konvensional dengan mempertimbangkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Data sampel perusahaan dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 1. Daftar Sampel No. Nama Perusahaan Bank MNC Internasional Tbk Bank Capital Indonesia Tbk Bank Central Asia Tbk Allo Bank Indonesia Tbk Bank Mestika Dharma Tbk Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Bank Bisnis Internasional Tbk Bank Tabungan Negara (Perser. Tbk Bank Danamon Indonesia Tbk Bank Ina Perdana Tbk BPD Jawa Barat dan Banten Tbk BPD Jawa Timur Tbk Bank Maspion Indonesia Tbk Bank Mandiri (Perser. Tbk Bank Bumi Arta Tbk Bank CIMB niaga Tbk Bank Maybank Indonesia Tbk Bank Permata Tbk Bank Sinarmas Tbk Bank BTPN Indonesia Tbk Bank China Construction Tbk Bank Mega Tbk Bank OCBC NISP Tbk Bank Nationalnobu Tbk Bank Pan Indonesia Tbk Bank Woori Saudara Indonesia Tbk Sumber: Data diolah, 2023 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas, keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan menggunakan uji Kolmogrov-Smirnov (K-S). AuDalam uji ini, data dapat dikatakan normal apabila nilai signifikan lebih dari (>) 0,05 atau 5% (Gunawan, 2020:. Hasil pengujian menunjukkan probabilitas sebesar 0,181 yang berarti nilai residual data terdistribusi normal. Uji normalitas menggunakan uji KolmogorovSmirnov dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 2. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Mean Parametersa,b Std. Deviation . Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber: Hasil Olah Data SPSS v25, 2023 Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui bahwa didalam model regresi tidak terjadi korelasi antar variabel independen dan variabel dependen. Apabila nilai tolerance lebih besar dari 0,1 dan Variance Inflation Factor (VIF) dibawah 10 maka dapat dikatakan tidak terjadi multikolinearitas. Nilai tolerance 0,352 untuk NPM, 0,443untuk EPS dan 0,243 untuk ROE. Sedangkan nilai Variance Inflation Factor (VIF) 2,840 untuk NPM, 2,255 untuk EPS dan 4,110 untuk ROE, yang menunjukkan bahwa penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas. Adapun hasil pengujian Multikolinearitas menggunakan SPSS V25 adalah sebagai berikut: Tabel 3. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF (Constan. LAG_LnNPM . LAG_LnEPS . LAG_LnROE . Dependent Variable: LAG_LnY Sumber: Hasil Olah Data SPSS v25, 2023 Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian antar residual. Pada penelitian ini dalam uji heteroskedastisitas menggunakan uji gletser. Apabila nilai signifikan > 0,05 maka tidak terjadi Nilai signifikan 0,786 untuk NPM (X. , 0,211 untuk EPS (X. dan 0,376 untuk ROE (X. Dapat disimpulkan bahwa nilai signifikan dari semua variabel independen lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa model regresi terbebas dari Adapun hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta 1 (Constan. LAG_LnNPM -. LAG_LnEPS LAG_LnROE . Dependent Variable: ABS_RES_LAG_Ln Sig. Sumber: Hasil Olah Data SPSS v25, 2023 Uji Autokorelasi Uji Autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada satu periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya . Uji auto korelasi pada penelitian ini menggunakan uji Durbin-Watson (DW tes. Jika nilai Durbin-Watson terletak diantara nilai du dan 4-du . u t tabel maka variabel independen berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Namun, apabila nilai signifikansi > 0,05 dan t hitung < t tabel, maka variabel independen secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap variabel dependen. Tabel 7. Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta Sig. 1 (Constan. LAG_LnNPM -. LAG_LnEPS LAG_LnROE Dependent Variable: LAG_Ln_Harga Saham Sumber: Hasil Olah Data SPSS v25, 2023 Net Profit Margin memiliki nilai signifikansi 0,942 > 0,05 dan t hitung 0,072 < t tabel 1,994. Nilai ini menunjukkan bahwa Net Profit Margin berpengaruh tidak signifikan terhadap harga saham. Earning Per Share memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan t hitung 5,119 > 1,994. Nilai ini menunjukkan bahwa Earning Per Share berpengaruh signifikan positif terhadap harga saham. Return On Equity memiliki nilai signifikansi 0,623 > 0,05 dan t hitung sebesar 0,494 < 1,994. Nilai ini menunjukkan bahwa Return On Equity berpengaruh tidak signifikan positif terhadap harga saham. Uji Simultan (Uji F) Uji simultan atau uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara simultan atau bersama-sama terhadap variabel dependen. Kriteria pengambilan keputusan adalah apabila nilai signifikansi kurang dari 0,05 atau F hitung lebih dari F tabel, maka secara simultan dapat dikatakan variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. F tabel sebesar 2,72 diperoleh dari F tabel = n Oe k . 81 Oe . maka F tabel = 3. 77, dapat dilihat pada F tabel nilai dari 3. 77 adalah sebesar 2,72. Tabel 8. Hasil Uji F ANOVAa Sum Model Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 41. Residual Total Dependent Variable: LAG_Ln_Harga Saham Predictors: (Constan. LAG_Ln_ROE. LAG_Ln_EPS. LAG_Ln_NPM Sumber: Hasil Olah Data SPSS v25, 2023 Berdasarkan uji F pada tabel 8, menunjukkan F hitung sebesar 23,421 > F tabel sebesar 2,72 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil daripada 0,05 yang berarti bahwa Net Profit Margin. Earning per Share dan Return On Equity secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Koefisien Determinasi ycya Pada uji statistik Adjusted R Square ini digunakan untuk mengukur seberapa besar presentase pengaruh variabel independen yakni Net Profit Margin. Earning Per Share dan Return On Equity terhadap variabel dependen yakni harga saham. Hasil uji koefisien determinasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R R Square Square Estimate Predictors: (Constan. LAG_Ln_ROE. LAG_Ln_EPS. LAG_Ln_NPM Sumber: Hasil Olah Data SPSS v25, 2023 model regresi diatas memiliki koefisien determinasi sebesar 0,460 sehingga variabel independen Net Profit Margin (X. Earning Per Share (X. dan Return On Equity (X. dapat mempengaruhi variabel dependen yakni harga saham (Y) sebesar 46% dan sisanya 54% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Penutup Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasan dari hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Variabel Net Profit Margin (X. secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap harga saham. Variabel Earning Per Share (X. secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga Variabel Return On Equity (X. secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap harga saham. Secara simultan variabel Net Profit Margin (X. Earning Per Share (X. dan Return On Equity (X. berpengaruh signifikan terhadap harga saham (Y). Saran Berdasarkan kesimpulan diatas, ada beberapa saran yang perlu untuk dikemukakan dan diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan maupun bagi pihak-pihak lain. Adapun saran yang diberikan antara lain: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Earning Per Share berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sehingga disarankan kepada investor untuk memperhatikan nilai EPS sebelum menentukan keputusan untuk berinvestasi pada suatu perusahaan. Meskipun dalam penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai EPS maka semakin tinggi juga harga saham, namun terdapat variabel yang tidak signifikan yakni NPM dan ROE. Pihak perusahaan dalam penelitian ini adalah perbankan konvensional yang harus senantiasa memperhatikan Earning Per Share (EPS), pihak perbankan harus berusaha semaksimal mungkin agar nilai EPS senantiasa stabil dan cenderung meningkat, hal ini akan memotivasi calon investor baru untuk menanamkan modalnya kepada perusahaan yang juga akan berdampak pada nilai perusahaan dan harga saham. Penelitian ini juga menunjukkn jika nilai koefisien determinasi R-Square sebesar 0,480 atau 48% yang berarti bahwa variabel NPM. EPS dan ROE secara bersama-sama berpengaruh terhadap harga saham sebesar 46%, sedangkan 54% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sehingga disarankan juga kepada investor untuk memperhatikan rasio keuangan lainnya seperti rasio likuiditas, rasio aktivitas dan rasio solvabilitas. Daftar Pustaka: