E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 DOI: https://doi. org/10. 31933/eej. Received: 02/12/2022. Revised: 03/12/2022. Publish: 29/01/2022 EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE CARD SORT GUNA MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IX 4 MTsN 5 KOTA PADANG Gusmalinda MTsN 5 Kota Padang Email: gusmalindaspdbio@gmail. Abstrak Siswa yang memiliki minat belajar tinggi akan melakukan kegiatan lebih banyak dan lebih cepat, dibandingkan dengan siswa yang kurang termotivasi dalam belajar. Minat belajar yang menjadikan siswa meraih prestasinya bukan hanya berasala dari dalam diri siswa tersebut tetapi juga disebabkan oleh segala hal yang memengaruhi kegiatan belajar mereka seperti guru yang mengajar, kurikulum mata pelajaran, sarana dan prasarana, latar belakang keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah, fisik dan rohani siswa, strategi dan serta metode yang diterapkan untuk melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran aktif model Card Short merupakan pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa, dimana dalam pembelajaran ini setiap siswa diberi kartu indeks yang berisi informasi tentang materi yang akan dibahas, kemudian siswa mengelompok sesuai dengan kartu indeks yang dimilikinya. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian akan dilakukan dalam dua siklus, dan dalam tiap siklusnya terdiri atas empat tindakan yaitu perencana, tindakan observasi dan refleksi. Kata Kunci: Efektivitas. Card Sort. Minat Belajar. Hasil Belajar PENDAHULUAN Salah satu faktor penentu suksesnya proses pembelajaran siswa adalah minat belajar karena ia merupakan pondasi yang esensial baginya untuk melakukan kegiatan tersebut dengan baik. Siswa yang minat belajarnya tinggi akan memperoleh prestasi belajar baik. Pentingnya minat belajar terbentuk agar terjadi perubahan belajar kearah lebih positif. Wardiana . 4: . berpandangan bahwa siswa yang memiliki minat belajar tinggi akan melakukan kegiatan lebih banyak dan lebih cepat, dibandingkan dengan siswa yang kurang termotivasi dalam belajar. Prestasi yang diraih akan lebih baik apabila mempunyai minat belajar tinggi. Untuk memiliki minat belajar yang tinggi, ada beberapa faktor yang dapat menumbuhkembangkannya seperti motivasi, perhatian, dan bahan pelajaran dan sikap Sebagai contoh, seseorang siswa memiliki minat tinggi terhadap mata pelajaran tertentu, maka ia akan lebih memusatkan perhatiannya pada mata pelajaran tersebut dibanding sisswa lainnya. Perhatian yang intensif tersebut mendorongnya untuk belajar tekun yang pada akhirnya akan mendapatkan prestasi yang di cita-citakannya. Dalam konteks ini. Page 49 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 seorang guru hendaknya berupaya untuk menumbuhkan minat belajar siswa untuk menguasai mata pelajaran yang dipelajarinya dengan cara yang baik sesuai dengan harapan. Timbulnya minat belajar ini dikarenakan adanya dorongan dari internal seseorang dan hal-hal yang berpengaruh lainnya dari eksternal. Minat belajar yang menjadikan siswa meraih prestasinya bukan hanya berasala dari dalam diri siswa tersebut tetapi juga disebabkan oleh segala hal yang memengaruhi kegiatan belajar mereka seperti guru yang mengajar, kurikulum mata pelajaran, sarana dan prasarana, latar belakang keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah, fisik dan rohani siswa, strategi dan serta metode yang diterapkan untuk melaksanakan pembelajaran. Hal ini dapat dipahami mengingat meskipun keinginan belajar siswa tersebut tertgolong tinggi namun apabila faktor eksternal seperti ketidakmampuan orangtua menyekolahkannya atau metode mengajar yang diterapkan oleh soerang guru tidak dapat mengakomodasi dan mendukung minat siswa, tentu prestasi siswa tersebut akan sulit diraih oleh siswa. Berdasarkan pengalaman yang telah penulis lakukan di MTsN 5 Kota Padang, penulis menemukan bahwa dalam pembelajaran IPA, minat belajar siswa masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari suasana kelas ketika pembelajaran berlangsung. Kegiatan pembelajaran cenderung kurang mengedepankan interaksi siswa. Sehingga siswa cenderung mengantuk, kurang focus, dan bosan. Sehingga kegiatan belajar siswa cenderung Pasif yang terefleksi oleh dominasi pembelajaran satu arah oleh guru, sehingga hasil belajar kurang bermakna. Untuk mengatasi permasalahan kurangnya minat belajar siswa maka peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran yang dapat meingkatkan minat belajar siswa. Untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa, guru melaksanakan pembelajaran IPA dengan menerapkan metode Card Sort. Card Short yakni strategi pembelajaran berupa potonganpotongan kertas yang dibentuk seperti kartu yang berisi informasi atau materi pelajaran. Card Sort . ensortir kart. yaitu suatu strategi yang digunakan pendidik dengan maksud mengajak peserta didik untuk menemukan konsep dan fakta melalui klasifikasi materi yang dibahas dalam pembelajaran. Strategi ini dapat diterapkan apabila guru hendak menyajikan materi atau topik pembelajaran yang memiliki bagian-bagian atau kategori yang luas. Pembelajaran aktif model Card Short merupakan pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa, dimana dalam pembelajaran ini setiap siswa diberi kartu indeks yang berisi informasi tentang materi yang akan dibahas, kemudian siswa mengelompok sesuai dengan kartu indeks yang dimilikinya. Setelah itu siswa mendiskusikan dan mempresentasikan hasil diskusi tentang materi dari kategori kelompoknya. Di sini pendidik lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan menjelaskan materi yang perlu dibahas atau materi yang belum dimengerti siswa setelah presentasi selesai. Card Short . ortir kart. strategi ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek atau mereview ilmu yang telah diberikan sebelumnya atau mengulangi informasi. Gerakan fisik yang dominan dalam strategi ini dapat membantu mendinamisir kelas yang kelelahan (Zaini 2004:. Tujuan dari strategi dan metode belajar menggunakan Aumemilah dan memilih kartu AyCard ShortAy ini adalah untuk mengungkapkan daya ingat atau recall terhadap materi pelajaran yang telah dipelajari siswa. Sehingga siswa benar-benar memahami dan mengingat pelajaran yang telah diberikan. Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas sehingga penulis melakukan penelitian dengan judul efektivitas penerapan metode card sort guna meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IX 4 MTsN 5 Kota Padang. RUMUSAN MASALAH Page 50 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Berdasarkan paparan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini Bagaimana penerapan metode card sort guna meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IX 4 MTsN 5 Kota Padang? Bagaiamana penerapan metode card sort guna meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IX 4 MTsN 5 Kota Padang? METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK), adalah Menurut Sugiyono . metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian akan dilakukan dalam dua siklus, dan dalam tiap siklusnya terdiri atas empat tindakan yaitu perencana, tindakan observasi dan refleksi. Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 5 Kota Padang yang berlokasi di jalan Raya Kuranji No. Kuranji. Kec. Kuranji. Kota Padang. Sumatera Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari- Februari 2021. Subjek penelitian Subjek penelitian adalah sasaran yang akan difokuskan menjadi tempat penelitian, yang nantinya akan dihasilkan data-data dan informasi-informasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX 4 MTsN 5 Kota Padang yang berjumlah 32 orang siswa. Prosedur Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan model penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc teggart . , dengan prosedur penelitian sebagai berikut . Gambar 1. Spiral Penelitian Menurut Kemmis dan Mc Taggart Perencanaan Menyusun rencana pelaksanaan Menyiapkan media pembelajaran Menyusun pedoman observasi. Menyusun alat evaluasi siswa. Tindakan Page 51 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Tahap yang dilakukan antara lain melaksanakan tindakan sesuai scenario dan RPP yang telah dirancang. Langkah-langkah tersebut terdiri dari : Bagikan kertas yang bertuliskan informasi atau kategori tertentu secara acak. Tempelkan kategori utama di papan atau kertas di dinding kelas. Jika salah menempel di berikah hukuman. Hukuman bentuk bernyanyi . Mintalah peserta didik untuk mencari temanya yang memiliki kertas/ kartu yang berisi tulisan kategori yang sama untuk membentuk kelompok dan mendiskusikannya. Mintalah mereka untuk mempresentasikannya Observasi Observasi dilakukan oleh guru untuk melihat minat belajar siswa. Alat yang digunakan untuk observasi adalah lembar cek list dan catatan lapangan. Aspek yangh dipantau dalam kegiatan observasi adalah : Perasaan Senang Keterlibatan Siswa Ketertarikan Perhatian Siswa Refleksi Refleksi dilakukan pada setiap akhir siklus untuk menentukan langkah-langkah Pada akhir siklus dilakukan evaluasi aktivitas siswa, evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat keberhasilan tindakan yang dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada materi Kemagnetan dan Pemanfaatannya. Sebelum dilaksanakanya penelitian ini minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA dikategorikan kurang baik. Berdasarkan hasil pengamatan guru pada pra siklus siswa cenderung merasa bosan dalam belajar IPA. Karena merasa bosan sehingga banyak siswa yang melakukan aktivitas-aktivitas lain ketika belajar seperti bergurau dengan teman lainya, bahkan tidak jarang dijumpai siswa yang mengantuk ketika sedang belajar. Begitu juga dengan hasil belajar siswa. Pada setiap ulangan harian yang dilakukan selalu ada siswa yang tidak mencapai KKM. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut guru menerapkan metode card sort dengan tujuan untuk memperbaiki minat belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Mengingat Mata Pelajaran IPA, merupakan pelajaran jurusan di sekolah menengah atas sehingga pelajaran IPA perlu mendapat perhatian dalam hal pencapaian Pelajaran IPA berperan dalam menentukan kelulusan siswa maka harus dipastikan bahwa siswa harus mencapai prestasi belajar yang baik. Kondisi di lapangan memperlihatkan bahwa prestasi siswa secara umum masih belum bisa dikatakan membanggakan. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Januari-Februari 2021. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat kali pertemuan. Kegiatan penelitian dijabarkan pada siklus dibawah ini : Siklus I . Perencanaan Pada tahap ini guru menyusun RPP, membuat lembar observasi pengamatan, menentukan kriteria keberhasilan tindakan dan membuat instrument penilaian berupa soal objektif sebanyak 30 soal serta mempersiapkan alat dan media yang dibutuhkan dalam penelitian. Tindakan Page 52 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Tahap yang dilakukan antara lain melaksanakan tindakan sesuai scenario dan RPP yang telah dirancang. Langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah metode short card yaitu : Pada pertemuan pertama guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan di capai pada materi Pemanfaatan Medan Magnet pada Migrasi Hewan. Dilanjutkan dengan pemberian materi menggunakan slide PPT, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab Pada pertemuan kedua guru menyampaikan materi, memberikan hand out dan menjelaskan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan pada minggu yang akan datang. Agar pertemuan berikutnya lebih efesian dari segi waktu. Pada pertemuan ketiga kegiatan inti dilakukan dengan langkah : masing-masing siswa diberikan kartu indeks yang berisi materi pelajaran. Kartu indeks dibuat berpasangan berdasarkan definisi, kategori/kelompok, misalnya : dibuat kartu dan kategori migrasi Guru menunjuk salah satu siswa yang memegang kartu, siswa yang lain diminta berpasangan . etap menjaga jara. dengan siswa tersebut bila merasa kartu yang dipegangnya memiliki kesamaan definisi atau kategori. Agar situasinya agak seru dapat diberikan hukuman bagi siswa yang melakuan Jenis hukuman dibuat atas kesepakatan bersama. Contoh hukuman yang diterapkan apabila siswa salah dalam mengurutkan jawaban siswa harus bernyanyi. Guru dapat membuat catatan penting di papan tulis pada saat prosesi terjadi. Observasi Berdasarkan pengamatan siklus I pembelajaran sudah berlangsung dengan