https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. PENDIDIKAN AHKLAK DALAM PRESFEKTIF ISLAM TANTANGAN DAN SOLUSI DI ERA MILENIAL Wardiah UIN Padangsidimpuan wardiahnasution983@gmail. Zainal Efendi Hasibuan UIN Padangsidimpuan yes@gmail. Article History: Received : 12 Mei 2025 Accepted : 15 Januari 2026 Published: 10 Februari 2026 Keywords: Moral Education. Islamic Presfektif. Challenges. Solutions. Millennial Generation. Abstrak. Moral education is a fundamental aspect in islam which aims to shape individual personalities in accordance with moral and spiritual values. In the millennial era, moral education faces complex challenges due to technological developments, globalization, and cultural changes. Modern lifestyles that tend to be individualistic, the influence of sosial media, and unlimited access to information often shift the priorities of moral education. This article aims to explore these chellenges and offer practical and cotextual solutions. This research approach is qualitative with a literature study method on clasiccal and contemporary islamic The results of the analysis show that moral learning needs to be integrated with digital technology to reach the millennial The roles of families, schools an communities are key in creating a sustainable moral education ecosystem. Solutions include strengthening the curriculum based of islamic volues, using digital media as a means of daAowah, and cultivating morals through example. Apart from that, revitalizing the function of mosques and religious based communities is also needed to strengthen character formation. This article emphasizes the importance of collaboration between various parties in facing the challenges of the millennial era, so that the young generation can grow up with moral values that are strong and relevant to the dynamics of the times. Abstrak. Pendidikan akhlak merupakan aspek fundamental dalam islam yang bertujuan membentuk kepribadian individu sesuai dengan nilai-nilai moral dan spritual. Di era milenial, pendidikan akhlak menghadapi tantangan yang kompleks akibat perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan budaya. Gaya hidup modern yang cenderung individualistik, pengaruh media sosial, serta akses informasi tanpa batas sering kali menggeser prioritas pendidikan akhlak. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan tersebut serta menawarkan solusi praktis dan kontekstual. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode kajian literatur terhadap sumber-sumber islam klasik dan kontemporer. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran akhlak perlu diintegrasikan dengan teknologi digital untuk menjangkau generasi milenial. Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan akhlak yang berkelajutan. Solusi meliputi penguatan kurikulum berbasis nilai islam, pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah, dan penanaman akhlak melalui 77 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Pendidikan Ahklak Dalam Presfektif Islam Tantangan Dan Solusi Di Era Milenial | Wardiah. Zainal Efendi Hasibuan Selain itu, revitalisasi fungsi mesjid, dan komunitas berbasis keagamaan juga diperlukan untuk memperkuat pembentukan karakter. Artikel ini menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menghadapi tantangan era milenial, sehingga generasi muda dapat tumbuh dengan nilai-nilai akhlak yang kokoh dan relevan dengan dinamika zaman. PENDAHULUAN Tujuan pendidikan nasional adalah untuk menghasilkan generasi yang bermartabat, mandiri, berilmu, dan berakhlak mulia. Menurut UndangUndang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, "pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman. " Tujuan pendidikan menanamkan moralitas. (Moh Rofiqi Azis, 2. Pendidikan sangat penting untuk kemajuan negara dan bangsa. Pendidikan Pendidikan Islam adalah bidang ilmu yang selalu dibutuhkan manusia untuk menghindari perkembangan teknologi yang cepat di revolusi 4. 