Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 IMPLEMENTASI LATIHAN RANGE OF MOTION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN AKTIVITAS FISIK PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK Yanti Anggraini1*. Kinanti Ratna Dewi2 1 Dosen Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia 2 Mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia *Koresponden: Yanti Anggraini. Alamat: Jl. Mayjen Sutoyo No 2 RT 9/RW 6 Cawang. Kec. Kramat Jari. Jakarta Timur, 13630. Email: yanti. anggraini@uki. Received: 15 mare. Revised: 20 maret | Accepted: 26 maret Abstrak Latar Belakang: stroke merupakan penyakit persayarafan dimana peredaran darah berhenti di pembuluh darah arteri bagian otak karena pembuluh darah merobek atau adanya penyumbatan di seluruh atau sebagaian yang bersifat tetap atau tidak. Angka kejadian pasien stroke ada 12,2 juta di dunia. Prevelensi pasien stroke non hemoragik didapatkan 58,5% di Jakarta. Salah satu tindakan keperawatan untuk membuat kemampuan aktivitas fisik pasien stroke meningkat adalah dengan latihan ROM. Tujuan: dari penelitian ini adalah melakukan analisa tindakan latihan ROM pada kedua pasien stroke non hemoragik. Metode: memakai metode deskriptif dengan proses keperawatan dengan intrevensi latihan ROM selama 3 hari. Metodologi Penelitian: Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kerja keperawatan melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik untuk melihat masalah dan kondisi yang dihadapi, yang dipandang secara Subjek penelitian adalah 2 orang pasien yang didiagnosis Stroke Non Hemoragik oleh dokter. Hasil: Sesudah dilaksanakan latihan ROM, indeks barthel pasien 1 meningkat dari skala 25 menjadi 60. Sementara pasien 2 tidak significant meningkat dari skala 5 menjadi 25. Kesimpulan: Latihan ROM dapat meningkatkan kemampuan aktivitas fisik pada pasien stroke non hemoragik selama tiga hari dan direkomendasikan agar perawat bisa mengajarkan latihan ROM dan memberikan motivasi ke keluarga dan pasien stroke non hemoragik untuk bisa latihan ROM di rumah. Kata Kunci: Stroke Non Hemoragik. Aktivitas Fisik. Latihan ROM. Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Latar Belakang pada pasien stroke (Pranata. Koernawan & Daeli. Stroke merupakan penyakit masalah umum yang Penyakit stroke membutuhkan pengamatan yang Penelitian dilakukan oleh Rahmadani & Rustandi serius dari negeri maju dan berkembang dan beralih . pada 20 pasien stroke non hemoragik dari pola hidup kuno ke modern yang berfokus ke dengan kondisi hemiparese di ICU Rumah Sakit pola hidup tidak baik yang berakibat ke resiko Umum Daerah Curup sekitar Juni- Juli 2019. Pasien stroke (Kementerian Kesehatan RI, 2. diajarkan latihan ROM 2x dalam 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai significant P- Stroke dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu Value = 0. 008 pada kelompok yang mengalami Stroke perlakuan dan pada kelompok kontrol P-Value = 0,5 dimana pada kelompok perlakuaan ada 7 pasien menggumpal di pembuluh darah dan otak dengan . %) kekuatan otot bertambah dan 3 pasien . %) presentase 87% kejadian. Stroke hemoragik adalah penyakit yang diakibatkan dari pecahnya pembuluh Sementara pada kelompok kontrol ada 1 pasien darah di kepala atau subarachnoid dan prevelensi . %) bertambah kekuatan otot dan 9 pasien . %) 13% kejadian (Black dan Hawks, 2. tidak bertambah kekuatan otot. Pada Fenomena yang pernah dialami oleh peneliti daalam mengalami hemiparesis, dimana 20% diantaranya merawat pasien stroke dimana pasien tersebut tidak menunjukkan peningkatan sistem motorik dan sekitar mengetahui