baik, siswa terlihat antusisa mengikuti pelajaran IPA. Suasanya menyenangkan juga tergambar Namun demikian masih ditemui beberapa kelemahan diantaranya : Pada saat proses bermain card sort hanya sedikit siswa yang membuat kesimpulan materi yang dibahas pada saat itu. Siswa juga tidak mengajukan pertanyaan tentang hal yang tidak dimengerti . Kelemahan lain yang terjadi pada siklus I adalah, masih terlihat beberapa orang yang bergurau pada saat pembelajaran. selain itu juga siswa yang salah menempelkan menjelaskan menjadi bahan tertawaan siswa lainnya. Siswa masih terlihat malas dan tidak antusias dalam mengikuti pelajaran IPA. Hal ini disebabkan karena siswa dalam menjelaskan materi belum terstruktur sehingga siswa lain masih merasa Hasil pengematan siklus I disajikan pada tabel berikut : Tabel 4. Minat Belajar siswa siklus I Responden Responden 1 Responden 2 Indikator Oo Responden 3 Responden 4 Responden 5 Responden 6 Responden 7 Responden 8 Responden 9 Page 53 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Oo Responden 10 Oo Oo Oo Responden 11 Oo Responden 12 Oo Responden 13 Oo Responden 14 Responden 15 Oo Responden 16 Oo Oo Oo Responden 17 Responden 18 Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Responden 19 Responden 20 Responden 21 Responden 22 Responden 23 Responden 24 Responden 25 Responden 26 Responden 27 Responden 28 Responden 29 Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Responden 32 Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Responden 31 Oo Oo Oo Oo Oo Responden 30 Oo Oo Tabel 4. Distribusi frekuensi Indikator Siklus I Predikat 59,38 Perasaan senang Kurang Berminat 62,50 Keterlibatan Ketertarikan Perhatian Rata-rata 56,25 71,88 62,50 Berdasarkan hasil pengamatan Pada siklus I minat belajar siswa dikategorikan AuKurang berminatAy secara klasikal minat belajar siswa hanya mencapai angka 62. Pada siklus I siswa yang merasa senang dengan pembelajaran IPA melalui penerapan metode card sort berjumlah 19 orang atau 59. Siswa yang terlibat aktif dalam pembelajaran berjumlah 20 orang atau 62. siswa yang tertarik dengan pembelajaran IPA berjumlah 18 orang dan siswa yang terlihat memperhatikan pada saat pembelajaran berjumlah 23 orang atau 71. Keberhasilan tindakan belum tercapai pada siklus I. Karena indikator keberhasilan yakni Ou80% siswa memiliki minat belajar dengan predikat berminat belum tercapai pada siklus I. Page 54 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Setelah dilakukannya tindakan penelitian dengan menerapkan metode card short maka diakhir siklus dilakukan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa. Tes menggunakan soal objektif sebanyak 30 soal. Hasil belajar siklus I disajikan pada tabel dibawah ini : Tabel 4. Hasil belajar siklus I Responden KKM Jumlah Nilai Keterangan Responden 1 83,33 83,33 53,33 83,33 93,33 56,67 76,67 76,67 63,33 83,33 76,67 66,67 83,33 63,33 56,67 73,33 63,33 63,33 83,33 76,67 63,33 63,33 83,33 76,67 Mencapai KKM Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5 Responden 6 Responden 7 Responden 8 Responden 9 Responden 10 Responden 11 Responden 12 Responden 13 Responden 14 Responden 15 Responden 16 Responden 17 Responden 18 Responden 19 Responden 20 Responden 21 Responden 22 Responden 23 Responden 24 Responden 25 Responden 26 Responden 27 Responden 28 Responden 29 Responden 30 Responden 31 Responden 32 Page 55 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Tabel 4. Distribusi Frekuensi Aspek Jumlah siswa mencapai KKM Persentase Rata- Rata Nilai terendah Nilai tertinggi Siklus Berdasarkan tabel diatas, jumlah siswa yang mencapai KKM pada mata pelajaran IPA adalah 17 orang siswa atau 53. Nilai terandah adalah 50 dan nilai tertinggi adalah 93. Rata-rata kelas pada siklus I adalah 70. Indikator pencapaian yaitu Ou 75% siswa mencapai KKM belum terpenuhi, karena pada siklus I ketuntasan belajar siswa hanya 53. dengan halnya minat belajar, hasil belajar pada siklus I ini belum mencapai target yang Hal ini juga menunjukan bahwa minat belajar siswa sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan siklus I menunjukan bahwa minat belajar siswa belum mencapai indikator