JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Mendiagnosa Penyakit Perut (Stomach Diseas. Pada Manusia Menggunakan Metode Certainty Factor Fetronaufal Silmeris 1 . Muhammad Zunaidi 2 . Usti Fatimah Sari Sitorus Pane 3 1,2,3 Sistem Informasi. STM IK Triguna Dharma Email: fetronaufal12@gmail. com, 2mhdzunaidi@gmail. com, 3ustipane@gmail. Email Penulis Korespondensi: fetronaufal12@gmail. AbstrakOe Penyakit perut . tomach diseas. merupakan penyakit yang dapat diderita oleh semua orang mulai dari anak-anak hingga Penyakit ini disebabkan karena gaya hidup yang kurang sehat, seperti konsumsi fast food yang berlebihan, makanan yang tidak higienis atau makanan yang tidak sehat, dan kurang olah raga juga menyebabkan sakit perut. Penyakit perut . tomach diseas. juga bisa disebabkan oleh kuman dan bakteri yang masuk kedalam tubuh melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Gejala utama adalah nyeri dibagian perut. Berdasarkan permasalahan diatas maka dibuatlah suatu program yang dapat membantu, yaitu Sstem Pakar (Expert Syste. dengan menggunakan metode Certainty Factor. Program ini dibuat untuk membantu mendiagnosa penyakit perut agar membantu penderita untuk mendapatkan jawaban dari penyakit yang dihadapinya. Hasil dari peneliitian ini yaitu dapat mempermudah pengguna untuk melakukan analisis terhadap jenis penyakit perut . tomach diseas. menggunakan metode Certainty Factor sehingga dapat memberikan hasil informasi dan mengetahui diagnosa awal penyakit, sehingga masyarakat mendapatkan solusi untuk mengatasi penyakit tersebut. Kata Kunci: Certainty Factor. Penyakit Perut (Stomach Diseas. Sistem Pakar AbstracOe Stomach disease . tomach diseas. is a disease that can be suffered by everyone from children to adults. This disease is caused by an unhealthy lifestyle, such as excessive consumption of fast food, unhygienic or unhealthy food, and lack of exercise which also causes stomach ache. Stomach disease can also be caused by germs and bacteria that enter the body through contaminated food or drink. The main symptom is pain in the stomach. Based on the problems above, a program was created that can help, namely the Expert System using the Certainty Factor method. This program was created to help diagnose stomach diseases in order to help sufferers get answers to the disease they are facing. The results of this research are that it can make it easier for users to carry out analyzes of types of stomach disease . tomach diseas. using the Certainty Factor method so that they can provide information results and find out the diagnosis the beginning of the disease, so that people get solutions to overcome the dis ease. Keywords: Certainty Factor. Expert System. Stomach Disease. PENDAHULUAN Kesehatan merupakan hal yang sangat berharga bagi semua manusia, karena tanpa kesehatan yang baik, maka setiap manusia akan sulit dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Terkadang ketika terjadi gangguan kesehatan, si penderita sudah dinyatakan dalam tahap gangguan kesehatan yang serius sedangkan ia merasa tidak pernah mengalami suatu hal yang serius terhadap kesehatannya . Dan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi ialah sakit perut. Sakit perut adalah rasa nyeri yang muncul di area antara tulang iga dan tulang panggul. Ketika mengalami sakit perut, seseorang dapat merasakan kram, mulas, atau rasa