29 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. LEVERAGE. DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KUALITAS LABA DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Fazrel1. Maisya Pratiwi2*. Salman Wajdi3 1,2,3 UIN Imam Bonjol Padang maisyapratiwi@uinib. ABSTRACT The purpose of this study is to analyze the effect of firm size, leverage, and independent commissioners on earnings quality in mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2019Ae2023 period, as well as the role of profitability as a moderating variable. This research is motivated by the inconsistency of previous study results and cases of earnings manipulation. This quantitative study uses secondary data from the financial statements of mining companies and applies a purposive sampling method. Panel regression analysis, including classical assumption testing and model selection, is used to test the hypotheses. The results show that firm size has a significant positive effect on earnings quality. Leverage and independent commissioners have no significant effect on earnings quality, either directly or when moderated by profitability. Profitability is found to strengthen the effect of firm size on earnings quality. Keywords: Earnings Quality. Firm Size. Leverage. Independent Commissioners. Profitability ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, leverage, dan komisaris independen terhadap kualitas laba pada perusahaan tambang di BEI periode 2019-2023, serta peran profitabilitas sebagai variabel moderasi. Dilatarbelakangi oleh inkonsistensi hasil studi sebelumnya dan kasus manipulasi laba, penelitian kuantitatif ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan tambang dan menerapkan metode purposive sampling. Analisis data regresi panel, termasuk uji asumsi klasik dan pemilihan model terbaik, digunakan untuk menguji hipotesis. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laba. Leverage dan komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba, baik secara langsung maupun dengan profitabilitas sebagai moderator. Profitabilitas dapat memperkuat pengaruh ukuran perusahaan terhadap kualitas laba. Kata kunci: Kualitas Laba. Ukuran Perusahaan. Leverage. Komisaris Independen. Profitabilitas PENDAHULUAN Kualitas laba adalah aspek krusial yang harus diperhatikan dalam menilai kondisi keuangan suatu perusahaan. Kualitas laba menunjukkan sejauh mana laba yang diperoleh bersifat berkelanjutan dan dapat dihasilkan secara konsisten, serta mencerminkan kinerja keuangan yang sesungguhnya. Laba yang memiliki kualitas baik menggambarkan stabilitas dan potensi keberlanjutan laba di masa mendatang (Amanda & NR, 2. ISSN: 1412 - 3681 . ISSN: 2442 - 4617 . , https://journal. id/index. php/jakpi JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kualitas laba, salah satunya adalah besar kecilnya perusahaan. Ukuran perusahaan umumnya diukur dari total aset yang dimiliki, dan digunakan sebagai acuan untuk menentukan skala bisnis suatu entitas. Besarnya perusahaan berkaitan erat dengan kualitas laba, sebab perusahaan yang lebih besar biasanya memiliki peluang yang lebih tinggi untuk menjaga kelangsungan operasionalnya dan meningkatkan performa keuangan. Hal ini karena perusahaan dengan skala besar umumnya dianggap memiliki kapabilitas yang lebih baik dalam mengelola dan mengoptimalkan kinerja, termasuk dalam meningkatkan kualitas laba (Safitri & Afriyenti, 2. Ukuran perusahaan dapat berdampak positif secara signifikan terhadap kualitas laba. Perusahaan yang berskala besar umumnya lebih mampu mempertahankan kestabilan laba yang diperoleh (Zatira et al. Faktor kedua yang bisa memengaruhi kualitas laba adalah leverage. Leverage dimanfaatkan dalam mengukur dan memperkirakan tingkat aset yang sumber dananya dibiayai oleh utang (Desyana et al. , 2. Leverage dapat berpengaruh negatif signifikan erhadap kualitas laba. Hal ini dikarenakan apabila tingkat leverage yang tinggi dapat diartikan aset perusahaan cenderung lebih besar dibiayai oleh utang dari pada modal sendiri, akibatnya resiko keuangan yang akan dihadapi perusahaan juga semakin besar, dan akan menimbulkan fluktuasi laba pada perusahaan tersebut (Oktoriza, 2. Selain itu, faktor lain yang berpengaruh terhadap kualitas laba adalah keberadaan Dewan Komisaris Independen. Komisaris independen merupakan anggota dewan yang tidak memiliki hubungan langsung dengan perusahaan, baik sebagai pemegang saham, direktur, karyawan, maupun pihak yang terafiliasi dengan pemilik saham. Perannya sangat penting dalam menjalankan fungsi pengawasan agar dewan komisaris dapat bertindak secara objektif. Untuk itu, komisaris independen diharapkan memiliki tingkat independensi serta kredibilitas yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya (Muslikhatun & Khusnah, 2. Keberadaan komisaris independen terbukti memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kualitas