Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 HUBUNGAN PENERAPAN MANAJEMEN MODEL ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (MAKP) TIM TERHADAP KINERJA PERAWAT PELAKSANA Fitriana 1. Fadila2 Prodi S1 Keperawatan STIKES Mitra Adiguna1,2 Email: radenayu. dila23@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Untuk meningkatkan dan mewujudkan mutu pelayanan keperawatan, rumah sakit harus menerapkan proses sistem asuhan keperawatan pada ruang rawat dengan menggunakan Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP). Metode tim merupakan metode pemberian asuhan keperawatan dimana seorang perawat profesional memimpin klien melalui upaya kooperatif dan Tujuan: Penelitian ini hubungan penerapan manajemen model asuhan keperawatan profesional (MAKP) tim terhadap kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RS Ernaldi Bahar Prov. Sumsel. Metode: Desain Penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan Total Sampling. Hasil: Penelitian menggunakan uji statistik chi-square didapatkan nilai p = 0,024 < = 0,05 hal ini menunjukkan terdapat hubungan penerapan manajemen model asuhan keperawatan profesional (MAKP) Tim terhadap kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RS Ernaldi Bahar Provinsi Sumsel. Saran: diharapkan petugas kesehatan dalam hal ini perawat dapat meningkatkan kinerja melalui metode tim yang telah diprogramkan oleh Rumah Sakit juga kerjasama dari pihakpihak terkait dari manajemen Rumah Sakit. Kata Kunci : Penerapan MAKP Tim,Kinerja Perawat Pelaksana ABSTRACK Background: To improve and realize the quality of nursing services, hospitals must implement a nursing care system process in the wards using the Professional Nursing Care Model (MAKP). The team method is a method of providing nursing care in which a professional nurse leads the client through a cooperative and collaborative effort. Purpose: This research relates the application of the management model of professional nursing care (MAKP) team to the performance of executive nurses in the inpatient room of Ernaldi Bahar Hospital. South Sumatra Province. Method: The research design used is analytic observational using a cross sectional approach. The sampling technique is using total sampling. Results: Research using the chi-square statistical test obtained a value of p = 0. = 0. This indicates that there is a relationship between the application of the professional nursing care management model (MAKP) Team towards the performance of implementing nurses in the inpatient room of Ernaldi Bahar Hospital. South Sumatra Province. Suggestion: it is hoped that health workers, in this case nurses, can improve performance through the team method that has been programmed by the Hospital as well as cooperation from related parties from Hospital management. Keywords: Implementation of Team MAKP. Performance of Implementing Nurses Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN keputusan, metode pemberian Keperawatan pemberi layanan kesehatan di rumah sakit, keperawatan kepada pasien. Pelaksanaan wajib memberikan layanan perawatan yang keperawatan profesional dipengaruhi oleh prima, efisien, efektif, dan produktif beberapa faktor yaitu faktor organisasi, kepada masyarakat. Perawat merupakan faktor Sumber daya manusia (SDM), kelompok pemberi jasa layanan kesehatan faktor karakteristik pekerjaan dan faktor terbesar di rumah sakit yang jumlahnya Faktor Organisasi terdiri dari mencapai 40%-60%, mengerjakan hampir kepemimpinan, sistem reward, pelatihan 90% layanan kesehatan rumah sakit me- dan pengembangan, supervisi, visi