keberhasilan penelitian yakni Ou80% siswa memiliki minat belajar dengan kategori berminat. Pada saat pelaksanaan pembelajaran tian indikator yang menjadi focus pengamatan belum menunjukan hasil yang maksimal. Pada pembelajaran IPA siklus I ini siswa masih terlihat bingung dengan tahap-tahap pembelajaran yang dilaksanakan. Hal ini dianggap wajar karena metode ini memang baru pertama kali diterapkan dikelas tersebut. Demikian halnya dengan hasil belajar siswa. Pada siklus I indikator keberhasilan penelitian belum tercapai. Kelemahan-kelemahan inilah yang nantinya dijadikan bahan perbaikan pada siklus berikutnya. Siklus II . Perencanaan Rencana perbaiakn tindakan yang akan dilakukan pada siklus II yaitu setelah selesai bermain card sort guru menugaskan kepada siswa untuk membuat kesimpulan materi yang dipelajarai. Selain itu juga guru membuka sesi Tanya jawab setelah permainan Kemudian guru menyusun RPP, membuat lembar observasi pengamatan, menentukan kriteria keberhasilan tindakan dan membuat instrument penilaian berupa soal objektif sebanyak 30 soal . Tindakan Tindakan perbaikan yang dilakukan pada siklus II adalah : Pada pertemuan pertama guru menyampaikan tujuan pembelajaran Dilanjutkan dengan pemberian materi menggunakan video pembelajaran baik itu yang di buat oleh guru sendiri ataupun yang di donload dari youtube, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab . Pada pertemuan kedua guru menyampaikan materi, memberikan hand out dan menjelaskan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan pada minggu yang akan datang. Agar pertemuan berikutnya lebih efesian dari segi waktu. Pada pertemuan ketiga kegiatan inti dilakukan dengan langkah : masingmasing siswa diberikan kartu indeks yang berisi materi pelajaran. Kartu indeks Page 56 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 dibuat berpasangan berdasarkan definisi, kategori/kelompok, banyak siswa makin banyak pula pasangan kartunya. Guru menunjuk salah satu siswa yang memegang kartu, siswa yang lain diminta berpasangan dengan siswa tersebut bila merasa kartu yang dipegangnya memiliki kesamaan definisi atau kategori. Agar situasinya agak seru dapat diberikan hukuman bagi siswa yang melakuan Jenis hukuman dibuat atas kesepakatan bersama. Guru dapat membuat catatan penting di papan tulis pada saat prosesi terjadi. Observasi Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada siklus II terjadi peningkatan terhadap minat belajar siswa. secara keseluruhan terlihat siswa antusias menonton video pembelajaran, karena siswa dibawa melihat contoh-contoh yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini memberikan dampak sangat baik, karena seluruh siswa dapat memahami menguasai materi yang sedang di bahas. Siswa mempersiapkan diri dengan membaca materi yang diberikan oleh guru jika sewaktu-waktu ditunjuk untuk menempelkan kartu tidak ingin melakukan kesalahan lagi. Karena siswa sepertinya malu kalau disuruh menyanyi didepan kelas, selaian itu mereka saling berlomba mempersiapkan diri untuk mempresentasikan atau menyajikan materi agar mencapai hasil yang maksimal. Hasil pengamatan siklus II disajikan pada tabel dibawah ini : Tabel 4. Minat belajar siklus II Responden Responden 1 Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5 Responden 6 Responden 7 Responden 8 Responden 9 Responden 10 Responden 11 Responden 12 Responden 13 Responden 14 Responden 15 Responden 16 Responden 17 Responden 18 Responden 19 Responden 20 Responden 21 Responden 22 Responden 23 Responden 24 Page 57 Indikator Oo E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Responden 25 Responden 26 Responden 27 Responden 28 Responden 29 Responden 30 Responden 31 Responden 32 Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Tabel 5. Distribusi frekuensi Indikator 1 Perasaan senang 2 Keterlibatan 3 Ketertarikan 4 Perhatian Rata-rata Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Siklus II Predikat Sangat Berminat Setelah dilakukan perbaikan tindakan, pada siklus II terjadi peningkatan minat belajar secara klasikal siswa yang memiliki minat terhadap pembelajaran IPA dengan penerapan metode card short berjumlah 91. Pada