0 saat ini. Namun, pendidikan islam memiliki nilai yang lebih penting karena mengajarkan nilai-nilai moral untuk melepaskan diri dari kemiskinan, ketidaktahuan, dan keterbelakangan sosial budaya dan ekonomi. (Faizin et , n. Generasi milenial, yang dikenal sebagai generasi muda saat ini, menghadapi tantangan teknologi informatika yang memungkinkan pengaruh budaya Barat yang selama ini dianggap tidak sesuai dengan budaya Islam dan kepribadian bangsa Indonesia. Rasulullah memberi tahu kita untuk mendidik anak-anak kita sesuai dengan zamannya. Generasi milenial harus siap menghadapi tantangan, tetapi yang paling penting adalah tetap kuat Islam Tidak menghentikan evolusi zaman, yang merupakan proses natural. Mulai dari era kelasik, modern, dan pascamodern hingga era milenial. Oleh karena itu, 78 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. karakteristik post modern dan globalisasi sebagaimana dipahami masih ada saat memasuki era millennial. Jika berbagai masalah dan tantangan dari setiap zaman belum dapat diselesaikan, masalah dan tantangan akan bertumpuk-tumpuk. Namun, jika masalah dan tantangan kontemporer dan globalisasi dapat diatasi, beban yang kita tanggung akan menjadi lebih Pendidikan Islam sebagaimana yang akan diuraikan pada tulisan ini akan menawarkan solusinya yang tepat. Selanjutnya terkait dengan permasalahan dan tantangan yang terjadi di era millennial antara lain terkait dengan adanya sikap dan perilaku manusia yang ciri-cirinya antara lain: . ( . mengandalkan kecepatan informasi yang instant . iap saj. suka belajar. bekerja dengan lingkungan inovatif, . aktif berkolaborasi, dan . hyper technology . critical, yakni terbiasa berfikir out of the box, kaya ide dan . confidence, yakni mereka sangat percaya diri dan berani mengungkapkan pendapat tanpa ragu-ragu. connected, yakni merupaka generasi yang pandai bersosialisasi, terutama dalam komunitas yang mereka . berselancar di sosial media dan internet . sebagai akibat dari ketergantungan yang tinggi terhadap internet dan media sosial, mereka menjadi pribadi yang malas, tidak mendalam, tidak membumi, atau tidak bersosialisasi dilur komunitasnya. cenderung lemah dalam nilai-nilai . cenderung kebarat-baratan (Husein Ritonga & Bafadhal, 2. Pendidikan akhlak, terutama dari sudut pandang Islam, merupakan komponen penting dalam pembentukan kepribadian dan karakter seseorang. Akhlak yang baik adalah dasar moral yang mengarahkan tindakan manusia menuju kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dalam Islam, akhlak adalah inti dari ajaran agama yang mendalam, yang mencakup hubungan kita dengan Allah . ablum minalla. , sesama manusia . ablum 79 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Pendidikan Ahklak Dalam Presfektif Islam Tantangan Dan Solusi Di Era Milenial | Wardiah. Zainal Efendi Hasibuan minanna. , dan alam semesta. Oleh karena itu, diharapkan bahwa pendidikan akhlak berfungsi sebagai dasar dalam pembentukan individu yang tidak hanya memiliki kecerdasan kognitif, tetapi juga individu yang memiliki moralitas dan moralitas yang tinggi. Di era milenial, yang ditandai dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, masalah pendidikan moral semakin sulit. Teknologi baru, khususnya internet dan media sosial, memiliki efek yang signifikan, baik positif maupun negatif, terhadap perilaku dan pola pikir generasi muda. Teknologi membantu orang berkomunikasi dan mendapatkan banyak informasi, tetapi juga dapat menyebabkan perilaku yang tidak baik seperti kecanduan media sosial, penyebaran berita hoaks, dan kehilangan empati dan moralitas dalam interaksi. Selain itu, nilai-nilai luhur yang seharusnya menjadi pedoman hidup, termasuk nilai-nilai moral, dipengaruhi oleh globalisasi dan budaya konsumerisme yang semakin dominan. Berdasarkan latar belakang ini, jurnal ini bertujuan untuk menyelidiki pendidikan akhlak dari sudut pandang Islam di tengah tantangan yang dihadapi generasi milenial. Penelitian ini akan mempelajari berbagai masalah yang dihadapi generasi muda saat ini dalam menerapkan pendidikan akhlak, serta mengidentifikasi solusi untuk membuat pendidikan akhlak tetap Dengan menggunakan pendekatan yang didasarkan pada ajaran Islam, diharapkan pendidikan akhlak dapat menjadi salah satu pilar utama dalam menciptakan generasi yang tidak hanya unggul dalam hal kecerdasan intelektual, tetapi juga unggul dalam hal moral. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian pustaka. Data-data yang di peroleh berasal dari beberapa buku dan jurnal yang berisi teori-teori ilmiah. Pendekatan kualitatif dipilih mengingat tujuan dari penelitiam ini adalah untuk 80 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. memperoleh gambaran mengenai tentang Pendidikan akhlak dalam prsfektif Islam Tantangan dan Solusi di Era Milenial. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan membimbing jiwa seseorang ke arah yang lebih baik dari apa yang mereka Pendidikan moral harus menggabungkan pikiran, perkataan, dan Penanaman moral tidak dapat dicapai dalam sehari. Agar akhlak yang baik dapat mengakar dalam diri anak, pendidikan akhlak memerlukan Pendidikan akhlak harus ditanamkan sejak bayi dalam kandungan, selama masa emas anak, dan selama masa dewasa anak. Anakanak dari usia enam hingga enam tahun sangat berbeda dan sangat Jadi sangat mudah untuk menanamkan moralitas yang baik pada anak-anak saat mereka masih kecil. Islam sangat mengutamakan pendidikan akhlak, yang disebut AuakhlakAy. Nabi Muhammad juga diutus sebagai penyempurna akhlak manusia. Ajaran Islam mengandung ajaran yang sistematis yang tidak hanya mengutamakan aspek ibadah dan ibadah semata-mata. Islam benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak, dan akhlak Nabi Muhammad SAW adalah contoh pendidikan akhlak, dengan ciri-ciri seperti siddiq, tabligh, amanah, dan dharma Toner sebagai ciri khasnya. Menurut Ibnu Qayyim, akhlak dan aqidah sangat terkait satu sama lain. Karena akhlak yang baik menunjukkan keimanan, sedangkan akhlak yang buruk menunjukkan keimanan yang lemah. Semakin baik akhlak seorang muslim, semakin kuat Tingkah kebahagiaan mereka. Ketika seseorang terus-menerus belajar menjaga akhlak yang baik, itu menunjukkan betapa baiknya dia. Dalam hal ini. Ibnu Qayyim mengatakan bahwa perangai dan budi pekertinya dalam kehidupan seharihari menentukan kebahagiaan dan penderitaan seseorang. Keinginan manusia untuk mengejar akhlak baik dan buruk adalah salah satu proses yang sangat penting dalam menentukan tujuan akhir 81 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Pendidikan Ahklak Dalam Presfektif Islam Tantangan Dan Solusi Di Era Milenial | Wardiah. Zainal Efendi Hasibuan kecenderungan manusia. Setelah itu, proses ini digunakan oleh para ahli pendidikan untuk membuat gagasan pendidikan, yang memungkinkan manusia hidup dengan baik. Pendidikan karakter sangat penting dan tidak boleh diabaikan begitu saja. itu harus ditanamkan pada anak sejak kecil. (Suhartono & Latifah, 2. Menurut Ummah . , akhlak yang mulia tidak dimiliki secara alami oleh setiap orang sejak dilahirkan. sebaliknya, itu memerlukan proses yang lama melalui pendidikan dan cara asuh orang tua atau lingkungan sekitar. Dalam agama Islam, akhlak atau moral memiliki posisi yang sangat tinggi. Akhlak dalam Islam sangat penting hingga Nabi Muhammad SAW Beliau bersabda: AIa aN eI aEaCUA a eA a eE aI aE eE aIe aIIaOIa auO aI UI aA Artinya: "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Ay (HR. Aby Dywyd dan Tirmidz. Akhlak Islam sangat terkait dengan iman dan tidak dapat dipisahkan Petunjuk Nabi Muhammad SAW tentang akhlak juga menunjukkan hubungan antara iman dan akhlak. Ia sering mengaitkan akhlak dengan iman kepada Allah dan Hari Akhir. Ketika seseorang memiliki keyakinan dan nilai-nilai yang tinggi yang bertujuan untuk diridhai Allah, mereka akan merendahkan segala sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan mereka, yaitu tindakan atau sifat yang dibenci Allah. Ada beberapa karakteristik yang membedakan akhlak Islam dari sistem akhlak lainnya. Karakteristik etika Islam adalah sebagai berikut: Rabbaniyah, yang berkaitan dengan Rabb (Tuha. Insaniyah, yang berkaitan dengan manusia. Syumuliyah, yang berkaitan dengan keseluruhan kehidupan, dan Wasathiyah, yang berarti sikap tengah. Islam menekankan bahwa pendidikan akhlak harus dimulai sejak usia dini, karena masa kanak-kanak adalah masa terbaik untuk menanamkan kebiasaan baik. (Bafadhol, 2. Semua pihak harus memperhatikan perkembangan revolusi industri, terutama untuk membangun karakter anakanak Kami 82 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. kesempatan ini untuk mengajarkan anak cara berpikir positif, menyaring informasi yang baik, dan melatih pola pikir mereka. Dengan arus informasi yang cepat dan tersebar luas, revolusi industri 4. 