misi, lalui asuhan keperawatan, dan sangat ber- struktur organisasi dan seleksi. Faktor pengaruh pada hasil akhir . sumber daya manusia terdiri dari penge- Dirumah sakit perawat memiliki tahuan, motivasi, nilai profesionalisme, peran fundamental yang luas selama 24 sikap, ketrampilan, kemampuan. Faktor jam sehari, 365 hari dalam setahun, dan Karakteristik pekerjaan terdiri dari umpan berdampak pada kualitas, efisien, dan efek- balik, desain pekerjaan, beban kerja dan jadwal pekerjaan. Faktor pasien terdiri dari (Sugiharto. Keliat dan Sri, 2. jumlah pasien dan tingkat ketergantungan Metode Asuhan Keperawatan Profe- sional (MAKP) adalah suatu sistem yang Ada Metode terdiri dari tiga aspek yaitu struktur, proses Keperawatan dan nilai profesional . rofesional valu. MAKP model primer, model tim, model yang digunakan dalam pemberian asuhan kasus dan model fungsional. Pemilihan keperawatan profesional (Nursalam, 2. model asuhan keperawatan dalam suatu Aspek struktur ditetapkan dengan jumlah ruangan mempertimbangkan visi, misi in- tenaga, jenis tenaga dan standar asuhan stitusi, dapat diterapkan proses keperawa- Aspek proses ditetapkannya tan dalam asuhan keperawatan, efisien dan pemilihan model asuhan keperawatan yang efektif penggunaan biaya, terpenuhinya kepuasan klien, keluarga dan masyarakat. Aspek kepuasan kinerja perawat (Marquis & Hus- terdiri dari profesional, hubungan profe- tin, 2. Pemberian pelayanan keperawa- sional dengan komunikasi, pengambilan tan dengan Profesional menggunakan salah Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 metode asuhan keperawatan profesional Keperawatan Profesional. Manajemen dapat memberikan pelayanan keperawatan keperawatan Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan untuk mening- katkan kinerja Perawat dalam pemberian pasiennya jelas, komunkasi efektif agar asuhan keperawatan kepada pasien mem- kontinuitas rencana keperawatan terjamin. ilih salah satu dari MAKP yaitu Metode Hal tersebut dapat tercapai bila kinerja Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) model Tim. profesional dilaksanakan sesuai dengan standar yang ada. Penelitian yang dilakukan Fairbrother,Jones and Rivas ( 2010 ) dalam Yusni- Kinerja adalah hasil kerja yang dapat lawati ( 2. dengan melakukan uji coba dicapai oleh seseorang atau sekelompok menggunakan keperawatan Tim di Rumah orang dalam suatu organisasi kerja, sesuai Sakit Sydney Prince Of wales. Australia dengan tanggung jawab masing-masing. Bahwa perawat memiliki banyak waktu dalam rangka mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara sah, tidak melanggar tujukan yaitu kerja sama tim, komunikasi hukum dan sesuai dengan moral maupun yang baik antar perawat, dokter juga Kinerja perawat merupakan tindakan pasien, dokumentasi, dan perencanaan yang dilakukan seorang perawat dalam yang baik. Metode keperawatan tim dinilai suatu organisasi sesuai dengan wewenang efektif dalam pemberian asuhan keperawa- Keefektifan keperawatan tim yaitu dari masing-masing, memberikan kepuasan pada pengguna jasa dan juga meningkatkan mutu pelayanan keperawatan (Mugopa C,et al. , 2. Manajemen Keperawatan merupakan Keuntungan sisi komunikasi dan kerjasama tim dalam pemberian asuhan keperawatan. Penelitian Cioffi & Ferguson . dalam Yusnilawati . menggunakan metode keperawatan tim dalam layanan suatu proses bekerja melalui anggota staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan yang optimal dan profesional. keperawatan secara profesional (Nursalam. Penelitian Keliat . dalam Yu- Pemberian asuhan keperawatan lita Lobo . mengemukakan bahwa