HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU YANG MENYAPIH BAYI DI BAWAH 1 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN JOHOR TAHUN 2024 Nona Try Agista STIKes Senior Medan nonatryagista99525@gmail. ABSTRAK Waktu penyapihan yang baik di lakukan pada usia anak mencapai 2 tahun. Penyapihan yang dilakukan pada usia kurang dari tahun menyebabkan masalah pada anak. Faktor penyebab dari penyapihan kurang dari 2 tahun adalah pengetahuan dengan sikap ibu tentang waktu menyapih. Informasi sangat penting diberikan untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan sikap yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu yang menyaih bayi di bawah umur 1 tahun. Desain penelitian menggunakan survey analytic dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ibu yang menyapih bayi di bawah umur 1 tahun sebanyak 31 ibu, sampel 31 responden di Puskesmas Medan Johor dengan teknik Total Sampling. Analisa data yang di gunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan ibu yang menyapih bayi di bawah umur 1 tahun sebagian besar dalam kategori Kurang sebanyak 15 . ,38%) responden, sebagian besar Sikap Negatif sebanyak 1 . ,22%) responden, hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan sikap ibu yang menyapih . -value=0,817> . atau dapat disimpulkan bahwa hipotesa dapat diterima, artinya tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu yang Menyapih Bayi 1 Tahun di Puskesmas Medan Johor. Diharapkan ibu memberikan ASI Eksklusif pada bayinya sampai usia 6 bulan dan ASI sampai usia 2 tahun agar anak mendapatkan makanan terbaik dari ibu agar bayi tidak mudah terkena Kata Kunci : Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Menyapih Di Bawah Umur 1 tahun Menurut world healt organisation PENDAHULUAN (WHO), seorang bayi selama kandungan Bayi merupakan anugerah terindah telah mengalami proses tumbuh kembang yang diberikan oleh sang pencipta kepada sedemikian rupa sehingga waktu ia lahir Bagi sebagian manusia mungkin berat badannya sudah mencapai berat badan melakukan perawatan bayi sangatlah sulit. Pertumbuhan dan perkembangan jika mereka hanya memikirkan banyalnya bayi terus berlangsung sampai dewasa. pengeluaran yang akan diberikan kepada Proses tumbuh kembang ini mempengaruhi sang bayi. Tetapi jika dipikirkan secara oleh makanan yang diberikan pada anak. logis, merawat bayi sangatlah mudah. Makanan yang sesuia adalah ASI, karena Dengan hanya memberikan ASI kepada ASI memang diperuntukan kepada bayi bayi, tidak perlu membutuhkan banyak sebagai makanan pokok bayi. Rekomendasi pengeluaran dan tenaga (Rizki Natia Wiji. WHO/UNICEF pada pertemuan tahun 1979 di geneva tentang makanan bayi dan anak antara lain berisi : Aumenyusukan merupakan bagian terpadu dari proses reproduksi yang memberikan darah biologic dan psikologik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Memberikan susu formula sebagai tambahan dengan alasan apapun pada bayi baru lahir harus dihindarkanAy (Maritalia. Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah penduduk yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun yang dinyatakan dalam 1. 000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. Usia bayi merupakan kondisi yang rentan baik terhadap kesakitan maupun kematian. Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) terjadi penurunan AKB cukup tajam antara tahun 1991 sampai 2003 yaitu dari 68 per 1000 kelahiran hidup menjadi 35 per 1000 kelahiran hidup. Capaian AKB 32 di tahun 2012 kurang menggembirakan dibandingan target Renstra Kemenkes yang ingin dicapai yaitu 24 di tahun 2014 juga target MDGs sebesar 23 per 1000 kelahiran hidup di Penurunan AKB yang melambat antara tahun 2003 sampai 2012 yaitu dari 35 menjadi 32 per 1. 000 kelahiran hidup, memerlukan akses seluruh bayi terhadap intervensi kunci seperti ASI eksklusif atau imunisasi dasar, sementara berdasarkan Riskesdas 2010 cakupan ASI . tpp://w. kematian bayi 2012. //reseach Pedoman Internasional menganjurkan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI bagi daya tahan hidup bayi, pertumbuhan, dan ASI memberi semua energi dan gizi . yang dibutuhkan Pemberian ASI mengurangi angka kematian bayi yang disebabkan berbagai penyakit yang umum menimpa anak- anak, seperti diare dan radang paru, serta mempercepat pemulihan bila sakit dan membantu menjarangkan kehamilan (Arini, 2. Menurut data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 20022003, cakupan ASI eksklusif pada bayi sampai usia empat bulan hanya 55%, dan sampai usia 6 bulan sebesar 39,5%, padahal target Indonesia sehat 2010 sebesar 80%, bayi diberiASI eksklusif sampai 6 bulan (Maryunani, 2. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2010, presentase bayi yang menyusu eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3%. Hal ini disebabkan kesadaran masyarakat dalam mendorong peningkatan pemberian ASI masih relatif rendah. Rendahnya tingkat pemahaman tentang pentingnya orang tuanya dan hal itu memang sangat dibutuhkan sang anak dan membuatnya merasa penuh dengan kasih Kemandirian adalah hal yang diajarkan oleh orang tuanya, bukan karena selalu disusui ASI (Arini, 2. Penyapihan bisa meningkatkan risiko infeksi, terutama dampak penyakit Hal ini dikarenakan bayi kurang mengomsumsi ASI yang mengandung faktor anti infeksi. Sebagian masyarakat tidak menyapih bayi sebelum ia berusia enam bulan, dan dapat berlangsung hingga berumur lebih dari dua tahun atau empat Namun, sebagian masyarakat menyapih bayi lebih awal (Prasetyono. Berdasarkan survey awal yang telah dilakukan di Puskesmas Medan Johor, bahwa 10 ibu balita yang terbanyak memiliki pengetahuan tentang penyapihan dini yang baik sebesar 4 responden. Ibu yang terbanyak memiliki sikap tentang penyapihan dini yang baik yaitu sebesar 4 Berdasarkan latar belakang diatas, saya sebagai penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Hubungan pengetahuan dengan sikap ibu yang menyapih bayi dibwah 1 tahun di wilayah Kerja puskesmas medan johor Umur 1 Tahunun Di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor Tahun 2024 Penelitian observasional adalah penelitian di mana peneliti hanya melakukan observasi, tanpa memberikan intervensi pada suatu variable yang akan Desain Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang artinya variable independent dan variable dependent diteliti secara bersamaan dan dalam satu waktu (Notoadmojo, 2. METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian adalah observasional analitik yang artinya penelitian ini di lakukan untuk mengetahui besarnya masalah Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu yang Menyapih Bayi di Bawah HASIL DAN PEMBAHASAN Tabulasi Silang frekuensi Pengetahuan Berdasarkan Paritas Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tualang Kec. Tualang Tahun 2017 Pengetahuan Total Baik Cukup Kurang Paritas Responden PRIMI SKUNDI MULTI Total Count 3,22% 6,45% 6,45% 32,24% 3,22% 6,45% 16,12% 25,07% 6,45% 22,58% 03% 18 58,07% 12,90% 35,48% 51,62% 31 dan yang Paling Rendah memiliki Pengetahuan Baik pada Paritas Primipara dan Skundipara sebanyak 1 . ,22%) Berdasarkan table di atas diperoleh dari 31 responden, yang Paling Tinggi memiliki pengetahuan Kurang dapa Paritas Multipara sebanyak 9 . ,03%) responden Tabulasi Silang Distribusi Frekuensi Pengetahuan berdasarkan Pendidikan Di wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor Tahun 2024. Pengetahuan Baik Cukup Kurang Tidak Sekolah 3,22% 3,22% 6,45% 3,22% 3,22% 9,68% SMP 6,45% 22,58% 38,70% 67,45% SMA 3,22% 6,45% 6,45% 16,12% 12,90% 35,48% 51,62% Pendidikan Responden Total Count Berdasarkan table di atas di peroleh dari 31 responden yang Paling Tinggi responden berpengetahuan Kurang dengan Pendidikan SMP sebanyak 12 . ,70%) dan Total yang Paling Rendah berpengetahuan Baik dengan Pendidikan PT sebanyak 0 . %) Tabulasi Silang Distribusi Frekuensi Pengetahuan Berdasarkan Pekerjaan Di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor Tahun 2024 Pekerjaan Responden IRT Petani/ Buruh Pegawai Swasta PNS Total Count Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total 9,68% 12,90% 22,58 6,45% 3,22% 9,68 9,68% 3,22% 19,36% 35,48% 67,45% 3,22% 12,90% 11 35,48% 51,62% Swasta sebanyak 11 . ,48%) responden, dan yang paling Rendah berpengetahuan Baik pada IRT 0 . %) dan Petani/Buruh sebanyak 0 . %) responden. Berdasarkan table di atas diperoleh dari 31 responden yang Paling Tinggi berpengetahuan Kurang dengan Pegawai Tabulasi Silang Frekuensi Sikap Berdasarkan