MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Critical Thinking pada Materi Nafsu Syahwat dan Ghadlab Retno Widyaningrum IAIN Ponorogo widya@iainponorogo. Leni Nurul Izzati IAIN Ponorogo lennyizzati08@gmail. Abstract: Student Worksheet are one of the teaching materials that are the teacher's choice. Student Worksheet can facilitate the delivery of messages from teachers to students, improve the ability to think, feel, pay attention, increase students' interest in learning, and the learning process run as Based on the results of review at MA Muhammadiyah 1 Ponorogo in learning activities the teaching materials used were printed teaching materials available in schools. Assignments given to students based on textbooks used during the learning process. Student Worksheet cannot be fully implemented, whereas if using Student Worksheet in learning activities, the Student Worksheet used is still in a simple form containing only questions that must be worked on by This study aims to: . Determine the feasibility of Student Worksheet based on Critical Thinking on Lust and Ghadlab materials. Knowing students' responses to Critical Thinkingbased Student Worksheet on Lust and Ghadlab materials. Knowing the effectiveness of Student Worksheet based on Critical Thinking on Lust and Ghadlab materials. This type of research uses a development research methodology (Research and Development/ RND). With reference to the ADDIE research model, namely Analysis. Design. Development. Implementation, and Evaluation. The subjects of data collection in this study were 3 validators and class X students of MA Muhammadiyah 1 Ponorogo. The research instruments were validation sheets, student response questionnaires, and test. The results of the study show that: . LKPD based on Critical Thinking is declared valid after repair or revision. LKPD has met the criteria according to the Aiken's V test and obtained a validation coefficient of 1. So that LKPD based on Critical Thinking is suitable for use in learning. LKPD based on Critical Thinking gets a good response from students with an average response value of 15% of students answering quite agree, 31% answering agree, and 60% answering strongly agree, then student responses to LKPD based on Critical Thinking categorized as good. LKPD based on Critical Thinking is effectively used in learning. In the results of the Paired T Test the significance generated is 0. 000 and the N Gain test results obtain an average value of 0. 6107, the level of effectiveness of LKPD based on Critical Thinking is categorized as moderate. Keywords:. Critical Thinking. Lust and Ghadlab. Student Worksheet Abstrak: Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) menjadi salah satu bahan ajar yang menjadi pilihan LKPD dapat memudahkan penyampaian pesan dari guru kepada peserta didik, meningkatkan kemampuan berpikir, merasakan, memperhatikan, dan meningkatkan minat peserta didik dalam pembelajaran, serta proses pembelajaran dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Berdasarkan hasil review LKPD yang dilakukan di MA Muhammadiyah 1 Ponorogo dalam kegiatan pembelajaran bahan ajar yang digunakan adalah bahan ajar cetak yang tersedia di sekolah. Penugasan yang diberikan kepada peserta didik berdasarkan buku ajar yang digunakan saat proses pembelajaran. LKPD belum dapat dilaksanakan sepenuhnya, adapun jika menggunakan LKPD dalam kegiatan MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 pembelajaran maka LKPD yang digunakan masih dalam bentuk yang sederhana hanya berisi soalsoal yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk: . Mengetahui kelayakan LKPD berbasis Critical Thinking pada materi Nafsu Syahwat dan Ghadlab. Mengetahui respon peserta didik terhadap LKPD berbasis Critical Thinking pada materi Nafsu Syahwat dan Ghadlab. Mengetahui keefektifan LKPD berbasis Critical Thinking pada materi Nafsu Syahwat dan Ghadlab. Adapun jenis penelitian ini menggunakan metodologi penelitian pengembangan (Research and Development/ RND). Dengan mengacu pada model penelitian ADDIE yaitu Analysis. Design. Development. Implementation, dan Evaluation. Subjek pengambilan data dalam penelitian ini adalah 3 validator dan siswa kelas X MA Muhammadiyah 1 Ponorogo. Instrumen penelitian berupa lembar validasi, angket respon peserta didik, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . LKPD berbasis Critical Thinking dinyatakan valid setelah perbaikan atau revisi. LKPD telah mencapai kriteria sesuai dengan uji AikenAos V dan memperoleh koefisien validasi sebesar 1. Sehingga LKPD berbasis Critical Thinking layak digunakan dalam pembelajaran. LKPD berbasis Critical Thinking memperoleh respon yang baik dari peserta didik dengan nilai rata-rata respon peserta didik sebesar 15% menjawab cukup setuju, 31% menjawab setuju, dan 60% menjawab sangat setuju, maka respon peserta didik terhadap LKPD berbasis Critical Thinking dikategorikan baik. LKPD berbasis Critical Thinking efektif digunakan dalam pembelajaran. Pada hasil uji Paired T Test signifikansi yang dihasilkan sebesar 0,000 dan hasil uji N Gain memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,6107 maka taraf efektivitas LKPD berbasis Critical Thinking dikategorikan sedang. Kata Kunci: LKPD. Critical Thinking. Nafsu Syahwat dan Ghadlab PENDAHULUAN Pada hakikatnya tujuan pendidikan adalah untuk meningkatkan kualitas sebagai individu maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam Undang-Undang Dasar No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Fungsi Pendidikan adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang berdemokrasi serta bertanggung jawab. Keberhasilan dalam bidang pendidikan dapat tercapai melalui proses pembelajaran di Salah satu yang menjadi faktor terpenting dalam keberhasilan pendidikan adalah peran MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Selain peran guru terdapat beberapa faktor lain yang mempengaruhinya seperti pendidik, peserta didik, kurikulum, sarana dan prasarana, serta lingkungan 2. Pendidikan diarahkan untuk mengembangkan nilai-nilai dalam kehidupan yang ingin dicapai oleh seseorang. Maka dalam pendidikan haruslah memiliki tujuan yang ingin dicapai oleh seseorang untuk mengembangkan kemampuannya secara terencana dan disengaja. Tujuan dari pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi diri peserta didik dengan harapan untuk mewujudkan manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berwawasan, mandiri dan kreatif. 