Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 153 - 159 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/434 Penurunan Persentase Lemak Tubuh Dengan Tabata Workout Pada Mahasiswa Pre- Obesitas Reducing Body Fat Percentage With Tabata Workout in Pre-Obesity Students Tirta Ayu Ginawi. Luh Putu Ayu Vitalistyawati . Ni Made Rininta Adi Putri. Daryono Universitas Dhyana Pura Email korespondensi*: 20121001033@undhirabali. Diterima: 04 September 2024 | Ditinjau: 03 Oktober 2024 | Disetujui: 15 April 2025 | Publikasi Online: 15 Mei 2025 ABSTRAK Persentase lemak tubuh yang berlebihan dapat banyak memicu risiko dan masalah kesehatan serta berujung mendatangkan penyakit kronis. Diperlukan upaya preventif terhadap peningkatan persentase lemak tubuh salah satunya dengan menerapkan latihan pada kategori pre- obesitas, seperti pengaturan pola makan dan keterlibatan dalam aktivitas fisik yang memadai. Satu dari kegiatan fisik yang dapat dijalankan yakni Tabata Workout. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Tabata Workout dalam mengurangi persentase lemak tubuh pada mahasiswa Fisioterapi Universitas Dhyana Pura. Sampel terdiri dari 19 mahasiswa dengan desain penelitian pre- eksperimental menggunakan one group pre-test post-test design. Teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi, eksklusi, dan drop out yang telah ditetapkan. Pengukuran ketebalan lemak menggunakan skinfold caliper. Hasil uji analisis deskriptif menunjukan penurunan nilai lemak dari rata-rata 24,97 saat pre-test menjadi rata-rata 22,95 saat post-test. Uji hipotesis dengan Paired Sample T-test menunjukan signifikan p=0,000 . <0,. , sehingga dapat disimpulkan latihan Tabata Workout yang dilakukan 3 kali per minggu selama 4 minggu efektif menurunkan persentase lemak tubuh mahasiswa Fisioterapi Universitas Dhyana Pura sebesar 8,1%. Tabata Workout dapat menjadi pilihan latihan yang tepat untuk mengatasi peningkatan persentase lemak tubuh. Kata kunci : Tabata Workout. Persentase Lemak. Skinfold Caliper ABSTRACT Excessive body fat percentage can trigger many health risks and problems and lead to chronic diseases. Preventive efforts are needed to increase body fat percentage, one of which is by implementing exercise in the pre-obesity category, such as regulating diet and involvement in adequate physical activity. One of the physical activities that can be carried out is Tabata Workout. This study aims to evaluate the effectiveness of Tabata Workout in reducing body fat percentage in Physiotherapy students at Dhyana Pura University. The sample consisted of 19 students with a preexperimental research design using a one group pre-test post-test design. The sampling technique is purposive sampling based on predetermined inclusion, exclusion and drop out criteria. Fat thickness was measured using a skinfold caliper. The results of the descriptive analysis test showed a decrease in fat values from an average of 24. during the pre-test to an average of 22. 95 during the post-test. Hypothesis testing using the Paired Sample T-test showed a significant p=0. <0. , so it can be concluded that Tabata Workout exercise carried out 3 times per week for 4 weeks is effective in reducing the body fat percentage of Dhyana Pura University Physiotherapy students Tabata Workout can be the right exercise choice to overcome an increase in body fat percentage. Keyword : Tabata Workout. Fat Percentage. Skinfold Caliper PENDAHULUAN Gaya hidup yang sangat bergantung pada teknologi dan informasi telah menjadi pengalaman umum bagi seluruh masyarakat. Kemudahan yang diperoleh dari perkembangan ini dapat menyebabkan perubahan perilaku dalam gaya hidup, baik secara sadar atau tidak. Hal ini