Jurnal Manajemen Bisnis Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 10 I No. 2, hal 309-315 ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA MANAJEMEN PRODUKSI (STUDI KASUS PADA PT. LIEBRA PERMANA BAWEN KABUPATEN SEMARANG) Arifah1. Candra Karuma Nusantara2. Chintya Intan Febriana3. Budi Utomo. 1,2,3,4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga arifahar38@gmail. com, 2candratuun1@gmail. com, 3chintyaatya7@gmail. com, 4budiutomo@iainsalatiga. Keyword Sistem Pengendalian Manajemen. Kinerja Manajemen Abstract Sistem Pengendalian Manajemen adalah sistem yang digunakan oleh manajemen untuk menjamin bahwa suatu organisasi telah melaksanakan strategi secara efektif dan efisisen dalam rangka mencapai tujuan yang telah Dalam mencapai tujuan tersebut salah satunya perusahaan harus memperhatikan dan mengevaluasi kinerja manajemen perusahaan. Hal tersebut sangat penting dilakukan guna mempertahankan keberlansungan perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan sistem pengendalian manajemen, evaluasi kinerja manajemen, dan strategi dalam meningkatkan kinerja manajemen yang diterapkan pada PT LIEBRA PERMANA. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis perbandingan antara teori dan praktek dimana data dikumpulkan dan dianalis kemudian ditarik Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian manajemen pada PT LIEBRA PERMANA sudah berjalan dengan baik, serta evalusi kinerja dan perencanaan strategis dilakukan melalui tiap-tiap divisi sehingga dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas manajemen khususnya manajemen produksi pada PT LIEBRA PERMANA. A 2021 JMB. All right reserved PENDAHULUAN Di era globalisasi saat ini perkembangan ekonomi berkembang dengan pesat sehingga menimbulkan persaingan yang ketat dalam dunia usaha. Untuk itu setiap perusaahaan harus melakukan berbagai macam strategi dalam menghadapi persaingan tersebut agar perusahaan dapat terus bertahan dan berkembang sehingga tidak kalah bersaing dan hilang keberadaannya. Setiap perusahaan dituntut untuk dapat meningkatkan kemampuannya dalam berbagai bidang dan juga harus memiliki sistem pengendalian manajemen yang baik untuk dapat terus bersaing serta mencapai kualitas SDM yang kompeten di era globalisasi seperti saat ini. Dalam perusahaan manufaktur proses produksi adalah kegiatan yang penting. Apabila proses produksi dalam suatu perusahaan terganggu maka secara keseluruhan kegiatan dalam perusahaan juga akan ikut terganggu sehingga menyebabkan perusahaan tersebut tidak dapatvberoperasi secara optimal dan tidak berkembang. Oleh karena itu proses produksi sangat membutuhkan sebuah sistem pengendalian manajemen yang baik, yaitu untuk merencanakan, melaksanakan dan mengawasi setiap proses produksi dalam suatu Untuk dapat melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan produksi dalam suatu perusahaan dengan baik, maka perusahaan juga harus menerapkan sistem pengendalian manajemen secara optimal terutama pada manajemen produksi. Supaya sistem pengendalian dapat berjalan sesuai dengan rencana awal yang telah ditetapkan maka manajemen harus mengerti dan memahami sistem pengendalian tersebut sehingga dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan yang Sistem Pengendalian Manajemen adalah sistem yang digunakan oleh manajemen untuk menjamin bahwa suatu organisasi telah melaksanakan strategi secara efektif dan efisisen dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sistem pengendalian manajemen terdiri atas struktur dan proses pengendalian manajemen. Struktur pengendalian manajemen merupakan elemen- elemen yang membentuk sistem pengendalian yang terdiri atas pusat-pusat pertanggungjawaban. Sedangkan proses pengendalian manajemen adalah cara bekerjanya sistem pengendalian manajemen yang terdiri atas pemrograman, penganggaran, pengukuran, pelaporan dan analisis. Jadi sistem pengendalian manajemen dibuat oleh perusahaan untuk mengawasi dan mengontrol setiap tindakan manajemen dan karyawan dalam Sistem pengendalian yang baik akan mengefektifkan perencanaan yang telah disusun. Dengan sistem pengendalian yang baik maka perusahaan dapat meningkatkan kinerja karyawannya. PT LIEBRA PERMANA merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur. tersebut adalah salah satu perusahaan terbesar dalam bidang brassiere atau pakaian dalam wanita di Indonesia yang berfokus eksport dan berskala PT LIEBRA PERMANA berdiri pada tahun 1977 yang dimulai dari home industri yang didukung oleh 10 orang tenaga kerja, dan 5 buah alat mesin jahit. Pada perkembangannya tahun 1990 PT LIEBRA PERMANA tumbuh menjadi produsen pakaian dalam kelas dunia dengan tiga fasilitas produksi terakreditasi yang berlokasi di Indonesia. Setiap tahun PT LIEBRA PERMANA dapat memproduksi lebih dari 30 juta potong pakaian dalam kualitas terbaik pakaian renang dan pakaian aktif. PT LIEBRA PERMANA berkantor pusat di Jl. Pluit Selatan Raya No. Jakarta Utara. PT LIEBRA PERMANA Bawen adalah salah satu kantor produksi yang terletak di Jawa Tengah tepatnya berada di Jl. Soekarno Hatta KM. Kerban. Harjosari. Kecamatan Bawen. Kabupaten Semarang. Jawa Tengah yang berdekatan dengan PT Inti Sukses Garmindo dan SPBU Harjosari Bawen. Rumusan masalah yang akan dijawab pada penelitian ini adalah. Bagaimana penerapan sistem pengendalian manajemen pada PT LIEBRA PERMANA Bawen ? . Bagaimana strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja manajemen produksi pada PT LIEBRA PERMANA Bawen ? II. TINJAUAN PUSTAKA Sistem Pengendalian Manajemen Sistem Pengendalian Manajemen adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa anak sistem yang berkaitan, yaitu: pemrograman, pertanggungjawaban untuk membantu manajemen mempengaruhi orang lain dalam sebuah perusahaan agar mau mencapai tujuan perusahaan melalui strategi tertentu secara efektif dan efisien (Suadi, 2. Sistem Pengendalian Manajemen adalah struktur dan proses yang sistematis serta terorganisir yang digunakan manajemen di dalam pengendalian manajemennya (Anthony. Dearden & Bedford, 2. Sistem pengendalian manajemen adalah suatu sistem terintegrasi antara proses, strategi, pertanggungjawaban, yang hakikatnya untuk membantu orang dalam menjalankan organisasi atau perusahaan agar hasilnya optimal (Sukarno. Berdasarkan pengertian di atas dapat manajemen adalah sebuah sistem yang terstruktur dan tergorganisir yang dapat dipergunakan untuk pengendalian manajemen oleh suatu organisasi atau perusahaan sehinnga dapat strategi berjalan secara efektif dan efisisen dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kinerja Manajemen Kinerja performance atau actual performance . restasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang atau suatu institus. Kinerja karyawan . restasi kerj. adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan (Mangkunegara. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi (Wibowo, 2. Penilaian kinerja adalah penentuan secara periodik efektivitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi, dan karyawan berdasarkan sasaran, standar, dan kriteria yang telah ditetapkan (Gary Siegel. Helena R. Marconi, 1. Tujuan pokok dari penilaian kinerja yaitu untuk memotivasi karyawan untuk mencapai sasaran dalam organisasi dan dalam memasuki standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan hasil dan tindakan yang diinginkan. Tujuan dari pengukuran kinerja yakni untuk memotivasi karyawan