profesional ini lebih dikenal dengan sebutan MAKP atau Metode asuhan MAKP berdampak untuk prestasi perawat kemudi224 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 an dan dapat berdampak pula pada peningyang bekerja. Di Ruangan rawat inap lakikatan angka pemanfaatan tempat tidur ru- laki di dapatkan 3-4 orang saja perawat mah sakit atau Bed Occupancy Rate laki-laki ( A 35%). Ruangan Rawat Inap (BOR) dan Average Length Of Saty ( AV- merawat pasien 14-16 pasien dalam sehari. LOS) dan Turn Over Interval (TOI) yang jadi pada shift sore dan malam di dapatkan merupakan parameter kualitas servis ru- perbandingan perawat dan pasien 1. mah sakit yang bermutu dan berpengaruh Didapatkan sebanyak 80 orang untuk prestasi perawat. perawat pelaksana pada tahun 2022. Berdasarkan penelitian dari Cindy dkk . didapatkan hasil menunjukkan Irina MAKP sudah mulai dilaksanakan di RS Ernaldi Bahar sejak tahun 2015. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti RSUP apakah ada Pengaruh Penerapan Model Prof. Dr. Kadou Manado. Asuhan keperawatan Professional (MAKP) Yusnilawati dkk ( 2. melakukan Tim tehadap kinerja perawat pelaksana di penelitian didapatkan hasil penelitian ada Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Ernaldi hubungan antara penerapan metode tim Bahar Provinsi Sumatera Selatan Tahun dengan kinerja perawat pelaksana di Ru- mah Sakit Umum Abdul manaf dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi. Penelitian ini termasuk penelitian Berdasarkan studi pendahuluan yang penulis lakukan di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera METODE PENELITIAN Selatan ditemukan ada 7 Ruangan Rawat Inap, yang terdiri dari 14-15 0rang, yaitu 1 orang Kepala Ruangan, 2 orang Kepala Tim dan 11-12 orang perawat pelaksana. Ketua Tim masih mendapatkan tugas tambahan sebagai supervisi sore dan malam, terkadang masih ada yang bekerja di shift sore dan Pada Shift sore dan Malam di dapatkan hanya 2-3 orang saja perawat pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian dimana variabel independen dan variabel dependen di observasi sekaligus pada waktu yang sama. mencari prevalensi satu atau beberapa masalah dan memperkirakan hubungan sebab akibat. Penelitian ini dilaksanakan pada 24 Januari s/d 11 Februari 2023. Penelitian ini di lakukan di seluruh Ruangan Rawat Inap Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan. Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Populasi pada penelitian ini adalah yang diperoleh dari responden melalui Seluruh perawat pelaksana di Ruangan kuesioner secara langsung. Data sekunder Inap didapat dari buku, sumber, jurnal dan ba- pengambilan sample dalam penelitian ini han dari internet yang berhubungan dengan metode total sampling. Dalam dengan topik penelitian. penelitian ini data primer adalah data HASIL PENELITIAN Analisis Univariat No. Tabel 1. Penerapan Manajemen Model MAKP Tim Penerapan MAKP TIM Jumlah Persentase Baik > 33 Kurang baik < 33 Total Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa profesional (MAKP) Metode TIM yang responden yang sudah memahami penera- baik sebanyak 68 orang ( 85,0%) dan yang kurang baik sebanyak 12 Orang . ,0 % ). No. Tabel 2. Kinerja Perawat Pelaksana Kinerja Perawat Pelaksana Jumlah Baik Kurang Total Berdasarkan Tabel 2 diketahui Persentase Kategori Kurang baik bahwa responden yang mempunyai Kinerja lebih sedikit yaitu 34 orang ( 42,5 % ) dari dengan kategori baik lebih banyak, yaitu 80 responden. sebanyak 45 orang . ,5%) dan yang Analisis Bivariat Tabel 3. Hasil Analisa Hubungan Penerapan MAKP Tim dengan Kinerja Perawat