Statika :Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8 . April 2025 hal : 47-58 p-ISSN 2541-027X | e-ISSN 2774-9509 Redesain Jenis Kontruksi Ruas Jalan Abdul Haris Nasution STA 0 000 S/D STA 2 500 Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan Tobi Vance Sunarto Siregar1. Ahmad Rafii2. Rizky Febriani Pohan3 . Alumni Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan . Dosen Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan . Dosen Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan Email : tobivance@gmail. com 1* , rafiia336@gmail. com2 , rizky_febriani88@yahoo. Abstrak Jalan raya adalah suatu lintasan yang bertujuan melewatkan lalu lintas dari suatu tempat ke tempat yang lain. Perkerasan jalan adalah campuran antara agregat dan bahan pengikat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas. Jalan Abdul Haris Nasution merupakan jalan alternatif yang berfungsi mengalihan volume lalu lintas terutama kenderaan-kenderaan berat untuk mengurangi terjadinya penumpukan kenderan terutama di pusat Pengukuran sifat kerataan lapis permukaan jalan akan bermanfaat dalam usaha menentukan program rehabilitasi dan pemeliharaan jalan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah mengetahui tebal perkerasan perkerasan lentur dan juga perkerasan kaku serta mendapatkan jenis kontruksi apa yang tepat untuk perbaikan kerusakan pruas jalan abdul haris nasution Sta 0 000 S/D Sta 2 500 Kec. Padangsidimpuan Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Analisa Komponem dan Metode Bina Marga. Dari hasil analisis data, dapat di ambil kesimpulan untuk tebal pekerasan yang dibutuhkan pada ruas jalan abdul haris nasution Sta 0 000 S/D Sta 2 500 Kec. Padangsidimpuan Tenggara, yaitu : jika menggunakan perkerasan lentur maka tebal lapisan yang di butuhkan yaitu : lapisan permukaan 15 cm, lapisan pondasi atas 20 cm dan lapisan pondasi bawah 10,00 cm, sedangkan menggunakan perkerasan kaku maka tebal lapisan yang di butuhkan yaitu : lapisan permukaan beton 20 cm dan lapisan pondasi bawah 10,00 Untuk jenis kontruksi perkerasan jalan yang digunakan adalah perkerasan kaku sesuai dengan jenis jalan yang ditinjau jalan arteri atau kelas khusus yang berfungsi untuk melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh dan kecepatan rata-rata tinggi. Kata kunci: Kotruksi Jalan. Jalan Raya. Perkerasan Lentur dan Perkerasan Kaku Pendahuluan Jalan adalah seluruh bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum baik yang berada pada dipermukaan tanah, di bawah permukaan tanah, di atas permukaan air, kecuali jalan rel dan jalan kabel. Perkerasan jalan adalah campuran antara agregat dan bahan pengikat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas. Lokasi penelitian yang ditinjau merupakan salah satu jalan alternatif yang berfungsi mengalihan volume lalu lintas terutama kenderaan-kenderaan berat untuk mengurangi terjadinya penumpukan kenderan terutama di pusat kota. Jalan ini memiliki Panjang A 10 KM terhitung dari Palopat Pijorkoling sampai akhirnya di simpang Batunadua Kota Padangsidmpuan. Seperti halnya di lokasi penelitian, kondisi jalan sudah rusak, berlobang dan bergelombang akibat kurangnya perawatan jalan terutama perawatan derainase. Dari kerusakan tersebut, menunjukkan bahwa jalan tersebut akan mengalami penurunan tingkat pelayanan akibat dari kondisi jalan yang rusak. Selain itu, sistem drainase yang buruk menyebabkan air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar ketika terjadi hujan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal perkerasan