dalam mencapai tujuan organisasi dan dalan mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan hasil dan tindakan yang diinginkan (Mulyadi, 2. Manajemen Produksi merupakan salah satu bagian penting dalam bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut yang di dalamnya terdapat kegiatan yang menghasilkan nilai dalam suatu barang dengan mengubah input menjadi output. Manajemen produksi juga disebut manajemen operasi yang bertujuan untuk memastikan bahwa semua kegiatan produksi dapat berjalan dengan Ruang lingkup manajemen produksi mencakup tanggung jawab atas desain produk, perencanaan hingga pengontrolan, kualitas, kapasitas, organisasi, dan pengawasan tenaga kerja (Assari 2016: . Manajemen produksi adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan Menggabungkan dan mengubah berbagai sumber daya yang digunakan dalam subsistem produksi organisasi menjadi produk bernilai tambah secara terkendali sesuai kebijakan organisasi (Prabowo. Tujuan manajemen produksi adalah memproduksi atau mengatur produksi barangbarang dan jasa-jasa dalam jumlah, kualitas, harga, waktu serta tempat tertentu sesuai kebutuhan. Manajemen produksi merupakan proses kegiatan untuk untuk mengadakan kegiatan-kegiatan: , . , pengarahan . , pengendalian . dari proses produksi. Selain itu manajemen produksi juga didenifisikan sebagai usaha pengelolaan dengan cara optimal terhadap factor-faktor produksi atau sumber seperti manusia, tenaga kerja, mesin dan bahan baku yang ada (PRABOWO, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode penelitian ini biasanya menggambarkan fenomena yang ada baik itu fenomena yang bersifat alamiah atau rekayasa manusia (Sukmadinata, 2013:. Penelitian deskriptif kualitatif biasanya menghasilkan data berupa kata-kata dan lebih cenderung menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dalam proses pengumpulan datanya. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Data kualitatif yang digunakan adalah data yang diperoleh secara langsung melalui wawancara dengan pihak-pihak yang bersangkutan dengan penelitian tentang sistem pengendalian manajemen. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif yaitu mengumpulkan, menyusun, menganalisa, dan memecahkan masalah yang dihadapi berdasarkan data yang dikumpulkan melalui wawancara dan Menurut Arikunto . penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menjelaskan informasi mengenai suatu keadaan yang ada di lapangan pada saat penelitian dilakukan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis perbandingan. Data yang telah diperoleh dari wawancara dan dokumentasi kemudian di analisis secara deskriptif dengan membandingkan antara teori dengan praktek dilapangan berdasarkan teknik pengumpulan data yang telah di tentukan. Tujuanya yaitu untuk memecahkan permasalahan yang menjadi fokus penelitian dan untuk mengetahui lebih dalam khususnya manajemen produksi sehingga dapat di analisis apakah sistem pengendalian manajemen yang diterapkan pada PT LIEBRA PERMANA Bawen dapat meningkatkan kinerja manajemen produksi atau tidak. IV. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Analisis Sistem Pengendalian Sistem Pengendalian Manajemen adalah sistem yang digunakan oleh manajemen untuk menjamin bahwa suatu organisasi telah melaksanakan strategi secara efektif dan efisisen dalam rangka mencapai tujuan yang telah Sistem pengendalian manajemen yang diterapkan pada PT Liebra Permana Bawen dilakukan melalui 3 proses yaitu proses perencanaan strategik, proses pelaksanaan dan pengukuran serta proses evaluasi. Proses Perencanaan Strategik Perencanaan strategik pada PT LIEBRA PERMANA Bawen dilakukan secara terpisah melalui Sub Devisi yang terdapat