PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN PANAS KONDENSOR MESIN PENGKONDISIAN UDARA Riski Gustiawan. Khaidir. Mahasiswa Prodi Teknik Mesin. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Bung Hatta Email : riskigustiawan@gmail. Dosen Prodi Teknik Mesin. Fakultas Teknologi Industri. Univesitas Bung Hatta Email :irkaidir@gmail. ABSTAK Pengeringan pakaian merupakan rutinitas yang dilakukan masyarakat pada umumnya, jasa-jasa pencucian dan pengeringan pakaian sudah banyak bermunculan. Oleh sebab itu, alat pengeringan pakaian sangatlah dibutuhkan terutama untukmenghemat energi, bisa digunakan kapan saja dan yang paling utama tidak tergantung pada cuaca . Metode yang dikembangkan untuk mengeringkan, ini amat beranekaragam dengan berbagai karakteristiknya. Keragaman karakteristik ini mencakup ukuran dan bahan yang dapat dikeringkan, waktu pengeringan, biaya, tekanan saat beroperasi, panas yang dapat dipindahkan dan karakteristik lainnya. Hal inilah yang menyebabkan banyak bermunculan laundry yang menawarkan jasa pencucian dan juga pengeringan pakaian bagi masyarakat yang sibuk dan ingin serba instan dalam pengeringan Masalah dalam system pengering buatan adalah harga dan tidak semua pakaian dapat tahan terhadap panas dalam proses pengeringan. Didalam masyarakat perkotaan, penggunaan Air Conditioner (AC) sepertinya sudah menjadi suatu kebutuhan primer. Hal ini menjadi suatu keuntungan karena dalam prinsip kerjanya Air Conditioner (AC) memiliki system pembuangan Sistem pembuangan panas pada AC terdapat pada bagian kondensor. Kata Kunci : Pengering Pakaian Mengunakan Panas Mesin Pengkondisian Udara I. PENDAHULUAN Pengeringan pakaian merupakan rutinitas yang dilakukan masyarakat pada umumnya, jasa-jasa pencucian dan pengeringan pakaian corong,kedalam lemari pengering. sudah banyak bermunculan. Oleh sebab itu, kondensor,udara Didalam lemari pengering tersebut terdapat gantungan pakaian dimana nantinya akan digunakan untuk meletakkan pakaian energi, bisa digunakan kapan saja dan yang paling utama tidak tergantung pada cuaca tersebut juga terdapat fentilasi udara,yang . berfungsi untuk pembuangan uap panas dari II. dikeringkan,lemari Jenis material yang digunakan pada lemari pengering : mengeringkan, ini amat beranekaragam Besi siku Seng plat Keragaman ukuran dan bahan yang dapat dikeringkan, waktu pengeringan, biaya, tekanan saat beroperasi, panas yang dapat dipindahkan dan karakteristik lainnya. Gambar Skema Pengujian Ukuran lemari P x L xT = 50cm x 80cm x 120cm Panjang saluran udara = 15 cm Ac yang digunakan = 1 pk Gambar 2. 8 menyajikan rangkaian Pertama dari evaporator, udara buang dari evaporator terus menuju katup TINJAUAN PUSTAKA Metode ekspansi udara tersebut dihembuskan keluar Gambar 2. 