HARAPAN MAHASISWA KEPERAWATAN TENTANG BLENDED LEARNING Ida Bagus Ardhi Putra1. Herminarto Sofyan2 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bali, 2Universitas Negeri Yogyakarta ardhiputra@gmail. ABSTRAK Efektivitas suatu inovasi pembelajaran tidak bisa mengabaikan aspek penting karakteristik siswa. Pembelajaran online memiliki banyak keunggulan dilihat dari kekayaan sumber belajar dan aktivitas belajar. Efektivitas teknologi sangat tergantung pada bagaimana teknologi tersebut diintegrasikan atau dimanfaatkan dalam pembelajaran. Beberapa temuan penelitian melaporkan bahwa pemanfaatan ICT memberikan hasil yang tidak konsisten. Hasil yang tidak konsisten ini sebagian disebabkan oleh rendahnya kualitas sumber belajar berbasis ICT yang digunakan dan belum tepatnya strategi pengintegrasianya dalam pembelajaran. Sebagian besar kualitas konten online yang masih rendah dan belum dirancang sesuai dengan karakteristik subjek dan pedagogi. Pemanfaatan ICT masih mengalami banyak kendala, terutama ketersediaan sumber belajar digital yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan harapan mahasiswa terhadap konten online dan pengelolaan blended learning pada program studi Ilmu Keperawatan. Responden yang dipilih adalah mahasiswa Sarjana Ilmu Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bali. Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 192 responden yang mengisi angket harapan mahasiswa terhadap konten online dan pengelolaan blended learning, mahasiswa keperawatan memberikan masukan yang berguna untuk mengembangkan konten online dan pengelolaan blended learning. Kata Kunci: Blended Learning. Online Learning. Harapan Mahasiswa ABSTRACT Effectiveness of a learning innovation cannot neglect the studentsAo important characteristic aspect. Online learning has many special qualities outside learning resource richness and learning activity. The Effectiveness of technology highly depends on how that technology is integrated or utilized in learning. Some research findings reported that the utilization of ICT gave the inconsistent result. This inconsistent result was partly the result of the low quality of the ICT-based learning source that was used and the lowlevel appropriateness of the integration strategy in learning. Most of the quality of online contents was still low and was not designed according to subjectAos characteristics and The utilization of ICT still faces many challenges especially the availability of digital learning source with good quality. The aim of this research was to describe the studentsAo expectations toward online content and the management of blended learning on Nursing Science course. The respondents of this research were the Bachelor students of Institute of Health Sciences (STIKES) Bali. Indonesia. The result of the research showed that from 192 respondents who filled in nursing expectations questionnaire toward online content and blended learning management, the nursing students gave useful input to develop online content and blended learning management. Keywords: Blended Learning. Online Learning. StudentsAo Expectations PENDAHULUAN Kemajuan teknologi saat ini telah memudahkan pengembang/ praktisi pembelajaran untuk menyampaikan informasi dan mengelola aktivitas pembelajaran. Pada awal kemunculannya, pembelajaran online menjanjikan mimpi besar tentang efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Beberapa keunggulan yang dijanjikan pembelajaran online seperti memfasilitasi belajar kapan saja dan dimana saja, kekayaan format informasi yang bisa disampaikan, menyebabkan optimisme yang tinggi akan kemampuannya dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. teknologi, yaitu online learning memiliki banyak keunggulan dilihat dari kekayaan sumber belajar . earning resource. dan aktivitas belajar . earning tas. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak serta merta membuktikan keunggulan yang dijanjikannya. Secanggih apapun teknologi, teknologi bukanlah solusi instan yang bisa dengan mudah menyelesaikan masalah. Efektivitas teknologi sangat tergantung pada bagaimana teknologi tersebut diintegrasikan atau dimanfaatkan dalam pembelajaran (Roblyer, 2. Modal kekayaan format informasi dalam suatu bahan ajar dan juga beragam fitur aktivitas belajar belum cukup untuk menjadikan teknologi akan unggul dimanfaatkan dalam pembelajaran. Kemajuan teknologi merupakan salah satu pilar pendukung dari paradigma baru pembelajaran yang menganut pandangan konstruktivisme. Salah satu inovasi pembelajaran sesuai dengan pandangan konstruktivisme adalah pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri ilmiah atau saintifik. Pembelajaran menggunakan pendekatan ini mensyaratkan mahasiswa aktif, memiliki motivasi belajar, dan independensi belajar yang memadai. Sayangnya, sebagian mahasiswa belum memiliki karakter tersebut. Kurangnya keaktifan mahasiswa . earning engagemen. sering dikeluhkan oleh dosen dalam mengelola pembelajaran. Sebagian besar mahasiswa masih memiliki budaya belajar reseptif. Mahasiswa datang ke kelas hanya siap untuk mendengarkan penjelasan dosen. Suasana pembelajaran masih kering dengan pertanyan dan tanggapan mahasiswa terhadap topik yang dibahas. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran cenderung sebagai penyampai informasi yang strukturnya belum dikaji dengan cermat sesuai dengan kurikulum. Pemanfaatan teknologi oleh praktisi pendidikan juga tanpa basis pedagogi memadai sehingga efektivitasnya sangat bervariasi. Beberapa temuan penelitian melaporkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran memberikan hasil yang tidak konsisten (Passerini, 2. Hasil yang tidak konsisten ini sebagian disebabkan oleh rendahnya kualitas sumber belajar berbasis teknologi yang digunakan dan belum tepatnya strategi pengintegrasianya dalam pembelajaran. Leacock dan Nesbit . menemukan bahwa sebagian besar kualitas lingkungan belajar online dan standar kualitas konten yang masih rendah dan belum dirancang sesuai dengan karakteristik subjek dan pedagogi. Pemanfaatan teknologi masih mengalami banyak kendala, utamanya ketersediaan sumber belajar digital yang berkualitas dan literasi penggunaan teknologi dan internet dari dosen dan mahasiswa (Hew & Brush, 2. Barger dan Byrd . mengemukakan bahwa hal yang paling penting menentukan keberhasilan pembelajaran online adalah ketersediaan lingkungan belajar online dan konten online yang tepat. Kurang aktifnya mahasiswa dalam pembelajaran semestinya tidak mendorong dosen kembali pada pandangan pembelajaran tradisional yang cenderung informatif. Hasilhasil kajian psikologi pembelajaran dan neuroscience telah menemukan hakikat belajar yang mengarah kepada pandangan konstruktivisme. Hasil-hasil kajian tersebut disertai dengan keinginan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang cerdas, berkarakter dan mampu bersaing menyebabkan inovasi pembelajaran tidak bisa diabaikan oleh praktisi pembelajaran. Budaya belajar reseptif mahasiswa harus digeser ke budaya belajar aktif dan produktif serta menumbuhkan semangat belajar sepanjang Kemajuan teknologi sekarang ini sangat potensial untuk mengembangkan lingkungan belajar konstruktivis dan memfasilitasi pembelajaran. Pembelajaran berbasis Keberhasilan pembelajaran online juga mempersyaratkan mahasiswa yang selfdirected, self- regulated, self diciplined, dan comfortable with written communication, memiliki karakter berbagi informasi, dan memiliki keterampilan teknis teknologi (Dabbagh & Ritland, 2. Kemandirian, literasi teknologi dan komunikasi adalah tiga hal yang sangat menentukan keberhasilan belajar online. Sebagian besar mahasiswa belum memiliki karakteristik di atas, terutama kemandirian dalam belajar. Terkait dengan karakteristik mahasiswa ini. Kirna . menemukan bahwa penyebab kurang efektifnya pembelajaran online dikontribusi oleh budaya belajar mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa belum terbiasa belajar aktif dan Gaya belajar mahasiswa yang sudah terbentuk dari pembelajaran tradisional memerlukan waktu adaptasi yang cukup untuk menggeser gaya belajarnya yang cenderung pasif dengan gaya yang baru seperti ditawarkan oleh pembelajaran online. Artinya, strategi integrasi teknologi dalam pembelajaran tidak bisa mengabaikan karakteristik mahasiswa. Morin, dkk. menyatakan bahwa AuPerceptions are, therefore, important considerations when integrating technology into learning, especially virtual learning. Ay Berdasarkan paparan di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi harapan mahasiswa Sarjana Ilmu Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bali terhadap blended learning. Harapan mahasiswa ini sangat berguna dalam merancang konten online yang efektif untuk mendukung blended learning pada pembelajaran keperawatan di STIKES Bali. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk penelitian desktiptif kualitatif untuk mendeskripsikan sekaligus menginterpretasi dan mengelaborasi temuan. Penelitian dilaksanakan pada Responden penelitian adalah mahasiswa Sarjana Ilmu Keperawatan tingkat II di STIKES Bali. Pemilihan STIKES Bali sebagai subjek penelitian didasarkan atas pertimbangan bahwa STIKES Bali merupakan perguruan tinggi kesehatan di Bali yang telah memiliki sistem e-learning berbasis MOODLE dan koneksi internet yang memadai untuk kegiatan pembelajaran sehingga pernah melaksanakan pembelajaran berbantuan teknologi internet. Temuan penelitian tentang kurang konsistennya efektivitas pembelajaran online memunculkan gagasan untuk memadukan keunggulan pembelajaran online dan tatap Blended learning adalah kombinasi strategi penyampaian pembelajaran yang mengambil keunggulan pembelajaran online dan tatap muka. Temuan sejumlah penelitian (Vaughan, 2007. Kim & Bateman, 2010. Shroff & Deneen, 2011. Rosenthal & Weitz, 2. mengemukakan efektivitas dari penerapan blended learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Hasil analisis dari sejumlah penelitian tentang blended learning telah menegaskan efektivitas pembelajaran berbantuan teknologi ini. Dari analisis yang Means, . menemukan bahwa blended learning lebih efektif meningkatkan hasil belajar daripada pembelajaran online dan tatap muka yang dilakukan secara terpisah. Walaupun blended learning memberikan harapan besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi strategi penyampaian ini harus didukung oleh karakteristik mahasiswa seperti sudah diuraikan di atas. Efektivitas blended learning sangat ditentukan oleh lingkungan belajar online yang dapat diadaptasikan dengan gaya belajar mahasiswa dan diharapkan mendorong kemandirian belajar mahasiswa. Angket yang dibuat pada penelitian ini adalah angket harapan mahasiswa tentang konten dan pengelolaan blended learning pada pembelajaran keperawatan di STIKES Bali. Angket harapan mahasiswa memuat empat aspek, yaitu karakteristik indikator pembelajaran, karakteristik materi dalam konten online, karakteristik tugas/aktivitas belajar online, dan pengelolaan blended learning. Pengisian angket dikoordinasikan oleh salah satu dosen di STIKES Bali. Hasil elaborasi harapan mahasiswa keperawatan terhadap konten online dan pengelolaan blended learning dijadikan pertimbangan untuk merancang konten online dan strategi pengelolaan pembelajaran keperawatan di STIKES Bali menggunakan pendekatan saintifik yang disampaikan secara blended learning. HASIL Dari 210 responden yang disasar, hanya 192 responden . ,4%) yang mengisi angket tentang harapan siswa terhadap konten online dan pengelolaan blended learning. Rekapitulasi harapan mahasiswa terhadap konten online dan strategi blended learning disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Harapan mahasiswa keperawatan STIKES Bali terhadap karakteristik konten online dan strategi blended learning Materi dalam konten online Indikator pembelajaran harus dirumuskan secara rinci Setiap topik diberikan ringkasan materi sesuai dengan indikator pembelajaran, selain materi utama yang lengkap Konten online sebaiknya dengan jelas memuat hubungan antara indikator dengan materi dan tugas Materi yang berisi visualisasi / animasi atau simulasi sangat membantu saya dalam memahami materi pembelajaran Tugas/kegiatan siswa dalam konten online Setiap topik mengandung tugas dan fasilitas untuk upload tugas yang relevan dengan indikator pembelajaran Tugas yang sama, sebaiknya dapat diupload lebih dari satu kali. Setiap topik mengandung Forum untuk diskusi online Pengelolaan blended learning Setiap topik perlu dicantumkan jadwal kegiatan online dan tatap muka di kelas. Tidak semua indikator pembelajaran harus ada kegiatan online dan tatap muka. Indikator tertentu