siklus II siswa yang merasa senang dengan pembelajaran IPA dengan penerapan metode card short berjumlah 32 orang atau siswa yang terlibat aktif dalam pembelajaran berjumlah 29 orang atau 91%. Siswa yang tertarik dengan pembelajaran IPA berjumlah 28 orang atau 88%. dan siswa yang terlihat memperhatikan pada saat pembelajaran berjumlah 28 orang atau 88%. Setiap indikator minat belajar mengalami peningkatan yang sangat signifikan Terjadinya peningkatan minat belajar siswa terhadap pembelajarn IPA, memberikan pengaruh baik terhadap hasil belajar siswa. Dari tes yang dilakukan diakhir siklus terjadi peningkatan pada seluruh indikator hasil belajar siswa. Data hasil belajar siswa disajakan pada tabel dibawah ini : Tabel 4. Hasil belajar siklus II Responden KKM Jumlah Nilai Keterangan Responden 1 86,67 73,33 83,33 96,67 83,33 83,33 86,67 93,33 83,33 Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5 Responden 6 Responden 7 Responden 8 Responden 9 Responden 10 Responden 11 Page 58 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Responden 12 Responden 13 Responden 14 Responden 15 Responden 16 Responden 17 Responden 18 Responden 19 Responden 20 Responden 21 Responden 22 Responden 23 Responden 24 Responden 25 Responden 26 Responden 27 Responden 28 Responden 29 Responden 30 Responden 31 Responden 32 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 76,67 93,33 86,67 93,33 73,33 93,33 83,33 83,33 76,67 73,33 76,67 76,67 76,67 73,33 76,67 83,33 Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Tidak Mencapai KKM Mencapai KKM Mencapai KKM Tabel 4. Distribusi frekuensi Aspek Jumlai siswa mencapai KKM Persentase Rata- Rata Nilai terendah Nilai tertinggi Siklus I Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar Pada siklus II jumlah siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan menjadi 29 orang atau 90. Nilai terendah adalah 60 dan nilai tertinggi adalah 96. Rata-rata kelas pada siklus II adalah 81. Indikator keberhasilan telah tercapai pada siklus II karena ketuntasan belajar siswa sudah melebihi 75%. Melalui perbaiakan tindakan penelitian memberikan dampak baik terhadap hasil belajar Mata pelajaran IPA tidak dapat hanya disampaikan dengan metode ceramah. Terutama pada materi Kemagnetan dan Pemanfaatannya. Keseluruhan materi ini berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan menjadi lebih menarik dengan manayangakan dan menonton berbagai contoh yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Tidak lagi terdapat siswa yang mengantuk pada siklus II ini. Page 59 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 . Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan siklus II menunjukan bahwa minat belajar siswa telah mencapai indikator keberhasilan penelitian yakni Ou80% siswa memiliki minat belajar dengan kategori berminat. Pada saat pelaksanaan pembelajaran tiap indikator yang menjadi focus pengamatan telah menunjukan hasil yang maksimal. Terjadinya peningkatan minat dan hasil belajar siswa tersebut maka hal ini telah menunjukan keberhasilan penelitian melalui penerapan metode card short . Untuk itu penelitian diakhiri sampai dengan siklus II. Pembahasan Peningkatan Minat Belajar Minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Siswa yang berminat terhadap IPA akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh seperti rajin belajar, merasa senang mengikuti penyajian pembelajaran dan bahkan dapat menemukan kesulitan-kesulitan dalam belajar karena adanya daya tarik yang diperoleh dengan mempelajari. Siswa akan akan terus merasa tertarik belajar karena pelajaran tersebut menarik minatnya. Minat berhubungan erat dengan motivasi. Motivasi muncul karena adanya kebutuhan, begitu juga minat, sehingga tepatlah bila minat merupakan alat motivasi. Proses belajar akan berjalan lancar bila disertai minat. Oleh karena itu, guru perlu membangkitkan minat siswa agar pelajaran yang diberikan mudah siswa mengerti. Kondisi kejiwaan sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Itu berarti bahwa minat sebagai suatu aspek kejiwaan melahirkan daya tarik tersendiri untuk memperhatikan suatu obyek tertentu. Demikian halnya yang terjadi