JSIP 1 . Journal of Social and Industrial Psychology http://journal. id/sju/index. php/sip ORIENTASI MASA DEPAN NARAPIDANA REMAJA Riris Farisa Ahmad A Jurusan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Indonesia Info Artikel Abstrak ________________ ___________________________________________________________________ Sejarah Artikel: Diterima Januari 2012 Disetujui Februari 2012 Dipublikasikan Maret Masa depan merupakan sesuatu yang belum dapat dipastikan, namun dapat dipersiapkan dan direncanakan. Penting bagi setiap orang untuk memiliki orientasi masa depan agar lebih mudah menentukan apa yang harus dilakukan saat ini untuk mempersiapkan masa depan yang diinginkan tidak terkecuali pada narapidana remaja yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIa Anak Kutoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana orientasi masa depan remaja . arapidana remaj. dan faktor apa yang mempengaruhinya. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan diskusi pada pra-penelitian. Penelitian dilakukan di Lembaga pemasyarakatan Kelas IIa Anak Kutoarjo yang merupakan Lembaga Pemasyarakatan Anak satu-satunya di area Jawa Tengah Ae DIY. Hasil dari penelitian ini responden I kurang memiliki orientasi masa depan. Responden ini memiliki target yang ingin dicapai namun tidak diimbangi oleh usaha untuk mencapai target tersebut. Responden II dan i memiliki orientasi masa depan yang baik. Kedua responden ini memiliki target dan diimbangi dengan usaha untuk mencapai target yang Responden IV orientasi masa depan yang dimiliki sangat kurang. Gambaran yang dimiliki masih samar, tidak ada usaha untuk memperjelas dan mencapai target. Pada penelitian ini, peneliti menemukan bahwa faktor minat dan wawasan memegang peranan penting pada remaja untuk berorientasi masa depan. ________________ Keywords: orientasi masa depan, narapidana remaja ____________________ Abstract ___________________________________________________________________ A 2012 Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Gedung A1 Lantai 2 FIP Unnes Kampus Sekaran. Gunungpati. Semarang, 50229 E-mail: journal@unnes. ISSN 2252-6838 Riris Farisa Ahmad / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . Seginer . menjelaskan bahwa orientasi masa depan adalah kecenderungan individu untuk memikirkan masa depannya. Orientasi kecenderungan yang dimiliki oleh setiap individu untuk senantiasa memikirkan masa depan beserta hal-hal terkait sebagai pendukung dan penghambat serta antisipasi yang dapat Seginer . menyampaikan tiga komponen orientasi masa depan, yaitu: motivasional, representasi kognitif, behavioral. Motivasional . Terdapat terkandung dalam komponen ini, beberapa di antaranya adalah apa yang individu pikirkan tentang masa depan? Atau apa yang individu tanamkan dalam pikiran mereka pada masa depan? Hubungan antara orientasi masa depan dan motivasi pencapaian menarik para peneliti untuk mendeskripsikan aspek motivasi dari orientasi masa depan menjadi tiga konsep, yaitu: value, expectancy, control. Representasi kognitif . ognitive representatio. Sepanjang penelitian yang dilakukan peneliti tertarik pada aspek kognitif dari orientasi masa depan. Kognitif dideskripsikan ke dalam dua dimensi. content dan valence. Content berisi mengenai variasi kehidupan yang digambarkan individu di masa depan. Sedangkan valence didasarkan pada asumsi dimana individu dihubungkan dengan masa depan yang berhubungan dengan apa yang akan diraih dan apa yang ingin dihindari, dan