cukup online saja. Indikator pembelajaran tertentu tidak perlu online, langsung tatap muka di kelas Untuk mencapai indikator pembelajaran, sebaiknya dijelaskan dahulu materinya secara tatap muka kemudian dilanjutkan dengan kegiatan online Saya lebih senang pembelajaran di setiap topik dimulai dengan tugas online dahulu, kemudian dibahas pada saat tatap muka Belajar online lebih baik dirancang berkelompok daripada individual Diskusi kelompok secara online sebaiknya tertutup untuk kelompok yang lain. Keterangan : S = Setuju TT = Tidak Tentu /Ragu-ragu TS = Tidak Setuju PEMBAHASAN Means, dkk. menyarankan perancangan blended learning harus mempertimbangkan kebutuhan dan harapan mahasiswa. Analisis hasil kuesioner tentang harapan mahasiswa terhadap konten online dan pengelolaan blended learning memberikan beberapa informasi tentang perancangan pembelajaran keperawatan yang disampaikan secara blended learning untuk mahasiswa keperawatan STIKES Bali. Pertama, mahasiswa mengharapkan agar indikator pembelajaran di setiap topik dirumuskan secara detail. Indikator pembelajaran yang detail memberikan panduan yang lebih jelas kepada mahasiswa tentang apa yang harus dikuasainya dibandingkan dengan rumusan yang sifatnya masih umum. Kedua, seluruh responden berharap bahwa dalam konten online, ringkasan materi diberikan untuk setiap indikator. Harapan mahasiswa menghadapi kesulitan dalam menemukan pengetahuan kunci yang mesti difokuskan dalam belajar dari sumber informasi yang kompleks, seperti penjelasan dalam buku ajar. Harapan mahasiswa ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh S (%) TT (%) TS (%) S (%) TT (%) TS (%) S (%) TT (%) TS (%) Talaris Research Institute (Allen, 2. bahwa mahasiswa akan belajar secara tidak optimal belajar dari informasi yang banyak yang disampaikan secara linear. Tambahan informasi yang kurang tepat . enjelaskan banyak ha. akan mengganggu pemerolehan informasi yang penting dari materi yang Marzano . juga melaporkan bahwa konten yang terlalu banyak tidak Penekanan pembelajaran pada konsep kunci dan elaborasi secukupnya cenderung lebih Ketiga, para mahasiswa juga berharap bahwa mereka dapat melihat dengan jelas hubungan antara indikator dalam setiap topik dengan materi dan tugas. Bransford, . menyatakan bahwa kejelasan hubungan antara tujuan dengan apa yang mempelajarinya, dan bagaimana cara mengevaluasinya sangat penting dalam belajar di sekitarnya. Tanpa hubungan itu, akan sulit untuk mengetahui apa yang akan mereka pelajari. Kejelasan hubungan komponen utama di atas sangat penting untuk dipertimbangkan dalam mengembangkan lingkungan pembelajaran online. Keempat, hampir setiap responden . ebih dari 96%) berharap bahwa konten online yang berisi visualisasi / animasi atau simulasi untuk pembelajaran keperawatan penting untuk disediakan. Para mahasiswa menghadapi kesulitan dalam memahami materi keperawatan hanya dari penjelasan Visualisasi dalam bentuk animasi/ simulasi akan membantu mahasiswa dalam membuat konten abstrak menjadi konkret. Selain itu, dilihat dari tingkat abstraksi pesan, informasi yang disampaikan secara visual lebih konkrit daripada informasi verbal sehingga informasi yang disampaikan secara visual lebih mungkin dipahami daripada informasi verbal. Allen . mengatakan "Setengah dari korteks otak manusia dikhususkan untuk memproses informasi Kami memproses informasi visual lebih efektif daripada jenis lainnyaAy. Anglin . berpendapat sebagai efek superior gambar. Keunggulan visualisasi dalam pembelajaran juga didukung oleh kemampuan visualisasi dalam meningkatkan motivasi belajar, terutama dilihat dari minat mahasiswa (Falvo, 2. Walaupun banyak Falvo mengingatkan bahwa penerapan visualisasi dalam pembelajaran membutuhkan diskusi/ penekanan setelah mahasiswa mencermati visualisasi karena banyak mahasiswa memiliki pemahaman yang salah sebagai pengaruh dari pengetahuan awal. Desain dan pembelajaran masih perlu dikaji. Kelima, tugas dalam bentuk lembar kerja adalah komponen yang mendukung kegiatan belajar siswa. Belajar menggunakan pembelajaran berbasis tugas . ask-oriente. Mahasiswa menjadi termotivasi melalui pemberian tugas yang akan mendorong mahasiswa untuk belajar secara aktif (Schunk, 