seperti tertusu k di perut. Sakit perut sering kali dipicu oleh gangguan pada organ di dalam perut, yaitu lambung, hati, empedu, pankreas, limpa, usus, dan ginjal. Gangguan pada organ tersebut bisa bermacam-macam, dapat berupa peradangan, infeksi, atau penyumbatan . Rasa sakit pada perut ada berbagai macam jenis tergantung penyakit yang diderita, seperti rasa nyeri pada ulu hati, rasa nyeri pada bagian kanan perut. Beberapa jenis sakit atau nyeri pada perut itu harus segera diobati atau Seperti rasa nyeri pada perut bagian kanan karena itu adalah gejala dari penyakit usus buntu yang harus segera ditangani oleh dokter . Banyak penderita penyakit perut yang tidak mengetahui jenis penyakit perut yang dialaminya karena kurangnya informasi tentang penyakit perut, gejala-gejala penyakit perut, kurangnya dokter spesialis perut di daerah terpencil dan biaya konsultasi penyakit bagian dalam cenderung mahal. Fetronaufal Silmeris, 2022. Hal 59 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Dalam hal ini, setiap orang lebih membutuhkan seorang pakar yang memudahkan dalam mendiagnosa penyakit perut lebih cepat agar dapat melakukan pencegahan lebih awal yang sekiranya membutuhkan waktu jika berkonsultasi ke ahlinya . Oleh sebab itu, maka dibutuhkan suatu sistem pakar yang bertujuan untuk mendiagnosa penyakit perut agar membantu penderita untuk mendapatkan jawaban dari penyakit yang dihadapinya. Sistem pakar dari istilah knowledge-based expert system. Sistem pakar menggunakan pengetahuan seorang pakar yang dimasukkan ke dalam Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Certainty Factor. Certainty Factor (CF) merupakan sebuah metode yang disarankan oleh Shortliffe dan Buchanan pada 1975 untuk membantu ketidakpastian pemikiran . nexact reasonin. seorang pakar. Contoh: dokter sering menganalisi informasi dengan ungkapan AumungkinAu. Aukemungkinan besarAu. Auhampir pastiAy. Sehingga dengan adanya metode Certainty Factor ini dapat menjelaskan tingkat keyakinan seorang pakar terhadap masalah yang sedang dihadapi . Berdasarkan deskripsi yang dibahas diatas maka dibangunlah Sistem Pakar yang mengadopsi metode Certainty Factor dalam pemecahan masalah. Oleh karena itu. Penelitian ini nantinya diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mendiagnosa penyakit perut layaknya seorang pakar sehingga masalah biaya konsultasi dan wawasan tentang penyakit perut dapat diatasi. METODOLOG I PENELITIAN Tahapan Penelitian Adapun penelitian ini, masalah yang diangkat yaitu bagaimana mendiagnosa penyakit perut . tomach diseas. dengan menggunakan pemanfaatan metode Certainty Factor dalam bidang pengetahuan Sistem Pakar. Pengumpulan data berdasarkan penerapan dari pendekatan metode deskriptif kuantitatif yang telah digunakan yaitu: Observasi Observasi yang dilakukan adalah dengan melakukan kunjungan langsung ke RS Mitra Sejati dan meminta izin untuk meminta data sesuai dengan penelitian yang dilakukan terhadap pihak yang bertanggung jawab di RS Mitra Sejati. Wawancara Wawancara yang dilakukan adalah wawancara seacara langsung oleh seorang dokter yaitu dr. Melda Yulia. Pada wawancara yang dilakukan atau yang menjadi pertanyaan-pertanyaan didalamnya yaitu yang berkaitan dengan jenis-jenis penyakit perut, gegala yang dialami, solusi penanganan dan jumlah pasien yang telah ditangani selama praktik. Rekam Medis (Data Dokumente. Rekam medis