ini di ekspresikan sebagai hopes dan . Behavioral Komponen behavioral dibagi menjadi dua, yaitu: exploration dan komitmen. Remaja sebagai subjek penelitian ini, karenanya bahasan singkat tentangnya akan Di Indonesia, remaja hydala individu dengan usia 11-24 dan belum menikah (Sarwono, 2002:. Kepututusan tersebut didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: . usia 11 tahun adalah usia di mana umumnya tanda-tanda seksual sekunder mulai tampak, . banyak masyarakat Indonesia. PENDAHULUAN Masa depan merupakan situasi yang belum terjadi, tidak selalu dapat diprediksi namun dapat direncanakan. Setiap orang sangat penting memiliki orientasi masa depan. Masa remaja adalah masa yang sangat tepat untuk membangun masa depan. Di usia remaja, individu masih mempunyai langkah yang panjang untuk menjangkau semua yang Remaja masih memiliki jangkauan langkah yang panjang dan luas untuk meraih masa depan yang dicita-citakan. Kegagalan membangun masa depan pada masa remaja akan berakibat fatal dalam mengarungi masa dewasanya serta dapat berimbas pada masa depan remaja tersebut. Remaja yang hidup di dalam Lapas menjalani kehidupan yang serba diatur dan Remaja di Lapas memiliki kesempatan yang lebih sedikit untuk dapat mempersiapkan masa depan mereka. Remaja yang seharusnya lebih ketat dalam mempersiapkan masa depan karena memiliki latar belakang yang kurang baik . ebagai narapidan. dan memiliki kesempatan yang sangat terbatas justru tidak peduli dengan kebutuhan diri mereka sendiri. Hal tersebut dikarenakan kesempatan yang dimiliki untuk mengaktualisasikan tidak diimbangi oleh waktu, sarana dan prasarana sebagaimana yang dimiliki oleh remaja normal pada umumnya. Dengan mempersiapkan masa depan dengan lebih kritis, penuh perencanaan dan pertimbangan. Berdasarkan permasalahan yang telah dijabarkan di atas, penulis melihat dan menilai bahwa orientasi masa depan pada remaja perkembangan remaja dan harus diselesaikan dengan baik tak terkecuali pada narapidana Berangkat dari kenyataan-kenyataan yang berkembang dilapangan penulis berniat mengangkat permasalahan ini menjadi tema penelitiannya dengan judul Orientasi Masa Depan Remaja ( Studi Kualitatif Pada Narapidana Remaja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIa Anak Kutoarj. Riris Farisa Ahmad / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . usia 11 tahun sudah dianggap akil baliq, baik menurut adat maupun agama,sehingga masyarat tidak perlu lagi memeperlakukan mereka sebagai anak-anak. pada usia tersebut mulai ada tanda-tanda penyempurnaan perkembangan jiwa seperti tercapainya identitas, tercapainya fase genital dari perkembangan psikoseksual, dan tercapainya puncak perkembangan kognitif maupun moral. Piaget . alam Hurlock, 2004:. mengemukakan bahwa remaja adalah usia di mana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa usia di mana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang telah lebih tua melainkan berada pada tingkat yang sama. Sarwono mendefinisikan remaja dari sudut pandang hukum, yaitu hukum perdata dan Menurut hukum perdata remaja merupakan individu yang berusia kurang dari 21 tahun atau kurang dengan catatan sudah Sedangkan menurut hukum pidana memberikan batasan 18 tahun atau kurang tetapi sudah menikah sebagai seorang yang disebut Apabila perkembangan, seperti pada perkembangan anak-anak, faktor genetik, biologis, lingkungan perkembangan remaja, yang mana juga dicirikan oleh kontinuitas dan diskontinuitas. Awal masa remaja berlangsung kira-kira dari tigabelas tahun sampai enam belas atau tujuh belas tahun, dan akhir masa remaja bermula dari usia 16 atau 17 tahun sampai delapan belas tahun, yaitu usia matang secara hukum. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti mendefinisikan remaja sebagai masa peralihan dimana individu bukan lagi berada pada usia anak-anak, namun juga belum masuk usia Remaja mulai bertanggungjawab terhadap setiap tindakan yang mereka pilih dan berorientasi pada kemampuan diri. METODE Dalam penelitian ini, metode yang akan digunakan adalah metode penelitian kualitatif . Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada (Denzin & Lincoln 1987 dalam Moleong 2006: . Unit Analisis dan Sub Unit Analisis Orientasi Masa Depan Narasumber Unit Analisis Orientasi Masa Depan Sub Unit Analisis Motivasi . Value . Expectancy . Control Reprensentasi kognitif . Fear . Hope Behavioral . Exploration . Commitment Narasumber narapidana remaja. Narasumber sekunder berjumlah dua untuk masing-masing responden, yaitu teman dan wali. Metode yang digunakan Subjek Teman Sipir adalah metode penelitian kualitatif dan observasi, dan diskusi pada pra penelitian. Riris Farisa Ahmad / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . Keabsahan HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan Motivation Value Responden I : ya kadang berangkat kadang enggak, kalau nggak ada temen di kamar, dikamar sendirian, kan pada kerja, yang sekamar sama saya kan kerja semua. Jadi kalau nggak ada temen berangkat aja nggak papa lah dari pada nganggur, tidurA (W67:K, 02 Nov 2. iya lah mbak, penting. Dulu kan mimpinya uda pengen kuliah, kerja. Pengen sukses lahA Eh malah tahu-tahu nya masuk, walahA (W88:K, 02 Nov 2. AuKalau sekolahnyaA ya rajin, tapi itu juga karena harus di opyak-opyak dulu. Jadi nih mbak, kalau nyuruh anak-anak sekolah sampai kesel sendiri. Uda disuruh tapi malah pada males-malesanAy (W21:L, 07 Nov 2. Makna Subjek kurang fokus pada Subjek peduli dan fokus pada Subjek rajin Responden II : Yo penting to yo mbakA (W39:F, 25 Okt 2. A kalau di sini emang disuruh, tapi aku ya juga masih pengen sekolahA (W38: F, 25 Okt 2. A ya lumayan lah, lha nek nggak ikut sekolah lagian mau ngapain coba? Paling Cuma nonton tivi. (W40:F, 25 Okt Ya cukup. Dia selalu ikut. Tapi karena semua yang menyelenggarakan itu dari luar. Jadi semua laporan itu masuknya kesana. Di sini cuma menyediakan fasilitas tempat, dan waktu saja. (W24:W, 07 Nov 2. Iya mbak, rajin. Sering berangkat. (W35:D, 29 Okt Responden i : Pengen tapi ra pengen lah mbak, wong susah ki ra butuh sekolah mbak, mending kerjo wae. Perlu ra perlu sih mbak, wong koncoku sekolah dhuwur-dhuwur ya dadi pekerja bangunan owg. (W35:Y, 27 Okt 2. Responden IV : Pengennya malah langsung kerja. (W23:A, 29 Okt 2. Ya pentingA tapi uda males. Uda males mikir, paling kalau sekolah bolos. (W29:A, 29 Okt 2. Nggomonge durung pengen mbak. ilangnya belum ingin mbak. ) (W28:K, 08 Nov 2. Dia belum ikut, dan kayanya menurut saya sepertinya Subjek sama sekali tidak tertarik dengan Subjek kurang fokus pada pendidikan. Tidak ingin sekolah lagi. Riris Farisa Ahmad / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . dia nggak berminat ikut kejar paket yaa, itu tadi anaknya males, seperti nggak ada gairah ya. (W10:L, 19 Nov 2. Expectancy Responden I : saya itu. artinya gini mbak, saya pengen apa, gimana caranya harus sampai. Pokoknya kalau udah mentok nggak bisa baru geleng-geleng. Ya yang penting dicoba dulu. Kaya dulu pas ikut