serta jenis kontruksi apa yang tepat pada Ruas Jalan Abdul Haris Nasution Sta 0 000 S/D Sta 2 500 Kec. Padangsidimpuan Tenggara. Oleh karena itu, kondisi jalan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan setiap pengguna Kerusakan jalan di suatu wilayah dapat terjadi apabila kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut jumlahnya lebih banyak dari kapasitas jalan yang direncanakan. Statika :Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Tinjauan Pustaka 1 Umum Perkerasan jalan adalah suatu konstruksi yang dibangun di atas lapisan tanah dasar, yang berfungsi untuk menopang beban lalu lintas. Oleh karena itu diperlukan perencanaan konstruksi jalan yang optimal dan memenuhi syarat teknis menurut fungsi, jumlah kendaraan maupun lalu lintas, sehingga pembangunan tersebut dapat maksimal bagi pembangunan daerah sekitar. Keadaan perkerasan yang baik dapat mengurangi biaya pengguna, penundaan waktu perjalanan, tabrakan dan pemakaian bahan bakar, perbaikan peralatan dan kemungkinan mengurangi Lapis perkerasan berfungsi untuk menerima dan menyebarkan beban lalu lintas tanpa menimbulkan kerusakan yang berarti pada konstruksi jalan itu sendiri sehingga akan memberikan kenyamanan kepada sipengemudi selama masa pelayanan jalan tersebut. Dengan demikian perencanaan tebal masing-masing lapis perkerasan harus diperhitungkan dengan optimal. Berdasarkan bahan pengikatnya perkerasan jalan dibagi menjadi dua, yaitu: perkerasan lentur dan perkerasan kaku. 2 Struktur dan Jenis Perkerasan Lentur Vol 8 . April 2025 hal : 47-58 p-ISSN 2541-027X | e-ISSN 2774-9509 Perkerasan lentur . lexible pavemen. adalah perkerasan yang umumnya menggunakan bahan campuran beraspal sebagai lapis permukaan serta bahan berbutir sebagai lapisan di bawahnya. Bahan untuk lapis permukaan umumnya adalah sama dengan bahan untuk lapis pondasi, dengan persyaratan yang lebih tinggi. Penggunaan bahan aspal diperlukan agar lapisan dapat bersifat kedap air, disamping itu bahan aspal sendiri memberikan bantuan tegangan tarik, yang berarti mempertinggi daya dukung lapisan terhadap beban roda lalu Pemilihan bahan untuk lapis permukaan perlu dipertimbangkan kegunaan, umur rencana serta pentahapan konstruksi, agar dicapai manfaat yang sebesar-besarnya dari biaya yang Perkerasan perkerasan yang terdiri dari lapisan-lapisan perkerasan yang dihampar di atas tanah dasar yang dipadatkan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat. Kekuatan konstruksi perkerasan ini ditentukan oleh kemampuan penyebaran tegangan tiap lapisan, yang ditentukan oleh tebal lapisan tersebut dan kekuatan tanah dasar yang Struktur perkerasan lentur pada umumnya terdiri atas: lapis tanah dasar, lapis pondasi bawah, lapis pondasi atas dan lapis permukaan (Gambar . Gambar 1. Susunan lapisan perkerasan lentur (Anonim, 1. Lapisan Tanah Dasar Lapisan tanah dasar adalah struktur membentuk formasi jalan yang terdiri dari tanah asli tak terusik atau tanah pilihan yang digali dari tempat lain dan dihamparkan sebagai timbunan. Tanah dasar harus dipadatkan dengan baik dan sesuai dengan spasifikasi dalam hal kualitas bahan dan kerapatan. Sifat tanah dasar ini mempengaruhi ketahanan lapisan di atasnya dan mutu jalan secara Umumnya persoalan yang menyangkut tanah dasar, yaitu: Perubahan bentuk tetap . eformasi permane. dari macam tanah tertentu akibat beban lalu lintas. Sifat mengembang dan menyusut dari tanah tertentu akibat perubahan kadar air. Daya dukung tanah yang tidak merata dan sukar ditentukan secara pasti pada daerah dengan macam tanah yang Lendutan