Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 3026-7048 (Online - Elektroni. https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare. Enhancing Grade 1 Student Engagement in Mathematics through Learning Media at SDN Tanjung Jati 2 Richa Mulya Artikasari1. Nuril Mumtaz2. Agung Setyawan3. Kakoma Luneta4 1,2,3 Universitas Trunojoyo Madura. Bangkalan,Jawa Timur. Indonesia 4 Mathematics Education. Faculty of Education. University of Johannesburg. South Afrika correspondence e-mail: 220611100122@student. 220611100132@student. setyawan@student. kluneta@uj. Abstract The research aimed at enhancing student engagement in mathematics lessons at Class 1 of SDN Tanjung Jati 2 during the 2023/2024 academic year through the use of learning The subjects of the study were 12 students from Class 1 of SDN Tanjung Jati 2. The research employed both qualitative and quantitative analysis methods. The findings showed that in Cycle 1, student engagement reached 70%, while in Cycle 2, it increased to 85%. The increased engagement was reflected in several indicators, including students' attention to material explanations, their willingness to ask questions, their participation in listening to material explanations, and their readiness to complete tasks assigned by the teacher. This discovery indicates that the learning media used in the study successfully enhanced student engagement in mathematics lessons at Class 1 of SDN Tanjung Jati 2. Keywords: Student activity. Instructional media. Mathematics Riwayat artikel: Diterima : 20 May 2024 Dikirim : 31 May 2024 Revisi :13 December 2024 A 2024 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution ShareAlike (CC BY SA) license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/) . Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 Pendahuluan Siswa sekolah dasar adalah anak dengan jenjang usia 6/7 tahun sampai 12 Pada masa ini anak memasuki tahap Operasional Konkret menurut teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Pada tahap ini anak telah memiliki kecakapan berpikir secara logis. Anak dapat melihat suatu obyek atau persoalan dari berbagai macam segi atau menyeluruh. Akan tetapi sistem operasinya masih didasarkan pada hal-hal yang konkret, belum bisa bersifat abstrak apalagi hipotesis. Menurut Sadiman, 1984 . alam Daniyati, 2. pembelajaran adalah upaya yang disengaja oleh guru atau pendidik untuk membantu siswa atau peserta didiknya belajar sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan serangkaian upaya yang direncanakan untuk memanipulasi sumbersumber belajar agar terjadi proses belajar di dalam diri siswa. Pelajaran matematika pertama kali diterima secara formal oleh peserta didik pada waktu mereka duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar (SD). Pada tahap ini, mereka memiliki peluang besar untuk mengembangkan minat atau ketidaksukaan terhadap matematika. Kelas 1 SD adalah awal dari perjalanan mereka dalam matematika pada tahap ini dengan baik. Tujuan pembelajaran akan didapatkan siswa ketika dengan aktif berusaha mencapainya. Keaktifan siswa tersebut perlu dilihat dari segi fisik dan juga segi psikologis. Jika hanya salah satu dari dua kategori itu yang aktif, maka tujuan dari pembelajaran dapat dikatakan belum tercapai (Frengky, 2. Menurut Wibowo, 2016 . alam Putri & Firmansyah, 2. keaktifan mencakup aktivitas fisik dan mental, yang merupakan kombinasi antara bertindak dan berpikir sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan. TeachersAo role in engaging students to participate in their own learning is often regarded as the most pivotal component of effective instruction (Haylock, 2. Penting bagi guru untuk mengembangkan keaktifan siswa dalam setiap pembelajaran, karena keterlibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran akan meningkatkan tingkat keaktifan belajar. Keaktifan siswa tidak hanya sebatas mendengarkan atau memahami materi, tetapi juga melibatkan mereka dalam kegiatan seperti menjelaskan tugas atau mencari solusi untuk masalah yang diberikan (Luneta, 2. https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Enhancing Grade 1 Student Engagement in Mathematics through Learning Media at SDN Tanjung Jati 2 Richa Mulya Artikasari. Nuril Mumtaz. Agung Setyawan. Kakoma Luneta Muhibbin, 2012 . alam Kosasih. Mulyani, 2. menyatakan bahwa elemenelemen yang mempengaruhi keaktifan belajar siswa dapat dikelompokkan menjadi tiga faktor utama, yaitu: Faktor internal siswa. Faktor eksternal siswa. Faktor pendekatan belajar. Banyak