sepak bola mbak, tadinya saya nggak dianggep sama Tapi saya usaha terus akhirnya masuk juga. (W101:K, 02 Nov 2. Responden II : A ya, yakin mbakA (W48:F, 25 Okt 2011 ) Responden i : Ya mantap mbakA wes latihanA (W109:Y, 03 Nov 2. A yakin mbakA (W26:Y. Y, 27 Okt 2. A tapi saya yakin mbakA wong barang ketok owg. Apa yang nggak mungkin, asal kita mau, niatA (W34:Y , 27 Okt Responden IV : A enggak mbakA (W55:A, 29 Okt 2. Optimis Subjek optimis Subjek optimis Subjek merasa Control Responden I : saya itu. artinya gini mbak, saya pengen apa, gimana caranya harus sampai. Pokoknya kalau udah mentok nggak bisa baru geleng-geleng. Ya yang penting dicoba dulu. Kaya dulu pas ikut sepak bola mbak, tadinya saya nggak dianggep sama Tapi saya usaha terus akhirnya masuk juga. (W101:K, 02 Nov 2. AuAh dia mah, orangnya masa bodoh, apa ya mbak istilahnya, eeA inisiatifnya itu kecil, eh rendah. jadi ya Cuma ngejalanin aja. Apa yang ada ya dia jalaniAAy(W20:L, 07 Nov Responden II : A ya salah satu nya dengan sekolahA (W50:F, 25 Okt A yang penting kan usaha duluA (W61:F, 25 Okt Responden i : wes latihanA (W109:Y, 03 Nov 2. Subjek memiliki kontrol yang baik Subjek memiliki kontrol yang baik, salah satunya dengan tetap Subjek memiliki kontrol yg baik Riris Farisa Ahmad / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . Responden IV : Ya dijalani saja mbak, nggak usah neko-neko, biar bisa cepat keluar. (W100:A, 03 Nov 2. Representation Cognitive Hopes Responden I : A nek saat ini yo, pengene sing penting iso cepet metu seko kene mbak. Pengene ndang bar. Nek metu kan bebas iso ngopo-ngopo (W80:K, 02 Nov 2. peralatan olahraga bengkel modifikasi motor A Responden II : A yaa, yang penting bisa cepet ngurus PB, bisa cepet keluarA Ya maksudnya kerja sama orang dulu, kan aku pengennya punya bengkel, kalau bisa juga pengen punya showroom mobil sendiri. (W46:F, 25 Okt 2. Oh ya pernah, sekali waktu dia pernah. Ya intinya selain mengobati penyesalan, dia ingin membuat orang tuanya Ya entah itu gimana caranya. Entah dengah melanjutkan sekolah lagi atau bagaimana. Setelah keluar nanti dia pengen jadi wiraswasta atau apa gitu, businessman lah. Enatah mau sekolah lagi dulu atau gimana, katanya yang penting dia jalani dulu apa yang ada disini. Dia ingin membanggakan orang tua. Dia menyesal uda membuat orang tua susah. (W25:W, 07 Nov 2. Ya paling tentang bengkel itu mbak. (W35:D, 29 Okt Ya itu mbak, katanya dia pengen bikin bengkel. (W35:D, 29 Okt 2. Subjek kurang memiliki kontrol Subjek memiliki gambaran tentang hal-hal yang ingin diraih, yaitu menjadi pengusaha bengkel dan toko alat olahraga. Subjek memiliki gambaran yang ingin dicapai, yaitu cepat bebas dan memiliki usaha bengkel. Responden i : Buktiin ke orang tua kalau udah berubah. Mengejar citacita mbakA (W20:Y, 27 Okt 2. Ga ada yang lain selain selain pengen cepet pulang mbak, heeA (W57:Y, 27 Okt 2. Apengen jadi gitaris mbak. Kaya herman Lee, gitaris nya dragon voice (W31:Y YoA jual beras mbak, nggenteni wong tua (W95:Y, 27 Okt Responden IV : kerja diperkebunan mbak. (W98:A, 03 Nov 2011 Katanya sih mau keluar jawa gitu, tapi yo mboh ya mbak pastine nak ndi. wong cahAoe we menengan kok. banget gelem ngobrol-ngobrol. atanya sih mau keluar jawa gitu Subjek ingin cepat keluar, kemudian menjadi gitaris dan bekerja sebagai Riris Farisa Ahmad / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . mbak, tapi ya nggak tahu ya mbak pastinya dimana, dia aja pendiam kok jarang bange. (W37:K, 08 Nov 2. Fears Responden I : Wong bekas owg mbakA penjual beras. Subjek ingin kerja Responden II : A yaa paling ini, pernah masuk sini. Terus ditambah lagi aku nggak yakin sama diriku sendiri. (W59:F, 25 Okt 2. Ya kalau pernah masuk sini kan penilaian orang udah Kalau nggak yakin itu, maksudnya aki ini ka anak manja, jadi aku gimana ya. bisa nggak ya, gituA (W50:F, 25 Okt 2011 Responden i : Nggak ada mbak, orang mau bilang apa terserah mbak. Orang saya-saya sendiri kokA saya yang jalanin, terserah orang mau bilang apa, saya nggak peduli (W65:Y, 03 Nov 2. Responden IV : Yaa. apa ya mbakA paling karena pernah masuk sini aja mbak (W98:A, 03 Nov 2. Behavioral Exploration Responden I : belum mbak. Ntar aja. Gini mbak kalau mikir mau sekolah disini mau di situ, wahA malah pengen pulang mbak. Pokoknya kalau inget yang dulu atau yang direncanakan, jadinya malah pengen pulang mbak. Soalnya masih lama, kalau tinggal dua bulan atau tiga bulan sih ngaak papaA (W99:K, 02 Nov 2011. Responden II : kalau dulu ya ikut otomotif tapi sekarang nggak ada. paling minta bapakku bawain majalah otomotif atau automotifA (W51: F, 25 Okt 2. A iya mbak, ya sering cerita. Tanya-tanya tentang Kebetulan kan kesenangannya sama dengan saya. Jadi ya cocok kalau ngobrol. Kadang sampai malam atau sampai pagiA (W35:D, 29 Okt 2. Responden i : A nggak pernah lah mbak, pokoknya saya belajar Subjek mencemaskan statusmya sebagai bekas narapidana. Subjek memiliki kendala merasa dirinya masih manja, namun tetap berusaha Subjek juga mengkhawatirkan statusnya sebagai mantan narapidana. Subjek tidak merasa ada kendala yang berarti Subjek merasa khawatir tentang status nya nanti sebagai mantan Subjek tidak kemampuannya untuk mencapai target. Subjek melakukan eksplorasi diri yang baik untuk mencapai targetnya. Riris Farisa Ahmad / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . Saya nggak mau pamer tentang skill saya kalau nggak ada situasi-situasi khusus mbakA ((W56:Y, 03 Nov 2. Responden IV : Ya dijalani saja mbak, nggak usah neko-neko, biar bisa cepat keluar. (W100:A, 03 Nov 2. Subjek melakukan eksplorasi diri yang baik untuk mencapai targetnya. Kemampuan eksplorasi subjek sangat Commitment Responden I : AWes mbak. AuYa gitu mbakA si U itu anaknya males. Kalau disuruh apa-apa nggak sigap. Terus kalau dibilangin itu ya Cuma iyaiya. tapi maunya ini itu. Saya sendiri kadang jasi gemes juga Yang diurusin kan banyak, yang ini minta ini, yang itu minta itu. WahA mbakA pusing kalau mo dipikirin semua. Dia itu anaknya ogah-ogahan, beda sama si anu. Kalau dia lebih Tadinya juga dia nggak mau kerja, tapi sekarang udah Mungkin di bosen juga ngak ngapa-ngapain. Tapi namanya juga U, kerjanya juga nggak sigapAAy(W19:L, 07 Nov Responden II : A yang penting kan usaha duluA (W61:F, 25 Okt A ya berusaha tetep yakin sama diri sendiri. mA berdoa lah, heeA (W62:F, 25 Okt 2. Ya ya semangatA semoga tidak berubah. (W9:W, 07 Nov 2. Subjek memiliki komitmen yang cukup. Subjek memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai apa yang telah Responden i : AYa sudah mantapA Subjek memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai apa yang telah Responden IV : A ngak adaA(W87:A, 03 Nov 2. Komitmen pada keputusan yang telah subjek pilih sangat rendah. Berdasarkan komponen-komponen yang ada dalam orientasi masa depan, peneliti mengkategorikan bahwa narapidana remaja yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIa Anak Kutoarjo memiliki orientasi masa depan yang baik dan kurang. Kategori ini dibuat