cara melakukan ROM sehingga proses 50% keterbatasan kemampuan otot (Sinaga, 2019 penyembuhan pasien tidak maksimal. Berdasarkan dalam Rahmawati. , 2. Di wilayah DKI Jakarta angka stroke menurut Kemenkes . berdasarkan diagnosis pada penduduk usia sekitar 15 tahun adalah latihan Range Of Motion Untuk Meningkatkan Angka laki-laki 11%, perempuan 10,9%. Kemampuan Aktivitas Fisik Pada Pasien Stroke Non Sedangkan Hemoragik. Jakarta 70-80% Timur berdasarkan jenis stroke, stroke non hemoragik sebesar 58,5% dan stroke hemoragik sebesar 54,9% (Hirani, 2. Tujuan Penelitian Untuk menerapkan tindakan Range Of Motion ke pasien stroke non hemoragik untuk membuat kemampuan Penatalaksanaan non farmakologi untuk penyakit aktivitas fisik semakin lama semakin meningkat. stroke adalah tindakan ROM (Range Of Motio. ROM merupakan sebuah latihan yang menggerakan otot dan sendi agar kemampuan otot dan sendi bisa diperbaiki menjadi semakin kuat dan semakin normal Metode Penelitian Desain Penelitian Studi deskriptif dan pendekatan kerja keperawatan melalui Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik untuk perawat jaga di lokasi penelitian. Dalam studi kasus melihat masalah dan kondisi yang dihadapi, yang ini data disajikan . engan mengorganisasikan dan dipandang secara objektif. Subjek penelitian adalah 2 orang pasien yang didiagnosis Stroke Non Hemoragik mendetail, serta disertai petikan tuturan verbal topik oleh dokter. studi kasus yang merupakan data pendukung pola-pol. Narasi Populasi dan Sampel Populasi studi kasus ini terdiri dari 2 orang pasien lansia usia 70 - 75 tahun dengan diagnosis Ilustrasi Kasus medis gejala Stroke Non Hemoragik. Pasien baru Pengkajian adalah langkah pertama dalam dirawat inap selama 3 hari dengan diagnosis yang Data studi kasus ini diperoleh dari data Kriteria inklusi pada kasus ini yaitu pasien primer dan sekunder melalui wawancara pasien dan Stroke Non Hemoragik di RS Budhi Asih Jakarta, pasien yang berumur diatas 45 tahun, pasien yang laboratorium, rontgen tulang belakang, rekam medis bersedia menjadi partisipan dan telah menandatangi dan catatan pengobatan. informed consent, pasien yang terdiagnosis stroke non Pasien 1 laki Ae laki dengan usia 71 tahun, hemoragik, tidak mempunyai penyakit komplikasi islam, diagnosa medis stroke non hemoragik, keluhan dan luka dekubitus yang luas. Kriteria eksklusi pada lemah anggota badan sebelah kiri sejak kemarin pagi kasus ini seperti pasien yang sudah setelah bangun tidur. Disertai dengan air liur yang memenuhi kebutuhan dasarnya dengan mandiri, terus keluar dari mulut dan mulut mencong berbicara pasien yang mengalami penurunan kesadaran, rekam pelo, tidak ada gangguan pada pola makan, pola medis yang tidak lengkap, pasien gelisah, pasien yang istirahat dan tidur, hanya saja pasien tidak dapat tidak mau untuk dikaji. beraktivitas normal dikarenakan lemah anggota gerak badan sebelah kiri atas dan bawah. Hasil pemeriksaan Instrumen Pengumpulan Data didapati TD 130/110 mmHg. HR 100 x/menit. RR 20 Pengumpulan data yang digunakan adalah x/menit. S 36 C. SPO2 98%. TB 168 cm. BB sebelum observasi perkembangan tindakan keperawatan ROM sakit dan sesudah sakit 55 kg. IMT 19,48 kg/m2 ideal, dalam 3 hari pada pasien stroke non hemoragik kesadaran composmentis GCS : 15. Riwayat stroke dalam aktivitas fisik. sebelah kiri pada tahun 2012, pasien post rawat di RS Bhakti Asih Ciledug 13- 15 April 2023, riwayat Pengumpulan Data Pengumpulan Data dilakukan pada bulan April 2023 Di Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih DKI Jakarta. Pasien 2 perempuan dengan usia 74 tahun. Kristen, diagnosa