Analisis Perubahan Makna Dalam Ilmu Semantik Zamharil UIN Mataram mhs@uinmataram. ABSTRACT This paper aims to explore how meaning changes occur in semantic science, especially in Arabic. semantics has long been a subject of interest to language and literature researchers. Basically, semantics studies meaning in language, including how the meaning of words and sentences can change over time. This research uses a descriptive qualitative approach with a literature study method. The results in this study reveal that the change in meaning is a shift from the first meaning to the next meaning in which the change in meaning is influenced by various factors so as to bring up a new meaning according to the needs of the There are at least five factors that cause changes in meaning in a language including. Socio-cultural developments, sensory exchange responses, differences in the field of use, developments in the field of science and technology, language absorption factors from different generations. The forms of meaning change, namely, expansion of meaning, narrowing of meaning, amelioration and peyoration. Keywords: Meaning. Change, and Semantics. Copyright A 2024 An Nazhair Journal Available online at https://pascauinmtrm. id/index. php/nazhair/index 22 PENDAHULUAN Pemahaman terhadap perubahan makna dalam ilmu semantik memiliki signifikansi yang tak terbantahkan dalam memahami dinamika bahasa dan komunikasi Makna kata-kata tidaklah statis, melainkan dapat berubah seiring waktu dan konteks penggunaannya. Perubahan makna merupakan hasil dari interaksi antara berbagai faktor sosial, budaya, dan historis. Oleh karena itu, memahami perubahan makna dalam ilmu semantik bukan hanya relevan untuk memahami evolusi bahasa, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang perubahan sosial dan budaya yang terjadi dalam masyarakat. Makna merupakan bagian yang tidak terlepaskan dari kajian semantik karena semantic sendiri adalah cabang ilmu yang membahas tentang seluk beluk makna. Makna bahasa adalah pokok bahasan kajian semantic, makna bahasa mengacu pada yang kita artikan atau apa yang kita maksudkan. (Amilia & Anggraeni, 2019, hlm. makna muncul atau hadir apabila seseorang menuturkan suatu kata tertentu, ia dapat membayangkan apa yang sedang dimaksud dari kata tersebut dan dapat menjelaskan Hubungan antara kata apa yang dimaksud dengan pengertian itulah yang disebut makna. (Waridah, 2018, hlm. Suatu objek tuturan dapat saja sama tetapi belum tentu makna yang dimaksud juga sama, untuk itu di perlukan kajian lebih mendalam tentang kajian makna. Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk menggali fenomena perubahan makna dalam bahasa. seperti studi yang dilakukan oleh Alina Hidayati dan Alista Ajeng Prindyatno. Perubahan Makna Kata Serapan Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia (Kajian Ilmu Semanti. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan makna yang terjadi dalam kosakata bahasa Arab yang diserap ke dalam bahasa Indonesia, dapat dikelompokkan kedalam tiga jenis perubahan makna. Perubahan makna yang meluas, perubahan makna yang menyempit, dan perubahan makna total. (Hidayati & Prindyanto, 2023, hlm. Juga dalam studi yang dilakukan oleh Rio Sempana Dkk. Analisis Perubahan Makna Pada Bahasa Yang Digunakan Oleh Komentator Sepak Bola Piala Presiden 2017 Kajian Semantik. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan makna ditemukan 46 kata yang mengalami perubahan makna pada bahasa yang digunakan oleh komentator sepak bola piala presiden 2017. Perubahan makna tersebut meliputi perubahan makna meluas sebanyak 20 kata misalnya dibaca, dipatahkan, perubahan makna menyempit satu kata yaitu presiden, perubahan makna penghalusan sebanyak satu kata yaitu cantik, perubahan makna pengasaran sebanyak enam kata misalnya predator, pendek, dan perubahan makna total sebanyak 18 kata misalnya eksekusi, sayap, langit. Komentator Copyright A 2024 An Nazhair Journal Available online at https://pascauinmtrm. id/index. php/nazhair/index 23 melakukan perubahan makna karena sepak bola adalah olahraga yang sangat memasyarakat dan banyak penggemarnya. Komentator menggunakan bahasa yang mengalami perubahan makna untuk menarik minat, menumbuhkan semangat penonton, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap klub sepak bola yang penonton (Sempana dkk. , t. , hlm. Juga dalam studi yang dilakukan oleh Muhanndis Azzuhri. PERUBAHAN MAKNA NOMINA BAHASA ARAB DALAM AL-QURAoAN: Analisis Sosiosemantik. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan makna disebabkan oleh beberapa faktor: . Bahasa seperti aspek fonetiknya, aspek morfologi dan sintaksis, . Sejarah . Sosiokultural . Psikologis . Ilmu pengetahuan dan teknologi . Bahasa asing bahasa. Perubahan makna ini memiliki dampak positif terhadap pola pikir dan pemahaman yang dimiliki masyarakat saat mempelajari Qur'an. Hal ini memberikan masyarakat sebuah kajian yang komprehensif dan integratif sehingga sehingga satu kata akan memiliki banyak penafsiran. (Azzuhri, 2013, hlm. Sedangkan dalam tulisan ini akan membahas tentang perubahan makna yang terjadi dalam ilmu semantic sehingga kita dapat memahami bagaimana prosedur dari perubahan makna serta bentuk-bentuknya. Artikel ini akan membahas perubahan makna dalam ilmu semantik. ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai prosedur perubahan makna bahasa, bentuk-bentuk perubahan makna bahasa dan faktor apa saja yang mempengaruhinya. Melalui pemahaman yang mendalam tentang analisis perubahan makna dalam ilmu semantic ini, kita dapat mengidentifikasi dan menentukan perubahan makna yang terjadi pada suatu bahasa khususnya bahasa arab. Kemudian juga untuk memudahkan proses pencarian serta pengkajian data maka perlu dibatasi pada pengkajiannya, bagaimana prosedur perubahan makna ?, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan makna ?, dan bagaimana bentuk-bentuk perubahan makna dalam ilmu linguistik ?. METODE PENELITIAN Kajian dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan. cresswell mengatakan bahwa penelitian kualitatif bentuk metode dalam penelitian saat akan memahami permasalahan pada manusia ataupun dalamm lingkungan sosial agar tercipta sebuah gambaran secara menyeluruh lalu dipaparkan dalam rangakaian kata, memberikan data yang rinci dari sumber informasi (Roosinda dkk. , t. , hlm. Yaitu dengan menyajikan dan menganalisis tentang perubahan makna dalam ilmu semantik kemudian ditarik relevansinya ke dalam dunia pendidikan dengan AumengekstrakAy bagaimana perubahan makna terjadi dalam ilmu semantic khususnya dalam bahasa arab. Copyright A 2024 An Nazhair Journal Available online at https://pascauinmtrm. id/index. php/nazhair/index 24 HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi Semantik Kata semantic dalam bahasa inggris semantics berasal dari bahasa yunani AosemaineinAo yang berarti AobermaknaAo kata bendanya adalah AosemaAo yang berarti AotandaAo atau AolambangAo sedangkan kata kerjanya adalah AosemainoAo yang berarti AomenandaiAo atau AomemaknaiAo. utar-butar, 2021, hlm. Semantik dapat diartikan sebagai ilmu tentang makna atau tentang arti, yaitu satu dari tiga tataran analisis bahasa: fonologi, gramatikal, dan semantik. Kata semantik disepakati sebagai istilah yang digunakan untuk bidang linguistik yang mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik tengan hal-hal yang ditandainya, atau dengan kata lain, bidang studi dalam linguistic yang mempelajari makna atau arti dalam bahasa. Semantik adalah cabang linguistic yang mempunyai hubungan erat dengan ilmu-ilmu sosial lain seperti sosiologi atau antropologi, bahkan juga dengan filsafat dan psikologi. Sosiologi mempunyai kepentiangan dengan semantic karena sering dijumpai kenyataan bahwa penggunaan kata-kata tertentu untuk mengatakan sesuatu makna dapat menandai identitas kelompok dalam (Nafinuddin, t. Coseriu dan Geckeler mengatakan bahwa istilah semantik mulai populer tahun 50-an yang diperkenalkan oleh sarjana perancis yang bernama M. Breal pada tahun Kata semantik berasal dari bahasa yunani sema . yang berarti tanda atau Dalam bahasa Yunani, ada beberapa kata yang menjadi dasar kata semantik yaitu semantikos . , semainein . , dan sema . Sema juga berarti kuburan yang mempunyai tanda yang menerangkan siapa yang dikubur disana. Dari kata sema, semantik dapat dipahami sebagai tanda yang memiliki acuan tertentu dan menerangkan tentang asal dimana kata itu disebutkan pertama kali. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Pateda yang menyetarakan kata semantics dalam bahasa Inggris dengan kata semantique dalam bahasa Prancis yang mana kedua kata tersebut lebih banyak menjelaskan dengan kesejarahan kata. Dalam bahasa Arab, semantik diterjemahkan dengan Ailm al-Dilalah atau Dilalat al-Alfadz. Secara terminologis semantik ialah bagian dari struktur bahasa yang berhubungan dengan makna ungkapan atau sistem penyelidikan makna dan arti dalam suatu bahasa pada umumnya. Sedangkan secara istilah semantik adalah ilmu yang menyelidiki tentang makna, baik berkenaan dengan hubungan antar kata-kata dan lambang-lambang dengan gagasan atau benda yang diwakilinya, maupun berkenaan dengan pelacakan atas riwayat makna-makna itu beserta perubahan-perubahan yang terjadi atasnya atau disebut juga semiologi. Dengan demikian, makna kata satu dengan kata yang lain saling berhubungan dengan lambang atau simbol dalam penerapan komunikasi berbahasa. Sehingga, makna yang muncul bervariasi sesuai konteksnya. Hubungan dan keterkaitan antara keduanya ini disebut Secara singkat, relasi makna dalam konteks semantik arab memiliki banyak ragam, maka fokus kajian makna yang dikaji diantaranya yaitu sinonim, antonim, polisemi, hiponim dan homonim. (Siompu, 2019, hlm. Copyright A 2024 An Nazhair Journal Available online at https://pascauinmtrm. id/index. php/nazhair/index 25 Secara istilah, semantik artinya cabang lingusitik yang membahas tentang arti atau makna. (Samsiyah dkk. , 2016, hlm. Menurut Kridalaksana, semantik adalah Bagian dari struktur bahasa yang berkaitan dengan makna ungkapan dan juga dengan struktur makna dalam suatu pembicaraan. Bagian dari struktur bahasa yang berkaitan dengan makna ungkapan dan juga dengan struktur makna dalam suatu (Samsiyah dkk. , 2016, hlm. Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa semantik adalah salah satu subdisiplin linguistik yang membahas dan menganalisis bahasa pada tataran makna, atau dengan kata lain, objek kajian semantik adalah makna. Selain semantik, dalam studi tentang makna ada pula bidang studi yang disebut semiotika . ering juga disebut semiologi dan semasiolog. Bedanya, kalau semantik objek studinya adalah makna yang ada dalam bahasa maka semiotika objek Studinya adalah makna yang ada dalam semua sistem lambang dan tanda. Jadi, sebetulnya objek kajian semiotika lebih luas daripada objek kajian semantik. Malah sebenarnya, studi semantik itu sesungguhnya berada di bawah atau termasuk dalam kajian semiotik, sebab bahasa juga termasuk sebuah sistem lambang. Adapunn semantic leksikal merupakan ilmu tentang makna yang menekankan pembahasan pada system makna. Makna yang dimaksud adalah konsep atau fitur pada kata tanpa melihat penggunaannya. Verhar menyatakan bahwa makna leksikal akan berbeda dengan makna gramatikal, maka perlu pembahasan yang berbeda antara makna leksikan dan makna gramatikal. (Amilia & Anggraeni, 2019, hlm. Definisi Makna dalam Semantik Persoalan makna merupakan persoalan yang menarik dalam kehidupan Oleh karena itu maka mempelajari tentang makna juga bagian dari Sebelum jauh membahas tentang makna, hendaknya perlu diketahui sejarah munculnya semantik. Menelaah tentang makna terlebih dahulu harus mempelajari disiplin ilmunya bagi mereka yang bergelut di dunia bahasa seperti bagi mahasiswa, guru bahasa, penyusun kamus dan wartawan yang bertujuan dalam aplikasi penggunaan bahasa yang baik serta mengetahui asal usul suatu ilmu juga sangat penting agar ilmu yang didapat bukan dari menerima saja tetapi ada bukti dan sejarah ilmu (Siompu, 2019, hlm. Dalam kajian semantik, berbagai teori telah dikemukakan oleh para pakar mengenai makna. Secara etimologis, kata "makna" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki beberapa arti, antara lain: . Arti. Maksud pembicara atau . Pengertian yang diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan. Pengertian "makna" atau "sense" . alam bahasa Inggri. dibedakan dari "arti" atau "meaning" . alam bahasa Inggri. dalam semantic. (Sarifuddin, 2021, hlm. Makna adalah hubungan yang ada di antara unsur-unsur bahasa itu sendiri, terutama kata-kata. Makna ini berkaitan dengan intrabahasa. Mengkaji dan memberikan makna pada suatu kata berarti memahami kajian kata tersebut yang berkaitan dengan hubungan-hubungan Copyright A 2024 An Nazhair Journal Available online at https://pascauinmtrm. id/index. php/nazhair/index 26 makna yang membuat kata tersebut berbeda dari kata-kata lain. (Sarifuddin, 2021, hlm. Sedangkan "arti" lebih menyangkut makna leksikal dari kata-kata itu sendiri yang terdapat dalam kamus. Untuk dapat memahami makna sebuah ujaran, banyak faktor yang harus diperhatikan, seperti faktor sosial, faktor psikologi, dan faktor budaya. Dalam studi semantik, faktor-faktor tersebut tercermin pada tingkatan makna, yakni makna leksikal dan idiomatikal, makna gramatikal, dan makna kontekstual. Ketiga tingkatan makna tersebut dalam porsi tertentu akan selalu muncul dalam setiap proses . urnamasari & wahyudi, t. Perubahan Makna Kata AuMaknaAy dalam KBBI diartikan dengan pengertian yang diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan. (Arti kata makna - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online, t. ) Menurut Suwandi kata makna di dalam pemakaiannya dapat diartikan dengan arti, gagasan, pikiran, konsep, pesan, pernyataan maksud, informasi dan (Suwandi, 2011, hlm. Makna merupakan pertautan yang ada diantara unsurunsur bahasa itu sendiri yang menyangkut intra bahasa. Sementara itu, arti dalam hal ini hanya menyangkut makna leksikal dari kata-kata itu sendiri yang cenderung terdapat dalam bahasa kamus sebagai leksem. (Sarifuddin, 2021, hlm. Sedangkan kata AuPerubahanAy dalam bahasa inggris disebut change atau tagyir dalam bahasa arab. Perubahan dapat dimaknai sebagai beralihnya keadaan sebelumnya . he before conditio. menjadi keadaan setelahnya . he after conditio. (Winardi, 2005, . Dalam hemat penulis perubahan makna adalah pergeseran makna pertama ke makna selanjutnya yang mana perubahan makna tersebut dipengaruhi oleh beragam factor sehingga memunculkan pengertian baru sesuai kebutuhan penutur. Tarigan . alam Rahm. Perubahan makna kerap kali berbarengan dengan perubahan social yang disebabkan oleh peperangan, perpindahan penduduk, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, ekonomi, budaya, dan faktorfaktor lainnya. (Salbiah & Idris, 2022, hlm. Perubahan makna dalam bahasa dipengaruhi oleh faktor-faktor alamiah yang wajar dan bersifat kontekstual sehingga perubahan itu sendiri merupakan sebuah keniscayaan bagi bahasa. Seperti diketahui bahwa bahasa dialihkan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya secara acak, tidak berkesinambungan, dan tidak teratur. Setiap generasi sebagai penerima warisan bahasa tertentu, maka pewarisan tersebut diwarnai oleh konteks dan kondisi yang berbeda dari kondisi sebelumnya, yang menuntut penggunaan bahasa yang berbeda pula. Makna lama dapat saja tercabut asalnya dan kemudian tergeser oleh makna baru yang dinilai masyarakat lebih memadai dan lebih mengakomodasi maksud yang diinginkan oleh masyarakat penuturnya. (Ansori, 2021, hlm. Copyright A 2024 An Nazhair Journal Available online at https://pascauinmtrm. id/index. php/nazhair/index 27 Faktor-Faktor Perubahan Makna Perubahan makna dalam bahasa dipengaruhi oleh faktor-faktor alamiah yang wajar dan bersifat kontekstual sehingga perubahan itu sendiri merupakan sebuah keniscayaan bagi bahasa. Seperti diketahui bahwa bahasa dialihkan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya secara acak, tidak berkesinambungan, dan tidak teratur. Setiap generasi sebagai penerima warisan bahasa tertentu, maka pewarisan tersebut diwarnai oleh konteks dan kondisi yang berbeda darikondisi sebelumnya, yang menuntut penggunaan bahasa yang berbeda Makna lama dapatsaja tercerabut dari keasalannya dan kemudian tergeser oleh mengakomodasimaksud yang diinginkan oleh masyarakat penuturnya. Perubahan makna bahasa terjadi tidak akan terjadinya tanpa adanya faktor-faktor yang menyebabkan makna suatu bahasa itu berubah. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi berubahnya suatu bahasa baik dari lingkungan tempat bahasa itu digunakan atau dari penutur bahasa tersebut. Setidak ada beberapa faktor yang menyebabakan perubahan makna pada suatu bahasa diantaranya: Perkembangan sosial budaya Perkembangan dalam bidang sosial kemasyarakatan dapat menyebabkan terjadinya perubahan makna, sebuah kata yang pada mulanya bermakna AuAAy lalu berubah menjadi AuBAy atau AuCAy, mungkin bentuk maknanya tetap sama tetapi konsep makna yang dikandungnya sudah berubah. Perkembangan dalam masyarakat berkenaan dengan sikap sosial dan budaya, juga menyebabkan terjadinya perubahaan makna. Kata saudara, misalnya pada mulanya berarti seperut, atau orang yang lahir dari kandungan yang sama. Tetapi kini, kata saudara digunakan juga untuk menyebut orang lain. Sebagai kata sapaan, yang diperkirakan sederajat baik usia maupun kedudukan (Salbiah & Idris, 2022, hlm. 57Ae. Faktor bahasa itu sendiri Perubahan bahasa disini meliputi perubahan aspek fonologi, morfologi, dan Dari aspek fonologi misalnya, kata A Ayang berarti AomenolongAo akan berubah makna jika fonem AuA AyIAyang di awal kata tersebut diubah menjadi fonem \A\A menjadi A cAyang berarti AomelihatAo. Berarti perubahan makna disini, dari AomenolongAo menjadi AomelihatAo karena faktor kebahasaan yaitu fonologi. (Taufiqurrochman, 2008, 95Ae. Tanggapan pertukaran indera Umpanya rasa pahit, getir, dan manis harus ditanggap oleh alat perasa lidah. Rasa Copyright A 2024 An Nazhair Journal Available online at https://pascauinmtrm. id/index. php/nazhair/index 28 panas, dingin, dan sejuk harus ditanggap oleh alat perasa pada kulit. Gejala yang berkenaan dengan cahaya seperti terang, gelap, dan remang-remang harus ditanggap dengan alat indra mata. sedangkan yang berkenaan dengan bau haru ditanggap dengan alat indra penciuman, yaitu hidung. Namun dalam penggunaan bahasa banyak terjadi kasus pertukaran tanggapan antara indra yang satu dengan yang lain. Rasa pedas, misalnya, yang seharusnya ditanggap dengan alat indra perasa lidah, tertukar menjadi ditanggap oleh alat indra pendengaran seperti tampak dalam ujaran kata-katanya cukup (Muzaiyanah, 2012, hlm. Faktor sejarah Perubahan makna karena faktor sejarah berhubungan erat dengan perkembangan Dalam bahasa arab misalnya kata A uoaApada awalnya digunakan bukan dengan makna yang kita kenal sekarang yaitu AomenulisAo, karena orang arab jahiliyah belum mengenal budaya tulis menulis. Kata ini pada awalnya bermakna AomenjahitAo. menghubungkan kain yang satu dengan yang lain. Dalam perkembangannya ditemukan budaya tulis menulis. menghubungkan huruf yang satu dengan huruf yang lainnya lalu pekerjaan ini mereka sebut dengan AuoaA. (Taufiqurrochman, 2008, hlm. Perkembangan dalam bidang ilmu dan teknologi Evaluasi Perkembangan dalam bidang ilmu dan kemajuan dalam bidang teknologi dapat menyebabkan terjadinya perubahan makna sebuah kata. Bisa saja sebuah kata yang tadinya mengandung konsep makna sesuatu yang sederhana, tetap digunakan walau konsep makna yang dikandung telah berubah sebagai akibat dari pandangan baru atau teori baru dalam suatu bidang ilmu atau sebagai akibat dari perkembangan Sebagai contoh kata sastra pada mulanya bermakna Aotulisan hurufAo, lalu berubah menjadi makna AobacaanAo kemudian berubah lagi menjadi bermakna Aobuku yang baik isinya baik pula bahasanyaAo selanjutnya berkembang lagi menjadi Aokarya bahasa yang bersifat imajinatif dan kreatif. Perubahan makna sastra seperti yang disebutkan tadi adalah karena perkembangannya atau berubahnya konsep tentang sastra di dalam ilmu sastra. (Taufiqurrochman, 2008, hlm. Faktor bahasa asing Keberadaan bahasa asing berpengaruh besar terahadap makna sebuah bahasa. Kata serapan dari bahasa arab ke bahasa Indonesia, misalnya definisi dari kata A aciAdalam bahasa arab adalah kaum muslimin yang pernah bertemu dengan nabi Muhammad SAW dan bersahabat lama dengannya. Dalam bahasa Indonesia, kata ini telah diserap menjadi kata AosahabatAo. Kata ini menandung makna AokawanAo. AotemanAo. AorekanAo. Pada kata serapan ini tidak adanya ketentuan bahwa sahabat haruslah pernah hidup pada zaman nabi dan turut bergaul dengan nabi. (Taufiqurrochman, 2008, hlm. Copyright A 2024 An Nazhair Journal Available online at https://pascauinmtrm. id/index. php/nazhair/index 29 G. Faktor penyerapan bahasa dari generasi yang berbeda faktor yang amat penting berkaitan dengan perubahan makna adalah faktor bahwa penyerapan bahasa dari satu generasi yang lebih tinggi kepada generasi di bawahnya terjadi tidak sempurna. Seorang anak dapat saja mengalami kesalahan dalam penyerapan bahasa. Dalam banyak kesalahpahaman tersebut dapat saja dikoreksi sebelum berkelanjutan, tetapi dikarenakan berbagai hal. Jika pengoreksian ini tidak berlangsung, suatu perubahan makna secara perlahan-lahan terjadi dan kemudian perubahan tersebut lama kelamaan menjadi sebuah pelaziman. Sebagai contoh kata tasbih yang arti asalnya merujuk pada AudoaAy. Karena faktor kesalahpahaman antargenerasi, kata tasbih kemudian dimaknai sebagai alat yang