berdasarkan pertimbangan kesesuaian antara indikator yang dimiliki responden tentang orientasi masa depan. Indikator tersebut meliputi value, expectation, control, hopes, fears, exploration, dan commitment. Riris Farisa Ahmad / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . Bagaimana ungkapan-ungkapan yang telah disampaikan responden di pertimbangkan keseimbangannya antara apa yang ingin dicapai dan apa yang tidak diharapkan terjadi dengan keoptimisan, dan komitmen-komitmen untuk melakukan usaha yang seharusnya dilakukan untuk mencapai target ataupun gambaran masa depan yang telah disusun. Apabila responden memiliki keseimbangan antara apa yang diinginkan dengan menjalani komitmen, ekplorasi, keoptimisan, serta dapat melakukan kontrol mengenai apa yang terjadi dalam hidupnya, maka responden dinilai memiliki orientasi masa depan yang baik, dan hal ini berlaku juga untuk sebaliknya. Berdasarkan dilakukan maka bila dari segi faktor-faktor yang turut mempengaruhi orientasi masa depan remaja yang menjadi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIa Anak Kutoarjo yaitu wawasan, kepercayaan diri, kepribadian dan latar belakang individu . eliputi usia. Wawasan berperan penting dalam penentuan orientasi masa depan seseorang. Dengan adanya wawasan tentang suatu hal, maka seseorang akan memiliki gambaran tentang hal-hal Seperti halnya wawasan, kepercayaan diri pun berpengaruh pada orientasi masa depan Kepribadian tidak kalah penting dalam menentukan orientasi masa depan Konsep kepribadian seseorang akan menjadi salah satu faktor seseorang dalam berorientasi masa depan. Selain faktor individu . eliputi konsep diri, kematangan kognitif, dan kondisi psikologi. dan aktor kontekstual meliputi usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi, konteks keluarga, interaksi dengan teman sebaya, pengaruh tuntutan situasi, dan proses interaksi dengan lingkunga. , peneliti menemukan bahwa minat serta wawasan memegang peranan besar dalam orientasi masa depan yang dimiliki seseorang. keempat narasumber memiliki orientasi masa Orientasi masa depan yang dimiliki oleh subjek dalam penelitian ini, menjadi orientasi bagi subjek dalam mengambil sikap dan melakukan pilihan-pilihan tentang segala sesuatu yang akan mereka lakukan baik selama masih berada di dalam Lapas maupun setelah keluar nanti. Orientasi masa depan narapidana remaja dalam penelitian ini terlihat berbedabeda. Ada beberapa narapidana remaja yang telah memikirkan dengan matang bagaimana gambaran masa depan mereka kelak, namun ada juga yang sekedar memiliki gambaran samar tentang masa depan mereka walaupun samasama memikirkan masa depan. Orientasi masa depan remaja yang disusun oleh subjek dipengaruhi oleh latar belakang subjek sebelum masuk Lapas. Di sisi lain orientasi masa depan remaja juga tidak terlepas dari situasi dan kondisi lingkungan selama subjek berada di Lapas. Faktor Ae faktor yang mempengaruhi orientasi masa depan seseorang meliputi faktor individu dan faktor kontekstual. Selain kedua faktor tersebut, peneliti menemukan bahwa faktor minat dan wawasan termasuk sebagai salah satu faktor penting bagi individu dalam berorientasi masa depan. UCAPAN TERIMA KASIH Terima sebesar-besarnya disampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung terselesaikannya kegiatan penelitian yang penulis lakukan, terutama staf pengajar Jurusan Psikologi FIP UNNES yang telah membimbing dan memberi masukan kepada peneliti selama kurang lebih 4 tahun terakhir. DAFTAR PUSTAKA