laba. Hal ini dikarenakan komisaris independen memiliki tanggung jawab dalam mengawasi dan mengendalikan aktivitas manajemen agar tetap sesuai dengan ketentuan dan regulasi perusahaan. Selain itu, komisaris independen juga berperan dalam menjaga hak-hak pemegang saham serta mendorong peningkatan kualitas laba perusahaan (Benarda & Desmita, 2. Salah satu faktor lain yang dapat memperkuat atau melemahkan pengaruh ketiga faktor sebelumnya terhadap kualitas laba adalah profitabilitas. Profitabilitas mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan operasionalnya selama periode waktu tertentu (Manalu et al. , 2. Profitabilitas dapat memperkuat keterkaitan antara ukuran perusahaan dan kualitas laba. Perusahaan dengan skala besar dan tingkat profitabilitas yang tinggi umumnya memiliki risiko yang lebih kecil dalam melakukan manipulasi laporan keuangan, sehingga hal tersebut turut mendukung peningkatan kualitas laba yang dihasilkan (Azizah & Asrori, 2. Selain itu, profitabilitas memiliki kemampuan untuk menurunkan atau melemahkan dampak leverage terhadap kualitas laba. Hal ini disebabkan oleh tingginya profitabilitas yang memungkinkan perusahaan lebih mudah dalam memenuhi kewajiban utangnya, sehingga stabilitas keuangan perusahaan tetap terjaga (Charisma & Suryandari, 2. Profitabilitas suatu perusahaan dapat memengaruhi efektivitas peran komisaris independen dalam mendorong peningkatan kualitas laba. Komisaris independen memiliki tanggung jawab untuk menjamin keterbukaan informasi dan pertanggungjawaban, yang pada akhirnya dapat memperkuat kepercayaan investor serta meningkatkan mutu laporan keuangan. PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. LEVERAGE. DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KUALITAS LABA DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Fazrel1. Maisya Pratiwi2*. Salman Wajdi3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Dengan menggunakan agency theory, penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dan bukti empiris dengan menggunakan sampel perusahaan yang bergerak pada sektor pertambangan, hal ini dikarenakan karakteristik unik dan kondisi ekonomi yang ekstrem. Industri ini memegang peran vital dalam perekonomian nasional, tetapi pada saat yang sama, sangat rentan terhadap volatilitas harga komoditas global, terutama dalam masa pemulihan dan gejolak pasca-pandemi. Keadaan ini menciptakan tekanan besar bagi manajemen untuk menstabilkan laba yang dilaporkan, sehingga meningkatkan potensi praktik manajemen laba. Selain itu, kompleksitas akuntansi di sektor ini, terutama terkait kapitalisasi biaya eksplorasi dan kewajiban lingkungan, memberikan diskresi yang signifikan bagi manajemen. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi sangat relevan untuk menguji bagaimana faktor keuangan (Ukuran Perusahaan dan Leverag. dan mekanisme tata kelola (Komisaris Independe. berinteraksi dengan Profitabilitas sebagai variabel moderasi dalam mempengaruhi kualitas laba di tengah kondisi industri yang dinamis dan berisiko tinggi. KAJIAN PUSTAKA Teori Keagenan (Agency Theor. yang dikembangkan oleh Jensen & Meckling . membahas sifat hubungan kontraktual di mana pemilik . mendelegasikan otoritas pengambilan keputusan kepada manajer . untuk menjalankan tugas atas nama mereka. Secara fundamental, inti dari teori ini adalah munculnya konflik kepentingan antara kedua belah pihak. Konflik ini yang diperparah oleh asimetri informasi . i mana manajer memiliki keunggulan informasi yang superio. , dapat mendorong manajer untuk bertindak demi kepentingan pribadi, bukan kepentingan terbaik pemilik. Dalam meredam konflik dan membatasi tindakan manajemen yang merugikan. Anthony & Govindarajan . menyarankan dua solusi utama: pertama, mendasarkan kompensasi eksekutif pada kinerja untuk menyelaraskan tujuan. dan kedua, menerapkan pemantauan ketat terhadap perilaku manajer. Pemantauan ini sangat penting untuk mengurangi masalah keagenan dan mencegah manajer memanipulasi laporan keuangan yang dapat mengganggu proses pengambilan keputusan stakeholder. Kualitas Laba Kualitas laba mengacu pada keandalan dan kredibilitas laba yang dilaporkan perusahaan. Bagi investor, laporan laba dianggap memiliki informasi untuk menganalisis saham Laba yang berkualitas adalah laba yang dapat mencerminkan laba yang berkelanjutan di masa mendatang, yang ditentukan oleh komponen akrual dan kas serta mencerminkan kinerja keuangan aktual perusahaan. Kualitas laba juga merupakan indikator kualitas informasi keuangan. Tingginya kualitas informasi keuangan bersumber dari tingginya kualitas pelaporan keuangan. Pendapat lain mendefinisikan kualitas laba sebagai kemampuan laba untuk mencerminkan kebenaran laba perusahaan dan membantu memprediksi laba di masa mendatang, dengan mempertimbangkan stabilitas dan persistensi Laba dikatakan berkualitas jika