2. Merrill . juga berpendapat bahwa pemberian tugas akan berdampak pada pembelajaran mahasiswa yang lebih aktif yang merupakan salah satu prinsip yang penting dalam pembelajaran. Terkait dengan tugas, responden berharap bahwa setiap topik diberi tugas yang terkait dengan indikator. Meskipun tidak dominan, sebagian dari responden . ,9%) berharap mereka diberi kesempatan untuk mengirim . tugas lebih dari satu kali. Kelompok responden ini melihat bahwa mereka perlu diberi kesempatan untuk membuat revisi untuk menyempurnakan tugas belajarnya. Hubungan yang jelas antara tugas dan indikator harus secara eksplisit dinyatakan untuk membimbing mahasiswa dalam mencapai indikator. Melalui tugas yang fokus pada pencapaian indikator, aktivitas belajar mahasiswa menjadi lebih Konstruksi pengetahuan akan bermakna ketika pengetahuan ditanam dalam Allen . berpendapat bahwa Aupembuatan makna didorong oleh masalah, pertanyaan, kebingungan, ketidaksepakatan, atau disonansi. Ay Oleh karena itu, konten online penting untuk dibangun dengan menamankan pengetahuan dalam suatu kegiatan dimana masalah akan diselesaikan ketika mengerjakan Materi perlu disegmentasi dalam suatu potongan materi dan mahasiswa diberi tugas latihan dan Watson . menyatakan bahwa tugas dan latihan itu penting jika . relevan dengan tujuan . , . diberikan fleksibilitas dalam hal waktu dan tempat untuk menyelesaikannya, . berisi jenis tugas dan permasalahan yang bervariasi, . menantang usaha yang cukup untuk berpikir, tidak hanya mengingat, dan . diberikan feedback yang sifatnya penjelasan . xplanatory feedbac. Keenam, salah satu kualitas khusus pembelajaran berbasis teknologi adalah ketersediaan fasilitas diskusi kolaboratif secara online. Kirna . menemukan bahwa dalam beberapa fitur aktivitas online yang tersedia, forum diskusi online adalah yang paling intensif diakses mahasiswa, baik untuk berpartisipasi secara aktif atau hanya dengan meninjau diskusi yang telah Means, dkk. juga menemukan bahwa efektivitas blended learning juga disebabkan oleh interaksi di antara mahasiswa. Diskusi online memiliki keunggulan yaitu pembelajar memiliki kebebasan psikologis dalam mengajukan dan menanggapi permasalahan teman (Kirna. Temuan ini lebih dipertegas oleh Roberts dan Kanagasabai . yang melaporkan bahwa pembelajar secara signifikan lebih menyukai posting problem atau tanggapan ke forum diskusi secara anonim . nonymous postin. dibandingkan dengan tidak anonim . dentified postin. Terkait dengan diskusi online, responden mengharapkan agar setiap topik dilengkapi dengan forum diskusi online. Ketujuh, walaupun tidak cukup dominan, sebagian responden . ,4%) pembelajaran harus ada kegiatan online dan tatap mukanya. Kegiatan tatap muka masih menjadi keharusan untuk dilakukan. Bahkan, 43,4% responden menegaskan bahwa indikator tertentu tidak perlu ada kegiatan online, langsung tatap muka saja. Sebagian besar responden memandang sangat penting dilakukan diskusi pada kegiatan tatap muka dimana dosen memberikan penguatan dan Mahasiswa kurang memiliki kepercayaan diri tentang pemahaman yang Strukturisasi dosen masih sangat perlu keteracapaian tujuan pembelajaran. Sesuai mahasiswa keperawatan STIKES Bali sekarang ini masih cenderung pada supplemented blended learning, yaitu kegiatan online diarahkan sebagai suplemen kegiatan tatap muka, bukan menggantikan . kegiatan tatap muka. Kedelapan, responden berharap bahwa blended learning dimulai dengan tatap muka, pembelajaran online. Harapan responden ini mencerminkan bahwa mahasiswa tidak dapat sepenuhnya bergeser dari budaya belajar reseptif yang secara tradisional dilakukan Kesimpulan di atas didukung oleh sangat . ,4%) menyenangi pembelajaran yang dimulai dari kegiatan online kemudian dilanjutkan dengan pembahasan pada kegiatan tatap muka. Secara bertahap, budaya belajar menerima harus digeser ke paradigma belajar yang dianut sekarang ini, yaitu belajar sesuai dengan pandangan konstruktivisme yang dicirikan oleh . belajar adalah konstruksi pengetahuan sesuai dengan gaya belajar masing-masing, . pengetahuan awal, . belajar berorientasi tugas-tugas bermakna, . belajar melalui pengalaman bereksplorasi, berhipotesis, memanipulasi objek, mengajukan pertanyaan, mencari