digunakan untuk menghitung kalimat subhanallah. Alhamdulillah. Allahu Akbar, atau laa ilaaha illallah. yang berupa butiran-butiran kayu atau bahan lainnya yang dilubangi dan dirangkai dengan menggunakan benang. (Ansori, 2021, hlm. Faktor kekaburan makna atau makna yang samar-samar. Banyaknya aspek dalam kata, kurangnya keakraban, tidak adanya batas makna yang jelas, mempermudah bergesernya penggunaan makna. Sebagai contoh makna asal dari kata alot dalam dialek Jakarta adalah masih samar yakni maknanya antara Aliatatau keras atau kenyal. ntuk dagin. A sedangkan kata alot dalam bahasa Jawa bermakna liat . entang dagin. Namun seiring bergantinya waktu, kata tersebut sering dihubungkan dengan gabungan kata tanah liatyang kelihatannya tidak sesuai. Kemudian kata ini maknanya menjadi semakin beragam yakni bermakna Asulit menemukan pemecahan atau lambatAseperti dalam contoh kalimat pembahasan rancangan undang-undang itu berjalan alot. ateda, 2. Perbedaan Bidang Pemakainan Bahwa setiap bidang kehidupan atau kegiatan memilki kosakata tersendiri yang hanya dikenal dan digunakan dengan makna tertentu dalam bidang tersebut. Contoh: dalam bidang pertanian . enggarap, membajak, panen, menabur, menanam,dl. yang dalam perkembanganya digunakan dalam kehidupan sehari- hari atau bidang lain yang tentunya menjadikanya memiliki makna baru atau makna (Nursida, 2014, hlm. Pengembangan istilah. Memanfaatkan kosakata yang telah ada dengan memberikan makna baru, baik dengan menyempitkan, meluaskan, ataupaun memberikan arti baru sama contoh : papanAolempeng kayuAo perumahan/rumah, sandangAoselendangAokini bermakna pakaian, dll. haer, 2017, hlm. Akibat ciri dasar yang dimiliki oleh unsur internal bahasa Copyright A 2024 An Nazhair Journal Available online at https://pascauinmtrm. id/index. php/nazhair/index 30 yakni makna kata selain dapat memiliki hubungan erat dengan dengan kata lainnya, misalnya dalam kolokasi, makan dan bentuk kata, bisa juga tumpang tindih, misalnya dalam polisemi, sinonimi, homonimi. Kolokasi yang sangat ketat antara kopidangan minuman, misalnya, menyebabkan adanya perkembangan makna kopi itu sendiri yang selain mengacu pada AubuahAy juga AububukAy dan AuminumanAy. (Nursida, 2014, hlm. Faktor Emotif yakni pergeseran makna yang ditandai oleh adanya asosiasi, analogi, maupun perbandingan dalam pemakaian bentuk bahasa. Terdapatnya asosiasi, analogi dan perbandingan salah satunya menyebabkan adanya bentuk metaforis, baik secara antromofis, perbandingan binatang, dan sinaestetis. Metafora antromofisyaitu penataan relasi kata yang seharusnya khusus untuk fitur manusia tetapi dikaitkan dengan benda-benda tak bernyawa. Contoh:pagi berseri, malam yang bisu, belaian angin,dll. Metafora binatang yaitu pemakaian yang hanya khusus untuk binatang tetapi dikaitkan dengan benda tak bernyawa maupun dengan manusia. Contoh: jago tembak, tulisan cakar ayam, kumis kucing,dll. Metaforasinaestetis yaitu pemindahan asosiasi fitur semantis satu refren ke refren tertentu yang secara analogis memiliki kesejajaran sifat. Misalnya kata pedas yang hanya untuk sambal, dipindahkan untuk pembicaraan maupun kata, misalnya kata-katanya pedas, dll. (Nursida, 2014, hlm. Bentuk-Bentuk Perubahan Makna Dalam kasus perubahan makna terdapat beberapa prosedur yang menyebabkan bentuk suatu makna dapat berubah. Bentuk-bentuk perubahan makna tersebut berupa penambahan atau perluasan makna, pengurangan dan perubahan secara total, baik dari segi kuantitas maupun kualitas kata. diantaranya:(Ansori, 2021, hlm. 157Ae. Perluasan Makna (TausiAo Al-Makn. Perluasan makna . atau perpanjangan makna . adalah perpindahan makna dari khusus ke umum. Atau yang dimaksud dengan perubahan kata yang meluas adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata atau leksem yang pada mulanya hanya memiliki sebuah makna akan tetapi kemudian karena berbagai faktor jadi memiliki makna-makna lainPerluasan makna pada umumnya dihubungkan dengan pemakaian kata secara operasional. Masyarakat bahasa mengambil manfaat, baik dengan jalan analogi maupun peristiwa tertentu, dalam meluaskan makna kata-kata atau ekspresi-ekspresi tertentu. (Achmad & Abdullah, 2012, hlm. Perluasan makna yang dalam bahasa Arab disebut tawsiAo al-makna merupakan suatu proses perubahan makna yang dialami oleh sebuah kata yang pada awalnya mengandung