laba tersebut dapat mencerminkan kinerja keuangan (Amanda & NR, 2. Ukuran Perusahaan Aset suatu perusahaan dapat digunakan sebagai ukuran untuk menilai besar kecilnya suatu perusahaan, dan perusahaan yang memiliki total aset yang besar menunjukkan telah diperhitungkan stabil dan memiliki prospek jangka panjang (Goh, 2. Ukuran perusahaan mungkin berhubungan dengan pangsa pasar suatu perusahaan. Ukuran perusahaan adalah PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. LEVERAGE. DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KUALITAS LABA DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Fazrel1. Maisya Pratiwi2*. Salman Wajdi3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. skala besar kecilnya perusahaan yang dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai cara antara lain dengan ukuran pendapatan, total aset, dan total ekuitas. Perusahaan besar dianggap memiliki informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan perusahaan kecil (Marpaung. Leverage Leverage merupakan rasio yang digunakan dalam mengukur sejauh mana aktiva pada sebuah perushaan dibiayai dengan utang. Dampak yang akan ditimbulkan apabila tingkat leverage suatu perusahaan itu tinggi adalah timbulnya resiko kerugian yang lebih besar, namun perusahaan tersebut juga memiliki peluang yang besar pula dalam memperoleh laba yang lebih besar. Dampak ini, akan mengakibatkan rendahnya tingkat pengembalian hasil . pada saat perekonomian tinggi. Maka dari itu, manajemen dituntut agar mengelola rasio leverage dengan baik agar dapat menyeimbangkan pengembalian yang tinggi dengan tingkat resiko yang akan dihadapi (Kasmir, 2. Komisaris Independen Komisaris independen dengan jumlah tertentu dan memenuhi kualifikasi yang ditentukan merupakan bagian terpenting dalam pengawasan perusahaan yang optimal. Dengan adanya komisaris independen ini diharapkan dapat membuat perusahaan yang lebih independen, objektif, dan menjaga keadilan sebagi prinsip utama yang memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas dan para pemangku kepentingan lainnya (Kusmayadi & Jajang Badruzaman, 2. Profitabilitas Profitabilitas merupakan rasio yang menilai atau membandingkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba yang berasal dari pendapatan yang berhubungan dengan penjualan, asset, dan ekuitas atas dasar pengukuran tertentu. Profitabilitas tersebut dapat dijadikan acuan dalam evaluasi kinerja manajemen dalam menilai keefektifan dalam menjalankan tugasnya. Apabila manajemen berhasil mencapai target yang sudah direncanakan, dapat disimpulkan bahwa manajemen berhasil melakukan pekerjaannya dengan baik (Kasmir, 2. Pengembangan Hipotesis Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kualitas Laba Wijaya . menyatakan ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas Hal ini dikarenakan perusahaan dengan ukuran yang besar tentu dapat menjaga stabilitas laba yang dihasilkannya, sehingga dapat meningkatkan kualitas labanya. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Setiawan . yang juga mendapati ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laba. Hal ini dikarenakan perusahaan dengan ukuran yang besar dapat mencapai target laba yang direncanakan dengan mudah, sehingga perusahaan mampu menjaga stabilitas laba yang dihasilkannya. Pada penelitian ini menyimpulkan hipotesis sebagai berikut: H1: Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kualitas laba pada Perusahaan Tambang yang terdaftar di BEI tahun 2020-2024 PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. LEVERAGE. DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KUALITAS LABA DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Fazrel1. Maisya Pratiwi2*. Salman Wajdi3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Pengaruh Leverage terhadap Kualitas Laba Purnamasari et al. , . mmenyatakan leverage berpengaruh negatif terhadap kualitas laba. Hal ini dikarenakan semakin tingginya tingkat leverage suatu perusahaan dapat mengakibatkan rendahnya kualitas laba yang dihasilkan perusahaan, hal ini disebabkan oleh kecenderungan perusahaan lebih mengutamakan dalam memenuhi kewajiban utangnya. Dampaknya laba yang dilaporkan menjadi tidak stabil setiap tahunnya. Selain itu, hal ini disebabkan adanya tekanan finansial bagi manajemen, yang akan menyebabkan manajemen fokus pada perolehan laba jangka pendek, serta mengabaikan kestabilan laba yang dihasilkan (Pratama et al. , 2. Oleh karena itu, hipotesis yang disimpulkan pada penelitian ini yaitu sebagai berikut: H2: Leverage memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kualitas laba pada Perusahaan Tambang yang terdaftar di BEI tahun 2020-2024 Pengaruh Komisaris Independen terhadap Kualitas Laba Dewan komisaris independen berpengaruh positif signifikan terhdap kualitas laba. Berdasarkan teori keagenan. Komisaris Independen memiliki pengaruh positif