medis stroke non hemoragik, dengan keluhan lemah anggota gerak badan sebelah Analisa Data kanan dirasakan sejak kemarin pagi saat bangun tidur Pasien tidak bisa bicara hanya tirah baring saja. pengumpulan data kepada pengelola ruangan dan Pasien tidak nafsu makan setiap makan dan minum Penulis Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 selalu dimuntahkan, pasien tidak dapat beraktivitas intravena. Trihexyphenidyl 1 x 1 2 mg secara oral, normal dikarenakan lemah anggota gerak badan Simvastatin 1 x 1 20 mg secara oral. sebelah kanan atas dan bawah. Hasil pemeriksaan Masalah keperawatan yang dirumuskan adalah didapati TD 150/100 mmHg. HR 110 x/menit. RR 20 gangguan mobilitas fisik. Tahap awal sebelum x/menit. S 36,7 C. SPO2 98%. TB 165 cm. BB sebelum memberikan latihan ROM, perawat memberikan sakit 60 kg. BB setelah sakit 55. IMT 20,2 kg/m2 ideal. edukasi kesehatan tentang Stroke Non Hemoragik Kesadaran apatis GCS: 11. Riwayat stroke sebelah kanan pada bulan maret tahun 2023, riwayat Kemudian, perawat mengajarkan kepada keluarga hipertensi . untuk melakukan latihan ROM kepada pasien 2x Perawat ROM. penderita dan latihan ROM yang sudah dilakukan Hasil Penelitian Pemberian tindakan latihan ROM untuk untuk mengetahui efektivitas dari latihan ROM dalam penderita stroke non hemoragik pada diagnosa guna meningkatkan aktivitas fisik. Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan dan latihan ROM selama 3x24 jam masalah gangguan mobilitas fisik dijelaskan berikut ini: Pasien 1 dari hasil anamnesis keluhan utama Penulis melakukan evaluasi dengan hasil pasien keluhan lemah anggota badan sebelah kiri skala indeks barthel pasien mencapai target yang sejak kemarin pagi setelah bangun tidur. Dis ertai diinginkan yaitu skala 60 mandiri. dengan air liur yang terus keluar dari mulut dan Pasien 2 dari hasil anamnesa dengan keluhan lemah mulut mencong berbicara pelo, tidak ada gangguan anggota gerak badan sebelah kanan dirasakan sejak pada pola makan, pola istirahat dan tidur, hanya saja kemarin pagi saat bangun tidur pagi. Pasien tidak bisa pasien tidak dapat beraktivitas normal dikarenakan bicara hanya tirah baring saja. Pasien tidak nafsu lemah anggota gerak badan sebelah kiri atas dan makan setiap makan dan minum selalu dimuntahkan. Hasil pemeriksaan didapati TD 130/110 pasien tidak dapat beraktivitas normal dikarenakan mmHg. HR 100 x/menit. RR 20 x/menit. S 36 C. SPO2 lemah anggota gerak badan sebelah kanan atas dan 98%. TB 168 cm. BB sebelum sakit dan sesudah sakit Hasil pemeriksaan didapati TD 150/100 mmHg. HR 110 x/menit. RR 20 x/menit. S 36,7 C, composmentis GCS: 15. Riwayat stroke sebelah kiri SPO2 98%. TB 165 cm. BB sebelum sakit 60 kg. BB pada tahun 2012, pasien post rawat di RS Bhakti Asih setelah sakit 55. IMT 20,2 kg/m2 ideal. Kesadaran Ciledug 13- 15 April 2023, riwayat hipertensi apatis GCS: 11. Riwayat stroke sebelah kanan pada . IMT 19,48 Hasil kg/m2 Hemoglobin g/dL. Hematokrit 27 %. Eritrosit 2,9 juta/AAl. CT-Scan: kesan . Terapi yang diberikan IVFD RL 500 cc infark cerebri frontalis dan parietalis. Terapi yang Candesartan 1 x 1 8 mg secara oral. Asam Folat 3 x 1 diberikan IVFD RL 500 cc. Candesartan 1 x 1 8 mg 400 mcg secara oral. B12 3 x 1 500 mg secara oral, secara oral. Asam Folat 3 x 1 400 mcg secara oral. B12 Citicolline 2 x 1 500 mg secara intravena. Renxamin 1 3 x 1 500 mg secara oral. Citicolline 2 x 1 500 mg x 1 9% dalam 4 jam secara infus drip, miniaspi 1 x 1 secara intravena, allopurinol 1 x 1 10 mg secara 80 mg secara oral. Hasil lab: Hemoglobin 12,3 g/dL. Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Hematokrit 32 %. Eritrosit 3,7 juta/ AAl. CT Ae Scan: Kesan infark cerebri bilateral dan pons, atrophy Masalah keperawatan yang dirumuskan 4/20 adalah gangguan mobilitas fisik. Tahap awal sebelum memberikan latihan ROM, perawat memberikan edukasi kesehatan tentang Stroke Non Hemoragik ROM. Kemudian, perawat mengajarkan kepada keluarga 4/20 untuk melakukan latihan ROM kepada pasien 2x Perawat TD : 146/80 HR : 105 TD : 132/70 HR : 88 TD : 127/78 HR : 94 TD : 117/98 HR : 107 RR : 20 RR : 20 RR : 20 RR : 20 S : 36,8 S : 36,3 S : 36,5 S : 36,7 TD : 151/115 HR : 94 TD : 117/98 HR : 87 TD : 135/112 HR : 89 TD : 123/98 HR : 96 RR : 20 RR : 20 RR : 20 RR : 20 S : 36,5 S : 37,5 S : 36,2 S : 36,8 TD : 145/85 HR : 87 TD : 133/70 HR : 92 TD : 126/116 HR : 107 TD : 120/102 HR : 96 RR : 20 RR : 20 RR : 20 RR : 20 S : 37,1 S : 36,5 S : 36,0 S: 36,3 melaksanakan evaluasi tentang keadan penderita dan memberikan evaluasi latihan ROM yang sudah 4/20 dilakukan untuk mengetahui efektivitas dari latihan ROM dalam guna meningkatkan aktivitas fisik. Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan dan latihan Keterangan ROM selama 3x24 jam masalah gangguan mobilitas A Score indeks barthel terendah 25 pada fisik teratasi. Penulis melakukan evaluasi dengan hasil tanggal 18 April 2023 jam 10. 00 WIB pagi. skala indeks barthel pasien 2 tidak menunjukkan score indeks barthel meningkat 60 setelah dilakukan latihan ROM selama 3 hari pada ketergantungan sedang. tanggal 20 April 2023 jam 15. 00 WIB siang. 1 Tabel Pasien 1 Tn. S . A signifikan setiap hari nya, dikarenakan pasien JAM Tgl 18Apr23 19Apr23 20Apr23 Index Barthel rajin melakukan latihan ROM secara mandiri Score Sebelum Latihan ROM Score Sesudah Latihan ROM Score Sebelum Latihan ROM Score Sesudah Latihan ROM 2 Tabel Pasien 2 Ny. M . Tahu. JAM Tgl Total Score: JAM Hari / Tgl Score indeks barthel meningkat secara Score Sebelum Latihan ROM Score Sesudah Latihan ROM Score Sesudah Latihan ROM Score Sesudah Latihan ROM Score Sebelum Latihan ROM Score Sesudah Latihan ROM Total Score: 07-May-23 Hari / Tgl Score Sebelum Latihan ROM 05-May-23 06-May-23 Score Sebelum Latihan ROM Index Barthel JAM Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 05/05/2023 Score Sebelum Latihan ROM Score Sesudah Latihan ROM Score Sebelum Latihan ROM Score Sesudah Latihan ROM TD : 160/93 HR : 101 TD : 156/87 HR : 97 TD : 179/91 HR : 80 TD : 161/112 HR : 86 RR : 22 RR : 24 RR : 20 RR : 21 S : 36,0 S : 36,2 S : 36,5 S : 36,0 TD : 162/99 HR : 99 TD : 149/88 HR : 93 RR : 22 signifikan dalam mengatasi kekakuan sendi, menjaga terjadinya deformitas, dan kontraktur sendi. Pasien mengalami manifestasi klinis yang semakin baik dengan indeks barthel 60 . Perawat perawatan pasien dengan stroke non hemoragik dan mendorong pasien dan keluarganya untuk pulih lebih cepat dan mempraktikkan latihan ROM untuk 06/05/2023 07/05/2023 TD : 137/98 HR : 104 TD : 130/102 HR : 96 Asuhan RR : 22 RR : 20 RR : 21 pada pasien stroke non hemoragik bisa berhasil S : 36,0 S : 36,7 S : 36,2 S : 36,5 dengan kerja sama perawat, pasien dan keluarga. TD : 167/98 HR : 93 TD : 153/98 HR : 98 TD : 148/99 HR : 91 TD : 133/110 HR : 86 Sikap RR : 22 RR : 23 RR : 22 RR : 21 kesembuhan pasien yang optimal merupakan dua hal S : 36,8 S : 36,0 S : 36,1 S : 36,3 yang harus menjadi dasar intervensi dan rehabilitasi keperawatan dan terpenuhinya pemenuhan dasar kepercayaan diri dan motivasi untuk mencapai yang dilakukan oleh perawat untuk meningkatkan Keterangan A kemandirian pasien di rumah sakit. Score indeks barthel terendah 5 pada tanggal 05 Mei 2023 2023 jam 10. 00 WIB pagi. Referensi