ini merupakan data yang diberikan dari hasil rekam medis atau documenter pasien yang pernah melakukan pemeriksaan terkait dengan penyakit perut. Penyakit Perut Penyakit perut . tomach diseas. merupakan penyakit yang dapat diderita oleh semua orang mulai dari anakanak hingga dewasa. Penyakit ini disebabkan karena gaya hidup yang kurang sehat, seperti konsumsi fast food yang berlebihan, makanan yang tidak higienis atau makanan yang tidak sehat, dan kurang olah raga juga menyebabkan sakit perut . Penyakit perut . tomach diseas. yang sering dialami banyak pasien adalah mencret, sembelit, kolera dan sakit ulu hati . biasanya orang sering menyebut dengan sebutan sakit maag . Sistem Pakar Sistem pakar merupakan program komputer yang menilai perilaku manusia ataupun organisasi yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam bidang tertentu. Diantaranya banyak sistem pakar yang ada, salah satunya yaitu sistem diagnosa medis. Pengetahuan yang digunakan pada sistem pakar ini merupakan salah satu yang bisa menyelesaikan dan memecahkan masalah gejala diagnosa . 1 Ciri-ciri Sistem Pakar Ciri-ciri sitem pakar yaitu sebagai berikut . Fetronaufal Silmeris, 2022. Hal 60 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Terbatas pada domain keahlian tertentu. Dapat memberikan penalaran untuk data yang tidak pasti. Dapat mengemukakan rangkaian alasan-alasan yang diberikan dengan cara yang bisa dipahami. Berdasarkan aturan atau rule tertentu. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap agar bisa menghasilkan informasi yang lebih baik dan Pengetahuan dan mekanisme penalaran jelas terpisah. Keluarnya bersifat anjuran. 2 Keuntungan dan Kelemahan Sistem Pakar Adapun keuntungan dari pengguna sistem pakar antara lain . Masyarakat yang bukan pakar atau masyarakat awam bisa memanfaatkan keahlian di bidang tertentu tanpa kehadiran langsung seorang ahli. Mengambil dan melestarikan keahlian langka. Menghemat waktu dalam penyelesaian masalah yang kompleks. Adanya kemungkinan untuk mengabungkan berbagai bidang pengetahuan dari berbagai pakar untuk Pengetahuan dari seorang pakar dapat didokumentasikan tanpa ada batas waktu. Sebagai media pembelajaran. Mempunyai kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan tidak pasti. Dapat beroperasi dalam lingkup yang berbahaya. Dapat digunakan untuk mengakses basis data dengan cara cerdas. Bertambahnya efeisiensi pekerjaan tertentu, serta hasil solusi pekerjaan. Sistem pakar tidak hanya memiliki keuntungan namun juga memiki kelemahan . Adapun kelemahan pada sistem pakar yaitu: Biaya yang diperlukan untuk pembuatan dan pemeliharaan sistem relatif mahal. Berkurangnya daya kerja dan produktivitas manusia,karena semua dikerjakan secara otomatis oleh sistem. Sulit di kembangkan karena erat kaitannya dengan ketersediaan para ahli. Harus ada satu admin yang selalu update informasi dalam bidang yang sesuai dengan sistem pakar. Membutuhkan waktu yang lama untuk mempelajari sistem. Penerapan Sistem Pakar Certainty Factor (CF) mengakomodasi ketidakpastian pemikiran . nexact reasonin. seorang pakar. Seorang pakar . isalnya dokte. sering kali menganalisis informasi yang ada dengan ungkapan seperti AumungkinAy. Aukemungkinan besarAy, hampir pasti. Untuk meyakinkan hal ini harus menggunakan Certainty Factor (CF) menggambarkan tingkat keyakinan pakar terhadap masalah yang sedang dihadapi . Dari