terhadap kualitas laba karena keberadaan komisaris Independen dapat membantu mengurangi potensi konflik kepentingan dan mendorong manajemen untuk melaporkan laba yang lebih akurat dan transparan, sehingga meningkatkan kualitas laba yang dilaporkan (Buana et al. , 2. Selain itu, dikarenakan dengan adanya komisaris independen tingkat pengawasan pada suatu perusahaan menjadi lebih optimal sehingga perusahaan mampu menjaga stabilitas laba yang dihasilkannya (Reskino, 2. Oleh karena itu, hipotesis yang disimpulkan pada penelitian ini yaitu sebagai berikut: H3: komisaris Independen memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kualitas laba pada Perusahaan Tambang yang terdaftar di BEI tahun 2020-2024 Peran Profitabilitas dalam memoderasi pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kualitas Laba Profitabilitas dapat memperkuat pengaruh positif ukuran perusahaan terhdap kualitas laba. Hal ini dikarenakan perusahaan yang besar akan lebih mudah mempertahankan stabilitas labanya, oleh karena itu jika perusahaan memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi maka perusahaan tersebut mampu menunjukkan efisiensi dan efektifitas dalam operasionalnya. Sehingga dapat mengasilkan laba yang berkelanjutan (Pratama et al. , 2. Oleh karena itu, hipotesis yang disimpulkan pada penelitian ini yaitu sebagai berikut: H4: Profitabilitas memperkuat pengaruh positif signifikan Ukuran perusahaan terhadap kualitas laba pada Perusahaan Tambang yang terdaftar di BEI tahun 2020-2024 Peran Profitabilitas dalam memoderasi pengaruh Leverage terhadap Kualitas Laba Profitabilitas dapat memperlemah pengaruh leverage terhadap kualitas laba. Hal ini dikarenakan tingkat leverage yang tinggi jika diimbangi tingkat profitabilitas yang tinggi, maka hal tersebut akan berdampak terhadap kestabilan laba yang akan meningkatkan kualitas laba perusahaan (Pratama et al. , 2. Oleh karena itu, hipotesis yang disimpulkan pada penelitian ini yaitu sebagai berikut: H5: Profitabilitas memperlemah pengaruh negatif signifikan Leverage terhadap kualitas laba pada Perusahaan Tambang yang terdaftar di BEI tahun 2020-2024 PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. LEVERAGE. DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KUALITAS LABA DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Fazrel1. Maisya Pratiwi2*. Salman Wajdi3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Peran Profitabilitas dalam memoderasi pengaruh Komisaris Independen terhadap Kualitas Laba pada perusahaan Tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2024 Profitabilitas dapat memperkuat pengaruh positif komisaris independen terhadap kualitas laba, karena apabila dewan komisaris idependen pada perusahaan dengan tingkat profitabilitas tinggi maka akan memberikan ruang yang lebih besar kepada dewan komisaris independen dalam melakukan pengawasan yang optimal, sehingga perusahaan mampu menjaga stabilitas laba yang dihasilkannya. Tingkat profitabilitas yang tinggi dapat memperkuat peran strategis komisaris independen dalam menjaga integritas pelaporan keuangan dan meningkatkan kualitas laba perusahaan (Buana et al. , 2. Oleh karena itu, hipotesis yang disimpulkan pada penelitian ini yaitu sebagai berikut: H6: Profitabilitas memperkuat pengaruh positif signifikan Komisaris Independen terhadap kualitas laba pada Perusahaan Tambang yang terdaftar di BEI tahun 2020-2024 METODE PENELITIAN Jenis dan Sampel Penelitian Jenis penelitian ini yaitu penelitian kausalitas dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, melibatkan penggunaan instrument penelitian dan analisis data kuantitatif atau statistik untuk menguji hipotesis yang ada. Seluruh perusahaan Sektor Tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2024 merupakan populasi pada penelitian ini. Pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kriteria yang sesuai dan sejalan dengan tujuan penelitian. Pada penelitian ini menggunakan unbalanced panel dan berapa kriteria digunakan dalam penelitian ini, sehingga diperoleh sampel 70 perusahaan dengan jumlah data sebanyak 331 data pada tabel 1. Tabel 1 Kriteria Penentuan Sampel Kriteria Populasi Jumlah Perusahaan sektor tambang yang terdaftar di BEI tahun 2020-2024, yang tidak menerbitkan laporan keuangan minimal 3 tahun di BEI dan website . resmi perusahaan pada tahun 2020-2024 Total perusahaan terpilih Observasi: x 57 Perusahaan = 285 4. x 7 Perusahaan = 28 3. x 6 Perusahaan = 18 Sumber : w. Sumber dan Metode Pengumpulan Data Penelitian ini mengambil jenis data sekunder bersumber pada laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang dapat diakses melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu w. id dan website resmi masing-masing perusahaan yang menjadi sampel penelitian. Data dalam penelitian ini menggunakan data dari tahun 2020-2024. Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan metode dokumentasi yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. LEVERAGE. DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KUALITAS LABA DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Fazrel1. Maisya Pratiwi2*. Salman Wajdi3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel Variabel-variabel penelitian pada tabel 2 yang meliputi kualitas laba sebagai variabel dependen yang diukur melalui persistensi laba, serta tiga variabel independen yaitu ukuran perusahaan yang dihitung menggunakan logaritma natural total aset, leverage yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), dan komisaris independen yang diukur berdasarkan proporsinya dalam dewan komisaris. Selain itu, profitabilitas yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA) berperan sebagai variabel moderasi yang berfungsi memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel independen dan kualitas laba. Tabel 2 Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel Nama Kualitas laba Definisi operasional Kualitas laba mengukur sejauh mana laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan ekonomi sebenarnya dan Pengukuran Skala Ei. t= AA0. i AA1. iEi. t-1 Vi. Presistensi Ei. t : Laba bersih perusahaan i ditahun t (Malahayati, dibagi dengan angka rata rata terbobot 2. dari saham beredar selama tahun t. AA0. i : Konstanta untuk entitas ( i ) AA1. i : Koefisien presistensi laba Ei. t-1: Laba bersih perusahaan i ditahun t-1 dibagi dengan angka rata rata terbobot dari saham beredar sebelum tahun t. V i. t : komponen error Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan Firm Size=Ln (Total Ase. menunjukkan besar kecilnya perusahaan yang biasanya memengaruhi akses modal, pengungkapan informasi, dan manajemen laba. Total (Kamuriwo et , 2. Leverage Leveregae merupakan rasio mengukur sejauh mana aktiva dibiayai dengan utang. yayceycayc ycycu yaycycycnycyc ycIycaycycnycu = total utang / tekuitas Komisaris Independen Komisaris independen diukur jumlah dewan komisaris keseluruhan dewan komisaris. yaya = ycNotal yaomisaris Independen / Proporsi Total Komisaris (Azahra et al. Profitabilitas (Variabel Moderas. Profitabilitas mencerminkan kemampuan perusahaan untuk sumber daya yang dimiliki. ROA ycIyceycycycycu ycuycu Assets= yaycaycycuycnycuyciyc yayceycyceyc Rasio (Kasmir, yaycuycyceycyceycyc ycaycuycc Tax / ycNycuycycayco yaycycyceyc Rasio DER (Kasmir, 2. PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. LEVERAGE. DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KUALITAS LABA DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Fazrel1. Maisya Pratiwi2*. Salman Wajdi3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Teknik Analisis Data Data yang digunakan dalam penelitian ini akan diolah menggunakan software Eviews12. Dengan model yang digunakan untuk menguji hubungan antara ukuran Perusahaan, leverage dan komisaris independen terhadap kualitas laba dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi. Y= 1itX1it 2itX2it 3itX3it 4itX1it Zit 5itX2it Zit 6itX3it Zit Ait Keterangan: Y : Kualitas Laba (Variabel depende. : Konstanta 1- 6 : Koefisien variabel independen X1 : Ukuran Perusahaan (Variabel independen . X2 : Variabel Leverage (Variabel independen . X3 : Variabel Komsaris Independen (Variabel independen . Z : Variabel Profitabiltas (Variabel moderas. X1*Z : Perkalian antara variabel Ukuran Perusahaan dan Profitabilias X2*Z : Perkalian antara variabel Leverage dan Profitailitas X3*Z : Perkalian antara variabel Komisaris Independe dan Profitabiitas A : Error Term atau variabel gangguan i : Jumlah Perusahaan makanan dan minuman di BEI t : Time Series penelitian . HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Data Berdasarkan analisis data menggunakan data awal, didapati data tersebut tidak berdistribusi normal, dampaknya uji normalitas pada data awal tidak terpenuhi. Oleh karena itu, agar memperoleh data yang berdistribusi normal perlu dilakukan perbaikan terhadap data tersebut, dengan cara mengeleminasi data yang outlier. Oleh karena itu, data awal dengan jumlah observasi 331 dari 70 sampel, setelah dilakukanya pemeriksaan data outlier menggunakan Eviews 12 data berkurang atau dikeluarkan sebanyak 89 observasi, sehingga data yang tersisa sebanyak 242 observasi yang digunakan dalam melakukan analisis data yang dapat dilihat dibawah ini. Stastisk Deskriptif Pada penelitian ini, analisis statistik deskriptif dengan menggunakan software Eviews 12. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan atau mendeksripsikan masingmasing variabel terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran awal mengenai karakteristik setiap variabel yang diteliti. Hasil analisis deskriptif dari penelitian ini dapat dilihat dari tabel 3. Tabel 3 Hasil Statistik Deskriptif Mean Median Maximum Minimum PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. LEVERAGE. DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KUALITAS LABA DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Fazrel1. Maisya Pratiwi2*. Salman Wajdi3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq. Dev. Observations (Sumber: Hasil olah data dari Eviews 12, 2. Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwa jumlah observasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah sebanyak 242 observasi. Variabel kualitas laba (Y) nilai rata-ratanya sebesar 0,187983 dengan standard deviasi 0,686556. Nilai minimum variabel ini sebesar -1,619270 dari Indo Straits Tbk pada tahun 2020, yang artinya PT Indo Straits Tbk memiliki tingkat presistensi laba yang rendah, karena laba yang dihasilkan perusahaan tersebut mengalami penurunan yang signifikan. Dan nilai maksimum sebesar 1,801517 dari PT Indo Tambangraya Megah Tbk pada tahun 2022, yang artinya Indo Tambangraya Megah Tbk memiliki tingkat persistensi laba yang tinggi, karena laba yang dihasilkan mengalami peningkatan dan cenderung stabil. Variabel ukuran perusahaan (X. nilai rata-ratanya sebesar 28,93651 dengan standard deviasi 1,755915. Nilai minimum variabel ini sebesar 22,07695 dari PT Artha Mahiya Investama Tbk pada tahun 2024, yang artinya PT Artha Mahiya Investama Tbk, memiliki total aset perusahaan yang kecil, yaitu sebesar Rp. Dan nilai maksimum sebesar 34,32935 dari PT Medco Energi Internasional Tbk pada tahun 2021, yang artinya PT Medco Energi Internasional Tbk memiliki total aset perusahaan yang besar, yaitu sebesar Rp. Variabel leverage (X. nilai rata-ratanya sebesar 1,187822 dengan standard deviasi 3,643799. Nilai minimum variabel ini sebesar -19,07307 dari PT Sky Energy Indonesia Tbk pada tahun 2022, yang artinya PT Sky Energy Indonesia Tbk, memiliki tingkat utang yang lebih besar jika dibanginkan dengan ekuitas yang rendah dengan tanda negatif, hal ini diakibatkan kerugian secara berturut turut yang dialami perusahaan tersebut. Dan nilai maksimum sebesar 35,32759 dari PT SMR Utama Tbk pada tahun 2024, yang artinya PT SMR Utama Tbk memiliki tingkat leverage yang tinggi, yang mana perusahaan tersebut memiliki tingkat utang yang lebih besar jika dibandingkan dengan ekuitasnya. Variabel komisaris independen (X. nilai rata-ratanya sebesar 0,425838 dengan standard deviasi 0,116444. Nilai minimum variabel ini sebesar 0. 166667 atau 16,7% dari PT Golden Energy Mines Tbk pada tahun 2024 terd, yang artinya PT Golden Energy Mines Tbk, memiliki komposisi komisaris independen yang lebih sedikit. Dan nilai maksimum sebesar 1,000000 atau 100% dari PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk pada tahun 2020, yang artinya PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk memiliki dewan komisaris yang independen secara keseluruhan yaitu dua komisaris independen dari total 2 komisaris secara PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. LEVERAGE. DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KUALITAS LABA DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Fazrel1. Maisya Pratiwi2*. Salman Wajdi3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Variabel profitabilitas (Z) nilai rata-ratanya sebesar 0,074885 dengan standard deviasi 0,149513. Nilai minimum variabel ini sebesar -0,502684 dari PT Sky Energy Indonesia Tbk pada tahun 2022, yang artinya PT PT Sky Energy, memiliki tingkat efisiensi penggunaan aset yang rendah, karena total aset yang dimiliki perusahaan tersebut tidak mampu meningkatkan laba yang dihasilkan bahkan mengalami kerugian. Dan nilai maksimum sebesar 0. dari PT Golden Energy Mines Tbk pada tahun 2022, yang artinya PT Golden Energy Mines Tbk memiliki tingkat efisiensi penggunaan aset yang tinggi, sehingga perusahaan mampu memperoleh laba. Estimasi Pembuatan Model Regresi Panel Pada Model Penelitian Chow test atau Likelyhood Test Tabel 4 Chow Test Effects Test Statistic Cross-section F Cross-section Chi-square 946858 . Prob. Sumber: Hasil olah data dari Eviews 12, 2025 Berdasarkan hasil uji chow menggunakan Eviews 12 pada tabel 4, nilai probabilitas model adalah 0,000 dimana nilainya lebih kecil dari level signifikansi nilai yaitu 0,05, dengan nilai prob. 0,0000 < 0,05, maka H0 untuk model ini ditolak dan H1 diterima, sehingga estimasi model yang lebih baik adalah Fixed Effect Model (FEM). Untuk itu perlu dilanjutkan ke uji hausman. Hausman Test Tabel 5 Hausman Test Test Summary Chi-Sq. Statistic Cross-section random Chi-Sq. Prob. Sumber: Hasil olah data dari Eviews 12, 2025 Berdasarkan tabel 5 didapati hasil uji hausaman menunjukan nilai probability sebesar 0. < 0,05, maka model yang digunakan adalah fixed effect model. Dengan demikian model terbaik yang digunakan dalam penelitian ini adalah fixed effect model. Hal ini dikarenakan, pada uji Chow dan uji Hausman menunjukan model terbaik yang dapat digunkan dalam penelitian ini adalah