Pelaksana Kinerja Jumlah OR 95% No. MAKP TIM Baik Kurang p value Baik >33 53,75 31,25 Kurang Baik < 33 3,75 11,25 0,024 9,75 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Berdasarkan Tabel 3 di atas, keperawatan dan mengatur lingkungan diketahui bahwa dari 80 responden yang melakukan penerapan MAKP Tim dengan untuk menunjang asuhan keperawatan. Hal Baik ada 68 orang , ada 43 responden penelitian yang dilakukan oleh Yusnilawati . ,75%) yang melakukan mempunyai dkk . mengenai Hubungan Penerapan Kinerja dengan kategori baik, sedangkan Metode Tim dengan kinerja perawat dari 25 responden . ,25%) yang mempu- pelaksana, didapatkan nyai kinerja kurang Baik. Adapun Re- penerapan metode tim baik sebanyak 116 sponden yang menerapkan MAKP Tim responden ( 58,3%) dari 199 orang. dengan kategori kurang baik ada 12 responden, yang mempunyai Kinerja kate- Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang gori baik ada 3 responden . ,75%) se- rawat Inap dangkan yang mempunyai Kinerja dengan Responden kategori kurang Baik ada 9 responden Kinerja dengan kategori baik lebih banyak, . ,25%). yaitu sebanyak 45 orang . ,5%) dan yang Berdasarkan mempunyai Kategori Kurang baik lebih didapatkan nilai signifikan sebesar 0. sedikit yaitu 34 orang ( 42,5 %) dari 80 . -value <0,05,dengan tingkat keeratan Kinerja perawat merupakan upaya PEMBAHASAN (Nursalam,2. Banyak faktor yang Penerapan Manajemen Model Asuhan memperngaruhi kinerja perawat dalam Keperawatan Profesional (MAKP) Tim Keperawatan. Responden yang sudah memahami Kinerja dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu penerapan manajemen asuhan keperawatan faktor internal individu dan faktor ekternal profesional (MAKP) Metode TIM yang individu (Triwibowo,2. Faktor-faktor baik sebanyak 68 orang ( 85,0%) dan yang yang mempengaruhi pencapaian kinerja kurang baik sebanyak 12 Orang . ,0 % ). adalah faktor kemampuan . dan MAKP sebagai suatu sistem yang faktor motivasi. Jadi rendahnya kinerja perawat sejalan dengan rendahnya faktor- profesional yang memungkinkan perawat faktor yang mempengaruhinya kinerja profesional mengatur pemberian asuhan Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 memberikan konstribusi dalam pelayanan mempunyai kinerja kurang Baik, adapun Kinerja perawat yang rendah responden yang menerapkan MAKP Tim dengan kategori kurang baik ada 12 re- sponden, yang mempunyai Kinerja kate- (Simamora,2. Hal gori baik ada 3 responden sedangkan yang penelitian yang dilakukan oleh Yusnilawati mempunyai Kinerja dengan kategori kurang baik ada 9 responden. mengenai Hubungan Penerapan Hasil Uji Chi Square memperoleh p Metode Tim Dengan kinerja perawat value . < . , maka dapat pelaksana, didapatkan disimpulkan bahwa ada hubungan antara kinerja perawat pelaksana yang paling banyak yaitu yang mempunyai kinerja kategori baik sebanyak Keperawatan (MAKP) Tim dengan kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap 57,3%) Manajemen Model Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Secara Sumatera Selatan tahun 2023. kinerja merupakan ukuran keberhasilan Hal ini sesuai dengan pernyataan suatu organisasi dalam mencapai tujuan. Mogopa . , yang menyatakan bahwa Namun keberhasilan suatu organisasi tidak terlepas dari pengaruh struktural organisasi yang tepat, pemberian wewenang dan metode penugasan tanggung jawab yang jelas dari para pelaku atau faktor yang berkecimpung dalam depan dalam menghadapi tren pelayanan organisasi tersebut. Salah satu metode Hubungan Penerapan akan dikembangkan Manajemen berian asuhan keperawatan yaitu metode Model Asuhan Keperawatan