hasil pengumpulan data dan deskripsi data yang telah dijabarkan, maka dilakukan penyelesaian diagnosa penyakit perut . tomach diseas. berdasarkan langkah-langkah dari algoritma Certainty Factor. Algoritma metode Certainty Factor sendiri terdapat beberapa langkah-langkah dalam proses penyelesaiannya. Berikut adalah gambaran langkah kerja dari metode certainty factor yang digunakan dalam melakukan diagnosa terhadap penyakit: Fetronaufal Silmeris, 2022. Hal 61 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Pembentukan Rule Aturan Penyakit Menghitung nilai measure of belief (MB) Menghitung nilai measure of disbelief (MD) Menghitung nilai pengkombinasian MB dan MD untuk menentukan nilai CF Menghitung nilai propagasi keyakinan untuk rule dengan satu Menghitung kombinasi beberapa hypotesis Gambar 1 Kerangka Kerja Algoritma Certainty Factor HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pada bagian ini akan ditunjukkan perhitungan dan hasil perancangan sistem yang telah dibangun yaitu aplikasi Sistem Pakar untuk mendiagnosa penyakit perut (Stomach Diseas. Sistem Pakar yang digunakan dalam mendiagnosa penyakit perut (Stomach Diseas. dirancang berbasis website. 1 Pembentukan Rule Aturan Penyakit Dari hasil rule untuk setiap diagnose penyakit, maka didapatkanlah rule aturan penyakit perut . tomatch diseas. sebagai berikut: Tabel 1 Rulebase Aturan Penyakit Perut (Stomatch Diseas. Kode Kode No. Penyakit Gejala Penyakit Gejala G01 Cepat kenyang G05 Mual G06 Muntah Maag G07 Nafsu makan menurun G08 Nyeri ulu hati G09 Perut kembung G02 Demam G03 Kehilangan nafsu makan G04 Konstipasi atau diare Usus Buntu G05 Mual G09 Perut kembung G10 Tidak bisa buang gas . Fetronaufal Silmeris, 2022. Hal 62 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Menghitung Nilai Measure of Beliefe (MB) Berdasarkan penjabaran perhitungan di atas, maka didapatkan nilai MB untuk setiap penyakit dari masing masing gejala sebagai berikut: No. Tabel 2 Nilai MB Setiap Gejala Terhadap Penyakit Perut Nilai MB Kode Gejala Gejala G01 Cepat kenyang 0,81 G02 Demam G03 Kehilangan nafsu makan 0,65 G04 Konstipasi atau diare 0,82 G05 Mual 0,81 0,82 G06 Muntah 0,81 G07 Nafsu makan menurun 0,66 G08 Nyeri ulu hati G09 Perut kembung 0,82 G10 Tidak bisa buang gas . 0,82 Menghitung Nilai Measure Of Disbeliefe (MD) Berdasarkan penjabaran perhitungan di atas, maka didapatkan nilai MD untuk setiap penyakit dari masingmasing gejala sebagai berikut. No. Tabel 3. 7 Nilai MD Setiap Gejala Terhadap Penyakit Perut Nilai MD Kode Gejala Gejala G01 Cepat kenyang G02 Demam G03 Kehilangan nafsu makan G04 Konstipasi atau diare G05 Mual G06 Muntah G07 Nafsu makan menurun G08 Nyeri ulu hati G09 Perut kembung G10 Tidak bisa buang gas . 3 Menghitung Nilai Pengkombinasian MB dan MD Untuk Menentukan Nilai CF Proses penentuan nilai CF yaitu dengan pengkombinasian dari hasil nilai MB dan MD. Berikut adalah hasil nilai CF yang didapat pada setiap masing-masing gejala penyakit: Fetronaufal Silmeris, 2022. Hal 63 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index No. Kode Penyakit Tabel 3 Nilai CF Pakar Kode Gejala G01 0,81 G05 0,81 G06 0,81 G07 0,66 G08 G09 G02 G03 0,65 G04 0,82 G05 0,82 G09 0,82 G10 0,82 CF (MB-MD) 0,81 0,81 0,81 0,66 0,65 0,82 0,82 0,82 0,82 4 Menghitung Nilai Propagasi Keyakinan Untuk Rule Dengan Satu Premise Untuk melakukan perhitungan selanjutnya maka kita akan membuat sebuah contoh diagnosa dari salah satu pasien yang telah kita miliki, dan untuk setiap tingkat keyakinan diagnosa gejala yang dialami akan dinilai berdasarkan tabel penilaian keyakinan berikut: No. Tabel 3. 