suatu makna Copyright A 2024 An Nazhair Journal Available online at https://pascauinmtrm. id/index. php/nazhair/index 31 khusus kemudian maknanya meluas sehingga melingkupi sebuah kelas makna yang lebih umum. Sebagai contoh pada kata A eUIAmakna asalnya adalah nama seorang raja yang sangat kejam dan bengis, kemudian maknanya meluas dan sekarang digunakan untuk menyebutkan sifat kekejaman dan kesewenang-wenangan dan menjuluki orang yang memilki sifat tersebut. Dalam bahasa Indonesia misalnnya kata AuTempaAy merupakan Pekerjaan menempa besi yang menjadi perkakas, namun maknanya meluas sehingga memiliki makna dalam urutan kalimat menempa generasi muda, kata tempa dapatbermakna memberikan pengetahuan. Contoh lain adalah kata AubajuAy pada mulanya hanya berarti pakaian sebelah atas dari bahu sapai kepinggangseperti tampak pada frase baju batik, baju safari, baju lengan panjangdan lain sebagainya. Akan tetapi pada kalimat murid-murid memakai baju seragam, kata baju disini maknanya menjadi luas sebab tidak hanya baju tetapi dapat masuk celana, topi, dasi dan . haer, 2017, hlm. Proses perluasan makna ini dapat terjadi dalam waktu yang relatif singkat, akan tetapi dapat juga dalam kurun waktu yang cukup lama. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa makna-makna lain yang terjadi dari hasil perluasan itu masih berada dalam lingkup poliseminya. Artinya makna-maknannya masih ada hubungan dengan makna asalnya. (Nursida, 2014, hlm. Penyempitan/Pembatasan Makna (Tadhyiq Al-Makn. Menurut Ibrahim Anis. Penyempitan makna adalah perubahan makna dari umum menjadi khusus atau penyempitan lapangannya. Atau gejala yang terjadi pada sebuah kata yang pada mulanya mempunyai makna cukup luas kemudian berubah menjadi terbatas hanya pada sebuahmakna saja. haer, 2017, hlm. Makna dapat mengalami pembatasan, atau makna yang dimiliki lebih terbatas dibandingkan dengan makna semula. Kata dengan bentukan baru hanya mengacu kepada benda atau peristiwa yang terbatas. (Achmad & Abdullah, 2012, hlm. Penyempitan atau pembatasan makna adalah suatu proses yang dialami sebuah kata karena makna yang lama lebih luas cakupan maknanya daripada makna yang baru. Dalam bahasa Arab, penyempitan atau pembatasan makna dikenal dengan istilah tadhyiq al-maAona. Istilah tersebut sepadan dengan istilah takhsiish al MaAona yang makna asalnya adalah menjadikan sesuatu lebih spesifik. Ketika suatu kata yang makna asalnya umum kemudian menjadi ringkas atau mengerucut pada makna tertentu, kata tersebut telah mengalami pengkhususan makna. Sebagai contoh kata A Amakna asalnya adalah untuk menyebut seluruh anggota keluarga yang masuk kategori mahram kemudian makna menyempit dan sekarang dipakai untuk menunjuk istri dan tidak termasuk Copyright A 2024 An Nazhair Journal Available online at https://pascauinmtrm. id/index. php/nazhair/index 32 mahram yang lain. Dalam bahasa Indonesia misalnya kata AuAhliAy Dalam bahasa melayu bermakna anggota keluarga Sekarang lebih menyempit menjadi orang yang pandai dalam hal tertentu seperti dalam contoh kata ahli bahasa, ahli penyakit dalam, ahli Ameliorasi (Ruqao Ad-Dalala. Ameliorasi adalah suatu proses perubahan makna, yakni makna yang baru dirasakan lebih tinggi atau lebih baik dari makna sebelumnya. Perubahan makna dengan menampilkan gejala kata-kata atau bentuk yang dianggap memiliki makna lebih halus atau lebih sopan dari kata yang digantikan. Seperti kata penjara atau bui diganti menjadi kata yang lebih halus. Dalam peristilahan bahasa Arab ameliorasi ini diistilahkan dengan ruqaAoal-dilalah, perubahan makna yang terjadi pada kata-kata yang sebelumnya mennunjukkan makna yang rendah kemudian berubah menunjukkan makna yang lebih tinggi/mulia. Contoh kata A enAyang dulu dipakai untuk menunjukkan tempat tinggal yang terbuat dari serabut, sekarang berkembang dan menunjukkan makna yang lebih baik yakni tidak lagi terbuat dari ijuk atau serabut. Contoh lain adalah kata A iiAyang dulu dipakai untuk menunjuk istilah sampan kemudian berkembang menjadi makna perahu seperti sekarang ini. (Ansori, 2021, hlm. Peyorasi (Inhithat Al-Makn. Peyorasi adalah proses perubahan makna sebagai kebalikan dari ameliorasi. Yaitu usaha untuk mengganti kata yang maknanya lebih halus atau yang bermakna biasa dengan kata yang bermakna kasar. Hal ini biasa dilakukan orang yang tidak