pada struktur organisasi perusahaan. PT Liebra Permana Bawen dipimpin oleh seorang Direktur dan 2 General Manajer. Dalam General Manajer tersebut terdiri dari 4 Sub Devisi yaitu Sub Devisi Merchandising. Sub Devisi Produksi. Sub Devisi General Affair (GA) serta Sub Devisi HRD dimana dalam setiap sub devisi tersebut dibantu oleh staff atau Khusus untuk Sub Devisi Produksi selain dibantu oleh staff/ karyawan produksi juga dibantu oleh staff operator. Setiap Devisi memiliki tugas dan kewajiban masing-masing yaitu: Sub Devisi Merchandising. Sub Devisi Merchandising bertugas dalam melakukan negosiasi dan lobi dengan buyer dan rekan kerja dari perusahaan lain baik hubungan Devisi Merchandising memeberikan seluruh informasi terkait keunggulan atau kelebihan dari perusahaan sehingga membangun citra positif di mata rekan kerjanya dan masyarakat. Jadi dapat disimpulkan bahwa Devisi Merchandising ini bertugas membangun kerja sama dan komunikasi yang baik dengan rekan kerjanya. Sub Devisi Produksi. Sub Devisi Produksi bertugas dalam pembuatan perencanaan, penjadwalan, dan pengawasan proses produksi sehingga kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan optimal, serta waktu pengerjaan produknya pun sesuai dengan perencanaan yang sudah di buat. Selain itu. Devisi Produksi juga bertugas mengatur dan memanajemen gudang agar tidak terjadi kekurangan ataupun kelebihan persediaan bahan baku, bahan penolong maupun produk jadi sehingga proses produksi berjalan dan beroperasi dengan lancar. Sub Devisi General Affair (GA). Sub Devisi General Affair (GA) bertugas terhadap asset penggadaan dan pemeliharaan seluruh fasilitas dan alat-alat perusahaan. Sub Devisi HRD. Devisi HRD bertugas dalam menangani permasalahan terkait karyawan dan pegawai baik itu perekrutan, pelatihan karyawan dan lain-lain. HRD nantinya akan menempatkan posisi dan jabatan para pekerja atau karyawan sesuai dengan keahlian dan keterampilan yang mereka miliki. Pada PT LIEBRA PERMANA setiap devisi yang dipimpin oleh seorang manajer menentukan dan menetapkan sebuah strategi perusahaan. Jadi tiap devisi membuat daftar rencana strategik yang nantinya diusulkan pada saat evaluasi rapat umum untuk disepakati bersama. Jika sudah disepakati bersama tiap-tiap devisi mulai menerapkan strategi yang telah dibuat tersebut. Walaupun proses perencanaan strateginya dilakukan secara terpisah melalui devisi-devisi, tetapi proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya tetap di bawah kendali Direktur PT LIEBRA PERMANA Bawen. Proses Pelaksanaan dan Pengukuran Pada PT LIEBRA PERMANA Bawen proses pelaksanaan perencanaan dan pengawasan dilakukan secara langsung oleh seorang manajer. Jadi manajer berperan dalam mengontrol seluruh karyawan PT LIEBRA PERMANA Bawen dalam melaksanakan tugas sesuai dengan program yang Manajer pengawasan dan pengamatan langsung kelapangan. Manajer melihat langsung bagaimana proses produksi pada PT LIEBRA PERMANA Bawen dari proses persiapan bahan baku, proses penjahitan, proses pengemasan dan proses penyimpanan produk jadi. Melalui pengawasan langsung tersebut manajer dapat mengetahui kendala dan permasalahan apa saja yang terjadi sehingga menghambat proses produksi pada PT LIEBRA PERMANA Bawen serta dapat langsung mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga proses pelaksanaannya berjalan dengan lancar, terarah dan efektif. Dengan pengawasan langsung tersebut juga dapat membangun dan mempererat hubungan kerja antara manajer dan para karyawan PT LIEBRA PERMANA Bawen sehingga setiap karyawan memiliki etos kerja tinggi dan rasa tanggung jawab dalam perusahaan dapat tercapai. Proses Evaluasi Berdasarkan hasil wawancara kelompok kami dengan Bapak Oki