9 Tingkat Keyakinan Keterangan Nilai Bobot Tidak Tidak Tahu Sedikit Yakin Cukup Yakin Yakin Sangat Yakin Berdasarkan tabel tingkat keyakinan di atas, maka didapatkan diagnosa dari nilai CF User sebagai berikut: Tabel 3. 10 Contoh Diagnosa Kasus Pasien Baru Penyakit Perut Inisial Kode No. Anamnesis dan Gejala Keterangan Pasien Gejala User Tn. G01 Cepat kenyang Yakin G02 Demam Yakin G05 Mual Sangat Yakin G09 Perut kembung Yakin G10 Tidak bisa buang gas . Yakin Fetronaufal Silmeris, 2022. Hal 64 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Untuk mendapatkan nilai CF (H,E) untuk masing-masing gejala dari diagnosa penyakit perut pada tabel pasien di atas, dengan menggunakan rumus CF(H. E) = CF(E) O CF (RULE ) , maka didapatkan hasil sebagai berikut: Penyakit Maag CF(H1. = CF(E. O CF (G. = 0,8 O 0,81 = 0,65 CF(H1. = CF(E. O CF (G. = 1 O 0,81 = 0,8 CF(H1. = CF(E. O CF (G. = 0,8 O 0,5 = 0,4 Penyakit Usus Buntu CF(H1. = CF(E. O CF (G. = 0,8 O 1 = 0,8 CF(H1. = CF(E. O CF (G. = 1 O 0,82 = 0,82 CF(H1. = CF(E. O CF (G. = 0,8 O 0,82 = 0,66 CF(H1. E10 ) = CF(E. O CF(G10 ) = 0,8 O 0,82 = 0,66 5 Menghitung Kombinasi Beberapa Hypotesis Tahapan berikutnya yaitu menlakukan pengkombinasian setiap gejala yang telah terdiagnosa oleh pasien, dengan menggunakan rumus berikut ini: CF(E. = CF(E1. CF(E1. O . Oe CF(E1 . E3 )) Penyakit Maag Dengan nilai dari gejala yaitu: G01=0,65 . G05=0,8 dan G09=0,4. Sehingga perhitungannya adalah: CF(G01. = CF(G. CF(G. O . Oe CF(G. ) = 0,65 0,8 O . Oe 0,. = 0,65 0,8 O . = 0,65 0,28 = 0,93 old1 CF(Old1. = CF(Old. CF(G. O . Oe CF(Old. ) = 0,93 0,4 O . Oe 0,. = 0,93 0,4 O . = 0,93 0,028 = 0,958 old2 = 0,958 x 100 = 95,8% Penyakit Usus Buntu Dengan nilai gejala yaitu: G02 = 0,8 . G05 = 0,82 . G09=0,66 dan G10 = 0,66 Sehingga perhitungannya adalah: CF(G02. = CF(G. CF(G. O . Oe CF(G. ) = 0,8 0,82 O . Oe 0,. = 0,8 0,82 O . = 0,8 0,164 = 0,964 old1 CF(Old1. = CF(Old. CF(G. O . Oe CF(Old. ) Fetronaufal Silmeris, 2022. Hal 65 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index CF(Old2. = 0,964 0,66 O . Oe 0,. = 0,964 0,66 O . = 0,964 0,024 = 0,988 old2 = CF(Old. CF(G. O . Oe CF(Old. ) = 0,988 0,66 O . Oe 0,. = 0,988 0,66 O . = 0,988 0,008 = 0,996 old3 = 0,996 x 100 = 99,6% Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka dapat disimpulkan diagnosa penyakit dari diagnosa gejala yang dialami oleh pasien yaitu Max[P(H. P(H. ] = Max. ,8% . 99,6%] = 99,6%. Adapun kesimpulan akhir untuk diagnosa dari contoh pasien di atas, dapat dilihat pada tabel 3. 11 berikut: Tabel 3. 11 Contoh Diagnosa Kasus Pasien Baru Penyakit Perut No. Inisial Pasien Tn. Anamnesis dan Gejala Cepat kenyang Demam Mual Perut kembung Diagnosa Persentasi Solusi Usus Buntu 99,6% Appendictomy Tidak bisa buang gas . 6 Hasil Tampilan Antarmuka Tampilan Form Beranda Form beranda merupakan form yang akan muncul pada saat aplikasi dijalankan untuk pertama kalinya. Gambar 5. 1 Tampilan Form Beranda Tampilan Form Tentang Form tentang merupakan halaman yang digunakan untuk menjelaskan atau menampilkan deskripsi tentang rumah sakit yang memiliki sistem aplikasi ini. Berikut merupakan rancangan antarmuka tentang yang dibangun: Fetronaufal Silmeris, 2022. Hal 66 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Gambar 5. 