pada kelas IX 4 MTsN 5 Kota Padang, setelah diterapkan penerapan metode card short terjadi peningkatan minat belajar siswa. Peningkatan minat belajar siswa kelas IX 4 dijabarkan pada tabel dibawah ini : Tabel 4. Peningkatan minat belajar siswa kelas IX 4 Indikator Siklus I Siklus II Predikat Predikat Kurang Sangat 1 Perasaan senang 19 Berminat 50 Berminat 29 2 Keterlibatan 3 Ketertarikan 4 Perhatian 62,50 Rata-rata Pada siklus I minat belajar siswa dikategorikan AuKurang berminatAy secara klasikal minat belajar siswa hanya mencapai angka 62. Pada siklus I siswa yang merasa senang dengan pembelajaran IPA dengan penerapan metode card short berjumlah 19 orang siswa yang terlibat aktif dalam pembelajaran berjumlah 20 orang atau siswa yang tertarik dengan pembelajaran IPA berjumlah 18 orang atau 56. dan siswa yang terlihat memperhatikan pada saat pembelajaran berjumlah 23 orang atau Keberhasilan tindakan belum tercapai pada siklus I. Karena indikator keberhasilan yakni Ou80% siswa memiliki minat belajar dengan predikat berminat belum Setelah dilakukan perbaikan tindakan, pada siklus II terjadi peningkatan minat belajar siswa. secara klasikal siswa yang memiliki minat terhadap pembelajaran IPA dengan penerapan metode card short berjumlah 91. Pada siklus II siswa yang merasa senang dengan pembelajaran IPA dengan penerapan metode card short berjumlah 32 orang Page 60 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 atau 100%. siswa yang terlibat aktif dalam pembelajaran berjumlah 29 orang atau 91%. Siswa yang tertarik dengan pembelajaran IPA berjumlah 28 orang atau 88%. dan siswa yang terlihat memperhatikan pada saat pembelajaran berjumlah 28 orang atau 88%. Setiap indikator minat belajar mengalami peningkatan yang sangat signifikan Peningkatan minat belajar siswa digambarkan melalui diagram dibawah ini : Penerapan metode card short dapat meningkatkan minat belajar siswa. siswa merasa senang dengan pembelajaran dengan metode ini karena siswa tidak lagi harus mendengarkan ceramah guru yang dapat membuat siswa mengantuk. Selain itu Keterlibatan Siswa siswa dalam proses pembelajaran menunjukan adanya minat belajar yang baik. Minat melahirkan perhatian spontan yang memungkinkan terciptanya konsentrasi untuk waktu yang lama dengan demikian, minat merupakan landasan bagi konsentrasi. Minat bersifat sangat pribadi, orang lain tidak bisa menumbuhkannya dalam diri siswa, tidak dapat memelihara dan mengembangkan minat itu, serta tidak mungkin berminat terhadap sesuatu hal sebagai wakil dari masing-masing siswa. Minat dan perhatian dalam belajar mempunyai hubungan yang erat sekali. Seseorang yang menaruh minat pada mata pelajaran tertentu, biasanya cenderung untuk memperhatikan mata pelajaran tersebut. Sebaliknya, bila seseorang menaruh perhatian secara kontinyu baik secara sadar maupun tidak pada objek tertentu, biasanya dapat membangkitkan minat pada objek tersebut. Mengembangkan minat terhadap sesuatu pada dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana hubungan antara materi yang diharapkan untuk dipelajarinya dengan dirinya sendiri sebagai individu. Proses ini berarti menunjukkan pada siswa bagaimana pengetahuan atau kecakapan tertentu mempengaruhi dirinya, melayani tujuan-tujuannya, memuaskan kebutuhan-kebutuhannya. Bila siswa menyadari bahwa belajar merupakan suatu alat untuk mencapai beberapa tujuan yang dianggapnya penting dan bila siswa melihat bahwa dari hasil dari pengalaman belajarnya akan membawa kemajuan pada dirinya, kemungkinan besar siswa akan berminat dan bermotivasi untuk mempelajarinya. Dengan demikian perlu adanya usaha-usaha atau pemikiran yang dapat memberikan solusi terhadap peningkatan minat belajar siswa, utamanya dengan yang berkaitan dengan materi IPA. Minat sebagai aspek kewajiban bukan aspek bawaan, melainkan kondisi yang terbentuk setelah dipengaruhi oleh lingkungan. Karena itu minat sifatnya berubah-ubah dan sangat tergantung pada individunya. Page 61 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Peningkatan Hasil Belajar Tabel 4. Peningkatan hasil belajar Aspek Siklus I Jumlai siswa mencapai KKM Persentase Rata- Rata Nilai terendah Nilai tertinggi Siklus II Pada siklus I jumlah siswa yang nencapai KKM pada mata pelajaran IPA adalah 17 orang siswa atau 53. nilai terandah adalah 50 dan nilai tertinggi adalah 93. Rata-rata kelas pada siklus I adalah 70. Indikator pencapaian yaitu Ou 75% siswa mencapai KKM belum terpenuhi, karena pada siklus I ketuntasan belajar siswa hanya 53. Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar Pada siklus II jumlah siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan menjadi 29 orang atau 90. nilai terendah adalah 60 dan nilai tertinggi adalah 96. Rata-rata kelas pada siklus II adalah 81. Indikator keberhasilan telah tercapai pada siklus II karena kektuntasan belajar siswa sudah melebihi 75%. Peningkatan hasil belajar IPA digambarkan pada diagram dibawah ini : Hasil belajar juga dipengaruhi oleh cara-cara belajar yang dilakukan oleh siswa itu sendiri, sebagaimana pendapat Syah . bahwa AuFaktor yangmempengaruhi belajar yaitu faktor pendekatan belajar yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaranAy Faktor intern yang mempengaruhi belajar dan hasil belajar salah satunyaadalah Beberapa gejala yang telah dipaparkan di atas, yaitu masih rendahnya perhatiandan aktivitas siswa yang menunjukkan bahwa minat belajar siswa kelas IX masih rendah. Slameto . 3: . AuMinat belajarmemiliki pengaruh yang besar terhadap hasil belajar, karena jika bahan pelajaranyang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar denganbaik. Jika belajar tanpa disertai minat, siswa akan malas dan tidak akan mendapatkan kepuasan dalam mengikuti pembelajaranAy. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru dalam mengubah proses belajar yang membosankan yaitu menerapkan metode card short, agar suasana pembelajarn dikelas lebih aktif dan hidup. Dalam penerapan metode card short ini, siswa dituntut lebih aktif dibandingkan dengan guru. Dengan melaksanakan pembelajaran cooperative ini, siswa memungkinkan dapat meraih keberhasilan dalam belajar, disamping itu juga bisa melatih siswa untuk memiliki Page 62 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 keterampilan, baik keterampilan berpikir . hinking skil. maupun keterampilan sosial . ocial skil. seperti keterampilan untuk mengemukakan pendapat, menerima saran dan masukan dari orang lain, bekerjasama, rasa setia kawan, dan mengurangi timbulnya perilaku yang menyimpang dalam kehidupan kelas. Strategi pembelajaran ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan secara penuh dalam suasana belajar yang terbuka dan demokratis. Siswa bukan lagi sebagai objek pembelajaran namun bisa juga berperan sebagai tutor bagi teman sebayanya. Pengaruh implementasi metode card short terhadap peningkatan prestasi belajar sangatlah penting. Memberi kesempatan kepada siswa agar lebih aktif dan guru hanya memberikan bantuan secara bertahap sehingga merangsang siswa melakukan aktivitas baik secara individual maupun kelompok agar dapat mengembangkan kemandirian sehingga prestasi belajar siswa akan lebih baik. Kelebihan dari metode card short yaitu dapat meningkatkan daya serap siswa karena pembelajaran dilakukan dengan demonstrasi, melatih siswa untuk menjadi guru yang telah didengar, dan memotivasi siswa untuk menjadi yang terbaik dalam menjelaskan materi KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penerapan metode Card Sort pada pembelajaran IPA efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas IX 4 MTsN 5 Kota Padang. Pada siklus I minat belajar siswa secara klasikal hanya 62. 5 % dari keseluruhan jumlah siswa. Pada siklus II terjadi peningkatan terhadap minat belajar siswa. Pada siklus II minat belajar siswa meningkat menjadi 91. Penerapan metode Card Sort pada pembelajaran IPA efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX 4 MTsN 5 Kota Padang. Pada siklus I ketuntasan belajar 1 % dari keseluruhan meningkat menjadi 90. 6 % pada siklus II. Saran Untuk menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenanhgkan guru harus terus kreatif menerapkan berbagai model pembelajaran Untuk mengatasi kejenuhan siswa guru hendaknya mencobakan metode bermain card sort pada mata pelajaran lainnya. DAFTAR PUSTAKA