selaku manajer produksi pada PT LIEBRA PERMANA Bawen dapat disimpulkan bahwa proses evaluasi pada PT LIEBRA PERMANA Bawen dilakukan melalui laporan hasil kinerja yang telah dicapai, dimana laporan tersebut diambil dari setiap devisi. Laporan kinerja tersebut dijadikan sebagai tolak ukur sejauh mana perencanaan telah dilaksanakan Selain dilakukannya proses evaluasi dapat mencegah timbulnya pelanggaran atau penyelewengan dalam pelaksanaan perencanaan serta memberikan masukan dalam penyusunan perencanaan di masa mendatang dan juga dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan yang tepat. Upaya Meningkatkan Kinerja Manajemen Produksi Pada PT LIEBRA PERMANA Bawen Dalam manajemen produksi pada PT LIEBRA PERMANA Bawen, harus diperlukan suatu strategi agar sistem pengendalian manajemen berjalan dengan baik dan lancar. Strategi sistem pengendalian manajemen yang dilakukan PT LIEBRA PERMANA Bawen untuk meningkatkan kinerja manajemen produksi adalah sebagai berikut: Melakukan perencanaan produksi Untuk meningkatkan kinerja manajemen produksi PT LIEBRA PERMANA Bawen melakukan perencanaan produksi terlebih dahulu seperti menentukan persediaan bahan baku, berapa jumlah barang yang akan diproduksi, bagaiamana kualitas produk yang dihasilkan, bagaimana cara pengendaliannya dan sebagainnya. PT LIEBRA PERMANA Bawen juga melakukan perencanaan kapasitas produksi yang meliputi kapasitas jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Pada PT LIEBRA PERMANA Bawen perencanaan kapasitas jangka pendek mencakup kerja lembur, pemindahan personalia, penggantian routing produksi dan sebagainya. Perencanaan kapasitas jangka menengah meliputi penambahan karyawan dan penambahan peralatan atau persediaan. Sedangkan untuk perencanaan kapasitas jangka panjang pada PT LIEBRA PERMANA Bawen meliputi penjadwalan tugas, karyawan dan mesin. Melakukan pengendalian produksi Setelah selanjutnya manajemen produksi PT LIEBRA PERMANA Bawen pengendalian atau kontrol terhadap proses produksi agar manajemen produksi berjalan sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan. Cara pengendalian yang dilakukan PT LIEBRA PERMANA Bawen antara lain mengatur jadwal kerja . erja shif. , pengaturan detail rencana sistem kerja dan sebagainya. Melalui pengendalian produksi tersebut PT LIEBRA PERMANA Bawen dapat mengendalikan atau mengontrol produksi berjalan dengan efektif dan efisisen sehingga hasil manajemen produksi maksimal. Mencari permasalahan yang menghambat proses produksi Dalam organisasi tidak hanya satu kendala yang menghambat proses produksi, tetapi banyak Oleh karena itu PT LIEBRA PERMANA Bawen melakukan identifikasi alur kerja mulai dari analisis karyawan, teknologi, prosedur produksi, alur komunikasi dan sumber daya yang ada. LIEBRA PERMANA Bawen menggunakan pertimbangan value mapping untuk memonitoring kinerja manajemen produksi. Dengan cara tersebut memudahkan menemukan permasalahan atau kendala yang terjadi dan juga bisa dijadikan sebagai tolak ukur rencana dimasa mendatang. Pengambilan keputusan yang tepat Manajer produksi bertanggung jawab terhadap keseluruhan proses produksi. Manajer produksi dituntut harus dapat mengambil keputusan yang tepat bila terjadi pelanggaran atau Pada PT LIEBRA PERMANA Bawen bila karyawan produksi melakukan pelanggaran, manajer produksi perusahaan segera mengambil tindakan yang tegas mengenai hal tersebut untuk memeberi sanksi. Tetapi dalam memberi sanksi tegas tersebut tetap dalam batas kewajaran sehingga kegiatan produksi tetap berjalan sesuai perencanaan yang dibuat. Pemberian sanks tersebut dilakukan agar mendisiplinkan karyawan agar karyawan tetap bertanggung jawab terhadap tindakannya sehingga dapat meningkatkan