seringkali disertai dengan keterbatasan dalam pilihan gaya hidup dan perubahan pola makan yang cenderung lebih cepat atau instan, sebagai upaya untuk mengoptimalkan penghematan waktu1. Orang-orang semakin cenderung memiliki sifat konsumtif dalam memenuhi kebutuhan mereka, terutama terlihat dalam kebiasaan makan. Kebiasaan makan yang tidak memperhatikan jumlah, pola konsumsi, serta kandungan gizi dan energi dalam makanan dapat mengakibatkan peningkatan berat badan yang berlebihan. Indeks Massa Tubuh (IMT) digunakan sebagai indikator mengidentifikasi tingkat berat tubuh yang berlebihan2. Pola gaya hidup di usia produktif saat ini sulit dikendalikan, yang berdampak negatif terhadap peningkatan berat badan. Peningkatan berat badan ini juga memicu terjadinya kondisi overweight dan obesitas. Penurunan Persentase Lemak Tubuh Dengan Tabata Workout. | Tirta Ayu Ginawi dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 153 - 159 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/434 Overweight dan obesitas, yang sering disebut sebagai keadaan gizi yang tidak seimbang, terjadi karena adanya asupan zat gizi yang berlebihan3. Masalah kelebihan berat badan merupakan tantangan kesehatan yang ditemui hampir di semua negara, sama halnya Indonesia. Obesitas di dalam negeri menjadi permasalahan kesehatan utama, terutama di kalangan mahasiswa, dimana menurut laporan WHO. Sebanyak 81% remaja serta 27,5% dewasa jarang melakukan aktivitas fisik khususnya berolahraga. Jumlah mahasiswa fisioterapi yang mengalami overweight dan obesitas sama yaitu sebanyak 31,3%, dimana jumlah ini lebih banyak dari mahasiswa yang berkategori normal. Persentase lemak tubuh yang berlebihan dan banyak memicu isu dan masalah kesehatan hingga memicu datangnya penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, serta kanker. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan menerapkan latihan pada kategori pre-obesitas. Upaya pencegahan obesitas melibatkan pengaturan pola makan dan keterlibatan dalam kegiatan fisik yang memadai. Disamping itu, menerapkan gaya hidup sehat, seperti melibatkan diri dalam aktivitas fisik minimal satu jam per hari, juga dapat menjadi cara lain untuk mencegahnya4. Tabata Workout dinilai sebagai jenis metode latihan dari Jepang serta dirumuskan oleh Dr. Izumi Tabata di tahun 1996. Tabata Workout merupakan model latihan High Intensity Interval Training (HIIT) yang memiliki durasi relatif singkat tetapi mempunyai intensitas yang dinilai Latihan fisik ini dirancang untuk individu dengan berbagai tingkat kebugaran dan kondisi tertentu seperti obesitas dan diabetes. Latihan dengan prinsip HIIT terbukti efektif dalam mengurangi risiko cedera dan meningkatkan toleransi glukosa pada wanita. Tabata Workout bertujuan untuk membakar lemak. Metode latihan Tabata Workout dirancang untuk mencapai hasil optimal tanpa memerlukan waktu lama dalam setiap sesi latihan6. Penelitian ini menemukan bahwa Tabata Workout efektif dalam menurunkan persentase lemak secara signifikan dalam waktu 4 minggu. Hingga pada saat ini, belum ada penelitian mengenai penurunan lemak dengan Tabata Workout pada mahasiswa dengan berbagai faktor yang mungkin menyebabkan obesitas. Oleh karena itu, peneliti ingin meneliti seberapa baik Tabata Workout menurunkan persentase lemak tubuh mahasiswa . METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Dhyana Pura dengan metode pre- eksperimental dengan one group pre-test post-test design, dan teknik purposive sampling. Analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk test, serta uji hipotesis dengan Paired Sample T-test. Data dikumpulkan dalam bentuk angka dari pengukuran lemak tubuh dengan skinfold caliper sebelum dan sesudah