dan lendutan balik selama dan Statika :Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. sesudah pembebanan lalu lintas dari macam tanah tertentu. Tambahan pembebanan lalu lintas dan penurunan yang diakibatkannya, yaitu pada tanah berbutir kasar yang tidak dipadatkan secara baik pada saat pelaksanaan. Lapisan Pondasi Bawah . ub base cours. Lapisan pondasi bawah adalah bagian kontruksi perkerasan lentur yang terletak diantara lapisan tanah dasar. Biasanya terdiri atas lapisan dari material berbutir yang dipadatkan, distabilisasi ataupun tidak, atau lapisan tanah yang Lapisan pondasi bawah diperlukan sehubungan dengan terlalu lemahnya daya dukung tanah dasar terhadap roda-roda alat berat atau karena kondisi lapangan yang memaksa harus segera menutup tanah dasar dari pengaruh Adapun fungsi lapisan pondasi bawah, yaitu: Sebagai bagian dari kontruksi perkerasan untuk mendukung dan menyebarkan beban roda ke tanah Sebagai bagian dari konstruksi perkerasan untuk mendukung dan menyebarkan beban roda. Mencapai efisiensi penggunaan material yang relatif murah agar lapisan-lapisan di atasnya dapat dikurangi ketebalannya . enghematan biaya konstruks. Untuk mencegah tanah dasar masuk ke dalam lapis pondasi. Sebagai lapis pertama agar pelaksanaan dapat berjalan lancar. Lapisan Pondasi Atas . ase cours. Lapisan pondasi atas adalah bagian kontruksi perkerasan lentur yang terletak diantara lapisan pondasi bawah dan lapisan permukaan. Lapis pondasi atas dibangun di atas lapisan pondasi bawah atau, jika tidak menggunakan lapis pondasi bawah, langsung di atas tanah Bahan-bahan untuk lapis pondasi umumnya harus cukup kuat dan awet sehingga dapat menahan beban-beban Sebelum menentukan suatu bahan untuk digunakan sebagai bahan pondasi, hendaknya dilakukan penyelidikan dan Vol 8 . April 2025 hal : 47-58 p-ISSN 2541-027X | e-ISSN 2774-9509 sebaik-baiknya sehubungan dengan persyaratan teknik. Bermacam-macam bahan alam/bahan setempat (CBR = 50 %. PI = 4 %) dapat digunakan sebagai bahan lapisan pondasi, antara lain: batu pecah, kerikil pecah yang distabilisasi dengan semen, aspal, pozzolan atau kapur. Adapun fungsi lapisan pondasi atas . ase cours. , yaitu: Sebagai bagian kontruksi perkerasan yang menahan beban roda. Sebagai perletakan terhadap lapis Lapisan Pondasi Atas . ase cours. Lapisan permukaan adalah bagian kontruksi perkerasan lentur yang terletak paling atas. Lapisan permukaan struktur pekerasan lentur terdiri atas campuran mineral agregat dan bahan pengikat yang ditempatkan sebagai lapisan paling atas dan biasanya terletak di atas lapisan pondasi atas. Bahan untuk lapis permukaan umumnya adalah sama dengan bahan untuk lapisan pondasi, dengan persyaratan yang lebih tinggi. Penggunaan bahan aspal diperlukan agar lapisan dapat bersifat kedap air, disamping itu bahan aspal sendiri memberikan bantuan tegangan tarik, yang berarti mempertinggi daya dukung lapisan terhadap beban roda lalu lintas. Pemilihan bahan untuk lapis permukaan perlu dipertimbangkan kegunaan, umur rencana serta pentahapan konstruksi, agar dicapai manfaat yang sebesar-besarnya dari biaya yang dikeluarkan. Adapun fungsi lapisan permukaan, yaitu: Sebagai bagian perkerasan untuk menahan beban roda, lapisan yang mempunyai stabilitas tinggi menahan beban roda selama masa Sebagai lapisan tidak tembus air, sehingga air hujan yang jatuh di atasnya tidak meresap ke lapisan di bawahnya serta untuk melindungi badan jalan dari kerusakan akibat Lapisan aus, lapisan yang langsung menerima gesekan akibat gaya rem yang disebabkan kenderaan sehingga