7 Rancangan Mesin Pengering Kompresor Pakaian Katup ekpansi Kipas kondensor Blower dialirkan masuk ke dalam ruang pengering. Pakaian yang dikeringkan Udara Ruang pengering pakaian Udara pembuangan ini kemudian dialirkan ke ruang pengering pakaian untuk dipergunakan mengeringkan pakaian di dalam ruang pengering pakaian, yang kondisi udara kering dengan suhu udara yang cukup tinggi. Udara menjadi kering karena adanya evaporator didalam mesin siklus kompresi uap yang mengambil massa uap air didalam udara, dan udara menjadi kompresor dan kondensor didalam mesin memberikan energi Ae kalor ke udara. Sistem terbuka yang dipergunakan di dalam mesin pengering ini berarti udara mengeringkan pakaian, dibuang keluar dari sistem pengeringan pakaian. Udara yang dibuang memiliki nilai kandungan air yang Saat udara masuk ruang pengering pakaian, udara dilewatkan melalui pakaian pakaian yang digantung di hanger baju. Kompresor Ketika udara melewati permukaan Ko nd en sor Eva po ra tor Sehingga pakaian menjadi lebih Udara keluar dari ruang pengering memiliki nilai kelembaban relatif dan Katup Ekspansi kelembaban spesifik yang lebih tinggi dibanding ketika udara memasuki ruang Gambar Skema pemanfaatan panas buang pengering, tetapi suhu udara bola kering kondensor sebagai pengering pakaian (Laksmana Wahyu Gian. Pengaruh Kusbandono. Pemanfaatan Panas Buang Kondenso. Terhadap Waktu Dan Laju Pengeringan Keterangan Gambar : Mesin Pengering Pakaian. Kondensor Purwadi Pengaruh Wibowo Kipas Dimana : Parameter Yang Digunakan Rumus penelitian ini digunakan untuk menghitung kelembaban spesifik udara, laju aliran udara panas, kadar air bahan uji, dan laju pengeringan A = Laju aliran massa masuk ruang A = massa jenis fluida bahan uji : Kalor Yang Dibuang Di Kondensor (QK) Q = debit aliran udara Kalor yang dibuang oleh refrigerant di kondensor sama dengan kalor yang diserap oleh refrigerant di evaporator ditambah oleh kalor yang setara dengan kerja kompresi di kompresor. Secara sistematis. Qk dinyatakan sebagai berikut : Energi Masuk Ruang Pengering Untuk menghitung Qin dilakukan setiap 15 menit dengan langkah sebagai berikut : Qin = m. Cv. iT . Qk = h2 Ae h3 . j/k. Dimana : Qin = Energi panas masuk ruang Dimana : M = Laju aliran massa masuk ruang Qk = besarnya panas dilepas kondensor . j/K. h2 = entalpi refrigerant saat masuk kompresor . j/K. iT = Tin Ae Tout . ari table hasil h3 = entalpi refrigerant Cv = Panas jenis refrigeran Efesiensi Pengeringan = Qk . saat keluar kompresor . j/K. Laju Aliran Masuk Ruang Pengering Q Total Dimana : Untuk mendapatkan nilai m dihitung dengan Langkah sebagai berikut = Efisiensi Pengeringan (%) = besarnya panas dilepas A=AyQ . j/K. Qtotal = Energi Panas . W) Masa air yang diuapkan . Dimana : IV. HASIL DAN PEMBASAN Temperatur Waktu Kecepatan Aliran Temperatur T L (AC) Pengering (AC) (Meni. Udara . Ruang (Ti. (Tou. 1 15 30 38. 2 30 29 43. 3 45 29 42. 4 60 29 43. 5 75 30 44. 6 90 29 45. 7 105 29 46. 8 120 29 47. M = Massa Air yang ada pada Temperatur Condensor (AC) (T. Berat Awal . Berat Akhir . (T. Baju Kaos Celana Levis Baju Kaos Celana Levis Qin Tabel Pengujian sampel (Teruapka. im = Massa Awal - Massa Akhir t = Jumlah Waktu Analisa Pengolahan Data : TL : Temperatur Lingkungan . C) Tin : Temperatur Masuk Pengering . C) Kadar air basis basah Tout : Temperatur Keluar Pengering ( C) . = Wt -Wd y 100% i. METODOLOGI PENELITIAN Waktu pelaksaan dilakukan pada hari kerja, di Universitas Bung hatta