sekali faktor Ae faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa, salah satunya media pembelajaran. Sudjana & Rival, 1992:2 . alam Meliyawati, 2. menjelaskan salah satu manfaat media pembeljaran yaitu Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain. Media pembelajaran yang efektif dapat membuat siswa lebih terlibat dan termotivasi untuk belajar, karena memberikan variasi dalam metode penyampaian materi dan menyediakan konteks visual atau interaktif yang memudahkan pemahaman konsep yang sulit. Menurut yaumi . Jenis media pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam beberapa bagian, yaitu: a. Media cetak, b. Media pameran, c. Audio, d. Visual, e. Multimedia, f. Komputer dan Jaringan. Research asserts that effective learning requires active participation from students at any point of instruction including classroom discussions (Prahmana. Helsa, & Dalais 2. Namun, di SDN Tanjung Jati 2, penelitian awal pada tanggal 1 Maret 2024 mengungkapkan adanya hambatan dalam partisipasi siswa dalam diskusi Beberapa siswa merasa malu untuk berkontribusi, menyebabkan gangguan dalam aliran pembelajaran. There are several studies that have documented the use and advantages of learning media, especially in mathematics instruction (Yanti. RifAoat and Suratman, 2015. Haris and Putri, 2011. Jaelani. Putri and Hartono 2013. Sukowati 2. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa melalui media pembelajaran pada kelas 1 SDN Tanjung Jati 2 pada mata pelajaran Matematika. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Meningkatkan Keaktifan Siswa Melalui Media Pembelajaran Dalam Mata Pelajaran Matematika Kelas 1 SDN Tanjung Jati 2. https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Oleh karena itu, penelitian ini termasuk dalam metode campuran baik dalam pengumpulan data maupun analisis data (Kumar, 2. Keuntungan dari metode campuran adalah memberikan data yang terperinci dan terkontekstualisasi dari perspektif kualitatif serta wawasan yang tervalidasi secara eksternal dan dapat digeneralisasikan dari data kuantitatif (George, 2. Metode yang dilakukan adalah analisis kualitatif dan Analisis kualitatif digunakan untuk mengelola data hasil pengamatan selama proses tindakan siklus, yakni melihat dari kelebihan dan kelemahan pada tindakan siklus menggunakan media video pembelajaran, dan penarikan kesimpulan / verifikasi data. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk mengelola data keaktifan belajar siswa dengan lembar observasi, keaktifan belajar siswa yang berisi indikator keaktifan harus dicapai siswa. Penilaian pada lembar observasi ini adalah dengan menentukan persentase keaktifan setiap siswa. Persentase keaktifan siswa diperoleh dengan rumus sebagai berikut: Capaian= ycycycoycoycaEa ycycoycuyc ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceEa ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycyco ycu 100% The benchmark for the success of this classroom action research is when the improvement in student engagement reaches a minimum percentage of 75%. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan pada tanggal 1 maret 2024, didapat informasi bahwa keaktifan siswa di kelas 1 SDN Tantung Jati 2 pada pelajaran Matematika belum optimal. Selama pembelajaran Matematika, beberapa siswa terlihat kurang memperhatikan penjelasan guru, jarang bertanya, dan perlu bantuan guru saat menjawab pertanyaan. Informasi ini menjadi dasar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam materi penjumlahan dengan menggunakan media Prosedur pembelajaran selengkapnya adalah sebagai berikut: Hasil Penelitian Siklus I Penelitian Siklus I dilaksanakan pada tanggal 8 Maret 2024. Penelitian pada siklus I dibagi dalam 4 . kegiatan, yaitu: . Perencanaan, . Pelaksanaan Tindakan, . Observasi, dan . Refleksi. https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Enhancing Grade 1 Student Engagement in Mathematics through Learning Media at SDN Tanjung Jati 2 Richa Mulya Artikasari. Nuril Mumtaz. Agung Setyawan. Kakoma Luneta Perencanaan Tindakan Siklus I Sebelum melaksanakan tindakan, peneliti terlebih dahulu mempersiapkan berbagai hal yang mendukung penggunaan media pembelajaran yang nantinya dapat meningkatkan keaktifan siswa. Adapun persiapan yang dilakukan adalah membuat lembar observasi aktivitas peserta didik, menyiapkan video pembelajaran, menyiapkan soal tes. Pelaksanaan Tindakan Siklus I Tindakan yang dilaksanakan pada siklus I merupakan pelaksanaan dari perencanaan tindakan yang telah disusun yaitu mengacu