mudah menjadi aus. Statika :Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Lapisan yang menyebar beban ke lapisan bawah, sehingga dapat dipikul oleh lapisan lainnya. Memberikan suatu bagian permukaan yang rata. 3 Struktur dan Jenis Perkerasan Kaku Perkerasan kaku adalah suatu perkerasan dengan bahan baku agregat dan menggunakan semen sebagai bahan ikatnya. Perkerasan kaku Vol 8 . April 2025 hal : 47-58 p-ISSN 2541-027X | e-ISSN 2774-9509 mempunyai sifat yang berbeda dengan perkerasan Pada perkerasan kaku daya dukung perkerasan terutama diperoleh dari pelat beton. Hal ini terkait dengan sifat pelat beton yang cukup kaku, sehingga dapat menyebarkan beban pada bidang yang luas dan menghasilkan tegangan yang rendah pada lapisan-lapisan di bawahnya. Perkerasan kaku umumnya dipakai pada jalan yang memiliki kondisi lalu lintas yang cukup padat dan memiliki distribusi beban yang besar, seperti pada jalan-jalan lintas antar Gambar 2. Susunan lapisan perkerasan kaku (Anonim, 2. Lapisan Tanah Dasar Pada perkerasan jalan beton, sebenarnya daya dukung tanah dasar tidak begitu berperan terhadap kekuatan struktur perkerasan. Hal ini disebabkan karena kekakuan maupun modulus elastisitas pelat beton yang cukup tinggi, sehingga penyebaran beban ke lapisan tanah dasar cukup luas. Dengan demikian maka tegangan yang diterima oleh tanah dasar menjadi relatip kecil. Persyaratan tanah dasar yang cukup penting di dalam perkerasan beton adalah daya dukung yang harus diusahakan sedemikian rupa agar seragam atau kepadatan relatipnya sama. Keseragaman yang merata serta kepadatan yang baik pada perkerasan jalan beton dapat rusak bila terjadi pumping. Pumping akan menyebabkan terjadinya air keluar dari tanah dasar disertai butiran-butiran tanah halus akibat beban roda kendaraan, sehingga membentuk rongga diantara pelat beton dengan tanah dasar. Apabila keadaan ini berlangsung terus menerus, maka akan mengakibatkan pelat beton Biasanya pumping ini terjadi pada sambungan-sambungan, pada tepi perkerasan atau pada tempat- tempat di bawah retakan yang cukup lebar. Kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan sangat tergantung dari sifat-sifat dan daya dukung tanah dasar. Umumnya persoalan yang menyangkut tanah dasar, yaitu: Perubahan bentuk tetap dari macam tanah tertentu akibat beban lalu lintas. Sifat mengembang dan menyusut dari tanah tertentu akibat perubahan kadar air. Daya dukung tanah yang tidak merata dan sukar ditentukan secara pasti pada daerah dengan macam tanah yang sangat berbeda sifat dan Lendutan dan lendutan balik selama dan sesudah pembebanan lalu lintas dari macam tanah tertentu. Tambahan penurunan yang diakibatkannya, yaitu pada tanah berbutir kasar yang tidak dipadatkan secara baik pada saat pelaksanaan. Statika :Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Lapisan Pondasi Bawah . ub base cours. Lapisan pondasi bawah adalah lapisan perkerasan yang diletakkan diantara tanah dasar dan pelat beton. Keberadaan perkerasan beton, boleh ada boleh tidak Lapisan ini tidak mempunyai nilai struktural dan berfungsi untuk: Mencegah terjadinya pumping. Mendapatkan lantai kerja yang rata Menutupi tanah dasar dari hujan, dan tempat bekerja. provinsi, jembatan layang . ly ove. , jalan tol, maupun pada persimpangan bersinyal. Jalan-jalan tersebut umumnya menggunakan beton sebagai bahan perkerasannya, namun untuk meningkatkan perkerasan dilapisi asphalt. Keunggulan dari perkerasan kaku sendiri di banding perkerasan lentur . adalah bagaimana distribusi beban disalurkan ke tanah dasar. Kekuatan perkerasan