3 Dalam mewujudkan cita-cita tersebut, maka tujuan dari pendidikan yang telah dibuat diimplementasikan dalam kurikulum. Kurikulum merupakan pedoman dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang didalamnya memuat rencana dan pengaturan tentang tujuan, isi, dan bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran. Kurikulum merupakan sesuatu yang diinginkan dan dicita-citakan untuk peserta didik. 4 Salah satu kurikulum yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia adalah Kurikulum 2013, yang memiliki tujuan untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia yang mempunyai kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, afektif, kreatif, inovatif, dan produktif yang dapat berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, serta peradaban dunia. Kurikulum 2013 dikenal juga dengan kurikulum berbasis karakter. Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang mengedepankan pada pengetahuan, skill, dan pendidikan karakter, sehingga peserta didik dituntut dapat memahami materi pembelajaran, aktif di kelas dalam berdiskusi maupun presentasi, serta peserta didik mempunyai sikap sopan santun dan disiplin yang tinggi. Pada saat ini masyarakat sedang dihadapi oleh arus globalisasi abad 21 dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang telah memberikan perubahan disegala aspek kehidupan. Dalam menghadapi era globalisasi, maka dibutuhkan sumber daya Isnaya Qurratu Akyuni dan Siti Aminah. AuPeran Guru Dalam Pembelajaran Al-QurAoan melalui Aplikasi Program Holy QurAoan Release 6,5 Plus di SMP Plus Darus Sholah Jember. Ay MaAoalim: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. Faridhotul Zahro dan JuAoSubaidi. AuKomparasi Hasil Belajar Siswa Menggunakan Strategi Make A Match Dan Card Sort Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas X Madrasah Aliyah. Ay MaAoalim: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. Cucu Sutianah. Landasan Pendidikan. Pasuruan: CV. Penerbit Qiara Media, 2021. Imam Taqyudin. AuImplementasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Unggulan Permatajingga Malang. Ay MaAoalim: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. Permendikbud, 2013. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 manusia (SDM) yang memiliki keterampilan abad 21 atau biasa dikenal dengan 21st Century Skills. 21st Century Skills yaitu kemampuan hidup dan berkarir, kemampuan belajar dan inovasi dan kemampuan teknologi dan media informasi. 6 Sumber daya manusia tentunya harus memiliki kemampuan yang dibutuhkan tersebut. Penguasaan yang dibutuhkan dalam menghadapi abad 21, yaitu: kemampuan berpikir kritis, kemampuan menyelesaikan masalah, kemampuan berpikir kreatif, metakognisi, kemampuan berkomunikasi, kemampuan berkolaborasi, kemampuan literasi, serta kemampuan menjalani kehidupan dan karir . gus Ramdani, dkk, 2. Penguasaan kecakapan abad 21 yang dibutuhkan oleh peserta didik terangkum dalam aspek 4C, yakni critical thinking . erpikir kriti. , creative thinking . erpikir kreati. , communicative skill . ecakapan komunikas. , dan collaborative learning . olaborasi pembelajara. (Rudi Ahmad Suryadi, dkk, 2. Dalam menghadapi tantangan abad 21 salah satu yang dapat dilakukan untuk menyiapkan SDM yang baik dan unggul yaitu dengan menerapkan kurikulum 2013 dalam kegiatan Dalam pembelajaran perlu untuk menumbuhkan kemampuan yang dibutuhkan oleh peserta didik, seperti halnya kemampuan berpikir kritis. Pembelajaran merupakan sebuah interaksi antara pendidik, peserta didik, dan sumber belajar dalam melakukan pertukaran informasi yang terjadi di lingkungan pembelajaran. 7 Pembelajaran yang tidak menekankan pengembangan berpikir tingkat tinggi . erpikir kriti. maka akan lebih mengarahkan peserta didik dengan pembelajaran hafalan. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting dalam segala aspek kehidupan, baik pekerjaan maupun lainnya. Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik. Pemerintah telah menetapkan bahwa kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang bagus untuk dikembangkan dan menjadi salah satu tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Berpikir kritis bertujuan mengembangkan keterampilan dasar berupa latihan dan kegiatan yang menarik di Selvia Yuniar. AuPengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Critical Thinking Peserta Didik di Sekolah Dasar. Ay Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. Aynun Nurul Ulufah. AuKreativitas Guru Dalam Mengembangkan Mind Mapping Sebagai Media Pembelajaran Tematik Di SDIT Darussalam Gontor. Ay MaAoalim: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 awal pembelajaran, mengajar dengan metode pembelajaran yang bervariasi disesuaikan dengan situasi pendidikan nyata dan tingkat pengembangan berpikir kritis. Menurut Yusuf dan Adeoye, critical thinking adalah pemikiran yang tidak hanya melibatkan kemampuan secara intelektual, melainkan juga kemampuan dalam menilai segala sesuatu secara bertanggung jawab sesuai asumsi, dan pengetahuan yang dapat merangsang dirinya dalam berpikir. Budden berpendapat bahwa seseorang yang mempunyai kemampuan critical thinking ditunjukkan dengan sikap selalu ingin mencari kebenaran dari segala sesuatu yang dilihat maupun didengar dengan melakukan identifikasi, memilah informasi, dan berargumen ketika seseorang tidak mempercayainya. Dengan kemampuan berpikir kritis diharapkan peserta didik mampu untuk menggali, menemukan, dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi secara mandiri serta dapat memberikan keputusan secara kritis sesuai dengan fakta-fakta, pengalaman peserta didik dan dapat bertanggung jawab. Berpikir kritis mampu memberikan arahan yang tepat pada peserta didik dalam berpikir, bertindak serta dapat membantu dalam menentukan keterkaitan antara sesuatu dengan yang lainnya secara lebih akurat. Salah satu bahan ajar yang dapat digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik adalah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). LKPD adalah sebagai salah satu alat yang digunakan untuk melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan pembelajaran, mengembangkan keterampilan dan kemampuan berpikir peserta didik, berupa lembaran-lembaran berisi tugas untuk dikerjakan oleh peserta didik yang didalamnya memuat petunjuk-petunjuk dan langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. 