Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial dan Keagamaan e-ISSN: 2656-7628, p-ISSN: 2338-8862 Volume 14. Edisi I (Juni 2. , w. an-nadwah. MEMBANGUN KARAKTER DAN SPIRITUAL GEN Z DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN PERSPEKTIF RUHIOLOGI QUOTIENT Sahroni1. Fathul Anwar2. Nur Huda Sari3. Titin Martini4 Dosen IAI An-Nadwah Kuala Tungkal Email: 1kangsahroni17@gmail. com, 2fathulanwar77@gmail. nurhudasari13@gmail. Abstrak Pembentukan karakter dan spiritualitas Generasi Z (Gen Z) dalam lingkungan pendidikan merupakan tantangan penting di era digital saat ini. Gen Z, yang lahir antara pertengahan 1990an hingga awal 2010-an, berada dalam lingkungan yang dipengaruhi oleh teknologi, krisis identitas, dan keterbatasan waktu untuk pengembangan diri. Namun, dengan pendekatan yang tepat, peluang seperti akses informasi yang luas, keragaman budaya, dan inovasi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk membentuk karakter dan spiritualitas mereka. Atikel ini mengkaji strategi-strategi yang dapat diimplementasikan dalam lingkungan pendidikan untuk membangun karakter dan spiritualitas Gen Z dari perspektif Ruhologi Quotient. Ruhologi Quotient adalah konsep yang menggabungkan aspek-aspek kecerdasan ruhaniah dengan pendidikan karakter, menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan emosional, intelektual, dan spiritual. Dalam perspektif ini, peran administrasi pendidikan mencakup perancangan kebijakan kurikulum yang integratif, pelatihan guru untuk mengajarkan nilai-nilai karakter dan spiritualitas, serta penyediaan fasilitas dan sumber daya yang mendukung. Supervisi pendidikan berfokus pada pemantauan dan evaluasi proses pembelajaran serta memberikan umpan balik yang konstruktif. Strategi konkret yang diusulkan meliputi integrasi pendidikan karakter dan spiritualitas dalam kurikulum, pengembangan lingkungan sekolah yang mendukung nilai-nilai ruhaniah, pelatihan dan pengembangan guru dengan fokus pada kecerdasan ruhaniah, keterlibatan orang tua dan komunitas dalam proses pendidikan, serta penggunaan teknologi secara positif untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral. Dengan penerapan strategi-strategi ini, diharapkan Gen Z dapat tumbuh menjadi individu yang berkarakter kuat, bermoral tinggi, dan memiliki spiritualitas yang mendalam, siap menghadapi tantangan masa depan dengan integritas dan nilai-nilai yang kokoh. Kata Kunci: Strategi. Karakter. Spiritualitas. Ruhologi Quotient PENDAHULUAN Perubahan teknologi dan sosial yang cepat di era digital telah menciptakan tantangan baru dalam dunia pendidikan, terutama dalam pembentukan karakter dan spiritualitas Generasi Z (Gen Z). Gen Z, yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, tumbuh dalam lingkungan yang sangat terhubung secara digital, dengan akses tak terbatas ke informasi dan pengaruh media sosial yang besar. Hal ini membawa konsekuensi signifikan terhadap Page | 68 MEMBANGUN KARAKTER DAN SPIRITUAL GEN Z DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN PERSPEKTIF RUHIOLOGI QUOTIENT perkembangan moral, etika, dan spiritual mereka. Di satu sisi, kemajuan teknologi menawarkan berbagai peluang bagi Gen Z untuk belajar dan berkembang. Namun, di sisi lain, eksposur yang berlebihan terhadap teknologi dan media sosial sering kali mengakibatkan berbagai masalah, seperti krisis identitas, penurunan empati, serta peningkatan kasus kecemasan dan depresi. Selain itu, tekanan untuk memenuhi standar sosial yang tidak realistis seringkali mengganggu perkembangan karakter yang sehat. Dalam konteks ini, pendidikan memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan spiritualitas Gen Z. Namun, pendekatan konvensional dalam pendidikan karakter yang hanya berfokus pada aspek kognitif dan perilaku sering kali tidak cukup efektif. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dan integratif yang dapat mengakomodasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh Gen Z. Ruhologi Quotient menawarkan solusi yang komprehensif dalam membangun karakter dan spiritualitas. Ruhologi Quotient adalah konsep yang menggabungkan kecerdasan ruhaniah dengan pendidikan karakter, menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan emosional, intelektual, dan spiritual. Konsep ini melihat manusia sebagai makhluk yang utuh, yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai moral dan spiritualitas. Implementasi Ruhologi Quotient dalam lingkungan pendidikan memerlukan peran aktif dari administrasi dan supervisi pendidikan. Administrasi pendidikan bertanggung jawab untuk merancang dan mengimplementasikan kebijakan yang mendukung pengembangan karakter dan spiritualitas, sedangkan supervisi pendidikan berfokus pada pemantauan dan evaluasi efektivitas program-program yang diterapkan. Strategi yang diusulkan untuk membangun karakter dan spiritualitas Gen Z meliputi integrasi pendidikan karakter dan spiritualitas dalam kurikulum, pengembangan lingkungan sekolah yang mendukung, pelatihan dan pengembangan guru, keterlibatan orang tua dan komunitas, serta penggunaan teknologi secara positif. Dengan pendekatan ini, diharapkan Gen Z dapat berkembang menjadi individu yang memiliki integritas, moralitas, dan spiritualitas yang kuat, siap menghadapi tantangan masa depan dengan nilai-nilai yang kokoh. Latar belakang ini menegaskan urgensi dan relevansi dari upaya untuk membangun karakter dan spiritualitas Gen Z dalam lingkungan pendidikan. Dengan Mohammad Iqbal Ahnaf and others. AoTransformasi Digital. Perubahan Sosial Dan Tantangan Reproduksi Budaya Damai Masyarakat Agama Di YogyakartaAo. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 25. , 67Ae81 . Page | 72 MEMBANGUN KARAKTER DAN SPIRITUAL GEN Z DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN PERSPEKTIF RUHIOLOGI QUOTIENT bahwa interaksi sosial tidak hanya tentang kata-kata atau tindakan, tetapi juga tentang memahami dan menghargai perasaan orang lain. Mereka belajar untuk menyeimbangkan kebutuhan pribadi dengan kepentingan bersama, membangun hubungan yang sehat dan mendukung di dalam komunitas mereka. Implementasi pengembangan keterampilan seperti pengendalian diri, komunikasi yang efektif, dan penyelesaian konflik secara positif. Siswa diajarkan untuk mengidentifikasi strategi yang tepat untuk mengekspresikan emosi mereka tanpa menyakiti orang lain, serta bagaimana mengelola stres dan tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Pentingnya kecerdasan emosional dalam dimensi Ruhilogi Quotient sangat jelas dalam menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga stabil secara emosional. Siswa yang memiliki kecerdasan emosional yang baik cenderung memiliki hubungan sosial yang lebih baik, mampu mengatasi tantangan dengan lebih baik, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik secara keseluruhan. Dengan demikian, pendekatan Ruhilogi Quotient dalam pendidikan tidak hanya menyeimbangkan fokus pada akademis, tetapi juga memastikan bahwa siswa-siswa tumbuh menjadi individu yang memiliki kecerdasan spiritual, emosional, dan moral yang kuat, siap untuk menghadapi dunia dengan sikap yang positif dan berempati. Integritas Moral: Integritas Moral adalah salah satu elemen kunci dalam dimensi Ruhilogi Quotient (RQ) yang menekankan pentingnya memegang teguh nilai-nilai moral yang baik dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil. RQ sebagai konsep holistik dalam pendidikan tidak hanya menyoroti kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ), tetapi juga menambahkan dimensi kecerdasan spiritual dan moral sebagai fondasi penting dalam perkembangan individu. Pertama-tama, integritas moral dalam konteks Ruhilogi Quotient melibatkan kesadaran akan nilai-nilai etika yang mendasari perilaku dan interaksi sehari-hari. Siswa diajarkan untuk memahami perbedaan antara tindakan yang benar dan yang salah, serta untuk menimbang konsekuensi moral dari setiap keputusan yang mereka buat. Hal ini melibatkan pengembangan kemampuan untuk Dewi Kurnia Sari. Siti Suryaningsih, and Luki Yunita. AoImplementasi Kecerdasan Emosional Dan Minat Siswa Pada Pembelajaran KimiaAo. Jambura Journal of Educational Chemistry, 2. , 40Ae47 . Iskandar Iskandar. Aletmi Aletmi, and Dedi Sastradika. AoPendidikan Holistik Berbasis Kecerdasan Ruhiologi Di Era Revolusi Industri 4. 0Ao. Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan, 15. , 223Ae31 . Angga Putra. Ija Srirahmawati Putri Surya Damayanti. Ao5992-18747-1-Pb . Ao. Pengembangan Kecerdasan Emosional Melalui Pendidikan Karakter Pada Peserta Didik Di Sekolah Dasar, 9. Yoseph Hary W. Jul. Dampak EQ Lemah. Rend. Page | 77 MEMBANGUN KARAKTER DAN SPIRITUAL GEN Z DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN PERSPEKTIF RUHIOLOGI QUOTIENT Lingkungan Pendidikan yang Mendukung Menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi perkembangan spiritual dan emosional siswa. Penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung pertumbuhan spiritual. Selain itu juga Melibatkan keluarga dan komunitas dalam proses pendidikan untuk memperkuat nilai-nilai RQ di luar lingkungan sekolah. Hal ini dapat meliputi penyediaan ruang meditasi, program mentoring spiritual, atau kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan karakter dan nilai-nilai positif. Contoh: Penyediaan ruang meditasi, program mentoring, dan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pembangunan karakter. Penggunaan Teknologi dengan Bijak Menggunakan teknologi sebagai alat untuk mendukung, bukan menggantikan, pengalaman spiritual dan refleksi. Aplikasi atau platform digital dapat dikembangkan untuk memfasilitasi praktik meditasi, diskusi kelompok spiritual, atau pembelajaran tentang nilai-nilai moral. KESIMPULAN Membangun karakter dan spiritual generasi Z (Gen Z) dalam lingkungan pendidikan merupakan tantangan yang kompleks namun esensial. Untuk mengatasi hal ini, pendekatan Ruhologi Quotient menawarkan kerangka kerja holistik yang menggabungkan aspek spiritual dan emosional untuk mengembangkan individu yang berkarakter kuat dan memiliki spiritualitas mendalam. Ruhologi Quotient (RQ) adalah pendekatan yang melibatkan pengembangan kesadaran diri, empati, dan kemampuan menghadapi tantangan hidup dengan ketenangan batin. Aspekaspek ini penting dalam membangun karakter yang kokoh dan spiritual yang tangguh. Gen Z, yang dikenal dengan keterbukaannya terhadap teknologi, keragaman, dan kecepatan dalam mengakses informasi, juga menghadapi tekanan sosial dari media sosial, krisis identitas, serta kebutuhan akan makna dan tujuan hidup yang lebih mendalam. Oleh karena itu, pendidikan yang hanya fokus pada aspek akademis tidak cukup. Diperlukan pendekatan yang lebih holistik yang mencakup pengembangan karakter dan spiritual. Integrasi RQ dalam kurikulum pendidikan dapat membantu siswa memahami nilai-nilai moral, etika, dan spiritualitas yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Strategi implementasi Vrijilio Aditia Apaut and Suparman. AoMembangun Disiplin Rohani Siswa Pada Generasi Z Melalui Jurnal Membaca AlkitabAo. Diligentia: Journal of Theology and Christian Education, 3. , 110Ae25. Page | 78 MEMBANGUN KARAKTER DAN SPIRITUAL GEN Z DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN PERSPEKTIF RUHIOLOGI QUOTIENT RQ dalam pendidikan dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, yaitu: . Kuratif: Melalui bimbingan dan konseling yang fokus pada pengembangan spiritual dan emosional siswa. Preventif: Mengajarkan keterampilan hidup seperti manajemen stres, mediasi, dan refleksi diri sejak dini. Inklusif: Melibatkan seluruh komunitas pendidikan, termasuk guru, orang tua, dan masyarakat, dalam proses pembentukan karakter dan spiritual siswa. Peran guru dalam pendidikan karakter sangatlah krusial. Guru harus berperan sebagai fasilitator dan model dalam mengembangkan karakter dan spiritual siswa. Pelatihan bagi guru dalam aspek RQ sangat penting untuk memastikan mereka dapat mendukung siswa dengan Dengan demikian, siswa yang memiliki karakter dan spiritual yang kuat cenderung memiliki kesejahteraan mental yang lebih baik, kemampuan untuk menghadapi tantangan hidup, serta hubungan sosial yang positif. Selain itu, membangun karakter dan spiritual siswa berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih harmonis dan berintegritas Secara keseluruhan, pendekatan Ruhologi Quotient memberikan landasan yang kuat untuk membangun karakter dan spiritual Gen Z dalam lingkungan pendidikan. Dengan integrasi yang tepat, pendidikan dapat berfungsi sebagai platform untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. REFERENSI