kaku ditentukan oleh kemampuan penyebaran tegangan tiap lapisan, yang ditentukan oleh tebal lapisan tersebut dan kekuatan tanah dasar yang Lapisan perkerasan kaku berfungsi untuk menerima dan menyebarkan beban lalu lintas tanpa menimbulkan kerusakan yang berat pada kontruksi jalan itu sendiri, sehingga kenyamanan kepada si pengemudi selama masa Struktur perkerasan kaku pada umumnya terdiri atas: lapisan tanah dasar, lapisan pondasi bawah dan lapisan perkerasan semen (Gambar . Bahan yang dipakai pada umumnya beton tidak bertulang, dengan kuat tekan f 'c = 105 kg/cm2 setara dengan beton mutu K-75 sampai K100 dengan tebal 10 cm. Lapisan pondasi bawah diperlukan sehubungan dengan terlalu lemahnya daya dukung tanah dasar terhadap roda-roda alat berat atau karena kondisi lapangan yang memaksa harus segera menutup tanah dasar dari pengaruh Bermacam- macam jenis tanah setempat (CBR = 20%. PI = 10%) yang relatif lebih baik dari tanah dasar dapat digunakan sebagai bahan pondasi bawah. Campuran-campuran tanah setempat dengan kapur atau semen portland dalam beberapa hal sangat dianjurkan, agar dapat bantuan yang efektif terhadap kestabilan konstruksi Lapisan Perkerasan Beton Pelat beton didalam perkerasan beton semen merupakan lapisan permukaan dan termasuk Vol 8 . April 2025 hal : 47-58 p-ISSN 2541-027X | e-ISSN 2774-9509 bagian yang memegang peranan utama dalam struktur perkerasan. Di Indonesia jenis perkerasan beton semen yang dipakai pada umumnya, yaitu perkerasan beton semen bersambung tanpa tulangan (Anonim, 2. Tulangan pada perkerasan beton semen tidak mempunyai fungsi struktural, tetapi sebagai pengontrol retak. Namun pemilihan jenis jointed unreinforced concrete pavement, bukan karena alasan di atas, melainkan didasarkan pada: Jenis ini dianggap paling sederhana. Pelaksanaannya lebih mudah dengan peralatan Sesuai untuk kondisi dimana pengalamannya masih terbatas, dan Relatif lebih murah. Menurut Direktorat Jenderal Bina Marga mutu beton yang dipakai mempunyai kualitas yang cukup tinggi, yaitu dengan kuat tarik hancur f 'c = 45 kg/cm2 atau beton yang mempunyai kuat tekan . enda uji silinder 15 x 30 c. , f 'c = 350 kg/cm2 atau setara dengan beton mutu K-375 sampai K425. Untuk mendapatkan mutu beton yang tinggi, disarankan untuk menggunakan kualitas agregat yang baik . radasi, bidang permukaan, kekerasan dan lain-lai. dari pada menambah jumlah semen, karena dengan menambah semen dikhawatirkan akan terjadi retak yang berlebihan. 4 Tahapan Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur dan Kaku Perkerasan Lentur Di dalam penelitian ini, metode yang digunakan dalam menganalisa tebal perkerasan lentur yaitu Metode Analisa Komponem. Adapun beberapa tahapan dalam penyelesaian metode tersebut dapat kita ikuti seperti di bawah ini, yaitu: Jumlah jalur dan koefisien distribusi Menghitung angka ekivalen Menentukan Faktor Regional Perhitungan LHR dan Angka Ekivalen Menentukan lintas ekivalen akhir Menentukan lintas ekivalen tengah Menentukan lintas ekivalen rencana Menentukan Indeks Permukaan. Daya dukung tanah dasar, kekuatan relatif dan indeks Menentukan Tebal Perkerasan Statika :Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Adapun batas-batas minimum tebal lapisan perkerasan untuk struktur perkerasan lentur terdiri Vol 8 . April 2025 hal : 47-58 p-ISSN 2541-027X | e-ISSN 2774-9509 atas: lapisan permukaan, lapisan pondasi atas dan lapisan pondasi bawah yaitu: Tabel 1. Tebal minimum lapisan permukaan (Anonim, 1. ITP < 3,00 3,00 - 6,70 6,71 - 7,49 7,50 - 9,99 Ou 10,00 Tebal Minimum . Bahan