10 LKPD disusun dengan tujuan yaitu menyajikan bahan ajar untuk memudahkan peserta didik, memberikan tugastugas yang dapat meningkatkan penguasaan peserta didik, meningkatkan kemandirian belajar peserta didik, serta memudahkan pendidik dalam memberikan penugasan kepada peserta didik. Sapitri. Ardana, dan Gunamantha. AuPengembangan LKPD Berbasis Pemecahan Masalah Dengan Pendekatan 4c Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Ay PENDASI: Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 6 No. Utami. Danik Noor, dan Nurfina Aznam. AuLKPD IPA berbasis learning cycle 7E terintegrasi potensi lokal pantai Parangtritis untuk meningkatkan critical thinking peserta didik. Ay Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol. 6 No. Majid. Abdul. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan standar Kompetensi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Dalam pembelajaran sangat diperlukan LKPD karena LKPD memiliki peranan penting untuk menunjang proses pembelajaran dalam memberikan kebermaknaan dalam belajar. LKPD yang dibuat guru tentunya harus kreatif dan inovatif. LKPD yang baik untuk peserta didik yaitu LKPD yang disusun dengan menarik, materinya mudah dipahami, memudahkan pemahaman peserta didik, dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. 11 LKPD dapat diterapkan pada pembelajaran agama seperti halnya pada mata pelajaran Akhidah akhlak. Salah satunya yaitu dalam KMA 183 tahun 2019 pada jenjang MA peminatan IPA. IPS. Bahasa, dan MA Kejuruan Kelas X Semester Genap KD. 8 yaitu menganalisis hakikat dan sifat dasar nafsu syahwat dan serta cara menundukkannya melalui mujaahadah dan riyaadhah. LKPD menjadi salah satu bahan ajar yang menjadi pilihan guru, karena dengan adanya LKPD dapat memudahkan penyampaian pesan dari pendidik kepada peserta didik, meningkatkan kemampuan berpikir, merasakan, memperhatikan, dan dapat meningkatkan minat peserta didik dalam pembelajaran, serta kegiatan pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Dengan LKPD dapat membangun interaksi yang baik antara pendidik dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan LKPD relative lebih memudahkan peserta didik untuk menemukan arah dalam kegiatan belajar terkait materi yang disampaikan. Sehingga dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik dalam kegiatan pembelajaran agar lebih memahami materi yang disampaikan. Berdasarkan hasil review LKPD yang dilakukan di MA Muhammadiyah 1 Ponorogo dalam kegiatan pembelajaran bahan ajar yang digunakan adalah bahan ajar cetak yang tersedia di sekolah. Penugasan yang diberikan kepada peserta didik berdasarkan buku ajar yang digunakan saat proses LKPD belum dapat dilaksanakan sepenuhnya, adapun jika menggunakan LKPD dalam kegiatan pembelajaran maka LKPD yang digunakan masih dalam bentuk yang sederhana hanya berisi soal-soal yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Soal yang ada dalam LKPD belum mengandung kemampuan berpikir kritis pada peserta didik. LKPD yang digunakan kurang menarik sehingga menjadikan peserta didik kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga diperlukan pengembangan LKPD. Sari. Komala. Agus Sujarwanta, dan Handoko Santoso. AuPengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Pembelajaran Biologi Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis Pada Materi Ekosistem MTs Kelas VII. Ay Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM METRO Vol. 4 No. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Dalam penelitian yang dilakukan oleh Aulia Nashari menyebutkan bahwa dalam pembelajaran agama yang berlangsung selama ini sebagian besar masih berpusat pada pendidik atau guru. Penggunaan LKPD belum sepenuhnya dilaksanakan. Penugasan yang diberikan kepada siswa berdasarkan buku ajar yang digunakan dalam pembelajaran, buku ajar tersebut belum mendukung siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian maka salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan LKPD berbasis critical thinking untuk menumbuh kembangkan kemampuan berpikir kritis pada peserta didik dengan membiasakan diri untuk menyelesaikan soal-soal yang termasuk dalam kategori menganalisis, mengevaluasi, dan menyelesaikan permasalahan. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Sri Sulpiani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan LKPD berpikir kritis dikategorikan praktis dan menarik. Berdasarkan nilai yang diperoleh validator ahli. LKPD tergolong valid, dan hasil uji validitas LKPD dengan menggunakan analisis Gregory memberikan koefisien validitas . sebesar 85,5% dengan kategori sangat kuat. Kepraktisan LKPD Berdasarkan respon positif berpikir kritis peserta didik. LKPD mendapat persentase 71,0% dalam kategori praktis. Dalam hal ini peneliti akan mengembangkan perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu LKPD berbasis critical thinking karena merupakan salah satu bahan ajar yang dapat digunakan guru untuk membantu dan mempermudah dalam kegiatan pembelajaran, sesuai dengan indikator berpikir kritis, sehingga terciptanya interaksi yang efektif antara pendidik dengan peserta didik, serta dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. METODE Dalam penelitian ini menggunakan metodologi penelitian pengembangan . esearch and development/ RND). Dengan mengacu pada model penelitian ADDIE yaitu Analysis. Design. Development. Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini dilakukan di MA Muhammadiyah 1 Ponorogo yang berlokasi di Jl. Stadion Timur No. 20 A. Kertosari. Babadan. Ponorogo. Adapun waktu pelaksanaan penelitian ini pada bulan Februari-Maret 2023 pada tahun ajaran 2022/2023. Subjek pengambilan data yaitu 3 validator dan siswa kelas X MA Muhammadiyah 1 Ponorogo. Nasari. Aulia. AuPengembangan LKPD Berbasis Cooperative Learning PadamMateri Akhlak Di Kelas 1 SMAN 5 Banda Aceh,. Ay Banda Aceh: UIN Ar-Raniry, 2020. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Instrumen penelitian berupa lembar validasi, angket respon peserta didik, dan tes. Teknik analisis data dengan uji validitas dan reliabilitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini produk yang dikembangkan adalah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Critical Thinking dengan tujuan untuk menumbuh kembangkan berpikir kritis pada peserta didik. Dalam penelitian pengembangan ini terdapat beberapa tahapan sesuai dengan model ADDIE yaitu sebagai berikut: Analysis (Analisi. Pada tahap analisis peneliti melakukan observasi dan mengumpulkan informasi terkait LKPD yang digunakan di MA Muhammadiyah 1 Ponorogo. Berdasarkan review LKPD yang dilakukan oleh peneliti, di MA Muhammadiyah 1 Ponorogo dalam proses pembelajaran guru menggunakan bahan ajar cetak yang tersedia di sekolah. LKPD belum dapat dilaksanakan sepenuhnya, adapun jika menggunakan LKPD dalam kegiatan pembelajaran maka LKPD yang digunakan masih dalam bentuk yang sederhana. LKPD yang digunakan hanya berisikan soal-soal yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Soal yang ada dalam LKPD belum mengandung kemampuan berpikir kritis pada peserta didik. LKPD yang digunakan kurang menarik sehingga menjadikan peserta didik kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Sesuai kebutuhan peserta didik berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik dan menjadi salah satu tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Dalam hal ini peserta didik memerlukan LKPD berbasis critical thinking untuk mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan interaktif dan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Design (Desai. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan peneliti maka penelitian merumuskan beberapa desain untuk mengembangkan LKPD berbasis critical thinking. LKPD yang dibuat bertujuan untuk memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Di dalam LKPD tidak hanya berisikan soalsoal yang harus dikerjakan oleh peserta didik melaikan juga memuat materi pembelajaran untuk merangsang kemampuan berfikir peserta didik. Dalam LKPD memuat kegiatan-kegiatan yang MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 menekankan pada kemampuan berpikir kritis dan dibuat secara menarik untuk meningkatkan motivasi belajar pada peserta didik. Dalam LKPD berbasis critical thinking yang disusun memiliki beberapa fitur yaitu: Sampul Dalam sampul LKPD memuat jenis LKPD yaitu berbasis critical thinking, mata pelajaran, materi pembelajaran,nama sekolah, tempat identitas siswa, dan nama penyusun dari pengembangan LKPD. KI dan KD Dalam LKPD memuat KI dan KD sesuai dengan KMA No. 183 Tahun 2019 Tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab Pada Madrasah. Indikator Dalam LKPD memuat indikator yang dirumuskan dari Kompetensi Dasar (KD). Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran digunakan untuk mengetahui pencapaian pembelajaran yang didapatkan oleh peserta didik. Petunjuk Penggunaan Dalam LKPD terdapat petunjuk penggunaan untuk menjelaskan cara penggunaan LKPD pada peserta didik. Petunjuk penggunaanLKPD berbasis critical thinking yaitu: Berdo'alah terlebih dahulu sebelum dan sesudah pembelajaran. Tulislah nama dan kelas pada kolom yang telah disediakan. Bacalah dengan cermat petunjuk kegiatan. Lakukan kegiatan sesuai dengan langkah-langkah petunjuk. Kerjakan tugasmu dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Kegiatan 1 (Mengamati Gamba. Dalam LKPDkegiatan 1 berisikan kegiatan mengamati gambar. Gambar yang harus diamati oleh peserta didik sebanyak 3 gambar. Gambar tersebut disesuaikan dengan materi nafsu syahwat dan ghadab. Selain gambar, terdapat kolom pertanyaan dan jawaban yang nantinya diisi oleh peserta didik. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Kegiatan 2 (Memahami Mater. Dalam LKPDkegiatan 2 yaitu memahami materi. Materi dalam LKPD ini yaitu pengertian nafsu syahwat dan ghadab, bahaya nafsu syahwat dan ghadab, cara menundukkan nafsu syahwat dan ghadab, hikmah menundukkan nafsu syahwat dan ghadab. Dalam materi ditambahkan gambar-gambar untuk memudahkan peserta didik memahami materi. Kegiatan 3 (Mengerjakan Tuga. Dalam LKPD kegiatan 3 yaitu mengerjakan tugas. Sebelum mengerjakan soal terdapat kolom untuk menuliskan kesimpulan pada materi nafsu syahwat dan ghadlab. Selanjutnya terdapat soal-soal yang harus dikerjakan oleh peserta didik yang menekankan pada kemampuan berpikir kritis. Dalam hal ini terdapat dua jenis soal yang diberikan yaitu soal 1 dengan bentuk uraian bebas dan soal 2 dengan bentuk pilihan setuju atau tidak setuju yang disertakan pendapat dari peserta didik. Development (Pengembanga. Dalam hal ini peneliti mengembangkan LKPD berbasis Critical Thinking karena merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk membantu dan mempermudah dalam kegiatan belajar mengajar. Pada tahap ini peneliti membuat desain produk yang telah disusun menjadi nyata. Dalam pengembangan LKPD berbasis critical thinking yang disusun oleh peneliti memiliki beberapa fitur yaitu: Sampul Dalam sampul LKPD pada bagian atas terdapat tulisan mata pelajaran akidah akhlak pada materi ayo menundukkan nafsu syahwat dan ghadlab. Pada bagian tengah sampul terdapat tulisan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis critical thinking yang berarti bahwa LKPD yang disajikan mengandung kemampuan berpikir kritis. Dalam sampul LKPD juga memuat nama sekolah, tempat identitas siswa, dan nama penyusun dari pengembangan LKPD. Hasil desain cover LKPD dapat dilihat pada Gambar. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Gambar . Sampul LKPD berbasis Critical Thinking Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Dalam LKPD memuat KI dan KD sesuai dengan KMA No. 183 Tahun 2019 Tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab Pada Madrasah. Tampilan KI dan KD dapat dilihat pada Gambar . Gambar . KI dan KD Indikator Dalam LKPD memuat indikator yang dirumuskan dari Kompetensi Dasar (KD). Indikator sebagai pedoman dalam mengembangkan materi pelajaran, mendesain pembelajaran, merangsang dan melaksanakan penilaian hasil belajar. Indikator dalam LKPD bisa dilihat pada Gambar . berikut ini. Gambar 3 Indikator Tujuan Pembelajaran Dalam LKPD memuat tujuan pembelajaran yang dikembangkan sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Tujuan pembelajaran digunakan untuk mengetahui MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 pencapaian pembelajaran yang didapatkan oleh peserta didik. Tujuan pembelajaran dalam LKPD bisa dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Tujuan Pembelajaran Petunjuk Penggunaan Dalam LKPD terdapat petunjuk penggunaan untuk menjelaskan cara penggunaan LKPD pada peserta didik. Petunjuk penggunaan LKPD bisa dilihat pada Gambar 4. Gambar 5. Petunjuk Penggunaan Kegiatan 1 (Mengamati Gamba. Kegiatan 1 dalam LKPD berisikan kegiatan mengamati gambar. Gambar yang diamati oleh peserta didik sesuai dengan materi nafsu syahwat dan ghadab. Dalam halaman ini terdapat langkahlangkah kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik. Tampilan Kegiatan 1 (Mengamati Gamba. dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 6. Kegiatan 1 (Mengamati Gamba. Kegiatan 2 (Memahami Mater. Kegiatan 2 dalam LKPD berisikan kegiatan memahami materi. Desain materi dalam LKPD dibuat semenarik mungkin untuk meningkatkan minat peserta didik. Materi dalam LKPD ini yaitu pengertian nafsu syahwat dan ghadab, bahaya nafsu syahwat dan ghadab, cara menundukkan nafsu MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 syahwat dan ghadab, hikmah menundukkan nafsu syahwat dan ghadab. Tampilan Kegiatan 2 (Memahami Mater. dapat dilihat sebagai berikut. Gambar 7. Kegiatan 2 Materi Nafsu Syahwat Dalam materi ditambahkan gambar-gambar untuk memudahkan peserta didik memahami Dan hadist yang sesuai dengan materi nafsu syahwat dan ghadab. Gambar 8. Kegiatan 2 Materi Amarah (Ghada. Kegiatan 3 (Mengerjakan Soa. Kegiatan 3 dalam LKPD berisikan soal-soal yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Sebelum mengerjakan soal terdapat kolom untuk menuliskan kesimpulan pada materi nafsu syahwat dan ghadlab. Soal-soal yang harus dikerjakan oleh peserta didik menekankan pada kemampuan berpikir kritis. Dalam hal ini terdapat dua jenis soal yang diberikan yaitu soal 1 berupa uraian bebas dan soal 2 berupa pilihan setuju atau tidak setuju yang disertakan pendapat dari peserta Tampilan Kegiatan 3 (Mengerjakan Soa. dapat dilihat pada Gambar 9. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Bentuk Soal 1 Bentuk Soal 2 Gambar 9. Mengerjakan Tugas Implementation (Implementas. Implementasi LKPD berbasis critical thinking ini diterapkan di MA Muhammadiyah 1 Ponorogo. Dalam tahap implementasi kelas yang dipilih adalah kelas X IPA. Dipilihnya kelas ini karena sesuai dengan LKPD yang dibuat oleh peneliti yaitu materi nafsu syahwat dan ghadlab pada kelas X. Dalam implementasi LKPDberbasis critical thinking, sebelumnya peneliti telah melakukan validasi dengan uji AikenAos V pada, soal dan angket respon peserta didik terhadap LKPD berbasis critical thinking. Hasil dari uji validasi berdasarkan uji AikenAos V mendapatkan nilai maksimal 00 dan dianggap valid. Selain validasi soal, peneliti juga menguji reliabilitas soal melalui hasil siswa. Berikut hasil reliabilitas soal bisa dilihat pada Tabel 1. Tabel. Uji Reliabilitas Soal Berdasarkan Tabel 1. hasil reliabilitas menunjukkan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,733 hasil tersebut menunjukkan bahwa soal telah reliabel karena hasil CronbachAos Alpha> 0,70. Pada tahap ini peneliti melakukan uji coba terhadap LKPD berbasis critical thinking yang telah dibuat. Uji coba dilakukan sebanyak dua kali, pada uji coba pertama dilakukan pengujian LKPD secara kecil dan pada uji coba kedua dilakukan secara besar. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Uji Coba 1 Pada uji coba pertama peneliti mengujicobakan LKPD berbasis critical thinking kepada 5 siswa kelas X IPA. Sebelum uji coba dilakukan, peneliti meminta izin kepada guru mata pelajaran Akidah Akhlak untuk melakukan penelitian dengan uji coba produk yang telah dibuat. Setelah guru memberikan izin, peneliti memasuki ruang kelas yang didalamnnya terdapat 5 siswa yang telah terpilih untuk melakukan uji coba LKPD. Peneliti menjelaskan kepada peserta didik maksud kedatangannya tersebut. Uji coba dilakukan dengan peneliti membagikan LKPD berbasis critical thinking kepada peserta didik. Peneliti menjelaskan tentang LKPD berbasis critical thinking dan meminta peserta didik untuk mempelajarinya. Setelah peserta didik mempelajari LKPD, peneliti meminta komentar dari peserta didik terhadap LKPD berbasis critical thinking agar nantinya dilakukan perbaikan. Respon peserta didik terhadap LKPD berbasis critical thinking memperoleh nilai rata-rata sebesar 25% menjawab setuju, 73% menjawab cukup setuju dan 7% menjawab kurang setuju. Dalam hal ini terdapat respon peserta didik yang menjawab kurang setuju, sehingga peneliti melakukan perbaikan lagi dalam LKPD critical thinking. Respon peserta didik terhadap LKPD dikategorikan sebagai berikut: Tabel 3 Kategori Hasil Respon Peserta Didik Uji Coba 1 Responden Nilai Kategori R-1 Cukup Baik R-2 Cukup Baik R-3 Cukup Baik R-4 Baik R-5 Baik Uji Coba 2 Pada uji coba kedua peneliti melakukan uji coba di kelas X IPA MA Muhammadiyah 1 Ponorogo yang terdiri dari 15 siswa. Pada uji coba 2 peneliti memberikan soal pretest dan posttest setelah pembelajaran dengan menerapkan LKPD berbasis critical thinking. Peneliti membagikan MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 angket kepada peserta didik untuk mengetahui respon peserta didik terhadap LKPD. Hasil respon peserta didik terhadap LKPD berbasis critical thinking dapat dilihat pada Tabel 4. berikut ini. Tabel 4. Hasil Respon Peserta Didik Secara Umum Uji Coba 2 Aspek Penilaian Setuju Kejelasa n Petunjuk Bahasa Materi Kur ang Setuju kup Setuju LKPD San gat Setuju Ketertari kan Penggunan Set Keberha Penggunaan LKPD Rata-rata Respon peserta didik terhadap LKPD berbasis critical thinking memperoleh hasil yang baik dengan nilai rata-rata sebesar 15% menjawab cukup setuju, 31% menjawab setuju dan 60% menjawab sangat setuju. Tabel 5. Kategori Hasil Respon Peserta Didik Uji Coba 2 Responden Nilai Kategori R-1 Sangat Baik R-2 Sangat Baik MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 R-3 Sangat Baik