ramah atau untuk menunjukkan kejengkelan. Dalam peyorasi ini, arti atau makna yang baru dirasakan lebih rendah nilainya daripada arti lama. Contohnya, kata kursi telah mengalami peyorasi dalam kaitannya dengan kegiatan politik untuk mencari Adapun dalam bahasa Arab, istilah tersebut disebut dengan inhithath al-Makna. Contoh kata A Ayang dahulu dipakai untuk menyebut seorang tokoh kabilah atau pimpinan suatu kaum, namun kini dipakai untuk menunjuk siapa saja orang yang ingin Perubahan Total Yaitu berubahnya makna dari makna aslinya, walaupun masih ada kemungkinan persamaanya tetapi jauh sekali. Contoh : kata senidulu hanya bermakna air seni/ urine tetapi sekarang bermakna sesuatu yang indah atau berkaitan kreatifitas, kata penadulu hanya bermakna Aubulu angsaAy tetapi sekarang bermakna alat tulis bertinta. Kata canggihdulu bermakna sesuatu yang njelimet atau ruet tetapi sekarang bermakna sesuatu yang njelimet masalah teknologi. Copyright A 2024 An Nazhair Journal Available online at https://pascauinmtrm. id/index. php/nazhair/index 33 dll. (Nursida, 2014, hlm. Asosiasi atau Perpindahan Makna Ada pula semacam perubahan makna yang terjadi akibat persamaan sifat. Misalnya : kursiitu telah lama diidamkanya, atau saya naik garudakemedan. Kata kursi pada kalimat diatas berasosiasi atau bersamaan sifat dengan kedudukan,jabatan atau posisi. Sedangkan kata garuda atau elang sebangsa besar diasosiasikan dengan pesawat udara atau kapal terbang yang bernama Garuda Indonesia Airways. Dalam Bahasa Arab perpindahan makna yang dimaksud adalah ketika dua kata berbeda dengan makna sama berubah menjadi makna berbeda. Seperti kata A Adan kata A Adengan makna A UAsebagai ganti dari kata A uOAatau dalam versi lain kata ayang dahulu berarti mulut yang bagus atau gigi yang bersih, kini berarti A Aatau kata A iAdulu berarti makanan yang dibuat untuk orang yang bepergian, sekarang berubah maknanya menjadi meja makan yang penuh dengan makanan Terdapatnya pergeseran, perkembangan, maupun perubahan makna menjadi salah satu bukti bahwa keberadaan bahasa tidak dapat dilepaskan dari kreativitas dan mobilitas sosial masyarakat pemakainya, dan keberadaan makna dalam suatu bahasa tidak dapat dipisahkan dari kualitas pengalaman, perkembangan ilmu pengetahuan, maupun tingkat sosial masyarakat pemakainya. Konsekuensi Perubahan Makna Perubahan makna dalam semua bahasa adalah sebuah keniscayaan. Perubahan makna yang terjadi dalam suatu bahasa tertentu meskipun tampak sebagai masalah yang sepele dan remeh, tetapi pada kenyataannya tidak sesederhana yang dibayangkan. Jika dapat dianalisis dengan jeli, dalam ketidakbakuan makna suatu bahasa atau kerancuan dan ambiguitas makna dapat menimbulkan konsekuensi berupa terjadinya miskonsepsi dalam masyarakat pemakai bahasa. Ia dapat digunakan sebagai kendaraan untuk berbagai kepentingan seperti kepentingan politik, ideologi, keyakinan beragama atau untuk mempertahankan status quo yang dimiliki seseorang atau kelompok masyarakat Hal tersebut dapat menyulut terjadinya friksi, disintegrasi atau perpecahan. Sebagai contoh ketika tidak adanya pembakuan makna yang pasti mengenai konsep taqdir dalam Islam, para ulama Islam klasik terjebak pada perbedaan pendapat yang tidak pernah berujung mengenai konsepsi makna taqdir. Perbedaan tersebut kemudian diakomodasi dengan sangat baik oleh MuAoawiyah bin Abi Sofyan untuk kemudian dijadikan sebagai senjata dalam melanggengkan status quo-nya dalam peta siyasah Islam. (Ansori, 2021, hlm. Copyright A 2024 An Nazhair Journal Available online at https://pascauinmtrm. id/index. php/nazhair/index 34 KESIMPULAN perubahan makna adalah pergeseran makna pertama ke makna selanjutnya yang mana perubahan makna tersebut dipengaruhi oleh beragam factor sehingga memunculkan pengertian baru sesuai kebutuhan penutur. Perubahan makna bahasa terjadi tidak akan terjadinya tanpa adanya faktor-faktor yang menyebabkan makna suatu bahasa itu berubah Setidak ada lima factor yang menyebabakan perubahan makna pada suatu bahasa diantaranya. Perkembangan sosial budaya. Tanggapan pertukaran indera. Perbedaan bidang pemakaian. Perkembangan dalam bidang ilmu dan teknologi. Faktor penyerapan bahasa dari generasi yang berbeda. Adapun bentuk-bentuk perubahan makna yaitu, perluasan makna, penyempitan makna, ameliorasi dan peyorasi. DAFTAR PUSTAKA