Lapispelindung: (Buras / Burtu / Burd. Lapen/Aspal Macadam. HRA. Lasbutag. Laston Lapen/Aspal Macadam. HRA. Lasbutag. Laston Lasbutag. Laston Laston Lapisan permukaan Tebal minimum lapisan permukaan dapat kita lihat pada Tabel 1, di bawah ini. Lapisan pondasi atas Tebal minimum lapisan pondasi atas dapat kita lihat pada Tabel 2, di bawah ini. Tabel 2. Tebal minimum lapisan pondasi atas (Anonim, 1. ITP Tebal Minimum . < 3,00 3,00 - 7,49 7,50 - 9,99 Bahan Batu pecah, stabilitas tanah dengan semen, stabilitas tanah dengan kapur Batu pecah, stabilitas tanah dengan semen, stabilitas tanah dengan kapur Laston Atas Batu pecah, stabilitas tanah dengan semen, stabilitas tanah dengan kapur, pondasi macadam Laston Atas Batu pecah, stabilitas tanah dengan semen, stabilitas tanah dengan kapur, pondasi macadam. Lapen. Laston Atas Batu pecah, stabilitas tanah dengan semen. Ou 12,25 stabilitas tanah dengan kapur, pondasi macadam. Lapen. Laston Atas Catatan: Jika tebal lapisan pondasi atas 20 cm dapat diturunkan menjadi 15 cm bila untuk pondasi bawah yang digunakan material berbutir . atu peca. 10 Ae 12,14 Lapisan pondasi bawah Lapisan pondasi bawah untuk setiap nilai ITP bila digunakan pondasi bawah, tebal minimum adalah 10 cm. Perkerasan Kaku Di dalam penelitian ini, metode yang digunakan dalam menganalisa tebal perkerasan kaku yaitu dengan metode Bina Marga Tahun Adapun beberapa tahapan dalam penyelesaian metode tersebut dapat kita ikuti seperti di bawah ini, yaitu: Menentukan tebal lapisan pondasi Menentukan jumlah jalur dan koefisien distribusi kenderaan Menentukan pertumbuhan lalu lintas Menentukan lalu lintas rencana Menentukan faktor keamanan beban Menentukan repitisi sumbu rencana Menentukan tebal perkerasan kaku Statika :Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8 . April 2025 hal : 47-58 p-ISSN 2541-027X | e-ISSN 2774-9509 Metode Dalam penelitian ini ada dua metode yang digunakan untuk mendapatkan penyelesaian yaitu: metode analisa komponem dan metode Bina Marga tahun 2002. Metode analisa komponem ini merupakan dasar dalam menentukan tebal perkerasan lentur yang dibutuhkan untuk suatu perencanaan jalan raya sedangkan metode Bina Marga tahun 2002 merupakan salah satu dasar untuk menentukan tebal perkerasan kaku. Adapun data teknis yang diperoleh dari hasil penelitian dilapangan berdasarkan hasil survey, yaitu: Klasifikasi jalan. Jenis klasifikasi jalan yang ditinjau adalah jalan kelas khusus dengan jumlah jalur yaitu: 1 jalur dua arah dan lebar perkerasan 7,00 m. Satuan perkerasan yang dipakai yaitu: lapis permukaan: lapen . , lapis pondasi atas: Batu pecah kelas A CBR 100 % dan lapis pondasi bawah: sirtu kelas A CBR 70 %. Pertumbuhan lalu lintas. Pertumbuhan lalu lintas . %) = 5 % dengan umur rencana . = 20 tahun. CBR subgrade. Kepadatan tanah sangat dipengaruhi nilai CBR dari pada tanah itu sendiri. Rencana nilai CBR yang dibutuhkan yaitu = 7 %. Data Lalu Lintas Harian Rata-rata Tahunan (LHRT) Lalu Lintas Harian Rata-rata Tahunan (LHRT) adalah jumlah lalu lintas kendaraan ratarata yang melewati satu jalur jalan selama 24 jam dan diperoleh dari data selama satu tahun penuh. Jumlah lalu lintas dalam 1 tahun jalan berlajur banyak dengan median. Dalam LHRT dinyatakan dalam smp/hari/2 arah atau penelitian ini LHRT, yaitu sebagai berikut : kendaraan/hari/2 arah untuk jalan 2 lajur 2 arah, atau smp/hari/1 lajur atau kendaraan/hari/1 arah untuk Mobil penumpang . = 220 kenderaan / hari 2 arah Bus umum . = 80 kenderaan / hari 2 arah Truk 2 as 16 ton = 175 kenderaan / hari 2 arah Truk 3 as 24 