R-4 Sangat Baik R-5 Sangat Baik R-6 Sangat Baik R-7 Baik R-8 Sangat Baik R-9 Baik R-10 Baik R-11 Baik R-12 Baik R-13 Baik R-14 Baik R-15 Baik Berdasarkan Tabel 5. hasil respon peserta didik. LKPD berbasis critical thinking dapat dikategorikan baik. Dari 15 peserta didik yang menjawab angket memperoleh hasil yaitu kategori baik sebanyak 8 dan kategori sangat baik sebanyak 7. Uji Efektivitas LKPD Dalam penerapan LKPD juga diuji keefektivannya. Sebelum adanya pengujian hasil keefektifan LKPD dilakukan uji normalitas data melalui hasil pretest dan posttest. Dengan rumusan hipotesis sebagai berikut: H0 = data terdistribusi normal Ha = data tidak terdistribusi normal Berikut adalah hasil uji normalitas data: Tabel 6. Hasil Uji Normalitas MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Berdasarkan Tabel 6. pada pengujian Kolmogorov-Smirnov data nilai pretest memperoleh hasil rata-rata sebesar 37,33, standart deviasi yang dihasilkan sebesar 12,799 dan signifikansinya sebesar 0,477. Sedangkan pada data nilai posttestmemperoleh hasil rata-rata sebesar 76,00 standart deviasi yang dihasilkan sebesar 6,325 dan signifikansinya sebesar 0,146. Dapat disimpulkan hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan signifikasi >0,05 yang berari H0 diterima dengan pernyataan data berdistribusi normal. Setelah diperoleh data yang normal selanjutnya uji efektivitas dilakukan dengan menggunakan uji Paired Sample T Test yang kemudian dilanjutkan dengan uji N Gain. Sebelum dilakukan uji N Gain dilakukan uji Paired Sample T Test dengan rumusan hipotesis: H0 = Tidak ada perbedaan rata-rata nilai yang signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan LKPD berbasis Critical Thinking. Ha = Adanya perbedaan rata-rata nilai yang signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan LKPD berbasis Critical Thinking. Berikut adalah hasil uji Paired Sample T Test yang telah dilakukan: Tabel 7. Hasil Uji Paired Sample T Test Berdasarkan Tabel 7. hasil uji Paired Sample T Test diperolehrata-rata negatif, hal ini karena pretest dikurangi posttest. Dengan hasil yang negatif menunjukkan bahwa rata-rata posttest lebih besar daripada pretest. Signifikasi yang dihasilkan sebesar 0,000. Hal tersebut menunjukan hasil uji <0,05 yang berarti H0 ditolak. Selanjutnya untuk mengetahui tingkat efektivitas LKPD dilakukan uji N Gain. Berikut hasil uji N Gain yang diperoleh: MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Tabel 9. Hasil Rata-rata Uji N Gain Berdasarkan Tabel 9. terdapat hasil N Gaindengan nilai rata-rata sebesar 0,6107. Sesuai dengan interpretasi hasil uji N Gain apabila 0,3=g=0,7 maka taraf efektivitas LKPD dikategorikan Evaluation (Evaluas. Tahap terakhir dalam model ADDIE adalah evaluasi. Pada tahap evaluasi ini digunakan untuk mengetahui ketercapaian pengembangan LKPD. Peneliti melakukan penilaian kelayakan LKPD yang dikembangkan berdasarkan hasil validasi LKPD oleh validator, hasil respon peserta didik setelah menggunakan LKPD berbasis Critical Thinking, dan hasil uji keefektifan LKPDberbasis Critical Thinking. Pada kelayakan LKPD hasil validasi meliputi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Hasil keseluruhan validasi LKPD menunjukkan kriteria valid meskipun ada beberapa revisi yang harus Sehingga LKPD dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran. Pada hasil respon peserta didik, menunjukkan respon baik dengan melihat persentase hasil yang diperoleh. Kebanyakan peserta didik memilih sangat setuju, hal ini menunjukan bahwa LKPD dapat terlaksana dengan baik. Selanjutnya keefektifan LKPD sesuai dengan uji N Gain taraf efektivitas LKPD berbasis Critical Thinking dikategorikan sedang. Validasi Lembar Kerja Peserta Didik Validasi dilakukan untuk mengetahui kelayakan LKPD berbasis critical thinking. Terdapat 3 validator dalam pengujian validasi LKPD. Pada validasi ahli materi terdapat 3 aspek yang menjadi pertimbangan kevalidan LKPD. Aspek tersebut yaitu aspek pembelajaran dengan 6 indikator, aspek isi materi dengan 8 indikator dan aspek belajardengan 2 indikator. Berdasarkan validasi ahli materi LKPD dinyatakan valid. Hal ini berarti bahwa LKPD berbasis critical thinking telah sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan sesuai dengan tuntutan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang kemudian dijadikan indikator dan tujuan pembelajaran. Dengan ini MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 maka sesuai dengan Depdiknas bahwa LKPD yang di kembangkan harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Pada validasi ahli media terdapat 3 aspek yang menjadi pertimbangan kevalidan LKPD. Aspek tersebut yaitu aspek ukuran LKPD dengan 2 indikator, aspek desain cover LKPD dengan 5 indikator dan aspek desain isi LKPD dengan 7 indikator. Berdasarkan validasi ahli media LKPD yang dikembangkan dalam kategori valid. Hal ini menunjukkan bahwa LKPD berbasis critical thinking sudah baik dan menarik. Tampilan LKPD yang menarik yaitu memiliki kombinasi antara gambar, warna, dan tulisan yang sesuai, sehingga tidak menimbulkan rasa jenuh dan Pada validasi ahli bahasa terdapat 1 aspek yang menjadi pertimbangan kevalidan yaitu kelayakan bahasa dengan 6 indikator yang harus tercapai. Berdasarkan validasi ahli bahasa. Komponen kebahasaan LKPD dalam kategori valid, dengan ini maka bahasa yang digunakan dalam LKPD berbasis critical thinking baik, jelas dan mudah dipahami. Hal ini sesuai dengan pernyataan Majid tentang ketentuan bahasa dalam LKPD yaitu menggunakan bahasa Indonesia yang benar dan kalimat sesuai dengan perkembangan peserta didik. Semua aspek yang menjadi pertimbangan kevalidan LKPD mendapatkan kevalidan 100% karena terbukti valid sesuai hasil uji validasi dengan uji AikenAos V. Hasil validasi mendapatkan nilai 00 dan dianggap valid. Hasil validasi yang dilakukan telah memenuhi taraf pada uji AikenAos V yaitu dengan raterAos 3 dan kategori 5 hasil yang harus dicapai adalah 0,92-1. Maka dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis critical thinking ini layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Selain validasi LKPD, peneliti juga melakukan uji validasi pada soal dan angket respon peserta didik terhadap LKPD. Pada validasi soal terdapat 3 aspek penilaian yaitu aspek materi, aspek konstruksi, dan aspek bahasa. Sedangkan pada uji validasi angketrespon peserta didik terdapat 5 aspek penilaian yaitu aspek kejelasan petunjuk, aspek bahasa, aspek materi, aspek ketertarikan penggunaan LKPD, dan aspek keberhasilan LKPD. Hasil validasi oleh validator pada Syarifah. Siti. AuPengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berorientasi Nilai-Nilai Agama Islam Melalui Pendekatan Inkuiri Terbimbing Materi Trigonometri,Ay 2017. Zulyusri. Putri Dharmayanti. Siska Alicia Farma, dan Ristiono. AuPengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Bernuansa Pendekatan Kontekstual tentang Materi Protista untuk Peserta Didik Kelas X SMA/MA. Ay Atrium Pendidikan Biologi, 2019. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 semua aspek mendapatkan nilai 5 dengan kriteria sangat baik. Sesuai dengan uji AikenAos Vsemua aspek memperoleh nilai sebesar 1. 00 dan dalam kategori valid. Dengan ini soal dan angket bisa digunakan dalam penelitian. Dengan demikian sesuai dengan hasil validasi LKPD dari validator ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa dengan menggunakan uji AikenAos V semua aspek LKPD dalam kategori valid. Dengan LKPD dalam kategori valid maka LKPD layak untuk digunakan dalam kegiatan Respon Peserta Didik Respon adalah reaksi atau tanggapan yang terdapat pada individu dalam bertigkahlaku, baik perubahan tersebut terlihat maupun tersembunyi. 15 Bentuk respon yang diberikan oleh peserta didik bisa berupa respon positif maupun negatif. Peneliti membagikan angket kepada peserta didik untuk mengetahui respon peserta didik terhadap LKPD. Angket merupakan instrumen untuk pengumpulan data, dimana partisipan atau responden mengisi pertanyaan atau pernyataan tertulis yang diberikan oleh peneliti. Pada angket respon peserta didik saat uji coba 1 memperoleh hasil yang masih rendah pada beberapa aspek. Seperti pada aspek kejelasan petunjuk dan aspek bahasa memperoleh persentase yang sama yaitu 20% menjawab setuju dan 80%menjawab cukup setuju. Pada aspek ketertarikan penggunaan LKPD beberapa peserta didik menjawab kurang setuju dengan respon sebesar 7%. Rata-rata hasil respon peserta didik pada uji coba 1 mendapatkan respon sebesar 7% menjawab kurang setuju 73% menjawab cukup setuju dan 25% menjawab setuju. Berdasarkan hasil tersebut respon peserta didik terhadap LKPD dalam kategori cukup baik. Dengan ini peneliti melakukan perbaikan pada LKPD berbasis critical thinking untuk meningkatkan kelayakan LKPD dan mendapatkan respon yang baik pada peserta didik. Setelah dilakukan perbaikan LKPD,peneliti melakukan uji coba kedua. Pada uji coba 2 respon peserta didik sangat baik daripada uji coba sebelumnya. Hasil persentase respon peserta didik menunjukkan peningkatan. Dengan rata-rata respon peserta didik 15% menjawab cukup Rahmawati. Lia Hariski, dan Siti Sri Wulandari. AuPengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Berbasis Scientific Approach Pada Mata Pelajaran Administrasi Umum Semester Genap Kelas X OTKP di SMK Negeri 1 Jombang. Ay Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) Vol. 8 No. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2016. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 setuju, 31% menjawab setuju dan 60% menjawab sangat setuju. Pada uji coba 2 tidak ada peserta didik yang menjawab tidak setuju atau kurang setuju. Peserta didik banyak menjawab sangat setuju dan setuju terhadap LKPD berbasis critical thinking. Hal ini menunjukkan bahwa pada aspek kejelasan petunjuk, aspek bahasa, aspek materi, aspek ketertarikan penggunaan LKPD, dan aspek keberhasilan penggunaan LKPD memperoleh respon yang baik. Berdasarkan hasil respon peserta didik tersebut, maka LKPD berbasis critical thinking dapat dikatakan dalam kategori baik. Dengan demikian LKPD dapat terlaksana dengan baik. Respon positif dari peserta didik menunjukkan bahwa peserta didik tertarik dan senang dengan LKPD yang diterapkandalam kegiatan pembelajaran. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Agustina dkk, bahwa LKPD berpikir kritis mendapatkan respon baik dari peserta didik dengan kategori sangat layak dan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran. Efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik Proses pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan potensi peserta didik tidak hanya muncul dari inisiatif peserta didik secara individual, tetapi peserta didik membutuhkan peran guru dan sumber belajar. Sumber belajar yang dapat digunakan oleh guru salah satunya adalah bahan Bahan ajar yang menjadi pilihan guru untuk membantu guru dan peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran adalah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Produk LKPD yang telah dibuat dan dikembangkan, selanjutnya dilakukan uji efektivitas. Uji efektivitas digunakan untuk mengetahui tingkat keefektifan LKPD. 19 Pada uji efektivitas dilakukan dengan memberikan soal pretest dan posttest kepada peserta didik. Sebelum menguji efektivitas dilakukan uji prasyarat dan uji hipotesis terlebih dahulu. Uji prasyarat yang dilakukan yaitu dengan menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Pada uji normalitas menghasilkan data yang normal sehingga dapat dilakukan uji parametrik untuk menguji hipotesis. Uji parametrik yang digunakan yaitu uji Paired T Test. Pada uji Paired T Test menghasilkan hasil yang negatif. Mawar. Agustina Yuvince Dua. Dian Ernaningsih, dan Yuli Mira Syafriati. AuPengembangan LKPD Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis Pada Materi Jamur. Ay Jurnal BIOS Vol. 5 No. Yuniar. Selvia. AuPengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Critical Thinking Peserta Didik di Sekolah Dasar. Ay Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. Lase. Natalia Kristiani, dan Nurlina Zai. AuPengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Contextual Teaching and Learning pada Materi Sistem Ekskresi Manusia di Kelas Vi SMP Negeri 3 Idanogawo. Ay Jurnal Pendidikan MINDA Vol. 3 No. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 hal ini menunjukkan bahwa rata-rata posttest lebih besar daripada pretest. Signifikasi yang dihasilkan sebesar 0,000. Hasil tersebut dapat dikatakan baik karena jika signifikansi semakin rendah maka menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang lebih besar. Dalam hal ini hipotesis yang diterima yaitu adanya perbedaan rata-rata nilai yang signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan LKPD berbasis critical thinking. Dengan ini, maka LKPD yang dikembangkan memberikan pengaruh positif dan dapat membantu proses kegiatan Setelah mengetahui adanya perbedaan maka dilakukan uji efektivitas dengan menggunakan uji N Gain untuk mengetahui taraf keefektifan LKPD berbasis critical thinking. Pada uji N Gain memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,6107. Sesuai dengan interpretasi hasil uji N Gain apabila 0,3=g=0,7 maka taraf efektivitas LKPD dikategorikan sedang. Hal ini juga sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Komalasari dkk, menunjukkan bahwa LKPD berbasis keterampilan berpikir kritis layak untuk digunakan sebagai bahan ajar baru, efektivitas LKPD didasarkan atas hasil perhitungan keterlaksanaan LKPD yang dikategorikan sangat baik dan N-gain sebesar 0. 69 untuk kelas VII C dan N-gain sebesar 0. 70 untuk kelas VII F dengan kategori tinggi dikarenakan peserta didik dapat memahami LKPD. KESIMPULAN Dari pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa pengembangan LKPD berbasis critical thinking menunjukkan keefektifan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan oleh peneliti dapat dikerjakan dengan baik oleh peserta didik. Rata-rata nilai yang diperoleh peserta didik dalam mengerjakan LKPD berbasis critical thinking telah memenuhi standar ketuntasan minimal yang telah ditetapkan. Dengan ini LKPD berbasis critical thinking layak dan efektif untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam kegiatan pembelajaran. DAFTAR RUJUKAN Sari. Komala. Agus Sujarwanta, dan Handoko Santoso. AuPengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Pembelajaran Biologi Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis Pada Materi Ekosistem MTs Kelas VII. Ay Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM METRO Vol. 4 No. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Akyuni. Isnaya Qurratu, dan Siti Aminah. AuPeran Guru Dalam Pembelajaran Al-QurAoan melalui Aplikasi Program Holy QurAoan Release 6,5 Plus di SMP Plus Darus Sholah Jember. Ay MaAoalim: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. Depdiknas. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, 2008. Lase. Natalia Kristiani, dan Nurlina Zai. AuPengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Contextual Teaching and Learning pada Materi Sistem Ekskresi Manusia di Kelas Vi SMP Negeri 3 Idanogawo. Ay Jurnal Pendidikan MINDA Vol. 3 No. Majid. Abdul. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan standar Kompetensi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011. Mawar. Agustina Yuvince Dua. Dian Ernaningsih, dan Yuli Mira Syafriati. AuPengembangan LKPD Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis Pada Materi Jamur. Ay Jurnal BIOS Vol. 5 No. Nashari. Aulia. AuPengembangan LKPD Berbasis Cooperative Learning PadamMateri Akhlak Di Kelas 1 SMAN 5 Banda Aceh,. Ay Banda Aceh: UIN Ar-Raniry, 2020. Rahmawati. Lia Hariski, dan Siti Sri Wulandari. AuPengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Berbasis Scientific Approach Pada Mata Pelajaran Administrasi Umum Semester Genap Kelas X OTKP di SMK Negeri 1 Jombang. Ay Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) Vol. 8 No. Ramdani. Agus dan dkk. AuPengembangan Alat Evaluasi Pembelajaran IPA yang Mendukung Keterampilan Abad 21. Ay Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 5 No. Sapitri. Ardana, dan Gunamantha. AuPengembangan LKPD Berbasis Pemecahan Masalah Dengan Pendekatan 4c Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Ay PENDASI: Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 6 No. Sari. Komala. Agus Sujarwanta, dan Handoko Santoso. AuPengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Pembelajaran Biologi Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis Pada Materi Ekosistem MTs Kelas VII. Ay Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM METRO Vol. 4 No. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2016. Suryadi. Rudi Ahmad, dan Aguslani Mushlih. Desain dan Perencanaan Pembelajaran. Sleman: Deepublish, 2019. Sutianah. Cucu. Landasan Pendidikan. Pasuruan: CV. Penerbit Qiara Media, 2021. Syarifah. Siti. AuPengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berorientasi Nilai-Nilai Agama Islam Melalui Pendekatan Inkuiri Terbimbing Materi Trigonometri,Ay 2017. Taqyudin. Imam. AuImplementasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Unggulan Permatajingga Malang. Ay MaAoalim: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Tim Prodi Pendidikan Sosiologi FIS UNY. Instrumen Penilaian Keterampilan Mata Pelajaran Sosiologi SMA LKPD (Lembar Kerja Peserta Didi. Yogyakarta: UNY Press, 2019. Ulufah. Aynun Nurul. AuKreativitas Guru Dalam Mengembangkan Mind Mapping Sebagai Media Pembelajaran Tematik Di SDIT Darussalam Gontor. Ay MaAoalim: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. Utami. Danik Noor, dan Nurfina Aznam. AuLKPD IPA berbasis learning cycle 7E terintegrasi potensi lokal pantai Parangtritis untuk meningkatkan critical thinking peserta didik. Ay Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol. 6 No. Yunia. Selvia. AuPengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Critical Thinking Peserta Didik di Sekolah Dasar. Ay Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. Yuniar. Selvia. AuPengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Critical Thinking Peserta Didik di Sekolah Dasar. Ay Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. ZahroAo. Faridhotul, dan JuAoSubaidi. AuKomparasi Hasil Belajar Siswa Menggunakan Strategi Make A Match Dan Card Sort Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas X Madrasah Aliyah. Ay MaAoalim: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. Zulyusri. Putri Dharmayanti. Siska Alicia Farma, dan Ristiono. AuPengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Bernuansa Pendekatan Kontekstual tentang Materi Protista untuk Peserta Didik Kelas X SMA/MA. Ay Atrium Pendidikan Biologi, 2019.