jawaban, berargumentasi, dan menemukan, . belajar melalui interaksi sosial, dan . belajar melalui pengalaman mengaplikasikan pemahaman pada konteks yang baru. Pembelajaran menurut pandangan konstruktivisme ini menuntut penciptaan lingkungan belajar yang kaya dengan sumber informasi . earning resource. dan elemen Kemajuan teknologi sekarang ini belajar konstruktivis tersebut. Kemajuan teknologi telah membuka peluang yang sangat besar menggeser tradisi belajar menerima . elajar denga. menjadi belajar aktif dan produktif sesuai pandangan Penerapan blended learning harus tetap diarahkan untuk mentradisikan Sebagian . ,1%) pembelajaran dengan blended learning Ini mahasiswa sudah dapat mengambil manfaat dari belajar secara kolaboratif. Walaupun demikian, ternyata cukup banyak juga responden . ,5%) menginginkan diskusi online secara kelompok yang tertutup bagi kelompok lain. Ini menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa masih memiliki jiwa kompetisi yang cukup tinggi antar Mahasiswa dengan karakter kompetitif yang tinggi cenderung individual. SIMPULAN DAN SARAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan harapan mahasiswa terhadap konten dan pengelolaan pembelajaran pada program studi ilmu keperawatan yang disampaikan secara blended learning. Hasil mengharapkan agar indikator pembelajaran di setiap topik dirumuskan secara detail dan bisa melihat dengan jelas kaitan antara indikator pada setiap topik dengan materi dan Mahasiswa juga mengharapkan agar dalam konten online diberikan rangkuman materi untuk setiap indikator dan diberikan materi yang mengandung visualisasi/animasi ataupun simulasi. Selain itu konten online diharapkan mengandung tugas dan fasilitas untuk upload tugas serta setiap topik dilengkapi dengan forum diskusi online. Hasil penenelitian ini mengambarkan harapan responden agar pembelajaran blended learning dimulai dari kegiatan tatap muka, kemudian dilanjutkan dengan online. Harapan responden ini mencerminkan bahwa mahasiswa belum bisa lepas dari budaya belajar menerima . eceptive learnin. yang sudah ditradisikan dalam Sebagian besar responden me68 mandang sangat penting dilakukan diskusi pada kegiatan tatap muka dimana dosen memberikan penguatan dan konfirmasi. Harapan mahasiswa keperawatan terhadap karakteristik konten online dan pengelolaan blended learning penting diperhatikan oleh pengembang pembelajaran berbasis teknologi untuk memperoleh suatu learning resources yang sesuai dengan kebutuhan belajar mahasiswa. CoursesAy. International Journal on ELearning, 9. , 79-98 . Kirna. I M. AuPenerapan Strategi Problem Posing yang disampaikan secara Blended Learning pada Perkuliahan Chemical BondingAy. Proceedings of Nasional FMIPA i in UNDIKSHA, . Leacock. , and Nesbit. AuA Framework for Evaluating the Quality of Multimedia Learning ResourcesAy. Educational Technology & Society, 10 . , 44-59 . Marzano. AuClassroom Assessment & Grading That WorkAy. Alexandria: ASCD, 2006 Means. Toyama. Murphy. , and Baki. AuThe Effectiveness of Online and Blended Learning: A Meta-Analysis of the Empirical LiteratureAy. Teachers College Record, 115, 1-47 . Merrill. AuFirst Principles of InstructionAy. In C. Reigeluth, and Char-Cheliman (Eds. Instructional Design Theories and Models: Building a Common Knowledge Base, 3, 41- 56. New York: Routledge, 2009. Morin. Thomas. , and Saade. AuFostering Problem-Solving in a Virtual EnvironmentAy. Journal of Information Technology Education: Research, 14, 339- 362 . Passerini. AuPerformance and Behavioral Outcomes in Technology Supported Learning: The Role of Interactive MultimediaAy. Journal of Educational Multimedia and Hypermedia, 16. , 183-210 . Roberts. , and Kanagasabai. AuI'd be so much more Comfortable Posting Anonymously: Identified versus Anonymous Participation in Student Discussion BoardsAy. Australasian Journal of Educational Technology, 29. , 612-625 . Roblyer. AuIntegrating Educational Technology into Teaching . th Ed. )Ay. Upper Saddle River: Pearson Merrill Prentice Hall, 2006. Rosenthal. , and Weitz. AuLarge-Course Redesign via Blended Learning: A Post Implementation Assessment Across InstitutionsAy. International Journal on E-Learning, 11. , 189207 . KEPUSTAKAAN