0 pasti akan berdampak pada Karena berlangsung lama, anak-anak harus mendapatkan pendidikan moral sejak dini dengan didukung oleh lingkungan yang bermoral. (Silitonga D. Immanuel, 2. Pembentukan kepribadian muslim pada dasarnya adalah upaya untuk mengubah perspektif ke arah nilai-nilai Islam. Karena ciri khas orang muslim adalah melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan perintah Allah SWT . erakhlak muli. Dalam perspektif Islam, akhlak mulia adalah hasil dari proses pengimplementasian syari'ah yang didasarkan pada aqidah yang Karena itu, akhlak mulia tidak dapat terwujud pada seseorang tanpa aqidah dan syari'ah yang benar, yang terefleksikan pada sikap dan perilaku sehari-hari manusia dalam mewujudkan pribadi muslim. (Gussevi & Muhfi. Generasi Milenial Kosakata millennium atau millennia berasal dari bahasa Inggris, yang berarti Aumasa seribu rahunAy. Era milenial juga dapat disebut era post- modern karena kata AumilenialAy mengacu pada periode waktu yang datang setelah era global, atau era modern. Sebagian pakar menyebut periode ini sebagai kembali ke ajaran spiritual dan moral atau kembali ke agama. (Nata, 2. Generasi milenial, yang dikenal sebagai generasi muda saat ini, menghadapi tantangan teknologi informatika yang memungkinkan pengaruh budaya Barat yang selama ini dianggap tidak sesuai dengan budaya Islam dan kepribadian bangsa Indonesia. Rasulullah memberi tahu kita untuk mendidik anak-anak kita sesuai dengan zamannya. Generasi milenial harus siap menghadapi tantangan, tetapi yang paling penting adalah tetap kuat dalam iman Islam dan keIndonesiaannya. (Husein Ritonga & Bafadhal, 2. 83 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Pendidikan Ahklak Dalam Presfektif Islam Tantangan Dan Solusi Di Era Milenial | Wardiah. Zainal Efendi Hasibuan Generasi Y, juga dikenal sebagai Generasi Milenial atau Generasi Milenial, lahir antara tahun 1977 dan 1998. Pada tahun 2022. Generasi Y berusia antara 24 dan 45 tahun. Banyak peristiwa telah terjadi pada generasi ini, mulai dari masa sebelum perkembangan IPTEK hingga masa awal perkembangan teknologi hingga masa kepesatan teknologi saat ini. Meskipun ada banyak peristiwa yang telah terjadi pada generasi ini, generasi ini telah berinteraksi dengan teknologi sejak lahir. Generasi ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email. Short Message Service (SMS), instant messaging, dan platform media sosial lainnya seperti Facebook dan Twitter. Generasi ini juga suka bermain game Generasi ini mengalami berbagai masa dan perubahan dan perkembangan, yang membuatnya percaya diri, optimis, ekspresif, bebas, dan menantang. Menurut Bambang Suryadi. AuMereka benar-benar menggunakan kreativitas mereka untuk menciptakan sesuatu yang baru. Ay Orang-orang muda di suatu negara dipengaruhi oleh tantangan yang ditimbulkan oleh era globalisasi. Mereka adalah generasi milenial abad kedua puluh satu. Globalisasi telah menyebabkan krisis etika, moral, dan karakter di seluruh dunia. (Khairunisa & Damayanti, 2. Tidak ada standar resmi untuk menentukan kapan Generasi Milenial dimulai atau berakhir karena mereka tumbuh dan dewasa dalam masyarakat yang (Islami, 2. Generasi ini suka lingkungan kerja yang santai di mana mereka dapat melakukan banyak hal sekaligus . Mempertahankan gaya dan cepat beradaptasi dengan teknologi adalah dua Sayangnya, generasi ini cepat bosan dan mulai kehilangan kesetiaan terhadap pekerjaan mereka. Selain itu, dimotivasi oleh perilaku generasi sebelumnya, sehingga generasi berikutnya dapat menggambarkan hasil interaksi antara pengalaman manusia dengan lingkungan, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan perilaku. Perilaku terdiri dari berbagai macam rangsangan, reaksi, atau tindakan seseorang terhadap diri mereka sendiri. Perilaku adalah cara 84 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. seseorang berinteraksi dengan lingkungannya, dari yang terlihat sampai yang tidak terlihat, dari yang dialami sampai yang tidak terlihat. Dengan cara ini, fungsi sosialnya berjalan dan saling berkaitan. Fungsi sosial generasi milenial sangat erat kaitannya dengan lingkungannya dan Generasi milenial berfungsi sebagai sistem sosial dan jaringan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar, memainkan peran sosial, dan menghadapi tekanan dan shock. Kemampuan kaum milenial untuk