2 Tampilan Form Tentang Tampilan Form Informasi Penyakit Form informasi penyakit merupakan halaman yang akan menampilkan detail dari penyakit diabetes . Berikut rancangan tampilan antarmuka form informasi penyakit: Gambar 5. 3 Tampilan Form Informasi Penyakit Tampilan Form Konsultasi Form konsultasi merupakan halaman untuk pasien melakukan konsultasi terhadap penyakit perut . tomach Berikut rancangan tampilan form konsultasi yang dibangun: Gambar 5. 4 Tampilan Form Konsultasi Tampilan Form Login Form login ini digunakan untuk admin melakukan aktivitas kedalam beranda dan diharuskan login terlebih Berikut merupakan rancangan form yang dibangun: Fetronaufal Silmeris, 2022. Hal 67 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Gambar 5. 8 Tampilan Form Login Tampilan Form Beranda Admin Form beranda admin merupakan tampilan beranda untuk admin pada sistem ini. Berikut merupakan rancangan form yang dibangun: Gambar 5. 9 Tampilan Form Beranda Admin Tampilan Form Gejala Form gejala merupakan form yang digunakan untuk melakukan pengelolaan data gejala. Berikut merupakan rancangan form yang dibangun: Gambar 5. 10 Tampilan Form Gejala Fetronaufal Silmeris, 2022. Hal 68 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Tampilan Form Penyakit Form penyakit merupakan form yang digunakan untuk melakukan pengelolaan data penyakit . Berikut merupakan rancangan form yang dibangun: Gambar 5. 14 Tampilan Form Penyakit Tampilan Form Rule Form rule merupakan form yang digunakan untuk melakukan pengelolaan data rule penyakit. Berikut merupakan rancangan form yang dibangun: Gambar 5. 18 Tampilan Form Rule Tampilan Form Kunjunan Form kunjungan merupakan form yang digunakan untuk melakukan pengelolaan data kunjungan pasien yang melakukan konsultasi. Berikut merupakan rancangan form yang dibangun: Gambar 5. 22 Tampilan Form Data Kunjungan Fetronaufal Silmeris, 2022. Hal 69 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Tampilan Form Laporan Form laporan merupakan form yang digunakan untuk melakukan pengelolaan data laporan. Berikut merupakan rancangan form yang dibangun: Gambar 5. 23 Tampilan Form Laporan KESIMPULAN Dengan menggunakan sistem pakar dalam mendiagnosa penyakit perut (Stomach Diseas. dan menerapkan metode certainty factor dimana diagnosis dianalisis berdasarkan algoritma dari metode tersebut dan mengikuti tahapan tahapan dalam mencari nilai persentasi diagnosanya. Merancang sistem pakar dalam pembuatan aplikasi digunakan perancangan Unified Modeling Language (UML). Basis Data dan Interface sebagai acuan perancangan sistem yang akan dibangun agar dapat mendiagnosa penyakit perut . tomach diseas. Pengujian sistem pakar dengan bahasa pemrograman web untuk mendiagnosa penyakit perut . tomach diseas. menggunakan metode Certainty Factor pada sistem pakar, yaitu dengan memasukan data diri pasien dan memilih setiap gejala yang dihadapi oleh pasien kemudian dilakukan diagnosis untuk mendapatkan hasil diagnosa penyakit dan solusi penanganannya. UCAPAN TERIMAKASIH Terima Kasih diucapkan kepada kedua orang tua serta keluarga yang selalu memberi motivasi. Doa dan dukungan moral maupun materi, serta pihak-pihak yang telah mendukung dalam proses pembuatan jurnal ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. REFERENCES