Laboratorium Fenomena Dasar Mesin. T1 : Temperatur masuk kondensor . C) T2 : Temperatur keluar kondensor . C) Qin : Energi yang masuk ke pengering . Kalor Yang Dibuang Di Kondensor (QK) Kalor yang dibuang oleh refrigerant di kondensor sama dengan kalor yang diserap oleh refrigerant di evaporator ditambah oleh kalor yang setara dengan kerja kompresi di kompresor. Secara sistematis. Qk dinyatakan sebagai Qk = h2 Ae h3 . j/k. Dimana : (Diagram Alir Penelitia. Qk = besarnya panas dilepas kondensor . j/K. h2 = entalpi refrigerant saat masuk kompresor . j/K. Q =AxV = 0,0120576 x 0,008 h3 = entalpi refrigerant saat keluar kompresor . j/K. = 0,000096 m3/s A=AyQ Maka : Qk = 576 kj/kg Ae 105 kj/kg Dimana : = 471 kj/kg A = Laju aliran massa masuk ruang pengering Laju Aliran Masuk Ruang Pengering A= massa jenis fluida Untuk mendapatkan nilai m dihitung dengan Langkah sebagai berikut : Q = debit aliran udara A = Luas Permukaan Saluran Udara A=AyQ =Ixr xt = 1100 kg/m3 y 0. = 3,14 x 0,162 x 0,15 = 3,14 x 0,0256 x 0,15 = 0. 10610688 kg/s = 0,0120576 m2/s Energi Masuk Ruang Pengering Untuk menghitung Qin dilakukan V = Volume Udara setiap 15 menit dengan langkah =PxLxT = 0,5 x 0,8 x 1,2 t = 60 sebagai berikut : Qin = m. Cv. iT Dimana : = 0. 48 : 60 Qin = Energi panas masuk ruang = 0,008 m/s M = Laju aliran massa masuk ruang pengering . ,10610688 kg/. Cv = Panas jenis refrigeran . iT = Tin Ae Tout . ari table hasil Masa air yang diuapkan baju dan Dimana : Maka : Qin = 0,10610688 kg/s x 1,253 x M = Massa Air yang ada pada sampel (Teruapka. 9-35,. = 0,10610688 kg/s x 1,253 x 3,4 = 0,45 w im = Massa Awal - Massa Akhir t = Jumlah Waktu Efesiensi Pengeringan = Qk Percobaan Pertama Baju Kaos x 100% Qtotal M = im g t menit = 1,000 g Dimana : = Efisiensi = 8,333 g/menit Pengeringan (%) = besarnya panas Percobaan Kedua Baju Kaos M = im g dilepas kondensor . j/K. Qtotal = Energi Panas t menit . W) 135 menit Maka : = 5,925 g/menit Qk = 471 kj/kg Qtotal = 6. 78 kW = Qk Qtotal x 100% Percobaan Ketiga Baju Kaos M = im t = 900 kg 135 menit dengan kehilangan berat bahan 100 = 6,666 g/menit gram,kadar air basis basah baju 50 % mendapatkan kadar air basis kering KESIMPULAN 25 %, dan hasil kedua pengujn Berdasarkan hasil pengujian menggunakan pengeringan celana levis dengan panas kondensor mesin pengkondisian udara berat awal 2000 gram mendapatkan yang diperoleh dan pengolahan data yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa : kehilangan berat bahan 1000 gram. Energi gram dengan yang dilakukan selama 135 menit tertinggi sebesar 1,04 watt pada dikarenakan kadar air didalam celana waktu 135 menit, energi yang masuk pada ruang pengering kecil di awal- awal pengujian disebabkan karena sekelilingnya , oleh karena itu waktu energi yang masuk membawa kadar yang di peroleh dari pengujian dapat air yang banyak sehingga pada ahir- disimpulkan, pengeringan pakaian ahir pengujian mendapatkan hasil tertinggi, sedangkan nilai terkecil udara untuk pengeringan pakaian memerluan waktu Selama 135 menit karena energi yang masuk di awal pengujian membawa kadar air yang Waktu DAFTAR PUSTAKA