latihan. Tabata Workout dilakukan selama 3 kali seminggu selama 4 minggu. Populasi dari penelitian ini mencakup seluruh mahasiswa fisioterapi di Universitas Dhyana Pura yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu: . mahasiswa fisioterapi Universitas Dhyana Pura yang berusia 19 sampai 23 tahun, dibuktikan dengan kartu . mahasiswa berjenis kelamin perempuan. mahasiswa dengan persentase lemak tubuh >23,7. mahasiswa yang masuk dalam kategori obesitas dan overweight menurut standar Asia Pasifik (BMI Ou . memiliki skor aktivitas fisik ringan yang diukur menggunakan IPAQ-SF versi Bahasa Indonesia. berbadan sehat dan tidak cacat. mahasiswa yang menjadi sampel penelitian menandatangani informed consent. Kriteria eksklusi dari penelitian, yaitu: . mahasiswa mengalami cidera muskuloskeletal. mahasiswa dengan riwayat penyakit jantung. mahasiswa dengan riwayat sesak napas kronis, berdasarkan hasil wawancara. Peserta penelitian berjumlah 19 Penurunan Persentase Lemak Tubuh Dengan Tabata Workout. | Tirta Ayu Ginawi dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 153 - 159 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/434 Tahapan dalam melakukan Tabata Workout meliputi: jumping jack high knee jog 3. sit up 4. bicycle crunches 5. Side Lunges Dimana latihan diatas dilakukan dalam 4 menit terdiri dari 20 detik latihan dan 10 detik istirahat, diulang sebanyak 8 kali. Persentase lemak yang diukur adalah lemak subkutan di bagian abdominal, suprailiaca, dan triceps, menggunakan Skinfold Caliper. Penelitian ini telah disetujui oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Komisi Etik Penelitian Perguruan Tinggi Teladan dan Unggulan dengan No. 56/EA/KEP-UNDHIRA/2024. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Jumlah sampel yaitu 19 orang, setelah diberikan intervensi selama 4 minggu, ditemukan sampel mengalami drop out, sehingga sampel menjadi 18 orang hingga akhir penelitian. Berikut merupakan hasil data penelitian. Dari Tabel 1. Dapat disimpulkan umur sampel dalam penelitian ini paling banyak berada pada umur 22 tahun yaitu, 5 sampel dengan persentase 27,8%. Tabel 1. Distribusi Data Frekuensi Umur Pada Sampel Persentase Data Umur (Tahu. Frekuensi . (%) 22,2% 16,7% 22,2% 27,8% 11,1% Total Pada Tabel 2. Dapat diketahui sampel ber-kategori Overweight mempunyai jumlah 11 sampel dengan persentase 61,11% dan terdapat 7 sampel dengan kategori obesitas dengan persentase 38,89%. Tabel 2. Distribusi Data Frekuensi Berdasarkan IMT Sampel Persentase Kategori IMT Frekuensi (N) (%) Overweight 61,11% Obesitas 38,89% Total Tabel 3. Menunjukan hasil uji data analisis statistik deskriptif dimana, nilai lemak tubuh sebelum diberikan latihan . re-tes. menunjukkan nilai minimum 24,0 dan nilai maksimum 26,3, serta nilai rata- rata adalah 24,97A0,70. Sedangkan pada nilai . ost-tes. nilai lemak tubuh menunjukkan nilai minimum 22,0 dan nilai maksimum 24,3 dengan nilai rata- rata adalah 22,95A0,75. Dari data tersebut didapatkan penurunan persentase lemak tubuh sebesar 8,1%. Penurunan Persentase Lemak Tubuh Dengan Tabata Workout. | Tirta Ayu Ginawi dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 153 - 159 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/434 Tabel 3. Hasil Uji Analisis Statistik Deskriptif Penurunan Lemak Tubuh Persentase Lemak Min Maks RerataASD Pre-test 24,97A0,70 8,1% Post-test 22,95A0,75 Hasil Uji Hipotesis Penurunan Lemak Tubuh Menunjukan hasil uji Paired sample T-test, hasil pengukuran pre-test dan post-test lemak tubuh dengan skinfold caliper pada mahasiswa Fisioterapi Universitas Dhyana Pura menunjukan nilai p=0,000 yang artinya nilai . <0,. Dengan demikian, kesimpulannya bahwa terdapat perubahan secara signifikan