fixed effect model. Oleh karena itu, uji Lagrange Multiplier tidak diperlukan dalam memastikan model regresi terbaik yang digunakan dalam penelitian ini. PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. LEVERAGE. DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KUALITAS LABA DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Fazrel1. Maisya Pratiwi2*. Salman Wajdi3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Uji Hipotesis Uji Koefisien Determinasi Tabel 6 Hasil Uji R2 Root MSE R-squared Mean dependent var 0. Adjusted R-squared Sumber: Hasil olah data dari Eviews 12, 2025 Hasil uji adjusted R-squared sebesar 0,231400 pada tabel 6. Hal ini menunjukan bahwa variabel bebas yaitu, ukuran perusahaan, leverage, dan komisaris independen setelah dimoderasi oleh profitabilitas dapat mempengaruhi kualitas laba sebesar 23,14%, sedangkan 76,86% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain. Uji t Uji t bertujuan untuk menguji seberapa signifikan pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Apabila p-value < 0,05, maka H diterima, dan apabila p-value > 0,05 maka H ditolak. Berdasarkan olah data diperoleh hasil uji t pada tabel 7 sebagai berikut ini: Tabel 7 Hasil Uji t Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. X1_Z X2_Z X3_Z Sumber: Hasil olah data dari Eviews 12, 2025 Berdasarkan hasil pengolahan data di atas diperoleh persamaan Moderated Regression Analysis (MRA) sebagai berikut: Y = -10,18478 0,334238X1it 0,004590X2it 1,172034 X3it 0,180774 X1it Zit 0,004036 X2it Zit -7,175576 X3it Zit Berdasarkan tabel 7, ukuran perusahaan memiliki nilai koefisien sebesar 0,334238 dengan nilai probabilitas 0,0039 < 0,05, sehingga H1 diterima yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laba. Sementara itu, leverage memiliki nilai koefisien 0,004590 dan nilai probabilitas 0,8002 > 0,05, sehingga H2 ditolak dan menunjukkan bahwa leverage berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kualitas laba. Selain itu, komisaris independen memiliki nilai koefisien 1,172034 dan nilai probabilitas 0,0863 > 0,05, sehingga H3 ditolak yang berarti komisaris independen PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. LEVERAGE. DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KUALITAS LABA DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Fazrel1. Maisya Pratiwi2*. Salman Wajdi3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kualitas laba. Ukuran perusahaan yang dimoderasi oleh profitabilitas memiliki nilai koefisien 0,180774 dengan nilai probabilitas 0,0045 < 0,05, sehingga H4 diterima dan menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan dalam memperkuat pengaruh ukuran perusahaan terhadap kualitas laba. Adapun leverage yang dimoderasi oleh profitabilitas memiliki nilai koefisien 0,004036 dengan nilai probabilitas 0,9712 > 0,05, sehingga H5 ditolak yang berarti profitabilitas tidak berpengaruh signifikan dalam memperkuat pengaruh leverage terhadap kualitas laba. Selanjutnya, komisaris independen yang dimoderasi oleh profitabilitas memiliki nilai koefisien -7,175576 dan nilai probabilitas 0,1033 > 0,05, sehingga H6 ditolak, yang berarti profitabilitas tidak berpengaruh signifikan dalam memperlemah pengaruh komisaris independen terhadap kualitas laba. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laba. Artinya, semakin besar ukuran perusahaan, semakin tinggi kualitas laba yang dihasilkan. Hal ini karena perusahaan besar umumnya memiliki efisiensi operasional yang lebih baik serta kepatuhan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap regulasi, sehingga mampu menjaga stabilitas dan transparansi laba yang dilaporkan. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wijaya . dan Dira & Putra . , namun berbeda dengan hasil yang didapati oleh Marpaung . Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kualitas laba. Artinya, peningkatan leverage cenderung diikuti oleh peningkatan kualitas laba, meskipun pengaruhnya tidak kuat. Hal ini dapat terjadi karena kewajiban pembayaran utang mendorong manajemen untuk lebih efisien dan berhati-hati dalam mengelola keuangan perusahaan, serta adanya pengawasan dari kreditur yang meningkatkan kualitas pelaporan laba. Namun, pengaruh tersebut tidak signifikan karena tingginya beban utang juga dapat membatasi fokus manajemen dalam menjaga stabilitas laba (Wati et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komisaris independen berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kualitas laba. Hal ini disebabkan karena keberadaan komisaris independen di banyak perusahaan sering kali hanya untuk memenuhi ketentuan regulasi, sehingga fungsi pengawasannya tidak berjalan secara optimal. Selain itu, komisaris independen sering tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mencegah praktik yang dapat menurunkan kualitas laba, serta kurang dominan dalam pengambilan keputusan di dalam perusahaan (Solikhah et al. , 2. Azahra et al. , 2. Hasil berbeda yang didapatkan oleh Buana et al. , . Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas secara signifikan memperkuat pengaruh positif ukuran perusahaan terhadap kualitas laba, sehingga hipotesis diterima. Artinya, perusahaan dengan ukuran besar dan tingkat profitabilitas tinggi cenderung menghasilkan laba yang lebih berkualitas. Hal ini karena perusahaan besar memiliki reputasi yang baik serta akses lebih luas terhadap sumber daya, pasar, dan teknologi, yang pada akhirnya meningkatkan profitabilitas dan memperkuat hubungan antara ukuran perusahaan dan kualitas laba (Pratama et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas tidak mampu memperkuat pengaruh leverage terhadap kualitas laba. Tingkat keuntungan perusahaan tidak secara langsung menentukan efektivitas penggunaan utang dalam meningkatkan kualitas laba. Perusahaan dengan profitabilitas tinggi belum tentu dapat mengelola leverage secara optimal, sedangkan PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. LEVERAGE. DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KUALITAS LABA DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Fazrel1. Maisya Pratiwi2*. Salman Wajdi3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. profitabilitas rendah juga tidak selalu menurunkan kualitas laba. Faktor lain seperti efisiensi operasional, kebijakan akuntansi, dan strategi manajerial lebih berperan dalam menentukan kualitas laba, sehingga profitabilitas tidak berfungsi sebagai variabel moderasi yang signifikan (Safitri & Afriyenti, 2. Terakhir, hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas tidak mampu memperlemah pengaruh komisaris independen terhadap kualitas laba, sehingga hipotesis ditolak. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya kewenangan dan akses komisaris independen terhadap informasi internal perusahaan, serta peran mereka yang sering bersifat formal tanpa keterlibatan langsung dalam pengambilan keputusan strategis. Selain itu, ketika perusahaan memiliki profitabilitas tinggi, fungsi pengawasan sering kali dianggap kurang mendesak, sehingga pengawasan terhadap praktik manajerial yang dapat menurunkan kualitas laba menjadi tidak Dengan demikian, profitabilitas tidak cukup kuat untuk memperlemah pengaruh komisaris independen terhadap kualitas laba (Buana et al. , 2. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan, leverage, dan komisaris independen terhadap kualitas laba serta profitabilitas sebagai moderasi pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020Ae2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laba, yang berarti semakin besar ukuran perusahaan, semakin tinggi kualitas laba yang dihasilkan karena efisiensi operasional dan kepatuhan terhadap regulasi yang lebih baik. Leverage berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kualitas laba, karena tingginya beban utang dapat mengurangi fokus manajemen dalam menjaga stabilitas laba. Komisaris independen juga berpengaruh positif tetapi tidak signifikan, karena peran pengawasannya cenderung terbatas pada aspek strategis dan formalitas regulasi. Selain itu, profitabilitas terbukti memperkuat pengaruh positif ukuran perusahaan terhadap kualitas laba, menunjukkan bahwa perusahaan besar dengan tingkat profitabilitas tinggi cenderung menghasilkan laba yang lebih berkualitas berkat dukungan sumber daya dan efisiensi yang lebih baik. Namun, profitabilitas tidak mampu memperkuat pengaruh leverage maupun memperlemah pengaruh komisaris independen terhadap kualitas laba, karena tingginya keuntungan tidak menjamin efektivitas pengelolaan utang maupun optimalnya fungsi pengawasan komisaris independen. Periode penelitian yang hanya mencakup tahun 2020Ae2024 serta objek yang terbatas pada perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia membuat hasilnya kurang mencerminkan kondisi jangka panjang dan sulit digeneralisasikan ke sektor lain. Variabel yang digunakan juga masih terbatas pada ukuran perusahaan, leverage, dan komisaris independen, sementara faktor eksternal seperti kondisi ekonomi dan perubahan regulasi belum dipertimbangkan. Selain itu, penggunaan rasio keuangan tertentu mungkin belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil perusahaan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas periode dan objek penelitian, menambahkan variabel yang lebih beragam, serta mempertimbangkan faktor eksternal dan metode pengukuran yang lebih komprehensif agar hasil yang diperoleh lebih akurat dan representatif. PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. LEVERAGE. DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KUALITAS LABA DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Fazrel1. Maisya Pratiwi2*. Salman Wajdi3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. DAFTAR PUSTAKA