Usia Di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor Tahun 2024. Sikap Responden Total 20-35 Tahun >35 Tahun Count Positif 64,51% 29,04% 93,55% Berdasarkan Tabel diatas di peroleh data berdasarkan usia, yang paling Tinggi memiliki Sikap Positif pada Usia 20-35 tahun sebanyak 20 . ,51%) responden, dan yang Paling Rendah memiliki Sikap Total Negatif 6,45% 6,45% 70,96% 29,04% Positif pada usia >20 tahun sebanyak . %) responden dan >35 tahun sebanyak 9 . ,04%) responden, serta memiliki pengetahuan Negatif pada Usia 20-35 tahun sebanyak 2 96,45%) responden. Tabulasi Silang Distribusi Sikap Berdasarkan Paritas Di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor Tahun 2024 Sikap Paritas Responden Total PRIMI SKUNDI MULTI Count Positif 16,13% 22,59% 54,83% 93,55% Berdasarkan table di atas diperoleh dari 31 responden, yang Pling Tinggi memiliki Sikap Positif pada paritas Multipara ,83%) responden, dan yang Paling Rendah Negatif 3,22% 3,22% 6,45% Total 16,13% 25,81% 58,06% memiliki Sikap yang Positif pada paritas Grandemultipara sebanyak 0 . %) responden, serta perpengetahuan Negatif pada paritas Multipara dan Skundipara sebanyak 1 . ,22%) responden. Tabulasi Distribusi Frekuensi Sikap Berdasarkan Pendidikan Di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor Tahun 2024 Pendidikan Responden Total Tidak Sekolah SMP SMA Count Sikap Positif Negatif 6,45% 9,68% 61,29% 2 6,45% 16,12% 93,55% 2 6,45% Total 70,96% 29,04% 16,12% yang Paling Rendah memiliki Sikap Positif dengan Pendidikan Tidak Sekolah sebanyak 2 . ,45%) responden, serta yang memiliki Sikap Negatif dengan Pendidikan SMP sebanyak 2 . ,45%) responden. Berdasarkan Tabel diatas di peroleh dari 31 responden, yang Paling Tinggi memiliki Sikap Positif dengan Pedidikan SMP sebanyak 19 . ,29%) responden dan Tabulasi Ditribusi Frekuensi Sikap Berdasarkan Pekerjaan Di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor Tahun 2024 Responden Total Sikap Pekerjaan IRT Petani/Buruh Pegawai Swasta PNS Count Positif 22,59% 9,68% 58,06% 3,22% 12,90% Berdasarkan table di atas diperoleh dari 31 responden yang memiliki Sikap Positif yang Paling Tinggi dengan pekerjaan Pegawai Swasta sebanyak 18 ,06%) responden, dan yang Paling Negatif 6,45% 2 35,48% Total 22,59% 9,68% 64,51% 3,22% Rendah memiliki Sikap yang Positif dengan Pekerjaan PNS sebanyak 1 . ,22%) responden, serta yang memiliki Sikap Negatif dengan Pegawai Swasta sebanyak 2 . ,45%) responden. Hasil Analisis Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Pengetahuan Sikap Ibu Yang Menyapih Bayi Dibawah Umur 1 Tahun Di wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor Tahun 2024 Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total Positif 4 9,67% 10 32,25% 15 48,38% 29 93,55% Negatif 1 3,22% 1 3,22% 2 6,45% Sikap Total F % 4 12,90% 11 35,48% 16 51,62% Dari tabel di atas kita dapat melihat dari 31 responden yang paling Tinggi memiliki pengetahuan yang Kurang dan Sikap yang positif sebanyak 15 . ,38%) responden, dan yang Paling Rendah berpengetahuan Baik dan Sikap yang Negatif sebanyak 1 . ,22%) responden. p>0,817 0,817 0,404 Untuk melihat hubungan pengetahuan dengan sikap ibu yang menyapih bayi di bawah umur 1 tahun di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tualang Kecamatan Tualang Kabupaten siak maka di lakukan uji signifikan dengan Chi-Squere. Hasil Analisis Korelasi Chi-Squere diperoleh nilai p>0,817 . ,817<0,. menunjukkan hasil Ho ditolak yang artinya bahwa ada hubungan pengetahuan dengan sikap ibu yang menyapih bayi di bawah umur 1 tahun di wilayah kerja Puskesmas Medan Johor Tahun 2024. Pembahasan Usia Berdasarkan jumlah responden sebanyak 31 ibu yang menyapih di dapat yang usia Paling Tinggi pada umur 20-35 tahun sebanyak 22 . %) responden. Usia yang paling rendah pada usia <20 sebanyak 0 . %) responden dan >35 tahun sebanyak 9 . %) responden. Menurut (Mubarak, 2. , dengan bertambahnya umur seseorang akan mengalami perubahan aspek fisik dan . Pada pertumbuhan fisik terdiri atas empat kategori perubahan yaitu perubahan ukuran, perubahan proporsi, hilangnya cirri-ciri lama, dan timbulnya cirri-ciri baru. Dari hasil penelitian penulis dapat menyimpulkan bahwa hal ini sesuai dengan berdasarkan hasil penelitian. Paritas