kinerja Dengan pengambilan keputusan yang tepat maka manajemen produksi dapat menghasilkan kinerja yang maksimal. Melakukan pelatihan karyawan Industri manufaktur adalah industry dengan perubahan proses bisnis yang sangat cepat. Pasti selalu ada teknologi-teknologi baru yang digunkan untuk mengubah alur kinerja produksi menjadi lebih efisisen. Dengan kemajuan teknologi tersebut akan berguna jika digunakan oleh orangorang yang terlatih dalam bidangnya. Oleh karena itu. PT LIEBRA PERMANA Bawen selalu memberikan kegiatan training yang rutin kepada karyawannya terutama bagian produksi untuk menambah kecapakan mereka. Komunikasi Karyawan Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja manajemen produksi pada PT LIEBRA PERMANA Bawen adalah komunikasi. Komunikasi memiliki peranan penting untuk membangun relasi da menumbuhkan motivasi kerja anatar karyawan sehingga terbentuklah kerjasama yang harmonis. Menyususn target yang realistis. Permintaan menyebabkan tekanan untuk memproduksi juga menjadi lebih banyak dan terkadang deadline yang ketat membuat manajemen terpaku pada tujuan yang tidak realistis. Karena ketika beban kerja melebihi kapasitas, tanpa adanya penyesuaian kualitas dan keamanan maka kinerja karyawan akan terpengaruh. Para karyawan merasa lelah dan target produksi perusahaan pun tidak dapat Oleh karena itu untuk meningkatkan efisisensi kinerja manajemen produksi. PT LIEBRA PERMANA Bawen target produksi haruslah realistis dengan objektif yang jelas dan mencakup ketepatan waktu, hasil yang berkualitas, serta prosedur yang aman. Berinvestasi pada software dan mesin Sebagai industry yang produktivitas karyawannya tergantung pada produktivitas mesinnya, maka agar kedua produktivitas tersebut berjalan dengan maksimal PT LIEBRA PERMANA Bawen melakukan investasi pada mesin-mesin yang dapat membuat proses produksi jauh lebih PT LIEBRA PERMANA Bawen juga melakukan investasi software manufaktur sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Selain itu, pendapatan perusahaan dapat meningkat dengan cepat sehingga memudahkan untuk berinvestasi ke mesin lainnya. Melakukan maintenance yang rutin Untuk meningkatkan produktivitas kinerja manajemen produksi. PT LIEBRA PERMANA Bawen selalu melakukan perawatan mesin- mesin Dengan maintenance yang rutin tersebut PT LIEBRA PERMANA Bawen lenih mudah mengetahui manakah mesin-mesin yang permasalahan yang terjadi pada mesin-produksi dapat segera terselesaikan. PENUTUP Setelah melakukan penelitian dengan judul analisis sistem pengendalian manajemen dalam upaya meningkatkan kinerja manajemen produksi pada PT LIEBRA PERMANA BAWEN. Dapat kami simpulkan bahwa sistem perencanaan yang dijalankan oleh perusahaan tersebut sudah berjalan dengan lancar dan juga sistem pengendalian manajemen yang dijalankan juga sudah efektif dan efisien. Upaya atau strategi yang dilakukan dalam meningkatkan kinerja manajemen produksi pada PT LIEBRA PERMANA BAWEN adalah sebagai berikut: Penerapan sistem pengendalian manajemen yang baik dan maksimal di PT LIEBRA PERMANA BAWEN Strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja manajemen produksi PT LIEBRA PERMANA BAWEN, antara lain: C Melakukan perencanaan produksi. C Melakukan pengendalian produksi. C Mencari menghambat proses produksi. C Pengambilan keputusan yang tepat. C Melakukan pelatihan karyawan. C Komunikasi Karyawan. C Menyususn target yang realistis. C Berinvestasi pada software dan mesin. C Melakukan maintenance yang rutin. Sistem pengendalian manajemen dalam upaya mningkatkan kinerja manajemen produksi pada PT LIEBRA PERMANA BAWEN yang selalu dijalankan dengan konsisten dan efisisen mampu meningkatkan kinerja manajemen produksi. DAFTAR PUSTAKA