ton = 145 kenderaan / hari 2 arah Truk 4 as 34 ton = 28 kenderaan / hari 2 arah Truk 5 as 37 ton = 15 kenderaan / hari 2 arah Truk 6 as 45 ton = 8 kenderaan / hari 2 arah = 671 kenderaan / hari 2 arah LHRT = Hasil dan Pembahasan 1 Menentukan Tebal Perkersan Lentur Berdasarkan metode analisa yang digunakan ada beberapa batasan minimum yang harus dipenuhi dalam perencanaan tebal pekerasan Adapun batas-batas minimum tebal lapisan perkerasan untuk struktur perkerasan lentur terdiri atas: lapisan permukaan, lapisan pondasi atas dan lapisan pondasi bawah yang ditentukan berdasarkan indeks tebal perkerasan yang sudah dihitung sebelumnya. Dari hasil perhitungan sebelumnya diperoleh harga ITP untuk umur rencana 20 tahun sebesar 10. Dari hasil tersebut dapat kita tentukan batasan minimum tebal lapisan perkerasan untuk struktur perkerasan lentur terdiri atas: lapisan permukaan, lapisan pondasi atas dan lapisan pondasi bawah yaitu: Lapisan berdasarkan Tabel 1 di atas. Dari Tabel 1 dengan harga IPT sebesar 10,00 Ou 10,00 diperoleh tebal lapisan permukaan minimum (D1mi. = 10 cm dengan jenis bahan Laston. Lapisan berdasarkan Tabel 2 di atas. Dari Tabel 2 dengan harga IPT sebesar 10,00 - 12,14 diperoleh tebal lapisan pondasi atas minimum (D2mi. = 20 cm dengan jenis bahan batu pecah. Tebal lapisan pondasi bawah minimum (D3 mi. = 10 cm untuk semua ITP. Dari parameter-parameter di atas kemudian diperoleh nilai ITP dan nilai koefisien kekuatan relatif untuk masing-masing bahan perkerasan. Perhitungan perencanaan ini didasarkan pada kekuatan relatif masing-masing lapisan perkerasan jangka panjang, dimana penentuan tebal perkerasan dinyatakan oleh ITP (Indeks Tebal Statika :Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8 . April 2025 hal : 47-58 p-ISSN 2541-027X | e-ISSN 2774-9509 Perkerasa. , dengan rumus sebagai berikut: ITP = a1 E D1 a2 E D2 a3 E D3 10,00 10,00 = . ,40A D. ,14A20 c. ,13A10 c. = 0,40 A D1 2,80 cm 1,30 cm = 0,40 A D1 4,80 cm = . ,00-4,. / 0,40= 13 cm Laston (MS . 13 cm Batu Pecah (Kelas A) 20 cm Sirtu/pitrun (Kelas A) Subgrade CBR 7 % 10 cm Gambar 3. Susunan lapisan perkerasan umur rencana 20 tahun 2 Menentukan Tebal Kaku Untuk hasil dapat kita lihat di bawah ini: Direncanakan dengan tebal perkerasan . = 200 mm OO 20 cm . MR = 36,27 kg/cm2. Catatan: untuk perbandingan tegangan O 0,50 di abaikan Berdasarkan metode Bina Marga tahun 2002, diperoleh perkerasan kaku dengan beberapa tahapan di atas. Tabel 4. Perhitungan tebal perkerasan (UR = 20 tahu. Konfigurasi Sumbu Beban Sumbu Data Data Beban Sumbu Data Persentase Konfugurasi Rencana . Sumbu Data Data 2AFk Terjadi . Jumlah repetisi yg di ijinkan . JSKN/5AC Nomogram B. 7/MR Tabel 1908580,55 1908580,55 4160276,70 4160276,70 3452600,77 3452600,77 664786,48 664786,48 664786,48 364560,33 364560,33 364560,33 193002,53 193002,53 193002,53 Sumbu ---21,00 16,30 16,00 16,30 21,00 16,00 16,30 21,00 23,50 16,30 16,00 23,50 ---0,58 0,45 0,44 0,45 0,58 0,44 0,45 0,58 0,65 0,45 0,44 0,65 223,20 2,94 Fk = 1,2 STRT STRG STRT STRG STRT STDRG STRT STRG STDRG STRT STRG STDRG STRT STRG STDRG 8,90 8,90 Jumlah Total ( ) Dengan tebal perkerasan pelat 200 mm OO 20 cm perkerasan sangat aman sekali untuk di Tegangan Yang Perbandingan Tegangan . Jumlah Repetisi Beban Perbandingan Fatigue 6/9A100 -------57000 --8000 -------4,91 --2,45 17,47 --8,15 32,99 gunakan, dimana perbandingan fatigue 32,99 % < 100 %. Dengan CBR subgrade 7 %, diperoleh k gabungan sebesar 4,5 kg/cm3, lapisan pondasi digunakan Sirtu dengan F = 1,0. Koefisien E = 8000 - 20000 Psi Bila k = 17 kg/cm3 Ie tanah dasar baik/bagus. k = 8 kg/cm3 Ie tanah dasar sedang k = 3 kg/cm3 Ie tanah dasar jelek Statika :Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Maka untuk k = 4,5 kg/cm3 masih termasuk Vol 8 . April 2025 hal : 47-58 p-ISSN 2541-027X | e-ISSN 2774-9509 tanah jelek. Karena tebal lapisan fondasi K min = 10 cm OO 100 mm, maka tebal lapisan pondasi dipakai 10 cm. Perkerasan kaku 20 cm Sirtu ( kelas A ) 70 % 10 cm Subgrade CBR 7 % Gambar 4. Susunan lapisan perkerasan kaku (Rigid Pavemen. 