pada nilai lemak tubuh, menunjukan penurunan persentase lemak tubuh sebelum dan sesudah pelaksanaan Tabata Workout. PEMBAHASAN Karakteristik Sampel Sampel pada studi ini yaitu 18 orang mahasiswa Fisioterapi Universitas Dhyana Pura yang berumur 19-23 tahun, dikarenakan pada rentang usia tersebut tingkat konsumsi lemak yang berlebihan semakin tinggi dan dapat mengakibatkan peningkatan simpanan lemak pada jaringan Penelitian sejenis terdahulu yang membuktikan bahwa pada usia rentang usia 20 tahunan mempunyai pola konsumsi yang mengandung tinggi lemak, kolestrol, dan lebih cenderung mengonsumsi olahan cepat saji, sehingga pada usia tersebut lebih berisiko 5-6 kali lebih besar untuk mengalami kegemukan8. Usia memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kegemukan dimana diakibatkan karena rendahnya aktivitas fisik serta perubahan hormonal, sehingga dapat menimbulkan penumpukan lemak didalam tubuh9. Perempuan berusia di atas 20 tahun lebih mungkin mengalami kelebihan lemak karena tubuh mereka menyimpan lebih banyak energi berlebih sebagai lemak. Sedangkan pria, menggunakan kelebihan energi mereka untuk membuat protein. Selain itu, lemak tubuh perempuan meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan pria ketika mereka mencapai kematangan fisik10. Penelitian sebelumnya yang meneliti tentang penggunaan IMT adalah metode yang paling umum digunakan dalam memprediksi overweight dan obesitas11. Kelebihan massa lemak dikaitkan dengan beragam risiko penyakit karena dapat mengganggu pengaturan axis hipotalamushipofisis, memengaruhi akumulasi lemak di dalam perut dan lemak dalam aliran darah, serta menganggu fungsi berbagai jenis regulator seperti enzim serta hormon. Dari kondisi itulah menyebabkan terjadinya inflamasi kronis dimana secara kumulatif menurunkan fungsi organ12. Dalam penelitian yang sebelumnya mengatakan bahwa apabila massa lemak di dalam tubuh melebihi ambang normalnya, dampak negatifnya pun terjadi. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan lemak yang menghasilkan penyakit-penyakit serius seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes, kanker, dan arthritis. Selain itu, kelebihan lemak juga dapat mengubah bentuk tubuh menjadi kurang menarik karena penumpukan lemak yang terjadi di berbagai area tubuh13. Pengukuran dengan skinfold caliper digunakan untuk mengukur tebal lipatan kulit atau sering disebut dengan lemak subkutan. Teknik dalam penggunaan skinfold caliper ini bersifat noninvasive, tidak menimbulkan rasa sakit, dan nyaman saat digunakan, skinfold caliper memiliki nilai validitas sebesar 0,96. Skinfold caliper adalah alat yang dirancang khusus untuk mengukur ketebalan jaringan lemak subkutan pada bagian tubuh tertentu14. Usia, jenis kelamin, dan etnis semuanya mempengaruhi ketebalan lipatan kulit, yang secara khusus terlihat pada individu yang mengalami obesitas ketika diukur pada daerah abdominal, suprailliaca, dan triceps. Variasi lemak subkutan tidak pasti dan ketebalan lipatan kulit sangat bervariasi. Penurunan Persentase Lemak Tubuh Dengan Tabata Workout. | Tirta Ayu Ginawi dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 153 - 159 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/434 Penurunan Persentase Lemak Tubuh Dengan Tabata Workout Pada Mahasiswa Pre Obesitas Hasil penelitian yang dilakukan selama satu bulan sebanyak 12 kali pertemuan ini dimulai dari pre-test pada mahasiswa Fisioterapi Universitas Dhyana Pura dan penurunan lemaknya dilakukan diakhir. Berdasarkan analisis deskriptif, pengukuran lemak tubuh dengan skinfold caliper menunjukan nilai rata-rata lemak tubuh sebelum diberikannya latihan Tabata Workout adalah 24,97. Setelah diberikan latihan Tabata Workout