pada pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berupa video pemebelajaran. Pelaksanaan tindakan siklus I terdiri dari 1 kali pertemuan yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Materi yang digunakan adalah materi penjumlahan 1-10. Kegiatan Awal Peserta didik dikondisikan agar siap mengikuti pembelajaran. Peserta didik menjawab salam dari guru dan salah satu peserta didik diberikan kesempatan untuk memimpin berdoa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing sebelum pembelajaran dilaksanakan. Untuk memperhatikan guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran pada pertemuan ini. Guru memberikan apersepsi dan motivasi tentang materi yang akan dipelajari dan dikaitkan dengan peristiwa yang sering dijumpai dalam kehidupan. Kegiatan Inti Peserta didik menyimak video tentang materi penjumlahan dengan menggunakan laptop dan proyektor. Peserta didik dengan bimbingan guru mengerjakan soal. Peserta didik bertanya kepada guru jika mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. Setelah selesai mengerjakan soal, peserta didik memeriksa kembali pengerjaan yang telah mereka buat. Serta memberitahukan guru https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare bahwa pekerjaannya sudah selesai Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 . Kegiatan Penutup Setelah kegiatan inti selesai, peserta didik menerima apresiasi dan evaluasi terhadap seluruh tugas yang sudah dikerjakan dari guru. Peserta didik bersama guru melakukan refleksi pembelajaran mengenai materi pembelajaran pada pertemuan ini. Peserta didik menyimak pesan-pesan moral yang di sampaikan guru. Selanjutnya, peserta didik mendengarkan guru menyampaikan informasi terkait pembelajaran di pertemuan Setelah itu, peserta didik berdoAoa bersama sebagai akhir dari kegiatan pembelajaran. Observasi Selama pelaksanaan tindakan berlangsung, peneliti melakukan pengamatan dan pencatatan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disediakan. Hal-hal yang diamati dan dicatat oleh peneliti adalah keaktifan siswa selama proses pembelajaran mata pelajaran Matematika materi penjumlahan. Hasil pengamatan aktivitas belajar siswa melalui pedoman lembar observasi dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 1. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa pada Siklus I Indikator Siswa memperhatikan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru Siswa berani mengajukan pertanyaan Siswa berani menjawab pertanyaan Siswa mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru Siswa bersedia mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Jumlah Presentase: yeya Aktif: y yayaya% = 70% Aktif Kurang Aktif Tidak Aktif yiya Kurang aktif: Tidak aktif: y yiya y yiya y yayaya% = 15% y yayaya% = 15% Kemudian hasil persentase tersebut ditafsirkan dengan kategori interpretasi sebagai berikut: https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Enhancing Grade 1 Student Engagement in Mathematics through Learning Media at SDN Tanjung Jati 2 Richa Mulya Artikasari. Nuril Mumtaz. Agung Setyawan. Kakoma Luneta Capaian Kriteria 75% - 100% Tinggi 51% - 74% Sedang 25% - 50% Rendah 0% - 24% Sangat Rendah Berdasarkan data tabel diatas, didapatkan hasil observasi keaktifan siswa pada siklus I menunjukkan bahwa nilai rata-rata keaktifan siswa yaitu 70% aktif, 15% kurang aktif, dan 15% tidak aktif. Dengan demikian siswa kelas I SDN Tanjung Jati 2 mencapai kategori keaktifan yang sedang dalam pembelajaran Matematika menggunakan media pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi terhadap keaktifan siswa pada siklus I, menunjukkan bahwa siswa sudah menunjukkan respon positif walaupun masih ada sebagian siswa yang belum terlibat aktif. Tidak semua siswa melakukan aktivitas belajar sesuai dengan indikator yang akan dicapai. Pada siklus I menunjukkan bahwa indikator keaktifan siswa masih belum mencapai indikator keberhasilan yang Hal ini dikarenakan siswa kurang aktif dalam kegiatan tanya Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan pada pembelajaran Matematika siklus I menggunakan media pembelajaran, menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berjalan cukup baik namun belum maksimal. Selama pelaksanaan pembelajaran masih terdapat beberapa kekurangan sehingga menuntut adanya perbaikan pada siklus Dalam hal ini aktivitas siswa dalam belajar ketika menggunakan media pembelajaran masih memiliki kekurangan, hal ini terlihat karena masih ada siswa yang masih malu untuk mengangkat tangannya ketika akan