3 Pembahasan Setelah dilakukan Redesain Jenis Kontruksi Ruas Jalan Abdul Haris Nasution Sta 0 000 S/D Sta 2 500 Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan dengan dua metode, maka diperoleh beberapa hasil, yaitu: Berdasarkan Metode Analisa Komponem diperoleh tebal lapisan perkerasan lentur yang dibutuhkan untuk pertumbuhan lalu lintas . = 7 % pertahun dan umur rencana perkerasan . = 20 tahun, yaitu: A Lapisan permukaan jenis bahan Laston MS 744 = 15,00 cm A Lapisan pondasi atas (Batu pecah CBR 100 %) = 20,00 cm A Lapisan pondasi bawah (Sirtu/pitrun CBR 70 %) = 10,00 cm A Subgrade . anah dasa. CBR 7 % Berdasarkan Metode Bina Marga 2002 tebal lapisan perkerasan kaku yang dibutuhkan untuk pertumbuhan lalu lintas . = 7 % pertahun dan umur rencana perkerasan . = 20 tahun, yaitu: A Lapisan permukaan pekerasan beton = 20,0 cm Lapisan pondasi bawah (Sirtu kelas A 70 %) = 10,0 cm Subgrade . anah dasa. CBR 7 % Perkerasan lentur adalah konstruksi perkerasan yang terdiri dari lapisan-lapisan perkerasan yang dihampar di atas tanah dasar yang dipadatkan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat. Kekuatan konstruksi perkerasan ini ditentukan oleh kemampuan penyebaran tegangan tiap lapisan, yang ditentukan oleh tebal lapisan tersebut dan kekuatan tanah dasar yang diharapkan. Penggunaan bahan aspal diperlukan agar lapisan dapat bersifat kedap air, disamping itu bahan aspal sendiri memberikan bantuan tegangan tarik, yang berarti mempertinggi daya dukung lapisan terhadap beban roda lalu lintas. Perkerasan kaku umumnya dipakai pada jalan yang memiliki kondisi lalu lintas yang cukup padat dan memiliki distribusi beban yang besar, seperti pada jalan-jalan lintas antar provinsi, jembatan layang . ly ove. , jalan tol, maupun pada Namun meningkatkan kenyamanan biasanya diatas Keunggulan dari perkerasan kaku sendiri di banding perkerasan lentur adalah bagaimana distribusi beban disalurkan ke subgrade. Jika ditinjau dari jenis jalan yang di tinjau yaitu jalan kelas khusus atau jalan arteri yang berfungsi untuk melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi dan jumlah masuk dibatasi secara efesiensi, maka kontruksi yang digunakan yaitu Perkerasan Kaku. Jika kita lihat dari fungsi antara perkerasan lentur dan perkerasan kaku jelas berbeda. Statika :Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa pemilihan kontruksi perkerasan jalan yang dilakukan, maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu: Berdasarkan hasil Redesain Jenis Kontruksi Jika menggunakan perkerasan lentur maka tebal lapisan yang di butuhkan yaitu : lapisan permukaan 15 cm, lapisan pondasi atas 20 cm dan lapisan pondasi bawah 10,00 cm. Jika menggunakan perkerasan kaku maka tebal lapisan yang di butuhkan yaitu : lapisan permukaan beton 20 cm dan lapisan pondasi bawah 10,00 cm. Adapun jenis kontruksi apa yang tepat pada Ruas Jalan Abdul Haris Nasution Sta 0 000 S/D Sta 2 500 Kec. Padangsidimpuan Tenggara yaitu perkerasan kaku sesuai dengan jenis jalan, kelas jalan serta fungsi jalan yang ditinjau. DAFTAR PUSTAKA