berpartisipasi dalam fungsi sosial (Kewarganegaraan et al. , 2. Nilainilai masyarakat berubah sebagai akibat dari revolusi industri 4. Globalisasi, kemajuan teknologi, dan ilmu pengetahuan telah mengubah standar nilai tradisional. Teknologi modern dan globalisasi memengaruhi generasi muda. Remaja telah terjebak dalam gaya hidup yang mengarah pada hal-hal negatif seperti narkoba. Tujuan pendidikan agama islam adalah untuk membangun akhlak siswa, yang berkontribusi pada pembentukan akhlak yang baik bagi siswa. Selain itu, pengaruh buruk ini merugikan moral siswa. (Parhan et al. , 2. Tantangan Pendidikan Akhlak di Era Milenial Perhatian pendidikan Islam terhadap perbaikan karakter adalah bukti tanggung jawab pendidikan Islam dalam memberikan bimbingan kepada manusia dalam menghadapi era milenial. Sebagai contoh. Mohammad Athiyah al-Abrasyi menyatakan bahwa pendidikan moral adalah inti dari pendidikan Islam, dan Islam telah menyimpulkan bahwa pendidikan moral dan akhlak adalah inti dari pendidikan Islam. Mencapai akhlak yang sempurna adalah tujuan utama pendidikan Islam. Namun, ini tidak berarti bahwa kita tidak mementingkan aspek praktis seperti pendidikan jasmani, akal, atau ilmu. Sebaliknya, ini berarti bahwa kita harus memperhatikan aspek pendidikan akhlak sama seperti aspek Anak-anak tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, akal, dan pengetahuan, tetapi juga dididik tentang budi pekerti, perasaan, kemauan, cita-rasa, dan kepribadian. 85 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Pendidikan Ahklak Dalam Presfektif Islam Tantangan Dan Solusi Di Era Milenial | Wardiah. Zainal Efendi Hasibuan Derasnya arus informasi, yang seringkali tidak terbendung dan sulit dipilah, merupakan salah satu tantangan terbesar bagi generasi milenial. Orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi positif maupun negatif dari berbagai sumber melalui media sosial, internet, dan platform digital Kondisi ini dapat berpengaruh negatif pada pembentukan etika dan kepribadian anak-anak. (Islami, 2. Salah satu tantangan bagi generasi milenial saat ini adalah mengubah informasi yang mereka peroleh menjadi pengetahuan yang berguna. Gagasan dan kreatifitas, penelitian dan penemuan yang didukung oleh ilmu pengetahuan adalah aset utama generasi milenial. Tujuan dari pendidikan nilai adalah untuk mencegah peningkatan tingkat kriminalitas, kerusakan akhlak, dan penggunaan narkoba oleh generasi milenial. Melalui pembelajaran berbasis nilai, generasi muslim milenial seharusnya dapat membedakan sifat-sifat baik dan buruk. Dengan sifat-sifat meningkatkan kualitas hidup mereka di masyarakat. Namun, dengan kemajuan teknologi yang cepat, generasi milenial menjadi lebih terlena, enggan memikul tanggung jawab, kerusakan moral, dan peningkatan kasus Ini karena guru menghadapi masalah di era revolusi 4. 0 dan generasi milenial tidak belajar nilai. Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa revolusi industri 4. didorong oleh inovasi teknologi yang berdampak pada disrupsi atau perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Perubahan tak terduga akan sering terjadi selama revolusi industri 4. (Haizatul Faizah & Abdul Khobir, 2. Berkembangnya dunia digital telah mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat. Dunia pendidikan harus mempertimbangkan digitalisasi kehidupan yang akan datang yang akan semakin berkembang pesat, agar anak-anak memiliki kemampuan yang diperlukan untuk Pendidikan saat ini harus mengajarkan anak-anak kemampuan untuk hidup selama sepuluh hingga dua puluh tahun Dengan 86 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. kemampuan untuk memprediksi dan menyiapkan kemampuan yang diperlukan siswa untuk bertahan hidup di masa depan. Pada saat ini, institusi pendidikan harus mulai membangun program pembelajaran digital untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi. (Gussevi & Muhfi, 2. Solusi Pendidikan Akhlak di Era Milenial Pendidikan moral dan akhlak sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak. Mereka harus dididik nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, kesabaran, dan kasih sayang melalui contoh sehari-hari dan pelajaran dari kisah Nabi dan tokoh Islam lainnya. Selain itu, pendidikan muamalah mencakup bagaimana anak-anak berinteraksi satu sama lain, baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat. Ini membantu mereka memahami hak dan kewajiban mereka serta pentingnya menghormati dan membantu satu sama lain. (Media et al. , 2. Pendidikan akhlak adalah bagian penting dari ajaran Islam. Dua pendekatan naqliyah . dan aqliyah . dapat digunakan untuk menangani nilai-nilai penting tersebut. Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW biasanya menyatakan dengan jelas bahwa manusia harus memiliki akhlak yang mulia ketika mereka menunjukkan tindakan mereka, baik dalam kata-kata, perbuatan, atau sikap mereka. Pendidikan akhlak untuk generasi penerus sangat berharga dan penting. seorang anak adalah titipan Tuhan kepada orang tuanya, dengan jiwa yang sederhana dan hati yang murni seperti mutiara yang indah. Anak itu akan menerima apa pun yang diukir di atasnya dan membungkuk di hadapan siapa pun yang menajiskannya. Dia akan menjadi baik dan hidup dengan bahagia baik di sini dan di masa depan jika dia terbiasa dengan kebiasaan yang baik. Tidak ada yang akan terjadi sebaliknya. Metode pendidikan moral digunakan untuk mendidik generasi berikutnya, termasuk: (Khoir, n. 87 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Pendidikan Ahklak Dalam Presfektif Islam Tantangan Dan Solusi Di Era Milenial | Wardiah. Zainal Efendi Hasibuan Metode keteladanan: Syahidin mengatakan bahwa metode ini mudah dipahami karena memberikan contoh yang baik kepada generasi berikutnya dalam bentuk pernyataan atau perbaikan. Dianggap sebagai metode terbaik untuk mengatasi masalah moral, spiritual, dan sosial anak adalah pendidikan keteladanan. Oleh karena itu, baik pendidikan maupun lingkungan mereka harus memberikan contoh yang baik untuk Karena anak-anak meniru apa yang mereka lihat di sekitar Orang-orang pasti membutuhkan contoh apapun yang mereka alami dan lihat. Orang-orang yang dekat dengan seseorang, seperti orang tua, kerabat, sahabat, dan idolanya, memiliki pengaruh pemodelan yang paling besar pada pembentukan karakter mereka. (Amaliati, 2. Metode Pembentukan Kebiasaan: Menurut Ahmad Tafsir, metode refraksi adalah suatu pendekatan untuk mengajar siswa dengan cara pengulangan dan kesinambungan. Metode pemberian nasehat: Berfokus pada pendidikan akhlak pada anak, sehingga perkataan . yang benar harus selalu didengar oleh anak-anak agar apa yang mereka dengar masuk ke hati mereka dan membuat mereka ingin melakukannya. Nasihat harus diberikan dengan cara yang sesuai dengan ajaran Islam, dengan sikap santun dan menghormati harga diri anak dan waktu yang tepat. Nasihat harus datang dari hati, bukan hanya diucapkan dengan cara yang indah. (Amaliati, 2. Metode cerita, atau dongeng: Mempengaruhi jiwa anak dan membantu mereka mempelajari kalimat komunikasi yang umum. Metode pengasuhan/pengawasan: Pendidikan yang disertai dengan membangun iman dan ketaatan. Pendidikan ini diberikan dengan mempersiapkan anak untuk mendapatkan dukungan psikologis dan secara teratur memeriksa kondisi fisik dan mental anak. 88 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. KESIMPULAN Dalam jurnal ini, penulis menekankan bahwa pendidikan akhlak dari perspektif Islam sangat penting untuk membentuk karakter dan moralitas individu, terutama di era milenial yang penuh dengan perubahan sosial, teknologi, dan tantangan global. Penulis menekankan bahwa pendidikan akhlak bukan hanya menjadi tugas keluarga dan lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat secara keseluruhan. Tantangan utama yang dihadapi oleh generasi milenial termasuk efek negatif dari media sosial, globalisasi, dan perubahan teknologi. Untuk mengatasi masalah ini, pendidikan akhlak yang lebih kuat harus dimasukkan ke dalam program pendidikan, baik di sekolah maupun di rumah, dan penggunaan teknologi untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang positif. Untuk menyebarkan nilainilai keislaman seperti kejujuran, saling menghormati, dan kebaikan hati, perlu digunakan pendekatan yang sesuai dengan zaman saat ini, salah satunya adalah dengan menggunakan media digital sebagai sarana dakwah yang efektif. Selain itu, ulama dan pendidik memainkan peran yang sangat penting dalam memberikan teladan dan arahan untuk menumbuhkan akhlak mulia di kalangan generasi muda. REFERENSI