Jumlah responden sebanyak 31 ibu yang menyapih bayi yang paling tinggi dalam kategori Paritas adalah Multipara sebanyak 18 . ,0%) responden dan yang paling rendah pada Skundipara sebanyak 8 . ,8%) responden. Tingkat paritas telah menarik perhatian para peneliti dalam hubungan kesehatan si ibu maupun si anak terdapat kecendrungan kesehatan ibu yang berparitas rendah lebih baik dari yang berparitas tinggi (Notoatmodjo, 2. Pendidikan Persentase pendidikan responden yang paling tinggi memiliki pendidikan SMP sebanyak 21. ,7%) responden, dan yang paling rendah pada pendidikan PT sebanyak 1 . ,2%) responden. Menurut (Ariani, 2. , pendidikan adalah suatu kegiatan atau bimbingan oleh seseorang kepada perkembangan orang lain menuju kea rah cita-cita tertentu untuk mengisi kehidupan sehingga dapat mencapai kebahagiaan. Dari hasil penelitian penulis dapat menyimpulkan bahwa hal ini sesuai dengan teori karena pendidikan merupakan upaya persuasive atau pembelajaran kepada masyarakat untuk melakukan tindakantindakan atau praktek untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Pekerjaan Dari hasil penelitian yang paling Tinggi ibu yang menyapih bayi bekerja Pegawai Swasta sebanyak 20 . ,5%( responde. dan yang paling rendah bekerja sebagai PNS sebanyak 2 . ,2%) responden. Menurut (Mubarak, pekerjaan merupakan linkungan yang dapat pengalaman dan pengetahuan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hasil penelitian dilaksanakan sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa bekerja seseorang mampu memperoleh pengetahuan dan pengalaman dari orang lain baik langsung maupun tidak langsung. Pengetahuan Ibu yang Menyapih Bayi di Bawah umur 1 Tahun Dalam penelitian ini dari 31 responden ibu yang menyapih bayi dibawah umur 1 tahun dapat dilihat bahwa yang paling Tinggi responden memiliki pengetahuan yang Kurang sebanyak 15 . ,38%) responden, dengan demikian kondisi ini menunjukkan bahwa responden ibu yang menyapih di wilayah kerja UPTD puskesmas mempunyai pengetahuan yang kurang tentang menyapih. Menurut asumsi penulis pengetahuan tersebut dipengaruhi oleh beberapa factor yang mempengaruhi diantaranya paritas. Pengetahuan adalah hasil dari tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan (Notoadmojo, 2. Sikap Ibu Terhadap Menyapih Bayi Di Bawah Umur 1 Tahun Hasil penelitian di dapatkan gambaran sikap responden yang paling Tinggi adalah untuk sikap Positif sebanyak 29 . ,55%) responden. Sikap mendukung yang di miliki oleh ibu yang menyapih terlihat dari 16 pertanyaan yang di berikan banyak yang menjawab yang mengarah kepada setuju. Menurut (Notoadmojo, 2. Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objeck. Sedangkan menurut (Ariani, 2. Sikap (Attitud. adalah perasaan atau pandangan seseorang yang di sertai kecendrungan untuk bertindak terhadap suatu objeck atau stimulus. Sikap merupakan konsep yang paling penting dalam psikolog social yang membahas unsure sikap baik sebagai individu maupun Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu yang Menyapih bayi Dini Hasil tabulasi silang dari penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang menyapih di bawah umur 1 tahun yang cukup dan memiliki sikap yang positif/mendukung tentang menyapih. Keterbatasan Penelitian Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, sambil dilakukan wawancara langsung. Selain itu, masih terdapat kemungkinan responden dalam menjawab kusioner yang tidak jujur karena tidak dilakukan uji kebohongandari responden sehingga dapat mempengaruhi terhadap keakuratan penelitian sehingga dalam pengumpulan data responden sangat 9Keterbatasan waktu penelitian sehingga dalam pengumpulan data responden sangat KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat dirumuskan kesimpulan sebagai berikut: 1 Ibu pengetahuan tentang meyapih bayi dibawah 1 tahun yang kurang yaitu sebesar 16 . ,6%) responden. 2 Ibu yang terbanyak memiliki sikap tentang meyapih bayi dibawah 1 tahun yang cukup sebanyak 11 . ,5%) dan baik yaitu sebesar 4 . ,9%) 3 Setelah dilakukan uji chi square di dapatkan hasil bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu tentang menyapih bayi dibawah 1 tahun di wilayah kerja Puskesmas Medan Johor sebesar r = 0,817 DAFTAR PUSTAKA