Profesional Metode timmerupakan metode pem- (MAKP) berian asuhan keperawatan dimana seorang Tim Kinerja Perawat Pelaksana. perawat profesional Responden yang melakukan pen- memimpin seke- lompok tenaga keperawatan dalam erapan MAKP Tim dengan Baik ada 68 berikan asuhan keperawatan pada seke- responden, 43 responden yang melakukan lompok klien melalui upaya mempunyai Kinerja dengan kategori baik, dan kolaboratif Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Hal serupa dinyatakan Dedi . perawat pelaksana di Irina C RSUP yang menyatakan bahwa metode Asuhan Prof. Dr. Kadou Manado. Hasil keperawatan Profesional Tim (MAKP) bahwa MAKP sangat berhubungan dengan kinerja pelayanan keperawatan sehingga yang menyeluruh, mendukung pelaksanaan hal ini dapat terus dikembangkan sesuai proses keperawatan dan memungkinkan dengan kebutuhan jaman demi tercapainya komunikasi antar tim, sehingga konflik pelayanan rumah sakit yang paripurna. mudah diatasi dan memberikan kepuasan Metode MPKP kepada anggota tim. Berdasarkan kelebi- merupakan suatu sistem yang meliputi han dari Metode Asuhan keperawatan struktur, proses dan nilai profesional yang Profesional Tim (MAKP) tersebut di- harapkan dapat meningkatkan Kinerja dari asuhan keperawatan. perawat sendiri Hal KESIMPULAN DAN SARAN penelitian Yusnilawati . penelitian KESIMPULAN tentang Hubungan Penerapan metode Tim Responden Dengan Kinerja Perawat Pelaksana di penerapan Manajemen Model Asuhan RSJD Provinsi Jambi dan RSUD Abdul Keperawatan Manaf Kota Jambi merupakan kategori baik sebanyak 68 mengatakan dalam (MAKP) Tim penelitiannya bahwa terdapat hubungan responden . %) antara penerapan metode tim dengan baik sebanyak 12 responden . %) dari kinerja perawat pelaksana di Rumah sakit 80 responden perawat pelaksana di Umum Abdul Manaf dan Rumah Sakit ruang rawat inap Rumah Sakit Ernaldi Jiwa Provinsi Jambi Tahun 2018. Bahar Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian yang dilakukan oleh dan yang kurang Responden yang mempunyai kinerja Cindy Putriyani dkk . Hubungan Penerapan Metode Tim dengan Kinerja yaitu sebanyak 46 orang . ,5%) dan Perawat Pelaksana di Irina C RSUP yang mempunyai Kategori Kurang baik Prof. Dr. Kadau Manado, didapatkan hasil lebih sedikit yaitu 34 orang . ,5 %) Bahwa dari 80 responden perawat pelaksana di Hubungan kategori baik lebih banyak. Penerapan metode tim dengan kinerja Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2023. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 ruang rawat inap Rumah Sakit Ernaldi Tim dengan Kinerja Bahar Provinsi Sumatera Selatan. Perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Ada Hubungan Penerapan Manajemen Model asuhan Keperawatan (MAKP) Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera program kerja perawat di ruangan yang Selatan tahun 2023 dengan p value = Rumah Sakit 0,024. perawat pelaksana dalam pemberian SARAN Bagi Pihak Manajemen Rumah Sakit sebagai peningkatan mutu asuhan Melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi terhadap Diharapkan petugas kesehatan dalam sosilisasi lagi tentang tugas kepala hal ini perawat dapat meningkatkan kinerja melalui metode tim yang telah pelaksana dalam metode tim MAKP, diprogramkan oleh Rumah Sakit juga dan menambah distribusi perawat laki- kerjasama dari pihak-pihak terkait dari manajemen Rumah Sakit. Bagi Perawat Rumah Sakit Disarankan Bagi Peneliti Selanjutnya kerja,pengetahuan dan pelatiha. yang selanjutnya agar meneliti faktor-faktor Penerapan Manajemen Model Asuhan . isalnya Kinerja usia,masa Keperawatan Profesional (MAKP) Tim. DAFTAR PUSTAKA