Siswa Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I dapat disimpulkan bahwa hasil siklus I belum mencapai indikator keberhasilan penelitian, sehingga perlu perlu melakukan tindakan berikutnya, yaitu siklus II tujuannya adalah agar keaktifan siswa dapat tercapai secara maksimal. Adanya tindakan siklus ke II adalah https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 sebagai upaya perbaikan dari siklus ke I yang hasilnya belum sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hasil Penelitian Siklus II Penelitian Siklus II dilaksanakan pada tanggal 03 April 2024. Penelitian pada siklus 2 dibagi dalam 4 . kegiatan, yaitu: . Perencanaan, . Pelaksanaan Tindakan, . Observasi, dan . Refleksi. Sebagai dasar dari kegiatan tersebut adalah hasil observasi dan refleksi yang telah dilakukan pada penelitian tindakan Perencanaan Tindakan Siklus II Pada tahap perencanaan pembelajaran pada siklus II, tindakan yang dilakukan hampir sama dengan pembelajaran siklus I yaitu sebelum melaksanakan tindakan, peneliti terlebih dahulu mempersiapkan berbagai hal yang mendukung penggunaan media pembelajaran yang nantinya dapat meningkatkan keaktifan siswa. Adapun persiapan yang dilakukan adalah membuat lembar observasi aktivitas peserta didik, menyiapkan video pembelajaran, dan menyiapkan soal tes. Pelaksanaan Tindakan Siklus II Tindakan yang dilaksanakan pada siklus II merupakan pelaksanaan dari perencanaan tindakan yang telah disusun yaitu mengacu pada pembelajaran dengan menggunakan media pembelajara. Pelaksanaan tindakan siklus II terdiri dari 1 kali pertemuan yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Materi yang digunakan adalah materi terkait penjumlahan 1120. Kegiatan Awal Peserta didik dikondisikan agar siap mengikuti pembelajaran. Peserta didik menjawab salam dari guru dan salah satu peserta didik diberikan kesempatan untuk memimpin berdoa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaanya masing-masing sebelum pembelajaran Untuk mengawali pembelajaran secara klasikal, peserta pembelajaran pada pertemuan ini. Guru memberikan apersepsi dan https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Enhancing Grade 1 Student Engagement in Mathematics through Learning Media at SDN Tanjung Jati 2 Richa Mulya Artikasari. Nuril Mumtaz. Agung Setyawan. Kakoma Luneta motivasi tentang materi yang akan dipelajari dan dikaitkan dengan peristiwa yang sering dijumpai dalam kehidupan. Kegiatan Inti Peserta didik menyimak video tentang materi penjumlahan 11-20 dengan menggunakan laptop dan proyektor. Setelah penayangan video, peserta didik mendengarkan guru menyampaikan pertanyaan terkait tayangan video untuk merangsang peserta didik agar lebih aktif. Selanjutnya, peserta didik diintruksikan oleh guru untuk mengerjakan soal penjumlahan 11-20. Peserta didik bertanya kepada guru jika mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. Setelah selesai mengerjakan soal, peserta didik memeriksa kembali pengerjaan yang telah mereka buat. Serta memberitahukan guru bahwa pekerjaannya sudah selesai . Kegitan Penutup Setelah kegiatan inti selesai, peserta didik menerima apresiasi dan evaluasi terhadap seluruh tugas yang sudah dikerjakan dari guru. Peserta didik bersama guru melakukan refleksi pembelajaran mengenai materi pembelajaran pada pertemuan ini. Peserta didik menyimak pesan-pesan moral yang di sampaikan guru. Selanjutnya, peserta didik mendengarkan guru menyampaikan informasi terkait pembelajaran di pertemuan Setelah itu, peserta didik berdoAoa bersama sebagai akhir dari kegiatan pembelajaran. Observasi Selama pengamatan dan pencatatan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disediakan. Hal-hal yang diamati dan dicatat oleh peneliti adalah keaktifan siswa selama proses pembelajaran mata pelajaran matematika materi penjumlahan. Hasil pengamatan aktivitas belajar siswa melalui pedoman lembar observasi dapat dilihat pada tabel berikut. https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 Tabel 2. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa pada Siklus II Indikator Siswa memperhatikan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru Siswa berani mengajukan pertanyaan Siswa berani menjawab pertanyaan Siswa mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru Siswa bersedia mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Jumlah Presentase: yeya Aktif: y yayaya% = 85% Aktif Kurang Aktif Tidak Aktif yiya Kurang aktif: Tidak aktif: yc yiya yi yiya y yayaya% = 10% y yayaya% = 5% Kemudian hasil persentase tersebut ditafsirkan dengan kategori interpretasi sebagai berikut: Capaian Kriteria 75% - 100% Tinggi 51% - 74% Sedang 25% - 50% Rendah 0% - 24% Sangat Rendah Berdasarkan data tabel diatas, didapatkan hasil observasi keaktifan siswa pada siklus II menunjukkan bahwa nilai rata-rata keaktifan siswa yaitu 85% aktif, 10% kurang aktif, dan 5% tidak aktif. Dengan demikian siswa kelas I SDN Tanjung Jati 2 mencapai kategori keaktifan tinggi dalam pembelajaran Matematika menggunakan media pembelajaran. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa keaktifan siswa meningkat. Rata-rata peresentase dari siklus I menunjukkan 70% yang berada dalam kategori sedang, kemudian diadakannya siklus II terjadi peningkatan keaktifan siswa menjadi 85 % berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil observasi terhadap keaktifan siswa pada siklus II, diketahui bahwa siswa sudah mulai berperan aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran. Indikator keaktifan siswa sudah mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan yaitu 85%. Hal https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Enhancing Grade 1 Student Engagement in Mathematics through Learning Media at SDN Tanjung Jati 2 Richa Mulya Artikasari. Nuril Mumtaz. Agung Setyawan. Kakoma Luneta tersebut karena siswa sudah mulai tertarik dengan penggunaan media pembelajaran, sehingga keaktifan siswa meningkat saat melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Siswa sudah terlihat aktif dalam bertanya dan mengemukakan jawabannya, mereka sangat antusias dengan tugas yang Refleksi Hasil penelitian secara keseluruhan pada pembelajaran dari siklus I hingga siklus II menunjukkan adanya peningkatan terhadap keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut menunjukkan adanya respon positif dari siswa dalam mengikuti pembelajaran Matematika dengan menggunakan media pembelajaran. Keaktifan siswa dari sebelum diadakan tindakan belum optimal, kemudian peneliti mengadakan tindakan pada siklus I dengan perolehan hasil pengamatan dengan rata-rata 70% dalam kategori sedang, kemudian dilanjutkan lagi siklus II, dengan perolehan hasil pengamatan rata-rata 85% dalam kategori tinggi. Keaktifan siswa setiap diadakannya tindakan menjadi meningkat. Penggunaan media pembelajaran untuk siswa kelas I SDN Tanjung Jati 2 dapat meningkatkan keaktifan siswa. Pembahasan Penelitian yang dilakukan ini memfokuskan pada peningkatan keaktifan siswa melalui media pembelajaran pada pembelajaran Matematika di kelas I SDN Tanjung Jati 2. Kegiatan observasi awal menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah kurang optimalnya keaktifan siswa kelas I SDN Tunjung Jati 2 selama mengikuti kegiatan pembelajaran Matematika. Untuk memecahkan masalah tersebut perlu adanya variasi dalam proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran agar bisa mendorong siswa untuk lebih berperan aktif di kelas. Media pembelajaran yang akan digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah media pembelajaran berupa video pembelajaran. Peningkatan keaktifan siswa pada setiap pertemuan yang terbagi dalam dua siklus membuktikan bahwa penerapan media pembelajaran dapat digunakan sebagai alternatif variasi yang bisa digunakan, dengan tujuan agar bisa mendorong siswa berperan aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan keaktifan belajar, https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 siklus I menunjukkan rata-rata persentase keaktifan siswa sebesar 70% yang menunjukkan belum tercapainya kriteria keberhasilan tindakan. Proses pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus II yang berjalan lebih baik, hal ini merupakan upaya agar terdapat perbaikan dari hasil refleksi pada siklus I. Peningkatan rata-rata keaktifan belajar siswa yang diperoleh pada siklus II sebesar 85%. Peningkatan ratarata keaktifan belajar pada siklus I dan siklus II meningkat 15%. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Matematika pada siswa kelas I SDN Tanjung Jati 2. Simpulan Penerapan media pembelajaran terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa kelas I SDN Tanjung Jati 2 pada mata pelajaran Matematika. Keaktifan siswa mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II setelah menerapkan media pembelajaran. Pada siklus I, keaktifan siswa berada pada kategori sedang, namun setelah diadakan perbaikan pada siklus II, keaktifan siswa meningkat menjadi kategori tinggi. Dengan demikian, media pembelajaran dapat dijadikan sebagai keaktifan belajar siswa. Daftar Pustaka