yang dilakukan 3 kali seminggu selama 4 minggu, nilai rata-rata lemak tubuh turun menjadi 22,95. Penurunan nilai rata-rata lemak tubuh ini membuktikan bahwa latihan Tabata Workout efektif dalam menurunkan persentase lemak tubuh dengan penurunan sebesar 8,1%. Penelitian sebelumnya yang juga meneliti tentang latihan Tabata Workout untuk menurunkan lemak dan IMT terhadap mahasiswi yang berusia 21-23 tahun yang mengalami Kemudian diberikan latihan Tabata dengan durasi 4 menit selama 12 kali pertemuan dan didapatkan hasil dimana latihan Tabata Workout memberikan pengaruh signifikan pada penurunan berat badan yaitu, 1,96%, penurunan persen lemak tubuh sebesar 4,74%, dan penurunan IMT sebesar 2,0% 15. Selama latihan tabata dibandingkan dengan bentuk latihan lainnya, banyak kalori yang dapat dibakar. Kelebihan Konsumsi Oksigen Pasca-Latihan (EPOC) adalah proses yang terjadi setelah latihan dan menghambat kemampuan tubuh untuk membakar 6-15% kalori tambahan15. Tubuh membakar kalori selama berolahraga dan setelahnya akan melepaskan asam lemak sebagai bahan bakar energi ketika berada dalam kondisi ini, dimana tubuh mengalami hutang oksigen sesudah berolahraga. Selama dua jam setelah latihan, hal ini terjadi. Setiap otot dalam tubuh bekerja selama Latihan Tabata, apa pun gerakannya. Setiap kelompok otot dalam tubuh bekerja selama latihan Tabata Workout. Dalam hal tekanan darah, persentase lemak tubuh, dan detak jantung, misalnya, penelitian telah menunjukkan bahwa jumping jack meningkatkan sejumlah metabolisme tubuh16. Pada penelitian terdahulu juga meneliti tentang efektivitas Tabata terhadap 16 wanita paruh baya dengan usia 45 tahun yang selanjutnya diberikan latihan Tabata Workout selama 4 minggu dan didapatkan hasil dari berat badan sebelum latihan sebesar 28,3 kg/mA dan setelah diberikan latihan menjadi 27,4 kg/mA 17. Hal ini terjadi dikarenakan terdapat beberapa mekanisme yang menjelaskan efektivitas Tabata Workout sebagai metode penurunan lemak yang efektif. Pertama, latihan Tabata merangsang penghilangan laktat dan ion hidrogen (H ), serta resintesis glikogen setelah latihan. Proses ini menyebabkan peningkatan hormon pertumbuhan (GH), yang kemudian meningkatkan oksidasi lemak pasca-latihan. Dampak ini menghasilkan penurunan lemak tubuh dan berkontribusi pada penurunan berat badan. Mekanisme ini mengoptimalisasi proses pembakaran lemak dan dapat mendukung penurunan lemak tubuh secara keseluruhan. Kedua. Tabata Workout meningkatkan kapasitas oksidasi lemak selama dan setelah latihan, khususnya di dalam otot rangka. Pada akhirnya, hal ini membantu penurunan lemak tubuh karena efek ini sangat meningkatkan kapasitas tubuh untuk menggunakan lemak sebagai sumber energi. Oleh karena itu, mekanisme-mekanisme ini, baik dari sisi hormon dan metabolisme, maupun kapasitas oksidasi lemak, menjelaskan keberhasilan Tabata Workout sebagai metode penurunan lemak yang efektif. Pada penelitian terdahulu dimana peneliti juga membandingkan Tabata Workout dengan latihan aerobik, ditemukan bahwa hasil penurunan persentase lemak tidak berbeda antara Tabata Workout dan latihan aerobik, menunjukan nilai p=0,879>0,05. Sehingga berdasarkan dari hasil tersebut menyatakan bahwa pemberian Tabata Workout tidak berbeda dengan pemberian senam aerobik dalam menurunkan persentase lemak tubuh. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa penyebab tidak adanya perbedaan antara Tabata Workout dan senam aerobik karena asupan makanan, aktivitas fisik, dan kesungguhan sampel. Selama pelaksanaan penelitian, sejumlah besar sampel melakukan latihan aerobik dan Latihan Tabata dengan tidak benar. Dalam penelitian tersebut, latihan aerobik dilakukan 3 kali seminggu selama 30 menit, dan Latihan Tabata diberikan Penurunan Persentase Lemak Tubuh Dengan Tabata Workout. | Tirta Ayu Ginawi dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 153 - 159 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/434 3 kali seminggu selama 4 menit latihan. Oleh karena itu, tidak ada kontrol aktivitas fisik dalam penelitian ini, yang dapat berdampak pada hasil penelitian4. Dalam penelitian ini Tabata Workout dipilih dikarenakan latihan ini merupakan bentuk latihan High Intensity Interval Training. Dimana Tabata Workout ini adalah metode paling efektif, paling intensif untuk menurunkan lemak tubuh dan mempunyai durasi latihan yang singkat sekitar 4 menit, tidak hanya itu Tabata Workout memiliki gerakan yang lebih variatif. Dalam penelitian ini peneliti sudah melakukan pengontrolan aktivitas fisik dengan menggunakan skor aktivitas fisik ringan yang diukur menggunakan IPAQ- SF versi bahasa Indonesia. Dimana pemberian latihan Tabata Workout selama 4 minggu dan menunjukan terjadinya penurunan persentase lemak tubuh. Penurunan persentase lemak pada 3 titik pengukuran dalam penelitian ini menunjukan hasil yang signifikan baik secara statistik maupun praktis. Penurunan statistik ditunjukan dengan persentase rata-rata penurunan pada 3 titik pengukuran sebesar 8,1% . <0,. Sebagai penguat hasil statistik dalam penelitian ini, indikator nilai Minimal Detectable Change (MDC) menjadi salah satu indikator yang peneliti gunakan untuk memastikan hasil pengukuran dengan instrument Skinfold Caliper memiliki reliabilitas yang tinggi. Penelitian terdahulu yang meneliti terkait reliabilitas pengukuran persentase lemak menggunakan tiga instrumen yang berbeda menyatakan MDC Skinfold Caliper menunjukkan angka sebesar 1,74%, nilai MDC ini lebih rendah dibandingkan dengan kalkulasi menggunakan alat USG . ,16%) dan 3DPS . ,84%), yang berarti Skinfold Caliper memiliki tingkat responsivitas yang lebih baik untuk mendeteksi perubahan yang Hal ini juga didukung dengan penelitian sejenis terdahulu yang mengatakan bahwa nilai MDC yang lebih rendah mengindikasikan pengukuran yang dilakukan lebih responsif. Dengan nilai MDC tersebut, maka dapat dikalkulasi penurunan persentase lemak pada 3 titik pengukuran secara praktis berada pada 8,1% A 1,74%, yang artinya nilai "true change" atau perubahan sebenarnya . berkisar pada rentang 6,36% - 9,84%. Hasil statistik dikatakan dapat berdampak secara praktis mengalami perubahan ketika nilai persentase perubahan lebih besar dari nilai MDC19. Nilai batas bawah dan atas dari rentang tersebut menunjukkan nilai yang lebih besar dari MDC, sehingga dapat dikatakan secara praktis terjadi penurunan rata-rata persentase lemak pada 3 titik pengukuran. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa latihan Tabata Workout yang dilakukan 3 kali per minggu selama 4 minggu efektif dalam menurunkan persentase lemak tubuh mahasiswa Fisioterapi Universitas Dhyana Pura. Nilai rata- rata lemak tubuh sebelum diberikan latihan Tabata Workout yaitu, 24,97 sedangkan setelah diberikan latihan Tabata Workout menjadi 22,95. Hal ini mengindikasikan penurunan nilai persentase rata-rata lemak tubuh pada 3 titik pengukuran dengan penurunan sebesar 8,1%. Secara praktis, dengan merujuk nilai MDC ketika pengukuran dilakukan menggunakan instrumen Skinfold Caliper . ,74%), maka penurunan persentase lemak tubuh pada 3 titik pengukuran menunjukkan rentang penurunan sebesar 6,36% - 9,84%. Saran yang dapat diberikan adalah agar mahasiswa dapat menerapkan latihan Tabata Workout sesuai dengan prinsip dan aturan latihan yang benar untuk memperoleh sasaran latihan yang maksimal sekaligus menjaga bentuk tubuh dan mencegah penumpukan lemak berlebih. DAFTAR PUSTAKA